Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KHUSUS PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I

Disusun Oleh : Jasril Najamudin (03053130099)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS SRIWIJAYA TAHUN 2008

Pengaruh random packing dan regular packing pada kondisi operasi yang sama Jawab : Packing adalah jenis bahan isian pada cooling tower yang biasanya khusus, seperti kayu sipres yang mempunyai daya tahan gabungan aksi air dan udara. Packing bekerja berdasarkan prinsip perpindahan panas massa dan panas pada Cooling tower. Packing dapat digunakan untuk perpindahan massa dalam cooling tower seperti memindahkan sejumlah kontaminan VOC (Volatile Organic Compounds) dari fase liquid ke fase gas (udara). VOC adalah kontaminan yang biasanya terdapat pada air bersih, antara lain Tri kloro Etilen, Tetra Kloro Etilen, 1,2 Dikloroetilen, Vinil Klorida dan sebagainya. Selain perpindahahn massa, packing juga digunakan pada perpindahan panas. Besarnya laju perpindahan massa dan panas ini dipengaruhi oleh luas daerah kontak, antara fluida panas dan fluida dingin, waktu kontak, kecepatan fluida, dan temperatur fluida. Terdapat dua jenis cara pengisian packing : A. Random Packing B. Regular Packing Perpindahan panas dan massa ini adalah salah satu gejala difusi. Besarnya perpindahan massa dan panas adalah berbanding lurus dengan luas daerah kontak antara fluida panas dan fluida dingin ditunjukkan oleh persamaan : q= hxAx T dimana : q h A T : besarnya panas yang dipindahkan : koefisien konveksi : luas kontak : beda temperatur

Perpindahan massa dan panasjuga berbanding lurus terhadap waktu. Semakin lama waktu kontak maka makin besar kalor dan massa yang dpindahkan. Perpindahan massa dan panas adalah berbanding lurus dengan temperatur fluida Sesuai dengan persamaan matematis berikut : q = - k x A x dT/dx Hukum Fourier Jika kita bandingkan antara random packing dan regular packing dalam penggunaan pada kondisi operasi yang sama maka yang lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya adalah random packing Dikarenakan :
-

Pada random packing, dikarenakan susunan packing yang sembarang dan tak beraturan, maka mengakibatkan luas bidang kontak yang lebih besar dibanding regular packing sehingga perpindahan panasnya lebih besar. Pada random packing, karena letak dan susunan packing yang tak beraturan maka waktu yang dibutuhkan fluida untu melewati packing akan lebih lama menyebabkan besarnya perpindahan panas lebih tinggi. Pada regular packing laju alir fluida lebih besar dibanding random packing sehingga waktu kontak antara dua fluida lebih pendek sehingga besarnya koefisie difusi lebih kecil yang artinya perpindahan panasnya juga kecil. Dari faktor faktor diatas, disimpulkan bahwa random packing lebih

bagus daripada regular packing.

3. Syarat dan kriteria pemilihan packing Jawab: Packing sebagai bahan isian pada cooling water memiliki beberapa spesifikasi material. Material packing biasanya beberapa potongan potongan individu yang random dalam kolom, beberapa menghubungkan untuk sebagai dumped packing. Tipe komersial packing dibuat dari keramik, stainless steel, dan beberapa material plastik. Karena berat dan pertimbangan harga, plastik yang biasanya digunakan dalam operasi water treatment. Packing tertentu dalam potongan prapabrik dengan hati-hati ditempatkan dalam tower. Biasanya lebih mahal, efisiensi transfer dituntut lebih tinggi. Tower beroperasi dengan normal menggunakan pola aliran countercurrent dengan air mengalir ke bawah tower dan udara mengalir ke atas. Lihat tabel 18.5 (terlampir). Aliran liquid kecil/rendah, spesifikasi terbuka cross section packing tidak besar selisihnya daripada dry packing. Pressure dropnya juga mengalir melalui sbuah seri ukuran random dan tempat terbuka dalam dasar. Pressure drop adalah pendekatan sesuai kecepatan kuadrat dari gas. Pada aliran liquid tinggi efektivitas terbuka cross section kecil karena keberadaan liquid dan sebuah porsi energi aliran gas digunakan dan jumlah liquid meningkat di dalam kolom. Jika packing berisi bahan yang permukaannya luas, efektivitas lubang diameter menjadi sangat kecil bahwa permukaan liquid menjadi terus menerus across pada kolom, ummnya pada atas packing. Kolom tidak stabil. Terjadi bersamaan dengan naiknya fase liquid dalam kolom. Perubahan pressure drop cepat hanya dengan perubahan aliran gas. Phenomena ini disebut flooding. Jika permukaan packing tidak terus menerus mangali secara alami, kembalinya fase terjadi, dan bubble gas menuju liquid kolom tidak stabil dan tidak dapat membawa kembali ke fase gas. Lihat tabel 18.6 (terlampir).

Flooding and Loading Sejak flooding atau fase inversi biasanya ditampilkan kondisi kapasitas maksimum untuk packed kolom. Korelasi pertama umumnya dan point packed coloumn telah ditemukan oleh Sheerwood, Shipley, Holloway Pada pengukuran basis laboratorium pada sistem udara air. Pressure drop Table 18 7 Untuk aliran gas melalui dry packing, pressure drop dapat diestimasi dengan menggunakan persamaan orifice, dengan koreksi yang sesuai keberadaan liquid. P = C210C3at gU2t Lihat tabel 18.8 (terlampir). untuk

2. Penggunaan dan proses yang dipakai dalam industri untuk pendinginan langsung (jenis-jenis cooling tower dalam industri) Jawab: Cooling Tower di PT.PUSRI Peralatan-peralatan untk pengolahan/penyediaan cooling water adalah: Cooling tower (basin, I.D.Fan) Pompe cooling water Sistem injeksi bahan kimia Cooling water atau air pendingin adalah suatu media air yang berfungsi untuk mengambil panas dari suatu proses atau equipment dengan jalan perpindahan panas (heat transfer). Proses Pendinginan di Cooling Tower Sistem cooling water di PUSRI menggunakan tipe open recirculating cooling water. Cooling water yang telah menyerap panas proses pabrik melalui HE dialirkan kembali ke Cooling Tower untuk didinginkan. Air dialirkan ke bagian atas cooling tower kemudian dijatuhkan ke bawah dan akan kontak dengan aliran udara yang dihisap oleh Induce Draft (ID) Fan. Akibat kontak dengan aliran udara terjadi proses pengambilan panas dari air oleh udara dan juga terjadi proses penguapan sebagian air dengan melepas panas latent yang akan mendinginkan air yang jatuh ke bawah. Air yang telah menjadi dingin tersebut dapat ditampung di basin dan dapat dipergunakan kembali sebagai cooling water. Cooling Water dialirkan ke cooler-cooler diproses pabrik menggunakan pompa cooling water. Cooling water sangat penting fungsinya bagi suatu pabrik. Adanya gangguan cooling water akan menyebabkan terjadinya pengurangan produksi, atau mengakibatkan kerusakan alat baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, cooling water system harus dikontrol dengan sebaik-baiknya, minimal mampu beroperasi tanpa gangguan selama satu sampai dua tahun.

Sirkulasi Cooling Water Pada system sirkulasi terbuka, kondisi cooling water sangat dipengaruhi oleh panas laten/panas penguapan (evaporasi). Kira-kira 1000Btu panas akan hilang dari setiap pound penguapan air. Atau dapat dikatakan bahwa setiap perbedaan temperature 10oF (5oC) akan menguapkan 1% dari kapasitas sirkulasinya. Karena yang teruapkan air murni maka mineral-mineral didalam air sirkulasi akan tetap tinggi, sehingga lama-kelamaan mineralnya akan meningkat bila dibandingkan dengan make up waternya. Tingkat kepekatan inilah yang disebut Cycle of Concentration atau Cycle Number (N). Cycle Number adalah suatu harga untunk mengetahui perubahan kualitas air selama sirkulasi dan tentu saja menunjukkan metode yang efektif didalam pengelolaan cooling water system. Cycle Number dipengaruhi oleh beberapa variable berikut. M : Volume make up water E : Evaporation loss (kehilangan karena penguapan) B : Blow down loss (kehilangan karena blow down) M =E+B Cycle Number (N) adalah : N= M B

Karena kesulitan mengukur besarnya Blow down, maka selama ini kita mendapatkan besarnya Cycle Number dari kandungan Silica Make up Water dan Silica Cooling Water dalam hubungan sebagai berikut: SiO 2WC M = SiO 2MU B

N=

Dari rumus ini maka kita dapat mengetahui banyaknya Blow down. Karena M = B + E, maka : B+E B E NI

N=

N=

Kehilangan chemical karena Blow down bisa diketahui dari rumus : K=BxD K : Konsumsi chemical B : Besarnya Blow down (M3/jam) D : Dosis chemical (ppm) System Pengendalian Cooling Water Yang dimaksud cooling water control system adalah usaha-usaha untuk menjaga kualitas dan kuantitas CW sesuai parameter desain yang telah ditetapkan. Kuantitas CW ditentukan oleh kondisi mechanical seperti pompa, opening valve, tekanan yang mempengaruhi flow CW. Sedangkan kualitas CW ditentukan oleh Chemical treatment yang dilakukan. Bahan kimia yang diinjeksikan bertujuan untuk : 1. Mencegah korosi (Corrotion inhibitor) 2. Mencegah kerak (Scale inhibitor) 3. Mencegah pertumbuhan mikroorganisme (biocide) Keterangan 1. Corrosion Inhibitor

Korisi adalah suatu peristiwa perusakan water oleh reaksi kimia atau reaksi elektrokimia. Untuk menghindari ini maka diinjeksikan bahan kimia yang dapat melapisi permukaan metal dan membentuk lapisan pasive (protective Film) agar terhindar dari pemgaruh korosi atau dapat menurunkan kecepatan korosi. Bahan kimia ini berupa cairan yang terdiri dari orto-phospat, poly-phospat, dan zinc dengan perbandingan tetentu diinjeksikan ke dalam cooling water system 2. Scale Inhibitor Scae atau kerak terjadi karena adanya endapan deposit di permukaan metal. Endapan ini dapat digolongkan dalam beberapa jenis :

Mineral Scale, yaitu pengendapan garam-garam kristal apabila daya Suspended Matters, yaitu partikel-partikel asing yang masuk ke Corrosion Product, hasil sampingan dari proses korosi yang tidak

kelarutannya dilampaui (misalnya : garam-garam Ca, Mg, SiO2)

dalam sistem karena terbawa udara (misal : debu-debu) larut dalam air. Adanya scale atau kerak dalam permukaan pipa akan menyebabkan: Mengganggu perpindahan panas (heat transfer) Menyebabkan penyumbatan pipa Menyebabkan korosi Untuk menghindari terbentuknya pengendapan, yang berupa garam Ca maka diinjeksikan scale inhibitor (dispersant). Terbentuknya kerak ini dipengaruhi oleh beberapa faktor : pH, semakin tinggi pH makin mudah terjadinya pengendapan. Temperatur, semakin tingi temperatur maka kelarutan garam kalsium karbonat makin turun, sehingga bertendensi terjadi pengendapan.

Flow rate, semakin rendah floe rate memperbesar kesempatan pengendapan.

3.

Biocide Sistem air pendingin khususnya jenis open recirculation merupakan lingkungan yang sangat baik bagi pertumbuhan mikriorganisme. Mikroorganisme menimbulkan lendir/slime yang berwarna coklat kehitaman yang menempel di permukaan pipa. Slime ini mengurangi efek pencegahan korosi dan menurunkan efisiensi Cooling Water. Untuk mencegah pertumbuhan bakteri/ mikroorganisme tersebut, diinjeksikan gas chlorine yang akan mampu membunuh hampir semua jenis mikroba yang ada. Disamping bakteri, Cl2 juga mampu menghilangkan fungi / jamur, alga/ganggang, dan lumut.