P. 1
Standar Biaya Umum TA 2013

Standar Biaya Umum TA 2013

|Views: 10|Likes:
Dipublikasikan oleh yudhiperdanaputra

More info:

Published by: yudhiperdanaputra on Mar 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2014

pdf

text

original

'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 0 2| 2 A L 2
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3. mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya berfungsi b sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013. (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. (21Dalam rangka pelaksanaan anggaran. mempunyai pencapaian keluaran. bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana. . dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4. komponen/tahapan c.' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a. dan e. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d. b.maju. (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:. yarrg jelas dalam d. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan . bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002. merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang. b.

Direktur Jenderal Anggaran. Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud.q. (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negeri. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c. . dan/atau b. Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5. (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini. Kementerian Keuangan c. pegawai negerif non negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan.q. Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013. Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

^m. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN.W. -.t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't. ttd. ttd. AGUS D. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii .Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya. *\N. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA./.

Rp250 miliar m.d.0OO Rp83O.d. Rp250 miliar m.0O0 Rpl.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s.O0O Rp6l0.d.d.d.d.d.430.000 Rp3. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0. Rps0ojuta d.01o. Rp1O0 miliar l.000 Rp3. RplOOjuta b. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s.00O Rp970. Rpl triliun p.OO0 Rp2.d.d.0O0 Rp57O.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.040. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI KIND.78O.0OO Rp99O.d.0O0 Rp82o.O0O Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.2.d. Rp10 miliar h.d.d.d.OO0 Rp61O.250.d.590. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Rp75 miliar k.d.O0O Rp930.58O.330. RplOOjuta b. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di atas Rp2.0O0 Rp4. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s.O00 Rp48O.d.O0O Rp1. Rp2.S miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a.5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.620.d.00O Rp1. RplO miliar h.5 miliar s. Rp2.d.0O0 Rp7OO. Nilai pagu dana s.d.d. Rp400. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2.580.000 Rp1. Rpl miliar e.d. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s.O0O Rp2. Rp10 miliar h. Rp5O0 miliar n. RpZS miliar k.OO0 Rps.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.S miliar f.d.d.0O0 Rp1.890. Rpl miliar e.d. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s. Rp5OOjuta d./ . Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Rp5O0juta d.d.0O0 Rp2.d.000 Rp4. Rp2.000 Rp1.d.d. RpSOOmiliar n.O0O Rp3.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.d. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a.250.oOO Rp660.d. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.t97t0\Bl'PUB LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC .00O . RpS miliar g. Rp25Ojuta c.58o.170. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s. Rp25Ojuta c.0O0 Rp1.44O.05O. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.08O.d. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Rp250 miliar m.0O0 RpSr0. j. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s. RpTS miliar k. Rpl00 miliar l.d. Rpt0O juta b.OOO Rp770. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r.00O Rp2. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a.d.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420.110.61O.d. Rp5 miliar g.000 Rp3.o0o Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. RpS miliar g. Rpl triliun p.830.d.5 miliar f.0OO Rp1. Rp250juta c.000 Rp88O. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.OOO Rp72O. npSO mitia. Rp50 miliar j.d.23o.O0O I. Rp25 miliar i.NESIA ilBffi H*dfllwft . Rp500 miliar n.00O Rp1.69O.850.0O0 Rp3. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s.3. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s.580.520. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.d.O0O Rps.d. 1.9rO. Rp750 miliar o.0O0 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.250.O8O.O0O Rp2.Rp7S0 miliar o.O00 Rp4. Rpl miliar e.d.58O.

000 Rp680.d. Rp2S0 miliar m.d.000 RpS.000 Rp3.d.d. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0. Rp2S miliar i. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.81o.000 Rp1.780. Rp2S0juta c. RpS miliar g.130. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 . 4 .OO0 Rp1. Rpl triliun p.O90. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. RpSOmiliar j.000 Rp430. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s. Rp25Ojuta c.000 Rp3.d.d.150.O00 Rp1.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b.00O Rp860.000 Rp4.d.000 Rp1.5 miliar f.O0O Rp2.d. RptO0 miliar I.000 Rp6rO. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s.d.840. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2.790.000 Rp640. RplO miliar h. RpS miliar g.270.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s.000 Rp420. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Rp4. RpS miliar g. RpS0 miliar j.d.000 Rp2.000 Rp980. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d.5 miliar s.030.090. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s. RpS00 miliar n.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d.32O.d.000 Rp2. STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a. Rp50 miliar j. Rp25 miliar i.d. Rpsoojuta d.5 miliar s. Nilaipagudana s.d.000 Rp500.5 miliar s. Rp100 miliar l.d.000 Rp370. Rp5O0miliar n. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s.d.OO0 Rp3.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 . Nilai pagu dana di atas Rp250juta s.350. Rp10 miliar h.d.d.000 Per Paket OP OP OP Rp460.490.000 Rp1.0OO Rp850.550. Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s. Nilaipagudana s.78o.d.000 Rp2.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp1. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.d. Rp25Omiliar m.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260.520.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s.580.d.d.000 2 HOIiIORARIIIM PE.d.d.000 Rp810.940.d.d.000 Rp1. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2.3. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rp25O miliar m. I. Rp2.d. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2. Rp75 miliar k.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/.d. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s.000 Rp2.0OO Rpl.120. Rp750 miliar o. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s. Rpl00 miliar l. Rp2./ . Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.2.000 Rp4. Rpl0ojuta b. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s.450. 5 .120.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp250 juta c.d.00O Rp760. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s.000 Rp77O. RpSO0juta d.d.470.000 RDg2O-OOO . PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.020.560.d.840. Rp75 miliar k.860.000 Rp2.000 Rp310.d.000 Rp1.000 Rp670. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s. Rpl0 miliar h.d.000 Rp2. Rp2.d.d. Rp25Ojuta c. RpTS miliar k.000 Rp570.d.d.160.d. Rpl triliun p. Rpl miliar e.5 miliar f. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s. Rpl miliar e.0OO Rp500. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s.000 Rp1.580. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340.d.000 Rp1. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.d.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Rp750 miliar o.d.330. Rp500 juta d.000 Rp570. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a. BENDAHARA PENGELUARAN a. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b. Rp500 juta d.5 miliar f.0OO RpSl0. Rp7S0 miliar o. Rpl0ojuta b. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.000 Rp1.d.

0O0 Rp48O. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s.0O0 Rp60O.000 Rp2. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s.650.000 Rp2. RpS miliar Rp5 miliar s.d.4.d.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2.750.d.d. RpSOmiliar l. o.OO0 Rp4.5 miliar s.5 miliar f. Rp25 miliar Rp25 miliar s.000 Rp3.000 Rp2. Rp100 juta b.000 Rpl. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s. Rp250 juta c.000 Rps.960.000 Rp2. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s.060.OO0 Rp1. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s. f.d. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O. n. Rp750 miliar Rp750 miliar s. Rp50 miliar j.000 Rp2. Rp100 miliar l. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450.200.d. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a.370.520. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s.d.d. Rp25 miliar k.000 Rp1.2. m. I. Rp250 miliar Rp25O miliar s. Rp500 juta f.O4O.d. RpS miliar i.OO0 Rp9lO.000 Rp450.d Rpl triliun r.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s.d.oO0 000 Rp72O. k.000 Rp1.000 Rp520. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1.600.630.d. Rp5 miliar g.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s.880.100. RplOO miliar Rp10O miliar s.d. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s.d Rp250 miliar o. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s. Rp10 miliar h. l.000 Rp2.d.5 miliar h.d Rp50O miliar p.d.OO0 Rp1.990. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s. Rp50Omiliar Rp50O miliar s.000 Rp5. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s.000 Rp1.000 Rp2. 3 HOITORARII'M PE. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a. Rp10 miliar j.560.000 Rp420.d. j.520. Rp2.OO0 Rp2.450. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e. Rp500 miliar n.d.d.OO0 Rp1.840.000 2.d.0O0 Rp3. Rpl .000 Rp4.230. i.230. Rpl miliar g. Rp2. PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2.510.090.d.d.d. b.OOO Rp1.000 Rp3. Rp250 iuta e.'A3AT/PAITITIA 3. d.140.d.000 Rp3.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3. Rp250 miliar m.820.O00 . Rp75 miliar m.010. Rp50 miliar Rp50 miliar s. Rp2.d.d. Rpl miliar e.260. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.d.d.5 miliar Rp2.640. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s.000 Rp2.210.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s.450.91O. h.d. c.d. Rp500 juta d.d. Rp10 miliar Rp10 miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s.270.250. Rp75 miliar Rp75 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s.d. p.5 miliar s.d Rp750 miliar q.000 Rp3.000 Rp1.d.0O0 Rp77O.d.890.d. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s.d. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s. RplOO miliar n.5miliars. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s. 000 Rp91O.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s. Rp750 miliar o. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s.370.000 Rpl.000 Rp45O.000 Rpl.d.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s. g.000 Rp62O.d.000 R p l . Rp75 miliar k./ .

Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s.d. Rp75 miliar k.260.I.000 Rp2. RplO miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Rp500 miliar n.d.0o0 Rp7OO. Rp50 miliar j.000 Rpr.79O.500. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s. Ketua/Wakil Ketua e.d. Rpl0ojuta b. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.OOO Rp1.680.d.000 Rp2.1 10.450.d.000 Rpl.000 Rpl.d. Nilaipagudana s. Rp5O0 miliar n.280.760.130.000 Rp1. RpS miliar g.d. Rp10 miliar h.0o0 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.370. Nilai pagu dana di atas Rp2.oo0 Rp1.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.170.d. RpZS miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp2.d.260.000 Rp2.d.000 Rp3. Rpl triliun p.d. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp750 miliar o.380.d.000 Rn35O. Pengarah b. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld. RpS miliar g.2. BENDAHARA a.260. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4. Rp50 miliar j.d.000 4. RpZS miliar k.0O0 Rp370. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.820.070.880.d. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. RpZSOmiliar o.000 Rp3.d. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.000 Rp940. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. RpS00 juta d.000 Rp3lO.000 Rp570.d.490.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260. Rp250juta c.00O Rp2. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.O00 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.72O.000 Rp2.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Rp250 juta c.950.o00 Rp730. Rpl rniliar e.000 Rp3.d.0O0 Rp6l0. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.d. PenanggungJawab c. Rp50 miliar j.56O. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s.d.540. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5.O00 Rp4. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Rp25 miliar i. Rpl00 miliar l. RplOOjuta b. Rp750 miliar o. Rp250 miliar m. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.5 miliar s.d.d. Rp2S0 miliar m. ANGGOTA a.000 Rp89o. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.3.d.000 RpS10.0O0 Rp770.870. Rpl miliar e. Rpl miliar e.5 miliar f. Rp2sojuta c.000 Rp500.000 Rpr. Rp25 miliar i.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0. Rp5O0 miliar n.820.5 miliar s. Rpl triliun p.0O0 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s. Rp2.d. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d.030. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.000 Rp880.d.d.d.d.d. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a.00O Rp400.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a.140.000 Rp600. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Rp3. RpsoOjuta d.000 Rp500. Rpl00juta b.000 Rp66O.S miliar f.000 Rp2.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.d.d.d.d.000 Rp1. Nilaipagudana s. Rp500 juta d.9ro.000 Rp2.d. Koordinator d.d.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.000 Rp1.5 miliar s.OOO 'l/ .d. Rp2S0 miliar m.10O.62O.d.000 Rp430.000 Rp540.d. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp420.5 miliar f. Rpl0 miliar h. Nilaipagudana s. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.

000. Koordinator c.0o0 Rp2. DAN 'RAI''BAKTT IO. Peneliti/Perekayasa Utama b. Peneliti/perekayasa Madya c.5OO.2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7. Pembantu peneliti/perekayasa b. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I. Koordinator peneliti/ perekayasa c. Pengolah Data e. PElfcEMuDI. Ketua/Wakil Ketua d.1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a. Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5. Ketua/Wakil Ketua d.1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3.2 10. Petugas Survey f.3 10.4 Rpr.THAN.al a. ptrucAs ll. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6. Sekretariat peneliti/perekayasaan d. Koordinator c.I 10. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a.2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9.2 KetualWakil ketua 9. Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL]. Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d. Koordinator c.1 6. Pengarah b.3 Sekretaris 9.1 PenanggungJawab 9.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8. Ketua/Wakil Ketua d. Koordinator/Ketua d. PenanggungJawab b. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a. Sekretaris f. Wakil Ketua e. PenanggungJawab b. PenanggungJawab c.O0O Ho![oRARruM SATPAM. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b. Peneliti/perekayasa Muda d. OB OB OB OB OB OB Rp2.000 .GD/ KEGIATAN 8.90o.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a. PenanggungJawab b.

6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16.000 Rp330.0o0. Sekretaris f. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a.0OO Rp750. Sekretaris f.000 Rp100. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1. Ketua d.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17.000 Rpr80.4 WebAdmin I7. Rp200 miliar e.2 Redaktur 17.000 Rp400.500.0O0 Rp100.4 16. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.000 Rp580.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13.OO0 Rp100. Pengarah b.000 Rp810.2 16. RplOO miliar d.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250.000 Ro570.000 Rp350.O00 Rp4O0.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a.000 Rp300.2s0. PenanggungJawab c.d Rp25 miliar b. Rp350.000 Rp4rO.O0O Rp490.000 Rp500. Wakil Ketua e. Ketua d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400. Anggoia 13. Pengarah b.5 16.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a.00o Rp850.3 16. Wakil Ketua e. Rp50 miliar c.OO0 Rpl5O.000 Rp3Oo. Pengarah b.0oo Rp300. Sekretaris f. Ketua d.1 16.000 Rp350.4 Desain Gralis & Fotografer 15.d Rp25 miliar b.0OO Rp750.d.000 Rp450.1 PenanggungJawab 17. Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB. Rp50 miliar c.00O Rp300.o00 Rp450.1 PenanggungJawab 15.000 Rp250.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500.000 Rp1.000 Rp1.IUTJURNAL 15.000 Rp300.000 Rp100.3 Editor 77.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s.000 Rp15O.000 Rp460.00O Rp650.000 Rp250.d. Nilai pagu dana s.0OO Rp22O.000 Rp7s0.1 Ketua/Wakil ketua 14.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18.d.d.000 Rp690.5 Web Developer 17. PenanggungJawab c. PenanggungJawab c.000 Rp50o. Rp200 miliar e. Nilai pagu dana s.000 Rp180.3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a.6 Pembuat Artikel 17.5 Sekretariat 15.OO0 Rp400.00O 1Ii / .d.2 Redaktur 15.d.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N.000 Rp250.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18. Rp10Omiliar d.000 Rp500.3 Penyunting/Editor 15.000 Rp600.000 Rp7OO. Wakil Ketua e. Anggota 13. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.

tO Anggota l9.9 Sekretaris panitia | tS. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20. Nilai pagu dana s.8 Ketua Bidang | | 19.000 Rp60O.l Pengarah t9.KTM.O00 Rpsso.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120.12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL .l 1 Liasion offcer lt ol | 19.d.0001 Rp4OO.2 Honoraium penyelenggara Ujian | a.1 Vakasi a. pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c.000 Rp24O. Rp400.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22.l Narasumber Kelas A | 21.6 AnCCotaDelegasi RI | 20. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l .d.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST.3 Ketua/Wakil Ketua 19.10 l2o. RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC.2 penanggungJawab | | 19.0O0 Rpl9O.o00l RpssO.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.0o0 Rp340.r Pengarah Rp250.OO0 Rp150.OOO Rp65O. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Rp41O.0OO Rp7. RptOO miliar d .iaran OH ry .3 Ketua/Wakil Ketua | 20. Rp200 miliar e .MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .O0O Rp25O.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O.000 Rp15.O0ol Rps00.7 Koordinator | 20.3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22.OOO c.2 PenanegungJawab I 20.:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela.d.4 Ketua Detegasi | 19.0o0 Rp27O. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50.2 Narasumber Kelas B | 21.l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120.oO0 RpSO0 Rp4 Rp450. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso.8 Ketua BidanS | 20. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9. Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO. Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s.7 Koordinator | 19.6 Anggota Detegasi Rt | 19.O00 Rp27O.OOO Rp350.O00 Rp470. pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b.5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0.4 Ketua Delegasi | 20.5 fim Asistensi | 19.0OO I il i::::.d Rp25 miliar b.l pengawas Ujian | b.5 Tim Asistensi | 20.000j Rpsso.

000 Rp27.3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24.O00 Rpr3.000 Rp29. Golongan III d.000 OH OH OH Rp25. Golongan I dan II b.OO0 Rp280.000 Rp30O.000 Rp25. Golongan IV 24.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c. / .OO0 Rp290. Golongan II c. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.2 Golongan III 23.0OO Rp260.O00 Rp20.O0O 41. Golongm I b.000 Rp250.1 Golongan I dan II 23. Golongan III c.000 Rp300.I UANG LEMBUR a.000 Rp29. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO.O0O Rpl7.000 Rp27.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23.2 UANG MAKAN LEMBUR a.

MALUKU UTARA 32. 3ANTEN 12. 3 A L I 1 8 .000 360. 6.AMPUNG 3ENGKULU 360.OOO 1 0 .000 360./ . ]ULAWESI SELATAN 24. 9. KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22. PAPUA BARAT 360.000 420.O00 20. YOGYAKARTA 1 6 . SULAWESI TENGAH 29.K.000 370.000 370. 5.I. JAWA TIMUR t7. {USA TENGGARA BARAT 19.000 370. iORONTALO 26. JAWA BARAT 1 3 .000 370.000 370. 370:999 430. ).000 480. ). 3ANGKA BELITUNG 11.000 380.O00 370.000 370.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER. JAKARTA t4.OOO 23.000 430. 8. 3.000 530.000 580.000 430.O00 370. JULAWESI UTARA 25. IAWA TENGAH 1 5 .O00 2. NUSA TENGGARATIMUR 440.OOO 480.CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360. ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN .O00 370.000 370. SULAWESI TENGGARA 30.000 360.OOO . P A P U A 33. 7. 4.IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q. KALIMANTAN TIMUR 24.OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380.000 370.I.ooo 410.000 420. ]ULAWESI BARAT 27. \4ALUKU 3 1 .000 360.

000 9s. 0 0 0 --115.000 r 15.000 io.O00 (61 85. I-AMPUNG 9 . YOGYAKARTA 1 6 .000 85.000 -*- tos.000 10.ooo95.160. 6..o00 20.000 15.000 120. D.000 25.o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100.000 170.- 85.000 140.. JAKARTA t4. DAN UANG WI.ooo roti. BENGKULU 1 0 . IAWA BARAT 1 3 .000 ob.000 1 1 0 .000 160. \4ALUKU UTARA 32. JAWA TIMUR 17. B A L I 1 6 .ooo 30.--z L .OOO ioo.000 30.000 140.000 110.ooo 130. MALUKU 3 1 .000 140.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA. JUI. SULAWESI TENGAH 120.000 10.O00 106.000 110.000 30.ooo 85.ooo s.000 95.000 30. ? 30.000 .obo 95.000 130.000 r00.000 50. KALIMANTAN SELATAN 23.000 150. rnirrvrnr.000 r05.ooo 30.000 oo.boo 120. iORONTALO _26. SUMATERA SELATAN 8.I.OOO 130.UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -o iiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120.000 110. NUSA TENGGARA TIMUR 20.-PAPUA BARAT ^/ . KALIMANTAN BARAT .OOO 110.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No.0d0 15.000 95.O00 95. 3ANTEN ! 2 .000 9s.I.ooo r 10.000 130. D.000 2.000 tooobo r00..oob 100.000 95.000 - r40.000 125.AWESISELATAN 28. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI.s0..ooo 10.000 1 1 0 .000 130.000 150. PAPUA - _?e_ lv!4yPqr 20.O00 sb.obo .6.000 50. 0 0 0 -"--110.000 8s.000 ios.000 95.000 10.000 115.000 reo._ ]ULAWESI BARAT 27.000 .000 105.oiiri 95.-ooo 30.000 200.ooo 100.000 110.A. SULAWESI UTARA 25. JAWA TENGAH 1 5 .000 95.000 85.000 95.000 35.000 150.000 180. ]ANGI(A BELITUNG 1t.nArv-rpNcCA2 2 .K.SUMATEM BARAT 7 .OO0 3c.OOO Cs.000 110. KALIMANTAN TIMUR -'iq. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 .000 rg5.o00 zs.o00 30. J.000 30.000 4.000 25.000 95.000 bo.

150.o00 600.u-!lg | ___.470.obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ .ooo 460.000 _95.qqql____9_4!.gg! _ l.000| 4.qoq . .gg1. .000 -.00q 600. -.SI TENGAH _9.._ .OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?! *-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q.ooi_.000 1.030._ ?.768.ooc . __!.pge l'_--.-1.350.qq:o_o_o_ .oqq.000 _1.030.o00 I .gg_o l-.3se.000 900. 1:l.__ _*_J1_u:.qgq I -_-oH OH 4.-ooo 800.goq 1. -_ . 830.oqq_ -.OO0 4 -qnn non 1.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u.OOO .o_o:qgo +oo..3e9:0gq -Zsa.ooo __q.000 [-lbTooit .99.ooo -_9-t1_ _1. __ _z9gp_o_0" 4.000l OH -oii _.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO. qqg. 6 _ Z 9 1 0 0_ g.gqq iao-ooo I rc0.-0-Qq I tisol. 580.boo.q-o_q I OH __q-09!.q-qq.0J0 _1.oqo__ _ _ 7sQ..io ____ 41o.oq0 _ ___ -qqq.-_i!q.ono __1.000l- I _qel. ---t5-o.oqo _ -_i1q.qqg ___?99'q0_q 91o.ooo OH 750.000 .ggQ._.72o. L-q12._-?..o OH H .q-qo._qgQ.4q0_1q0! .__ | _-"oq.__l.?-5_0-.q99 1.I.ooo __3.?1o__og_g_ r.8r9.240.Lq.:1_1260.000 I OH __4.lsooob OH --itH -1.000 1.q | oH-..ooo .qqq -__-.ooo .q_0_q0_9.6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!.000 3go..Jl_O:qgg l. PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol.000 -. __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2.Q-00 | 1.srgri.-BARAf-= l-.O00 czg.-_l.ibts.716.?._0_0( _ q9...000.qq_o."ooo .oso..371.q9q | 1..q99 ".o00 I J2o.9g2:90_0 _ -___Fsq.1q9.gqq -_.oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4.-i.og.0OO 7?o.?-6qgg_q._-.-_1.ggq 720.--+io._0_q0 _*.ooo l-_ --47!. _.--sgb.0.ooo .qgc oH' -.-__1. .IKALTMANTAN _SELATAN .-3.0qgjq0_0.90q.___49_q..9q! .--9-q9.oog._.ooo .99-0.poo * .q2g. YOGYAKARTA 16_ _ 1 7.-ogq 3Co.000 _.qqg.g.sgo.qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H .q00.0_0q __1.90 l$o0:g0q| _ .Q99..o_qg 1.9?9..qqo zao.Qao.qoo _ 720.?4q0-0p _ _ _ .0!g __L11s-qqg I _ r.260.77o. .Qgq_.500.-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4.___ ._o_oq .000 _______q4q. I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \.920.OOO .0-.!g 360.0.ooi 510.ooc l.-4gq.o-qg e!0.q00_ ___.-o.g_09 _ lr4s-?.oooI ___3.1g:0_0_g 400.rsz.Qg(__3110.g_qq r.030.!'89:q00 I * . _l:229_:g0g_ l-.820.000.iz+.4go:gqo i .qgg l--4o8bbo -l}s..Q9q iio. l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2._-q. ---1.?.q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?.o.0_0_q ...o r i .000 .o_g! __!z_s.ooo 400.oog .-e?o.1?q..0-q9 .q_q-q 4t2. _-Lqqp.079.000 I -ess0eql-_zqq.g-0-9.9q0.. -_qfl.400. .Q99 _.000 -_ _ ___45q.420.000 I 6_qq.000| 336. l:g_.0q.__?j1l0_. OH OH -oH t 4nn nnn OH -oC* I r.QQ( 380.._ .8lp_.q2. . _.qqq| 3zq.000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D.LoJq.QF_o. .9_0_0_ 45O.__-2--8_g:O.lqo-qQg p.qqq_ l---s3b"ood ._0:gg0 _ .o00 __3..9?p.___ g..-.ooo .000 __.s?10_0q . .-00_0_ -o-H66r._!-?qq.o-qo_ _ 25q.

A (iIJL.O7 2s2 242 241 429 4n6. 318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep.Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" _ 91q 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _8_ _ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9. Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i. D AMDRIKA UTARA I ._21r_. () GOL.11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______.___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ _ __ ___q.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL.l' GOLONGAN (i(./ . _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____._____iff.nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ . !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___. 313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___.L.24_L 277 .

Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi".? 334 296 257 276 244 __ __i.UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst. C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL.qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7. D 426 421 407 416 .|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16.-?-186 _ .__1_q_ -.__._ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-.^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\. A (i()L.-.. _ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _._____196_ 2to 188 302 .t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / .5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-.0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t. -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -. _q_0* 300 247 25I 135 . 293 267 276 257 270 323 365 224 t97 .esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq .// . -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K._ _sq6 +29 425 277 __l.. 4 GOLONGAIT B GOL._____9_1.2 244 263 _ _?q3-___ _ -___1_82 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl].MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL.

D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 .tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1.Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep.66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221. 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / . A GOLONGAN GOL.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL.. E Gc|l.

750 5.270 10.520 6.440 11.260 t.800 1.600 1.780 7.220 8.MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.490 5.240 2.010 2.100 2.530 7.160 2.7tO 2.040 6.470 r.790 3.040 5.310 3.130 6.770 6.550 5.010 7.160 6.770 5.310 3.O80 LO.830 850 3.990 3.330 3.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.490 3.560 3.370 1.570 4.010 3.670 3. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .220 1.91O 7.500 13.490 1.500 9.770 2.450 2.660 7.320 t6.400 920 2.550 5.800 1.240 .880 t.400 3.600 2.980 4.O10 3.'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.220 3.520 4.720 2.660 4.690 5.390 12.010 1.800 t.610 1.610 6.760 5.620 9.960 4.960 1.a20 680 r.810 3.890 3.690 7.000 3.670 2.600 2.770 2.310 4.270 4.buia Addis Ababa Alger Amman 2.r20 5.820 ftl 4.810 6.L70 s8o .000 5.200 4.440 5.4{o 1.L60 3.060 3.400 5.330 12.470 9.430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B.780 4. (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.180 4.350 4.650 t.860 t.200 3.500 6./ .500 5.S Begawan - 890 1.810 t.590 5.430 (s) 2.020 5.360 5.330 7.860 2.920 10.sLO 9.640 7.890 1.370 10.980 1.340 9.520 1.400 1.s.830 4.600 1.420 5.150 1.910 11.820 8.220 4.460 5.890 3.910 3.330 550 630 890 3.900 3.150 7.700 4.220 7.520 4.0.060 1.920 r.60 6.240 9_.060 3.370 2.450 3.480 3.200 4.so0 1.o20 4.5rO 2.204 4.890 3.720 4.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.660 3.L30 4.530 3.510 3.490 1.220 880 2.OOO 8.330 3.990 10.999 2.900 730 1.050 4.410 7.150 3.900 1.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.O50 1.680 3.730 2.300 8.5i0 t.860 2.810 4.080 3.I30 3.680 1.220 3.020 5.140 6.730 3.840 7.110 5.

780 1.260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.930 3.740 2.240 3.100 r.9-99 840 i.600 3. 0 5 0 880 sso eio 580 340 1 .730 3.tLO 1.320 7.490 1.800 2.640 2.720 13.150 1.400 3.ar9 7.370 810 2.640 2.530 5.160 1.rso 3.560 6.180 7.980 .500 1.360 r.470 2.O70 1.r70 5.170 7.920 6.890 3.-1.600 r.140 3.o29__ 1?e_9 2.040 3.100 2.460 3.430 4.590 t.580 1.950 2.630 640 3.860 2.430 10.690 2.150 1.500 5.610 4.220 9.190 z.290 4.060 2.930 750 1.oso a.2rO 920 2.520 3. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.620 8.700 6.0i0 750 _3€99_ 4.170 7.330 3.420 3.180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5.930 2.O20 4.190 1.440 9.080 2.030 2.030 3. 510 720 610 1.290 1.750 3.660 3.190 2.130 3. 0 6 9 ?.630 2.510 --z.460 2:9ro 660 890 .950 _ _ _ 7 .650 7.560 3.r80 1. 0 2 0 790 1.670 6.890 4.050 7.220 4.280 3.* .060 1.100 3.490 4.790 1.200 3.060 3.420 2.980 1.2rO 3.210 4iio 3.690 .9-so 7.010 7.920 8.840 3.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.100 8.500 2.340 2.300 5.900 4.260 860 1.930 3.720 1.570 2.180 r .660 3.450 450 2.350 1./ .7lo 4.460 3.390 1.700 7.600 3.140 2. 11 0 6.oro 2.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.r20 7.270 6.860 2.400 4.450 1.soo 3.050 5.100 2.1.990 2.+70 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO.820 1.430 4.570 2.1 .620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2.800 5..O40 9.380 2.600 6.610 {s) 2r.100 .530 590 980 3.680 4.500 3.420 ro.400 3.390 2.630 8.920 1:.O00 3.240 5.270 3.730 1.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.820 990 L.660 1.500 1.530 (41 7.I40 3.560 1 .LOO 2.390 2.340 5.290 1.630 5.530 830 750 750 4.100 5.t20 4.080 5.050 10.9r0 370 1 . PERWAKILAN PERUIAKILAN .600 4.940 2.r7o.600 6.L20 8. 1 9 0 2.000 5.410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.800 2.

750 i. 11 0 t.310 640 1.230 3.300 3.520 _3.4LO 3.940 600 3. 11 0 t.600 4.890 6.350 3.020 2.570 7.450 z.970 3.O40 5.180 2.900 1.500 5.480 2 3_102 730 1.640 6.930.750 2.440 2.470 6.830 4.8-oo 8.910 9.950 2.670 8.130 3.990 2.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.050 920 3.050 - 2.O20 4.180 l:^l.300 3.030 3.660 2.400 4.060 3.620 7.020 6.t20 2.340 6.8391.690 1.860 5.900 1.070 t.1 10 2. 7.180 9.7IO 5.380 3.490 9.390 2.240 __ _5:059 __-7.130 1.320 2.670 600 2.580 4.320 L2.300 5.520 6.370 2.340 4.360 4.320 4.480 4.r20 4.580 7.250 Perth Phnom Penh to.440 NO.060 6.990 5.260 5.050 6.450 3.360 L.610 5.560 1.t20 1.420 2.500 4..060 3.n 2.610 5.330 2.890 1.620 10.O70 1.350 3.060 8.1.700 4.630 880 3.120 2.s0o 8.330 ?'9-99 1.690 Roma San Francisco _10_1 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3./ .420 2.130 4.500 10.280 530 t.000 r .070 8.880 8.630 7.300 11.O20 5.L90 3.7LO 1.O20 3:110 1.410 11 .300 3.700 860 t40 1.030 3.720 4.600 6.820 4.690 7.040 4.OOO 4.440 1.860 3.870 2.230 Eksekutif (3) (sl 7.460 4.310 730 7ro .920 9.420 4.900 6.100 1.540 1.540 4 .290 640 1.O24 7.470 2.500 4.230 LO.430 1.050 L.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.380 6.450 1. 13.350 - i.270 650 1.970 2.540 7.920 3.650 960 3.280 10.740 11.240 6.500 2.630 2.890 2.290 6. 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.480 3.030 950 3.590 5.050 460 520 790 3.r 70 3.670 rr.200 4.gtO 12.510 J.71O 2.ee9.350 3.980 1.aoo 4.610 7. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.760 3.870 3.260 2.890 1.750 8.31O 570 2.970 5.970 Quito Rabat Riyadh 4.850 5.280 5.370 (71 4.580 6.980 2.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3.650 to.340 4.20 2.280 1.640 3 .360 1.680 2.130 8.890 2.500 3. PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U PERWAKILAN JAKARTA Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8.

120 3.100 6.750 950 10.200 800 4.410 950 3.050 8.250 4.970 1.100 5.870 2.500 7.370 3.550 2.810 t.970 5.000 2.560 // .410 4.910 7.670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2.230 3.990 6.370 13.r40 7._e-.obo 370 2.680 3.9LO 6.100 1.260 750 3.190 1.380 6.200 1.970 2.620 2.100 2.900 4.160 4.440 750 1.930 Bisnis (4) 4.320 4.790 2.520 5.960 t.800 3.930 r .620 910 3.160 12.890 2.180 2.810 3.330 3.890 2.810 1.L90 5.204 8.-6J9: 6.690 5.590 3.520 2.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.460 3.700 3.700 3.740 3.410 2.o70 1.610 2.230 7.690 4.380 t.190 7.650 3.460 1.200 1.980 .580 1.700 1.OOO 800 5.200 5.480 1.890 6.340 1.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3.480 t.204 6.800 4.320 950 6. P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.510 700 2.t70 1.870 2.200 -"t.420 3.370 1.800 4.2tO t.460 1.000 4.210 (71 4.200 4.610 750 1.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.280 2.500 5.580 1.200 1.500 4.440 900 1.090 5.740 700 1.840 740 600 2.270 4.570 " 1.320 3.100 6.dCo 1.280 t.680 1. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.860 3.480 2.390 3.4tO 1.490 Eksekutif PERWAKILAN .250 1.400 3.

TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. c. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP).000. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA. e. b.KEUANGAN MEN. termasuk PPABP. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja.00o. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. dengan ketentuan sebagai berikut: a. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya.00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa . d. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. 2. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK.

Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. 4. 5. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus . Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja.O0O. 3. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. b.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50. b.O0O. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang.00(lima puluh juta rupiah).t\f.Sllsf. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). pencatatan.A'. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. 6.

Peneliti/Perekayasa Madya. 7. Peneliti/Perekayasa Muda. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan. dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa. narasumber dapat . Sekretariat Peneliti/Perekayasaan. Pengolah Data.2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. 8. Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. paling banyak 4 (empat) jam sehari. Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7. Petugas Survey. Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. 7 . b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat. Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat. Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. Koordinator Peneliti/Perekayasa.

Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. pengemudi. Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O. wal meru s tertentu kePada atau "/ . Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang. 9. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan.g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. 11. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. 13.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. L2. (sepuluh persen) dari jumlah peserta. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. Pengemudi. Untuk satpam. c) bersifat temporer. Honorarium Satpam.

Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. v/ . 14. 18.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. dan e) dilakukan secara selektif. efektif. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. pelaksana dan yang sejenis. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. 16. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. 17. dan efisien. 15. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang.

Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. v/ . Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. ketua dan wakil ketua iembaga negara. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. pegawai negeri Gol IV/C ke atas.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. 20. perwira tinggi TNI/Polri. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. 21. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri. anggota lembaga negara. Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM.

Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. dan tinggi. 23.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c . menengah. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. 25. ujian tengah semester. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a. dan tinggi. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. ujian akhir semester dan ujian akhir. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. b. Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ . menengah. rapat melibatkan eselon I lainnya b. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. c. 24. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. 22.

Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian. pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250.00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan .INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja.000.".000. dan f. Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran. Selama melakukan perjalanan dinas.190. Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). Rp. transpor lokal. menteri serta setingkat menteri).000. Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota. Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara. maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c. 27. Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota. 26. dan uang saku. *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja. MENTER!KEUANGAN REPUBLIK. e. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah). Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b. Rp130.

Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara. ketua. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. Golongan A menteri. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. transpor lokal. duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. Golongan C d. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya. Golongan B duta besar. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. 24. pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara. wakil ketua dan anggota lembaga negara. . pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. b. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. c. perwira tinggi TNI/Polri. 29. pejabat eselon II. dan uang pengmapan. uang saku.

lit "i untuk satu kali jalan (one taagl. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri. b. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya. ENTERIAN KEPA AGUSD. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A. 2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. atau d. anak kandung. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar. anak tiri.W. anak kandung perempuan. belum pernah menikah. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. c. anak tiri. isteri/suami Perkawinan. MENTERI ttd. MARTOWARDOIO GIA NIP. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. anak tiri perempuan. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun. anak kandung.

000 38.I.O00 37.000 3 l.O00 45.230.OOO 11.2 3. Makm Aceh Sumatem Utda Riau Kepulaum Riau Jmbi Sumatera Bilat Sumatera Selatm Lmpung Bengkulu Bagka Belitung Banten Jawa Bdat DKI Jakdta Jawa Tengah Dl Yostaka$a Jawa Timur Bali NusaTenggila Btrat Nusa Tenggila Timur Kalimantm BaRt Ka.000 30.OOO 22. III Diklat Pimptne Tk.2 Orang/Kali Ormg/Kali Orang/Kali Orang/Kali Ormg/Ka.2 Paket/Tahun OT 52.OOO 4.000 36.000 50.545. RAPATBIASA a. Kudapan {snack) Aceh Sumatera Utsa Riau ormg/Kali orms/Kali 9s.OOO 30.MPIRAN II iBffi -S TEMANG 2013 BIAYATAHUNANGGARAN STANDAR flP1{i{3b}'ruU1?IK INDONESIA .000 36.O00 33.000 39.000 37.000 33.. Iv OK I 10.000 6.000 36.1 2.3 Peserta/Angkatan Peserta/Angkatm Peserta/Angkatm 4.000 37.li Ormg/Kali O|ug/Kali Omg/Kali Offig/Kali Omg/Kali OHg/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orilg/Kali Orsg/Kali Orsg/KaIi Ormg/Kali Orang/Kali Orsg/Kali Omg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Orang/Ka.000 36.470."A.000 42.000 39.tooNEStA STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI ESTIMASI BIAYA UANG TNANSPOR KECIATAN DALAII{ '(ABUPATEN/KOTA BIAYA KEPERLUAN SEIIARI. MENTERT kruRrucRru nepuauk'rr.261.000 1.000 2.000 33.O00 33.OO0.000 36.000 7 .000 37.OOO 20.000 34.000 35.OO0 33.000 34.000 36.000 3s.OOO 33.125.000 36.000 32.000 31.o00 3. Makm b. ll Diklat Pimpins Tk.000 45. 1 RAPAT KOORDINASI TINGKAT MENTERI/ESELON I/SETAM a.2 GolongilldsGotongilIt Golongm lll Peserta/Angkatm Peserta/Angkatm OH BIAYA MAKANAN PENAMBAII DAYA TAHAN TUBUH BIAYA KONSUMSI RAPAT 6.1 4.HARI PERKANTORAN DI DALAM NEGERI Memiliki sampai dengm 40 Pegawai Memiliki lebih dart 40 Pegawai BIAYA DIIILAT PIMPINAN/STRUKTURAL Diklat Pimpins Tk. KudaDan {srock.000 35.000 Ormg/Kali Ormg/Kali l2.OOO 5.limantm Tengah Kalimstu Selatm Kalimmtm Timur Sulawesi Utila Gorontalo Sulawesi Btrat Sulawesi Selatm Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggila Maiuku Maluku Uttra Papua Papua Barat b.oo0 10.300.1 3.li Ormg/Kali Omg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali OranglKali Orilg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali 36.

000 | 11.000 13.000 41.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc.000 14.O00 14.oo0 | 14.OOO 34.000 10.000 25. Rayon I Drerah Khusus Rayon I b.000 30.000 15.OO0 13.OOO I I r3.OOO 45. Dikma TNI/Polri b.O00 12.000 18.000 22. Anggotayang sakit d.000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7.000 16.000 14.OOO 30.2 I I I I I I | 7. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42. Ravon III I I | *1 l"vo"J.000 17.000 27.3 Rayon III e. Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a.1 Rayon I .000 41.1 Rayon I d.3 d.OO0 19.3 Rayon III c..3 I I I .O00 r 1. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c.000 15.OO I O l 14.000 11.000 51.l RayonI .2 Rayon II b.000 15.000| 14.000 11.000 l I 11. RayonII Drerah Khusus Rayon II c.000 34.O00 36..00o I 14. Rayon II c. Rayon I b.000 20.o00 32.OOO 30. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a.000 | 14.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs.000 I I I | I I I I I I | | I | 7..000 11.2 Rayon II d..000 11.OO0 10.z r<ayonlr .000 32.l Rayon I b.000 36.000 36.000 17.000 11. Tahanan AnggotaTNl/Polri .3 Rayon III b.2 Rayon II Rayon III ".000 | 13..O00 13.t Anggota TNI/POLRI Non Organik a.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.2 Rayon II .OOO 25.000 36.

OOO 30. Rayon II c.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9.000 32.ooo 32.aOO 30. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25.000 27.000 30. Rayon I b.000 36. Rayon I b.8 7 .4 7.OOO 30.000 32.OO0 8.9 7.7 7 . Rayon I b.000 32.000 30.000 17. Rayon II c.718. Rayon II c. Rayon I b. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.15 7. Rayon II c.OOO 6.000 34. Rayon I b.OOO 30. Rayon I b.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.10 7. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a.OOO 36. Rayon I b.000 32.000 32. Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a.OOO 546. Rayon II c.14 7.OO0 34.4 9.1 9. Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a.13 7.o00 32.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7. Rayon II c.000 27.000 30.000 25. Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59. Rayon I b. Rayon II c. Rayon I b.000 36. Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a.000 s74.554. Rayon II c.000 32. Rayon II c.6 9.5 9.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.000 8.000 20.000 18.000 482.000 36. Rayon II c. Rayon III Petugas Pengamatan Laut a.2 9. Rayon I b. Rayon I b.5 7.059. Rayon III RescueTeam a.OO0 36.OOO 5. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a. Rayon II c.000 30.7 9.000 36.12 7.000 37. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a. Rayon I b.OO0 .000 25.OOO 27. Rayon I b.000 36.000 41.000 30.6 7.3 9.11 7. Rayon II c.859.000 36. Rayon II c.

O00 125. Ke Bahasa Mandarin. dan Diploma lV/Strata 1 a.340.000.oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.11 9.OO0 2.500. Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a. Uang Buku dan Referensi per tahun .Diploma I .'v I / . Biaya Hidup dan Biaya Operasional .000 145. Dari Bahasa Prancis.LA7.L4 9.800.Diploma III .000 1.72 9.000 5.000 12. Ke Bahasa Prancis.LO 9. Ke BahasaJepang c.rN eR h^ '€r* -.OO0 13.343.o00 300.OO0. Belanda d.tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE.GELAR DALAM NEGERI 14.Z tr.Strata 2 dan Spesialis 1 .2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON.16 9.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12.Diploma I dan Diploma III .000 5.IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10.t\\\\\ .226.000.100.589.000.OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0.000 200.000 200.1 Mesin FotokopiAnalog I f 5.OOO 16.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.000 145.100.g 9.750.Strata 3 dan Spesialis2 b.o00 1.000 LA.000 800.000 3..225.1 ProgramDiploma I.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .326.000 1.17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.oo0 1. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.Diploma IV dan Strata 1 b. Dari BahasaJepang c.000 19.000 1.000. Belanda d.000 2.'ENIS .1 DariBahasa Asing ke Indonesia a.ooo 20.O00.l lO.000 145.000 145.2 10.530.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER.3 70.4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.L5 9. III.250.754.000 25. Jerman e.000 200.000 800.Diploma IV dan Strata 1 14.637.000 16.000 11. Uang Buku dan Referensi per tahun .200.t/l/.13 9.000 12.O00 I4. Dari Bahasa Mandarin.000 200. Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125.500. wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g.OOO 20. Jerman e. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.

PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 .930.430. JAKARTA 3 . 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29. 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 . 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e.K.000 29. 2 4 SULAWESI UTARA 3 . 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 .5 JAMBI 3 .0_00 29.730. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29.000 3 .800. 2 7 SULAWESI SELATAN 3 .000 29. 11 B A N T E N 29:410.ooo 30. 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 .1 3.OOO 29. 1 6 JAWA TIMUR 29.4lO.O00 29.O00 29.230.430. PRIABAT ESELON I 3 .340.000 29.450.000 29.1 Pejabat ru NO.100._56_0-:.000 29.450.800. 3 0 MALUKU 3 . 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 . 7 SUMATERA SELATAN 3 .32 PAPUA 3 . 2 8 SULAWESI TENGAH 3 . 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 .OOO 3 .430. PRIABAT ESELON II 38.000 29.880.340.000 29. 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 .2 3.41o.OOO 3 .OOO 3. 1 0BANGKA BELITUNG 3 . 1 2JAWA BARAT 3 . 1 4 JAWA TENGAH 3 .I. 1 3D.4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3.OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 .oqg 29.000 29.430.230.860.O00 29.880.OO0 29.510. 3 1 MALUKU UTARA 3.060.000 29. PF^IABAT NEGARA 2 .000 29. 2 5 GORONTALO 3.-q9_9 29.:090 29.560.430.OOO 29.OOC 3 .O00 30.380.000 36. 8 LAMPUNG 3 .OOO 293_4_q:g_0_o 29. 9 BENGKULU 3 .000 30.3 3. r 7B A L ] 3 .090.OOO 29.840.4OO 29. 1 5 D. YOGYAKARTA 3 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17.190.750.430.26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q.010.I.000 .

000 (s) 3. 8 9.520.000 3.250.L90.300.000 26.000 3 4 .000 94 1_10:000 3:190.000 3.000 g:13_g:o_0_0 3.4501099341020-.250.000 3.000 _ s ! 1lo:o9o 25. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 . 18.530. 0 0 0 25. O O O 3.000 34.000 34 1 1 0 .. 15.OO0 34. 0 0 0 3 4 . 3 1 0 . 26 27 28.O00 34.000 93:920.O00 3 4 .570.480. 1 1 0 .000 34..340.I.qqo.530.630.410.570. 3. 0 0 0 25.730.2 Operasional lalam NO.000 No.000 g.090.000 3.630. 2.000 25. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25.380. 5.520.540.000 34.000 2s.540.000 34 150. 10 11 I2 13.000 3._000 34.000 26.OO0 34.I.OOO 34. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 .4O0 34 1 1 0 .000 34.0O0 _ _ ?s.000 34.630.020.530.430. 16. 22. 20. 24 25.000 3.580. 27.000 3.380. 1 1 0 .330.0O0 3.OOO 25.000 3. 1 5 0 .000 25.530.000 34.000 3.000 34 1 1 0 .020.500.530. 0 0 0 3.0_0-0 25.540.250.000 25.0O0 17.450. 0 0 0 25._31o.000 26.000 25.000 25.000 3.490.000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7.OOO 34.430.699.580.000 26.730.380.430.560.K.450.000 3.:oOO 3.009 _ es. 4.11 0 .O0O 34.OOO 34.430. 1 1 0 .OOO34.110.480.000 3.480.000 7.000 3 4 . 29 30 31 31 33 34.000 26. PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.24O.000 3:539j0_9_g 3..OO0 26. 0 0 0 25.470.780.pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26.520.380.730.570.OOO 3.480.290.880.570. 0 0 0 25. 14. 0 0 0 39.680.480.000 . 5 1 0 .000 3:189.000 3. Speed Boat V'i! Unit 2 1 .480. 6.450.540. (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.540.150.680..200.240.OOO 34.OOO 25.000 33.000 3:8q0.000 3.3 Roda 6 & Boqt 26.000 25. 17.690.960. 0 0 0 25.3:sqO:O-oO 3. JAKARTA JAWA TENGAH D.000 2 6 .000 25.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7.000 3 4 . 19..000 3.0OO 3. 23.99q 26.450.920.ggo 33.000 216.000 .370.540.000 3.630.650.

420-OOO 39j59O:009 43.000 !?.o90 19:0?01ooo37.250.000 T7.OOO 18. 6 1 0 . KALIMANTAN TENGAH 2 2 .4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO.000 _ 1?10q0.0q.130.000 1 7 .000 17.OOO35.000 41.130.6T0 41. KALIMANTAN SELATAN 42.r_Y_OGIIKARTA 1 6 .000 43570.590.260.000 1 7 .130. ACEH 2 .580.480.000 38. JAWA TENGAH 1 5 .770.000 38.ooo 42. BALI 1 8 .860.400.930.000 _38:720:OO0 18.OOO 18.4lyEs-l _urARA 2 5 . 2 5 0 .OOO 18.940:OOO 17.000 43.220.580.080.000 41.000 12930:oo9 36.000 43. q_ql.130.000 1 7 .450. 0 0 0 34. 1 3 0 .040.O80.720.370.3-q:13-q:gqq 4 1 .000 42.390.930.090.720.000 181090:909 37.890.77A.160.O00 36.090.:oqo 41.9o-q 77.000 44.650.OOO 9q'?qo. BENGKULU 1 0 .930.000 37. SUMATERA UTARA 3.O0O 9-5.130.260:ooO 43.770.870.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 .000 36.720.000 30.970.000 18.280. 7 2 0 .000 18.000 44.000 39. KALIMANTAN BARAT 2 t . JAKARTA L 4 .000 1 8 250. 7 7 0oo0 35.080. 0 0 0 3 8 .130. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .590.000 36.420.OOO 43.000 40. NUSA TENGGARA TIMUR 20.930.550.000 42.250. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ .770.0O0 18.000 18.000 :17:61O:go0 3_1:1. JAWA BARAT 1 3 . KALIMANTAN TIMUR 24.080.OOO 18.000 17.000 42.930.000 42.740. 8 6 0 000 43.000 43. BANGKA BELITUNG 11. RIAU 4 .400.OOO 39.770. 31. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 . PROVINSI F 75Occl (2) I 1 . SULAWESI TENGGARA 42.000 1 8 .260.00"0 . SULAWESI BARAT 43.OOO 18.130.060.000 17.420. 0 0 0 42.00O 19.890.000 41.090.000 18.890. KEPULAUAN RIAU 5. 7 7 0000 35. D.K.000 41.260. BANTEN (3) (41 (s) 1 2 . 33.000 42. JAWA TIMUR 17.040.650.000t0:1-s_o-:goo 43.7_40. 0 0 0 23.000 42.000 42.000 37.OO0 18.260.000 17.080.000 36. 0 0 0 17.I.930.000 42.590.000 3 6 .OOO 35. LAMPUNG 9 .430.25-0.860.000 44. P_.000 41.320.0003 7 .860. 9 9 0 .OOO L7.860.000 17..000 17.420 o00 39.050.900.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7.000 oo0 34. 31. GORONTALO 2 6 .

000 10.000 146.OOO 1O.000 243. 29 30. 22 23 24 25. .000 c.000 6 8. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 .OOO . m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145.000 171.000 10.000 10.00C r42.000 10.00C 10.oo0 _ 87. 27.000 10.000 95.0-:900 81.000 i 0 . 31 !r:1!sh\r'.000 154.000 14. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81. JAWA TIMUR 153.000 357.000 10.81:00_g 91.000 10.9J:0oo 97.000 10.000 92.000 13. BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .AMPUNG 157.000 82-:oo_9 84. ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T.000 10.000 154. 28.000 143.000 10.000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.I.000 ._o!9 10.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 13.I.000 165.OOA L42.000 87.rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 . 9 I1 7 .00-9 82.O00 157.000 164.000 Lu .OOO 99.000 153.000 149.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO.000 84. m:1!4s' mtltahun ls2.K.000 156.00c .OOO A2.000 106.C r44. D.000 146..0-90 83.000 10.000 165.000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6.KALIMANTAN 21.o00 10.000 10.000 86.000 87.0o9___ _.OOO 162.000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168.000 (6) 10.ooo 188.000 1-o-'90.9 10.000 10.000 80.000 10.000 eq:oqo _ 1q.000 10.o0o 145.i9-.000 13.000 13.000 (5) 92.OO.OOC 86:9_0q 82. D.000 148.000 143. YOGYAKARTA 1 6 .8.000 148.000 83:90q 93.00o 106.000 96.000 173. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai.000 98.000 10.000 10.000 87.Qq-g i0.

ooo* 8.INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO. 2L.100.500. LAMPUNG 9. YOGYAI(ARTA 1 6 .500.o00 7.000 5 .O00 .000.ooo_ 11.000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7. JAKARTA L 4 . PAPUA 3 3 .OOO 8.800.OOO.500.000 10. D.ooo 7.500. 1 0 .o0o 1_1:000:0o_0 7. SUMATERA UTARA 3.000 1 2 .000 7.300.OOO 20.500. BANTEN 8.OOO.000 6.500.200. 7.000 7.600.700.o00 7.000 1O:50_0:O9O 10. (1) ACEH 2 . 28.OOO.I.000 7.100.000 9.000 7. MALUKU 3 1 . D. JAWA BARAT 1 3 . 25.000 7. JAWA TENGAH 1 5 .400. .000 10.OOO. 23. NUSA TENGGARA TIMUR 17.OO0. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6. RIAU 4 . PAPUA BARAT .200.OOO 15.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK.ooo 17.200. 24. JAWA TIMUR L7. KEPULAUAN RIAU 1. 27. MALUKU UTARA 31. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7. BANGKA BELITUNG 11.OO0 11.209. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .700.K. 22.500. 26. J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q.0oo 7.q:_600:_oog 6.OOO.400. BALI 1 8 .OOO 3 0 .300.OOO:OOq6. BENGKULU 6.I.000 _ 15_:OOo:OOO 7. 29.

000 _.200.000 3.000 650.I.q90 2.000 3.000 7i0.800. MALUKU 3 1 .000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.900.000 640.000 730.000 -1.00_0 2.000 1.000 1.000 750.000 7 9. SULAWESI BARAT 2 7 .000 3.000 710.800.700.000 3.000 PA_NJP{_ L 2 .900.700.000 3.B A L 1 8 .800. _1-:7q910_q9 2.700. KALIMANTAN SELATAN 23. SULAWESI SELATAN 28.600.000 1.000.900.000 1.000 4. JAWA TENGAH 1 5 .ooo 3.000 820.900.800.000 t.000 640.000 1. SULAWESI UTARA 25.000 650.OO0 730.700.. B . D. YOGYAKARTA 16.e00.900.400.ooo 20.000.000 1.000 2.900.800.000 2.000 650.700. 650.900.500.000 1:900.000 1.000 740.000 2.ioo.s-oo.700.800.800.100.000 760.000 2:boo:ooo 2.ooo 2.000 9.000.700.700.800.800. LAMPUNG BENGKULU 1 0 .000 2 2 .000 950.000 900. KALIMANTAN BARAT 2 L . GORONTALO 2 6 . KALIMANTAN TENGAH .000 650.000 2.000 640. D. SULAWESI TENGAH 29.400.000 1-800.s-00.ooo 760.000 2.000 1.0_ 2.00. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo.000 3.000 1.300. BANGKA BELITUNG 11.000.ooo 2.ooo 3.000 730.000 2.000 3.000 3. JAWA BARAT 1 3 .500.000 2 3 4.000 6s0.000 2.000 2.009 2.900.ooo 2.000 650. JAKARTA t4.000 2.400.OO0 1. !20.099 3.000 740.ZOO:090 1.000 1.000 710.709.800.o00 2.000 1.000 640.000._.000 650.000 2. PAPUA BARAT _ s.800.900.500.000 1.900.OO0 680.000 .000 640.TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 . SUMATERA UTARA RIAU 2.400.OOO 1. ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.600.100.000 2. MALUKU UTARA 32.K.000 649.000 2.ioo. KALIMANTAN TIMUR 24.100. NUSA TENGGARA BARAT L9.800.9_00 640.I.ooo 2.MEN.LOO. PAPUA 3 3 .300.800.lq00. JAWA TIMUR 1.Q_qg 1.000 2.000 17.000 2.000 2.800.000 830. SULAWESI TENGGARA 30.

000.000.000 348.000 353:00.2. 2 .000.000.000.000 348.000._099 345.24 SULAWESI UTARA 2 L .CEH 2r. L 2 'AWA BARAT 2 1 .000. 2 SUMATERA UTARA 2L. Unit Unit _.000 363. 345. 2 .090 355.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466. L TB A N T E N 2 1 .000 349.OO0 368.r7 BALI 2 t . 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21.000. 389:0. 2 .000 349. 2 .2.22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 .000. 2 L KALIMANTAN TENGAH 21. 2 . 2 . 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t .000 2L.000 350. 1 3 ). 8 LAMPUNG 2 I .000.32 P A P U A 21. 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L .-.000.000 349.000 366.000 349. 2 .000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 .2.000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -. 2 .000.q9_9 378. 4 KEPULAUAN RIAU 2r.. 1 q.2. 2 .I.000.2.5 JAMBI 2 t . 2 .2.LO BANGKA BELITUNG 2 I .000 372. t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it. JAKARTA 2 t .000 . 6 SUMATERA BARAT 21.000. 3 1 MALUKU UTARA 21. 2 . 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L .2 2 t .33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364.000 347.20KALIMANTAN BARAT 2 1 .000 355.000.000.000 366.I. 2 .000.000 345. 2 . 2 .000.09.7 SUMATERA SELATAN 2 I . 9 BENGKULU 2L.000 376.2.2.2. Unit Unit Unit Unit 2r.000 .000.K.000.000 349.000 370.000.000.O00-000 348.. YOGYAKARTA 2 1 .3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r .l Unit Unit 21. 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 .26 SULAWESI BARAT 2 t .000.000 350.000.000. 2 . 2 .o00 349. 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340. 2 .2. 2 5 GORONTALO 21. 2 . 2 .000.OOO.0_.2.000 362. 2 .000.000 369.000. r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t . 2 . 3 0MALUKU 2 t .OOO. 1 5 f .OOO 338.

000 262.000.000 179.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438.000 422.000 269.000.000.000 218.000.000. SULAWESI TENGGARA 30.000.000. JAWA TENGAH 1 5 .000 425.00o 407. SUMATERA UTARA 3.000 181.000.O00.000 409.I.000 271.000 306.000.000 i87.000.000.000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181. P A P U A 3 3 .000 417.000 433.000 180. D. 9.000.000.000 435.000.000 299.000 449.000 187.000 202.000 271.000.000 435.OOO.000 182.000.000 314.000.000 439.000 275.000 180. RIAU 270.000. SULAWESI UTARA 25.00o 177.000.000 181.O00.000 432.OOO.000 271.000.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522. JAKARTA 1 4 .000.0o0 170.AMPUNG 272. J A M B I 6.OOO 3ENGKULU 1 0 .OOO 277.000.000 441.000.000. NUSA TENGGARA BARAT i 9 .000.000 201.OOO 420.000.000 277.000.000.000 445.000.000 420.000.000.000 418. D.000.000 418.000 181. GORONTALO 2 6 .000 172.000.000.OOO.000 267.000.000.000 177.000 418.000 300.000.000.000.000 271.355.000.000 214.000.000 200.000 262.000.OO0 418.000. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 210.000 260. SULAWESI BARAT 27.000 30B. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000 431.000. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 .000.000. KALIMANTAN TIMUR 2 4 .000 298.000 267.000. SULAWESI SELATAN 28.000 414.000 216.000 172.OOO 2 .000.000.000 17.000 270.000.000.000 181.000. JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77.000.000.000 204.OOO.000.000 206.000.000 316.000 185.056.000.000.OOO 425.000 447.000 272.000.o00 207.000 414.000 180.000.000.000.000 418.OOA.000 271.000. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302.000.000. SULAWESI TENGAH 29.000 418.000.000.000.000 409. PAPUA BARAT 23 No.000.000. KALIMANTAN SELATAN 23.000 437.000.000.000. B A L I 1 8 .000.000 270.000.000 312.000.000.I.000.000.OOO 418.000 s05.000.000 182.000 414. KALIMANTAN BARAT 2 r .o00.000 302.000.000 181.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .000.OOO.000 208.000.000.000 204. MALUKU 3 1 .000 418.000 304. YOGYAKARTA 1 6 . KEPULAUAN RIAU 5. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8.OO0.0O0.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418.000 +. MALUKU UTARA 32. .000.000.000 1.K.000 267.000.000.000 271.000.

MALUKU 32:000. U-n!t . YOGYAKARTA 1 6 .000 3&000. GORONTALO 2 6 .q3:gog:qoq q-s_. Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30.OOO _-9-0:9. O O O .OOO.000.000 23.OOO 30.000 TENGGARA BARAT L9. BANTEN t 2 .000.000. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .000 35.000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!.. J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 .000. O O O .000. .000 -33j0q0:000 34.000 28.000 ?8:000.090:099 33.ooo. KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _. Unit 30.___q9_:09q000 35.000 2 .000. SULAWESI UTARA 25.92.OOO.000.OOq.000. t3t V-ri!.000 _ .000.000 31. NUSA TENGG.OO9 _3_1. ___ 30. 36.000 34.000_ 33. O O O .-ooqpqo_ 37. D.0q0 29.000 30.000_.000. -__ 31-.0o 29.000.000 11.-ooo 30.K.000.oo0 19:NUSA _ 29.000.0-oo ?9_1q0_o_:0.. JAWA TIMUR 17. SUMATERA UTARA 3 4 3 1 .000. KALIMANTAN TIMUR 24.:OOO..000 34.000 _ _29:900.000 _ 35. .000.000. SULAWESI TENGGARA 30.000._ _rt4!..000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 .000.000 . JAWA TENGAH 1 5 D.oqg:qog 31.000 7: 9 8 .000.qgo _ -_35.Ufttl U-ltt .000 31.00q.000. _ ?e.00-oj_00--o- 5.00{ __ 35.000 29.OOO.I.q-o_o_ 34.000 30.OOO -.000. JAKARTA 1 4 .000.000 lAlu{_ -9e-.09_q unit_. KALIMANTAN BARAT 2 L .009 32.000.ooq:qoo -.0o0 _ 3l:OOO:qqo .000.000 .000.00_0 3O. BALI .000 30. MALUKU UTARA 32.qo. ?8.000 ?. LAMPUNG 30. _3-2:000.000.00O 33.I. _ Unit Unit 3l:090.000 36. O O O 33.o00 _99.000.000.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I . PAPUABARAT . SULAWESI BARAT 27.000 33.000 q0.33. SULAWESI SELATAN 28.ARATIMUR 20.9:q90.000..000 33.099:-0_q0 31.-_ .ooo _3-0.00q.O00.000. SULAWESI TENGAH 29.OOO 31.000. JAWA BARAT 1 3 ..

000 450.000 440. ]ULAWESI TENGAH 29.000 850.000 900.000 450.000 520.K.000 750.000 460.O00 650.000 SUMATERA SELATAN 8 . ]UI.000 800.000 1.000.000 440.000 450.000 660.000 450.000 390.000 _149:9_0_0_ 390.000 620.O00 1qg. YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.I.499900.000 4s0. O O O _* 44_0:qq_q360.000 900.000 490.OO0 450.000 t7l 980.000 8so-ooo 910. ]ULAWESI SELATAN 24. SULAWESI BARAT 27. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 380.000 500.000 24.000 920. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-.O00 440.qg-o 400.000 600. ]ULAWESI TENGGARA 30.OOO _ 110jp_o_o 44o.O00 610.000 950.000 450.000.000 440.000 6sq:q0o _ .000 780.000 500.000 610.000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20.000 1.o00 lo.000 650.000 ___q9o:090_ 460.O00 650.000.000 440.000 680.s00.000 450.000 1.000 650.200.000 550.000 1.000 900. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .000 500. L7 B A L I 1 8 .000 900.OOO 9 .000 500.000 390.000 400.1O_O-:0-0_q 400.000 1.000 600.OO0 930.000 610.000 6qg:000 _ 6s0.000 400.000 500.000 6 1 0 .000 520.000 500.0 460.000 970.O00 380.000 _ _ .000 800.O00 390.000 sgo.000 500.000 900. )IUSA TENGGARA BARAT 610.Q00 380.I.O00 360.000 850.O00 900.300.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.000 460.000 440.000 410.000 __ *914.000 JAWA TENGAH D.000 s9q.000 400. R I A U 4 .000 6s0.000 700. GORONTALO 26.O00 610.000 340.000 500.000 850.O00 360.9-qg 500.000 450. J A M B I 6 .00o 530-OOO 500.000 1.000 460.000 530.000 390.0oo 440.000 900.000 650.000 490.000 _460:0_0.'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400.000 660. JAWA BARAT 13 D.000 t"l .000 1.000 360.ssq'.000 440. LAMPUNG _ _15o.OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER.q09 450.000 1.000 460.000 610.000 500.000 850.200.000 500.O00 650.000 590.09q 430.O00 3.000 660.000 390. JAKARTA l4 IJ.000 790.000 500.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so.000 400.o00 400.000 600.000 s40.{WESI UTARA 25. SUMATERA BARAT RIAU 4so.000 450.000 900.000 390.O00 440.000 6so.o00 590.000 460. PAPUABARAT s90.000 440.qq_o 500. 6so.000 450.000 550.OO0 350.400.100.000 650.000 490.o00 650.000 550. I(EPULAUAN 5.

000 1.032.SOARD 2 3 4.000 310. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K.O00 10.000 930. 1 6 .025.000 930.000 910.O00 .000 2.120.ooo 825.000 540.000 270.OOO 350.260.000 1. l1 12.OOO 41s.000 1.020.000 1.ooo 930.ooo 400.000 380.o00 1.o00 910. 2L 22.000 310.OOO 400.450.O00 450.OOO 425.000 370.000 350.000 310.000 521.OOO 800.000 500.OOO 15.oo0 305:O00_ 482.000 1.000 458.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310.000 260.000 240:OOO 290.OOO 240.O00 1.000 910.00o 275.000 450.000 910. 29.350.160.100.000 260. 23 24 25.OOO 240..OOO 18 t9.000 240.000 960.000 910.240.000 260.000 800.000 350.000 930. 31 32 33 310.000 760.000 1.000 240. 30.000 260.000 930.OOO 240. I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.000 400. 26 27 28.000 350.000 350.000 910.000 1.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO.q00 432.040.000 .000 420.000 930.000 220. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260.000 930.OO0 350.000 545.870.000 400.O00 250.000 1.I.000 450. 20.OOO 240.000 300.116.000 800.OOO 370. L4 260.000 450. 13.000 930.ooo 450.OOO 200.000 220.300.000 330.OOO 350.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26.o00 3i0. JAWA TIMUR 17 ?sq.OOO 300.OOO 400.OOO (s) 1.000 .OO0 1.020.000 400.OOO el 435.O00 372. JAKARTA JAWA TENGAH D I.

OOO 270.000 830.000 190. J A M B I 6 .000 230.000 190.000 740. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1.000 336.000 324. SUMATERA SELATAN 8 . BENGKULU 10.000 270.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK .CEH 2 .000 675.AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29.000 405.OOO 350. PAPUA BARAT 230.000 750.000 181.I. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9.000 700.000 340.000 287. KALIMANTAN TIMUR 24.OOO 185.O00 250.000 245.000 1.I.16- 26.000 740.000 280.2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207.000 401. D.000 344.000 600.000 30. LAMPUNG 9 . NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 210.OOO 744. SULAWESI UTARA 25.000 190.000 235. KALIMANTAN SELATAN 23.000 800.000 400.000 1. BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 .000 690.000 262.000 730.000 335.000 645.000 274.OOO 290.000 280.000 280.OOO 200.000 180. SUMATERA BARAT 7 .000 280.000 337.000 408.000 335.O00 A.000 456.000 840.000 fULLDAY TULLBOEND NO.OOO 978.000.000 810.000 200.OOO 770. SUT-A.000 640.000 350.640.000 725.000 740.OOO 280.000 170.000 390.000 815.000 250. KEPULAUAN RIAU 5. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22. GORONTALO 26.000 24t.000 820. SULAWESI BARAT 27 SUT.000 420. JAWA TENGAH 1 5 .000 785.000 LV .OOO 720.000 490.OOO 740.000 340.OAO 190.000 188.000 320.000 820.000 355.000 280.000 165.OO8.000 760.000 790.000 190.000 210.000 678.OOO 740. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 .K. JAKARTA t4.ooo 300.000 320. JAWA BARAT 1 3 .000 379.000 690.000 340.WESI TENGGARA 400.000 190.OOO 280.OOO 340. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.000 190.000 210.000 230. D.

000 130. I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.ooo 310.000 180.OOO 30. 31 32.000 576.000 595.000 330.000 135. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 395.000 288. D.000 132.OOO 228.000 297. SUMATERA UTARA 3.000 165.000 1.OOO 9.000 640.000 160.3 PeJabat Eselon III Kebawah NO. NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t .000 535.000 T'L .000 230. 6.000 150.OOO -208.000 665. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.000 563. 10 11 12.000 277.K.000 494. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 .000 160.000 665.OOO D.000 645.000 329.000 240.000 564.000 630.000 FULLDAY HI 300.O00 iab-.000 251.000 200.OOO 256. KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24.000 465.OOO 2 .000 144.O00 t62.000 185.000 630.000 280.000 480.000 175.OOO 230.000 445.000 175.000 240.000 570.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650.000 347. SULAWESI UTARA 25.000 479.O00 140. 33.000.000 825. YOGYAKARTA 1 6 .o00 275.000 540.000 205.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.000 _ 140. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168. BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192.O00 235.000 145.000 530.000 130.000 755.000 210.O00 180.000 162.000 170. 8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185.000 498.000 157.000 305. 13.000 295.000 705.I.000 550. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 .000 210.000 240.000 260.000 205.000 176.OOO 305.000 336.I.000 433.000 228.000 335.000 183.000 534.000 540.000 505.000 132.000 200.000 540.000 157.000 480. KEPULAUAN RIAU 5.000 605. RIAU 4 .000 220.

000 2.102.000 3.230. 11 3 .000 10.O4O 5.000 4.353.9B4.583.OOO 2.000 EKONOMI (5) 7.000 3.OOO 5 .139.252.000 14. 0 0 0 2.861.23r .000 7.000 7.O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.OOO 4.44O 4 .161.001.000 4.86t.OOO 8.OOO 2.Qqo 4.285.107.177.000 2.695.000 2.583.OOO 4.984.OOO .888.434.824.L82.824.193.487.000 3 .455.7 Br .674.OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1.O54.000 z.413.000 2.000 3.000 7.000 9.000 2.268.407.830. 4 t 2 000 5.000 2.348.ooo 4.OOO 14.000 10.364.808.295.000 3.466. 4 7 L 000 4." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .OOO 4.000 3.44+.OOO 5.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.824.O.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6.OOO 2.530.000 13.O00 4.492.18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.OOO 5.824.952.081.000 7.000 4.O4O 6.OOO 7.305.519.000 r.797.268.000 7.065.000 3.000 2.861.658.856.568.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.OOO 4.000 7.000 8.342.ooo 7.O16.000 3.O22.599.OOO 4.226.519.OOO 2.000 5.252.OOO 5.OOO 2.316.000 - s.000 1.995.027.OOO 6.OOO 5.000 3.081.ozt.00O 2.ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.O00 5.664.000 3.262.867.460.4L2.182.065.OOO 2.829.000 3.

000 5.000 2.167.845.000 10.O00 3.000 4.000 3.926.ooo L2.OOO 15.000 7.439.OO0 10._6q_9.000 5.000 8.765.OO0 4.000 5.000 BALIKPAPAN 53 54 ..445.000 9.295.199.OOO 10.150.129.BB91OO0 18.000 6.760.000 8.305.444.OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.996.835.380. 7 8 L000 7.1+9.702.000 9.OOO .150.O4O 8.000 ro.000 5.000 11.4B2.OOO _6.OOO 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.985.OOO 4.798.990.zz.OO0 5.979.813.246.5:3_g.530.508.000 5.O00 4.803.648.000 9.O00 9.000 18.000 5.369.140.14_0.760.487.o[z.380.000 811_6_1.OOO 4.OOO 7.O0_0 5.445.OOO 4.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.O00 6 .000 8.OO0 5.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6.097.OOO t5.ooo 9.637.KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.000 3.647.134.OOO 3.000 3.00O 6.o99_ 5l 52 to.000 5.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.000 7.155.OOO 5_:123.744.zcg.O00 9.L29.q:.000 6.257.947.000 t2.086.674.O00 to.000 9.ooo 5.493.408.749.o00 5.ooo 19.449.00O 19.OOO t2.g4z.ooo g0_0 5:B4q 4.7r7.594.5.354.000 4.O00 3.O00 12.401.OOO 4.OOO !.113.568.354.000 10.000 2.445.000 L/ ..000 9.000 6..OO0 9.161.530.000 2.OOO BIAK DENPASAR 1 4 .445.000 1O.412.749.OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.OO0 f5) 3.626.760.305.000 3.076.193.071.664.236.000 3. L L 9 oo0 6.316.279.B4O.504.739.OOO 10.

958.263.957.ioo 5.000 2..000 4.OOO s_URABAYA TIMIKA 4.097.931.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7.268.498.000 -o.546.ooo 7.316.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.413.OOO 9.OOO 8.OOO 3.717. 53:Ooq 7.412.407.000 4.396.642.193.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro.OOO 0oo ).OOO 4.ooo " 6.OOO ir.63i.707.13s.iiz.O06.433.000 _ 3_29?:qqo_ 1.942.OOO 4._qq0_ 8.4&.000 7.000 Ui -tl .129. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.931.006.824.i23.zaz.337.AOO 2.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.ooo 8.000 4.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.O22.000 4.696.OOO 3.OOO 4.824.000 3.000 10.000 8.000 3.386.370.936.OOO 4..027.000 8.369.ooo i0.O00 6.578.359.0OO ro.647.49B. .000 2.OOO 5 .482.OOO 4.792.439.000 97 9B 99 100 101 o.OOO 492O:OOO 9.476.O22.525.000 5.AOO 3.000 4.2}b5.000 5.OOO 3.ooo 2.000 8.594.Izg.000 3.738.599.-395.289.936. 4:99910_00_ 6.220.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA.OOO 3.439.000 3.000 10.OOO 2.000 2.663.000 1.000 .000 16.OOO 5.686..000 8.049.UUU 2.ooo 7.385.375.701.000 7.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.856.94L.OOO 6.O22.145.450.B24.380.OOO 5.749.000 4.OO0 /.508.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.OOO 4.723.ooq 5.OOO 3.000 7.792.ooo 4.OOO SURABAYA TIMIKA ts.OOO 3.760.000 13.936.OOO 9.+sa.000 6.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4.sst.000 2.ooo - D.583.000 4.oes.gos.

541.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.O00 8.O00 7.8.OOO 6.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.000 11.OOO 7.gb6.000 7.O9O 3.631.000 9.OO0 3.000 16.621.2.OOO 7.OOO 1.OOO 4.193.808.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.000 2.781.OOO 8.129.OOO io.O92.925.O11.278.733.353.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.782.000 1.O00 7.OOO 4.OOO 6.000 2.OOO 3.145.477 000 10.140.091.OOO " 6.615.ooo 3.653.000 4.845.728.568.1 19.000 8.000 4.861.472.OOO 7-.000 4.OOO 5.300.11.883.733.888.4OO 4.B7B.915.557.000 4.952.O00 1.OOO 1.000 9.OOO 7.000 7.000 16.589.72e.000 6.680.00O 8.10B.476.O00 3.932.O00 3.942.995.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.OOO.622 oo0 1 8 .OOO 2.3110-oo 18.893.-99O:O09 10.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.000 11.000 5.899.OOO 2.O00 9.OOO 4.000 7.OO0 4.658.097.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.O00 7.000 9.615.r82.000 8.O00 13.707.390.000 Llt I .4+q.OOO 2.664.OO0 6.444.000 L5.O49.738.333.OOO 3.000 4.4OO 6.000 8.081.O00 9.2.SEMARANG SOLO 8.27B.2.851.OOO 8.O75.424.32L.600.690.873.091.ooo 15.145.952.274.407.659.000 4.000 8.000 8.OO0 1€4o:Q09_ 10.108.690.OOO 4.439.498.108.909.648.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .551.000 4.AOO 4.000 7.O00 6.OOO 5.OOO 614?F:OOO 6.O00 15.434.193. 7 i 8 ooo 16.42B.

097.435.536.327.OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.OOO 9.327:OO_qLr.787.7_.263.193.OOO 2.000 5.os9.786.000 17.O87.166.381.OO4 5.LO9.054.000 9.723.000 .722.493:0_0q r0.380.102.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.OOO 18.OOO 12.220.166.893.OOO 3.000 3.9 MALANG ro.O92.000 3.OOO 2TB 21.487.776.:q_59j9OO 9.OOO 8.167.659.O00 9.o3g.519.000 5.460.O00 11.103.000 11.311.615.380.000 4.OOO 4.000 10.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g.348.ooo_ 2.OOO 4.873.204.322.000 5.108.932.ooo 7.000 7 819.000 7.770.000 4 ._000 i5.000 1.953.000 9.000 3.765.OOO 4:931.OOO 8.LO2.000 7.909.840.48r .717.129.140.000 MAKASSAR 5.969. 6 4 8 .obii 4.289.525.567.722.536.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.000 16.000 4.482.000 6.000 7.000 10.000 5.000 5.182.000 16.663.000 B.322.000 8.027.658.0_0q 5.749.7.O00 2.000.568.O00 5.OOO 5.161.407.OOO 5. 3 1i .OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11.000 3.OOO 9.O22.1._q37:OOO 11 .O00 5.000 P_9NTIAIIAK e.273.000 8.MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.O00 18.706.455.134.000 5.633.000 2.000 8.O00 16.861. 0 0 0 6. 0 0 0 6.000 4.466.OOO 10.000 3.000 6.000 17.798.OOO - 3.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11.OOO 4.386.108.000 5.000 10.000 ---i.000 14..O00 B.O00 10.OOO 10 129.

000 9.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.899.504.552.71.000 9.000 18.O55.246.685.846.000 6.739.OO4 3.N*.000 9.574.461.OO1.OOO 8.000 4.733.OOO 4.925.246.718.O00 to.504.316.4L7.000 16.OOO 2.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.000 3.851.262.311.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.385.258.615.504.000 7.7L7.000 7.888.000 6.460.000 9 455.rs3.000 9.230.000 8_.000 LO.000 8.546.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .958.134.R h e.ogg s.OOO 9.78L.000 4.O00 4.829.000 8.193.OO0 12.000 8.167.599.953.000 4.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.OOO 4.835.000 15.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .000 10.000 11.O00 5.867 ooo 4.000 5.000 5.193.000 4.I\\\\- .012.OO0 6.937.000 8.909.OOO 4.402.OOO 4.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .000 15.738.546.ooo 10.OOO 4.QOO5.OOO 6:396.000 g:p46.974.OOO 4.364.744.000 4.000 4.OOO 6.327.000 9.7.O00 13.744.000 14.765.O22.OOO 8.55r.750.092.000 _ {5} 6.199.926.600.065.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.OOO 8.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.2B4.000 12.000 3.407.000 5.461.466.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.OOO 4.915.803.102.990.11.2B4.OOO 9.OOO 12.r72.637 oo0 4.000 6.i* -.439.000 14.OOO 3.803.000 6.552.OOO 2.000 5.145.0q0.OOO 9.OOO 10.OOO 5.-ooo 7.696.909.461.000 5.8:000 7.000 4.873.706.OOO .OOO 8.995.000 10.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.000 8.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.32t.

000 3.O00 3 818.840.252.685.733.765.obo 5.O00 3.OOO 15.000 10.Qo9_ 8.OOO 4.423.241".94 t.220.OOO 9.535.QOU 7.000 1.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e..os6.883.OOO 5.OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.957.000 3.OOO 7.086..O65.O00 +. 7 7 1 oo0 9 915.OOO 8.000 5.000 3.000 7.262.000 8.412.663.O4O 4.000 6.doo 3.O00 2.oob 7.000 3.000 3.2gi.OO0 6.000 1s.OOO 5.829.696.979.OOO 4.U(JU s.OOO B.236.O00 3.631.OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA .391.2.O22.OOO +.000 3.OOO 3.000 4.000 7.118.262.000 4.305.659.Ju 4.797.O00 3.653.OOO .ogo.000 SS.?92.OOO 4.]{.O00 - 3.878.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B.038.878.000 6.845.198.444.091.{.675.OOO 8.94L.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.000 2.326.000 6.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.466.210.979.O00 6.589.000 9.000 6.744.000 8.000 6.OOO 4.760.252.OOO 4.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.000 4.OOO - 4.000 4.578.204.OOO 5.000 7.000 12.808.000 5.514.000 6.OOO 8.469:009 3..300.781.706.000 3.000 4.097..000 3.626.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.888.OOO 9.23|.161.000 9.O22.060.9.685.000 7.47.279.000 4.000 4.187.797.0O0 3. O9.739.OOO 1 6 .OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.6 .OOO 5.076.24L.236.557.477.466.000 3 915.7.936.829.829.OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4.000 3.s85.8os.739.433.000 .578.000 12.284.8E3.OOO r.000 4.OOO 8.000 3.000 ' .000 6.894.642.ooo 1.268.936.sioo 3.904.4A7.000 5.915.337.140.883.888.O4O 8.000 9.

000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125.000 110.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.000 .000 48.O00 72.000 60.OOO 90./ .000 48.O00 315.000 60. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90.000 90.K.000 170.000 125.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 120.000 90.000 171.000 70.I.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO.O00 110.000 70.OO0 125. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.000 91.000 60. JAKARTA OK OK OK OK OK 80.000 115.ooo 285.000 125.000 290.O00 50.ooo 110.I.O00 115.oo0 82.O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D.

750 10.240 -9.458 8.1.753 New York 14.29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.902 t4.399 9.832 15.399 16.63sLl.76r 1.:357 3.426 11.494 16.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.393 t3.77r 3.994 ___3.L87 6.eir LL.924 6.587 _ _1?.1?4 10.564 7.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington .822 L4.2:266 t2.335 23.237 L7.353 12./ ..870 .089 2.966 7.5'5-9? I7 18 19 r7.970 5.743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.727 e_.018 2! 874 L 7 325 g.702 i.130 7.809 6.487 5.468 11.970 5.623 8.24t - 9'2773.520 10.713 4:!7-7 _ 5.ii 5.L78 3.749 3.269 _ ___ _8j900 '1.518 - i.040 6.s91 3.47L 6.223 3.

/ .370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.056 3.773 3.92r 6.L13 s.856 1'e29 5.334 ?.982 6.778 I4.945 7.746 4.681 3.446 4.277 6.9TI 9.860 9.126 6.931 5.O29 7.TOJ?4 LO.767 41774 6.033 2.O74 3.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6.q8q 6.331 25 26 rI.9gg 8.143 .753 3.446 14.331 3. 4.166 5.le3 5.714 6.309 10.478 10.771.464 8.393 8.O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.541 .851 5.73A 3.537 4.631 3.031 5.9L7 10.041 3.:o-?q 6.355 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.023 9.383 3.?5*6 4.206 3.825 4.433 4.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-.506 5.959 4.850 5.333 3.158 9.839 10.34t 4.153 4.980 9.794 8.

700 7.282 5.275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.958 5.570 7.848 7.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.I75 Ly .774 8.947 11 11B 5.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.438 8.915 5.975 4.733 5.94L 11.599 5.551 9.779 8.732 8.555 6.451 3.747 10:6_q0_ 17.6L2 3.910 6.281 3.O37 3.000 6.808 6.tr1 4.848 8.706 4.081 9.904 8.24r 14.052 ro.552 8.330 6.748 6'1!9 5.770 4.536 7.473 6.484 7.777 t2.255 7.72r 4.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .820 5.665 5.593 9.900 10._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.419 6.524 56 57 58 18.966 LI.507 7.

283 8.O28 .O89 7.727 3.617 13.?73 4.920 .156 3.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.3?s 3.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.510 3:110 3.581 2.962 80 81 Beijing Hongkong 2.9=9 _2 4.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.633 2.66L 8:453 L2.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5.785 5.700 3.864 1.416 _9.421 3.490 3.359 4.734 _ 2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.643 4.f+o 2.205 6.446 6.233 L.905 3.- z.727 3.999 2. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.449 5.679 3.737 _qq_ Eebp_sl.475 3.545 3.684 9.639 5:390_ 6.595 3.835 L.730 2.623 1.343 8.675 I.148 6.878 3.737 7.9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.469 5.703 5.257 1.298 2.745 _ 3.321 3.976 5.433 7.216 8.43I 4.

64L 1.801 7.9r7 1.158 2.226 3.96+ 5.380 3.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.252 4.833 1.318 6.063 5.677 1.689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.740 4.034 2.237 2.757 1.687 .77r _ _ 8.500 3.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.633 2.413 .833 L.420 1.O25 1.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.656 r.235 525 694 585 1.562 2:4L7 3.OO9 2.453 918 2.202 997 r.150 545 r.398 4.886 6.628 2.629 3.053 L07 108 Canberra Darwin s.333 L.558 1.981 673 r.525 5.780 1. 11 9 3.344 2.557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .503 9tL 919 823 I.468 2.501 4.940 4.561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.926 4.2T2 r.?'8F8 3.628 r.482 88 89 90 91 2.o92 2.6L4 766 1.900 3:8_14 2.427 659 I.506 6.894 1.

910 - 2?22 28 22 .691 2.220 1.038 _ .768 96 153 84 l07 85 95 8l 89 Caracas 20 L6 18 15 17 Paramaribo Santiaso de Chile Quito Lima .270 20 20 18 2.o?? 1.099 38 47 33 42 33 37 32 35 18 22 16 1.Iamuan (oHl (8) (s) 18 18 18 T9 (71 94 94 94 99 106 94 106 106 94 I 1.270 t.I20 rs2 r29 2. 1..391 1.657 T6 I6 20 Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva Amsterdam _ .799 5.L7O 1.319 1.001 1.52L 3.776 L?7 * _ 9 e 2.777 1.3q 264 259 269 269 254 334 254 254 .185 L2 13 T4 15 16 L7 Brazilia Boenos Aires r.553 2. Lampu.256 1.I70 L.270 37 37 37 39 2 a.O22 .509 i0 1.1._ r.262 18 i9 AMERIKA TENGATI Mexico Citv Havana 1.420 2..690 .270 I.O76 2.220 7.521 2.368 ry+t27 L66 127 166 L27 r34 103 101 105 105 99 27 28 29 130 99 " _L9_19 1. Houston Los Angeles r.307 42 37 42 42 37 20 18 100 89 100 Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN r.1s0 2.779 3. Kantong Jamuan Diplomatik.270 2.150 91 113 79 101 80 r.910 2. Pengamanan Sendiri. NO KOTA ATK (or) (3) I (21 AMERIKA UTARA Ohicago Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41 Lampu (buah) Pengamanan Sendiri (oBl (6) Kantong Diplomatik (kgl .L72 1.690 2.839 90 88 84 85 83 79 21 22 23 24 25 26 r.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -31 30 SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.9 30 334 254 130 99 2.899 1.373 3.690 2.220 r.L95 ).?.963 4 5 6 8 9 New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa San Fransisco loronto 89 89 89 94 1.509 22 22 23 23 22 28 -.947 2.478 T.307 r.O3L 3.150 90 77 85 r.?.307 r.985 35 35 L7 2.2.836 100 89 __19 _ Fogg!q 11 1.f ATKr Langganan Koran/Mqialah.

867 t9 47 48 49 50 51 Kig_y -_ Moscow r:229 _ _ _ .?eF 2. 128 i36 5 5 5 5 5 r.O82 2.220 r.082 2.966 28r 259 254 26L 3.669 2.978 3.179 L.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -32alam NO KOTA ATK (or) (3) (1) (21 BROPA UTARA Jopenhagen Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4) Lampu (buah) Pengamanan Sendiri Kantong Dlplomatik (oBl (6) (ke) (71 232 2L3 Jamuan (oH) (8) 110 101 99 (s) 24 3t 32 Helsinski Stockholm London 2.220 1.232 2.962 2. _ ! 4 8 r.220 _ L48 148 148 161 __ L.34r 2.340 3li 145 156 158 161 165 L77 151 177 22 22 22 26 209 2L5 ro2 L27 2F6 108 36 37 38 39 40 4L 42 43 Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome 9. 23 I9 .??o L.+rasvc 1.220 t7l 150 22 79 _ 79.220 22 t9 22 L32 113 86 to2 87 r.ILs r.978 33 34 35 Oslo EROPA SELATAN 2.341 .375 2.27L 110 96 95 L17 95 85 i06 85 85 85 93 95 95 103 52 53 n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa Nairobi {ntananarive I.773 161 158 55 55 53 54 55 2.478 ro2 99 86 + .967 _ 1.270 18 20 20 2.947 1. -2-:_585 3.690 7.O29 r32 L23 732 sq D/ Dql Es Qalaee Harare r.936 r.910 1.9?e_ 1.19 19 20 1.749 3.? 2.ere4 Vatican EROPA TIMUR r.776 2.220 L.773 L43 t34 143 13e 148 40 35 35 40 35 ral rr' li r .220 _L:22Q r48 145 6 6 2.220 Eqo.760 _ 2.732 rt7 118 12I I23 84 90 91 _?o 2L 93 95 2.096 _.232 2.732 1.220 r.73.668 1.275 1.220 t.220 L.895 2.220 183 Praque Sofia Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar t.o7o 7. + ' Bratislava 45 Bucharest r.

T7O 42r 385 363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408 5 5 J r.035 2.220 t.270 1.220 1.220 r.L70 L..r70 1.]97 1.270 Tolcyo _ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai r.805 192 139 148 .450 47 47 51 51 r.493 t.096 r32 L28 136 60 61 9sse-lqllr Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli Iunisia +?8 5 5 2.220 L.KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA 33 alam NO KOTA ATK (orl (3) (1) 58 59 (21 AFRII{A SELATAN Windhoek Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI Lampu (buah| Pengamanan Sendiri Kantong Diplomatik (oBl (6) (kel (71 t43 Jamuan (oHl (s) o c t8) 40 2.19 46 48 49 i.150 1.469 1.?41 1.SIATENGAH 1.220 5 73 74 7S 76 77 78 79 80 B1 Damascus Ankara _9 5 5 5 c 1:515 1.220 .547 r.229 1.220 138 r32 130 6 6 6 1.I2O 1.2L2 1.220 1.574 L9+ 177 L67 183 177 t75 183 51 47 44 48 47 46 r.220 346 346 379 379 365 361 346 6 6 6 6 6 6 6 2.L70 4a _ _.SIABARAT 68 69 Manama 1.167 2.250 L.7L 173 Muscat Riyadh .170 63 64 65 66 67 t.220 82 Istanbul Dubai A.. 4 9 45 46 Abu Dhabi Sanaa Jeddah t. .220 I.170 4t2 J 51 70 7l 72 Saghdad Amman Kuwait Beirut Doha r.244 1.I7O L.220 1.815 L.270 t..233 le __-.L51 139 140 150 40 35 40 r37 131 +o 40 40 r.363 1..O29 L.398 2.469 t.220 I-longkong Osaka r.035 +6 44 45 48 48 86 87 88 89 Beijing 1.962 2.464 1.524 2.250 83 84 85 lashkent 1.690 1._ ?.534 t.244 r29 189 A.547 1.220 Astana Baku ASIA TIMUR 1.233 ?.962 1. !7 49 47 46 44 .557 2.270 r.449 i.575 2.220 381 412 439 q 5 6 _ .-\.372 e?8 1.220 140 L47 151 6 6 7 r.150 46 46 1.170 5 5 5 5 5 181 L73 183 t87 - .055 3.I73 2.220 1.1o 40 43 62 L.324 2.

L79 r.8_0-.t59 2.220 1.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -.747 Y/ .553 93 94 95 96 t.Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.7lor.546 2.220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.495 1..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.2to t.160 642 1.220 1.178 r.i70 I.t70 I.229 L.170 T.r.568 2.90 60 1. l.463 2.L7O 1.170 1.1?o* 37 _ _ .840 t23 123 123 133 oo 92 _ .220 i.917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.362 981 1.2:0-89 I.O _ q 0 t.170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1.22I 60 60 60 't5 1.329 58 58 59 59 A._?29 r.9 8 2.1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __.170 1.220 1.134 1 .SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.350 1.??.221 - _ .170 1.0s2 1.170 1. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1.t70 r.480 942 ___1.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2. L.220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L.220 1.227 1.945 1r3.170 5 5 5 4)4r 1.568 642 3.220 t.170 1.329 2.170 5 J _ 2.220 r.r20 r._22 100 92 1.170 r.170 1.221 2.L70 1.265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-.

O13 3q_ 39 40 _.ondon t4.408 9.7'90-0 13. .793 9.401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12.408 9._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9.563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ .5.825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -.500 9.. Pakaian Soplr/Satpam.9q1 681 9?9 320 a.309 -t3.626 13.353 9._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7.434 33 34 3_q 13.96q 427 806 837 437 790 _ 1.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8.q! t3.6s9 13.353 80 80 80 9 9 9 681 320 .q -_9.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7. Sewa Kendaraan.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _. Pengadaan tnventaris Kantor.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1.t42 12.279.973 63 63 -.176 I7.038 790 790 1.001 7.563 16. 10.776 13.918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 .2 Pemeliharaan.176 73.918 293 300 300 .:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17. 303 223 245 .496 7.95r 13:9.2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r.408 8.9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8.5?e.692 13.O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L.2tO 7.9s.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 ..353 8. 1 0 9 12.353 8.\?...597 t3.639 7.563 72 72 72 72 72 72 tt. dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _.562 8.

tl .080 1.496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.399 0.889 Lt.399 tt.367 9 9 63r 688 309 337 5t 2..766 I 1.032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11.9-.?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.905 r0.eol 9..133 72.277 o.367 1.644 10.9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg.j 12. 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o.910 0.990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ .399 l l._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO .256 11.275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 .l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r..863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 ..?99 10. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1.--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _.277 0.766 o. 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -.133 10.154 o.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3.889 1.?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t .234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc .889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o.+z. -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 .863 10.l33 t2 o.t76 1.154 66 OI 72 63 72 72 72 -?.889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9.623 70.766 I 1.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -.522 o. l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8.. _F?2 _.2s6 I 1.:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10.s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il. ?so.367 4.s22 9.s00 10.766 o.500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19.

JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 .423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-. 2.883 2.t64 9.6!7 8.534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4.!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.767 29 29 e?q ..064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?.592 2.-2.446 792 792 792 8ll 811 2.064 2.229 4. .520 4.767 2.905 9.2.732 8.563 2.423 7.592 429 429 8.229 4.s85 10.475 2.617 8.585 9.359 9.437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0.443 2.534 2.585 8.617 4..064 2."ls 515 137 137 527 527 2.6t7 4.592 _ .443 2.9q3 2..229 8. 11 6 2.500 63 7. 662 21 ll8 l9 9. 112 690 467 --.155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 .064 2.197 9.704 .O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9.617 7.068 2._ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2.500 7.423 55 1?.475 2.905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9..500 8.423 4.2..-s33.F63 2.520 4. 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2.e-.592 2.737 .585 20 2l 22 23 9.907 9.600 644 68 600 56 5 49 ..883 2. 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2.534 2.475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s.443 3 .33r 9.500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.429 420 829 s63 539 533 539 2.500 7.585 9. 65 0/ 0 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2.?.500 7.197 8.767 .0'64 2.101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 .22L :-.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o.679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 .617 7.592 2._ 138 140 tt2.58s 9.592 2.t97 9.

dan air minum . dan Jakarta Selatan. dapat diberikan secara at cost. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. Jakarta Utara. Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan air maupun atau moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. ialah. c.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. Jakarta Barat. barang cetak. d. langganan surat kabar/berita wal. Jakarta Timur. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). Catatan : yang a. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam (tidak pergi pulang memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. alat-alat rumah tangga. b.

Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. kelomDoK kelomook tenaga ten kesehatan Kesenatan keri Kefla lv . satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. petugas pengamatan laut. penlaga menara menara yang bagi biaya biaya suar. Sementara itu. pasien rumah sakit.0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. petugas SROP dan VTIS. petugas pabrik gas aga untuk suar.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang. ABK cadangan pada kapal negara. keluarga penjaga menara suar. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. ABK aktif pada kapal negara. Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan.0O0. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. penyandang masalah kesejahteraan sosial. suar. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52. Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. narapidanaf tahanan.000.

Rayon II : Aceh. Sumatera Barat. Bangka Belitung. Nusa Tenggara Timur. Maluku. Jawa Barat. Lampung.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. II. Maluku Utara. DI Yograkarta. d. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. Daerah Khusus Rayon I. resclte team. c. . Rayon III : Sulawesi Tengah. Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM. Jambi. Sulawesi Barat. g. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon.Pihak III. Papua Barat. Sulawesi Tenggara. b. Kalimanatan Barat. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Nusa Tenggara Barat. Bengkulu. Sumatera Selatan. Gorontalo. Kepulauan Riau. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f. mahasiswa/siswa sipil. Kalimantan Timur. Kalimantan Tengah. Riau. Sulawesi Selatan. Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. Bali. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. Jawa Tengah. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl. Sumatera Utara. Kalimantan Selatan. Jawa Timur.ara suar. e. dan mahasiswa militer/semi militer. Sulawesi Utara. Papua.

mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. Satuan atribut/ perlengkapan. diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. Personal Computer/Notebook. Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. khususnya meja dan kursi). 1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri. L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan. dan BNN. b. Akademi Migas). Printer. Hakim pada pengadilan negeriltinggi. i. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. . dan Hakim Pengadilan Pqjak. Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. AC Split. kepolisian. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan. meliputi: a.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. mahasiswa Penerbangan. mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan.

L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional.rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. Diploma III. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing. besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\. uang buku dan referensi per tahun. yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. Diploma IV atau Strata 1 (satu). sudah termasuk toner dan biaya perawatan. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ . RAB. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. dan SPTJM. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai.

Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). pertemuan. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. kursi. b. baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. termasuk untuk moda transportasi L/ . sudah termasuk sewa meja. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). sound system. roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang. Gedung/bangunan milik negara. Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. satuan biayanya menggunakan harga pasar. sosialisasi. dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). roda 6 (enam)/bus sedang. L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat.

dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per. dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus . Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif.tahun. dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. 22 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. 25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. 23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus 24 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg! . Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif. 2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II. b. dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien. Sepanjang diperlukan. c.

Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. d. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. e. 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. f. Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam. c. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II. tali kurt dan peluit. b. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif. paling banyak 2 (dua) stel per tahun. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. kaos kaki.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -45- per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. ikat pinggang. kopel. sudah termasuk perlengkapannya (sepatu. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da . Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA. topi. baju PDL.

mikropon. Catatan : a. dan permen). Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan. soind. podium. fltp chart. alat tulis.tu. mikropon.' sgstem. dan permen). Satuan bi t. dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). sgstem. Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka. hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. flip chart. podium. uang saku dan biaya transportasi dalam kota. d. stand. rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad.. standard sound sgstem. alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost. podium. b. uthite board. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. flip charL uhite board. indeks paket pertemuan lfullboard).. rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali. ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. b . ruang pertemuan (termasuk screen projector. Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota. alat tulis. dan permen). air minezx ral.)/ / . makan 1 (satu) kali (siang). makan 1 (satu) kali.ard. standard. uthite board.t di l. baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -46- dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor. air mineral.t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang. Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang. Ruang Pertemuan (termasuk screen projector. alat tulis. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan. air mineral. sound. mikropon.

Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A. Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 . Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. b. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. serta setingkat Menteri. Wakil Menteri Gubernur. c. b. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. Dalam pelaksanaan anggaran. Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. Catatan: a. b. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). . tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. dan Pejabat Eselon I.

Lampu. dapat menggunakan tarif bisnis. ATK. f. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. termasuk biaya bahan bakar. Kantong Diplomatik. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ . i. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. Langganan Koran/Majalah. Pemeliharaan Kendaraan. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. h. berupa: a. Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. ballpoinf. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. b. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit). Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. c. Jamuan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. Pengamanan Sendiri. Pemeliharaan Halaman. e.

merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. Sewa Mesin Fotokopi. Pengadaan Inventaris. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri. Pemeliharaan Sarana Kantor. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. 1. dan Box. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. Pakaian Sopir/Satpam. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ . k. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. Sewa Kendaraan. Sewa Kendaraan Sedan. Bus. Konsumsi Rapat. m. j. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam.

OB Orang/Bulan d. OJ Orang/Jam b. OP Orang/Paket f. Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. AGUSD. OT Orang/Tahun e. OK Orang/Kegiatan g. 1 Lli / . MARTOWARDOJO G NIP. OH Orang/Hari c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a. ttd.W. OR Orang/Responden h.

menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. 4/'t- . 7. pelaporan maupun evaluasi. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. misalnya: harga barang. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK.OZ / 2OI2 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. perencanaan. pelaksanaan. b. 6. secara tlmum. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. jasa. 2. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. b. pelaksanaan. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 37 lPYIK. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. 5. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. pelaporan dan evaluasi. 4. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. 3. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK, maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan, maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. c) Contoh Pen5rusunanSBK, TOR, dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. B. menyimpan (backup)data usulan SBK; 9. membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4; 10. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR; b) RAB; c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK; danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. B . Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2. C . Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK, menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran, dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer; b. meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan; kegiatan dengan cara menilai

c. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan, kesesuaian, dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan; d. meneliti dan menilai penerapan biaya, kewajaran alokasi anggaran, dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa:

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3-

1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung; 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya; 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai; 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK, maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. 2. Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran); 3. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer, meneliti, mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7; 4. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran,paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2; 5. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran; 6. Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan.

