Anda di halaman 1dari 5

18/02/2013

o Memahami konsep Neraca Air dan pemanfatannya untuk menaksir kebutuhan Irigasi o Mengetahui komponen-komponen neraca air dan bisa mengukur, menaksir dan menghitung setiap komponen o Memahami konsep kebutuhan air (evapotranspirasi) dan fase kritis kebutuhan air tanaman o Bisa menghitung neraca air dan menggunakan untuk perencanaan irigasi
Widianto (2013) Lab. Fisika Tanah FPUB

MASUK

Batas spasial Lahan Pertanian

Neraca Air :
Perhitungan semua volume air yang masuk dan yang keluar dari suatu ruangan tiga dimensi (kompartemen) selama jangka waktu tertentu

Batas-batas kompartemen : Batas spasial : batas atas, batas bawah, batas horisontal Batas temporal

KELUAR

Batas-batas o Batas Atas : kanopi tanaman o Batas Bawah : dasar zona perakaran o Batas Horisontal : pematang petak lahan

Batas spasial Daerah Irigasi (irrigation district) Perubahan air dalam tanah = Jumlah air masuk Kehilangan air Pemasukan Air = P + I + K
P = presipitasi (hujan) I = irigasi K = kenaikan kapiler dari air tanah dalam

Kehilangan Air = ET + D + LP Batas-batas o Batas Atas : kanopi tanaman o Batas Bawah : dasar zona perakaran o Batas Horisontal : daerah irigasi (distrik)
ET = evapotranspirasi D = drainasi ke dalam LP = limpasan permukaan

18/02/2013

Komponen Neraca Air


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jumlah Air dalam Tanah (Kadar Air Tanah Volumetrik) Curah hujan Irigasi Kenaikan air kapiler (air tanah) Drainasi/perkolasi Evapotranspirasi Limpasan permukaan (+ / -)

Mengukur setiap Komponen Neraca Air :


KOMPONEN Kadar Air Tanah Curah Hujan Kenaikan Air Kapiler Drainasi/Perkolasi Evapotranspirasi Limpasan Permukaan Kebutuhan Irigasi PENGUKURAN Monitoring, neutron probe, tensiometer, Penakar hujan Aliran tidak jenuh vertikal Aliran jenuh vertikal Perhitungan Perhitungan pendekatan pendekatan Pengukuran debit KETERANGAN

ST0 ST = 300 300 mm/m mm/m 0=


JAN P PE P-PE mm mm mm 188 79 109 PEB 210 76 134 MAR 115 88 27 APR 68 102 -34 -34 296 430 457 -34 300 71 79 38 300 0 76 134 300 0 88 27 2 14 38 66 87 95 32 268 -32 100 -103 213 -55 100 -199 155 -58 84 -314 105 -49 61 -436 70 -35 45 -554 47 -23 31 -592 42 -6 82 123 81 85 0 229 106 76 0 199 334 MEI 45 114 -69 -103 JUN 26 122 -96 -199 JUL 12 127 -115 -314 AGU 10 132 -122 -436 SEP 8 126 -118 -554 OKT 76 114 -38 -592 81 187 NOP 166 85 81 DES YEAR 182 1106 76 1241 106 -135 -592 457

Kebutuhan Air Tanaman

Evapotranspirasi (ETC)

Crop
Alfalfa Soybeans Oats Potatoes Wheat Sugar Beets Corn Sorghum

(P-PE)neg mm (P-PE)pos mm APWL ST ST AE Suplus Deficit mm mm mm mm mm mm

Kg of water used per kg of dry matter produced


844 646 583 575 545 377 349 305

Memahami ET : o Pengertian ET = E + T o Perbedaan antara ET0 dan ETC o Faktor-faktor yang mempengaruhi ET o Cara pengukuran dan satuan

Faktor-faktor yang mempengaruhi ET : o Parameter Iklim o Sifat Tanaman o Tindakan Manajemen o Aspek Lingkungan
Faktor IKLIM : o Radiasi Matahari o Suhu Udara o Kelembaban Udara o Kecepatan Angin Sifat TANAMAN : o Tipe Tanaman o Varietas o Stadia Perkembangan Keterbatasan Manajemen seperti : o Salinitas Tanah o Kesuburan Tanah o Pemupukan o Pemberantarasan Hama dan Penyakit o Ketersediaan Air Berakibat pada pertumbuhan tanaman yang kurang optimal mengurangi ETC. Faktor Lain : o Penutupan oleh Kanopi Tanaman o Kerapatan Tanaman

Stadia Tanaman Tanam

E 100%

T 0%

ET 100%

Maksimum

10%

90%

100%

18/02/2013

MENAKSIR ET0 ET0 hanya ditentukan oleh faktor iklim : o Panci Penguapan o Persamaan Blaney-Criddle EVAPOTRANSPIRASI RUJUKAN (ET0) : ET dari permukaan tanaman (rumput) yang tidak kekurangan air o ET0 tidak tergantung faktor tanaman o ET0 tidak tergantung dari faktor manajemen o ET0 tidak tergantung tanah o ET0 hanya ditentukan oleh faktor iklim

ET0 = EPan x KP

EPan = Evapotranspirasi dari Panci Terbuka (mm/hari) ET0 = Evapotranspirasi Tanaman Rujukan (mm/hari) KP = Koefisien Panci

ET0 = Evapotranspirasi Tanaman Rujukan (mm/hari) TRata2 = Temperatur rata-rata harian (oC) p = Rata-rata panjang hari per tahun (lihat tabel)

ET0 = p x (0,46 TRata2 x 8)

ET0 = p x (0,46 TRata2 x 8)


Langkah-langkah : 1. Hitunglah Trata2 1. Tentukan nilai p Tmax + Tmin TRata2 = ---------------2 berdasarkan letak lintang lokasi, lihat Tabel

1. Hitung ET0 dengan rumus di atas

18/02/2013

MEAN DAILY PERCENTAGE (p) OF ANNUAL DAYTIME HOURS FOR DIFFERENT LATITUDES
Latitude 60 55 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 North South Jan July .15 .17 .19 .20 .22 .23 .24 .24 .25 .26 .26 .27 .27 Feb Aug .20 .21 .23 .23 .24 .25 .25 .26 .26 .26 .27 .27 .27 Mar Sept .26 .26 .27 .27 .27 .27 .27 .27 .27 .27 .27 .27 .27 Apr Oct .32 .32 .31 .30 .30 .29 .29 .29 .28 .28 .28 .28 .27 May Nov .38 .36 .34 .34 .32 .31 .31 .30 .29 .29 .28 .28 .27 June Dec .41 .39 .36 .35 .34 .32 .32 .31 .30 .29 .29 .28 .27 July Jan .40 .38 .35 .34 .33 .32 .31 .31 .30 .29 .29 .28 .27 Aug Feb .34 .33 .32 .32 .31 .30 .30 .29 .29 .28 .28 .28 .27 Sept Mar .28 .28 .28 .28 .28 .28 .28 .28 .28 .28 .28 .28 .27 Oct Apr .22 .23 .24 .24 .25 .25 .26 .26 .26 .27 .27 .27 .27 Nov May .17 .18 .20 .21 .22 .23 .24 .25 .25 .26 .26 .27 .27 Dec June .13 .16 .18 .20 .21 .22 .23 .24 .25 .25 .26 .27 .27

INDICATIVE VALUES OF ETo (mm/day)


Mean daily temperature Climatic zone Desert/arid Semi arid (Moist) Sub-humid Humid low (less than 15C) 4-6 4-5 3-4 1-2 medium (15-25C) 7-8 6-7 5-6 3-4 high (more than 25C) 9-10 8-9 7-8 5-6

EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN PADA KONDISI STANDAR (ETC) :


o o o o Tanaman bebas hama dan penyakit Ketersediaan unsur hara tak terbatas Ketersediaan air optimal Potensi produksi maksimal pada kondisi iklim yang ada

ETC = ET0 x KC

KC =

ETC ET0

ETC = ET0 x KC
ETC = Evapotranspirasi Tanaman (mm/hari) ET0 = Evapotranspirasi Tanaman Rujukan (mm/hari) KC = Koefisien Tanaman

APPROXIMATE DURATION OF GROWTH STAGES FOR VARIOUS FIELD CROPS

0% Initial 20

10%

70% Crop Development 25

75% Mid-season 25

75% Late Season 10

18/02/2013

APPROXIMATE DURATION OF GROWTH STAGES FOR VARIOUS FIELD CROPS

A Typical Crop Coefficient (KC) curve (sumber : FAO, 1998)


Cabbage Carrot Cucumber Maize, sweet Maize, grain Onion/dry Peanut/Groundnut Potato Soybean Tomato

Total 120 140 100 150 105 130 80 110 125 180 150 210 130 140 105 145 135 150 135 180

Initial stage 20 25 20 25 20 25 20 20 20 30 15 20 25 30 25 30 20 20 30 35

Development stage 25 30 30 35 30 35 25 30 35 50 25 35 35 40 30 35 30 30 40 45

Mid season stage 60 65 30 70 40 50 25 50 40 60 70 110 45 45 30 50 60 70 40 70

Late season stage 15 20 20 20 15 20 10 10 30 40 40 45 25 25 20 30 25 30 25 30

VALUES OF THE CROP FACTOR (Kc) FOR VARIOUS CROPS AND GROWTH STAGES
Crop Bean, green Bean, dry Cabbage/Carrot Cotton/Flax Cucumber/Squash Eggplant/Tomato Grain/small Lettuce/Spinach Maize, sweet Maize, grain Melon Onion, green Onion, dry Peanut/Groundnut Pepper, fresh Potato Soybean Sunflower Tobacco Initial stage 0.35 0.35 0.45 0.45 0.45 0.45 0.35 0.45 0.40 0.40 0.45 0.50 0.50 0.45 0.35 0.45 0.35 0.35 0.35 Crop dev. stage 0.70 0.70 0.75 0.75 0.70 0.75 0.75 0.60 0.80 0.80 0.75 0.70 0.75 0.75 0.70 0.75 0.75 0.75 0.75 Mid-season stage 1.10 1.10 1.05 1.15 0.90 1.15 1.10 1.00 1.15 1.15 1.00 1.00 1.05 1.05 1.05 1.15 1.10 1.15 1.10 Late season stage 0.90 0.30 0.90 0.75 0.75 0.80 0.65 0.90 1.00 0.70 0.75 1.00 0.85 0.70 0.90 0.85 0.60 0.55 0.90

Contoh Kurva Faktor Tanaman (Kc) untuk Jagung di Balai Penelitian Kutsaga

Critical Growth Stages for Major Crops Kekurangan air mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan menurunkan produksi bahkan tanaman bisa mati Ada fase-fase pertumbuhan di mana tanaman sangat kritis terhadap kekurangan air Kekurangan air pada periode kritis berakibat serius pada pertumbuhan dan produksi tanaman