Anda di halaman 1dari 7

REAKSI KIMIA

Ahmad Fadil Hilmi 113020079 Nadya Charisma

Dalam ilmu kimia, reaksi kimia itu merupakan salah satu cara untuk mengetahui sifat-sifat kimia dari satu atau berbagai jenis zat. Reaksi kimia ditandai dengan adanya perubahan suhu, terbentuknya endapan, perubahan warna, timbulnya gas, dan perubahan zat yang disertai perubahan kalor. Dengan adanya reaksi kimia terhadap suatu zat berarti zat itu akan berubah menjadi zat lain, baik sifat dan wujudnya dan dapat dengan mudah menuliskan suatu reaksi yang terjadi dalam suatu zat. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk mereaksikan zat tersebut. (Sutrisno, 2011) Tujuan dari percobaan ini adalah agar para praktikan dapat mengetahui dan mempelajari jenis serta sifat kimia dan fisika dari zat yang direaksikan dan juga praktikan dapat mencari rumus senyawa dan koefisien reaksi dari senyawa dengan cara mereaksikan dua buah zat/lebih yang dibuktikan dengan adanya perubahan warna, bau, suhu, timbulnya gas dan endapan. Prinsip percobaan reaksi kimia ini adalah penggabungan molekul yang terbagi menjadi dua bagian atau lebih. Berdasarkan Hukum Kekekalan Massa yang ditemukan oleh Lavoiser, Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama dan berdasarkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust), Dalam setiap persenyawaan perbandingan massa unsurunsur selalu tetap. Berdasarkan Bronsted Lowry, Asam sebagai setiap zat sembarang yang menyumbang proton dan basa sebagai zat sembarang yang menerima proton. Di bawah ini adalah contoh-contoh klasifikasi reaksi kimia yang biasanya digunakan : * Isomerisasi, yang mana senyawa kimia menjalani penataan ulang struktur tanpa perubahan pada komposisi atomnya

* Kombinasi langsung atau sintesis, yang mana dua atau lebih unsur atau senyawa kimia bersatu membentuk produk kompleks: N2 + 3 H2 --> 2 NH3 * Dekomposisi kimiawi atau analisis, yang mana suatu senyawa diurai menjadi senyawa yang lebih kecil: 2 H2O --> 2 H2 + O2 * Penggantian tunggal atau substitusi, dikarakterisasikan oleh suatu unsur digantikan oleh unsur lain yang lebih reaktif: 2 Na(s) + 2 HCl(aq) --> 2 NaCl(aq) + H2(g) * Metatesis atau Reaksi penggantian ganda, yang mana dua senyawa saling berganti ion atau ikatan untuk membentuk senyawa yang berbeda: NaCl(aq) + AgNO3(aq) --> NaNO3(aq) + AgCl(s) * Reaksi asam basa, secara luas merupakan reaksi antara asam dengan basa. Ia memiliki berbagai definisi tergantung pada konsep asam basa yang digunakan. Beberapa definisi yang paling umum adalah: o Definisi Arrhenius: asam berdisosiasi dalam air melepaskan ion H3O+; basa berdisosiasi dalam air melepaskan ion OH-. o Definisi Brnsted-Lowry: Asam adalah pendonor proton (H+) donors; basa adalah penerima (akseptor) proton. Melingkupi definisi Arrhenius. o Definisi Lewis: Asam adalah akseptor pasangan elektron; basa adalah pendonor pasangan elektron. Definisi ini melingkupi definisi Brnsted-Lowry. * Reaksi redoks, yang mana terjadi perubahan pada bilangan oksidasi atom senyawa yang bereaksi. Reaksi ini dapat diinterpretasikan sebagai transfer elektron. Contoh reaksi redoks adalah: 2 S2O32-(aq) + I2(aq) ) --> S4O62-(aq) + 2 I-(aq) I2 direduksi menjadi I- dan S2O32- dioksidasi menjadi S4O62-. (Anonim, 2010)

Artikel Kimia Dasar Reaksi Kimia

* Pembakaran, adalah sejenis reaksi redoks yang mana bahan-bahan yang dapat terbakar bergabung dengan unsur-unsur oksidator, biasanya oksigen, untuk menghasilkan panas dan membentuk produk yang teroksidasi. Istilah pembakaran biasanya digunakan untuk merujuk hanya pada oksidasi skala besar pada keseluruhan molekul. Oksidasi terkontrol hanya pada satu gugus fungsi tunggal tidak termasuk dalam proses pembakaran. C10H8+ 12 O2 --> 10 CO2 + 4 H2O CH2S + 6 F2 --> CF4 + 2 HF + SF6 * Disproporsionasi, dengan satu reaktan membentuk dua jenis produk yang berbeda hanya pada keadaan oksidasinya. 2 Sn2+ --> Sn + Sn4+ * Reaksi organik, melingkupi berbagai jenis reaksi yang melibatkan senyawa-senyawa yang memiliki karbon sebagai unsur utamanya. (Anonim, 2010) Alat yang digunakan dalam percobaan reaksi kimia ini adalah tabung reaksi, pipa U, rak tabung reaksi, penjepit tabung, pembakar bunsen, pipet tetes, kertas lakmus, kertas saring, corong, gelas ukur dan gelas kimia. Bahan yang digunakan dalam percobaan reaksi kimia yaitu larutan NaOH 0,05 M dan 1 M, CH3COOH 0,05 M, K2CrO4 0,1 M, K2CrO7 0,1 M, NH4OH 1 M, Al2(SO4)3 0,1 M, ZnSO4 0,1 M, (NH4)2SO4, Pb(NO3)2 0,1 M, NaCl 0,1 M dan 0,5 M, AgNO3 0,1 M, BaCl2 0,1 M, HCl 1 M, CaCO3, Ba(OH)2, H2C2O4 0,1 M dan 2 M, H2SO4 2M, KMnO4 0,05 M, Fe2+ 0,1 M, CuSO4, Fe3+ 0,1 M, KSCN 0,1 M, Na3PO4, lakmus merah, indikator phenolphtalein dan metil merah. Tabel 1. Tabel Gambar dan Langkah Percobaan Reaksi Kimia No. Gambar Langkah Percobaan 1. 1,0 ml NaOH Masukkan masing0,05 M masing 1,0 ml larutan NaOH 0,05 M kedalam dua tabung reaksi kemudian 1 tetes indikator PP pada tabung reaksi pertama dan 1 tetes indikator mm pada tabung reaksi kedua. + PP + mm

1,0 ml HCl

+ PP

+ mm

2.

1,0 ml CH3COOH 0,05 M

+ PP 3.

+ mm

NaOH (PP) + CH3COOH (PP) NaOH (PP) + HCl (PP) NaOH (mm) + CH3COOH (mm) NaOH (mm) + HCl (mm)

Masukkan juga 1,0 ml HCl kedalam dua tabung reaksi yang lain dan tambahkan 1 tetes indikator PP pada tabung reaksi pertama dan 1 tetes indikator mm pada tabung reaksi kedua. Amati perubahan warna masing-masing larutan. Masukkan masingmasing 1,0 ml larutan CH3COOH 0,05 M kedalam dua tabung reaksi. Tambahkan 1 tetes indikator PP kedalam tabung reaksi pertama dan 1 tetes indikator mm kedalam tabung reaksi kedua. Kocok dan amati perubahan warna larutan. Campurkan : 1 ml NaOH (PP) dan 1 ml CH3COOH (PP), 1 ml NaOH (PP) dan 1 ml HCl (PP), 1 ml NaOH (mm) dan 1 ml CH3COOH (mm), 1 ml NaOH (mm) dan 1 ml HCl (mm). Kemudian amati perubahan warna larutan.

4.

1 ml K2CrO4

+ + 1 ml 1 ml HCl NaOH 1 M 0,05 M

Kedalam dua tabung reaksi masing-masing dimasukkan 1 ml K2CrO4, kemudian tambahkan kedalam tabung pertama 1 ml HCl 1 M dan kedalam tabung kedua 1 ml NaOH 0,05 M. Amati perubahan yang terjadi.

Artikel Kimia Dasar Reaksi Kimia

5.

1 ml K2Cr2O7

6.

+ + 1 ml 1 ml HCl NaOH 1 M 0,05 M 1 ml Al2(SO4)3 0,1 M

Kedalam dua tabung reaksi masing-masing dimasukkan 1 ml K2Cr2O7, kemudian tambahkan kedalam tabung pertama 1 ml HCl 1 M dan kedalam tabung kedua 1 ml NaOH 0,05 M. Amati perubahan yang terjadi. Kedalam tabung reaksi, tambahkan 1 ml larutan Al2(SO4)3 0,1 M, kemudian tambahkan 5 tetes larutan NaOH 1M

9. 4 ml (NH4)2SO4 + NaOH

Lakmus merah 10. 1 ml Pb(NO3)2 0,1 M + 1 ml larutan NaCl 0,1 M

7.

+ NaOH 1 M 1 ml Al2(SO4)3 0,1 M

8.

+ NaOH 1 M + NH4OH 1M 1 ml ZnSO4 0,1 M

Kedalam tabung reaksi, tambahkan 1 ml larutan Al2(SO4)3 0,1 M, kemudian tambahkan 5 tetes larutan NaOH 1 M. Tambahkan tetes demi tetes NH4OH 1 M dan amati.

Kedalam tabung reaksi yang bersaluran, masukkan 4 ml larutan (NH4)2SO4. Tambahkan NaOH dan segera pasang penyalur gas. Gas yang terbentuk dikenakan pada lakmus yang telah dibasahi air. Campurkan 1 ml larutan Pb(NO3)2 0,1 M dengan 1 ml larutan NaCl 0,1 M. Amati yang terjadi. Kemudian panaskan campuran tersebut sambil dikocok dan catat pengamatan. Campuran didinginkan sambil diamati.

11.

1 ml NaCl 0,5 M + AgNO3 0,1 M

+ NaOH 1 M 1 ml ZnSO4 0,1 M

+ NaOH 1 M + NH4OH 1M

Kedalam tabung reaksi dimasukkan 1 ml ZnSO4 0,1 M kedalam tabung reaksi. Kemudian tambahkan 5 tetes larutan NaOH 1 M. Kedalam tabung reaksi lain dimasukkan 1 ml ZnSO4 0,1 M kedalam tabung reaksi. Kemudian tambahkan 5 tetes larutan NaOH 1 M dan tetes demi tetes NH4OH 1 M dan amati.

12.

1 ml BaCl2 0,1 M + 1 ml K2CrO4 0,1 M

Kedalam tabung reaksi, masukkan 1 ml larutan NaCl 0,5 M, tambahkan 10 tetes AgNO3 0,1 M. Amati perubahan yang terjadi. Kedalam tabung reaksi, masukkan 1 ml larutan BaCl2 0,1 M tambahkan larutan K2CrO4 0,1 M sebanyak 1 ml. Kemudian amati. Kedalam tabung reaksi, masukkan 1 ml larutan BaCl2 0,1 M tambahkan larutan K2Cr2O7 0,1 M sebanyak 1 ml. Kemudian amati.

13.

1 ml BaCl2 0,1 M + 1 ml K2Cr2O7 0,1 M

Artikel Kimia Dasar Reaksi Kimia

14.

1 ml BaCl2 0,1 M + 1 ml HCl + 1 ml K2Cr2O7 0,1 M

Kedalam tabung reaksi, masukkan 1 ml larutan BaCl2 0,1 M, 1 ml HCl dan tambahkan larutan K2Cr2O7 0,1 M sebanyak 1 ml. Kemudian amati. Masukkan kurang lebih 1 g serbuk CaCO3 kedalam tabung reaksi yang bersaluran. Tambahkan larutan HCl. Gas yang terbentuk dialirkan kedalam tabung lain yang berisi larutan Ba(OH)2. Amati perubahan yang terjadi. Kedalam tabung reaksi dimasukkan 1 ml H2C2O4 0,1 M dan 2 tetes H2SO4 2 M. Kemudian panaskan dan teteskan larutan KMnO4 0,05 M sambil dikocok, teteskan terus larutan KMnO4 sampai warnanya tidak hilang lagi. Kedalam tabung reaksi dimasukkan 1 ml larutan campuran besi (II)/Fe2+ 0,1 M dan 2 tetes H2C2O4 2 M, teteskan larutan KMnO4 0,05 M sambil dikocok. Amati dan bandingkan dengan no. 16. Tambahkan sedikit demi sedikit larutan NaOH 1 M kedalam 1 ml larutan CuSO4, tambahkan lagi sampai berlebih.

15.

1 g serbuk CaCO3 + HCl

Ba(OH)2

16.

1 ml H2C2O4 0,1 M + H2SO4 2 M + KMnO4 0,05 M

17.

1 ml Fe2+ 0,1 M + H2C2O4 2 M + KMnO4 0,05 M

18.

1 ml CuSO4 + NaOH 1 M

Amati perubahan yang terjadi. 19. 1 ml CuSO4 Tambahkan sedikit + NH4OH demi sedikit larutan 1M NH4OH 1 M kedalam 1 ml larutan CuSO4, tambahkan lagi sampai berlebih. Amati perubahan yang terjadi. 20. Fe3+ 0,1 M + Campurkan 2 ml 2 ml KSCN larutan besi (III)/Fe3+ 0,1 M 0,1 M dengan 2 ml larutan KSCN 0,1 M. Bagilah menjadi dua bagian kedalam 2 tabung reaksi. Fe3+ 0,1 M + Tambahkan Na3PO4 2 ml KSCN kedalam suatu 0,1 M tabung, sementara + Na3PO4 tabung yang lain digunakan sebagai pembanding. Bandingkan warna kedua larutan. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, didapat hasil sebagai berikut : Tabel 2. Tabel Hasil Pengamatan ReaksiReaksi Kimia No. Reaksi dan Hasil Reaksi 1. NaOH + PP warna larutan merah ungu NaOH + mm warna larutan kuning HCl + PP warna larutan tetap bening HCl + mm warna larutan merah muda 2. CH3COOH + PP warna larutan bening CH3COOH + mm warna larutan merah muda 3. NaOH + PP + HCl + PP warna larutan tetap bening NaOH + mm + HCl + mm warna larutan menjadi merah NaOH + PP + CH3COOH + PP warna larutan tetap bening NaOH + mm + CH3COOH + mm warna larutan menjadi merah 4. K2CrO4 + HCl warna larutan kuning keemasan

Artikel Kimia Dasar Reaksi Kimia

5.

6. 7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14. 15.

16. 17. 18.

K2CrO4 + NaOH warna larutan tetap kuning K2CrO7 + HCl warna larutan tetap Jingga K2CrO7 + NaOH warna larutan kuning muda Al2(SO4)3 + NaOH terbentuk endapan putih Al(OH)3 Al2(SO4)3 + NaOH + NH4OH terbentuk endapan putih pekat Al(OH)3 ZnSO4 + NaOH terbentuk endapan putih Zn(OH)2 ZnSO4 + NaOH + NH4OH terbentuk endapan putih pekat Zn(OH)2 (NH4)2SO4 + NaOH + Kertas Lakmus merah Lakmus merah menjadi biru Pb(NO3)2 + NaCl terbentuk endapan putih PbCl2 Pb(NO3)2 + NaCl (dipanaskan dan dikocok) endapan hilang, larutan bening Pb(NO3)2 + NaCl (setelah didinginkan) larutan bening dan terdapat gelembung gas di permukaan larutan NaCl + AgNO3 larutan berwarna putih keruh dan memiliki endapan, setelah didiamkan larutan menjadi berwarna bening dan endapan berwarna putih AgCl BaCl2 + K2CrO4 terbentuk larutan dan endapan berwarna kuning BaCrO4 BaCl2 + K2Cr2O7 terbentuk larutan kuning tua dengan endapan berwarna kuning muda BaCr2O7 BaCl2 + HCl + K2CrO4 terbentuk larutan kuning tua CaCO3 + HCl terbentuk endapan putih pada larutan Ba(OH)2 H2C2O4 + H2SO4 + KMnO4 warna larutan berubah menjadi coklat Fe2+ + H2SO4 + KMnO4 warna larutan menjadi kuning CuSO4 + NaOH terbentuk 2 lapisan, larutan jernih dan endapan berwarna hijau lumut

CuSO4 + NH4OH terbentuk warna larutan biru muda dengan endapan berwarna biru 20. Fe3+ + KSCN terbentuk warna larutan merah darah Fe3+ + KSCN + Na3PO4 terbentuk warna larutan merah darah yang terang (Sumber : Ahmad Fadil Hilmi, Meja 2, Kelompok D, 2011) Dalam pembahasan reaksi kimia ini, percobaan reaksi kimia di bidang pangan berfungsi untuk identifikasi suatu senyawa/unsur dari suatu larutan, membantu proses pelarutan sampel menggunakan pelarut yang sesuai, membantu proses pemisahan endapan dari suatu larutan sampel, dan dapat memilih indikator (zat suatu zat yang dapat berubah warnanya tergantung pH larutan) yang tepat digunakan saat proses identifikasi sampel. Selain itu juga, reaksi kimia dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari, contohnya kayu yang dibakar berubah menjadi arang (karbon), besi yang berkarat, dll. (Anonim, 2010) Macam-macam reaksi kimia, antara lain : 1. Reaksi netralisasi merupakan reaksi penetralan asam oleh basa dan menghasilkan air. Hasil air merupakan produk dari reaksi antara ion H+ pembawa sifat asam dengan ion hidroksida (OH-) pembawa sifat basa. Contoh reaksi : H+ + OH- H2O 2. Reaksi Pengendapan adalah reaksi zatzat tertentu biasanya selalu menghasilkan zat-zat yang sukar larut dalam air, sehingga mengendap. Contoh reaksi : AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(s) + HNO3(aq) Endapan merupakan partikel padat yang biasa terbentuk dari sintesis kimia partikel terlarut/tersuspensi dalam cairan. Pembentukan endapan menunjukan perubahan sifat kelarutan yang bila terjadi reaksi antara zat yang berbeda, maka zat tersebut tidak seluruhnya larut dalam proses reaksi tersebut, sehingga larutan tersebut mengendap. (Anonim, 2010) 3. Reaksi redoks adalah (reduksi dan oksidasi) adalah reaksi penerimaan dan pelepasan elektron atau reaksi terjadinya penurunan dan kenaikan bilangan oksidasi. Contoh reaksi : Fe(s) + Cu2+(aq) Fe2+(aq) + Cu(s)

19.

Artikel Kimia Dasar Reaksi Kimia

Oksidasi adalah proses penggabungan yang disertai pelepasan elektron dan penambahan (naiknya) bilangan oksidasi. Reduksi adalah proses pengambilan atau pengeluaran oksigen dari suatu zat. yang disertai penerimaan atau penangkapan elektron dan pengurangan (turunnya) bilangan oksidasi. (Wijayanti, 2009) Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, perubahan warna lakmus merah berubah menjadi biru, disebabkan karena zat tersebut bersifat basa . Dan yang termasuk reaksi asam yaitu percobaan nomor 1 point 3 dan 2 point 1, sedangkan reaksi basa yaitu nomor 1 point 1, untuk reaksi pengendapan yaitu nomor 6, 7, 8, 11, 12 dan 13,15 dan 18. Kesalahan dalam melakukan reaksi diantaranya adalah kecerobohan praktikan dalam mencampurkan larutan sehingga hasil reaksi yang kurang maksimal. Berdasarkan percobaan reaksi kimia, dapat disimpulkan bahwa suatu larutan dapat dikatakan mengalami reaksi kimia jika pada larutan tersebut terdapat perubahan warna, perubahan suhu, perubahan bau, timbulnya gas, dan terbentuknya endapan. Setiap zat memiliki sifat kimia yang berbeda-beda. Saran yang ingin penulis sampaikan yaitu agar peralatan yang tersedia di laboratorium bisa lebih lengkap sehingga kegiatan praktikum dapat berjalan dengan cepat, lancar, serta efektif dan efisien.

Underwood A.L dan Day JR. A. (1983), Analisis Kimia Kuantitatif, Erlangga, Jakarta. Sutrisno, E.T, (2011). Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan, Bandung.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, (2010), Reaksi-reaksi kimia, http://chemistry-students.blogspot.com. Accessed : 17 Oktober 2011 Anonim, (2010), Pengertian endapan, http://wikiberita.net/news/166282pengertian-endapan.html. Accessed : 20 Oktober 2011 Wijayanti, (2009), Konsep OksidasiReduksi, http://kimiaasyik.blogspot.com/2009/10/reaksioksidasi-reduksi.html. Accessed : 20 Oktober 2011 Brady, J. E, (1998), Kimia Universitas Asas dan Struktur, Bina Aksara : Jakarta.

LAMPIRAN
No. 1. Reaksi dan Hasil Reaksi NaOH + PP larutan ungu NaOH + mm larutan kuning HCl + PP larutan bening HCl + mm larutan merah muda CH3COOH + PP larutan bening CH3COOH + mm larutan merah muda NaOH (PP) + HCl (PP) larutan ungu tua NaOH (mm) + HCl (mm) larutan orange muda NaOH (PP) + CH3COOH (PP) larutan bening NaOH (mm) + CH3COOH (mm) larutan ungu K2CrO4 + HCl 2KCl + H2CrO4 (larutan kuning keemasan) K2CrO4 + NaOH 2KCl + Na2CrO4 (larutan kuning) K2CrO7 + HCl 2KCl + H2Cr2O7 (larutan orange) K2CrO7 + NaOH 2KCl + Na2Cr2O7 (larutan kuning) Al2(SO4)3 + 6NaOH 3Na2SO4 + 2Al(OH)3 (larutan bening) Al2(SO4)3 + 6NaOH + NH4OH Na2SO4 + 2Al(OH)3 (larutan bening) ZnSO4 + 2NaOH Na2SO4 + Zn(OH)2 (endapan) ZnSO4 + NaOH + NH4OH Zn(OH)2 (endapan) (NH4)2SO4 + NaOH Na2SO4 + NH4OH (larutan bening dan lakmus merah berubah menjadi biru) Pb(NO3)2 + 2NaCl PbCl2 + 2NaNO3 (larutan bening dan terdapat gelembung) NaCl + AgNO3 AgCl + NaNO3 (larutan putih keruh) BaCl2 + K2CrO4 2KCl + BaCrO4 (larutan berwarna kuning muda) BaCl2 + K2Cr2O7 2KCl + BaCr2O7 (larutan kuning tua dan endapan berwarna kuning muda) BaCl2 + HCl + K2CrO4 2KCl + BaCrO4 + 2HCl (larutan berwarna kuning tua) CaCO3 + HCl + Ba(OH)2 Ca(OH)2 + BaCl + H2CO3 (endapan putih dan terdapat gelembung gas) H2C2O4 + H2SO4 + KMnO4 K2C2O4 + HMnO4 (larutan bening dan endapan coklat tua) Fe2+ + H2SO4 + KMnO4 larutan coklat tua (endapan coklat kekuning-kuningan) CuSO4 + 2NaOH Cu(OH)2 + Na2SO4 (endapan hijau lumut) CuSO4 + NH4OH Cu(OH)2 + (NH4)2SO4 (larutan biru dan endapan putih) Fe3+ + KSCN larutan coklat tua kemerah-merahan Fe3+ + 3KSCN + Na3PO4 FePO4 + 3NaSCN + 3K+ (larutan coklat tua kemerah-merahan)

2. 3.

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.