Anda di halaman 1dari 38

BAB III HASIL KEGIATAN

Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Keluarga ini dilaksanakan melalui 2 tahap, yaitu: 3.1 Tahap Persiapan Pada tahap persiapan terlebih dahulu mengadakan orientasi wilayah tempat tinggal keluarga yang akan diberikan asuhan kepperawatan keluarga. Kemudian setelah itu mengadakan kunjungan keluarga untuk pertama kalinya. Pada kunjungan keluarga pertama memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan pada keluarga Tn. S yang beralamatkan di RT 02 RW 16 No. 10 Dsn Sambong Desa Sawentar Kec. Kanigoro Kab. Blitar. Setelah itu dilanjutkan kontrak dengan keluarga mengenai kapan akan dilakukan pengkajian keluarga. 3.2 Tahap Pelaksanaan Dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan Keluarga menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan taha-tahan sebagai berikut :

A. PENGKAJIAN (Tanggal 20 Juni 2003)

a. Identitas Keluarga
1. Identitas Kepala Keluarga Nama Tempat / tgl lahir Pendidikan : Tn.S : Lodoyo, 1 Juli 1942 : SD tidak tamat

: Dsn. Sambong RW XVI RT III No. 10 Pekerjaan : Tidak bekerja

2. Komposisi Keluarga
No 1. 2. Nama Ny.Me Tn.Mu Umur 55 th 36 th Gender (L/P) P L Hubungan dg KK istri anak Pendidikan Tdk sekolah SMP Pekerjaan Buruh lepas TKI

3. 4. 5 6 7

Ny.Ya Ny.En Tn.Su Tn.Hi An.Ay

31th 26 th 36 th 31 th 4 th

P P L L P

anak anak menantu menantu cucu

SD SMA SMP SMP Blm sekolah

IRT IRT Tdk bekerja TKI

3. Genogram:

HT

Keterangan : Laki-laki Perempuan Anak kandung Serumah

Meninggal Meninggal Menikah Klien

4. Tipe Keluarga Tipe keluarga Tn. S adalah three generation family, yang terdiri dari Tn. S, istri, anak, menantu dan cucu. 5. Suku Bangsa Tn. S mengatakan bahwa keluarganya merupakan suku jawa dan hidup di lingkungan etnis jawa. 6. Agama Semua anggota keluarga Tn.S beragama Islam. 7. Status Sosial Ekonomi keluarga Sudah 4 tahun Tn. S tidak bekerja karena sakit. Untuk membiayai kebutuhan sehari-hari keluarga, penghasilan diperoleh dari menantunya yang bekerja di luar negeri sebagai TKI. Keluarga mengatakan, kiriman dari menantunya tidak pasti Rp. 750.000,00 / bulan.Untuk penghasilan tambahan, Ny. Me bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan Rp. 12.000,00/hari. Dari penghasilan tersebut digunakan bersama untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Menurut pengakuan Tn. S, penghasilan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan 1 bulan tanpa ada tabungan. 8. Aktivitas Rekreasi Keluarga Kegiatan yang dilakukan keluarga, biasanya bermain ke rumah tetangga, melihat televisi bersama. Keluarga mengatakan tidak pernah rekreasi keluar rumah

b. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini. Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah tahap keluarga mulai melepas anak sebagai dewasa. 2. Tahap perkembangan yang belum terpenuhi. Tn. S belum mampu melepas anaknya keluar rumah ( mandiri sebagai keluarga baru di masyarakat ). Ny. Ya, suaminya ( Tn. Su ) dan anaknya ( An. Ay ) masih tinggal serumah dengan Tn. S. Begitupun juga dengan Ny. En yang sudah bersuami ( Tn. Hi ) 3. Riwayat kesehatan keluarga saat ini Tn. S mengatakan mempunyai sakit asma sejak 4 tahun yang lalu dan tekanan darahnya sering tinggi ( >150/110 mmHg ). Tn. S mengetahui sakit darah tinggi setelah memeriksakan diri ke mantri terdekat. Tn. S kurang memahami tentang penyakit yang dideritanya yaitu asma dan hipertensi. Tn. S hanya mengetahui kalau asma tersebut hanya sesak nafas biasa. Tn S berhenti merokok sejak asmanya kambuh 2 tahun yang lalu.

Ny. Me mengatakan kakinya setelah digunakan untuk beraktivitas terasa keju dan linu. Dan menurutnya itu adalah hal yang biasa. Ny. Me menganggap keju linunya tersebut akan hilang dengan sendirinya apabila digunakan untuk istirahat. Ny. Ya mengatakan tidak punya masalah kesehatan Ny. En mengatakan saat ini sedang hamil 28 minggu dan tidak mempunyai keluhan apa-apa. Ny. En mengkonsumsi makanan apa saja tanpa mengetahui nutrisi yang baik untuk diri dan janinnya. Tn. Su mengatakan tidak punya masalah kesehatan. Tn. Su sudah berhenti merokok sejak 1 tahun yang lalu. Cucu Tn. S ( An. Ay ) tidak punya maslah kesehatan. Tiap bulan masih rutin di bawa ke Posyandu.

4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya. Tn. S mengatakan tidak ada keluarga yang menderita Kencing manis maupun darah tinggi. Orang tuanya meninggal karena usia bukan karena sakit.

c. Data Lingkungan
1. Karakteristik Rumah Luas rumah yang ditempati 72 m2 dengan tipe rumah permanen dan atap rumah terbut dari genting. Lantai ruangan dari plester dan khusus dapur dari tanah. Jumlah ruangan terdiri dari 2 ruang tamu, ruang tengah, 4 kamar tidur,ruang makan, tempat ibadah. Dapur dan kamar mandi terpisah dari rumah. Sumber air untuk masak, minum dan mandi dari sumur. Pengaturan rumah teratur tetapi kurang terawat. Rumah tampak agak kotor, disamping itu ruang tamu juga berfungsi sebagai tempat meletakkan motor. Ruang tengah tampak berantakan. Pencahayaan rumah terang, ventilasi rumah baik terdapat diruang tamu dan di setiap ruang tidur. Penerangan malam hari menggunakan listrik. Pembuangan limbah rumah di penampungan. Pembuangan sampah di bakar jadi satu. Kebiasaan memasak menggunakan kayu dan kompor.

Denah Rumah:

----12 meter -------

R.tidur

R.tamu

R.kosong

6 meter
R.kosongr

R.t idur

R.solat K.mandi

2 meter

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitasnya

Rumah Tn. S merupakan hunian yang terdiri dari penduduk yang bersifat homogen ( keturunan Jawa ). Mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh tani. Lingkungan sekitar tampak kering dan berdebu. Keluarga Tn.S termasuk keluarga yang sudah lama bertempat tinggal di lingkungan tersebut ( sejak Tn. S menikah ) sehingga tampak terjalin hubungan yang baik dengan tetangganya terbukti ketika mahasiswa sedang berkunjung ke rumah Tn. S, keluarga Tn. S tampak sedang bercengkerama dengan tetangga. Disamping itu, jika ada acara selamatan di lingkungannya, Tn. S pasti dipanggil untuk menghadiri acara tersebut. 3. Mobilitas Geografis Keluarga Tn. S berasal dari Lodoyo. Sejak menikah dengan Ny. Me tahun 1968, Tn. S bertempat tinggal di Rt 03 Rw 16 dsn Sambong Desa Sawentar hingga saat ini. 4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat Ny. Me dan Ny. Y rutin mengikuti perkumpulan yasinan dan arisan tiap hari sabtu. Tn. S kadang masih mengikuti perkumpulan-perkumpulan. An. A tiap sore mengikuti kegiatan mengaji di lingkungannya dan masih rutin mengunjungi posyandu tiap bulan minggu kedua. Keluarga sering mengikuti sholat berjamaah terutama sholat magrib di masjid dekat rumahnya. Ny. Me mengatakan hubungan dengan warga terjalin baik, terbukti jika ada tetangga yang sakit saling menjenguk. 5. Sistem Pendukung Keluarga Setiap mempunyai masalah, keluarga selalu memecahkan bersama, sling memberi dukungan. Keluarga tidak mempunyai kartu sehat. Apabila ada anggota keluarga yang sakit maka segera di bawa ke mantri terdekat.

d. Struktur Keluarga
1. Struktur Peran Tn. S sebagai kepala keluarga, yaitusebagai ayah, suami, mertua dan kakek. Sudah 2 tahun Tn. S tidak bekerja karena sakit. Ny. Me sebagai istri Tn. S, ibu, mertua dan nenek. Ny. Me disamping sebagai Ibu Rumah Tangga, semenjak suaminya tidak bekerja juga mencari penghasilan tambahan keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Ny. Ya sebagai anak Tn. S, istri (Tn. Su) dan ibu ( An. Ay ) Ny. Y tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga yang berbelanja, memasak di rumah.

Ny. En sebagai anak (Tn. Su), istri (Tn. Hi). Suami Ny. En bekerja di luar negeri sebagai TKI. Ny. En hanya dirumah saja membantu pekerjaan di rumah. Tn. S sebagai menantu, suami dan ayah. Tn S baru pulang dari Malaysia. Saat ini Tn. Sektap tidak bekerja, hanya di rumah saja. An. Ay sebagai cucu (Tn. S) anak (tn. Su dan ny. Me )

2. Nilai Dan Norma Keluarga Nilai dan norma yang berlaku di keluarga mengikuti nilai dan norma yang ada di masyarakat. Tn. S dan keluarga dari keturunan suku Jawa dan beragama Islam sehingga budaya jawa dan Islam sebagai kultur yang dominan dari keluarga, seperti : harus menghormati orang yang lebih tua, mengucapkan salam apabila masuk dan keluar rumah. 3. Pola Komunikasi Keluarga Keluarga Tn. S adalah orang Jawa sehingga bahasa yang digunakan dalam berinteraksi juga bahasa jawa. Komunikasi antara anggota keluarga terjalin baik terutama saat menonton TV dimalam hari. Jika ada suatu masalah biasanya diselesaikan dengan musyawarah. 4. Struktur Kekuatan Keluarga Dalam keluarga, setiap masalah dipecahkan bersama-sama. Ny. Me mengatakan tidak ada yang mempunyai peran utama pemegang keputusan.

e. Fungsi Keluarga 1. Fungsi Ekonomi


Tn.S sudah 2 tahun tidak bekerja karena sakit. Ekonomi keluarga bersumber dari kiriman menantunya yang bekerja di luar negeri. Untuk menambah penghasilan, Ny. Me bekerja sebagai buruh tani. Menurut Ny. Me pendapatan keluarga selalu habis untuk kebutuhan perbulannya (marginal).

2. Fungsi Sosialisasi
Interaksi antar anggota keluarga terjalin baik meskipun hidup dalam keluarga besar jarang terjadi konflik dan setiap ada masalah selalu dibicarakan bersama. Hubungan dengan tetangga cukup baik, apabila ada tetangga yang punya hajat, Ny. Me selalu membantu. Anak Tn. Su biasanya bermain disekitar rumah dengan teman-temannya. Ny.Ya selalu mengatakan pada anaknya tidak boleh bertengkar, harus rukun sesama teman dan setiap jam 12.00 harus

pulang untuk makan siang dan istirahat walaupun tidak tidur. Ny.Ya juga sering bermain kerumah tetangga dengan anaknya. Jika di undang ke acara kondangan, Tn. S sering datang memenuhi undangan tersebut.

3. Fungsi Pendidikan
Keluarga Tn. S rata-rata tidak menempuh pendidikan yang tinggi. Tn. S mengatakan tidak ada biaya untuk menempuhnya. Saat ini An. Ay akan memasuki TK.

4. Fungsi Perawatan Atau Pemeliharaan Kesehatan


a) Kemampuan mengenal masalah kesehatan Keluarga mengatakan mengetahui bahwa Tn. S menderita asma dan hipertensi tetapi keluarga belum memahami segala sesuatu tentang penyakit tersebut. Terbukti ketika diberi pertanyaan, keluarga belum mampu menjawabnya dengan benar. Ny. Me mengatakan keju linu yang dialaminya merupakan hal yang biasa, dan akan sembuh dengan sendirinya bila digunakan untuk istirahat. Ny. Me belum memahami betul tentang keju linu. Ny. En mengatakan sedang hamil 28 minggu dan kurang tahu tentang nutrisi yang baik untuk kehamilannya ini. b) Kemampuan mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan Jika Tn.S mulai merasa pusing lagi maka hanya dibuat istirahat di rumah, segera makan buah belimbing, tidak segera diperiksakan ke tenaga kesehatan. Jika asmanya kambuh, keluarga segera membawa Tn. S ke mantri terdekat. Ny. Me jika keju linunya kambuh, kakinya hanya di luruskan saja dan di buat istirahat. Ny. En rutin memeriksakan kehamilannya ke bidan terdekat. Ny. En makan makanan apa saja tanpa memperhatikan nutrisi yang baik untuk kehamilannya tersebut. c) Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit Ny. Me memberikan makanan dengan mengurangi garam, makanan berlemak dan menghindari kopi. Karena menurutnya makanan tersebut bisa menyebabkan sakit Tn. S kambuh. Ny. Me mengatakan jika ada angggota keluarga yang sakit hanya dibawa ke mantri terdekat saja. d) Kemampuan keluarga memelihara/ memodifikasi lingkungan rumah yang sehat.

Keluarga mengatakan membuang sampah dengan dibakar jadi satu. Pembuangan air limbah dibuang di penampungan. Keluarga mengatakan setiap hari membersihkan rumah, baik bagian dalam rumah juga bagian depan/ luar rumah. Keadaan tanah kering dan berdebu. e) Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan Keluarga mengatakan jarak rumahnya dengan Puskesmas Kanigoro sekitar 4 km. Selain itu di lingkungan tersebut juga terdapat posyandu dan bidan. Keluarga mengatakan bila ada anggota keluarga yang sakit maka akan membawanya ke mantri terdekat.

5. Fungsi Reproduksi
Ny. Me mengatakan sudah menophouse sejak 7 tahun yang lalu. Ny. Ya mengatakan sejak melahirkan tidak mengikuti KB hingga saat ini dan saat ini mempunyai 1 anak yang berumur 4 tahun. Fungsi religius

6. Fungsi Religius
Keluarga Tn. S beragama Islam dan biasa menjalankan ibadah di rumah maupun di masjid. Keluarga tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu kecuali berhalangan. Cucu Tn. S sudah diajarkan pendidikan agama sejak dini

7. Fungsi rekreasi
Keluarga tidak pernah rekreasi ke luar rumah . Mereka hanya berkumpul bersama dan melihat Tv untuk hiburan.

8. Fungsi Afektif
Dalam keluarga sikap saling menghargai dan menyayangi ditekankan sejak kecil. Diantara anggota keluarga harus saling menghormati dan memberikan dukungan.

f. Stress dan koping


1. Stressor Jangka Pendek Dan Jangka Panjang a). Stressor jangka pendek Keluarga mengatakan saat ini memikirkan masalah kesehatan yang terjadi dalam keluarganya (Tn. S).

b). Stressor jangka panjang Keluarga memikirkan nasib anaknya yang masih belum bisa mandiri berumah tangga misalnya saja memiliki rumah sendiri (Ny. Ya dan Ny. En) 2. Kemampuan keluarga dalam berespon terhadap stressor Keluarga memberikan dorongan dan semangat pada anggota keluarga yang memiliki masalah. Keluarga juga membantu memecahkan masalah yang ada di keluarga tersebut dengan bermusyawarah. Setelah itu keluarga berusaha dan berdoa untuk bisa keluar dari masalah tersebut. 3. Strategi koping yang digunakan Keluarga menerima keadaan masing-masing anggota keluarga apa adanya dan tetap berusaha menyelesaikan masalah yang ada. Disamping itu akan lebih mendekatkan diri pada ALLAH SWT, karena smua atas kehendak-Nya. 4. Strategi Koping Disfungsional Bila salah satu anggota keluarga ada yang salah, anggota keluarga yang lain saling mengingatkan.

g. Pemeriksaan Kesehatan Tiap Individu Anggota Keluarga


1). Tn. S Tekanan Darah Berat Badan Nadi RR : 200/ 80 mmHg : 41 kg : 88 x / menit : 32 x / menit

Keadaan fisik menunjukkan sehat, suara nafas tampak tersenggal-senggal dan pendek 2). Ny. Me Tekanan Darah Nadi : 100/70 mm Hg : 80 x / menit

Keadaan fisk tampak sehat. Terkadang Ny. Me memegangi lututnya. 3). Ny. Ya Tekanan Darah Nadi : 120/80 mmHg : 80 x / menit

Keadaan fisik tidak menunjukkan kelainan. 4). Ny. En

Tekanan Darah Nadi Berat Badan

: 110/70 mmHg : 88 x / menit : 49 Kg

Keadaan fisik, perut tampak membesar, usia kehamilan 28 minggu, TFU 3 jari diatas pusat, tidak ada keluhan. 5). Tn. Su Tekanan Darah Nadi Berat badan : 110/80 mmHg : 88 x / menit : 61 Kg

Keadaan fisik menunjukkan sehat, tidak ada keluhan 6). An. Ay Berat Badan Tnggi Badan : 15 Kg : 110 cm

Keadaan fisik tampak sehat, tidak ada keluhan.

h. Harapan Keluarga
Keluarga sangat berharap agar masalah keluarga yang dihadapi dapat berkurang dan adanya bantuan dari petugas kesehatan untuk mengurangi masalah tersebut.

A. ANALISA DAN SINTESA DATA No Data penunjang Masalah Penyebab

1.

DS : - Tn.S mengatakan tidak sakit Tn.S mengatakan luka

Ketidak mampuan pada mengenal masalah

Kurang pengetahuan Ketidaktahuan

lengannya tidak sembuh-sembuh

- Tn.S mengatakan sering gringgingan kesehatan pada kaki dan lututnya (kencing

- Keluarga Tn.S mengatakan penyakit manis) kencing manis apa saja yang harus dihindari dan apa tandanya. DO : - Terdapat luka pada kedua lengan - GDA :

DS : - Tn.S mengatakan tidak sakit yang 2. berat cuma sering pusing biasa - Tn.S mengatakan tensinya normal Ketidak untuk orang tua antara 140-160 mampuan mmHg mengenal Kurang pengetahuan, ketidaktahuan

- Tn.S mengatakan tidak sirik terhadap masalah makanan DO : - Tn.S tampak minum kopi - TTV : - TD : 160 mmHg - N : 80 x / menit - Suhu : 36.3 o C - RR : 20 x / menit DS : 3. - Tn.S mengatakan terasa pegal-pegal Ketidak pada kaki dan lutut - Tn.S mengatakan tidak sirik makanan DO : mampuan mengenal masalah Kurang pengetahuan, ketidaktahuan kesehatan (hipertensi)

- Tn.S bertanya tentang pegal-pegalnya kesehatan

apa bisa diobati - Tn.S bertanya apa saja yang harus dihindari

(pegal linu)

DS : 4. Ny.S mengatakan jika malamhari penyakitnya sering kambuh (sesak) Ny.S mengatakan jika Resiko Kurang pengetahuan mengenai TBC

makan kekambuhan ulang (TBC)

gorengan sesaknya sering kambuh Ny.S mengatakan orang tuanya (ibunya) meninggal karena sesak - Ny.S mengatakan bahwa dulu 4 tahun yang lalu menderita sesak dan batuk selama 1 dan mendapat pengobatan dari dokter 6 bulan berturut-turut. Ny.S mengatakan membersihkan rumah (menyapu) tiap pagi hari. - Ny.S mengatakan tiap 1 minggu - sekali membersihkan selurh rumah tapi jika kelihatan kotor.

DO : - Waktu pengkajian Ny.S tidak sesak dan tidak batuk - TTV : - TD : 100 / 80 mmHg - N : 80 x / menit - Termometer : 36.5 o C - RR : 20 x / menit - Lantai kotor dan berdebu. - Sandal didalam rumah dipakai. - Genteng tidak ada yang dari kaca Resiko timbulnya masalah kesehatan (penyakit) Kurang pengetahuan keluarga mengenai pemeliharaan lingkungan/rumah sehat.

pada

atap

rumah,

sehingga

pencahayaan kurang. Ventilasi dapur tidak ada, dapur tampak lembab terbuat dari tanah.

DS : - Tn.S mengatakan merokok tiap hari habis 10 batang 5. - Tn.M mengatakan merokak Tiap hari Ketidak habis 1 bungkus. mampuan Kurang pengetahuan, ketidaktahuan

Tn.S mengatakan sejak merokok mengenal tidak pernah sakit. DO : masalah kesehatan

- Waktu dilakukan pengkajian Tn.S akibat rokok sedang merokok.

B. PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA

No 1.

Diagnosa Keperawatan Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan (kencing manis) berhubungan dengan kurang pengetahuan/ketidaktahuan fakta akibat kurang adanya informasi

2.

Ketidak

mampuan

keluarga

mengenal

masalah

kesehatan

(hipertensi)

berhubungan dengan kurang pengetahuan/ketidaktahuan fakta akibat kurang adanya informasi

3.

Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan (keju

linu)

berhubungan dengan kurang pengetahuan/ketidaktahuan fakta akibat kurang adanya informasi

4.

Resiko kekambuhan ulang (TBC) berhubungan dengan kurang pengetahuan keluarga mengenai (TBC).

5.

Ketidak mampuan mengenal masalah kesehatan akibat rokok berhubungan dengan Kurang pengetahuan fakta akibat kurang adanya informasi

C. SKORING PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA 1. Diagnosa keperawatan : Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan (kencing manis) berhubungan dengan kurang pengetahuan/ketidaktahuan fakta akibat kurang adanya informasi No. DX Kriteria Skore Pembenaran

a. Sifat masalah (bobot 3 / 3 x1 = 1 1) Skala : 3 : Aktual 2 : Resiko 1 : Sejahtera b. Kemungkinan masalah dapat diubah (bobot 2) 1 / 2 x 2 = 1 Skala : 2 : Mudah 1 : Sebagian 0 : tidak dapat

Tn.S sering gringgingan dan terdapat luka pada tangannya sulit sembuh, GDA :

Tersedia sumber daya masyarakat (dokter, perawat, puskesmas) yang dapat dimanfaatkan. Sumber daya keuangan pas pasan, motivasi untuk berobat tidak ada tapi dari keluarga Tn.S punya motivasi untuk berobat. Lukanya tidak sembuh-sembuh jika gula dalam darahnya tinggi maka perlu pencegahan dengan menurunkan glukosa dalam darahnya, dengan mengurangi makan manis-manis dan obat-obatan

c. Menonjolnya masalah dapat dicegah (bobot 1) 3/3x1=1 Skala : 3 : Tinggi 2 : Cukup 1 : Rendah d. Menonjolnya asalah (bobot 1) Skala : 2 : Berat segera ditangani 2/2x2=2 1 : Tidak perlu segera ditangani 0 : Tidak dirasakan

Keluarga mengatakan bahwa kencing manis yang diderita Tn.S harus cepat ditangani karena keluarga Tn.S takut seperti orang tuanya Tn.M lukanya berbau dan tidak sembuh-sembuh. Tapi Tn.S jika diajak untuk periksa tidak mau.

Total

2.

Diagnosa keperawatan : Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan (hipertensi) berhubungan dengan kurang pengetahuan/ketidaktahuan fakta akibat kurang adanya informasi No. DX. 2 Kriteria a. Sifat masalah (bobot 1) Skala : 3 : Aktual 2 : Resiko 1 : Sejahtera Skore 3/3 x 1 = 1 Pembenaran Tn.S mengatakan sering pusing. Tn.S mengatakan tidak sakit apa-apa. Jika Tn.S kecapean dari sawahnya biasanya kepalanya terasa pusing. Setelah ditensi tekanan darahnya 160/80 mmHg. Tn.S tidak sirik makanan.

b.

Kemungkinan masalah dapat diubah (bobot 2) 2/2 x 2 = 2 Skala : 2 : Mudah 1 : Sebagian 0 : tidak dapat

Tersedia sumber daya masyarakat (dokter, perawat, puskesmas) yang dapat dimanfaatkan. Sumber daya keuangan pas pasan, motivasi untuk berobat tidak ada tapi dari keluarga Tn.S punya motivasi untuk berobat. Keluarga tidak mempunyai kesibukan kalau cuma merawat anggota keluarga yang sakit karena keluarga menganggap kesehatan merupakan hal yang penting bagi mereka. Mereka saling mengingatkan atau membawanya untuk berobat jika ada anggota keluarganya yang sakit. Tn.S mengatakan bahwa darah tinggi yang diderita biasa untuk orang tua dan keluarga Tn.S mengatakan juga itu hal biasa dan sudah normal terjadi untuk orang yang sudah tua dan tidak perlu segera ditangani.

c.

Menonjolnya masalah dapat dicegah (bobot 1) Skala : 3 : Tinggi 2/3x1=2/3 2 : Cukup 1 : Rendah

Menonjolnya masalah (bobot 1) Skala : 2 : Berat segera ditangani 1/2x1=1/2 1 : Tidak perlu segera ditangani 0 : Tidak dirasakan 4 1/3

d.

3. Diagnosa keperawatan : Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan (keju linu) berhubungan dengan kurang pengetahuan/ketidaktahuan fakta akibat kurang adanya informasi No. DX. 3 Kriteria a. Sifat masalah (bobot 1) Skala : 3 : Aktual 2 : Resiko 1 : Sejahtera b. Skore 3/3 x 1 = 1 Pembenaran Tn.S mengatakan tidak sakit apa-apa cuma sering pegal-pegal pada kaki dan lututnya. Tn.S tidak sirik makanan.

Kemungkinan masalah dapat diubah (bobot 2) 2/2 x 2 = 2 Skala : 2 : Mudah 1 : Sebagian 0 : tidak dapat

Tersedia sumber daya masyarakat (dokter, perawat, puskesmas) yang dapat dimanfaatkan. Sumber daya keuangan pas pasan, motivasi untuk berobat tidak ada tapi dari keluarga Tn.S punya motivasi untuk berobat. Tn.S tidak sirik pada makanan.

c.

Menonjolnya masalah dapat dicegah (bobot 1) Skala : 3 : Tinggi 2/3 x 1 = 2/3

Keluarga tidak mempunyai kesibukan kalau Cuma merawat dan

2 : Cukup 1 : Rendah

mengingatkan terhadap pantangan penyakitnya anggota keluarga yang sakit karena keluarga menganggap kesehatan merupakan hal yang penting bagi mereka. Mereka saling mengingatkan atau membawanya untuk berobat jika ada anggota keluarganya yang sakit. Tn.S mengatakan bahwa keju linu yang diderita biasa untuk orang tua dan keluarga Tn.S mengatakan juga itu hal biasa dan sudah normal terjadi untuk orang yang sudah tua dan tidak perlu segera ditangani.

Menonjolnya masalah (bobot 1) Skala : 1/2 x 1 = 1/2 2 : Berat segera ditangani 1 : Tidak perlu segera ditangani 0 : Tidak dirasakan 4 1/3 4.

d.

Diagnosa keperawatan : Resiko kekambuhan ulang (TBC) berhubungan dengan kurang pengetahuan keluarga mengenai (TBC). No. DX. 4 Kriteria a. Sifat masalah (bobot 1) Skala : 3 : Aktual 2 : Resiko 1 : Sejahtera Skore 3/3 x 1 = 1 Pembenaran Ny.S mengatakan tidak jika malam hari, makan gorengan dan kena debu sesaknya sering kambuh. Sehingga sesak Ny.S segera ditangani dan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan sesak. Tersedia sumber daya masyarakat (dokter, perawat, puskesmas) yang dapat dimanfaatkan. Sumber daya keuangan pas pasan, motivasi untuk berobat berobat baik, jika Ny.S sakit segera dibawa ke dokter. Sesak yang diderita Ny.S akan biasanya kambuh pada malam hari dan bila makan gorengan serta bila kena debu, sehingga untuk mencegah timbulnya sesak berulang menghindari hawa dingin, tidak makan makanan yang digoreng dan menjauhi dari debu. Keluarga Ny.S mengatakan bahwa sesak yang diderita Ny.S perlu segera ditangani, karena masih seringkambuh kadang tiap malam hal ini membuat keluarganya terutama yang ngompul seperti Tn.M

b.

Kemungkinan masalah dapat diubah (bobot 2) 2/2 x 2 = 2 Skala : 2 : Mudah 1 : Sebagian 0 : tidak dapat

c. Potensial masalah dapat dicegah (bobot 1) Skala : 3 : Tinggi 2/3 x 1 = 2/3 2 : Cukup 1 : Rendah

d.

Menonjolnya (bobot 1)

masalah

Skala : 2 : Berat segera ditangani 1 : Tidak perlu segera ditangani 0 : Tidak dirasakan

2/2 x 1 = 1

tidak tega.

4 2/3

5. Diagnosa keperawatan : Resiko tinggi timbulnya masalah kesehatan (penyakit) berhubungan dengan kurang pengetahuan keluarga mengenai pemeliharaan lingkungan sehat/rumah sehat. No. DX. 5. Kriteria Skore Pembenaran Tn.S merokok tiap hari habis 10 batang. Tn.M mengatakan menghabiskan 1 bungkus per hari

a. Sifat masalah (bobot 3/3 x 1 = 1 1) Skala : 3 : Aktual 2 : Resiko 1 : Sejahtera b. Kemungkinan 1/2 x 2 = 1 masalah dapat diubah (bobot 2) Skala : 2 : Mudah 1 : Sebagian 0 : tidak dapat

sehari-hari, sedangkan masalah kotor yang ada dalam rumah seperti kotoran akibat alas kaki luar dibawa masuk kedalam rumah, keluarga kurang sadar akan pentingnya kesehatan. Sedangkan untuk memodifikasi keluarga punya keinginan tapi tidak punya dana agar alaskai katanya tidak dibawa masuk kedalam rumah.

c.

Potensial masalah 2/3 x 1 = Keluarga tidak banyak berharap dapat dicegah (bobot 2/3 karena sulit untuk merubah 1) rumah. Sedangkan masalah Skala : 3 : Tinggi kotor yang disebabkan 2 : Cukup kebiasaan keluarga Tn.S cukup 1 : Rendah bisa dirubah tergantung motivasi keluarga Tn.S.

Menonjolnya 1/2 x 1 = Keluarga Tn.S mengatakan masalah (bobot 1) 1/2 kondisi rumahnya memang Skala : tidak bagus dan kotor yang 2 : Berat segera ditangani diakibatkan alas kakinya dibawa 1 : Tidak perlu segera masuk. Tapi karena sudah ditangani terbiasa hal tersebut tidak jadi 0 : Tidak dirasakan masalah (tidak dirasakan mengganggu kehidupannya) 3 1/3

d.

D. PETAPAN PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA Prioritas 1 Diagnosa Keperawatan Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan (kencing manis) berhubungan dengan kurang pengetahuan/ketidaktahuan fakta akibat Skore 5

kurang adanya informasi

Resiko kekambuhan ulang (TBC) berhubungan dengan kurang pengetahuan keluarga mengenai (TBC).

4 2/3

Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan (hipertensi) berhubungan dengan kurang pengetahuan/ketidaktahuan adanya informasi fakta akibat kurang

4 1/3

Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan (keju linu) berhubungan dengan kurang pengetahuan/ketidaktahuan adanya informasi fakta akibat kurang

4 1/3

Ketidak mampuan mengenal masalah kesehatan akibat rokok berhubungan dengan Kurang

3 1/3

pengetahuan fakta akibat kurang adanya informasi

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN NUTRISI BAGI IBU HAMIL IDENTIFIKASI MASALAH Ny. En sedang hamil 28 minggudan mengatakan mengkonsumsi makanan apa saja tanpa mengetahui nutrisi yang baik untuk kehamilannya.

DIAGNOSA EDUKATIF Ktidakmampuan mengenal masalah kesehatan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi

PRIORITAS MASALAH Meningkatkan pengetahuan Ny. En dan keluarga SASARAN Ny. En dan keluarga TOPIK Nutrisi bagi ibu hamil

TUJUAN A. Tujuan Umum Setelah mendapat pendidikan kesehatan selama 1 x kunjungan tentang nutrisi bagi ibu hamil, diharapkan Ny. En dan keluarga mengerti dan memahami tentang nutrisi yang baik bagi ibu hamil B. Tujuan Khusus Setelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan Ny. En dan keluarga mampu : 1. Menjelaskan perngertian nutrisi ibu hamil 2. Menjelaskan manfaat nutrisi bagi ibu hamil 3. Menyebutkan kandungan gizi seimbang bagi ibu hamil 4. Menyebutkan makanan yang tidak dianjurkan bagi ibu hamil 5. Menyebutkan pengaruh kekurangan gizi pada ibu hamil

I. STRATEGI PEMBELAJARAN Strategi yang akan dipakai dalam kegiatan pendidikan kesehatan adalah : Melakukan kontrak dengan Ny. En dan keluarga Menyiapkan lingkungan yang kondusif Memulai kegiatan penyuluhan a. Memulai kegiatan ( memberi salam)

b. Mengkaji tingkat pengetahuan klien sebelum diberikan pendidikan kesehatan c. Memberikan materi

d. Melakukan diskusi dengan Ny. En dan keluarga Melakukan evaluasi dan memberikan pertanyaan lisan Menutup penyuluhan dan menyimpulkan materi

II. MATERI BELAJAR Lingkup bahasan materi meliputi : 1. Pengertian nutrisi bagi ibu hamil 2. Manfaat nutrisi pada ibu hamil 3. Kandungan gizi seimbang pada ibu hamil trimester III 4. Makanan yang tidak dianjurkan pada ibu hamil 5. Contoh menu ibu hamildalam sehari 6. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam makanan

METODE BELAJAR Ceramah, diskusi, tanya jawab MEDIA Leeflet RENCANA EVALUASI

Evaluasi kognitif tentang penguasaan materi Jenis soal Bentuk soal Jumlah soal : Subyektif tes : Uraian singkat : 5 soal

Prosedur test : Tes lisan

1. Jelaskan perngertian nutrisi ibu hamil 2. Jelaskan manfaat nutrisi bagi ibu hamil 3. Sebutkan kandungan gizi seimbang bagi ibu hamil 4. Sebutkan makanan yang tidak dianjurkan bagi ibu hamil 5. Sebutkan pengaruh kekurangan gizi pada ibu hamil

I. JADWAL KEGIATAN Tanggal Waktu Tempat Sasaran Topik Pelaksana

Juli 2006 16.00

Rumah Tn. Ny. S RT 03 dan RW Dsn Sambong Desa Sawentar

En Nutrisi bagi Yeny ibu hamil Devanita Sari

16 keluarga

Blitar, Juli 2006 Mahasiswa

Yeny Devanita Sari 0301300040

MATERI PRMBELAJARAN PENYAKIT ASMA

A. Pengertian Asma Asma dalah penyakit sumbatan jalan nafas yang dapat pulih dan kambuh yang ditandai dengan batuk, esak dan mengi.

B. Faktor Pencetus Asma 1. Alergi, misalnya serbuk, bulu binatang, debu, makanan, asap, bau-bauan, dll. 2. Infeksi saluran nafas. 3. Bahan iritan, misalnya minyak wangi, asap rokok, dan bau-bauan tajam. 4. Perubahan cuaca yang ekstri, misal udara dingin. 5. Kegiatan jasmani yang terlalu berat, misalnya lari dan bekerja berat. 6. Faktor psikologis, misalanya cemas, emosi, stres.

C. Tanda dan Gejala Penyakit Asma 1. Gejala umum Batuk, menggeh menggeh, mengi. 2. Serangan asma Sering terjadi malam hari, batuk mendadak, sesak, pernafasan lambat dan mengi, batuk sulit dan kering pada awalnya kemudian menjadi batuk berdahak. 3. Tanda tanda lanjut Kebiru-biruan pada bibir, kuku, berkeringat.

D. Komplikasi Asma

ma yang berulang dan tidak sembuh dengan obat biasa.

peradangan pada bronkus.

E. Pencegahan Serangan Asma

aktor pencetus dengan cara : Jaga kebersihan rumah dengan menyapu lantai tiap hari, sering menjemur kasur dan bantal, sprei dan selimut dicuci minimal 2 minggu sekali.

giatan fisik sesuai kemampuan.

t.

num air hangat

bantal tinggi saat sesak menyerang ( setengah duduk ).

efektif dengan cara : Menarik nafas melalui hidung kemudian tahan sampai hitungan 10 kemudian batukkan dengan kuat.

dalam ( tehnik relaksasi ) dengan cara : Tarik nafas melalui hidung sebanyak-banyaknya dengan pernafasan dada, tahan beberapa saat semampunya kemudian keluarkan udara yang di tahan secara perlahan-lahan melalui mulut dengan memoncongkan mulut.

SATUAN ACARA PENYULUHAN HIPERTENSI

TIFIKASI MASALAH Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan pada tangal 20 Juni 2006 pada Tn.S ditemukan adanya masalah yaitu Tn. S kurang memahami tentang penyakit Hipertensi.

NOSA EDUKATIF Kurangnya pengetahuan Tn. S tentang penyakit hipertensi berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi.

RITAS MASALAH Meningkatkan pengetahuan Tn. S tentang penyakit hipertensi

RAN Tn. S dan keluarga yang beralamatkan di RT 03 RW 16 Dsn Sambong Desa Sawentar Kec Kanigoro Kab. Blitar

K / POKOK BAHASAN Hipertensi.

AN EDUKATIF A. Tujuan umum Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi diharapkan klien dan keluarga dapat mengerti dan memahami tentang hipertensi, dan cara pencegahannya serta mentaati atau melaksanakan diit hipertensi.

B. Tujuan khusus Tn. S dan keluarga mampu : 1. Menjelaskan pengertian hipertensi 2. Menyebutkan penyebab hipertensi 3. Menyebutkan tanda dan gejala yang lazim pada hipertensi 4. Menyebutkan akibat hipertensi 5. Menjelaskan cara pencegahan hipertensi

TEGI PEMBELAJARAN 1 Mengadakan kontrak 2 Menyiapkan lingkungan belajar yang kondusif

3 Melaksanakan pendidikan kesehatan dengan cara ; a. Membuka kegiatan

b. Menyampaikan materi c. Melakukan Tanya jawab

d. Menutup kegiatan

ERI 1. Pengertian hipertensi 2. penyebab hipertensi 3. Tanda dan gejala pada hipertensi 4. Akibat hipertensi 5. Cara pencegahan hipertensi

ODE BELAJAR Ceramah dan Tanya jawab

A Leaflet

ANA EVALUASI Evaluasi ditujukan kepada klien dan keluarga, dilaksanakan pada khir proses belajar mengajar, evaluasi belajar meliputi : 1) Menjelaskan pengertian hipertensi

2) Menyebutkan penyebab hipertensi 3) Menyebutkan tanda dan gejala yang lazim pada hipertensi 4) Menyebutkan akibat hipertensi 5) Menjelaskan cara pencegahan hipertensi

WAL KEGIATAN

Tanggal 07 2006

Waktu

Tempat

Sasaran

Topik

Pelaksana Yeny Devanita Sari

Juli 16.00

Rumah Tn. Tn. S dan Hipertensi S RT 03 keluarga

RW 16 Dsn Sambong Desa Sawentar

Mahasiswa

Yeny Devanita Sari 0301300040

MATERI PENYULUHAN HIPERTENSI

A. Pengertian Hipertensi

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana didapatkan tekanan darah > 150/90 mmHg untuk usia lebih dari 45 tahun dan atau tekanan darah > 130 / 80 mmHg pada usia < 45 tahun. B. Faktor Faktor Penyebab Ada 2 faktor yang memudahkan seseorang terkena hipertensi, yaitu : a. Faktor yang tidak dapat dihindari Keturunan Jika seseorang mempunyaiorang tua yang salah satunya terkena hipertensi maka orang tersebut mempunya resiko lebih besar untuk terkena hipertensi daripada orang yang kedua orang tuanya normal. Jenis kelamin Pria pada umumnya lebih mudah terserang hipertensi dibandingkan dengan wanita. Umur Pada umumnya hipertensi pada pria terjadi di atas usia 21 tahun dan wanita terjadi setelah menopause.

b. Faktor yang dapat dihindari Kegemukan Orang yang gemuk mempunyai resiko terserang hipertensi 7 x lipat dibanding wanita yang langsing pada usia yang sama. Merokok dan konsumsi alkohol Merokok dapat menaikkan tekanan darah, karena kandungan rokok dapat meningkatkan penggumpalan darah dan pengapuran pada dinding pembuluh darah Konsumsi garam berlebih

C. Tanda dan Gejala Sakit kepala (pusing) Serasa akan pingsan Penglihatan kabur Pingsan Cepat merasa lelah Tekanan darah meningkat Nyeri dada dan sesak napas Telinga berdengung Sukar tidur

Terasa berat di tengkuk

D. Diet Hipertensi 1) Diet rendah garam Bertujuan untuk menurunkan tekanan darah,mencegah terjadinya pembengkakan dan penyakit jantung. Hal-hal yang perlu diperhatikan : Jangan menggunakan garam dapur yang berlebihan Hindari bahan awetan yang diolah dengan menggunakan garam (terasi, kecap, petis) Batasi minuman bersoda Kurangi makanan yang mengandung bahan kimia. Contoh : mie, sarden.

2) Diet rendah kolesterol dan lemak Bertujuan menurunkan kadar kolesterol dan berat badan Hal-hal yang perlu diperhatikan : Makanan yang perlu dikurangi : keju, mentega, santan, minyak kelapa, daging, hati jerohan, kuning telur, alpukat, durian. Makanan yang dianjurkan : tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, susu skim.

3) Diet tinggi serat Konsumsi : sayuran (daun bawang, bawang putih) protein nabati (kedelai, kacang hijau, kacang tolo) buah-buahan (jambu biji, blimbing, kedondong, anggur, nangka, pisang, pepaya, apel)

E. Akibat Hipertensi Kerusakan organ tubuh seperti otak, jantung, mata, gagal ginjal, kelumpuhan organ gerak (stroke)

F. Cara Pencegahan Diet secara teratur Olah raga secara teratur Menghentikan kebiasaan merokok Mengurangi minum kopi Menjaga kestabilan berat badan Menghindari stress

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN KEJU LINU

IDENTIFIKASI MASALAH Dari hasil kegiatan pengkajian yang dilakukan, didapatkan masalah kurangnya pemahaman pada Ny. Me tentang penyakit keju linu serta penatalaksanannya.

DIAGNOSA EDUKATIF Kurangnya pengetahuan Ny. Me mengenai keju linu berhubungan kurang terpaparnya informasi

PRIORITAS MASALAH Meningkatkan pengetahuan Ny. Me tentang penyakit keju linu dan penatalaksanaannya.

SASARAN Ny. Me dan keluarga

TOPIK Keju Linu

TUJUAN

an umum Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 1 x kunjungan tentang Keju Linu, diharapkan Ny. Me dan keluarga dapat mengerti dan memahami tentang Keju Linu dan cara penanganannya

an khusus Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 1 x 15 menit, diharapkan Ny. Me dan keluarga dapat menjelaskan :

an keju linu

enyebab keju linu

nda keju linu

derita keju linu

eju linu 6. Cara pencegahan keju linu

I. MATERI Materi yang akan disampaikan meliputi : Pengertian keju linu Faktor penyebab keju linu Tanda-tanda keju linu Diet penderita keju linu Akibat keju linu 6. Cara pencegahan keju linu

II. METODE Metode yang akan dipakai dalam pendidikan kesehatan ini adalah : 1. Ceramah 2. Diskusi 3. Tanya jawab

STRATEGI 1. Strategi yang akan dipakai dalam kegiatan pendidikan kesehatan adalah : 2. Melakukan kontrak dengan Ny. Me dan keluarga 3. Menyiapkan lingkungan yang kondusif

4. Memulai kegiatan penyuluhan a. Memulai kegiatan ( memberi salam)

b. Mengkaji tingkat pengetahuan klien sebelum diberikan pendidikan kesehatan c. Memberikan materi

d. Melakukan diskusi dengan para Ny. Me dan keluarga Melakukan evaluasi dan memberikan pertanyaan lisan Menutup penyuluhan dan menyimpulkan materi

SARANA Sarana yang akan dipakai dalam pemberian pendidikan kesehatan adalah leaflet

RENCANA EVALUASI Evaluasi akan dilaksanakan pada saat kegiatan pendidikan kesehatan berlangsung atau pada saat setelah kegitan pendidikan selesai dengan mengajukan pertanyaan : Apakah pengertian dari keju linu? Sebutkan faktor penyebab keju linu! Sebutkan tanda-tanda dari keju linu! Sebutkan diet dari penderita keju linu! Sebutkan akibat dari keju linu! 6 Sebutkan cara pencegahan dan perawatan keju linu dengan kata-katanya sendiri!

I. RENCANA JADWAL PENYULUHAN

Tanggal

Waktu

Tempat

Sasaran

Topik

Pelaksana

Juli 2006

16.00

Rumah Tn. Ny. S RT 03 dan RW Dsn Sambong Desa Sawentar

Me Keju Linu

Yeny Devanita Sari

16 keluarga

Blitar, Juli 2006 Mahasiswa

Yeny Devanita Sari 0301300040

MATERI PENYULUHAN KEJU LINU

G. Pengertian Keju Linu Salah satu gejala dari penyakit yang mengenai sendi dan otot..

H. Macam-macam Keju Linu 1. Keju linu karena penumpukan asam laktat :

Penyebab : c. Usia lebih dari 45 tahun

d. Gemuk, karena beban lutut terlalu berat e. Banyak lari, jalan atau loncat. Keju linu karena penumpukan asam urat : Penyebab : a. Gejala radang sendi karena reaksi peradangan jaringan yang terjadi karena: Pembentukan asam urat yang berlebih Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal Kerusakan ginjal Perombakan dalam usus berkurang. b. Makan yang banyak menganung asam urat (tewel, pete, durian, tape, sawi, bayam, hati, ginjal, ikan sarden, daging kambing) Tanda dan gejala : a. Nyeri pada sendi, pangkal ibu jari kaki. b. Terdapat gumpalan-gumpalan pembengkakan didaerah telinga, siku dan lutut. c. Nyeri datang pada waktu malam hari.

Cara Mencegah dan Mengatasi asam urat a. Berobat ke puskesmas / petugas kesehatan yang lain. b. Diit. Tujuan diit ini adalah menurunkan berat badan pasien yang gemuk serta diit rendah purin (menghindari alcohol, membatasi hati, ginjal, ikan sarden, daging kambing, roti manis, kacang hijau yang berlebih). c. Perbanyak minum air putih.

Pengeluaran urin lebih dari 2 liter perhari akan membantu mengeluarkan asam urat, mengurangi pembentukan endapan di saluran kencing. d. Makan makanan yang dianjurkan Ikan laut Susu Tiram Jahe Jeruk dan buah segar e. Berolah raga (senam Ny. Me dan keluarga) untuk mencegah

osteoporosis/pengeroposan tulang. f. Membiasakan sikap tubuh yang benar.

2. Keju Linu Karena Cidera Penyebab a. Trauma langsung (jatuh terbentur) atau trauma tak langsung misalnya mengangkat beban, membungkuk berlebihan. b. Perubahan karena proses penuaan yaitu penciutan nucleus pulposuspada cakram antar ruas tulang belakang akibat berkurangnya kompponen air dan penebalan anlukus. Lokasi Biasa terjadi di antara tulang belakang bagian tengah. Tanda dan Gejala a. Keluhan awal biasanya nyeri pada punggung bawah yang bisa perlahan-lahan ataupun mendadak dan hebat, nyeri bisa lebih hebat dengan aktivitas berlebihan, mengejan, ataupun bersin. b. Nyeri punggung bawah, menetap ataupun menjalar ke punggung dan sisi belakang paha, tungkai sisi yang terkena c. Sering kesemutan yang menjalar ke kaki yang terkena Perawatan a. Keju linu dengan gejala ringan

Hindari membungkuk/mengejan Berbaring diranjang yang keras dan rata bila terdapat nyeri dan hindari aktivitas yang memperberat nyeri Kompres hangat pada daerah punggung bawah Korset lumbal untuk mencegah gerakan tulang belakang yang berlebihan.

b. Keju linu dengan nyeri hebat Tirah baring total pada alas ranjang yang keras. Papan penyangga dibawah kasur untuk memperkuat permukaan ranjang Mintalah obat nti nyeri ke pelayanan kesehatan Jika gejala sembuh aktivitas perlahan-lahan bertambah setelah beberapa hari atau lebih. Hal-hal yang harus diperhatikan : a. Tidak boleh mengangkat terlalu berat b. Tidak boleh terlalu membungkuk c. Tidak boleh terlalu mengejan saat buang air besar d. Periksakan secara rutin ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

3. Keju Linu Karena Proses Menua. Penyebab : a. Usia lebih dari 60 tahun

b. Kegemukan c. Jenis kelamin (lebih banyak pada wanita) Tanda dan Gejala a. Nyeri pada sendi (ujung jari, bawah leher, ibu jari kaki dan lutut)

b. Hambatan gerak pada sendi c. Kaku pagi hari

d. Rasa gemertak pada sendi yang sakit e. f. Pembesaran pada sendi Perubahan gaya berjalan

Penatalaksanaan 1. Aktivitas Menghindari aktivitas yang berlebihan pada sendi yang sakit 2. Dukungan psikososial 3. Menghindari mengangkat barang dengan membungkuk 4. Menghindari hawa dingin