1

DAFTAR ISI

Daftar Isi ……………………………………………………………..................... Sambutan Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat ............................ Sambutan Direktur Jenderal Pemasyarakatan .............................................. BAB 1 1.1. 1.1.1. 1.1.2. 1.1.3. 1.1.4. 1.2. 1.3. BAB 2 2.1. 2.2. BAB 3 3.1. 3.1.1. 3.1.2. 3.1.3. 3.1.4 3.2. 3.2.1. 3.2.2. Pendahuluan Latar Belakang ……………………………....................................... Dampak Perubahan Tata Nilai dan Kondisi Kehidupan terhadap Tingkat Kejadian Anak yang Bermasalah dengan Hukum ……….. Hak-hak Anak …………………………………………………………. Masalah yang Dihadapi Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan …………………………….. Pentingnya Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan …………………………….. Tujuan ……………………………………………………………......... Sasaran ………………………………………………………………… Dasar Hukum dan Definisi Istilah Dasar Hukum ………………………………………………………….. Definisi Istilah ................................................................................. Standar Pelayanan Kesehatan Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Anak di Lembaga

i iv vi

1 1 2 2 5 5 6

7 7

Standar Ruang Lingkup Pelayanan kesehatan Anak di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan ......................................... Ruang Lingkup Upaya Kesehatan Promotif ................................... Ruang Lingkup Upaya Kesehatan Preventif .................................. Ruang Lingkup Upaya Kesehatan Kuratif ...................................... Ruang Lingkup Upaya Kesehatan Rehabilitatif .............................. Standar Ketenagaan untuk Pelayanan Kesehatan Anak di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan ......................... Kebutuhan Tenaga pada Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan ....... Kebutuhan Tenaga pada Puskesmas yang Melayani Lembaga

9 9 10 10 11 12 12

2

Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan .........................................

12

3.3. 3.3.1.

Standar Fasilitas untuk Pelayanan Kesehatan Anak di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan ......................................... Standar Fasilitas pada Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan yang Membina Anak Didik Pemasyarakatan .......................................... Standar Fasilitas pada Puskesmas yang Melayani Lapas Anak/Rutan .................................................................................... Standar Fisik dan Sanitasi Lingkungan .......................................... Standar Fisik .................................................................................. Standar Sanitasi Lingkungan ......................................................... Mekanisme Pembinaan Kesehatan Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Anak di Lembaga

13

13 15 15 15 15

3.3.2. 3.4. 3.4.1. 3.4.2. BAB 4 4.1. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. 4.1.4. 4.2. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. 4.3. 4.3.1. 4.3.2.

Mekanisme Pelaksanaan Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan ............................................................................ Prinsip Dasar Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan ............................................................................ Mekanisme Penyelenggaraan Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan ............................................................................ Mekanisme dan Jejaring Kerja dalam Program Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan ........................................ Mekanisme Pembiayaan Program Pembinaan dan Pelayanan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan ........................................ Peran Unit-unit Pelayanan Kesehatan ........................................... Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan ......................................... Pusat Kesehatan Masyarakat ........................................................ Rumah Sakit ................................................................................... Pencatatan dan Pelaporan ............................................................. Sistem Pencatatan dan Pelaporan ................................................. Mekanisme Pelaporan ...................................................................

18 18 18 19 20 21 21 21 22 23 23 25

3

BAB 5 5.1. 5.2. 5.3. 5.3.1. 5.3.2.

Pemantauan dan Penilaian Tujuan Kegiatan Pemantauan dan Penilaian ................................. Mekanisme Pemantauan dan Penilaian ......................................... Indikator ......................................................................................... Indikator Makro .............................................................................. Indikator Mikro ................................................................................ 27 27 27 28 28

Lampiran Set peralatan umum dan kegawatdaruratan Set peralatan poliklinik umum Daftar obat esensial klinik pelayanan kesehatan dasar Form surat permohonan ijin sementara klinik lapas/rutan Form surat permohonan ijin tetap klinik lapas/rutan Form rekapitulasi pelayanan harian klinik pelayanan kesehatan dasar menurut golongan umur dan jenis kelamin Form rekapitulasi jenis penyakit menurut golongan umur dan jenis kelamin Form pencatatan dan pelaporan klinik lapas/rutan Form surat keterangan kesehatan Form berita acara pemeriksaan kesehatan andikpas Form surat rujukan Form lembar jawaban konsultasi Form surat penjemputan tersangka/terdakwa sakit Form surat keterangan kematian Form surat laporan kejadian luar biasa Form laporan kegiatan poliklinik rutan/lapas Form laporan bulanan data kesakitan Buku sakit klinik lapas/rutan Register rawat jalan gigi klinik lapas/rutan

4

Umumnya anak di Lapas/Rutan adalah anak usia sekolah dan remaja dengan masalah kesehatan yang biasanya terkait dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) antara lain merokok. tanpa adanya diskriminasi. gangguan perilaku serta penyakit infeksi lainnya. akibatnya kapasitas Rutan/Lapas yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan. sehingga mereka terpaksa ditampung bersama-sama 5 . Dilain pihak. yang antara lain menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan agar mereka dapat hidup. penyakit kulit (Scabies) dan masalah kesehatan jiwa seperti stres atau depresi. tumbuh dan berkembang secara optimal. Hal ini telah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. tidak semua anak beruntung dilahirkan normal dan tidak semua anak yang lahir normal dapat melewati masa tumbuh kembangnya secara sempurna akibat berbagai faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor anak. Keadaan ini dapat dilihat dari kecenderungan meningkatnya masalah kesehatan anak misalnya anak mendapat perlakuan salah atau mengalami kekerasan baik fisik. Di Indonesia jumlah Rutan/Lapas Anak sebanyak 16 yang tersebar di 15 propinsi dan belum didukung dengan sarana pelayanan kesehatan yang memadai. Status kesehatan anak di Rutan/Lapas sangat dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan sosial. sehingga mereka harus dipelihara dan dilindungi oleh keluarga. dewasa ini terjadi kecenderungan peningkatan kasus anak bermasalah dengan hukum. mental maupun seksual atau karena keadaan tertentu anak terpaksa berhadapan dengan hukum sehingga harus berada di Rumah Tahanan (Rutan)/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dalam kenyataannya. serta dukungan sarana pelayanan kesehatan yang tersedia. masyarakat maupun negara.SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT Anak sehat memiliki nilai investasi yang besar bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara. keluarga atau lingkungan.

Jika hal ini tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada penurunan kualitas hidup anak. akan meningkatkan upaya cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan anak dalam rangka mendukung pemerintah mewujudkan anak Indonesia yang sehat seutuhnya. DTM & H. Dalam rangka menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak tersebut diatas. sodomi. Selain itu. serta secara langsung oleh Poliklinik yang ada di Lapas/Rutan. Tentu saja perilaku negatif nara pidana orang dewasa dapat mempengaruhi anak seperti merokok.dengan narapidana orang dewasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyumbangkan pemikirannya dalam menyusun buku ini. Infeksi Menular Seksual termasuk HIV-AIDS dan akhirnya dapat menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi. merupakan suatu jawaban bagi kita terutama tenaga kesehatan di lapangan dalam menjawab tantangan yang ada untuk memenuhi hak anak di Lapas/Rutan. demi menjamin kualitas hidup anak yang akan menjadi generasi penurus pembangunan bangsa. Jakarta. Diterbitkannya Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Lapas/Rutan Bagi Petugas Kesehatan. Agustus 2009 dr. Semoga apa yang telah dihasilkan ini. sehingga walaupun kehidupan mereka dibatasi dalam lingkungan Lapas/Rutan tetapi hak terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tetap terpenuhi. maka kebijakan Departemen Kesehatan diarahkan untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan meningkatkan kualitas hidup anak. kondisi lingkungan Lapas/Rutan yang padat penghuni tersebut dapat memungkinkan terjadinya penularan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan seperti Tuberkolosis (TB). Salah satu upaya program yang dilakukan untuk meningkatakan kualitas hidup anak yaitu pembinaan kesehatan bagi anak di Rutan/Lapas melalui pelayanan dasar di Puskesmas dan pelayanan rujukan di Rumah Sakit. seks bebas. MPH 6 . Budihardja.

buku) maupun media elektronik (yang ditampilkan melalui televisi. yang pada gilirannya akan menyebabkan terjadinya perilaku seksual yang berisiko pada anak-anak seperti melakukan hubungan seksual pra-nikah. dan komputer). mencuri. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan menurunnya ketahanan keluarga dan lemahnya kontrol orang tua terhadap anak.1. Pada April 2009 tercatat jumlah andikpas 3197 orang (2842 laki-laki dan 355 perempuan).BAB 1 PENDAHULUAN 1. Salah satu masalah yang menuntut penanganan adalah mudahnya akses anak-anak terhadap berbagai produk yang secara eksplisit menampilkan dan/atau berisi seksualitas.1.1. Anak-anak yang berhadapan dengan hukum termasuk salah 7 . Perkembangan teknologi komunikasi telah meningkatkan akses terhadap informasi. telepon genggam. memalak. Dampak Perubahan Tata Nilai dan Kondisi Kehidupan terhadap Tingkat Kejadian Anak yang Bermasalah dengan Hukum Perubahan tata nilai dan kondisi kehidupan yang terjadi akibat pengaruh global dan tekanan ekonomi juga mempengaruhi kehidupan keluarga. menggunakan jasa dan/atau menjadi pekerja seks komersial (PSK). memerkosa dan bahkan membunuh. LATAR BELAKANG 1. Paparan terhadap SEM menyebabkan terjadinya errotic permissiveness. dan jumlah anak didik pemasyarakatan (andikpas) 2282 orang (2161 laki-laki). majalah. Paparan terhadap SEM juga menjadi salah satu determinan meningkatnya kejadian perkosaan. merampas. Data dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. seperti menyalahgunakan narkotika. Bentuk Sexually Explicit Materials (SEM) ini dapat berupa media cetak (kartu. Keadaan ini menyebabkan meningkatnya risiko anak untuk melakukan berbagai perilaku yang melanggar hukum. psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) dan melakukan berbagai tindakan kriminal seperti tawuran. merampok. tabloid. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (DepKumHAM RI) menunjukkan bahwa pada tahun 2008 jumlah tahanan anak adalah 2019 orang (1838 laki-laki). termasuk informasi yang tidak benar. berhubungan seks dengan banyak pasangan. Semua kondisi yang dipaparkan di atas menyebabkan meningkatnya jumlah anak yang berhadapan dengan hukum.

Masalah kesehatan yang banyak ditemukan hampir seluruhnya berkaitan dengan rendahnya 8 .3. sebanyak 1610 anak tidak menjalani pembinaan di lapas anak. memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana yang dilakukan sehingga dapat kembali ke lingkungan masyarakat. 1. pembinaan dan pelayanan yang bersifat khusus karena mereka masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Masalah yang Dihadapi Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Pada hakekatnya warga binaan di lapas dibina dalam sistem terpadu yang bertujuan agar mereka menyadari kesalahan yang telah dilakukan. Terbatasnya kebebasan mereka karena harus menjalani pembinaan di lapas/rutan tidak menggugurkan hak-hak mereka sebagai anak sebagaimana diakui dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA) Persatuan Bangsa Bangsa yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Undang-undang No. kelangsungan hidup dan tumbuh kembang. Pada dasarnya andikpas adalah anak yang mempunyai hak yang sama dengan anak-anak lainnya.1. Kondisi lapas-lapas anak ini sangat bervariasi. idealnya andikpas menjalani pembinaan di lapas khusus anak. (2) kepentingan yang terbaik bagi anak. sebagai warga binaan lapas.12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan).1. membutuhkan pendampingan. Kelompok anak-anak ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tidak terjangkau pelayanan kesehatan. serta dapat hidup wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab (Undang-undang No. Andikpas. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi lapas anak masih memprihatinkan. Hak-hak Anak Di Indonesia anak yang berhadapan dengan hukum dan menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) disebut sebagai anak didik pemasyarakatan (andikpas). 16 di antaranya adalah lapas anak yang tersebar di 14 provinsi. berperan aktif dalam pembangunan. 1.satu kelompok anak yang memiliki kebutuhan khusus. Untuk mencapai kondisi yang diharapkan. yaitu anak-anak yang mengalami suatu masalah yang memerlukan upaya khusus dalam memberikan pelayanan kesehatan dan menanggulangi masalah kesehatan mereka. yaitu (1) nondiskriminasi.2. Di Indonesia pada akhir tahun 2008 terdapat 421 lapas. Pada April 2009 dari 3197 andikpas. (3) hak hidup. dan (4) penghargaan terhadap pendapat anak. Baik KHA maupun UUPA menekankan empat prinsip penting dalam memenuhi hak-hak anak.

saluran pembuangan air limbah. sangat terbatas. peralatan tidur. jamban. tuberkulosis. Lapas/rutan dihuni oleh andikpas dengan jumlah yang melebihi kapasitas. Kondisi tersebut menyebabkan mudahnya penularan penyakit antar andikpas. yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik. sarana pengolahan sampah padat) yang memadai. tinea. sarana kebersihan badan dan pakaian yang digunakan andikpas juga belum memadai. infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). dan tidak kondusifnya kondisi lingkungan psikososial. Penyelenggara makanan di lapas/rutan dapat mengubah menu dengan tetap memperhatikan kelengkapan komposisi bahan makanan serta kandungan kalori dan zat gizi. termasuk untuk mencuci peralatan memasak dan peralatan makan andikpas. Penyakit yang paling sering diderita andikpas adalah penyakit-penyakit infeksi seperti infeksi kulit (skabies. Sarana perorangan seperti peralatan makan. Tidak sedikit dari anak-anak ini ditempatkan secara berdesakan di ruang yang tidak memadai. hidung dan tenggorokan. DepKumHAM RI mengembangkan beberapa contoh menu makanan yang disesuaikan dengan ciri-ciri wilayah tertentu. Kondisi lingkungan fisik dan psikososial tersebut menyebabkan andikpas memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan. kamar mandi. mental dan sosial anak. varisela). infeksi saluran reproduksi (ISR) dan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS. rendahnya kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan. infeksi telinga. andikpas ditempatkan tidak terpisah dengan warga binaan dewasa. Masalah penyelenggaraan makanan dan gizi yang terjadi pada lapas/rutan yang membina andikpas antara lain: Ketersediaan air bersih untuk proses pengolahan makanan. 9 . Lapas/rutan tidak memiliki fasilitas sanitasi (air bersih. rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja. Kondisi lingkungan lapas/rutan membuat andikpas merasa tidak nyaman dan bahkan takut. Kondisi fisik bangunan lapas/rutan tidak memenuhi persyaratan bangunan tempat tinggal yang sehat. Penyakit Infeksi. Di daerah yang belum memiliki lapas anak. diare. dermatitis. Berikut ini adalah hasil pengamatan tentang berbagai masalah yang pada umumnya terjadi pada lapas anak: Kondisi Fisik dan Lingkungan. Masalah Penyelenggaraan Makanan.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). penyakit gigi dan mulut.

gangguan fisik yang tak terjelaskan (gangguan somatoform). Kandungan energi ini belum memenuhi kebutuhan energi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Di lain pihak. baik petugas maupun teman sebaya yang sudah dilatih. Masalah perilaku berisiko seperti pembuatan tatto. Gangguan jiwa dan perilaku akibat penyalahgunaan NAPZA. depresi). yang berkaitan dengan penahanan. dan reaksi stres. Secara umum sumber daya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi andikpas sangat terbatas. Masalah Pelayanan Kesehatan. Ada perbedaan antar berbagai lapas/rutan dalam menjadwal dan melaksanakan aktifitas sehari-hari andikpas. Biaya makan yang tersedia untuk andikpas belum cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kalori andikpas. Gangguan tingkah laku (perilaku asosial dan antisosial). yang menyebabkan terjadinya perlukaan. Cukup banyak andikpas yang mengalami masalah kesehatan jiwa dan perilaku. pemasangan aksesori pada alat kelamin dan penyimpangan perilaku seksual. disamakan dengan 10 . Proses pengolahan dan pemasakan makanan belum memenuhi syarat kesehatan. Anak lakilaki membutuhkan 2600 kalori per hari. Sarana yang dibutuhkan andikpas untuk melakukan aktifitas sehari-hari (misalnya sarana olah raga. Belum semua lapas/rutan memiliki Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan ataupun Poliklinik Lapas/Rutan. gangguan penyesuaian (ansietas. ahli gizi. Kekerasan antar andikpas. ahli kesehatan masyarakat dan konselor belum cukup. Pelayanan kesehatan yang telah tersedia bagi andikpas masih bersifat kuratif. Ketersediaan tenaga kesehatan seperti dokter. sanitarian. ketersediaan sumber daya di Puskesmas untuk memberikan pelayanan kesehatan ke lapas/rutan yang berada di wilayah kerjanya juga terbatas. perawat. serta masih kurangnya jumlah tenaga pendamping/pembimbing. pendidikan. Tingkat sanitasi makanan belum memadai. Demikian juga dengan ketersediaan peralatan medik dan obat-obatan. Makanan yang diberikan kepada andikpas disusun dengan menu dan porsi untuk memenuhi kebutuhan energi orang dewasa. yaitu 2250 kalori. rudapaksa dan trauma psikis.Peralatan untuk memasak sangat terbatas. Ada lapas/rutan yang memberikan waktu cukup banyak bagi andikpas untuk melakukan berbagai aktifitas. dan yang paling sering terjadi antara lain: Gangguan tidur. Masalah Kesehatan Jiwa dan Perilaku. sementara lapas/rutan yang lain memberikan waktu yang terbatas. kondisi terisolasi di lapas/rutan dan singkatnya waktu kunjungan keluarga. keterampilan dan halaman bermain) belum memadai. sementara anak perempuan membutuhkan 2400 kalori per hari. kesenian. Masalah Aktifitas Sehari-hari.

Pedoman ini juga akan mendorong DepKumHAM RI. tumbuh dan berkembang secara optimal.4. Untuk menerapkan kebijakan tersebut perlu disusun Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan.pelayanan kesehatan bagi warga binaan dewasa. khususnya yang berhubungan dengan kesehatan. Tersedianya pedoman bagi berbagai pihak yang berkepentingan dengan pembinaan kesehatan andikpas. 1. TUJUAN Tujuan Umum Meningkatkan jangkauan dan kualitas pembinaan kesehatan bagi andikpas dalam rangka memenuhi hak-hak anak. Pelayanan rujukan ke fasilitas kesehatan di luar lapas/rutan masih sangat terbatas dan mengalami berbagai kendala. Puskesmas yang di wilayah kerjanya terdapat lapas/rutan. 11 .2. 2. petugas Puskesmas dan petugas lain di lapas/rutan dalam melaksanakan pembinaan kesehatan secara komprehensif kepada andikpas. menghadapi banyak kendala untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan. DepKes RI melalui Direktorat Bina Kesehatan Anak telah menetapkan kebijakan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi anak khusus termasuk andikpas. Fakta ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak-hak andikpas sebagai anak masih belum optimal. Terpenuhinya hak-hak andikpas untuk hidup. Pada saat ini masih belum semua lapas/rutan memiliki fasilitas maupun tenaga kesehatan. melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 3. 1. Meningkatnya pemahaman. termasuk andikpas.1. Tersedianya standar pelayanan kesehatan bagi andikpas. Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah dalam rangka meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi andikpas. Pedoman ini diharapkan akan menjadi panduan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 4. Tujuan Khusus 1. pertumbuhan dan perkembangan. kepedulian dan kemampuan petugas kesehatan di lapas/rutan. untuk meningkatkan penyelenggaraan pembinaan kesehatan andikpas. Pentingnya Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan DepKumHAM RI telah memiliki kebijakan untuk membentuk Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan maupun Poliklinik Kesehatan di lapas/rutan.

Pemangku kepentingan lain yang terkait. Pengelola program terkait di Kantor Wilayah DepKumHAM RI. 12 .3. SASARAN Sasaran langsung: Tenaga kesehatan di lapas/rutan Tenaga kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah Tenaga lain di lapas/rutan Sasaran tidak langsung: Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota Pengelola program terkait di Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.1.

11. preventif. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1999 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan.06 Tahun 1987. DEFINISI ISTILAH 1.2. 2. Nomor 65/Menkes/SKB/II/1987 tentang Pembinaan Upaya Kesehatan Masyarakat di Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan. Pelayanan Kesehatan adalah upaya di bidang kesehatan bagi andikpas yang meliputi berbagai upaya promotif.1. 5.BAB 2 DASAR HUKUM DAN DEFINISI ISTILAH 2. 4. 2. 6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. 2. kuratif dan rehabilitatif.02/PK. termasuk anak yang masih dalam kandungan (Undang-undang Republik Indonesia No. 3. Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M. 8. Tugas dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan. 3. Wewenang.01. 7. 13 . Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 1999 tentang Syarat-syarat dan Tata Cara Pelaksanaan. 9. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun. DASAR HUKUM 1.10 Tahun 1990 tentang Pola Pembinaan Narapidana/Tahanan.04. Keputusan Bersama Menteri Kehakiman Republik Indonesia dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor M01-UM. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1974 tentang Kesejahteraan Anak Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Warga Binaan Pemasyarakatan. 10.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA) Pasal 1) Remaja adalah seseorang pada usia 10-19 tahun (World Health Organization).

4. penuntutan. dan pemeriksaan di sidang pengadilan. penuntutan. Lembaga Pemasyarakatan adalah unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang menampung. misalnya Balai Pengobatan. dan pemeriksaan di sidang pengadilan. 5. 7. Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) adalah unit yang dapat memberikan pelayanan kesehatan. 6. Anak Didik Pemasyarakatan (andikpas): Anak Pidana adalah anak yang berdasarkan putusan pengadilan menjalani pidana di lapas anak. merawat dan membina narapidana. Poliklinik. Puskesmas. paling lama sampai berumur 18 tahun. Anak Sipil yaitu anak yang atas permintaan orang tua atau walinya memperoleh penetapan pengadilan untuk dididik di lapas anak paling lama sampai berumur 18 tahun. Tahanan Anak adalah tersangka atau terdakwa anak yang ditempatkan di rutan untuk kepentingan penyidikan. Rumah Tahanan Negara (rutan) adalah unit pelaksana teknis tempat tersangka dan terdakwa ditahan selama proses penyidikan. Anak Negara adalah anak yang berdasarkan putusan pengadilan diserahkan kepada negara untuk dididik dan ditempatkan di lapas anak paling lama sampai berumur 18 tahun. Rujukan Medis adalah pengiriman penderita ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan lebih tinggi. Rumah Sakit. 14 . 8. termasuk narapidana anak yang disebut anak didik lapas/rutan (andikpas).

STANDAR RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DAN RUMAH TAHANAN 3. sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pola dan kualitas hidup. Mampu menerapkan pengetahuan keterampilan hidup untuk kesehatan reproduksi dalam kehidupan sehari-hari terhadap diri 15 . Secara khusus keterampilan yang ingin diberikan kepada andikpas dengan Life Skill education adalah empati dan kesadaran diri (pemahaman diri). termasuk hak-hak anak. Ruang Lingkup Upaya Kesehatan Promotif Upaya kesehatan promotif bagi andikpas di lapas/rutan terdiri dari: 1. Pencegahan penyalahgunaan NAPZA. baik secara fisik. menanggulangi masalah emosional dan mengatasi stres. 3. Pemantauan dan pemeliharaan sanitasi dan higiene perorangan. 2. pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. dan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja. Konseling. Informasi dan Edukasi (KIE) baik secara individual maupun berkelompok. Life Skill Education dilaksanakan secara demokratis dengan menekankan penghargaan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. 4. baik secara pribadi maupun kelompok kecil.1. Olah raga rutin dan kompetisi. mental maupun sosial. Pelaksanaan kegiatan KIE diselenggarakan dengan merujuk pada pedoman dalam menyelenggarakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). melindungi hak asasi manusia dan mencegah terjadinya masalahmasalah sosial agar dapat diterima masyarakat. komunikasi dan hubungan interpersonal. tanggung jawab dan perlindungan. 5. Life Skill Education mendorong perkembangan individu dan sosial. Dengan Life Skill Education diharapkan andikpas: Memiliki keterampilan untuk menjalani kehidupan secara sehat. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).1. berpikir kreatif dan kritis. Kegiatan Komunikasi.1. Kegiatan pendidikan kesehatan diberikan sebagai bagian tak terpisahkan dari Life Skill Education yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan psikososial seseorang dalam mengatasi berbagai tuntutan dan tantangan hidup.BAB 3 STANDAR PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DAN RUMAH TAHANAN 3.

8. terdapat dua jenis pelayanan rujukan. Pelayanan rujukan medik dilakukan kepada andikpas yang 16 . sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.3. pemeriksaan kesehatan jiwa. Siap memasuki usia dewasa dengan tingkah laku seorang dewasa yang bertanggung jawab serta mempunyai keterampilan dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Pelayanan pengobatan penyakit khusus seperti tuberkulosis. infeksi saluran reproduksi. Pelayanan kesehatan kuratif dasar perorangan. 4. Pencegahan penyakit menular dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA 7. Substance Involvement Screening Test) dan pemeriksaan lainnya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Pemantauan dan pembinaan penyelenggaraan makanan bagi andikpas agar sesuai dengan persyaratan higiene dan sanitasi makanan maupun dengan kebutuhan energi dan nutrisi andikpas.1. 3. 2. riwayat penyakit. 3. 5.1. Ruang Lingkup Upaya Kesehatan Kuratif Upaya kesehatan kuratif bagi andikpas di lapas/rutan terdiri dari: 1. Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) dan tablet besi pada andikpas perempuan.sendiri dan bersedia menyebarluaskan informasi kepada orang lain. 3. Pada pemeriksaan awal ini perlu dikumpulkan informasi mengenai identitas pribadi dan keluarga. baik andikpas baru maupun lama. Isolasi andikpas yang menderita penyakit menular.2. Pemantauan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan lapas dan rutan. Pemeriksaan penapisan berkala pada andikpas lama. Pemeriksaan penapisan (screening) awal andikpas baru. Smoking. Pelayanan rujukan sesuai dengan kebutuhan andikpas. pemeriksaan fisik umum. termasuk pelayanan kesehatan gigi. 3. dan penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. 6. Pemantauan dan surveilens kejadian penyakit menular di lapas dan rutan. 2. malaria. Berdasarkan masalah kesehatan yang mungkin dialami andikpas. Ruang Lingkup Upaya Kesehatan Preventif Upaya kesehatan preventif bagi andikpas di lapas/rutan terdiri dari: 1. Pelayanan kesehatan rujukan diberikan sesuai dengan masalah kesehatan yang dialami andikpas. yaitu pelayanan rujukan medik dan pelayanan rujukan psikososial. pemeriksaan dengan instrumen ASSIST (Alcohol.

Pelayanan rehabilitasi fisik bagi andikpas yang mengalami gangguan fisik akibat trauma dan rudapaksa. Pelayanan rehabilitasi fisik dan mental terhadap andikpas yang terlibat penyalahgunaan NAPZA. Pelayanan rujukan psikososial seperti ini dibutuhkan oleh andikpas yang mengalami ketergantungan obat. Pelayanan rujukan psikososial diberikan kepada andikpas yang membutuhkan perawatan dan/atau dukungan lain seperti pelayanan psikologis. pendampingan oleh pekerja sosial dan terapi okupasi. Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lapas/Rutan memberi dukungan pada upaya rehabilitasi berdasarkan anjuran yang diberikan oleh rumah sakit dan pusat-pusat rehabilitasi serta sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. konseling perorangan/kelompok dan bimbingan rohani. Pelayanan rehabilitasi mental bagi andikpas yang mengalami masalah kesehatan jiwa dan perilaku. 4. surat keterangan kematian bagi andikpas yang meninggal di dalam lapas tanpa adanya kecurigaan atas kematian yang tidak wajar. pemeriksaan laboratorium dan rawat inap. Pelayanan rujukan medik ini dapat berupa pemeriksaan dan/atau tindakan oleh tenaga kesehatan spesialistik.4. dalam bentuk: 1. tuna laras dan lain-lain. perilaku seksual berisiko.1. Ruang Lingkup Upaya Kesehatan Rehabilitatif Pelayanan rehabilitatif bagi andikpas dilaksanakan melalui kerja sama dengan rumah sakit dan pusat-pusat rehabilitasi yang terkait.mengalami masalah kesehatan yang tidak dapat ditangani di Poliklinik Lapas/Rutan dan/atau Puskesmas. Pelayanan rehabilitasi mental terhadap andikpas dengan perilaku seksual berisiko. tenaga kesehatan yang berwenang di Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lapas/Rutan. Puskesmas. dan Rumah Sakit dapat: Menerbitkan surat keterangan kesehatan bagi andikpas yang akan keluar dari lapas. 3. Bentuk-bentuk pelayanan kesehatan rehabilitatif yang dapat dilaksanakan di Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lapas/Rutan antara lain berupa latihan fisik. 3. Selain keempat upaya kesehatan tersebut. 17 . 2. surat keterangan dispensasi akibat sakit. Menerbitkan berbagai keterangan medis lainnya seperti visum et repertum (atas permintaan kepolisian).

STANDAR KETENAGAAN UNTUK PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DAN RUMAH TAHANAN 3. 3. Kebutuhan Tenaga pada Puskesmas yang Melayani Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Puskesmas yang melayani lapas/rutan yang berada di wilayah kerjanya.3.2. Tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).2.1. seperti dokter umum. dokter gigi.3.2.2. jika dibutuhkan Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan di lapas/rutan perlu dilengkapi pula dengan dokter gigi. STANDAR FASILITAS UNTUK PELAYANAN KESEHATAN 18 . Tenaga kesehatan yang mampu melakukan konseling perorangan maupun kelompok kecil. pekerja sosial. harus memiliki: Tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Sesuai kemampuan. termasuk pendidik sebaya (alumnus andikpas dan andikpas yang telah dilatih) Seorang petugas administrasi (pencatatan dan pelaporan) Jumlah tenaga pada Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan di lapas/rutan perlu disesuaikan dengan jumlah andikpas yang dibina. selain memiliki persyaratan minimal ketenagaan di Puskesmas. ulama). Tata Laksana Kasus Kekerasan Terhadap Anak (KtA) dan Voluntary Counseling and Test (VCT) untuk HIV/AIDS. Kebutuhan Tenaga pada Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Kebutuhan minimal tenaga untuk Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan di lapas/rutan yang membina andikpas adalah: Seorang dokter umum Seorang perawat Seorang sanitarian Seorang ahli gizi Seorang ahli kesehatan masyarakat Konselor (psikolog. Sanitarian Ahli gizi Tenaga promosi kesehatan Tenaga surveilens 3. perawat.

3. lemari obat Toples-toples sesuai kebutuhan 19 .ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DAN RUMAH TAHANAN 3. Peralatan untuk tindakan medik Minor surgery set Infus set (termasuk tiang penggantung) Dental kit (sesuai perkembangan kemampuan klinik) Disposible syringe (sesuai kebutuhan) 3. 1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Standar Fasilitas pada Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan yang Membina Anak Didik Pemasyarakatan Fasilitas minimal yang perlu dimiliki oleh Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan di lapas/rutan yang membina andikpas sama dengan fasilitas minimal Puskesmas. DepKumHAM RI juga telah menetapkan hal tersebut dalam Pedoman Pelayanan Kesehatan dan Makanan Narapidana dan Tahanan (Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 2006).1. hidung dan tenggorokan Alat pengukur hemoglobin berikut reagennya 2. lampu senter Tandu lipat Pispot Lemari peralatan. Peralatan diagnostik klinik: Timbangan badan Alat pengukur tinggi badan (microtoise) Stetoskop Tensimeter Termometer Alat pemeriksaan visus Peralatan pemeriksaan telinga. DepKes RI telah menetapkan fasilitas yang harus dimiliki Puskesmas dalam Pedoman Peralatan Puskesmas (Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Departemen Kehakiman dan HAM Republik Indonesia. Merujuk pada kedua pedoman tersebut berikut ini adalah fasilitas yang minimal harus dimiliki oleh Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan pada lapas/rutan yang membina andikpas. Tahun 2003). Peralatan penunjang pelayanan medik Sterilisator Baki instrumen steril bertutup Tabung oksigen dan perlengkapannya Lampu.

plester Food model Alat bantu (media) KIE Buku-buku Pedoman Kesehatan Selain fasilitas untuk memberikan pelayanan medik. handuk. lembar balik. fasilitas berikut ini dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada andikpas: 1.Tromol kasa Waskom-waskom sesuai kebutuhan Termometer Meubelair Buku register dan formulir-formulir laporan 4. cairan antiseptik. poster. 20 . sarung bantal. kasa steril. Sarana dan prasarana untuk berolah raga. pengeras suara. Sarana rekreasi. tape player/recorder. sprei. Sarana untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan: Perpustakaan Laboratorium komputer Fasilitas untuk latihan keterampilan 4. cairan desinfektan. radio. antara lain: Lapangan futsal Lapangan basket dan bola voli Lapangan bulu tangkis Peralatan tenis meja Peralatan olah raga lainnya 3. sabun Masker. 2. selimut Sarung tangan sesuai kebutuhan Celemek. kapas lidi. Peralatan penunjang medik Alas plastik Kasur dan bantal Perlak. jas Alkohol. brosur. tempat bermain dan penyaluran minat dan bakat. Sarana dan prasarana untuk melaksanakan pendidikan kesehatan dan pelayanan konseling: Ruang untuk kegiatan pendidikan kesehatan Ruang untuk pelayanan konseling yang menjamin privasi Alat bantu untuk melaksanakan penyuluhan kesehatan dan konseling seperti leaflet.

Peralatan tersebut meliputi peralatan untuk diagnosis klinis. Perlengkapan tidur andikpas harus terjaga kebersihannya. Standar Fisik 1. peralatan untuk penunjang pelayanan medik. peralatan untuk tindakan medis. Suhu cukup nyaman. Dalam hal jumlah penghuni kamar melebihi kapasitas. Standar Sanitasi Lingkungan 1.2. Air Bersih Lapas/rutan harus memiliki pasokan air bersih dengan kuantitas dan kualitas yang memenuhi persyaratan kesehatan.2.3. Perlengkapan Tidur Setiap andikpas harus memiliki perlengkapan tidur pribadi yang terdiri dari kasur. 3. Tidak bocor. Lapas/rutan perlu membentuk tim yang bertanggung jawab atas kebersihan kamar-kamar. STANDAR FISIK DAN SANITASI LINGKUNGAN 3. maka setidaknya andikpas harus dapat membaringkan seluruh tubuhnya untuk tidur. 2. 3.5. Kebersihan kamar harus dijaga dengan melakukan penyapuan dan pengepelan setiap hari. bantal dan selimut. 3.4. Standar Fasilitas pada Puskesmas yang Melayani Lapas Anak/Rutan Puskesmas harus memiliki fasilitas sebagaimana diatur dalam Pedoman Peralatan Puskesmas. Kamar Memiliki ventilasi dan pencahayaan yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sarana ibadah. Jumlah penghuni sesuai dengan kapasitas.1. Air bersih harus berasal dari sumber yang terlindung atau merupakan air bersih yang telah diolah.4. dan peralatan penunjang medik.4. Memiliki penerangan yang memadai untuk malam hari. Lapas/rutan harus memiliki sarana penyimpanan air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk menjamin 21 .

Dapur memiliki tempat penyimpanan bahan makanan mentah. Lapas/rutan perlu membentuk tim yang bertanggung jawab pada pemeliharaan jamban. Andikpas harus dapat mengakses jamban sepanjang waktu. Lapas/rutan perlu membentuk tim yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan dan pendistribusian air bersih. 5. Jamban Lapas/rutan harus menyediakan jamban yang saniter dalam jumlah yang cukup sesuai dengan jumlah andikpas yang dibina. Air bersih harus didistribusikan secara adil pada seluruh andikpas. Lapas/rutan harus melakukan upaya pengendalian vektor penyakit di lingkungan lapas/rutan. 2. 3. Andikpas harus mendapatkan kesempatan untuk mandi dua kali sehari. termasuk malam hari. 7.kecukupan pasokan air bersih sepanjang waktu (termasuk malam hari). Pembuangan Sampah Padat Lapas/rutan harus memiliki sarana pembuangan sampah padat yang memenuhi persyaratan kesehatan. Lapas/rutan harus membentuk tim yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah padat. Lapas/rutan perlu membentuk tim yang bertanggung jawab atas pemeliharaan sarana pembuangan air limbah. 4. Kamar Mandi Andikpas harus memperoleh sarana untuk mandi dua kali sehari. Pembuangan Air Limbah Lapas/rutan harus memiliki saluran pembuangan air limbah yang memenuhi persyaratan kesehatan. makan setengah jadi dan makanan jadi yang 22 . Dapur mendapatkan pasokan air bersih yang cukup. Kesehatan Lingkungan Lingkungan lapas/rutan harus terbebas dari adanya genangan air yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk. 6. Sanitasi Penyelenggaraan Makanan Dapur senantiasa terjaga kebersihannya.

hangat.memenuhi persyaratan kesehatan. dan bersih. kecoa dan vektor penyakit lain. tikus. 23 . Setiap andikpas memiliki perlengkapan makan dan minum pribadi yang senantiasa terjaga kebersihannya. Lapas/rutan melaksanakan pemeriksaan laik sehat setiap 6 bulan sekali. Dapur bebas dari serangga. Lapas/rutan membentuk tim yang bertanggung jawab atas sanitasi penyelenggaraan makanan. Makanan disajikan dan didistribusikan dalam keadaan segar. Dapur memiliki ventilasi dan cerobong pembuangan asap yang memadai sehingga menjamin kenyamanan di dalam dapur. Kompor tersedia dalam jumlah cukup dan fungsi yang baik.

Pada tingkat operasional yang bertanggung jawab melakukan berbagai upaya untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan andikpas atas pembinaan kesehatan yang komprehensif adalah lapas/rutan.1. kuratif dan rehabilitatif. Puskesmas yang menerima rujukan andikpas dari lapas/rutan. memantau dan menilai penyelenggaraan pembinaan kesehatan bagi andikpas. 4. andikpas yang bersangkutan dapat dirujuk ke Puskesmas untuk memperoleh pelayanan yang dibutuhkan. Dalam keadaan darurat. Puskesmas setempat dan Rumah Sakit Daerah setempat. dan kemudian tidak dapat menanganinya. Bagan berikut ini meringkaskan mekanisme rujukan 24 . MEKANISME PELAKSANAAN PEMBINAAN KESEHATAN ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN 4.1. Mekanisme Penyelenggaraan Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan Tenaga kesehatan dan/atau tenaga lain dari lapas/rutan yang membina andikpas dan tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah setempat secara bersama-sama merencanakan.2. DepKumHAM RI dan DepKes RI bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan kesehatan bagi andikpas. Tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah melaksanakan program pembinaan kesehatan yang tidak dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan tenaga lain di lapas/rutan.BAB 4 MEKANISME PEMBINAAN KESEHATAN ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DAN RUMAH TAHANAN 4.1. melaksanakan. andikpas dapat langsung dirujuk ke Rumah Sakit Daerah setempat. preventif. dapat merujuk andikpas yang bersangkutan ke Rumah Sakit Daerah setempat. mencakup pelayanan promotif. Program pembinaan kesehatan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan tenaga lain di lapas/rutan. Apabila andikpas membutuhkan pelayanan kesehatan yang tidak dapat diberikan oleh tenaga kesehatan di lapas/rutan. Tenaga kesehatan di lapas/rutan yang membina andikpas memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan fasilitas dan kemampuan yang dimiliki. Prinsip Dasar Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan Pembinaan kesehatan bagi andikpas merupakan pelayanan kesehatan dasar yang komprehensif.1.

Pada sektor kesehatan. Di tingkat kabupaten/kota fungsi ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Daerah. Di lingkungan DepKumHAM RI. Pada tingkat operasional yang bertanggung jawab atas pengembangan program pembinaan kesehatan andikpas adalah lapas/rutan.1.kesehatan bagi andikpas. Mekanisme dan Jejaring Kerja dalam Program Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan Pengembangan program pembinaan kesehatan andikpas menjadi tanggung jawab DepKumHAM RI dan DepKes RI.3. 25 . Puskesmas setempat dan Rumah Sakit Daerah setempat. secara berjenjang tanggung jawab tersebut di tingkat provinsi dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Andikpas sakit Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Puskesmas Wilayah Setempat Rumah Sakit Daerah Setempat Bagan 1 Mekanisme Rujukan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan 4. yang merupakan unit kerja di bawah Pemerintah Daerah. di tingkat provinsi Dinas Kesehatan Provinsi bertanggung jawab dalam pembinaan kesehatan andikpas yang dibina di lapas/rutan yang berada di wilayahnya. Gambar berikut ini meringkaskan jejaring kerja dalam pembinaan kesehatan andikpas.

dan Pemerintah Daerah setempat. Pada Pasal 3 dinyatakan bahwa di 26 .4. Mekanisme Pembiayaan Program Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan dan Pelayanan Pembinaan dan pelayanan kesehatan bagi andikpas menjadi tanggung jawab tiga pihak. DepKes RI. 741/MENKES/PER/VII/2008) Bab II menjelaskan tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.Departemen Hukum dan HAM Departemen Kesehatan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Dinas Kesehatan Provinsi Pemerintah Kabupaten/Kota LAPAS/RUTAN Unit Pelayanan Kesehatan & Perawatan Poliklinik Lapas/Rutan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Rumah Sakit Daerah PUSKESMAS Bagan 2 Mekanisme dan Jejaring Kerja dalam Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan 4. Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. sedangkan pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah setempat didukung oleh anggaran yang bersumber dari Pemerintah Daerah setempat. Pemenuhan kebutuhan operasional Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lapas/Rutan menjadi tanggung jawab DepKumHAM RI. yaitu DepKumHAM RI.1.

Dengan demikian.2. terutama Lapas Anak.2. di lapas/rutan tersebut. Di antara andikpas yang menderita gangguan kesehatan. pembentukan Poliklinik Lapas/Rutan di lapas/rutan yang membina andikpas merupakan suatu kebutuhan yang diwajibkan. Mekanisme pembiayaan pelayanan rujukan bagi warga binaan. wajib menyelenggarakan dan mendukung pembiayaan pembinaan kesehatan bagi warga binaan. PERAN UNIT-UNIT PELAYANAN KESEHATAN 4. Pembiayaan tersebut dapat dilaksanakan melalui Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) atau sumber pembiayaan lainnya. Memperhatikan karakteristik andikpas yang akan menjadi klien utama. Pembentukan Poliklinik Lapas/Rutan harus menjadi salah satu tujuan program di lapas/rutan yang membina andikpas.2. Agar dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada andikpas.2. 4. perlu dikembangkan bersama-sama oleh Lapas/Rutan dan Pemerintah Daerah setempat.luar jenis pelayanan yang wajib dilaksanakan. Pemerintah Kabupaten/Kota tertentu wajib menyelenggarakan jenis pelayanan sesuai kebutuhan. terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Pusat Kesehatan Masyarakat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagian wilayah kecamatan. khususnya andikpas. Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi andikpas. karakteristik. 4. Pemerintah Kabupaten/Kota yang di wilayahnya terdapat lapas/rutan. dan potensi daerah. yang termasuk di dalamnya Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Daerah. Poliklinik Lapas/Rutan perlu memenuhi persyaratan dan peraturan perizinan yang berlaku. Puskesmas melaksanakan sebagian tugas Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 27 . khususnya andikpas. lapas/rutan perlu membentuk Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan maupun Poliklinik Lapas/Rutan. Dengan demikian Puskesmas juga bertanggung jawab untuk melayani dan membina kesehatan andikpas yang berada di wilayah kerjanya.1. ada yang membutuhkan pelayanan rujukan. Sebagai UPT Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Upaya Kesehatan Wajib Upaya Promosi Kesehatan Upaya Kesehatan Lingkungan Upaya Kesehatan Ibu dan Anak. Setelah andikpas yang dirujuk ditangani. Program-program yang dilaksanakan mencakup: 1.3. Lapas/rutan adalah salah satu institusi yang dapat dimanfaatkan Puskesmas untuk melakukan berbagai kegiatan. 28 . termasuk Keluarga Berencana Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Upaya Pengobatan 2. informasi dan edukasi (KIE). kuratif dan rehabilitatif. preventif. rumah sakit harus memberikan rujukan balik tentang penanganan andikpas lebih lanjut. Rumah Sakit Rumah Sakit Daerah memberikan pelayanan kepada andikpas yang dirujuk oleh Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lapas/Rutan atau Puskesmas setempat. Upaya Kesehatan Pengembangan Upaya Kesehatan Sekolah Upaya Kesehatan Olah Raga Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Kerja Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Upaya Kesehatan Jiwa Upaya Kesehatan Mata Upaya Kesehatan Usia Lanjut Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional Dalam melaksanakan berbagai upaya tersebut.Pelayanan kesehatan di Puskesmas meliputi pelayanan promotif. pencatatan dan pelaporan. pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi remaja untuk mempersiapkan andikpas yang hampir seluruhnya berusia remaja memasuki usia dewasa dengan pengetahuan yang baik dan perilaku yang bertanggung jawab. khususnya kegiatan promotif dan preventif seperti: penyebarluasan dan peningkatan pemahaman tentang PHBS pada andikpas melalui kegiatan komunikasi. pemantauan dan penilaian. Puskesmas dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan kegiatan penunjang. 4. dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan andikpas. seperti laboratorium. Rumah Sakit yang memiliki Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) dan Rumah Sakit Bhayangkara dapat menerima dan menangani rujukan kasus kekerasan yang dialami andikpas.2.

kuratif dan rehabilitatif. PENCATATAN DAN PELAPORAN 4. Pelayanan Kesehatan Promotif 1. Pelaksanaan kegiatan olah raga rutin dan kompetisi Frekuensi kegiatan olah raga Jenis kegiatan olah raga Jumlah andikpas yang mengikuti kegiatan olah raga 5.3. olah raga. Pelaksanaan kegiatan pemantauan dan pemeliharaan higiene perorangan Frekuensi kegiatan pemantauan higiene perorangan Hasil pemantauan higiene perorangan 4.1. Pelaksanaan kegiatan keagamaan Jenis dan jumlah kegiatan keagamaan yang dilaksanakan 29 . Keterasediaan pedoman dan standard operation procedure yang digunakan. preventif. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dicatat dan dilaporkan: Ketersediaan Sumber Daya Jenis dan jumlah tenaga yang melaksanakan pelayanan kesehatan andikpas Jumlah dana operasional yang tersedia Kelengkapan peralatan medik dan obat-obatan yang tersedia Sarana sanitasi lingkungan dan higiene perorangan Sarana dan fasilitas yang tersedia untuk melaksanakan kegiatan promotif seperti KIE. Pelaksanaan kegiatan KIE Frekuensi kegiatan Materi yang diberikan Jumlah peserta 2. baik kegiatan promotif. dll. harus dilaporkan. Sistem Pencatatan dan Pelaporan Pada prinsipnya pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan andikpas mengikuti sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas dan disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan kesehatan andikpas oleh DepKes RI dan DepKumHAM RI. konseling. Seluruh kegiatan pelayanan kesehatan.3.4. Pelaksanaan pelayanan konseling Jumlah andikpas yang memanfaatkan Jenis dan jumlah kasus yang ditangani 3.

pengelolaan sampah padat. toilet. Pelaksanaan kegiatan penapisan rutin bagi andikpas Jumlah andikpas yang diperiksa Hasil pemeriksaan penapisan berkala (6 bulanan) 3. saluran pembuangan air limbah. Pemantauan dan pembinaan penyelenggaraan makanan bagi andikpas Hasil pemantauan berkala sanitasi penyelenggaraan makanan bagi andikpas Hasil pemantauan berkala menu dan kandungan kalori makanan andikpas 5. Hasil pemantauan berkala kesehatan lingkungan 6.Pelayanan Kesehatan Preventif 1. Pelayanan kesehatan kuratif dasar perorangan (sesuai dengan kapasitas yang dimiliki) Jenis dan jumlah kasus yang ditangani 2. Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan penapisan (screening) awal bagi andikpas yang baru masuk Jumlah andikpas baru masuk yang menjalani pemeriksaan penapisan awal Hasil pemeriksaan penapisan awal andikpas yang baru masuk 2. kamar mandi. Pemantauan dan pembinaan higiene perorangan andikpas Frekuensi pemantauan higiene perorangan berkala Hasil pemantauan higiene perorangan berkala Pelayanan Kesehatan Kuratif 1. tattoo. penyalahgunaan NAPZA. memasang gili-gili 30 . pencegahan penyakit. pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan Kesehatan Reproduksi Remaja Perilaku andikpas tentang PHBS: merokok. TB/U) Pengetahuan andikpas tentang PHBS. Pelayanan rujukan sesuai dengan kebutuhan andikpas Jenis dan jumlah kasus yang dirujuk Pelayanan Kesehatan Rehabilitatif Jenis dan jumlah kasus yang ditangani. dll. Pemantauan dan pembinaan kesehatan lingkungan lapas/rutan Frekuensi pemantauan berkala kesehatan lingkungan yang meliputi kamar. Pemantauan kejadian penyakit menular pada andikpas Jenis dan jumlah kasus/penyakit menular yang terjadi pada andikpas 4. kamar makan. Hasil Kegiatan Pembinaan dan Pelayanan Kesehatan Status gizi andikpas (BB/U.

dan dikirim ke Puskesmas setempat. Pelaporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ke Dinas Kesehatan Provinsi dilaksanakan 3 bulan sekali. saluran pembuangan air limbah.Kondisi higiene perorangan andikpas: cuci tangan. pengelolaan sampah padat Prevalens penyakit di antara andikpas Tingkat kematian pada andikpas 4. Demikian pula pelaporan dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. cuci rambut Kondisi higiene dan sanitasi makanan andikpas Kecukupan kandungan kalori makanan andikpas Kondisi sanitasi lingkungan: ketersediaan air bersih dan kebersihan kamar tidur. lingkungan lapas. 31 . Bagan berikut menggambarkan alur pelaporan program pembinaan kesehatan andikpas. Demikian pula pelaporan dari Dinas Kesehatan Provinsi ke DepKes RI (cq. Direktorat Bina Kesehatan Anak). Masing-masing institusi kemudian mengirimkan laporan tersebut ke instansi terkait di atasnya.3. Pelaporan pelaksanaan program pembinaan kesehatan andikpas dari Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lapas/Rutan ke Puskesmas dilaksanakan sebulan sekali. kamar makan. kamar mandi. mandi. toilet. Mekanisme Pelaporan Laporan kegiatan pembinaan kesehatan bagi andikpas dibuat oleh tenaga kesehatan atau tenaga lain di Lapas/Rutan. sikat gigi.2.

Departemen Hukum dan HAM Departemen Kesehatan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Dinas Kesehatan Provinsi LAPAS/RUTAN Kepala Lapas/Rutan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan PUSKESMAS Garis Pelaporan Garis Koordinasi Bagan 3 Mekanisme Pencatatan dan Pelaporan Program Pembinaan Kesehatan Anak Didik Pemasyarakatan 32 .

2. MEKANISME PEMANTAUAN DAN PENILAIAN Kegiatan pemantauan dan penilaian dilaksanakan bersama-sama oleh tenaga/pimpinan Lapas/Rutan dan tenaga/pimpinan Puskesmas setempat. 5. Dampak (outcome) dari hasil kegiatan yang dicapai. TUJUAN KEGIATAN PEMANTAUAN DAN PENILAIAN Kegiatan pemantauan dan penilaian dilaksanakan untuk mengetahui: 1.BAB 5 PEMANTAUAN DAN PENILAIAN 5. peralatan dan fasilitas. digunakan beberapa indikator. termasuk pencapaian target yang diinginkan. preventif. standard operation procedure) yang digunakan. Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat. Ketersediaan masukan (input) untuk menyelenggarakan pembinaan kesehatan bagi andikpas. INDIKATOR Untuk memantau dan menilai situasi pelayanan kesehatan bagi andikpas. sementara indikator mikro digunakan oleh pelaksana program di tingkat Lapas/Rutan.1. kuratif dan rehabilitatif. 5. 4. Kegiatan pemantauan dilaksanakan secara berkala sekali dalam 3 bulan. Kegiatan-kegiatan (process) yang telah dilaksanakan dalam menyelenggarakan pembinaan kesehatan bagi andikpas. dan metode (pedoman. Hasil pemantauan dan penilaian dilaporkan oleh masing-masing Pimpinan Lapas/Rutan dan Puskesmas ke instansi di atasnya. 3.2. sebelum dilaksanakannya perencanaan kegiatan untuk tahun mendatang. Faktor input yang perlu dipantau dan dinilai meliputi faktor ketenagaan. Hasil kegiatan (output) yang telah dicapai. meliputi upaya kesehatan promotif. Indikator makro digunakan oleh institusi di tingkat nasional.3. 33 . Hasil pemantauan dan penilaian digunakan sebagai masukan untuk merencanakan kegiatan pada tahun berikutnya. Kegiatan penilaian dilaksanakan sekali dalam setahun. pendanaan.

3. Indikator yang digunakan oleh DepKes RI adalah Cakupan pembinaan kesehatan oleh Puskesmas pada lapas/rutan yang membina andikpas Jumlah Puskesmas yang melaksanakan pembinaan pada lapas/rutan yang membina andikpas = Jumlah Puskesmas yang di wilayah kerjanya terdapat lapas/rutan yang membina andikpas x 100% 5. yaitu: 1. Indikator Mikro Indikator Masukan (input) Jenis dan jumlah tenaga Lapas/Rutan yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan andikpas Kelengkapan peralatan medik dan penunjang medik di Unit Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lapas/Rutan Sarana sanitasi lingkungan dan higiene perorangan Ketersediaan pedoman dan standard operation procedure Indikator Proses 1.1. Pelayanan Kesehatan Promotif Frekuensi kegiatan KIE yang dilaksanakan. kesehatan andikpas. Indikator Makro Untuk kepentingan pemantauan pelayanan digunakan dua indikator utama.5. Indikator yang digunakan oleh DepKumHAM RI adalah Proporsi lapas/rutan yang membina andikpas yang memiliki Unit Pelayanan Kesehatan Jumlah lapas/rutan yang membina andikpas yang memiliki Unit Pelayanan Kesehatan = Jumlah lapas/rutan yang membina andikpas x 100% 2.2. materi yang dicakup dan jumlah andikpas yang hadir Jumlah andikpas yang memanfaatkan pelayanan konseling dan jenis dan jumlah kasus yang ditangani Jenis dan jumlah kegiatan olah raga rutin yang dilaksanakan 34 .3.

memasang gili-gili Kondisi higiene perorangan andikpas: kebiasaan cuci tangan. Jumlah dan proporsi andikpas lama yang menjalani pemeriksaan penapisan (fisik dan mental) petugas kesehatan Lapas/Rutan atau petugas Puskesmas. TB/U) Perilaku andikpas tentang PHBS: merokok. Pelayanan Kesehatan Kuratif Jenis dan jumlah kasus yang ditangani Jenis dan jumlah kasus yang dirujuk 4. Pelayanan Kesehatan Preventif Jumlah dan proporsi andikpas baru yang menjalani pemeriksaan penapisan (fisik dan mental) oleh petugas kesehatan Lapas/Rutan atau petugas Puskesmas. Pelayanan Kesehatan Rehabilitatif Jenis dan jumlah kasus yang ditangani Indikator Hasil Kegiatan (output) Status gizi (BB/U. mandi. Frekuensi pemantauan higiene perorangan berkala oleh petugas lapas/rutan. cuci rambut Kecukupan kandungan kalori makanan andikpas Prevalens penyakit menular pada andikpas Tingkat kematian pada andikpas 35 .2. Frekuensi pemantauan kesehatan lingkungan berkala oleh petugas lapas/rutan. penyalahgunaan NAPZA. 3. sikat gigi. Frekuensi pemantauan sanitasi makanan berkala oleh petugas lapas/rutan. tattoo.

1 Nomor Urut 1 SET PERALATAN UMUM DAN KEGAWAT DARURATAN Nama Alat 2 Jumlah 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Irigator dengan konektor nilon. wing neddle no. 23 Ambu Bag.LAMPIRAN 1 A. 16 Kursi roda Waskom bengkok 1 2 1 1 1 2 1 5 2 set 1 1 1 1 1 3 2 2 2 2 1 2 1 set 1 2 1 2 36 . lurus Jarum infus untuk anak/bayi Kanula hidung Sterilisator Buli-buli panas dan dingin Dorongan untuk tabung Oksigen Es Kap Generator listrik portable 200-500 watt Kain balut segitiga (mitella) Klep pengatur Oksigen dengan Humidifier Lemari es Pengukur aliran Oksigen Pispot anak Pispot dewasa Pispot pria Pot Sputum Selang Oksigen Spalk Standar Infus Tabung Oksigen Tandu lipat Wing Needle/Abocath No. Laringoskop Infus Set Jarum infus untuk dewasa/disposable/abocath. Gudel/ETT.

lurus. 14 mm (isi 100) Klem Arteri. Tempat tidur periksa dan kelengkapannya Tensimeter air raksa Termometer klinis Timbangan dewasa Gelas pengukur (16 OZ/500 ml) Alat untuk mengeluarkan benda asing Benang cat gut (15 m) Benang sutera (100 m) Gunting bedah standar. lengkung. Klem Agrave. lengkung. lurus. lengkap Kaca kepala Kaca pembesar Kartu tes penglihatan dekat Manset anak Meteran Palu pengukur refleks Pengukur waktu yang dapat diatur (stop watch) Spekulum mata (weis) Stetoskop Sudip lidah.A. ujung tajam/tumpul Gunting bedah standar. ujung tumpul/tumpul Gunting pembalut (lister) Jarum jahit. ujung tajam/tumpul Gunting bedah standar. 18 cm(mayo-hegar) Klem/pemegang jarum jahit dengan kunci (baraquer) Klem/pemegang jarum jahit (Mathieu standar) Korentang. Kateter. lurus. ujung tajam/tajam Gunting bedah standar. lengkung. lurus (Kelly) Klem/pemegang jarum jahit. ujung tumpul/tumpul Gunting bedah standar. ujung tajam/tajam Gunting bedah standar.2 Nomor Urut 1 SET PERALATAN POLIKLINIK UMUM Nama Alat 2 Jumlah 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Diagnostik set. penjepit sponge (forester) 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 10 1 1 5 1 1 2 10 10 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 37 .

2 ANESTETIK UMUM DAN OKSIGEN 2. tunggal Toples kapas/kasa steril Torniket karet Tromol kasa/kain steril (25 x 120 mm) Waskom bengkok Waskom cekung 1 1 1 1 1 1 1 2 4 4 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 4 1 1. ANTIPIRETIK.5 cm Pinset anatomis.5 cm Pinset bedah.2 ANALGESIK NON NARKOTIK 1. DAFTAR OBAT ESENSIAL KLINIK PELAYANAN KESEHATAN DASAR 1 2 3 4 5 ANALGESIK.1 ANESTETIK LOKAL 2. sedang Sarung tangan Baki logam tempat alat steril Lampu senter Lemari peralatan Mangkok untuk larutan Meja instrumen/alat Silinder korentang steril Standar waskom. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. ANTIPIRAI 1.3 ANTIPIRAI ANESTETIK 2.1 ANALGESIK ANTIPIRETIK 1.2 UMUM ANTIEPILEPSI-ANTIKONVULSI 38 . 14. OBAT untuk ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4.1 KHUSUS 4. 18 cm Pinset bedah. 14.35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 Pinset anatomis.3 PROSEDUR PERI OPERATIF. 18 cm Sikat tangan Skalpel dan tangkai pisau operasi Sonde pengukur dalam luka Celemek plastik (schort) (panjang 52 inci) Duk bolong.

2 KOAGULASI.2 DISINFEKTAN GIGI dan MULUT. OBAT yang MEMPENGARUHI DISENFEKTAN dan ANTISEPTIK 10.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS 15.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK 15.1 ANTISEPTIK 10.2 ANTIARITMIA 14. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 13.2 GIGI dan MULUT.3 HORMON TIROID dan ANTITIROID 13.5 ANTIPROTOZOA ANTIMIGREN 7. OBAT yang MEMPENGARUHI 9.2 SERANGAN AKUT ANTIPARKINSON DARAH. OBAT untuk 11.1 ANTIANGINA 14.1 GIGI dan MULUT.1 ANTIAKNE 15.2 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 13.6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 ANTIINFEKSI 6.6 KAUSTIK 15.1 ANTIDIABETES 13.4 ANTIFUNGI 6. BAHAN untuk DIURETIK HORMON. 14. OBAT 14.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK 15.2 ANTIBAKTERI 6.4 ANTITROMBOTIK 14.4 KORTIKOSTEROID KARDIOVASKULER.1 ANTIANEMI 9.3 ANTIHIPERTENSI 14.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.2 ANTIBAKTERI 15.3 ANTI FUNGI 15.1 ANTELMINTIK 6.1 PROFILAKSIS 7.7 OBAT untuk SYOK KULIT.6 OBAT GAGAL JANTUNG. OBAT DAN BAHAN untuk 11.8 SALISIL 39 . OBAT TOPIKAL untuk 15.

1 ANTASIDA dan ANTIULKUS 20.2 VAKSIN 23 TELINGA. OBAT untuk 20. NUTRISI.16 LARUTAN ELEKTROLIT. OBAT untuk 17. HIDUNG dan TENGGOROKAN.1 OKSITOSIK 18.3 LAIN-LAIN 17 MATA.1 ANTIBAKTERI TOPIKAL 23. OBAT untuk 21.3 EKSPEKTORAN 22 SISTEM IMUN. OBAT untuk 20.2 ANTIEMETIK 20.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA 19.1 SISTEMIK 17.4 ANTISPASMODIK 20.1 ANTIASMA 21. OBAT yang MEMPENGARUHI 22.2 RELAKSAN UTERUS 19 PSIKOFARMA 19.3 ANTIOBSESI KOMPULSI 19.1 ORAL 16.2 TOPIKAL 18 OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 18.2 PARENTERAL 16.6 KATARTIK 21 SALURAN NAPAS.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA 19.5 DIARE.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN 22.3 ANTIHEMOROID 20.2 LAIN-LAIN 24 VITAMIN DAN MINERAL 40 .4 ANTIPSIKOSIS 20 SALURAN CERNA.2 ANTITUSIF 21. OBAT untuk 23. dan LAIN-LAIN 16.

.............................. 6).. Pendidikan : .......... Jenis Kelamin : ......................................... Yang memohon ( ..... SIB.......... Surat Bekerjasama dengan Puskesmas setempat 7)...........................Puskesmas setempat 4).............................................................................. 200................ Tempat........ SIK............. Izin Lokasi 2)............ Alamat : .......... Ijin Lingkungan..............Struktur Organisasi .......LAMPIRAN 2 Nomor Lampiran Perihal : : : Permohonan Ijin sementara Klinik Lapas / Rutan Kepada Yth..... Kepala Dinas Kesehatan Propinsi / Kabupaten / Kota .............. IPB.............................. SP. atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih............................. di.....Fotocopy Ijazah. Rekomendasi Ka.............................................. Surat Pernyataan pengelolaan limbah 3)........... Sebagai bahan pertimbangan terlampir : 1).............. Tanggal Lahir : ................... Denah Lokasi/Ruang 5)........... ... SIP. : Nama Lengkap : ..Penanggung jawab ................... Izin Domisili... .... Surat Bekerjasama dengan Rumah Sakit B dalam rangka pelayanan rujukan Demikian surat permohonan ijin kami buat........ Daftar Ketenagaan dilengkapi : ...................... Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin sementara penyelenggaraan Klinik Lapas / Rutan...... Yang bertanda tangan dibawah ini................ ) 41 ................. Dengan Hormat............

4.. Laporan hasil kegiatan selama 1 (satu) tahun operasional Klinik.) 42 ..... : Nama Lengkap : Tempat............Nomor Lampiran Perihal : : : Permohonan Ijin Tetap Klinik Lapas / Rutan Kepada Yth........... Hasil Evaluasi Pelayanan Klinik Lapas / Rutan dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi / Kabupaten / Kota ........ Kelengkapan berkas yang belum dipenuhi dalam Izin Sementara. Surat Pengangkatan Penanggung Jawab ................. Fotocopy Izin Sementara. 6. ............... Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan : Alamat : Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin tetap penyelenggaraan Klinik Lapas / Rutan. Demikian surat permohonan ijin kami buat.. Dengan Hormat............. di....... Yang bertanda tangan dibawah ini.. Yang memohon (................... 5.. atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.... 3.... Sebagai bahan pertimbangan terlampir : 1........... ....... 200.. Surat Perjanjian Kerjasama dengan pihak lain tentang pengolahan limbah.. 2.

6. 18. 8. 19. 21 22 23 24 25 26 27 Nama Alamat S e x Umur Diagnosa Terapi / Tindakan Keterangan Tanggal Laporan :_____________ Pelapor : _____________ 43 . 2. 5. 10. 7. 15. 14. 12. 13. 9. 17.LAMPIRAN 3 FORM REKAPITULASI PELAYANAN HARIAN KLINIK PELAYANAN KESEHATAN DASAR MENURUT GOLONGAN UMUR DAN JENIS KELAMIN TANGGAL BULAN KLINIK RUTAN/LAPAS : : : No 1. 4. 11. 20. 16. 3.

10. 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jenis Penyakit Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Golongan Umur (tahun) 0–5 >5 .10 > 10 .15 >15 TOTAL Tanggal Laporan :_____________ Pelapor : _____________ 44 . 19. 9. 17. 14. 16. 2. 3. 12. 8. 7. 11. 13. 4. 6. 20. 5.FORM REKAPITULASI JENIS PENYAKIT MENURUT GOLONGAN UMUR DAN JENIS KELAMIN TANGGAL BULAN KLINIK RUTAN/LAPAS : : : No 1. 15. 18.

1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful