Anda di halaman 1dari 6

PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling Dosen Pengampu: Dra. Oom Siti Homdijah, M.Pd.

Disusun oleh: Ryanti Astri Mustikawati (1100050)

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2013

JENIS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH


A. Layanan Orientasi Layanan orientasi adalah layanan yang memungkinan siswa memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya siswa di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Hasil yang diharapkan melalui pemberian layanan orientasi adalah mempermudah siswa dalam menyesuaikan diri terhadap pola kehidupan sosial kegiatan belajar, dan kegiatan lain yang mendukung keberhasilan siswa. Orientasi bimbingan dan konseling ada 3 yaitu : 1. Orientasi Perseorangan Orientasi perseorangan bimbingan dan konseling menghendaki agar konselor menitik beratkan pandangan pada siswa secara individual. Satu per satu siswa perlu mendapat perhatian. Pemahaman konselor yang baik terhadap keseluruhan siswa sebagai kelompok dalam kelas itu juga penting, tetapi arah pelayanan dan kegiatan bimbingan ditunjukkan kepada masing-masing siswa. Pemusatan perhatian terhadap individu itu sama sekali tidak berarti mengabaikan kepentingan kelompok; dalam hal ini kepentingan kelompok diletakkan dalam kaitannya dengan hubungan timbal balik yang wajar antar individu dan kelompoknya. Kepentingan kelompok dalam arti misalnya keharuman nama dan citra kelompok, kesetiaan kepada kelompok, kesejahteraan kelompok, dan lain-lain, tidak akan terganggu oleh pemusatan pada kepentingan dan kebahagiaan individu yang menjadi anggota kelompok itu. 2. Orientasi perkembangan Salah satu fungsi bimbingan dan konseling adalah pemeliharaan dan pengembangan. Orientasi perkembangan dalam bimbingan dan konseling lebih menekankan lagi pentingnya peranan perkembangan yang terjadi dan yang hendaknya diterjadikan pada diri individu. Bimbingan dan konseling memusatkan perhatiannya pada keseluruhan proses perkembangan itu. Perkembangan sendiri dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami individu atau organisme menuju ke tingkat kedewasaannya atau kematangannya yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan baik menyangkut fisik(jasmaniah) maupun psikis Dalam hal itu, peranan bimbingan dan konseling adalah memberikan kemudahankemudahan bagi gerak individu menjalani alur perkembangannya. Pelayanan bimbingan dan konseling berlangsung dan dipusatkan untuk menunjang kemampuan inheren individu bergerak menuju kematangan dalam perkembangannya. 3. Orientasi Permasalahan Dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi bimbingan dan konseling yang telah dibicarakan, orientasi masalah secara langsung bersangkutan dengan fungsi pencegahan dan fungsi pengentasan. Fungsi pencegahan menghendaki agar individu dapat terhindar dari masalah-masalah yang mungkin membebani dirinya, sedangkan fungsi pengentasan menginginkan agar individu yang sudah terlanjur mengalami

masalah dapat meyelesaikan masalahnya. Melalui fungsi pencegahan, layanan dan bimbingan konseling dimaksudkan mencegah timbulnya masalah pada diri siswa sehingga mereka terhindar dari bernagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangannya. B. Layanan Informasi Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan siswa menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Layanan informasi bertujuan untuk membekali siswa dengan berbagi pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan, dan mengembagkan pola kehodupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat. Pemahaman yang diperoleh melalui layanan informasi, digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dalam mengambil sebuah keputusan. Layanan informasi dapat diselenggarakan melalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi yang dilengkapi dengan peragaan, selebaran, tayangan foto, film atau vidio, kunjungan ke perusahaan-perusahaan. Berbagai nara sumber, baik dari sekolah sendiri, atau dari sekolah lain, dari lembaga-lembaga pemerintah, maupun dari berbagai kalangan di masyarakat dapat diundang guna memberikan informasi kepada siswa. Layanan informasi dapat dilaksanakan secara individual, klasikan dan ataupun diselenggarakan secara umum. Dapat juga diberikan secara lisan ataupun seperti jurnal, majalah, dan leaflet. C. Layanan Konten Layanan konten adalah layanan yang memungkinan siswa mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar siswa dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Tujuan dari layanan konten yang terkait dengan fungsi-fungsi konseling adalah: Fungsi pemahaman: Memahami konten/kompetensi yang diperlukan. Fungsi pencegahan: Konten yang dipelajari akan mengarahkan individu kepada terhindarinya dari masalah. Fungsi pengentasan: Penguasaan konten diarahkan untuk mengatasi masalah yang sedang dialami. Fungsi penguasaan dan pemeliharaan: Penguasaan konten akan m engembangkan individu dan memelihara potensi yang dimilikinya. Fungsi advokasi: Individu dapat membela diri terhadap ancaman atau pelanggaran terhadap hakhaknya. D. Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan penempatan dan penyaluran adalah layanan yang memungkinan siswa memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler, dengan tujuan agar siswa dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya.

Tujuan umum layanan penempatan dan penyaluran adalah diperolehnya tempat yang sesuai bagi siswa untuk pengembangan potensi dirinya. Kesesuaian terhadap tempat dalam pengembangan diri seperti pada lingkungan sekolah, organisasi, pekerjaan, dan juga pendidikan lanjut. Secara khusus tujuan layanan penempaatan dan penyaluran adalah membantu siswa mencapai kematangan dalam mengembangkan penguasaan ilmu , teknologi, dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang luas. Tercapainya tujuan dari layanan penempatan dan penyaluran memungkinkan siswa untuk dapat terhindar dari permasalahan pengembangan diri dan juga siswa akan mampu merancang masa depanya secara realistik.

Fungsi Layanan Penempatan dan Penyaluran: Terpahaminya kondisi individu dan lingkungan yang ada dan yang dikehendaki, mencegah masalah jika potensi individu sesuai dengan lingkungan untuk pengembangan potensinya, menyelesaikan masalah melalui upaya penempatan pada lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan individu, potensi individu menjadi terkembangkan dan terpeliharanya dari hal-hal yang menghambat dan merugikan, menghindari individu dari keteraniayaan diri dan hakhaknya. Layanan penempatan dan penyaluran membantu siswa dalam memperoleh kondisi, lingkungan yang sesuai dengan karakter dan potensi yang dimiliki, sehingga pengembangan bakat dan motivasi untuk lebih berprestasi menjadi lebih baik. Layanan Penempatan dan Penyaluran perlu diselenggarakan secara terencana dan tertib mengikuti prosedur dan langkah-langkah sistematik-strategis. Langkah pengkajian kondisi merupakan dasar bagi arah penempatan yang dimaksud sebelum melanjutkan ketahap selanjutnya. Secara sistematis layanan penempatan dan penyaluran dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: Tahap Perencanaan: Pada tahap perencanaan penempatan siswa ke lingkungan yang baru harus sepengetahuan dan mendapat persetujuan dari subyek layanan. Akan lebih baik apabila perencanaannya dilakukan bersama antara guru dan siswa. Pelaksanaan Layanan: Layanan penempatan dan penyaluran dilakukan sesuai dengan kebutuhan layanan. Karena pada dasarnya pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran bersifat luwes dan terbuka, sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan kapanpun sesuai dengan kesepakatan guru siswa, artinya layanan penempatan dan penyaluran diselenggaraan tidak dalam bentuk satuan-satuan paket pertemuan. E. Layanan Konseling Perorangan Layanan konseling perorangan adalah layanan yang memungkinan siswa mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar siswa dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. F. Layanan Bimbingan Kelompok Layanan bimbingan kelompok adalah layanan yang memungkinan sejumlah siswa secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan

kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar siswa dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Tujuan umum kegiatan bimbingan kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa, khususnya kemampuan komunikasi peserta layanan. Secara khusus, bimbingan kelompok bertujuan untuk membahas topik-topik tertentu yang mengandung permasalahan aktual (hangat) dan menjadi perhatian peserta. Kegiatan bimbingan kelompok berlangsung dalam beberapa tahap. Prayitno (1995: 40-60) mengemukakan bahwa ada empat tahap yang perlu dilalui dalam pelaksanaan bimbingan kelompok yaitu tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran.

G. Layanan Konseling Kelompok Layanan konseling kelompok adalah layanan yang memungkinan siswa (masingmasing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar siswa dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Layanan Konseling Kelompokberfungsi untuk pengentasan dan advokasi. H. Konsultasi Konsultasi adalah layanan yang membantu siswa dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah siswa. Tujuan layanan konsultasi sebagai bagian tujuan bimbingan di sekolah adalah untuk mengembangkan dan menyempurnakan lingkungan belajar bagi siswa, orang tua dan administrator sekolah, menyempurnakan komunikasi dengan mengembangkan informasi diantara orang yang penting, mengajak bersama pribadi yang memiliki peranan fungsi bermacam-macam untuk menyempurnakan lingkungan belajar, memperluas layanan dari para ahli, memeperluas layanan pendidikan dari guru dan administrator, membantu orang lain bagaimana belajar tentang perilaku, menciptakan suatu lingkungan yang berisi semua komponen lingkungan belajar yang baik, menggerakkan organisasi yang mandiri.

I. Mediasi Mediasi adalah layanan yang membantu siswa menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. Tujuannya adalah agar tercapainya kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara para siswa. Difokuskan kepada perubahan atau kondisi awal menjadi kondisi baru dalam hubungan antara siswa yang bermasalah.

Daftar Rujukan: Akhmad Sudrajat (2008). Pelayanan Konseling di Sekolah [Online]. Tersedia: http://souhudkuang.blogspot.com/2012/03/layanan-bimbingan-dan-konseling-di.html Souhudkuang (2012). Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah [Online]. Tersedia: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/20/bimbingan-dan-konseling-disekolah/ Author (2012). ORIENTASI dalam bimbingan dan konseling [Online]. Tersedia: http://rasastroberi.blogspot.com/2012/08/orientasi-dalam-bimbingan-dan-konseling.html Author (2012). Bimbingan dan Konseling http://fi3fa.blogspot.com/2012/05/layanan-orientasi.html [Online]. Tersedia:

Wahid Nurrohman (2011). Layanan Informasi dalam Bimbingan Konseling [Online]. Tesedia: http://wahid07.wordpress.com/2011/09/28/layanan-informasi-dalambimbingan-konseling/ Author (Unknown). Layanan Penguasaan Konten [Online]. http://ujibaru.blogspot.com/2012/04/layanan-penguasaan-konten.html Tersedia:

Devy Probowati, dkk (2012). Layanan Penempatan dan Penyaluran [Online]. Tersedia: http://kelompok5bka.blogspot.com/2012/05/layanan-penempatan-danpenyaluran.html Binham (2012). Layanan Bimbingan Kelompok [Online]. http://binham.wordpress.com/2012/04/11/layanan-bimbingan-kelompok/ OviDaeDev (2012). Layanan Konsultasi [Online]. http://ovidaedev.blogspot.com/2012/05/layanan-konsultasi.html Tersedia: Tersedia: