Anda di halaman 1dari 20

DESIGN AND MATERIAL SELECTION

2013

COMPRESSED NATURAL GAS (CNG)

NURHABIBAH PARAMITHA EKA UTAMI 1206181603

METALLURGY AND MATERIAL ENGINEERING DEPARTMENT MASTER PROGRAM FACULTY OF ENGINEERING UNIVERSITY OF INDONESIA

I.

Pendahuluan
Energi merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dewasa ini. Energi diperlukan dan berperan sangat penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, lingkungan dan teknologi. Kebutuhan energi di dunia hingga detik ini cenderung dipenuhi dengan bahan bakar fosil. Pada dasarnya, sumber daya alam energi merupakan jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non renewable resources) dan bersumber dari pertambangan. Dimana Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian. Salah satu barang hasil produksi pertambangan yaitu gas alam (Nature Gas) [1]. Dalam kaitannya dengan bahan bakar, Gas Alam dapat juga digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar,bensin ataupun LPG. Gas Alam yang digunakan dalam aplikasi ini adalah Compressed Natural Gas (CNG) yang di Indonesia dikenal dengan Bahan Bakar Gas (BBG). CNG adalah bahan bakar yang berasal dari gas alam yang terkompresi hingga kurang dari 1% volume dibawah tekanan standar atmosfer dan disimpan dan didistribusikan pada tekanan 200 -248 bar didalam tabung berbentuk silinder ataupun bulat. Per tahun 2010 kendaraan yang berbasis CNG mengalami peningkatan hingga 11,6 % dengan jumlah penggunaan sebesar 12,7 juta kendaraan. Bahan bakar BBG memang masih memproduksi CO2 sebagai hasil pembakarannya, namun jauh lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan bahan bakar yang lain. Bila ditinjau dari segi efisiensi, dalam pemakaian BBG jauh diatas BBM karena dalam proses pembakarannya BBG dinilai lebih sempurna sehingga lebih irit 15-20 persen [3]. Adapun keuntungan lain dari penggunaan BBG adalah sebagai berikut [4-5]: Harga lebih murah dibandingkan dengan harga BBM tak bersubsidi Mesin produksi lebih bersih sehingga dapat menekan biaya perawatan Lebih aman dibandingkan dengan BBM atau LPG karena gas lebih ringan dari udara sehingga tidak mudah terbakar Suhu mesin relatif lebih dingin sehingga berdampak pada lamanya masa pakai mesin Polusi yang dihasilkan rendah Penggunaan CNG tidak akan menimbulkan kerak pada ruang bakar seperti penggunaan bensin atau solar. CNG menggunakan sistem sealing yang baik, untuk mencegah kebocoran. Sehingga penyimpanannya lebih efisien karena losses yang kecil.

Temperatur terbakar sendiri (self-Ignition) CNG tinggi,yaitu pada 540 C. Proses pencampuran CNG dengan udara relatif lebih mudah karena fasenya adalah gas, sehingga efisiensi proses pembakaran lebih tinggi.

Secara ekonomis, Penggunaan CNG juga lebih murah jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak bumi yang lain dimana harga BBM jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan Harga BBG, Harga BBG tanpa subsidi dari pemerintah (harga keekonomian) Rp. 4.100,-/liter setara premium (lsp). Namun, bila dihitung secara ekonomi, harga tersebut belum kompetitif bila dibandingkan BBM. Oleh karena itu, pemerintah berencana akan mensubsidi BBG hingga harganya turun menjadi kisaran Rp. 3.100,-/lsp. Itu berarti pemerintah hanya mensubsidi Rp. 1.000,- doang. Bandingkan dengan subsidi BBM yang berada di kisaran Rp. 3.500,- sampai 4.500,-/lsp. Atas dasar itulah pemerintah Indonesia gencar mengkampanyekan gerakan konversi bahan bakar kendaraan bermotor ke BBG atau CNG [3-4]. Cadangan BBG di Indonesia masih relatif banyak, bahkan penggunaan dalam negeri masih sangat kecil dibandingkan dengan BBG yang di ekspor keluar negeri.

Grafik 1 . Produksi dan kebutuhan Gas Bumi Indonesia 2012-2025 [7]

Gas alam memiliki kandungan Metana (CH4) sebanyak 93,99%. Senyawa-senyawa kimia lainnya yang terkandung dalam gas alam adalah Hidrogen, Etilena, Karbon monoksida, Karbon dioksida, Nitrogen, Oksigen, dan Hidrogen Sulfida. Adapun persen komposisi dari senyawa-senyawa kimia tersebut di dalam BBG adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Komposisi senyawa kimia penyusun BBG

Senyawa Kimia Hidrogen (H2) Metana (CH4) Etilena (C2H4) Karbonmonoksida (CO) Karbondioksida (CO2) Nitrogen (N2) Oksigen (O2) Hidrogen sulfida (H2S)

% komposisi 1,82% 93,33% 0,25% 0,45% 0,22% 3,40 % 0,35% 0,18%

II. Aplikasi Penggunaan CNG

Gambar 1. Aplikasi penggunaan CNG [6]

Bila ditinjau dari penggunaannya, CNG dapat diaplikasikan dalam berbagai macam sektor yaitu sebagai berikut [7] : 1. Sektor Pembangkit Energi Perusahaan pembangkit listrik kini tidak bisa lagi hanya mengandalkan bahan bakar berbasis minyak seperti solar untuk memasok listrik dan harus mengalihkan perhatiannya CNG, yang memiliki beberapa keunggulan lebih yang berbeda.

2. Sektor Indusri Biasanya Industri memerlukan bahan bakar untuk Peralatan-peralatan Produksi seperti pemanasan, pengeringan dan banyak aplikasi lainnya. Beberapa industri bahkan sekarang menggunakan CNG untuk menghasilkan listrik mereka sendiri sebagai bahan bakar utama maupun cadangan. Beberapa Jenis Mayoritas yang menggunakan CNG: Makanan, Tekstil, Kertas, Kimia, Keramik, Kaca, Semen, dan Industri Lainnya. 3. Sektor Komersial Distribusi penggunaan CNG juga meliputi Perhotelan, Restoran, Gedung Bertingkat dan lainnya, dimana efisiensi bahan bakar sangat dibutuhkan. 4. Bahan Bakar Truk

5. Bahan Bakar bus

6. Bahan bakar kendaraan pribadi

III. Tangki CNG


Berdasarkan standar ISO 11439 : 2000 , ada 4 (empat) jenis tipe standar dari tabung CNG, yaitu adalah sebagai berikut : 1. Tabung Tipe I ( All metal cylinder) Terbuat dari logam 100% yang merupakan tabung yang kuat tapi berat. Tabung ini merupakan tipe pertama yang dikembangkan untuk bahan bakar CNG. Desain awal tabung ini pun sudah sangat lama dikembangkan, yaitu pada tahun 1920an dan masih menggunakan carbon steel. Namun seiring dengan perjalanan waktu, tabung tipe I dikembangkan kembali dengan menggunakan logam paduan untuk mendapatkan sifat-sifat yang lebih baik [8]. Tabung CNG-1 terbuat dari baja tanpa lasan, komposisi kimianya harus dinyatakan dengan jelas, minimum meliputi [9] : 1. Kandungan karbon, mangan, aluminium dan silikon. 2. Kandungan kromium, nikel, molibdenum, boron dan vanadium serta elemen-elemen paduan lainnya yang sengaja ditambahkan.

Material : BS5045 Steel / AISI 4340 Volume silinder : 70 liter Berat : 70 80 Kg Tekanan kerja : 200 Bar Periodic Test : Setiap 5 tahun Service life : 20 Tahun Jarak tempuh : 200km / refill

Gambar 2. CNG Tipe 1- Steel cylinder [8]

2. Tabung Tipe II (Metal liner with hoop wrapped composite) Pada tabung tipe 2, liner tabung tetap terbuat dari logam akan tetapi bagian tersebut dilapisi sebagian pada bagian silinder sirkularnya dengan material komposit seperti Carbon fiber dan fiber glass yang dikeraskan dengan epoxy dan polyester resin. Resin sebagai material pengisi, berupa resin termoplastik atau thermosetting, seperti epoksi, modifikasi epoksi, plastik thermosetting vinil ester dan poliester, serta material termoplastik poliamida dan polietilen. Fiber sebagai material filamen penguat struktur, berupa fiberglass, fiberaramid atau fiber carbon. Penggunaan fiber karbon harus mempertimbangkan pencegahan terhadap korosi galvanik pada komponen logam tabung. Tabung ini lebih ringan dibandingkan dengan tabung tipe 1, akan tetapi dari segi harga jauh lebih mahal dibandingkan dengan tabung tipe tersebut.

Gambar 3. CNG Tipe 2 ( Metal liner with hoop wrapped composite)

3. Tabung Tipe 3 (Metal liner with fully wrapped composite) Sama halnya dengan Tabung tipe 2, tabung tipe 3 ini dilapisi oleh komposit. Yang membedakan dari dari kedua tabung ini adalah pada tabung 3 semua permukaan terbungkus oleh komposit (fiber carbon dan fiber glass) yang dikeraskan dengan resin. Secara umum, tabung tipe 3 ini memiliki berat 70% lebih ringan dibandingkan dengan tabung tiper 1 dan lebih ringan 50% dari tabung tipe 2 karena terbuat dari Aluminium Alloy A6061 [8].

Gambar 4. CNG Tipe 3 (Metal liner with fully wrapped composite) [8]

4. Tabung Tipe 4 (Plastic liner with fully wrapped composite) Pada tabung tipe 4, linernya terbuat dari plastik atau polimer yang dibungkus dengan komposit (fiber carbon dan fiber glass) yang dikeraskan dengan resin. Dalam penggunaannya tidak dapat digunakan plastik yang sembarangan, tetapi digunakan plastik yang sangat kuat terhadap tekanan tinggi dan tidak mudah bereaksi dengan CNG yang tersimpan. Biasanya plastik yang biasa digunakan adalah tipe HDPE (High density Polyethylene). Kelebihan dari tabung tipe 4 sendiri adalah bobotnya yang sangat ringan namun harganya relatif lebih mahal bila dibandingkan dengan tabung tipe lainnya (sekitar 2-3 kali lipat lebih mahal dibanding harga tabung tipe 1).

Gambar 5. CNG Tipe 4

(Plastic liner with fully wrapped composite)

Kesimpulannya adalah, semakin tinggi tipe tabung maka akan semakin tinggi pula konten teknologinya sehingga sifat terutama bobot dan kekuatannya (tekan, impact, hidrostatik,dll). Namun dengan kelebihan-kelebihan tersebut, berdampak pada harga yang semakin tinggi. Seperti yang ditunjukkan pada grafik dibawah ini :

Grafik 2. Specifik weight vs Cost [8] Pada kondisi normal. Standar kerja pada Tabung CNG dilaksanakan dalam mekanisme leakage-before-break yang berguna agar tabung tersebut dapat beroperasi selama masa pakai dari tabung tersebut dan hanya terjadi kerusakan bila tabung tersebut mengalami kebocoran. Berdasarkan standar ISO 11439 : 2000 untuk mencegah dan menginvestigasi penyebab kebocoran yang

terjadi, maka dapat dilakukan beberapa pengujian sebagai berikut [9-13] : 1. Hydraulic pressure cycle testing Silinder bertekanan akan meledak bila melebihi tekanan 450 bar, analisis ini dapat dihitung dengan analisis tegangan untuk desain silinder tersebut. Uji hidrostatik dilakukan terhadap tabung yang telah lulus uji tampak internal dan eksternal. Ada dua metode uji hidrostatik, yaitu non-water-jacket dan water-jacket. Pada metode non - water - jacket dan water - jacket digunakan untuk memastikan sekurang-kurangnya pengembangan volumetrik (ekspansi) dinding

tabung hingga batas yang dapat diterima oleh standar dari tabung CNG.

Gambar 6. Peralatan Pengujian non-water jacket [9]

Gambar 7. Peralatan Pengujian water jacket [9]

2. Ambient temperature pressure cycling test Silinder tidak akan gagal sebelum mencapai umur tertentu dalam beberapa tahun dikalikan dengan 1000 siklus. Silinder melebihi 1 000 siklus dikalikan dengan Service life yang ditentukan dalam beberapa tahun akan gagal oleh kebocoran bukan karena terjadinya pecah. Pengujian ini dilakukan pada suhu -40F lalu dipanaskan hingga suhu 149F yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian tekanan.

3. Drop impact testing Silinder dijatuhkan dari sudut 45 dan pada ketinggian 1,8 meter, silinder dijatuhkan dalam kondisi kosong (tidak penuh) karena ini menciptakan kondisi yang rentan. Lecet dari dampak tersebut dapat diterima dan dianggap normal, akan tetapi apabila silinder tersebut pecah maka dianggap gagal.

4. Bonfire test Silinder CNG dirancang untuk melepaskan gas daripada membiarkan silinder pecah atau meledak bila terkena api secara langsung. CNG lebih ringan dari udara, lubang udara akan menciptakan sebuah efek obor , yang secar langsung akan terbakar hingga gas didalam silinder tersebut hilang.

5. Environmental Exposure Test Faktor lingkungan memungkinkan Silinder terkena berbagai unsur, termasuk garam, Battery acid, bensin, pupuk dan lain-lain. Pengujian dilakukan dengan meletakkan silinder di dalam salt bath dan terekspos larutan dengan berbagai konsentrasi. Dalam kondisi terekspos tersebut, silinder diberi tekanan dengan fluida sebagai simulasi filling dan emptying.

6. Damage Tolerance/Gunfire Test Tidak satupun dari kita benar-benar mengharapkan untuk ditembak saat mengemudi, akan tetapi untuk melindungi dan mengantisipasi hal tersebut, maka silinder dikenakan tes tembakan.

7. Vibration Test Pengujian ini dilakukan untuk menguji getaran pada suatu lingkungan kerja dari silinder CNG.

8. Hydraulic crush test Silinder yang bertekanan dan kemudian diberi tekanan yang ekstrim dalam upaya untuk "menghancurkan" silinder tersebut.

IV. Pemilihan Material untuk Tabung CNG


Pressure vessel merupakan tangki yang digunakan untuk penyimpanan fluida. Biasanya fluida yang disimpan dalam pressure vessel merupakan fluida yang memiliki karakteristik maupun perlakuan khusus, misalnya fluida bertekanan, fluida dalam temperature rendah dll. Dapun tegangan pada dinding silinder tipis bertekanan dengan radius R adalah sebagai berikut [12] : = Dimana : t : ketebalan dinding p : tekanan

(1)

Tabel 2. Ketentuan Desain Silinder bertekanan [12]

Gambar 8. Silinder bertekanan dengan cacat [13]

Retak pada Silinder bertekanan dapat merambat dengan lambat karena adanya korosi atau beban siklik sehingga butuh adanya inspeksi berkala untuk memastikan keamanan dari tabung CNG. Untuk memastikan keamanan, retak dibuat cukup besar agar menembus permukaan silinder sehingga kebocoran dapat dicegah. Oleh karena itu, kondisi ini hanya akan tercapai apabila working stress selalu kurang atau sama dengan stress (f).
=
1 /2

(2)

Dengan ketetapan working stress harus bernilai lebih kecil dari f dengan diameter retak penyebab terjadinya kebocoran harus sama dengan t, maka dapat dihitung dengan :
2

(3)

Dengan mensubstitusi persamaan (2) dan (3) maka didapatkan hasil :


4

22 1

(4)

Tekanan maksimum paling aman pada material dengan nilai terbesar :

1 =
Kriteria Leak-before-break :

(5)

2 =

2 1

(6)

Dengan persamaan diatas, maka didapatkan nilai : 3 = (7)

Berdasarkan persamaan-persamaan diatas, maka kita dapat menentukan material yang pantas digunakan pada tabung CNG seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

Gambar 9. Pemilihan material untuk tabung CNG [14]

Berdasarkan standar ISO 11439:2000, dalam mendesain sebuah tabung CNG, terdapat beberapa standar minimum yang harus dipenuhi dan menjadi syarat mutlak pada tabung tersebut : a. Menentukan keamanan umur pakai tabung. b. Menetapkan kondisi kerja yang tepat. c. Diharuskan adanya pemeriksaan berkala.

d. Dilakukan pengujian-pengujian yang tidak merusak tabung yang diproduksi. e. Diharuskan adanya sistem dan dokumen yang menyeluruh. f. Dilakukan pengujian yang tidak merusak dari sampel-sampel tabung CNG yang digunakan. Sifat-sifat yang harus dimiliki tangki CNG : 1. Sifat Mekanis, tentu saja tabung CNG harus memiliki kekuatan yang baik hal ini dikarenakan Tabung CNG bekerja pada tekanan 200 bar sehingga dibutuhkan material dengan sifat yang baik. Dengan demikian tabung CNG harus menggunakan material dengan kekuatan impak yang baik, fracture toughness yang tinggi, modulus elastisitas yang tinggi. 2. Densitas , hal ini berhubungan dengan berat tabung dan efisiensi terhadap bahan bakar. Apabila tabung memiliki berat berlebih, maka penggunaan bahan bakar pun akan berlebihan. Oleh karena itu, agar efisiensi bahan bakar tetap terjaga diharapkan tabung CNG memiliki nilai densitas yang rendah. 3. Tahan Temperatur Tinggi, ditinjau dari lingkungan kerjanya maka tabung CNG harus tahan terhadap temperatur tinggi. 4. Ketahanan fatik yang tinggi, pada saat pengisian dan pelepasan gas di dalam tabung, akan terjadi pembebanan dinamis yang dilakukan berulang-ulang, maka ketahanan fatik yang baikakan memberikan gambaran terhadap umur pakai dari tabung sehingga dapat meningkatkan keamanannya. 5. Ketahanan Korosi yang baik, banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya korosi pada suatu material, baik dari lingkungan kerja maupun dari kondisi kerjanya. Terjadinya korosi dapat menyebabkan penurunan kualitas dari material tersebut sehingga hal ini harus dihindari untuk memperpanjang umur pakai dari tabung tersebut.

Tabel 3. PAIRWISE COMPARISON


Property
1 Fracture Toughness Corrosion Resistance Density Yield Strength Young Modulus Heat Expansion Impact Strength 2 3 4 5 6 7

Decision Number
8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

1 1 0 0

1 1

1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0

0 0

Tabel 4. Weighting Factors


Properties Fracture Toughness Corrosion Resistance Density Yield Strength Young Modulus Heat Expansion Impact Strength Total Positive Decision 6 2 2 4 2 1 4 21 Weighting Factor 0.3 0.09 0.09 0.19 0.09 0.05 0.19 1

Tabel 5. Kandidat Material Tabung CNG 1 2* 3 4 5 Material (Mpa.m) (g/cm3) (Mpa) (Gpa) 48 4 7.85 655 205 AISI 4130x Steel 29 3 2.7 276 69 AA 6061-T6 Aluminium 55 2 2.1 1020 45 E-Glass fiber epoxy 19 1 2.8 414 72.4 Al 2014-T6 *ketahanan korosi bernilai baik bila angka menunjukan nilai paling tinggi

