Anda di halaman 1dari 1

Proses Pembuatan Garam

1. Dari Kolam Penampungan/Bozem setelah kadar garam mencapai 5 o Be langsung disalurkan ke kolam Penguapan I (setelah 10-12 hari). 2. Larutan garam di Kolam Penguapan I/Peminihan I didiamkan selama 3-4 hari sampai kadar larutan garamnya mencapai 7o Be, kemudian dipindahkan ke Kolam Penguapan II/Peminihan II. 3. Larutan garam di Kolam Penguapan II/Peminihan II didiamkan selama 2 hari sampai kadar 10 o Be, kemudian dipindahkan ke Kolam Penguapan III/Peminihan III. 4. Larutan garam di Kolam Penguapan III didiamkan selama 2 hari dengan kadar mencapai 12 o Be dipindahkan ke Kolam Penguapan IV/Peminihan IV. 5. Larutan garam di Kolam Penguapan IV/Peminihan IV setelah kadar mencapai 17 o Be, dipindahkan ke Kolam Penguapan V didiamkan selama 1 hari setelah kadar mencapai 23 o Be 24 o Be dipindahkan ke Kolam Pengkristalan. 6. Kolam Pengkristalan/Meja Garam diusahakan agar kadar larutan garam tidak melebihi 30 o Be.

Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumberdaya Non-Hayati Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan

Gambaran di lapangan proses pembuatan garam

AIR LAUT (KOLAM PENAMPUNGAN/WADUK/BOZEM) 3,5 oBe; Kedalaman 50 cm; 10-12 hari

Angin Air Laut

KOLAM PENGUAPAN I/PEMINIHAN I 5 o 7 o Be; Kedalaman 30 cm; 3-4 hari

Garam atau garam meja dengan komposisi kimia NaCl terdiri atas 39,3 % Natrium (Na) dan 60,7 % Klorin (Cl), proses pembuatan garam sangat tergantung pada kualitas air laut sebagai bahan baku, sinar matahari sebagai sumber energi dan tanah sebagai media penyusun. Teknologi pembuatan garam dilakukan dengan dua cara; Metoda Penguapan Air Laut dengan tenaga surya, Metoda Penambangan Garam dari batuan garam (Rock Salt) Proses pembuatan Garam Rakyat yang dilaksanakan di Propinsi NTB dan Propinsi NTT dilakukan dengan metoda penguapan.

Air Laut Tertinggi Garam 3 - 3,5 oBe

o + - 25 Be

o + - 29 Be

o _ + Air Bittern > 29 Be, dibuang -

KOLAM PENGUAPAN II/PEMINIHAN II 7 o 10 o Be; Kedalaman 20 cm; 2 hari

Peminihan

Meja Garam

Gudang Penyimpanan

Peminihan dengan penguapan di mana terjadi pula pengendapan Fe2O3, CaCO3 dan CaSO4.2H2O

Meja kristalisasi NaCl

Timbunan garam

KOLAM PENGUAPAN III/PEMINIHAN III 10 o 12 o Be; Kedalaman 15 cm; 2 hari

KOLAM PENGUAPAN IV/PEMINIHAN IV 12 o 17 o Be; Kedalaman 15 cm; 2 hari

Foto-foto proses pembuatan garam di lapangan


1
Lahan garam alami yang belum dikelola oleh masyarakat. Luas lahan + 29,6 ha. Morfologi datar, kemiringan lereng 2%. Lokasi Desa Waekokak I Kab. Ngada Propinsi NTT.

KOLAM PENGUAPAN V/PEMINIHAN V 17 o 23 o Be; Kedalaman 10 cm; 1 hari

Air laut didiamkan di Kolam Penguapan/Peminihan selama 2 sampai 3 hari untuk menghilangkan unsurunsur yang tidak diperlukan seperti; Ca, Mg, dan Sulfat. Lokasi Kampung Sekuit Kab. Lombok

Hasil Panen Garam Rakyat bersifat higroskopis, butiran kasar, berwarna coklat, kadar NaCl dibawah standart. Lokasi Desa Kaburea Kab. Ngada Propinsi NTT

KOLAM PENGKRISTALAN/MEJA GARAM 24,5 o 29,5 o Be; Kadar NaCl>90%; 1-2

2
PENCUCIAN

Pembuatan saluran dan kolam penampungan/waduk/ bozem air laut untuk proses pembuatan garam. Kedalaman Kolam Penampungan 50 cm. Lokasi Desa Waekokak II Kab. Ngada Propinsi NTT.

Dari Kolam Penguapan/Peminihan disalurkan ke Kolam Pengkristalan/Meja Garam. Kedalaman Kolam Peminihan 10 cm. Didiamkan selama 1-2 hari. Lokasi Desa Kaburea Kab. Ngada Propinsi NTT

Proses pencucian garam dimasak selama 8 jam, dapat menaikkan kadar NaCl. Lokasi Desa Pijot Kab. Lombok Timur Prop. NTB.

PENGERINGAN

PENGEMASAN

Pengambilan air laut dari kolam penampungan/waduk/ bozem ke kolam peminihan/kolam penguapan. Kedalaman Kolam Peminihan 20 cm.Lokasi Kampung Sekuit Kab. Lombok Tengah Propinsi NTB.

Garam hasil Panen yang siap dilakukan proses pencucian. Nilai kadar NaCl dibawah standart. Lokasi Desa Pijot Kab. Lombok Timur Propinsi NTT

Model pengemasan Garam Rakyat di Desa Kaburea Kab. Ngada Propinsi NTT