KASUS ANTENATAL III

- Adriana virani jeumpa - Mutmainah iqbal - fitriyanti latif - Ulfani octriani

- Mawar astuti - Kemala Hi Badar - Indra Megantara

KASUS ANTENATAL III
Pasien usia 24 tahun, G2P1001 datang ke klinik atenatal dam dilayani oleh seorang bidan. Riwayat obstetri yang dikemukakan menunjukkan bahwa pada kehamilan pertrama yang bersangkutan pernah menjalani persalinan seksio sesar pada kehamilan aterm akibat partus tak maju. Yang bersangkutan merasa pasti dengan infromasi HPHT yang diberikannya dan berdasarkan perhitungan usia kehamilan saat ini adalah 14 minggu. Pada pemeriksaan palpasi, teraba TFU berada pertenghan antara pusat dan tepi atas simfisi yang kurang lebih setara dengan kehamilan 16 mingggu,

Bagaimana perencanaan perawatan antenatal bagi pasien ini? 5. Pada kategor resiko kehamilan apa pasien ini ditempatkan? 4.Pertanyaan? 1. Mana yang benar diantara dua perkiraan usia kehamilan berikut in? . Informasi lanjutan tentang apa yang harus diketahui sehubungan dengan operasi seksio sesar yang pernah dialami oleh pasien tersebut? 2. Apa kepentingan data tersebut diatas? 3.

TTGO PEMERIKSAAN FISIK -Timbang BB.Datang ke bidan Wanita. medikasi -Riw.HPHT usia kehamilan 14 minggu Riw. SC akibat partus tak maju ?? . 24 th G2P1001 ANAMNESIS : -R.Riw. PENUNJANG -USG . alergi . TB . Kelahiran anak 1 : BB lahir PEM.Glukosa sewaktu .Riw.Riw. penyakit dalam keluarga? . sosial: kebiasaan merokok? .obstetri  anak pertama aterm.Leopold .Ukur TD .Riw.palpasi  TFU berada antara pusat dan tepi atas simfisis (usia kehamilan 16 minggu) Anamnesis tambahn . Pembedahan : selain sc? .

teraba TFU berada pertenghan antara pusat dan tepi atas simfisi yang kurang lebih setara dengan kehamilan 16 mingggu Riwayat Partus tak Maju Kelainan Power.Hasil Pemeriksaan Berdasarkan HPHT  usia kehamilan 14 minggu Kemungkinan Janin besar (Makrosomia) Diabetes gestasional Palpasi. Passanger Pengukuran panggul (pelvimetri) Vagina toucher Curiga CPD . Passage.

PEMERIKSAAN LAB Kadar Hb Tes urin  DM (ketonuria) Kadar glukosa darah puasa <105 mg/dl. 2 jam sesudah makan <120 mg/dl .

lebih mudah. pengukuran lebih akurat. . skrining kelainan kongenital • Pelvimetri radiologis • diameter transversal pintu atas dandiameter antar spina iskhiadik  berbahaya untuk janin • CT-SCAN/MRI • mengurangi pajanan radiasi pada bayi.Pemeriksaan Penunjang • Pemeriksaan USG • Bisa dimulai pada usia kehamilan antara 11-12 minggu • Pemeriksaan USG pada kehamilan 18-22 minggu untuk memastikan adanya kehamilan. taksiran kehamilan. menyingkirkan kehamilan mola hidatidosa. biaya mahal. lokais kantung gestasi. menentukan lokasi plasenta. menyingkirkan kemungkinan kembar.

2009) . Bambang Widjanarko SpOG. (dr.DEFINISI PARTUS TAK MAJU Partus tak maju adalah persalinan yang tidak berlangsung secara efektif pada persalinan spontan/ dengan induksi dimana kemajuan dilatasi servik dan atau desensus janin tidak terjadi atau berlangsung tidak normal.

ukuran.Etiologi Partus Tak Maju Kelainan kekuatan ibu (his) • Inersia uteri hipotonik • Inersia uteri hipertonik Kelainan jalan lahir • Kelainan bentuk tulang panggul • Kelainan ukuran tulang panggul Kelainan bentuk. ascites . letak janin • Tidak terjadi putaran paksi dalam • Presentasi muka & dahi • Distosia bahu • Letak lintang • Letak sungsang • Tali pusat pendek/melilit di leher janin • Kelainan anatomik : hidrosefalus. tumor abdomen.

Penanganan Kelainan kekuatan ibu (his) Inersia uteri hipotonik Inersia uteri hipertonik • Keadaan umum harsu diperbaiki (gizi pasien) • Pemberian sedative dan obat bersifat tokolitik (menekan kontraksi uterus) agar kontraksi • Evaluasi kemajuan persalinan 12 jam uterus hilang dan diharapkan timbul his normal kemudian  VT • DJJ harus tetap di evaluasi • Jika pembukaan <3 cm porsio tebal >1 cm penderita diistirahatkan. berikan sedativ (untuk • Bila gagal lakukan Sectio Cesarea tidur) • Jika setelah 12 jam berikutnya ada his tanpa kemajuna persalinan ketuban dipecahkan dan his diperbaiki dengan infus pitosin • Persalinan harus diselesaikan dalam waktu 24 jam setelah ketuban pecah  prognosis janin baik .

letak janin Tidak terjadi putaran paksi Tali pusat melilit dan kelainan anatomik sc Letak lintang dan sungsang Presentasi muka dan dahi . ukuran.Kelainan bentuk.

janin besar CPD DISTOSIA selama persalinan . Panggul sempit.CEPHALO PELVIC DISTORSIA • Diagnosis CPD adalah keadaan dimana kepala bayi dianggap terlalu besar untuk melewati panggul wanita tersebut.

PENATALAKSANAAN CPD 1. moulage hanya dapat diketahui setelah persalinan). Percobaan persalinan TRIAL OF LABOUR Setelah dilakukan penilaian uk. . daya akomodasi.kepala dan panggul  diperkirakan persalinan per vaginam (his.panggul serta hub. Ketentuan lainnya tidak boleh lebih dari 42 minggu karena kepala janin bertambah besar  sukar tejadi moulage dan disfungsi plasenta janin shg penyulit persalinan. Persalinan hanya dapat dilakukan pada letak belakang kepala.

• Keberhasilan persalinan percobaan anak lahir spontan/vaginam.• Janin besar  sulit lahir karena bahu beasar  lakukan epiostomi mediolateral yang cukup luas. TEST OF LABOUR • Merupakan fase akhir dari trial of labour karena baru dimulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam kemudian  jarang digunakan  kematian tinggi pada anak. atau ekstraksi dengan keadaaan ibu dan anak baik .

• Setelah pembukaan lengkap dan ketuban pecah namun kepla tidak masuk PAP dalam 2 jam meskipun his baik dan forcep gagal  SECTIO CESAR .• Percobaan dihentikan apabila pembukaan tidak/kurang sekali kemjuannya dan keadaan ibu dan anak kurang baik.

DM gestasional FAKTOR RISIKO : • Ibu yang mengalami beberapa kali keguguran • R. sering kencing. Kadar glukosa plasma 2 jam setelah beban glukosa 75 gram yaitu > 200 mg/dl (11.1 mmol/L) .1 mmol/L ) 2. berat badan turun tanpa sebab yang jelas. Glukosa plasma puasa > 126 mg/dl (7. Melahirkan bayi dengan cacat bawaan •R melahirkan bayi >4000 gr • ibu >30 th •R. 1. Melahirkan bayi meninggal • R. yaitu : rasa haus berlebihan. Glukosa plasma sewaktu > 200 mg/dl (11. Dm pada kehamilan sebelumnyA Diagnosis DM dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu .0 mmol/L) 3.DM GESTASIONAL Secara klinis diagnosis DM dapat dilakukan oleh adanya gejala yang khas. sering mengalami infeksi berulang.

Ibu DM tidak perlu dirawat jika diabetesnya terkendali. KTG Lakukan penilaian setiap akhir minggu sejak usia kehamilan 36 minggu Makrosmia PJT dan gawat janin  indikasi SC Janin sehat  lahir aterm dengan persalinan biasa. namun perhatikan gerak janin (normal >20 kali/12 jam) Bila perlu terminasi kehamilan  lakukan amniosintesis untuk memastikan kematangan janin (uk < 38 minggu) Kehamilan DM berkomplikasi  rawat sejak UK 34 minggu dan biasanya memerlukan insulin .PENATALAKSANAAN Pantau glukosa darah minimal 2 kali seminggu Kontrol 2-4 minggu sekali bahkan lebih serimng lagi saat mendekati persalinan Mengukur TFU Mendengarkan DJJ  USG.

INDIKASI SECTIO CESAREA 1. GAWAT JANIN 3. PERSALINAN BEKAS OPERASI CESAR . PERSALINAN MACET 2. KELAINAN LETAK JANIN 4.

Kunjungan Ante Natal Care 1 Tes kehamilan (Kehamilan muda) 2 28 minggu 3 32 mng 4 Kehamilan aterm Kehamilan 0-32 mng  tiap 4 mng • Jadi Pasien ini melakukan kunjungan kembali 4 mng lagi  24 mng Kehamilan 32-36 mng  tiap 2 mng Kehamilan > 36 mng  tiap 1 mng .

Kadar Hb Pem. Glukosa Pem. Presentasi & Posisi Janin (Leopold 1-4) Hitung frekuensi & pola detik jantung janin Pem.Pemeriksaan ANC Lanjutan Ukur Tekanan Darah Ukur Tinggi Fundus Uteri Timbang BB Pem. Protein urin .

Terima kasih… .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful