P. 1
Usulan RB Nakertrans

Usulan RB Nakertrans

|Views: 117|Likes:
Dipublikasikan oleh Mokhamad Agusta
Reformasi Birokrasi Nakertrans
Reformasi Birokrasi Nakertrans

More info:

Published by: Mokhamad Agusta on Mar 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

A. B.

Nama Kementerian/Lembaga: Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Alamat Lengkap Kementerian/Lembaga: Jl. Jend. Gatot Subroto Kaveling 51, Jakarta Selatan 12950 Telp. (021)5255733, Fax. (021) 5251023 Jl. Taman Makam Pahlawan Kalibata No 17, Jakarta Selatan 12750 Telp.(021) 7989912-19

C.

Tim Reformasi Transmigrasi:

Birokrasi

Kementerian

Tenaga

Kerja

dan

Dalam rangka mempercepat tercapainya tatakelola pemerintahan yang baik, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014, seluruh Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah perlu melakukan reformasi birokrasi. Untuk mempersiapkan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, telah beberapa kali dibentuk Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak tahun 2010 sampai dengan terakhir ditetapkanberdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.216/MEN/VIII/2011 tentang Pembentukan Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.217/MEN/III/2011 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terdiri dari Tim Pengarah dan Tim Pelaksana. Tim Pengarah, dengan susunan keanggotaan sebagai berikut:

DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI

Halaman|1

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

a. Tim Pengarah Ketua Sekretaris Anggota : : : Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sekretaris Jenderal 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. b. Tim Pelaksana Ketua Wakil Ketua Sekretaris Koordinator Bidang Manajemen Perubahan Sekretaris Koordinator Anggota : : : : : : Sekretaris Jenderal Inspektur I Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kepala Biro Keuangan Ses Ditjen PHI dan Jamsos 1. Kepala Pusat PTK 2. Kapus Litbang Trans 3. Kapus Datin naker 4. Kapus Datin Trans 5. Dir. Produktivitas dan Kewirausahaan 6. Dir. Pengembangan Pasar Kerja 7. Dir. Kelembagaan dan Pemasyarakatan H.I 8. Dir. Pengawasan Norma K3 Dirjen P2MKT Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dirjen PHI dan Jamsos TK Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Dirjen P2KT Kepala BALITFO Plt. Inspektur Jenderal Staf Ahli Bidang Kependudukan

DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI

Halaman|2

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

9. Dir. Perencanaan Teknis, Pengembangan Masyarakat dan Kawasan, Ditjen P2MKT 10. Dir. Perencanaan Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Ditjen P2KT 11. Kasubdit Pengembangan Program Pelatihan Ketransmigrasian, Ditjen Binalattas. Koordinator Bidang Penataan : Peraturan Perundang-Undangan, Organisasi dan Tatalaksana, dan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur Sekretaris Koordinator Anggota : : Kepala Biro Hukum

Ses Balitfo 1. Kapusdiklat Pegawai 2. Dir. Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan, Ditjen Binalattas 3. Dir. Bina pemagangan Ditjen Binalattas 4. Dir. Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri 5. Dir. Peningkatan Kapasitas SDM dan Masyarakat, Ditjen P2MKT 6. Kabag Kelembagaan 7. Kabag Ketatalaksanaan 8. Kabag Perencanaan dan Pengembangan Pegawai 9. Kabag Mutasi Kepegawaian 10. Kabag Perancangan Peraturan Perundang-Undangan II

DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI

Halaman|3

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

11. Kabag Kepeg. & Umum, Setditjen Binalattas. Koordinator Bidang Peningkatan Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik Sekretaris Koordinator Anggota : Karo Perencanaan

: Dir. Partisipasi Masyarakat, Ditjen P2KT : 1. Kepala Pusat K3 2. Dir. Penyerasian Lingkungan Ditjen P2MKT 3. Dir. Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing 4. Dir. PTKLN 5. Karo Umum 6. Kapus PAKLN 7. Dir. Bina Lemsar, Ditjen Lattas 8. Dir. Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan HI, Ditjen PHI dan Jamsostek 9. Dir. Bina Penegakan Hukum, Ditjen PPK. 10. Dir. Fasilitasi Penempa tan Transmigrasi, Ditjen P2KT 11. Kasubdit Antar Kerja, Ditjen Binapenta

Koordinator Bidang Pengawasan, Monitoring, dan Evaluasi Sekretaris Koordinator Anggota

:

Ses Itjen

: :

Sesditjen PPK 1. Sesditjen Binapenta 2. Kasubdit Pengembangan Program Pelatihan Ketransmigrasian 3. Kapus Humas

DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI

Halaman|4

Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak. Dir. Dir. Inspektur III. Kesejahteraan dan Analisis Diskriminasi. Ditjen Binalattas DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|5 . Dir. Itjen 9. Dir. Itjen 10. Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan. Penyediaan Tanah Transmigrasi. Inspektur IV. Ditjen P2MKT 12 Kasubdit Sistem Pendanaan dan Kerjasama Antar Lembaga. Ditjen P2MKT 5.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA 4. Inspektur II. Pengembangan Usaha. Persyaratan Kerja. Dir. Ditjen PHI dan Jamsostek 6. Itjen 11. Ditjen PPK 8. Ditjen P2KT 7.

pembangunan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian merupakan bagian dari upaya pengembangan sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang memegang peranan penting dalam mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. pro-poor. dan pro-environment. serta penguatan daya saing perekonomian. pro-growth. merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan melalui pembangunan ekonomi dengan berlandaskan pada keunggulan daya saing. Sebagai bagian dari pembangunan nasional. Peningkatan kesejahteraan rakyat. martabat. dan penegakan keadilan (justice). Untuk mensejahterakan rakyat. pembangunan dibidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata dan terukur dalam rangka peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA A. Kerangka pembangunan lima tahunan yang saat ini berjalan (tahun 2010-2014)adalah peningkatan kesejahteraan rakyat (prosperity). dan ketenangan berusaha serta kesejahteraan masyarakat transmigrasi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah yang dilaksanakan melalui berbagai kebijakan. Latar Belakang Pembangunan lima tahun mendatang yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap kedua ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang melalui upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia. pengelolaan sumberdaya alam. Pembangunan bidang ketenagakerjaan dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk meningkatkan harkat. penguatan demokrasi (democracy). dilakukanmelalui strategi pencapaian sasaran pembangunan yang dikenal dengan quadraple track strategy yaitu pro-job. pengembangan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan peningkatan sumberdaya manusia. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|6 . Oleh karena itu.

Dengan demikian. serta terlaksananya efektivitas pengawasan kinerja.Pembangunan ketenagakerjaan harus diupayakan sedemikian rupa sehingga terpenuhi hak-hak dan perlindungan yang mendasar bagi tenaga kerja dan pekerja/buruh serta pada saat yang bersamaan dapat mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha. makmur. dan salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam pembangunan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Salah satu arah kebijakan pembangunan jangka panjang adalah mewujudkan pemerintahan yang baik. kompetitif. pemberdayaan masyarakat.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA dan harga diri tenaga kerja serta mewujudkan masyarakat sejahtera. dan sejahtera dengan terciptanya tata kelola organisasi yang efektif. Oleh karena itu. pembangunan dibidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian berkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM). salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam pembangunan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|7 . baik materil maupun spiritual. adil. yaitu bersih (clean). berkemampuan (competent). akuntabel dan bersih dari KKN” Penyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good Governance) sangat diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. pembangunan kawasan. transparan. Sejalan dengan hal tersebut. dan merata. memberikan hasil positif (credibel) dan secara publik dapat dipertanggungjawabkan (accountable). pembangunan di bidang ketransmigrasian tidak hanya terbatas pada aspek wilayah dan tataruang secara fisik. yaitu terwujudnya tenaga kerja dan masyarakat transmigrasi yang produktif. serta pengembangan ekonomi lokal dan daerah. Pembangunan bidang ketransmigrasian diprioritaskan pada upaya pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam melalui pengintegrasian pembangunan dan pengembangan kawasan perdesaan sebagai hinterland dengan pengembangan kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan dalam satu kesatuan sistem pengembangan ekonomi wilayah. berbagai kebijakan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dijalankan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia. Pada hakekatnya. dan peningkatan kesejahteraan dalam rangka meningkatkan daya saing daerah. melainkan juga pada aspek sumberdaya manusia yang pada gilirannya harus mampu memberikan kontribusi secara nyata dan terukur dalam pembangunan perdesaan serta pengembangan ekonomi lokal dan daerah dalam rangka meningkatkan daya saing daerah. penciptaan kesempatan kerja. yaitu terciptanya good governance dan clean government di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. bersih dan berpihak kepada rakyat.

dan sumberdaya manusia. Kebijakan reformasi birokrasi secara nasional tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan jangka Panjang Nasional 2005-2025 yang menyebutkan bahwa “pembangunan aparatur negara dilakukan melalui reformasi birokrasi untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. di pusat maupun di daerah agar mampu mendukung keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya”. maka dukungan birokrasi yang profesional mutlak diperlukan dalam setiap pembangunan di semua bidang kehidupan tidak terkecuali sektor ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. dengan cara melakukan Reformasi Birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik yaitu dengan membangun postur dan membentuk aparatur Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Seperti telah dijelaskan di atas. Sebagai unsur yang mendinamisasi suatu proses pembangunan. bahwa fokus reformasi birokrasi secara nasional meliputi aspek kelembagaan. Kolusi dan Nepotisme (KKN). efektivitas dan produktivitas yang belum optimal. ketatalaksanaan. tingkat kualitas pelayanan publik yang belum mampu memenuhi harapan masyarakat. tingkat trasparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintahan yang masih rendah. sehingga tujuan pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat masih belum sepenuhnya dapat diwujudkan. Kondisi awal di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|8 .KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA Kenyataan menunjukkan masih ditemukannya permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi selama ini seperti praktek-praktek Korupsi. dan sumberdaya manusia birokrasi Indonesia untuk mewujudkan birokrasi yang dapat mendukung praktek-praktek penyelenggaran pemerintahan yang demokratis. Reformasi Birokrasi merupakan upaya untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik terhadap kelembagaan (organisasi). serta tingkat disiplin dan etos kerja pegawai yang masih rendah. Dalam konteks pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian tentunya yang diharapkan adalah adanya dukungan yang positif dari birokrasi untuk mewujudkan pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan transmigranserta masyarakat Indonesia pada umumnya. tingkat efisiensi. ketatalaksanaan (business process). Bertolak dari kondisi tersebut diatas.

seperti: terlihat pada Tabel 1. Dilihat dari jumlah jabatan struktural baik di Pusat maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi relatif cukup besar.Peran organisasi merupakan kebutuhan krusial yang harus ditata dengan baik. di bawah ini. Memperhatikan perkembangan lingkungan strategis yang terjadi. akan tetapi tetap diperlukan perhatian dari para birokrat.1. dengan sistem kerjaatau tata laksanayangmampu mewujudkan penyelenggaraan administrasi pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang efektif dan efisien gunamengimplementasikan kebijakan dan strategipembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasianyang tepat sasaran. dan 155 jabatan struktural di tingkat UPT yang tersebar di 24 UPT di seluruh Indonesia. Adapun rekapitulasi jumlah jabatan struktural ditingkat Pusat. Walaupun Organisasi dan ketatalaksanaan hanya merupakan sarana dan prasarana kerja untukmenghasilkan ”output antara” bagi proses pencapaian visi dan misi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara keseluruhan. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan masyarakat yang sedemikian besar untuk mewujudkan kesejahteraannya dan memperoleh pelayanan publik yang prima. maka keberadaan unit-unit organisasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian baik di Pusat maupun di Daerah (UPT) perlu ditata dan dikembangkan sedemikian rupa. Kelembagaan Aspek organisasi merupakan bagian yang berperan penting dan menentukan bagi keberhasilan suatu organisasi dalam mewujudkan visi dan misinya. yaitu 689 jabatan struktural di Pusat.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA Transmigrasi dari ketiga aspek tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|9 .

seperti: terlihat pada Tabel 1.1.BIRO-BIRO .PUSAT-PUSAT 1 5 5 1 1 1 1 1 1 1 1 5 14 5 6 6 5 5 6 6 5 54 19 12 4 24 23 21 18 24 24 13 182 58 28 12 56 53 48 42 55 55 32 439 689 2 3 4 5 6 7 8 9 10 INSPEKTORAT JENDERAL DITJEN BINALATTAS DITJEN BINAPENTA DITJEN PPK DITJEN PHI DAN JAMSOS KK DITJEN P2KT DITJEN P2MKT BALITFO STAF AHLI JUMLAH Sedangkan rekapitulasi jumlah jabatan struktural ditingkat UPT di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Rekapitulasi Jumlah Eselon di Lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi NO UNIT KERJA ESELON I II III IV JUMLAH 1 SEKRETARIAT JENDERAL .2. di bawah ini. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|10 .KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA Tabel 1.

Selain kelembagaan yang bersifat struktural.2. fungsi dan struktur organisasi serta tata kerja UPT diarahkan untuk lebih meningkatan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas-tugas operasional Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. penyempurnaan ketatalaksanaan. seperti Atase Ketenagakerjaan. dikembangkan pula jabatan fungsional agar penyelenggaraan tugas dan fungsi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat dilaksanaan lebih efektif.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA Tabel 1. Kelembagaan ini melaksanakan tugas spesifik DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|11 . Penataan terhadap organisasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi baik di pusat maupun di UPT. terdapat pula kelembagaan yang bersifat non-struktural di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. serta organisasi penunjang perlu dilaksanakan untuk memudahkan dalam pembinaan kepada stakeholders(pelaku usaha ketenagakerjaan dan ketransmigrasian) dan menghindari tumpang tindih kewenangan antara unit kerja di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. efisien dan profesional guna memperkuat telaahan dan analisis dalam proses pembuatan kebijakan. Disamping itu. Selain itu pemantapan tugas. dan penataan kelembagaan. Rekapitulasi Jumlah Pejabat Struktural di Lingkungan UPTP Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi NO UNIT KERJA PEMBINA UPT JMLH UPT JABATAN STRUKTURAL II/a II/b III/a III/b IV/a IV/b V/a JMLH 1 2 3 4 SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN BINALATTAS DITJEN BINAPENTA BALITFO JUMLAH 4 18 1 1 24 1 8 1 3 10 3 24 3 9 31 2 3 6 46 4 22 119 10 4 1 10 14 30 45 56 155 Penataan kelembagaan baik di Pusat maupun di UPT. senantiasa mengacu kepada prinsip right sizing atau sesuai dengan beban pekerjaannya serta berbasis kinerja sesuai dengan kebijakan dalam penataan kelembagaan aparatur negara. melalui pengembangan profesionalitas aparatur.

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA atau tugas penunjang dari unit struktural yang dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri. Kelembagaan UPT belum berjalan dengan efisien. yang berimplikasi pada right-sizing kelembagaan. antara lain: a) Dengan memahami bahwa kelembagaan merupakan wadah dari ditetapkannya fungsi dan kewenangan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian sebagai bagian dari sistem pemerintahan umum dalam penyelenggaraan Negara. Walaupun upaya penataan kelembagaan aparatur ketenagakerjaan dan ketransmigrasian telah dilaksanakan. fungsi. Namun demikian agar tidak terjadi tumpang tindih tugas dengan unit kerja strukturalnya. Penyelenggaraan administrasi pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian memerlukan dukungan aparatur ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang tangguh. UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional berikut kebijakan dan strategi turunannya yang berjangka waktu lebih pendek. Kendala utama yang dihadapi adalah belum tersusunnya sistem dan prosedur bagi penyelenggaraan tugas dan fungsi pada sebagian besar unit kerja lingkup Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam upaya mewujudkan kelembagaan aparatur ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang profesional dan tanggap terhadap perubahan lingkungan strategis dan aspirasi masyarakat. maka dengan telah ditetapkan UU tentang BPJS. UU Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian. namun belum sepenuhnya kelembagaan tersebut dapat berfungsi secara efektif dan efisien dalam mendukung pencapaian kinerja. serta berbagai komitmen Pemerintah RI dalam pergaulan internasional sebagai sub-sistem global. maka kelembagaan ini perlu dikaji kembali peran. sehingga kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia aparat ketenagakerjaan dan ketransmigrasian masih perlu ditingkatkan dan atau ditambah dan ditempatkan sesuai dengan keahliannya. dan keberadaannya. menjadikan fungsi dan kewenangan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian membutuhkan penajaman dan penyesuaian. baik kualitas maupun kualitas belum memadai. karena tenaga-tenaga profesional yang menangani tugas pokok sampai saat ini. baik bagi aparat yang menduduki jabatan struktural maupun yang menduduki jabatan Halaman|12 b) c) DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI . baik yang beraspek kelembagaan maupun ketatalaksanaan dan sumberdaya manusianya.

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA fungsional. Sarana perbaikan dalam hal ini ketatalaksanaan memiliki manfaat bagi seluruh anggota organisasi untuk belajar mengembangkan dan merupakan sarana perbaikan dalam melaksanakan tugas mereka secara terus menerus. 2. mekanisme. Dalam konteks reformasi birokrasi ketatalaksanaan diartikan sebagai business process yang berfungsi menggerakkan roda-roda organisasi dan mengatur hubungan kerja antar-satuan organisasi untuk bersinergi kearah visi dan misi yang diinginkan. serta harus dibekali dengan pengetahuan manajemen modern dan substansi teknis yang mendukung profesionalitas pekerjaan. Halaman|13 b) c) d) DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI . atau sistem kerja bagi organisasi pemerintah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Sarana pengendalian dalam hal iniketatalaksanaan berfungsi sebagai alat ukur bagi penanggung jawab tugas untuk menentukan apakah pelaksanaan tugas yang dilakukan mengalami kendala atau penyimpangan. d) Jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Tenaga Kerjadan Transmigrasi perlu lebih ditingkatkan baik jumlah maupun mutunya melalui upaya pengembangan dan pembinaannnya. maka setiap orang yang terkait dengan proses pelaksanaan akan melakukan pekerjaannya secara sendiri-sendiri. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menjelaskan bahwa ketatalaksanaan memiliki beberapa fungsi: a) Sarana untuk menjamin terjalinnya koordinasi diantara pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan tugas organisasi. Tanpa adanya ketatalaksanaan tersebut. Ketatalaksanaan Ketatalaksanaan merupakan metoda. Ketatalaksanaan disusun dan diterapkan didasarkan pada kepentingan untuk mencapai nilai-nilai tertentu yang dijunjung tinggi atau diinginkan oleh pimpinan suatu organisasi. Sarana standardisasi proses dalam hal ini dimaksudkan agar seluruh rangkaian kegiatan pada setiap satuan organisasi yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat direncanakan sesuai dengan aturan-aturan baik secara yuridis ataupun norma-norma lain yang sudah ditetapkan dan atau harus diperhatikan.

dan sebagainya. serta tata hubungan kerja semua unit organisasi di lingkup Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. pembagian waktu. prosedur dan tata kerja. waktu. atau masih lemahnya prosedur dan tata kerja sebagai panduan kerja dalam melaksanakan tugas dan fungsi birokrasi tersebut. biaya. propinsi.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA Paradigma baru yang saat ini berkembang. dan koordinasi yang setepat-tepatnya. Dibidang ketatalaksanaan. Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam upaya mewujudkan ketatalaksanaan yang mampu menjamin efisiensi dan efektivitas pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Penyempurnaaan prosedur dan tata kerja organisasi pada hakekatnya merupakan transformasi dari tugas. dan bahkan bisa terjadi perbedaan persepsi dalam memahami tugas dan fungsi. antara lain: a) Kelemahan utama yang dihadapi oleh banyak birokrasi pemerintah selama ini adalah belum ada. tenaga kerja. ruang. makna ketatalaksanaan diartikan sebagai sarana untuk mendorong penguatan mutu pelayanan.Tata kerja yang tepat ditujukan terutama untuk menghindari pemborosan dan kemacetan-kemacetan serta menjamin adanya pembagian kerja. Tata kerja adalah suatu pola atau cara-cara pelaksanaan kerja yang efisien atas sesuatu tugas dengan mempertimbangkan segi-segi tujuan. dan kebijakan organisasi kedalam kegiatan pelaksanaan. tidak lengkap. Akibatnya apabila terjadi pergantian pimpinan organisasi diperlukan waktu untuk mengapresiasikan tugas dan fungsi yang harus dilaksanakan. pemberdayaan sumberdaya manusia aparatur. peralatan. fasilitas. penataan diarahkan pada penyusunan dan penyempurnaaan sistem. Pelaksanaan otonomi daerah membawa konsekuensi pembagian urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian antara pusat. dan kabupaten/kota. fungsi. yaitu masih lemah dan atau belum lengkapnya prosedur dan tata kerja sebagai panduan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Kelemahan utama yang dihadapi oleh banyak aparatur pemerintah. b) DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|14 . pada dasarnya penataan dimaksudkan untuk mendinamisasikan serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. dan peningkatan kinerja organisasi melalui pengembangan manajemen kinerja yang baik. Oleh karena itu.

yaitu adanya kebijakan perundang-undangan atau peraturan-peraturan yang ada untuk mengatur manusia. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi wajib memberikan pembinaan teknis atas pelaksanaan urusan-urusan yang telah ditata dan diserahkan ke daerah. Untuk itu. dan ketidaksesuaian penempatan pegawai dengan jabatannya akhirnya akan menjadi kelemahan organisasi.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA c) Belum tersusunnya sistem dan prosedur bagi penyelengaraan tugas dan fungsi pada sebagian besar unit kerja lingkup KementerianTenaga Kerja dan Transmigrasi. dan Kriteria (NSPK) dalam pelaksanaan pembinaan teknis tersebut. Sistem dan prosedur yang ada belum sepenuhnya dapat diaplikasikan. Mengatur dan mendapatkan sumberdaya manusia yang tepat dalam suatu organisasi adalah pekerjaan yang sulit dan sangat berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Kepegawaian Pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian memerlukan sumberdaya manusia berkualitas. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|15 . dan optimal dalam mengaktualisasikan kemampuan diri untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam organisasi dan lapangan pembangunan pada era globalisasi teknologi dan tentunya era tersebut akan menemukan tantangan dan hambatan yang sangat kompleks. d) e) 3. Manusia dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam internal organisasi yang dinamis secara terus menerus. diperlukan adanya Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan atau Norma. beban kerja yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan dalam suatu pekerjaan atau jabatan. Sumberdaya manusia dipertemukan dalam suatu sistem organisasi yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan. kekurangan pegawai. Standar. sehingga sosialisasi perlu dilaksanakan. mampu. Dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Prosedur.Upaya ini dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan baik untuk calon pegawai negeri sipil melalui prajabatan serta pendidikan dan latihan dalam jabatan. Sumberdaya manusia perlu dikembangkan secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan minimal tingkat profesionalitasnya sebagaimana prasyaratan dalam menduduki jabatan. adanya sanksi sebagaimana aturan disiplin pegawai dan aturan lainnya dimaksudkan agar sumberdaya manusia dapat lebih konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi. Kelebihan pegawai. artinya: Profesional. Disamping itu. Untuk itu sumberdaya manusia perlu disiapkan guna memenuhi kebutuhan organisasi modern yang sarat akan perubahan.

Tabel 1. fungsi. transparan.199 1.086 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN BINALATTAS DITJEN BINAPENTA DITJEN PHI DAN JAMSOS KK DITJEN PPK DITJEN P2KT DITJEN P2MKT INSPEKTORAT JENDERAL BALITFO STAF AHLI MENTERI JUMLAH DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|16 . pengembangan kualitas. Golongan III sebanyak 3. dan kewajiban kepegawaian yang meliputi perencanaan. berkinerja tinggi.kesejahteraan. Jumlah pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berdasarkan golongan ruang per Juni 2010. dan pemberhentian. sebanyak 710 orang. Golongan IV sebanyak 663 orang dengan total jumlah pegawai negeri sipil sebanyak 5. adalah sebagai berikut:Golongan 1. sebanyak 66 orang. dan derajat profesionalisme penyelenggaraan tugas. Distribusi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Berdasarkan Golongan Ruang per Juni 2010 NO UNIT ESELON I GOLONGAN RUANG I 35 25 2 0 0 2 1 0 1 66 II 267 266 30 21 14 28 37 21 26 710 III 776 1. akuntabel. efektivitas.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA Ketersediaan sumberdaya manusia aparatur yang profesional. promosi.121 324 162 180 374 369 117 224 3.3. penggajian.616 412 214 227 461 461 188 305 3 5. penempatan. Oleh karena itu proses pengelolaan atau manajemen kepegawaian yang profesional. dan sejahtera merupakan tuntutan masyarakat dalam era reformasi ini.647 orang.pengadaan. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian menyebutkan bahwa pengertian manajemen pegawai negeri sipil adalah keseluruhan upaya yang terus menerus diusahakan untuk meningkatkan efisiensi.647 IV 121 204 56 31 33 57 54 50 54 3 663 JML 1. dan berkesinambungan merupakan suatu keniscayaan yang terus menerus perlu dilakukan. Ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur kegiatan pengelolaan sumberdaya manusia aparatur tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian dan disempurnakan menjadi Undang-Undang nomor 43 tahun 1999 yang kemudian ditindaklanjuti dengan beberapa peraturan pemerintah dan peraturan lainnya. Golongan II.086 orang. konsisten.

di bawah ini. SLTA sebanyak 1.616 412 214 227 461 461 188 305 3 5. transparansi.379 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 UNIT KERJA SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN BINALATTAS DITJEN BINAPENTA DITJEN PHI DAN JAMSOS KK DITJEN PPK DITJEN P2KT DITJEN P2MKT INSPEKTORAT JENDERAL BALITFO STAF AHLI JUMLAH S-3 2 3 S-2 113 178 63 33 38 62 59 23 56 2 627 S-1 431 830 247 128 141 140 186 105 127 2. Pendidikan dan pelatihan SDM Aparatur belum berbasis kompetensi.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA Keragaman sumberdaya manusia aparatur ketenagakerjaan dan ketransmigrasian berdasarkan tingkat pendidikan adalah sebagai berikut: S3 sebanyak 12 orang. sehingga belum teridentifikasi berapa kebutuhan riil pegawai baik dilihat dari kualitas maupun kuantitasnya.335 SLTP 57 23 5 2 1 12 9 2 5 116 SD 68 30 11 2 1 6 16 5 6 145 JMLH 1. belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip obyektivitas. Selama ini pelatihan yang dilakukan hanya Halaman|17 b) c) DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI . terutama menyangkut jumlah dan kualifikasi pendidikan. D-I/D-III sebanyak 472 orang.5.4.335 orang. Pada umumnya unit pengelola kepegawaian hanya meminta data kebutuhan pegawai. Data selengkapnya keadaan pegawai Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menurut tingkat pendidikan adalah sebagaimana tercantum dalam Tabel 1. dan SD sebanyak 145 orang. termasuk di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah sebagai berikut: a) Penyusunan formasi belum sepenuhnya didasarkan atas analisis beban kerja untuk memperoleh kebutuhan riil organisasi. S1 sebanyak 2. Tabel 1. SLTP sebanyak 116 orang. tidak diskriminatif.086 3 2 1 1 12 Secara umum permasalahan yang muncul dalam manajemen kepegawaian diseluruh instansi. bebas KKN. Keadaan Pegawai Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Menurut Tingkat Pendidikan Periode Mei 2010 PENDIDIKAN D-I / SLTA D-III 101 427 253 299 22 64 13 36 9 37 22 219 22 166 17 34 13 97 472 1.379 orang. Proses pengisian formasi yang lowong belum sepenuhnya berdasarkan kebutuhan riil organisasi.199 1. S2 sebanyak 627 orang. Selain itu dalam proses pengadaan. dan akuntabilitas serta tidak dipungut biaya.

Penilaian prestasi kerja selama ini belum memiliki indikator yang jelas. sehingga pelatihan hanya menghasilkan peserta pelatihan yang berfokus pada pengetahuan dan keterampilan saja. kompeten. Menata kembali sistem. Penegakan disiplin belum dilaksanakan secara konsisten. Implementasi penilaian kinerja dan kompetensi individu (pegawai) belum dapat menjamin obyektivitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat. tabungan hari tua.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA untuk memenuhi prosedur dan program kerja. - DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|18 . dan mutasi belum sepenuhnya berdasarkan kompetensi dan kinerja. antara lain sebagai berikut: Menata ulang kembali kelembagaan agar menjadi organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing). e) f) g) h) Untuk mengatasi permasalahan tersebut. tunjangan. Menata kembali regulasi agar menjadi lebih tertib. dan asuransi pendidikan belum memberikan manfaat yang optimal. asuransi kesehatan. promosi. pensiun. Membentuk SDM yang ada agar menjadi berintegritas. terukur dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Kesejahteraan yang meliputi gaji. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berencana akan melakukan beberapa hal. efisien. Pelaksanaan pengangkatan dalam jabatan dan promosi tidak memiliki pola yang jelas. d) Pengangkatan dalam jabatan. tidak tumpang tindih dan kondusif. tabungan perumahan. efektif. profesional. proses dan prosedur kerja agar menjadi jelas. Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian belum sepenuhnya mampu mendukung proses pengambilan keputusan untuk mendukung pengembangan SDM Aparatur yang berbasis kompetensi dan kinerja. berkinerja tinggi dan sejahtera.

utamanya dalam memberikan pelayanan yang prima kepada publik dengan sepenuh hati dan rasa tanggungjawab. dan biaya). kesetiaan. Tujuan Umum Membangun/membentuk profil dan perilaku aparatur negara yang memiliki: a) Integritas Tinggi yaitu perilaku aparatur negara yang dalam bekerja senantiasa menjaga sikap profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas (kejujuran. d) Birokrasi yang bersih adalah birokrasi yang sistem dan aparaturnya bekerja atas dasar aturan dan koridor nilai-nilai yang dapat mencegah timbulnya berbagai tindak penyimpangan dan perbuatan tercela (mal-administrasi) seperti korupsi. b) Produktivitas Tinggi dan Bertanggungjawab yaitu hasil optimal yang dicapai oleh aparatur negara dari serangkaian program kegiatan yang inovatif. Selain itu. komitmen) serta menjaga keutuhan pribadi. berdedikasi dan memiliki standar nilai moral yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA B. tenaga. kulosi dan nepotisme. cermat. Tujuan Tujuan reformasi birokrasi di seluruh Kementerian/Lembaga dibagi kedalam tujuan umum dan tujuan khusus. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|19 . e) Birokrasi yan Efisien. 1. efektif dan efisien dalam mengelola sumber daya yang ada serta ditunjang oleh dedikasi dan etos kerja yang tinggi. berdaya guna dan tepat guna (hemat waktu. Efektif dan Produktif adalah birokrasi yang mampu memberikan dampak kerja positif (manfaat) kepada masyarakat dan mampu menjalankan tugas dengan tepat. birokrasi yang memiliki kinerja maksimum untuk mengelola kekuatan dan peluang yang ada serta meminimalisasi kelemahan dan ancaman demi mencapai hasil yang optimal. c) Kemampuan dalam Memberikan Pelayanan Prima yaitu kepuasan yang dirasakan oleh publik sebagai dampak dari hasil kerja birokrasi yang profesional.

dan terukur sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. efektif. h) Birokrasi yang Akuntabel adalah birokrasi yang bertanggungjawab atas setiap proses dan kinerja atau hasil akhir dari program maupun kegiatan. efisien. dan rahasia negara. sejahtera. sebagai wujud dari pengelolaan dan pengendalian sumber daya dan pelaksanaan kebijakan untuk mencapai tujuan. berintegritas. kompeten. g) Birokrasi yang Melayani Masyarakat adalah birokrasi yang tidak minta dilayani masyarakat (pangreh praja). tetapi birokrasi yang memberikan pelayanan prima kepada publik (pamong praja). dan prosedur kerja yang jelas. Regulasi yang lebih tertib. Tujuan Khusus Tujuan khusus dari reformasi birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi diuraikan sebagai berikut Area Perubahan Organisasi Tatalaksana No 1 2 Tujuan Khusus Pada Tahun 2014 Organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing) Sistem. 2. Hal ini dilakukan secara periodik melalui media pertanggungjawaban yang telah ditetapkan kepada negara dan masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. proses. berkinerja tinggi dan DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|20 . 3 Peraturan Perundangundangan Sumber Manusia Aparatur 4 daya SDM yang profesional. tidak tumpang tindih dan kondusif.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA f) Birokrasi yang Transparan adalah birokrasi yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan tidak diskriminatif dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi. golongan. Inti dari transparansi disini adalah sebuah kejujuran dalam pengelolaan birokrasi utamanya yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak.

Sasaran Secara umum. Peningkatan Pelayanan publik pada setiap unit kerja berdasarkan standar yang telah dibakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. dan 3.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA No 5 Area Perubahan Pengawasan Tujuan Khusus Pada Tahun 2014 Peningkatan ketaatan. Secara khusus. budaya kerja (culture set). pola pikir (mind set). efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Peningkatan kualitas akuntabilitas kinerja dan manajemen kinerja organisasi berdasarkan indikator kinerja utama yang jelas. manajemen pemerintahan. area sasaran reformasi birokrasi berikut ini: mencakup hal-hal DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|21 . 6 Akuntabilitas 7 Pelayanan Publik 8 Pola Pikir (mind Birokrasi dengan integritas dan kinerja set) dan Budaya tinggi Kerja (culture set) Aparatur C. 2. sasaran reformasi birokrasi adalah mengubah: 1.

-perpres -permen Persentase Terindentifikasinya: -undang-undang. 3 Peraturan Perundangundangan Persentase Terindentifikasinya: -undang-undang. -perpres -permen DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|22 . terukur dan sesuai dengan prinsipprinsip good governance. -peraturan pemerintah. 2013 Persentase unit kerja yang sudah melaksanakan penajaman tugas dan fungsi/evaluasi atau audit organisasi Persentase penerapan SOP sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. 2014 Persentase unit kerja yang sudah melaksanakan penajaman tugas dan fungsi/evaluasi atau audit organisasi Persentase penerapan SOP sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Sasaran per Tahun 2012 Persentase unit kerja yang sudah melaksanakan penajaman tugas dan fungsi/evaluasi atau audit organisasi Persentase penerapan SOP sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. -peraturan pemerintah. -perpres -permen Persentase Terindentifikasinya: -undang-undang. Regulasi Kemenakertrans yang tertib dan lengkap. -peraturan pemerintah. proses dan prosedur kerja Kemenakertrans yang jelas. efisien. efektif. 2 Tatalaksana Sistem.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA No 1 Area Perubahan Organisasi Tujuan Khusus Pada Tahun 2014 Organisasi Kemenakertrans yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing).

Jumlahpejabat struktural yang memiliki kompetensi sesuai dengan tugas dan fungsi suatu unit kerja 4. Persentase jumlah pegawai hasil rekrutmen yang terbuka.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA No 4 Area Perubahan Tujuan Khusus Pada Tahun 2014 Sasaran per Tahun 2012 1. Jumlah dokumen standar kompetensi jabatan 3. Database pegawai yang mutakhir dan akurat 2013 1. akuntabel dan berbasis kompetensi 2. profesional. Jumlah indikator kinerja individu yang terukur 5. Persentase jumlah pegawai hasil rekrutmen yang terbuka. akuntabel dan berbasis kompetensi 2. Jumlah dokumen standar kompetensi jabatan 3. akuntabel dan berbasis kompetensi 2. Jumlahpejabat struktural yang memiliki kompetensi sesuai dengan tugas dan fungsi suatu unit kerja 4. transparan. Persentase jumlah pegawai hasil rekrutmen yang terbuka. Jumlah indikator kinerja individu yang terukur 5. transparan. Database pegawai yang mutakhir dan akurat 2014 1. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|23 . Aparatur kompeten. Jumlah indikator kinerja individu yang terukur Sumber daya SDM Kemenakertrans Manusia yang berintegritas. Jumlah dokumen standar kompetensi jabatan 3. berkinerja tinggi dan sejahtera. Jumlahpejabat struktural yang memiliki kompetensi sesuai dengan tugas dan fungsi suatu unit kerja 4. transparan.

1. Persentase peningkatan penerapan kualitas sistem penilaian akuntabilitas kinerja instansi Halaman|24 6 Akuntabilitas Peningkatan kualitas akuntabilitas kinerja dan manajemen kinerja organisasi berdasarkan indikator kinerja utama yang jelas. Persentase peningkatan penerapan kualitas sistem penilaian akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI . Database pegawai yang mutakhir dan akurat 5 Pengawasan Peningkatan ketaatan. efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi 1. Persentase penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) 2.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA No Area Perubahan Tujuan Khusus Pada Tahun 2014 Sasaran per Tahun 2012 2013 2014 5. Persentase kualitas dan kuantitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) 1. Persentase penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) 2. Persentasepeningka tan penerapan kualitas sistem penilaian akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) 1. Persentase kualitas dan kuantitas Aparat dan kuantitas Aparat Pengawas Intern Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Pemerintah (APIP) 1. Persentase penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) 1. Persentase kualitas 2.

Jumlah indikator kinerja utama (IKU) yang berorientasi outcome 2013 2. 2. Persentase peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik Persentase jumlah sosialisasi dan internalisasi 1. Jumlah indikator kinerja utama (IKU) yang berorientasi outcome 1. Persentase penerapan SPM Bidang Ketenagakerjaan pada Provinsi/Kabupaten /Kota 2.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA No Area Perubahan Tujuan Khusus Pada Tahun 2014 Sasaran per Tahun 2012 2. Jumlah indikator kinerja utama (IKU) yang berorientasi outcome 2014 pemerintah (SAKIP) 2. Persentase Pelayanan publik pada penerapan SPM setiap unit kerja Bidang berdasarkan standar Ketenagakerjaan yang telah dibakukan pada dengan melibatkan Provinsi/Kabupaten partisipasi /Kota masyarakat. Persentase peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik Persentase jumlah sosialisasi dan internalisasi Halaman|25 7 Pelayanan Publik Peningkatan 1. Persentase penerapan SPM Bidang Ketenagakerjaan pada Provinsi/Kabupa ten/Kota 2. Persentase peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik Persentase jumlah sosialisasi dan internalisasi 8 Pola Pikir Birokrasi dengan (mind set) dan integritas dan kinerja Budaya kerja DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI .

Sasaran per Tahun 2012 manajemen perubahan dan budaya kerja yang dilakukan di lingkungan Kementerian 2013 manajemen perubahan dan budaya kerja yang dilakukan di lingkungan Kementerian 2014 manajemen perubahan dan budaya kerja yang dilakukan di lingkungan Kementerian DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|26 .KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA No Area Perubahan (culture set) Aparatur Tujuan Khusus Pada Tahun 2014 tinggi.

Penyusunan Strategi Manajemen Perubahan dan Strategi Komunikasi Sebagai tindak lanjut perumusan 1) Pengintegrasian strategi manajemen perubahan dan strategi komunikasi dengan program reformasi birokrasi 2) Mengimplementasikan manajemen Perubahan 3) Membuat rencana pelatihan dan mengimplementasikan 4) Mengelola resistensi/penolakan 5) Mengukur tingkat keberhasilan c.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA D. Program Manajemen Perubahan a. dan strategi pencapaian yang efektif serta penetapan ukuran-ukuran keberhasilan dapat mencerminkan tingkat keberhasilan pelaksanaan manajemen perubahan. perlu didukung dengan tim yang solid. Sosialisasi dan Internalisasi Manajemen Perubahan 1) Mengumpulkan umpan balik dan analisa 2) Melaksanakan tindak perbaikan DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|27 . kemampuan dan organisasi 3) Perumusan strategi perubahan 4) Perumusan strategi Komunikasi 5) Penyusunan ukuran keberhasilan b. stakeholder. prioritas proses reformasi birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi difokuskan pada program-program sebagai berikut: 1. Untuk itu dalam rangka perumusan rencana manajemen perubahan perlu dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1) Pembentukan Tim Manajemen Perubahan 2) Asesmen kesiapan. Prioritas dan Agenda/Waktu Dengan memperhatikan isu dan permasalahan pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang berkembang saat ini dan pelaksanaan RPJMN 2010-2014. Pembentukan Tim Manajemen Perubahan Untuk merumuskan rencana manajemen perubahan yang efektif.

3. Restrukturisasi dan Penguatan Organisasi Visi. Sebagai upaya harmonisasi perundang-undangan agar jalan efektif diperlukan kegiatan penyusunan deregulasi. c. Program Penataan Dan Penguatan Organisasi Pada Program Penataan dan Penguatan Organisasi.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA 3) Memberikan pengharagaan atas keberhasilan 4) Mengukur tingkat keberhasilan 2. b. Peraturan Pemerintah. Penguatan Unit Kerja Organisasi. Program Penataan dan Penyusunan Peraturan PerundangUndangan Penataan berbagai peraturan dikeluarkan/diterbitkan perundang-undangan yang a. Selama ini Renstra yang telah disusun berdasarkan kebutuhan visi. harmonis serta tidak tumpang tindih satu sama lainnya. Peraturan Presiden. Level peraturan perundang-undangan yang dipetakan meliputi : Undang-undang. dan Penguatan Sarana dan Prasarana a. Peraturan Pemerintah Pengganti Undangundang. mencakup 3 (tiga) kegiatan mendasar. Penyusunan Regulasi dan Deregulasi Sebagai tindak lanjut hasil kajian atas subtansi dan muatan peraturan perundang-undangan yang berjalan tidak harmonis. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|28 . Pemetaan terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan Kementerian. Kajian yang dilakukan diantaranya untuk me-review apakah peraturan perundang-udangan yang ada tersebut telah berjalan secara efektif. Kajian Terfokus Kajian terfokus ini diarahkan untuk meninjau ulang substansi atau muatan dari keseluruhan peraturan perundang-undangan terkait yang ada. misi dan strategi sehingga cukup implementatif dan cukup mampu menterjemahkan sampai dengan unit pelaksana. Keputusan Presiden dan Peraturan Menteri serta Keputusan Menteri. misi dan strategi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra). yaitu Restrukturisasi dan Penguatan Organisasi.

efektif. yaitu penataan bussiness process organisasi melalui penyediaan Standar Operasional Prosedur (SOP). Secara spesifik dan ekplisit nomenklatur pengembangan SDM menjadi bagian dari Bagian Kepegawaian dan Pengembangan SDM. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penguatan organisasi melalui pengembangan fungsi kelembagaan instansi di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi agar dapat berperan secara lebih efisien. kelengkapan. kebutuhan sarana dan prasarana sangat diperlukan dan mutlak dilakukan untuk pengembangan sumber daya manusia Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kegiatan yang dilakukan antara lain perencanaan dan penyusunan profil kediklatan yang mencakup penyempurnaan dalam struktur organisasi kediklatan. Kemudian berdasarkan struktur yang baru manajemen kediklatan dilakukan oleh Bagian Kepegawaian dan Pengembangan SDM. diprioritaskan 2 (dua) kegiatan mendasar. dengan struktur yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Pada pelaksanaannya pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan belum memberikan kontribusi yang optimal pada peningkatan kinerja pegawai.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA b. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah Penguatan Unit Kediklatan. sebagai dasar peningkatan kinerja yang akan datang. tugas dan fungsi. 4. kebutuhan sumber daya manusia. Penguatan Unit Kerja Organisasi Kegiatan kedua dalam kerangka restrukturisasi organisasi. dan pengembangan atau pembangunan e-government. Oleh sebab itu. Termasuk dalam upaya ini adalah: 1) melakukan kajian tentang kinerja organisasi saat ini. Penguatan Unit Kerja Kediklatan Selama ini dilakukan oleh masing-masing satuan kerja. Biro Umum. Melalui penguatan ini diharapkan manajemen kediklatan menjadi lebih baik. dan produktif. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|29 . c. 2) mendesain postur birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui cetak biru reformasi birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Program Penataan Tata Laksana Dalam rangka Program Penataan Tata Laksana. kegiatan ketiga dalam restrukturisasi oraganisasi.

asesmen individu berdasarkan kompetensi. penerapan sistem penilaian kinerja individu. khususnya dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan tugas dan fungsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|30 . a. kecepatan penyampaian informasi. pembangunan/pengembangan databae pegawai. b. Pelaksanaan penerimaan CPNS di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasisesuai dengan peraturan perundangundangan yang mempunyai prinsip transparan. akuntabel. Penataan Sistem Rekrutmen Pegawai. penyusunan standar kompetensi. Penyusunan Tatalaksana (Business Process) Menghasilkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Yang Penataan tatalaksana business process (penyelenggaraan tugas dan fungsi). ada beberapa kegiatan yang prlu diprioritaskan untuk dilakukan.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA a. terutama SOP yang trkait dengan penyelenggaraan tugas dan fungsi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. jangkauan yang global dan tranparansi. Oleh karena itu untuk mewujudkan pemerintahan yang good governance salah satu upayanya adalah perlu mengupayakan elektronisasi administrasi pemerintahan (e-government). analisa jabatan. evaluasi jabatan. 2. yaitu penataan sistem rekrutmen pegawai. Pembangunan atau Pengembangan e-Government Pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) dan komunikasi menjanjikan efisiensi. Penerimaan CPNS selalu didasari pada payung hukum yang kuat. 5. Elektronisasi administrasi kepemerintahan merupakan salah satu unsur penting dalam Reformasi Birokrasi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. diselenggarakan dalam rangka penerapan kebijakan anggaran berbasis kinerja. serta pengembangan pendidikan pelatihan pegawai yang berbasis kompetensi. Penataan Sistem Rekrutmen atau Pengadaan Pegawai bertujuan agar: 1. Program Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Dalam program penataan SDM aparatur di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Berkaitan dengan hal tersebut dilakukan penyediaan dan penyusunan SOP.

3. Evaluasi Jabatan Dalam rangka mengetahui nilai dan kedudukan masing-masing jabatan maka dilakukan suatu evaluasi jabatan. Mendapatkan rumusan dan informasi jabatan di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2. b. Meningkatkan efisiensi perencanaan kebutuhan SDM di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi diwaktu yang akan datang c.Evaluasi jabatan dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tingkat klasifikasi dan harga jabatan yang ada di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Mekanisme penerimaan CPNS di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasidapat dikembangkan melalui e-kepegawaian. Memperjelas arah Program dan Pola pengembangan karier PNS 5.Analisis jabatan dilakukan dengan tujuan untuk: 1. sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi. 4. CPNS yang terjaring dalam proses penerimaan benar-benar warga masyarakat terpilih yang memiliki kesadaran dan komitmen untuk melaksanakan Reformasi Birokrasi . kolusi dan nepotisme. Analisis Jabatan Hasil suatu analisa jabatan adalah gambaran yang spesifik mengenai uraian pekerjaan serta standar kompetensi yang harus dimiliki dalam suatu jabatan. dan bebas dari korupsi. Memperjelas posisi jabatan staf/pelaksana 3. sebagai salah satu dari e-gov.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA berbasis kompetensi. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|31 . Meningkatkan efektivitas pendidikan dan pelatihan PNS agar sesuai dengan kebutuhan kompetensi jabatan 4.

e. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI . peranan atau situasi yang dihadapi. Agar tersedia standar kompetensi semua jabatan di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mempunyai dasar payung hukum yang kuat. Untuk penilaian prestasi kerja PNS dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan pengembangan karier dan pengembangan kemampuan serta ketrampilan PNS yang berkaitan dengan pola karier dan program diklat organisasi Halaman|32 2. Sebagai bahan rujukan bagi pengembangan kebutuhan pendidikan dan pelatihan 4. seleksi dan penempatan PNS dalam jabatan. sesuai dengan kompetensi dan prestasinya. 4. Untuk penilaian prestasi kerja PNS sebagai dasar pertimbangan dalam kebijakan perencanaan kuantitas dan kualitas SDM PNS. Sebagai bahan rujukan bagi pengembangan keahlian PNS 3. Untuk penilaian prestasi kerja PNS dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam proses rekrutmen. Tujuannya adalah: 1. Agar pelaksanaan tugas dan tanggungjawab semua posisi jabatan dalam organisasi dapat berjalan efisiensi dan efektif karena ditempati oleh pemangku jabatan yang tepat. 3. Tujuan dari kegiatan Penerapan sistem penilaian kinerja individu adalah: 1. serta kegitan perencanaan pekerjaan PNS. Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Standar kompetensi dari setiap jabatan perlu dirumuskan dan ditetapkan. 3.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA d. Kompetensi adalah karakteristik yang menentukan seseorang sehingga memungkinkan seseorang untuk menunjukkan kinerja terbaiknya pada pekerjaan. Sebagai bahan mengidentifikasi kader-kader pemimpin (talent pool) f. Agar tersedia Kamus Kompetensi yang jelas mengenai semua jabatan di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2. Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengangkatan jabatan 2. Agar tercipta optimalisasi kinerja organisasi. Penerapan Sistem Penilaian Kinerja Individu. Tujuan adanya asesmen individu berdasarkan kompetensi adalah 1. Assesmen Individu Berdasarkan Kompetensi.

Untuk meningkatkan kualitas setiap jenis pendidikan dan pelatihan pegawai berdasarkan hasil assessmen center dan memenuhi standar kompetensi jabatan. Sebagai salah satu bahan rujukan untuk menyusun dokumen perencanaan pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi. 2. Untuk mengetahui jenis pendidikan dan pelatihan yang menjadi kebutuhan setiap pegawai 5. Tujuan dari kegiatan pegawai adalah: Pembangunan/Pengembangan database 1. Sebagai salah satu bahan acuan untuk menyusun dokumen inventarisasi pegawai yang sudah memenuhi standar kompetensi 4. Untuk memudahkan kegiatan analisis kepegawaian 4. Untuk pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan yang akurat sesuai kebutuhan setiap pegawai di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|33 . Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Berbasis Kompetensi Tujuan dari kegiatan Pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi adalah: 1. Menpan & RB) h. 3. Pembangunan/Pengembangan Database Pegawai. Untuk mendukung pembangunan Sistem kepegawaian online dengan unit terkait (BKN.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA g. Untuk menyediakan data individu semua pegawai secara lengkap melalui Sistem Aplikasi Pegawai (SIMPEG) 2. Untuk memudahkan kepegawaian proses pendokumentasian data 3.

pengembangan sistem manajemen kinerja organisasi. Penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Secara umum. Inspektorat selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan untuk mewujudkan pencapaian sasaran dan tujuan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan prioritas sasaran-sasaran Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dijabarkan dalam Rencana Kerja Tahunan dan Penetapan Kinerja. pengamanan aset negara. Pengawasan Intern merupakan salah satu bagian dari kegiatan pengendalian intern yang berfungsi melakukan penilaian independen atas pelaksanaan tugas dan fungsi suatu instansi pemerintah. Program Penguatan Akuntabilitas Kinerja Program penguatan Akuntabilitsa Kinerja. Program Penguatan Pengawasan Pada program penguatan pengawasan meliputi 2 (dua) kegiatan yaitu Penerapan system pengendalian intern pemerintah (SPIP) untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi. dan penyusunan Indikatir Kinerja Utama (IKU). dan Peningkatan peran aparat pengawasan intern pemerintah sebagai quality anssurance dan consulting dalam rangka peningkatan kualitas pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Negara. a. Tujuan penerapan SPIP di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah: memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan. 7.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA 6. meliputi beberapa kegiatan yaitu penguatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Peningkatan peran aparat pengawasan intern pemerintah sebagai quality anssurance dan consulting Secara umum. b. peran aparat pengawasan intern pemerintah sebagai quality anssurance dan consulting dilakukan rangka peningkatan kualitas pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Negara. keandalan laporan keuangan. sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) diterapkan untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi. dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Penguatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|34 . a.

Program Peningkatan Pelayanan Publik Program peningkatan pelayanan publik mengacu pada UU No. Dimensi proses meliputi penerapan berbagai aspek pengelolaan sumber daya organisasi dalam rangka mencapai hasil. Melalui kegiatan: 1. a. Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) IKU adalah kebijakan pengukuran dan peningkatan kinerja serta akuntabilitas kinerja instansi pemerintah berdasarkan PermenPAN No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.PAN/5/2007 Tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintahyang diberlakukan pada tanggal 31 Mei 2007. Pengembangan Sistem Manajemen Kinerja Organisasi Tujuan Pengembangan manajemen kinerja organisasi adalah untuk menerapkan berbagai prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya dan pencapaian hasil-hasil organisasi pemerintah. dan dimensi hasil yang merupakan pencapaian target-target hasil (outcome) organisasi. memberikan saran perbaikan/pembaharuan berkelanjutan (continuing improvement) terhadap berbagai aspek kinerja organisasi pemerintah yang masih lemah untuk mewujudkan organisasi pemerintah yang berorientasi pada hasil/outcome (result oriented government) yang efektif dan efisien. 2. 8.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA b. Tujuan penetapan IKU bagi Instansi Pemerintah adalah: 1) Menyediakan informasi kinerja dan 2) Menyediakan ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja. c.PER/09/M. Dengan kebijakan ini maka setiap instansi permerintah wajib menetapkan IKU di lingkungannya. Menilai kinerja organisasi pemerintah secara komprehensif yang mencakup dimensi proses dan dimensi hasil. Penerapan Standar Pelayanan pada Unit Kerja Masing-masing Pengelolaan Pelayanan Publik dapat difahami sebagai segala kegiatan dalam rangka peningkatan kinerja dalam pemenuhan Halaman|35 DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI . Program ini meliputi beberapa kegiatan yaitu penerapan standar pelayanan pada unit kerja masingmasing K/L dan Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA kebutuhan dasar sesuai dengan hak-hak dasar setiap warga negara dan penduduk atas suatu barang. Pelaporan Penyusunan laporan perkembangan pelaksanaan Reformasi Birokrasi dimaksudkan untuk mengetahui tingkat perkembangan pelaksanaan Kebijakan Reformasi Birokrasi bertitik tolak pada rencana yang telah ditetapkan dalam rencana kerja. output. Monitoring Monitoring dilakukan untuk memastikan semua kegiatan berjalan reformasi birokrasi berjalan dengan lancar dan dicatat dengan baik. apakah aktivitas menuntut perbaikan dan pengembangan ke depan. Program Percepatan (Quick Wins) Berkaitan dengan program percepatan (quick wins) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah menetapkan 5 (lima) program percepatan. yaitu: Halaman|36 DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI . evaluasi tahunan. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui dan menginformasikan tingkat kinerja Program Reformasi Birokrasi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara internal dan secara ekternal kepada Instansi yang berwenang dengan Program Reformasi Birokrasi. 9. b. dan evaluasi menyeluruh. Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dimulai sejak penyusunan standar pelayanan sampai dengan evaluasi dan pemberian penghargaan. a. Monitoring dan Evaluasi Program Monitoring dan Evaluasi. Hasil monitoring berupa serangkaian data yang digunakan sebagai dasar evaluasi apakah aktivitas sesuai dengan rencana. jasa dan atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan yang terkait dengan kepentingan publik. outcome. meliputi beberapa kegiatan yaitu monitoring. benefit dan impact dengan factor-faktor ekternal yang mempengaruhi tingkat keberhasilan c. 10. b. Evaluasi Tahunan dan menyeluruh Kegiatan evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara rencana program dan kegiatan yang ditetapkan dengan melihat tolok ukur baik input.

adalah tahun 2011 hingga tahun 2014. Namun apabila terdapat kegiatan yang dapat diselesaikan lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Tahap Pembangunan Sistem (2011. 3. 3.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA 1. Secara garis besar waktu pelaksanaan reformasi birokrasi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi diatur sebagai berikut: 1. Tahap ini sebagian besar dilaksanakan mulai tahun 2010 sampai dengan 2011. juga dilakukan ketika membuat rencana kerja rinci dari masing-masing program dan kegiatan DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|37 . yang secara umum mengacu pada ketiga tahapan sesuai dengan pedoman reformasi birokrasi. Pelayanan Terhadap Penggunaaan TKA yang Mudah. dan mempunyai persepsi yang sama ketika melaksanakannya dengan landasan komitmen dan keinginan untuk berpartisipasi dari seluruh pegawai dan stakeholders.2012) Tahap ini merupakan tahap untuk membangun suatu sistem yang akan menjadi acuan atau pedoman dalam melaksanakan kegiatankegiatan. memahami sistem yang baru dibangun. maka tahap pengukuran dampak/perubahan yang terjadi waktunya dapat disesuaikan. Tahap Monitoring dan Evaluasi (2014) Tahap ini adalah tahap untuk mengukur dampak dari pelaksanaan program dan kegiatan reformasi birokrasi. Sertifikasi dan Penempatan bagi Para Pemangku Kepentingan. Waktu pelaksanaan reformasi birokrasi secara komprehensif dan intensif. dibenahi atau disempurnakan pada tahun 2010 atau tahun sebelumnya. akuntabilitas pengelolaan kegiatan. Tahap ini direncanakan akan dilakukan pada tahun 2014. kinerja pegawai. 2. khususnya dampak terhadap kinerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pelayanan Informasi Pelatihan. Cepat dan Tepat. Masing-masing tahapan tersebut di atas. mencakup tahap persiapan hingga tahap penyempurnaan atau perbaikan sistem berdasarkan hasil evaluasi. serta. 2. Pelayanan Pengesahan Peraturan Perusahaan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. Tahap Implementasi (2012– 2013) Tahap ini merupakan penyebarluasan atau mensosialisasikan sistem yang telah dibangun. Sehingga diharapkan pegawai dan stakeholders.

Melakukan koordinasi dengan unit atau satuan kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasidalam melaksanakan program reformasi birokrasi. Melakukan konsultasi dengan Tim Kerja Reformasi Nasional. 2. Tim Pengarah Tim pengarah terdiri dari para pejabat eselon I dan diketuai oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. E. dalam hal ini disebut dengan Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Melakukan sosialisasi dan internalisasi kepada aparat dan pihakpihak yang berkompeten.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA sebagaimana ditetapkan dalam pedoman reformasi birokrasi. Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terdiri atas: I. Monitoring dan Evaluasi Adapun mekanisme tugas dan fungsi dari masing-masing tim adalah sebagai berikut: Tim Pengarah memiliki tugas: 1. yang dikuatkan melalui Surat Keputusan Menteri. Rencana kerja rinci tersebut diuraikan dalam dokumen Roadmap. Memberikan masukan Transmigrasi. dan dibantu bidang-bidang yang terdiri dari: 1) Bidang Manajemen Perubahan 2) Bidang Penataan Peraturan Perundang-undangan. kepada Menteri Tenaga Kerja dan 3. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|38 . dan Sistem Manajemen SDM Aparatur 3) Bidang Peningkatan Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik 4) Bidang Pengawasan. Tenaga Pelaksana Tenaga pelaksana. Merumuskan grand design reformasi birokrasi. Tim Pelaksana Tim pelaksana diketuai oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 4. 5. II. Organisasi dan Tata Laksana.

Penguatan unit kerja organisasi kepegawaian. tugas dan fungsi unit kerja. 4. Organisasi dan Tata Laksana. Menyusun rencana dan program pelaksanaan reformasi. 5. Menyusun dokumen rencana penyusunan regulasi dan deregulasi. Sosialisasi dan deregulasi. Melaksanakan penyusunan konsep reformasi. 3. Penguatan unit kerja kediklatan. 3. 2. Melaksanakan konsultasi dengan Tim Teknis Reformasi Birokrasi Nasional. 2. Bidang Manajemen Perubahan 1. Menyusun Dokumen Strategi Manajemen Perubahan. 2. Melakukan pemantauan dan evaluasi dan memberikan laporan pelaksanaan secara berkala kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasidan Tim Kerja Nasional Reformasi Birokrasi. Perbaikan sarana dan prasarana. internalisasi hasil penyusunan regulasi dan b)Penataan dan Penguatan Organisasi 1. dan Sistem Manajemen SDM Aparatur a)Penataan Peraturan Perundang-undangan 1. Penguatan unit kerja organisasi dan tatalaksana. Melaporkan hasil kerjanya kepada Tim Pengarah. 3. Menyusun Dokumen Rencana Aksi Manajemen Perubahan. 4. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|39 . Menyusun regulasi dan deregulasi 4. 5.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA 6. 3. Mengusulkan kepada Tim Pengarah tentang program dan kegiatan reformasi birokrasi. Menyusun Pemetaan regulasi dan deregulasi. Sosialisasi dan Internalisasi Manajemen Perubahan Bidang Penataan Peraturan Perundang-undangan. Tim Pelaksana memiliki tugas: 1. Melakukan kajian struktur organisasi. 2.

4. Penyusunan Standar Operasional penyelenggaraan tugas dan Fungsi. d) Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur 1. Penerapan standar pelayanan pada unit kerja. Mendorong Partisipasi masyarakat penyelenggaraan pelayanan publik. dalam Bidang Pengawasan. 8. Menyusun dokumen Pemerintah (SPIP) Sistem Pengendalian Intern 2. Penataan sistem rekrutmen pegawai Analisis jabatan Evaluasi jabatan Penyusunan standar kompetensi jabatan Asesmen individu berdasarkan kompetensi Penerapan sistem penilaian kinerja individu Pembangunan/Pengembangan database pegawai Pengembangan pendidikan berbasis kompetensi dan pelatihan pegawai Bidang Peningkatan Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik a) Peningkatan Akuntabilitas Kinerja 1. 7. 6. 2. 2. 5. Moniotring dan Evaluasi a) Penguatan Pengawasan 1.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA c)Penataan Tata Laksana 1. 2. Unit Eselon I. Prosedur (SOP) Pembangunan atau pengembangan e-government. dan Unit Eselon II Mandiri b) Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 1. Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|40 . 3. 3. 2. Penguatan akuntabilitas kinerja Pengembangan sistem manajemen kinerja organisasi Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian.

58.000. Menyusun Dokumen Strategi Monitoring dan Evaluasi 2. yakni tahap pembangunan/pembenahan sistem. Perkiraan anggaran yang akan dikeluarkan sejak tahap pembangunan/pembenahan sistem. Evaluasi dan Pelaporan 1.000. Sosialisasi dan internalisasi program Monitoring dan Evaluasi 4. Adapun penjelasan masing-masing tahapan kegiatan sebagai berikut: 1.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA 3. tahap sosialisasi dan implementasi. Peningkatan Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sebagai quality Assurance dan Consulting b) Monitoring. Anggaran Anggaran untuk menunjang kegiatan reformasi birokrasi sejak mulai tahap persiapan. Tahap Pembangunan Sistem (2011-2012) Tahap ini merupakan tahap untuk merancang suatu sistem manajemen yang akan diterapkan pada waktu tertentu. pelaksanaan sampai dengan evaluasi bersumber dari APBN Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang terdistribusi di masing-masing Unit Kerja Eselon I dan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.000.00 (lima puluh delapan milyar rupiah). Secara keseluruhan diharapkan rencana kerja reformasi birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini khususnya tahap pembangunan/pembenahan sistem dan tahap sosialisasi dan implementasi dapat diselesaikan pada tahun 2014. Menkoordinasikan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi 3. tahap sosialisasi. yang proses DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|41 . sampai dengan tahap pengukuran dampak perubahan diperkirakan sebesar kurang-lebih Rp. G. dan tahap mengukur dampak perubahan yang terjadi. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program setiap Kelompok Kerja Reformasi Birokrasi F. dan implementasi. Rencana Kerja Rencana kerja Reformasi Birokrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasiuntuk setiap program dan kegiatan disusun melalui tiga tahapan kegiatan yang merupakan satu kesatuan yang utuh.

Rencana tindak lanjut dari masing-masing program dan kegiatan secara rinci diuraikan dalam dokumen Roadmap Reformasi Birokrasi Kementeriann Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 3.KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA kegiatannya diawali dengan proses evaluasi dari sistem yang lama sampai dengan menyusun sebuah rancangan sistem yang baru. 2. Tahap Monitoring dan Evaluasi (2014) Tahap ini untuk mengukur dampak dari pelaksanaan program dan kegiatan reformasi birokrasi. Setelah diketahui dan dipahami. DOKUMEN USULAN REFORMASI BIROKRASI Halaman|42 . Tahap Implementasi (2012-2013) Tahap ini merupakan tahap untuk mensosialisasikan sistem yang baru disempurnakan atau baru disusun kepada seluruh jajaran Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan stakeholders. kemudian diterapkan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->