D . Dokumen Hasil Penelaahan SBK
Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. Catatan penelaahan SBK, yang mencakup: a. uraian SBK; b. besaran SBK yang ditetapkan; c. penempatan akun; d. catatan; e. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m. 2. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4-

Format

1

KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume
(l)

(21 (3)
(4)

(s)
(6)

(71 (B) (e)

A.

Latar Belakang 1. Dasar Hukum T\.rgasFungsi/Kebijakan (to) 2. Gambaran UmuP (i1)

B. C.

Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. Metode Pelaksanaan(13) 2.Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a)

D . Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E. Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab
(L7l

(. r.8 ) NIP.................

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5-

PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang, penerima manfaat, strategi pencapaian, waktu pencapaian, dan biaya yang diperlukan, No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI.
Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program.

Uraian
Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga.

(s)
(6)

Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi

(71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan.
(8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. Contoh: 5 peraturan PMI(, 200 orang peserta, 33 laporan LHP.

(e)

( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan
volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai.

( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau
eksternal Kementerian Negara f Lembaga. Contoh : pegawai, petani, siswa.

( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya
atau swakelola.

berupa

kontraktual

(14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan, termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang.

(1s)

Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. alokasi dana yang keluaran kegiatan. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan

( 1 6 ) Diisi dengan lampiran

( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan. .MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal).

di It 7iK 8 S zz m o a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o .a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) . 6' Dr* EH L x oo fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x P g" Fl i. z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r.x zm U.. FX! * .fi1n HeHsI H[il 5x . t s g' t. o o !D $ iv)a .l p) p 5-e5!9 .- i0< !lm : z u! a o + d!D u. w-)f6-\ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p.ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL.G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x . H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF. F? 0) i". H P FJ r. FF U .e.^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX A l H p u.

u-torkshop. jasa profesi.. Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga. | ^. . pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. jika ada (oPtional). Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. satuan ukur.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. volume. (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional).. kajian. (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram.. No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. perjalanan. bahan. Contoh: survey. misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst . Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. sosialisasi. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program... komponen biaya. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran.

Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. . Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. (2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK. (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan. anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19).

E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF.IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l l U Io l o Fll >lo a z FFFH-*Tf.. o A) K p) u.< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a. 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI t'l al *l F1 F I i > xo tf o P f. tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 . n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr.is 6' c r EH pk cSw @ e. A) E a N 2 o P.z E9s3OO3cE + dD. t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq . F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2. ?68 ' o> zz mO @> e ri r-I u.i i+ . gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H X .P or' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'.a { . Z I P I tul rql E >l <l >1 >l >l F:l * HE6 .

m2.. km. perjalanan. Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama.il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan. (12) (13) (14) (1s) (16) (r7) .. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program. sosialisasi. Diisi nama unit eselon II. orang. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. Contohnya: orangljarn. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan.orangfhart. Diisi satuan ukur detil akun.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK . orang/bulan. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Diisi nama keluaran kegiatan...000 siswa. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst. volume. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. jasa profesi. Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan. kajian. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. kegiatan. satuan ukur. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. peserta. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. bahan. Diisi hasil dari program. jumlah volume dan indeks biaya keluaran. Contoh: survei. Diisi volume satuan detil akun.. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. rincian komponen biaya. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Contoh: 2. uorkshop.

0OO siswa. Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Contoh: 2.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga. Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. @gian dari total biaya dibagi volume. suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan. mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan. eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. . Diisi keterangan.

IK ......... .. ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I. SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran .KEUANGAN MENTERI INDONESI. (4) Surat ...q REPUBT...._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :.

(16). Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi NIP pejabatpenandatangar. (15) (16) (r7) . Diisi nama anggaran. Nomor (15). dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi dengan angka 1 (satu). Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK./t . Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi besaran besaran dana diusulkan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK.rekapitulasi usulan SBK. Diisi nomor surat usulan SBK. Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan. Disi tanggal surat usulan SBK. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK.

.. .1221 Nama/NIP 1....(271 Penelaah DJA TandaTangan . . Tanggal . . . 4.. . . 2.. . . .. (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 . 3. 2.. 2.. Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP . .. .. (2s) Tanda Tangan . .u T A H U NA N G G A R A N : ..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN . . .126l.(. (291. 1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal . . Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1..1241 Tanggal . .. ... .. ..... Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 . .

eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r. 33 laporan LHP' Diisi nama SBK. Diisi volume keluaran kegiatan. Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program. 200 orang peserta. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga.KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran. 2OOotangpeserta. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. ukur dan jenis keluaran kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMK. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan. Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. (e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. dari Ditjen . Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK.

Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran. menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga. yang menyetujui hasil .

|. Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ].261 2. 2. .. (23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan . (28l- Nama/NIP . Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan . (1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2. .l2el Tanggal . (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) .

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. hal-hal khusus yang terkait dengan proses (e) (10) ( 11 ) (r2) (13) (14) (1s) (16) (r7l (18) (1e) (20) (2Ll (22) (23) Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga. eselon IV dan pelaksana dart (24) Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tentang penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan.| (8) Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. (s) (6) (7'. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. dari Ditjen (2s) .KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (21 (3) Diisi nama unit eselon I (41 Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. eselon IV dan pelaksana dari Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi kode dan uraian akun. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan. Diisi indeks SBK yang disetujui. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi nama hasil dari program. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga.

Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. (28) Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem. menyetujui (2el (30) (31) pejabat eselon III yang mg. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran.baga. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil (261 (27l.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK No Uraian Diisi tanda Anggaran. III yang menYetujui menyetujui hasil hasil (321 menyetujui hasil . Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK

22-

PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. dinas. ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran.
Diisi tahun anggaran berkenaan. dan

Uraian persetujuan SBK.

{2)
(3)
(4)

kode bagian

(s)
(6)

Dtt"t

(71
(8)

Dtt"t SBK T"t"l
@me

""*"

""tt "selon

I dan kode eselon I.

keluaran kegiatan yang disetujui'
anggaran yang diperlukan dalam pencapaian

(e)
(10)

Diisi total alokasi keluaran kegiatan.

informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. indeks biaya keluaran yang yang
Diisi dengan angka 1 (satu).

(11)

(r2l
(13)
(14)

Diisi besaran besaran dana disetujui

(1s)
(16)

informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b.t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml'

(r7l
(18)

(1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl
(20) Mr Anggaranrlrllrrl
Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman, nomor (15), (16), (I71, (18), (19) dan (20) d.iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-23'

Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ . . . . . . .( .1 ) NOMOR:......
(21 (3) (4)
tc,

Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh

penggunaan Menteri atas.

biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran

Keuangan dalam penyusunan

(SBK) tersebut di

Penghitungan

satuan biaya tersebut telah dilakukan

secara professional,

efisien, efektif, dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

(6)

Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran
(71

. (41 Diisi nama usulan SBK.MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan. bulan dan tahun. pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP. Diisi tahun anggaran berkenaan. nama Diisi Anggaran. Diisi tempat. tanggal.

o9d Fiold "d n L 5S @p.H bhi po n -0 .FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >. o h n0 o o H0q NP ko DP.fr N.F zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e .'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H . r a @ a ag gq co oli d= oJ.z r! tH z L-J u w z X .'t E p r:4 . 0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo t rtss g.

Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . 3.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1. 2. Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a. . b. kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya.

Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t.akan QK' dibentuk l.1--. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h.ladikan rekomlnd. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a.asi j. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ . I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k..MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d. Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f.P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__. Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan c reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s. h. Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I . menjadi rekomendasi g. T:::f:. olungKatKan ^ . Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan yang 1. Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 . Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e . Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ K --rD Rp Rp '_ t(P Rp p.Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan I r . Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan 1_ ' D.. ". organisasi dan tata kerja e. Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di..

ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. Direktur Jenderal Anggaran. dilengkapi dengan KAK/TOR. Menyimp an (backup) d. Itl . 7 .xxx 5 . 6 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi RI Agung Mahkamah Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK. Ree. Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad. Membuat rekapitulasi usulan SBK.q.an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c.

Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas. Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja.Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung . prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan. anggaran. r Pengadilan Negeri Pandeglang. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan. Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A. B . Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a). q/ .

Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota. Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2.J:"'^ MENTERI KEUANGAN .Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd. Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C.Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed. . . SO tafrun tentang eera"dilan Agama. Strategi Pencapaian Keluaran 1. 49 T-ahun 2OO9. 3.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b.iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan.REPUBLTK')"r.-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat.ttg No. akuntabel dan berkualitas serta memih.i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan.t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "".u.Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau . yaitu. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d).grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya.ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan. t<epada para apararur p"ru. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b). Pengadilan Negeri Rangkas Bitung. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c). Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku. D.*.Undang51 Undang No. Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni. dengan L"ru.

3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan. b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat.kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana. 1 =---====.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan. 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: . c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan.)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan dan Perencanaan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan.3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan.

RI berjumlah Rp***.ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' lokasi Y?'g sudah ditetapkan. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran. -'*".. sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya."u'" pimpinan untuk dengan jenis perad. ttl/ .dilikukan peninjauan' kemudian 3) pelaporan dari loka-t sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp. Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah .""*.ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E. F. Penanggung Jawab NIP. . 2) Pelaksanaan dari peninjauan su{ah.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d.

q ''H A.> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H.J0)P tqSq Fi B r.S 0)u..J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia b rW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g.9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c X o-Q .O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl !o t\) ( ts H H n 0q N) i)o H g- 'd'd FgF w.d>pH >oEFF P x [t > cD o c P < ljlm LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H.| gH 1 X X X X ct X . [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^. p.*' A.ar E -6' fH + B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5 F.!.t 0) F oq D) H o r-+ u (-- .rJ /tJ 0) B p q9. I . Ep nt H F o PP 5' F ct }U p H nr '(J ts z * . l. $ a iE H tu >c IiH.. F E P.1 !) p Er P P ij') a hi a* o F. fi o. 5P "E oqF r ' 5P Z o qq p '\ H B .PPh' PP.ta Hphjp 8 H w.:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH.HH <p zfr (J) oc t. o?FE tsr'r tsPS tr. fiK HE.E P il UH N 6ts.z r ! cm I i X- ' 2. ci F H H 0c E 1 5€ irY6-F) EH ffi$ 6StsK' . p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d.rP p.FI F EFfi H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q.

o p) FO rt o P H - r. f o.i H H G td H tr o H H . g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il..P UP p a F.e ats. l. o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a . ^tD >'u Fl b) HA aA) H.l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 . p Fl w o ltr. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) .o + (. w n1 Ft H }J H fpi!c oa ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6.Y H o A) v. d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o. p) H p p) ts gq a Pm< g Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X .J.tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" .c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -. F. n H H o Ltr. 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15.+ fi F' a) o Uc. (to t\) H td'd ia o.H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t rgE o0)o HHH PPY P. H i7r ll H.J o Fl p) a H . (h E o Ed n )c o H H H \-.P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ. !) H P H I o F. CD DPl EH D)-< rt s? lvp x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -.

.! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'. o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e.l w o o) H 6.J . oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r.ts.1 P F ! p t\) tv H h-l p. p H p (tt . H tIJ m 0) H !) H 6 I DP h.H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H o o HH n.J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2. |.i A )p) 4H P ira lv H P..1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X t il X X X X X X X X X X il X X X n X X X X .^J oo -.= lll m ts4 = I ttl n x= z m (fc 9t mo >L 9. p H H . p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u. 'rJ E-i LA.t. 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P.H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo . lD H H e.F D i-J 11 F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q. H p H rJ H (. 5 n) -0 H D H .o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft 0q o H FX 'H 6 9-'hr n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H X a o 11 Ft e. |J|u..

+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> .N) N) HH t\) N) 6. $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:.o1 E5 . L '* UM pn U pl F d. H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g .5. p) iJ o 0q p H p oq H P . o rl (.iHP PH N) H >'! H! aA vn 4. Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7. e 'o H H z H FO n o H H tr .z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X . o! p H w PH p.(D n E Fr H s) w a) H F) H P . P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g .t w p H 7i o' H H ar H 15.: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F.rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r. P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d. p H H a. li H !=..+ (a |.1.ts. U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H. nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o o 0) F.t HH {x xa.1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p .i .!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q.!. H Pi o n1 q g) p H . Ed o r.1 n i. FE w o $ D o) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f.. p 'i a) p) F) r..

i.(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) T < um L I 0q 0c A) !D wm n vz --. d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI .1 U r-l F) H x -x zm oc c)> 7z ilt g p .l F) H 0c F) H i) @> . X ii L'J H Fil H .t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd Eid 'Oo o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15.2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X ..

WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan .lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 . -*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 . Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK. dan 2.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non. serta 3. Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah.

6O3. Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1. Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK).OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66.OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66. Membuat rekapitulasi usulan SBK. Menyimp an (backup) data SBK.792. dilengkapi dengan RAB. Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66. 5.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4.OO8. data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. 7 .q.7 92.000 per institusi. .000 6 . 8 . 9 .792. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c. Direktur Jenderal Anggaran.

"' t H f iglFrFFq t E. f F8.> mO < g (l0) tsF HEd k c0) r< '. H P * 5 d € r^ tE -z cW.fl o. p orq pc F" F' .r -* h B H. KB -.r Fl '6 F d H Fi X X X X X X X X X o T EH F Hg t= J o-E X X X X X X .-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ .J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r.g 9.cl.H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E.q ?74-." s Ea$ F{i m el? H r. e z .J 0) E Pi . ts '. rnP B P p> rc iJ 5.FFs p. i$ HI F$ '_Fe s-.6.F F p.8i H g .8.E'P.S ni I r.f Ul N .Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n. 5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il. s) H a H F) H o 5 . 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H .H O " Z E9 ' H g FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH Fc. o !) (Jl N) .n: 0) p) i PF'"$EH $'B ff ?o iH oh't.1.u. p o 9) H P :g a Fs $ E rsrs aeB + * [ ff l $ [r g g q€ B.N) H ts U) H P.z lTt 0) E F F. *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E H Eio H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> . h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H .

Es) p t w A) Fl g) p H H H H E.o H H H Frl F A td OJ N) A (. p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o Fl p a H H. w F) A) Ft w F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H .t) o d FJ p (tl 6. (J) a+ \J o H cr € o' . tH H P t' p H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H. p F{ o w p) o z .= P S x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X X H X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il . o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a. n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p o A) v) P !) p.. p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t. P H H H P H P P P F) p A) p) AF t. F N) N) N ts P H ! w o 0) w d o o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8.1 >i.u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -. p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5.

-r! !l Fl .H r+ o A) L.z *l oq p.i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \. H P IJ RK hz vt4 A-H P... z L. w o n\ H *l pl p p H d.i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H 0c e oq p o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) ...^ o 0q F) - .-. -l (1 l-1 H t'.J n L.^ o 00 . "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d .a ..P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->