Sintesa Data Anak Sekolah Sintesa Data Antropometri BMIu Normal 68.6% Wasting 28.6% Severe wasting 2.9% Biochemical and clinical Diare 2 minggu terakhir: ya 2.9% Tidak 97.1% Hari ini 0% Demam 2 minggu terakhir: ya 14.3% Tidak 85.7% Hari ini 0% Presentase anak sekolah yang mengalami demam dalam 2 minggu terakhir sebanyak 14.3%, dan tidak ada anak sekolah yang mengalami demam Batuk 2 minggu terakhir: ya 34.3% Tidak 65.7% Hari ini: ya 11.4% Tidak 88.6% Flu 2 minggu terakhir: ya 34.3% Tidak 65.7% Hari ini: ya 8.6% Tidak 91.4% Behavior Praktek hygiene Baik 17.1% Sedang 82.9% Aktifitas fisik Sebagian besar anak sekolah Buruk saat wawancara berlangsung Presentase anak sekolah yang mengalami batuk dalam 2 minggu terakhir sebanyak 34.3%, dan yang mengalami batuk saat wawancara berlangsung sebanyak 11.4% Presentase anak sekolah yang mengalami flu dalam 2 minggu terakhir sebanyak 34.3%, dan yang mengalami flu saat wawancara berlangsung sebanyak 8.6% Tinggi Tinggi Interpretasi Rendah 71.4% Sedang 22.9% Tinggi 5.7% Dietary Tingkat Pengetahuan Rendah 48.6% Sedang 37.1% Baik 14.3% Pemenuhan energi Baik 17.1% Cukup 22.9% Kurang 60% Pemenuhan protein Baik 48.6% Cukup 22.9% Kurang 28.6% memiliki tingkat aktifitas fisik yang rendah, yaitu sebanyak 71.4% (tingkat pengetahuan berhubungan dengan pola asuh) Pola Asuh Buruk Sebagian besar tingkat pemenuhan energi anak sekolah kurang, yaitu sebanyak 60% Tingkat pemenuhan protein anak sekolah sebanyak 48.6% tergolong baik, 22.9% tergolong cukup, dan 28,6% tergolong kurang Participation Analysis n o 1 Personal/ Group Orang tua mempengar uhi Categori Characteris tic Mempenga ruhi keputusan anak sekolah Interest, motives, attitude - Keluarga yang sehat - Makanan yang terbaik buat anaknya W: pengetahua n kurang, kurang dapat mengontrol anak saat Potential (strength, weakness) S: penasehat, pemberi uang jajan, dipatuhi oleh anak Implication of the project Sebagai komponen yang membantu terlaksanan ya program/ pemotivasi sasaran diluar 2 Kepala sekolah Pendukung, mempengar uhi Pembuat kebijakan - pendukung program - murid yang cerdas dan sehat - mengurang i jumlah penjual makanan yang menggangg u lingkungan 3 Guru Mempengau hi, pendukung Mempenga ruhi perilaku anak sekolah sekolah - mengingink an yang terbaik untuk muridnya - pendukung program W: tidak bisa mengambil keputusan di lingkungan 4 Perangkat desa Memberi pengaruh dan mendapat pengaruh (meningkatk an SDM), 5 Tenaga pendukung Pendukung, Mempenga Tingkat W: subjektif S: helpful, Penyebaran Memfasilita si dan mendukun g program Mengurangi masalah kesehatan di daerahnya sekolah S: disegani masyarakat, dikenal baik oleh masyarakat Sebagai komponen yang membantu terlaksanan ya program S: pengetahua n baik, helpfull Sebagai komponen yang membantu penyebaran informasi W: banyak pertimbang an rumah S: pengetahua n baik, pembuat kebijakan Sebagai komponen yang membantu terlaksanan ya program/ pemotivasi sasaran kesehatan mempengar uhi ruhi perilaku anak sekolah, well trained Mempenga ruhi keputusan dan perilaku anak sekolah kesehatan masyarakat baik pengetahua n baik W: jumlah terbatas informasi, pemotivasi 6 Penjual makanan/ minuman di sekitar sekolah Beneficiery - makanan terbeli oleh anak sekolah - mendapatk an keuntungan S: penyedia jajanan anak sekolah W: tidak mematuhi kebijakan sekolah, banyak menjual makanan tidak sehat S: pengambil keputusan W: pengetahua n rendah Sebagai pendukung apabila bisa diajak bekerja sama 7 Anak sekolah Pelaku Mudah dipengaruh i, kurang pengetahu an dan informasi, patuh pada orang tua, guru, dan tenakes Mempenga ruhi perilaku anak sekolah Membeli jajanan murah dan mengenyang kan Sasaran program 8 Teman Mempengar uhi senang membeli jajan bersama S: teman sebaya dan biasanya didengar W: pengetahua n kurang Sasaran program, pendukung Problem Tree Prevalensi Wasting ↑ Intake makanan << Penyakit infeksi (diare) ↑ Pola makan buruk Pemilihan makanan jajanan Ketersediaan makanan jajanan sehat << Orang tua tidak membawakan bekal sehat Anak tidak sarapan pagi Kurangnya pengetahuan & kesadaran penjual jajanan Kurangnya kebijakan sekolah Pengetahuan ortu ↓ Pengetahuan anak ↓ Kurangnya pengetahuan pengelola sekolah Akses informasi ↓ Objective Tree Prevalensi Wasting ↓ Intake makanan >> Penyakit infeksi (diare) ↓ Pola makan baik Pemilihan makanan jajanan Ketersediaan makanan jajanan sehat >> Orang tua membawakan bekal sehat Anak selalu sarapan pagi Adanya kebijakan sekolah terkait jajanan Pengetahuan ortu ↑ Pengetahuan anak ↑ Pengetahuan pengelola sekolah baik Akses informasi ↑ Intervensi dan Monitoring Hasil Penentuan Skala Prioritas Kegiatan Pendekatan Goal: Pemilihan Makanan Jajanan Sehat Meningkatkan Peningkatan Peningkatan jumlah orang tua jumlah anak ketersediaan Kriteria yang membawakan Kegiatan bekal -Demo kreasi bekal sehat -Lomba kreasi "Bekal Cinta Anak" sekolah yang sarapan pagi -Drama Boneka Pintar (menceritakan manfaat sarapan pagi) -Games menyusun gambar terkait manfaat sarapan pagi dan dampak jika tidak sarapan pagi makanan jajanan sehat di kantin sekolah -Memberikan usulan kepada pihak sekolah untuk membuat kebijakan tentang ketentuan makanan yang dijual para penjual makanan -Hari Kantin Sehat Resources - money - material - time - infrastructur e - manpower Severity of problem Social & community Sustainability Feasibility Total 2 2 2 3 19 3 2 2 3 20 3 3 2 3 21 2 2 2 2 2 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 Project Planning Matrix Overall goal Tujuan Tujuan Pemilihan makanan jajanan sehat 1. pengetahu an tentang jajanan Indikator Jumlah konsumsi makanan jajanan sehat meningkat 1.1Pengetahuan tentang jajanan sehat Sumber data Nutrition survey 1. nutritio n survey, wawancara Asumsi sehat meningkat 2. peningkata n ketersedia an makanan jajanan sehat di kantin sekolah 2.1 meningkat hingga 80% 1.2Konsumsi jajanan sehat meningkat juml ah jenis jajanan sehat di kantin sekolah meningk at 1.1.1 pengetahuan tentang jajanan sehat meningkat hingga 80% menjelaskan kepada teman/keluar ga/orang lain tentang konsep jajanan sehat 1.1.3 jumlah anak yang mengkonsum si jajanan sehat meningkat 2. informal laporan monitoring Output 1.1 meningkatka n pengetahuan tentang Laporan monitoring, nutrition survey jajanan sehat 1.1.2 dapat 2.1 Me nga juk an usu lan kep ada pih ak sek ola h unt uk me mb uat ken ijak an ket ent uan ma kan an yan g diju al par a pen jual ma kan an Kegiata Budget: - n - persiapan dan pembelian bahan yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan peningkatan ketersediaan makanan jajanan sehat di kantin sekolah Selur uh sta keh old er me ndu kun g sec ara ber kel anj uta n Dana /sit uasi eko no mi - memfasilitasi koordinasi dengan stakeholder membuat makanan yang akan dijual di kantin sekolah mengadakan "Hari Kantin Sekolah" monitoring dan evaluasi program Hari Kantin Sehat 1. Latar Belakang Anak-anak sekolah dasar adalah kelompok umur yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Berbagai masalah kesehatan banyak dijumpai dikalangan anak sekolah diantaranya adalah kurangnya pertumbuhan fisik secara optimal. Salah satu faktor yang menentukan adalah faktor gizi. Menurut pengamatan pola makan anak-anak sekolah menurut asal makanan, kebanyakan anak-anak mendapatkan makanan dari rumah dan dari jajanan, baik jajan disekolah maupun jajan diluar sekolah. Pangan jajanan memegang peranan strategis menjadi salah satu penyumbang sumber asupan gizi bagi anak-anak saat disekolah. Namun perlu diperhatikan juga pangan jajanan juga memiliki potensi masalah yaitu keseimbangan zat gizi dan potensi penambahan bahan berbahaya, bahan tambahan pangan yang melebihi batas amannya serta terkontaminasi kontaminan kimia dan patogen, serta sering ditemukannya sanitasi dan higiene yang tidak memenuhi syarat. Berdasarkan data hasil survey, makanan jajanan yang dijual disekitar sekolah belum mencerminkan makanan jajanan yang sehat. Sebagian besar jenis makanan yang dijual disekitar sekolah merupakan makanan yang dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan karena hygiene dan sanitasinya diragukan dan mengandung bahan tambahan pangan yang tidak aman, seperti penyedap rasa, pewarna, dan pengawet makanan (misalnya cilok, tempura, dan chiki). Namun makanan jajanan tersebut merupakan makanan jajanan yang paling sering dibeli oleh anak sekolah. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yaitu kurangnya pengetahuan anak sekolah terkait makanan jajanan sehat dan kurangnya ketersediaan makanan jajanan sehat di kantin sekolah. Penanggulangan masalah gizi anak sekolah terkait peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui pelaksanaan Hari Kantin Sehat. 2. Tujuan Tujuan Umum Meningkatkan ketersediaan makanan jajanan sehat di kantin/di sekitar sekolah Tujuan Khusus 1) Meningkatkan konsumsi makanan jajanan sehat anak sekolah 2) Meningkatkan status gizi anak sekolah 3. Strategi dan Metodologi Pendekatan Strategi Pendekatan Strategi pendekatan yaitu melalui pendekatan dengan kepala sekolah SDN Slamparejo 1 dan SDN Slamparejo 3 Metodologi Pendekatan Metodologi pelaksanaan yang digunakan yaitu dengan mengadakan "kantin" yang menjual makanan jajanan sehat dengan melibatkan pihak sekolah, anak sekolah, dan para penjual makanan di sekitar sekolah 4. Pelaksanaan a. Hari Kantin Sehat SDN Slamparejo 3 1) Waktu Senin, 29 Oktober 2012. Pukul 09.00-11.00 WIB 2) Tempat SDN Slamparejo 3 3) Alat dan Bahan • • • • • Meja Makanan yang akan dijual Kamera Poster Flyer 4) Sasaran Sasaran kantin sehat yaitu pihak sekolah, anak sekolah, dan para penjual makanan di sekitar sekolah 5) Teknis Pelaksanaan Menjual makanan jajanan sehat yaitu es susu, pisang meses, sandwich, jelly, sate buah, dan snack sehat 6) Susunan Acara Kantin Sehat Waktu 09.00 – 09.15 09.15 – 09.30 Kegiatan Persiapan kantin sehat Pembagian flyer terkait jajanan 09.30 – 11.00 sehat kepada para penjual makanan Pelaksanaan kantin sehat 7) Petugas Pelaksana Petugas Belanja : Denis Melati Petugas Pengolahan Petugas Persiapan Petugas Penjualan Anastasia S Sie Acara Sie Humas Dokumentasi Faktor Pendukung • • Dukungan penuh dari pihak sekolah Tersedianya sumber daya dan fasilitas yang dibutuhkan untuk terlaksananya kegiatan Faktor Penghambat • Terbatasnya waktu pengolahan dan persiapan : Vinny Aprilia dan Yasmin AlHabsy : Dwi Nina Amelia : Angela Slamet S : Mita Eka Budiarti : Andini Putri Riandani : M Fajar Wardana dan Rini 8) Faktor Pendukung dan Penghambat 9) Monitoring dan Evaluasi Monitoring : Monitoring dilakukan selama kantin sehat berlangsung, berdasarkan pengamatan pelaksanaan kantin sehat berjalan lancar yang ditandai dengan antusiasme anak sekolah dan para guru yang cukup tinggi. 10) Rincian Biaya b. Hari Kantin Sehat SDN Slamparejo 1 1) Waktu Selasa, 30 Oktober 2012. Pukul 08.00-11.00 WIB 2) Tempat SDN Slamparejo 1 3) Alat dan Bahan • • • • • Meja Makanan yang akan dijual Kamera Poster Flyer 4) Sasaran Sasaran kantin sehat yaitu pihak sekolah, anak sekolah, dan para penjual makanan di sekitar sekolah 5) Teknis Pelaksanaan Menjual makanan jajanan sehat yaitu es susu, ongol-ongol, pisang meses, sandwich, jelly, sate buah, dan snack sehat 6) Susunan Acara Kantin Sehat Waktu 08.00 – 08.30 08.30 – 11.00 Kegiatan Persiapan kantin sehat Pelaksanaan kantin sehat 7) Petugas Pelaksana Petugas Belanja : Denis Melati Petugas Pengolahan Petugas Persiapan Petugas Penjualan Anastasia S Sie Acara Sie Humas Dokumentasi Faktor Pendukung • • Dukungan penuh dari pihak sekolah Tersedianya sumber daya dan fasilitas yang dibutuhkan untuk terlaksananya kegiatan : Vinny Aprilia dan Yasmin AlHabsy : Dwi Nina Amelia : Angela Slamet S : Mita Eka Budiarti : Andini Putri Riandani : M Fajar Wardana dan Rini 8) Faktor Pendukung dan Penghambat • Antusiasme para siswa SDN Slamparejo yang sangat tinggi Faktor Penghambat • • Waktu istirahat tiap kelas tidak berbarengan Jumlah makanan yang harus dijual diluar perkiraan dan rencana 9) Monitoring dan Evaluasi Monitoring : Monitoring dilakukan selama kantin sehat berlangsung, berdasarkan pengamatan pelaksanaan kantin sehat berjalan lancar yang ditandai dengan antusiasme para siswa yang sangat cukup tinggi. 10) Rincian Biaya 5. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Saran
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful