Desentralisasi Kesehatan dan Rumah Sakit

Presented By: Karinda Ayu Radhitama (10101001013) Dyta Novita Sari (10101001014) Ulva Yulianti (10101001015) Fairuz Chandra S (10101001016) Muhammad Husin (10101001017) DikaIka Putri (10101001018) Wiga Virgian Utami (10101001068) Fakultas Kesehatan .

5) organisasi non pemerintah atau organisasi yang bersifat sukarela (Rondinelli 1983 cit Omar. 2001). pembangkitan serta pemanfaatan sumber daya dan kewenangan administratif dari pemerintah pusat ke: 1) unit-unit teritorial dari pemerintah pusat atau kementerian. .Pengertian Secara umum desentralisasi dapat didefinisikan sebagai pemindahan tanggung jawab dalam perencanaan. 3) organisasi semi otonom. pengambilan keputusan. 2) tingkat pemerintahan yang lebih rendah. 4) badan otoritas regional.

. menghimpun.Tujuan Tujuan Desentralisasi di bidang kesehatan adalah mewujudkan pembangunan nasional di bidang kesehatan yang berlandaskan prakarsa dan aspirasi masyarakat dengan cara memberdayakan. dan mengoptimalkan potensi daerah untuk kepentingan daerah dan prioritas Nasional dalam mencapai Indonesia Sehat 2015.

Devolusi -> Penyerahan otonomi dan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.Menurut Teori Dennis Rondinelli dan G. 2. . Shabbir Cheema Ada Empat Bentuk Desentralisasi 1. Dekonsentrasi -> Pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi atau pembantu pemerintah pusat yang lain.

. 4.3. Privatisasi -> pemindahan tugas-tugas pengelolaan atau fungsi kepemerintahan ke organisasi-organisasi sukarela atau perusahaan swasta for profit maupun nonprofit. Delegasi/ Tugas Pembantuan -> Pemindahan tanggung jawab manajerial untuk tugas-tugas tertentu ke organisasi-organisasi yang berada diluar struktur pemerintah pusat & hanya tidak dikontrol langsung oleh pemerintah pusat.

Perbedaan Peran Pemerintah sebagai Regulator dan Pelaksana (Bossert) Pemerintah sebagai Regulator Pemerintah sebagai Pelaksana Peran Lembaga regulator. terutama tradisional milik pemerintah & swasta di suatu wilayah. Tujuan Menjamin kompetisi & sistem kompensasi mengarah ke Efisiensi & survival institusi pelayanan pemerintah. puskesmas & rumah sakit. Pengembangan standar institusi & standar pelayanan. pencapaian indikator kesehatan wilayah. . Mengelola institusi pelayanan publik. Unit analisis Berbagai jenis fasilitas pelayanan kesehatan modern dan Fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah. Konsekuensi Mengembangkan melaksanakannya. swasta. sistem regulasi wilayah dan/atau Bersaing dengan swasta. Persyaratan   Integrasi sistem informasi kesehatan pelayanan publik & Sistem manajemen yang baik.

22 tahun 1999. desentralisasi diartikan sebagai penyerahan kewenangan pemerintah (pusat) kepada daerah otonom dalam kerangka NKRI. Bagaimana peraturan pelaksanaanya dapat memotivasi daerah untuk lebih mandiri?????? .“Pasal 1 huruf e UU NO.” Pertanyaannya sekarang?? Ketika hal itu telah dilakukan sesuai koridor yang ada.

22 Tahun 1999 -Desentralisasi kesehatan berwarna sentralistik. pengaturan tersebut tidak memberikan motivasi kepada daerah untuk mewujudkan kemandiriannya. . daerah selalu diposisikan sebagai pelaksana dari kegiatan yang ditentukan Depkes.Telah diatur dengan komprehensif namun.22 tahun 1999 • Pra Diberlakukannya UU No.Perbandingan Peraturan Pelaksana desentralisasi sebelum dan sesudah diberlakukannya UU No. .

Diberi kewenangan di seluruh bidang pemerintahan kecual politik luar negeri. . dsb (Pasal 7 ayat (2) UU No. tetapi motivasi tersebut diredupkan dgn peraturan pelaksana UU. pertahanan keamanan.• Pasca Diberlakukannya UU No. 22 Tahun 1999). moneter & fiskal.agam. . peradilan.Sudah terlihat adanya motivasi dari tingkat UU untuk memandirikan daerah.22 Tahun 1999 -Meluluhlantakkan watak sentralistik.

.Peraturan pelaksanaanya dapat memotivasi daerah untuk lebih mandiri ketika : . . .Penataan ulang peraturan perundang-undangan di tingkat pusat -> memberikan jaminan kepastian hukum kepada daerah dlm melaksanakan kewenangannya. daerah seharusnya lebih meningkatkan kerjasama antar daerah.Kewenangan yg sdh diserahkan.Peraturan pelaksana dari tingkat pusat harus menunjukkan jaminan kuat terhadap pemerintah daerah.

.Hambatan Desentralisasi • ''Selama 8 tahun ada tarik menarik pembahasan pusat yang cenderung sentralisasi. Selasa (28/7).'' kata Laksono kepada wartawan di sela-sela kegiatan Forum Tahunan Desentralisasi Kesehatan ke-8 yang digelar di University Club (UC) UGM. sementara daerah menginginkan desentralisasi sehingga kebijakan yang dibuat seolah setengah hati.

Padahal.Desentralisasi kesehatan mengalami kendala di sektor teknis akibat lemahnya kebijakan politik di daerah. ‘ . menurut Laksono. sektor kesehatan lebih banyak ke arah teknis. Problem penganggaran yang masih belum tepat dan data kesehatan yang masih tarik menarik antara pusat dan daerah menyebabkan pelayanan kesehatan menjadi tidak optimal.

lebih disebabkan oleh tuntutan dari daerah tertentu akibat munculnya berbagai permasalahan dan ancaman.• Pemberlakuan desentralisasi yang simetris (seragam) dengan adanya Undang-Undang Otonomi Daerah disebabkan pemerintah tidak memiliki desain desentralisasi asimetris untuk diterapkan di daerah. Kalaupun desain itu ada. .

Lembaga Legislatif. masyarakat luas serta mitra Internasional. Pemerintah Kabupaten/Kota. baik dari lingkungan jajaran Pemerintah Pusat. • Kelangsungan dan keselarasan pembangunan kesehatan • Ketersediaan dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas .Isu Strategik Desentralisasi Kesehatan?? Komitmen dari semua pihak terkait (stakeholders). Pemerintah Provinsi.

• Kecukupan pembiayaan kesehatan • Kejelasan pembagian kewenangan dan pengaturan kelembagaan • Kelengkapan sarana dan prasarana kesehatan • Kemampuan manajemen kesehatan dalam penerapan desentralisasi .

Segal (2003) mengungkapakan bahwa desentralisasi tampaknya akan membawa dampak positif terhadap sebagian besar sistem kesehatan. dengan hati-hati dan implementasinya harus bertahap dengan persiapan terencana_ _Bentuk desentralisasi harus dipilih .

terutama pada kemampuan mereka untuk menghadapi perubahan (managing change).Martineau dan Buchan (2001) menyebutkan bahwa salah satu elemen kunci dalam kesuksesan desentralisasi terletak pada para aktor pelaksana. .

T H A N K YOU .