6 (10-6/C) 12.3 23.4 0.187 23.0

7 (J) 87 50 76 49

Tabel 6. SCALED PROPERTIES dan WP INDEX


Material 1 AISI 4130x Steel AA 6061-T6 Aluminium E-Glass fiber epoxy Al 2014-T6 87 53 100 34 2 100 75 50 25 Scaled Properties 3 4 5 100 34 27 35 64 27 100 46 100 34 22 35 6 53 100 0.8 98 7 100 57 87 56 Weight Property Index 92.19 49,86 66,68 35,25

Tabel 6. RANKING OF MATERIALS Cost of Material Relative Cost Unit Strength x 100 AISI 4130x Steel AA 6061-T6 Aluminium E-Glass fiber epoxy Al 2014-T6 1.3 1. 1.67 1.67 1.77 0.98 0.26 1.13 92.19 49.86 66.68 35.25 WPI Figure of Merrit 54.23 50.88 256.46 31.19 2 4 1 3 Rank

Kesimpulan : Berdasarkan rangking material diatas, material yang paling cocok untuk Tabung CNG adalah E-glass fiber epoxy.

REFERENSI :
[1]. Simanungkalit, Anita Megawati., Peramalan Nilai Penjualan Energi Gas pada PT.PGN wilayah III Medan Tahun 2011 , Universitas Sumatera Utara, Medan : 2010. [2]. http://www.bpmigas.go.id/wp-content/uploads/2011/08/Buletin-73.pdf diakses 2 Maret 2012. [3]. Apriyahanda,Onny., 2013, Mengenal Compressed Natural Gas. (diunduh : http://onnyapriyahanda.com/mengenal-compressed-natural-gas/) Maret 2013. [4]. PT. Suropati Cahaya Timur Group Manfaat CNG (diunduh: diakses pada 3

http://suropaticng.com/indonesia/benefit.html ) diakses pada 2 Maret 2013. [5]. Fathonah,Ahmad., 2013 , Menyibak diversifikasi BBM ke BBG Part-1 (diunduh : http://mechanicalengboy.wordpress.com/2013/01/23/menyibak-diversifikasi-bbm-kebbg-part-1/ ) diakses pada 2 Maret 2013. [6]. Kurniawan,Alek., 2011, Compressed Natural Gas (CNG) (diunduh :

http://alekkurniawan.blogspot.com/2011/11/compressed-natural-gas-cng.html) diakses pada 2 Maret 2013 Natural gas trade and distributor Aplikasi penggunaan CNG (diunduh : http://www.bags-cng.com/CNG02.html ) diakses pada 2 Maret 2013. [8]. Fathonah,Ahmad., 2013, Tipe-tipe tabung CNG yang beredar dipasaran (diunduh : http://mechanicalengboy.wordpress.com/2013/02/06/tipe-tipe-tabung-cng-yangberedar-di-pasaran/ ) diakses pada 2 Maret 2013. [9]. Standar nasional Indonesia SNI 7408:2009 Cara uji tabung gas bumi bertekanan (Compressed Natural Gas/CNG) untuk kendaraan bermotor (diunduh : )

[7]

http://pustan.bpkimi.kemenperin.go.id/files/SNI-7408-2009_logo%20baru.pdf diakses pada 2 Maret 2013. [10].

Santoso,Tomi., Soeweify., DESAIN TANGKI DAN TINJAUAN KEKUATANNYA PADA KAPAL PENGANGKUT COMPRESSED NATURAL GAS (CNG) , Institut

Teknologi Sepuluh November : Surabaya. (diunduh: http://digilib.its.ac.id/public/ITSUndergraduate-9748-Paper.pdf ) Diakses pada 2 Maret 2013. [11] Wise Gas : CNG Cylinder Safety. (diunduh : http://www.wisegasinc.com/wgcylindersafety.htm ) Diakses pada 2 Maret 2013). [12]. International Standard ISO 11439 First edition 2000-09-15 Gas cylinders High pressure cylinders for the on-board storage of natural gas as a fuel for automotive vehicles. [13]. NG Transit Users Group Meeting 2005 - CNG Cylinders 101 [14]. Ashby, M.F., Materials Selection in Mechanical Design, 2nd edition. 1999, Oxford: Butterworth-Heinemann.