Tinjauan Pustaka

Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pembimbing: dr. Kriswati Meka Medina Rahman (2009730142)

PKM Kec. Koja, Maret 2013

DEFINISI
• DBD : suatu penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti betina lewat air liur gigitan saat menghisap darah manusia. • Selama nyamuk Aides aigypti tidak terkontaminasi virus dengue maka gigitan nyamuk tersebut tidak berbahaya.

000 penduduk (1989 hingga 1995).000 penduduk pada tahun 1998. dan pernah meningkat tajam saat kejadian luar biasa (KLB) hingga 35/100.EPIDEMIOLOGI • DBD tersebar di wilayah Asia Tenggara. Pasifik Barat dan Karibia. . Insiden DBD di Indonesia antara 6 15/100. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air.

Pemetaan Kasus DBD Di Indonesia Tahun 2007 KLB Kasus naik Kasus turun Bebas .

.

ETIOLOGI • DBD disebabkan oleh virus dengue. • Terdapat 4 serotipe virus tipe: DEN 1. dan DEN 4 yang semuanya dapat menyebabkan DBD. DEN 2. Flavivirus merupakan virus dengan diameter 30 nm terdiri dari asam ribonukleat rantai tunggal dengan berat molekul 4 x 106 . keluarga Flaviviridae. keempat serotype ditemukan di Indonesia dengan DEN-3 merupakan serotype terbanyak. . DEN 3. yang termasuk dalam genus Flavivirus.

.

Penularan .

Perjalanan Penyakit .

pembesaran hati >2 cm .Gejala Warning signs: . . muntah persisten. perdarahan mukosa.Klinis: nyeri abdomen. akumulasi cairan.Laboratorium: peningkatan Ht dengan penurunan trombosit.

Manajemen DBD pada Balita .

Manajemen . Penilaian 2.Manajemen DBD pada Dewasa 1. Diagnosis 3.

Uji torniquet. dan waktu terakhir kencing). kehamilan. riwayat bepergian ke daerah endemis. Nyeri abdomen / hepatomegali / asites. Ruam dan manifestasi perdarahan. diabetes mellitus. riwayat penggunaan narkoba dan seks bebas (HIV serokonversi akut). Status hidrasi. Penilaian Anamnesis Onset demam/penyakit Jumlah intake oral Warning signs Diare Perubahan status mental / kejang / ketidaksadaran Urin output (frekuensi. Status hemodinamik. • • • • • • Status mental. hipertensi).1. volume. kondisi penyerta (bayi. obesitas. Takipnoe / pernapasan asidosis / efusi pleura. Pemeriksaa n fisik . tipus. • Riwayat keluarga atau tetangga yang mengalami DBD. bepergian ke hutan dan berenang di air terjun (mengarahkan leptospirosis. malaria).

atau FDP). Fibrinogen. Asites dan efusi pleura dapat pula dideteksi dengan pemeriksaan USG. SGOT/SGPT. • • • • • Pemeriksaa Pada foto toraks (DBD derajat III/IV dan sebagian n Radiologi besar derajat II) didapatkan efusi pleura. terutama di hemitoraks sebelah kanan. D-Dimer. APTT. . dapat dilakukan pemeriksaan hemostasis (PT. Pemeriksaan foto toraks sebaiknya dilakukan dalam posisi lateral dekubitus kanan.Pemeriksaa n Laboratoriu m Kadar hemoglobin (Hb) Kadar hematokrit (Ht) Jumlah trombosit Hapusan darah tepi. • Pemeriksaan lain yang dapat dikerjakan adalah albumin. ureum/ kreatinin. Pada DBD yang disertai manifestasi perdarahan atau kecurigaan terjadinya gangguan koagulasi.

. • Di antara 3 jenis uji etiologi. Dengan metode ELISA. Oleh karena itu. pemeriksaan serologi atau biologi molekular. • Salah satu metode pemeriksaan terbaru adalah pemeriksaan antigen spesifik virus dengue. • Pemeriksaan yang saat ini banyak digunakan adalah pemeriksaan serologi. antigen NS1 dapat terdeteksi dalam kadar tinggi sejak hari 1-12 demam pada infeksi primer dengue atau sampai hari ke 5 pada infeksi sekunder dengue. yaitu dengan mendeteksi IgM dan IgG-anti dengue. WHO menyebutkan pemeriksaan deteksi antigen NS1 sebagai uji dini terbaik untuk pelayanan primer.Pemeriksaa n Antigen dan Antibodi Virus • Untuk membuktikan etiologi DBD. yaitu antigen nonstructural protein 1 (NS1).7% dan 100%). Pemeriksaan ini dikatakan memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi (88. yang dianggap sebagai baku emas adalah metode isolasi virus. dapat dilakukan uji diagnostik: pemeriksaan isolasi virus.

2. Diagnosis .

penumpukan cairan di tubuh. 1. muntah berkepanjangan. uji torniket positif) 2.Dengue dengan warning signs (nyeri perut. gangguan jantung. perdarahan spontan.Menurut WHO 2009. ruam.Dengue tanpa warning signs (demam disertai 2 hal berikut : mual. penurunan jumlah trombosit yang cepat) 3. kenaikan hematokrit. gangguan pernafasan. muntah. perdarahan hebat. pembesaran hati > 2 cm. dll) .Dengue berat (kebocoran plasma yang dapat menyebabkan syok. gangguan organ berat seperti : gangguan kesadaran. lemah. sakit. nyeri. penurunan jumlah leukosit.

Manajemen .3.

jus buah. dan cairan lain yang mengandung elektrolit dan gula untuk mengganti cairan yang hilang akibat demam) Dapat berkemih setidaknya sekali tiap enam jam Tidak mempunyai warning signs.Kelompok A • Dapat minum secara adekuat (minum oral rehydration solution (ORS). Pasien dengan Ht stabil dapat dipulangkan setelah dirawat dan diberikan edukasi untuk segera kembali ke rumah sakit apabila warning signs muncul. • • • . khususnya saat demam mereda. Pasien rawat jalan harus diobservasi setiap hari untuk mencegah progresi hingga melewati periode kritis.

Kelompok B •   Pasien harus dirawat inap untuk observasi ketat. kardiak (nyeri dada. DM. Perdarahan Gangguan organ: ginjal. hipertensi.      . ekstremitas dingin. atau asites Kondisi penyerta: hamil. jauh dari pelayanan kesehatan tanpa transpor memadai. sianosis). hipotensi postural. tidak dapat minum. anemia hemolitik. berkeringat sedikit. ulus peptikum. bayi. efusi pleura. khususnya pada fase kritis. pingsan. gangguan napas. Kriteria rawat pasien DBD adalah: Adanya warning signs Terdapat tanda dan gejala hipotensi: dehidrasi. dan usia tua Kondisi sosial: tinggal sendiri. overweight/ obese. Adanya peningkatan Ht. neurologis. hepar (hati membesar dan nyeri walaupun tidak syok).

5 ml/kg/jam. urin output >0. • Resusitasi cairan dengan kristaloid isotonik secepatnya sangat penting untuk menjaga volume ekstravaskular saat periode kebocoran plasma atau larutan koloid pada keadaan syok hipotensi. tekanan darah dan nadi meningkat. • Tujuan akhir resusitasi cairan adalah meningkatkan sirkulasi sentral dan perifer (takikardia berkurang.Kelompok C • Pasien membutuhkan tatalaksana emergensi dan urgensi apabila mengalami DBD berat untuk memudahkan akses intensif dan transfusi darah. dan CRT <2 detik) dan meningkatkan perfusi organ (level kesadaran membaik. asidosis metabolik menurun). . ekstremitas tidak pucat dan hangat. • Pantau nilai Ht sebelum dan sesudah resusitasi.

nafsu makan makan membaik. status hemodinamik stabil. tidak ada gangguan pernapasan) – Laboratoris: • Peningkatan jumlah trombosit • Hematokrit stabil tanpa cairan intravena .Indikasi Pasien Pulang • Pasien dapat pulang apabila: – Klinis: • Bebas demam selama minimal 48 jam • Terdapat perbaikan ststus klinis (keadaan umum baik. urine output normal.

Preventif .

31. • • • • . Pengobatan. Jakarta: EGC. 2010. Budiman. 2009. Hindra. Pencegahan. Jakarta : EGC. Ed. 2005. 2008. 2004. 2004.Daftar Pustaka • • Chandra. Demam Berdarah Dengue: Diagnosis. Pencegahan Dan Pengendalian Dengue & Deman Berdarah Dengue: Panduan Lengkap. World Health Organization. Demam Berdarah. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Buku Bagan: Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). 2.A Newman. W. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Dan. Pengendalian. Jakarta: Puspa Swara. Kamus Kedokteran Dorland Ed. World Health Organization. Jakarta: EGC. Ilmu Kedokteran Pencegahan & Komunitas. Dorland. Jakarta: EGC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful