Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN ORGAN JANTUNG DAN HATI

Disusun Oleh : 1. Abid Ishak Al-Kindi 2. Aisyah Muayyidatul H. 3. Dite Evita Santoso 4. Hayunandari Tika P. 5. Lilik Hanifah 6. Meriana Yenni A. 7. Novaeka Saputra 8. Ratri Ardiani 9. Rita Dewi Ismiyati (P. 27240011 001) (P. 27240011 003) (P. 27240011 009) (P. 27240011 015) (P. 27240011 023) (P. 27240011 028) (P.27240011 031) (P.27240011 036) (P.27240011 041)

POLITEKNIK KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA JURUSAN D-III AKUPUNKTUR 2013

BAB I PENDAHULUAN

Fenomena Organ Zang Fu Teori mengenai fenomena organ merupakan inti dari pengobatan Tradisional Cina, yaitu teori yang memandang tubuh sebagai suatu kesatuan fungsi masing-masing organ yang saling berkaitan. Demikian pula panca indera, organ dengan jaringan serta keadaan mental seperti halnya perasaan, pikiran dan emosi. Semua hal tersebut merupakan bagian dari mikrokosmos, sedangkan iklim dan lingkungan merupakan bagian dari makrokosmos. Antara mikroskosmos dan makrokosmos harus ada keseimbangan, agar tubuh tetap sehat. Demikian pula harus ada keseimbangan di dalam tubuh sendiri, baik antar-organ, jaringan, serta struktur tubuh yang lain maupun didalam masingmasing organ itu sendiri. Dalam pengobatan Tradisional Cina, organ-organ dalam tubuh dibagi menjadi dua, yaitu organ YANG juga disebut organ FU dan organ YIN yang disebut organ ZANG. Setiap organ Yin mempunyai pasangan organ Yang. Perbedaan antara organ Yin dan organ Yang adalah bahwa organ Yin menyimpan hasil penyaringan dan pemurnian yang dilakukan oleh organ Yang. Hasil penyaringan dan pemurnian itu berupa sari hara (Jing), Qi, darah, dan cairan tubuh. Sedangkan organ Yang berfungsi untuk mentransformasi, memproses makanan dan minuman menjadi keempat bahan vital tersebut dan mengeluarkan sisa hasil pemurnian berbentuk urine dan tinja dari dalam tubuh.[2] Antara organ Zang dan Zang, Fu dan Fu, Zang dan Fu, berhubungan sangat baik dalam fungsi fisiologis dan pathologis. Bahkan rambut, bulu roma, kulit, otot, tendon, tulang, meridian, hidung, mulut, lidah, mata, kuping, dubur, dan alat kelamin juga terdapat hubungan yang sangat erat dengan organ Zang Fu. Fenomena organ atau disebut Zang Xiang adalah aktivitas fisiologis dan keadaan patologis organ dalam yang dimanifestasikan ke luar tubuh. Aktivitas dan

keadaan itu dapat diketahui melalui pengamatan, pendengaran, penciuman, anamnesis dan peraban. Tubuh manusia merupakan satu kesatuan yang terorganisasi,antara semua organ Zang Fu, panca indera, dan jaringan mempunyai hubungan saling membutuhkan, saling mendorong, dan saling menunjang. Dalam kesatuan ini, Xin (jantung) memegang jabatan sebagai pimpinan, dan merupakan pusat kekuasaan dari Zang Fu, sedangkan yang bertindak sebagai penghubung adalah system Jing Luo. Bagian-bagian dari tubuh manusia selain menjalankan tugas masing masing, satu dengan lainnya selalu terkoordinasi dan bekerja sama secara harmonis.[1] Hubungan antar organ zang dan Fu :

Organ zang membentuk struktur, organ fu menyelenggarakan fungsi Jadi dapat dikatakan bahwa organ fu merupakan isi fungsional dari organ Zang,
misalnya lambung merupakan aspek fungsional dari limpa, atau kandung empedu adalah aspek fungsional dari hati, kedua aspek, struktuk dan fungsi, berhubungan sangat erat satu dengan lainnya, dan tidak dapat dipisahkan Pasangan organ Yin (Zang) dan organ Yang (Fu) Organ Yin (Zang) Jantung Paru-paru Perikardium Hati Limpa Ginjal
[1]

Organ Yang (Fu) Usus kecil Usus besar Sanyinjiao Kandung empedu Lambung Kandung kemih

BAB II PEMBAHASAN

1. Organ Jantung (Heart) Jantung terletak di rongga dada dan berhubungan luar dalam pada meridian dengan usus kecil. Didalam TCM disebutkan bahwa jantung dianggap sebagai kaisar atau penguasa dari organ-organ lain sehingga mempunyai fungsi yang sangat penting dalam tubuh secara keseluruhan. Fungsi utama jantung adalah sebagai berikut : Menguasai darah Mempunyai 2 fungsi yaitu mengubah Qi makanan menjadi darah dan mengatur sirkulasi darah. Transformasi Qi makanan dan minuman menjadi darah terjadi dalam jantung sedangkan dalam pengobatan konvensional darah dibentuk oleh sumsum tulang. Sirkulasi darah menurut TCM juga merupakan salah satu fungsi penting dari jantung, tetapi fungsi ini dibantu oleh organ-organ lain seperti paru-paru, limpa, dan hati. Jantung yang sehat perlu untuk menyalurkan makanan dan zat hara lain ke jaringan dan organorgan lain. Jika darah jantung kurang, maka sirkulasi darah juga akan terganggu dan tangan terasa dingin. Kelemahan tubuh yang berhubungan dengan jantung biasa dapat terlihat pada lidah yaitu adanya fisura yang dangkal pada garis tengah lidah, pada pemeriksaan nadi jantung dan ginjal akan teraba lemah. Mengatur pembuluh darah Pembuluh darah sangat tergantung pada qi dan darah jantung, apabila qi jantung kuat maka pembuluh darah juga baik sehingga nadi penuh dan teratur, tetapi jika qi lemah maka nadi juga akan lemah dan tidak teratur.

Tercermin pada wajah Jika darah cukup dan jantung kuat maka wajahterlihat bersinar dan kemerahan, sebaliknya kalau darah defisien maka wajah terlihat pucat tetapi tetap bersinar.Bila terjadi stagnasi darah maka wajah berwarna ungu kebirubiruan, sedangkan bila jantung terserang panas maka wajah akan berwarna kemerahan. Menjadi pusat pikiran/kesadaran Ada 5 fungsi yang terkait dengan jantung yaitu : aktivitas mental ( termasuk emosi), kesadaran, memori/ingatan, berfikir atau tidur. Jika darah dijantung mencukupi maka aktivitas mental akan normal kehidupan emosional akan seimbang, kesadaran dan memori baik, pemikiran tajam serta tidur nyenyak. Sebaliknya jika darah di jantung tidak mencukupi maka akan terjadi gangguan mental seperti depresi, daya ingat yang berkurang, insomnia atau mengantuk bila keadaan parah akan menyebabkan hilang kesadaran/ pingsan. Bermuara pada lidah Jika jantung sehat maka warna lidah merah muda dan indra pengecapnya baik, jika ada panas di jantung maka lidah terlihat kering dan merah tua, ujung lidah lebih merah kadang-kadang membengkan dan bahkan ada rasa pahit dimulut. Mengatur pengeluaran keringat Defisiensi Qi jantung dapat menyebabkan pengeluarkan keringat secara spontan, sedangkan defisiensi Yin jantung akan menyebabkan pengeluaran keringat pada malam hari. Jantung dirusak oleh panas Jantung diselaputi organ zang lainnya yaitu perikardium (Xin Bao) yang berfungsi untuk melindungi jantung dari pengaruh panas. Oleh karena itu pericardium dianggap sebagai Pengawal Pribadi jantung dari pengaruh panas.

2. Organ Hati (Liver) Hati terletak disebelah kanan atau atas rongga perut, dalam meridian berhubungan luar dalam yang erat dengan kandung empedu. Fungsi fisiologis yang utama adalah : Menyimpan darah Hati memiliki fungsi sebagai menyimpan darah dan mengatur jumlah dalam peredaran darah selama istirahat dan tidur, darah kembali ke dalam hati, selama tubuh dalam keadaan aktif darah meninggalan hati untuk mengisi jumlah darah yang diperlukan di dalam peredarannya.[1] Memelihara aliran Qi Hati bertanggung jawab dalam mengendalikan, gerak bebas, fungsi aktivitas organ Zang Fu yang seimbang. Karakteristik normal dari hati yaitu menyuburkan dan tidak suka depresi. Stagnasi Qi hati menunjukkan perubahan emosi dapat mempengaruhi fungsi hati dalam memelihara aliran Qi yang bebas, manifestasinya yaitu : a. Fungsi hati dan aktivitas emosi Dalam jantung, aktivitas emosi berhubungan erat dengan aliran Qi. Aliran Qi yang bebas, dapat menyeimbangkan Qi, darah dan pikiran. Disfungsi hati sering diiringi perubahan emosi seperti depresi mental atau kegembiraan. Ketika Qi hati stagnasi, contohnya depresi mental, paranoid, atau selalu menangis. Ketika hiperaktivitas menyebabkan kegelisahan, insomnia, sering bermimpi, pusing dan vertigo. Disfungsi hati sering menyebabkan perubahan emosi. Dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan mental. b. Fungsi Hati dan Pencernaan Fungsi hati dalam memelihara aliran Qi yang bebas tidak hanya berfungsi sebagai ascending dan descending limpa dan lambung, tapi juga mensekresi cairan empedu. Oleh karena itu, hati berpengaruh penting dalam pencernaan. Disfungsi hati mempengaruhi sekresi dan ekskresi cairan empedu, dan fungsi pencernaan limpa dan lambung yang

menyebabkan dispepsia. Ketika hati gagal dalam memelihara aliran Qi yang bebas, terdapat gejala dari stagnasi Qi hati diantaranya rasa penuh di dada dan hipokondrium, depresi mental atau ingin marah. Jika fungsi descending lambung terganggu, menimbulkan sendawa, mual dan muntah, dan jika fungsi limpa dalam transportasi dan transformasi terganggu, akan menimbulkan distensi abdomen dan diare, yang disebut sebagai Serangan lambung karena Qi hati dan Disharmony Hati dan Limpa. c. Fungsi Hati, Qi dan Xue Sirkulasi darah mendorong fungsi Qi. Walaupun jantung dan paru-paru pemeran utama dalam sirkulasi darah dan Qi, fungsi hati dalam memelihara aliran Qi yang bebas juga dibutuhkan dalam menjaga agar tidak terjadi stagnasi Qi dan darah. Stagnasi Qi dan darah berkaitan dengan kegagalan hati dalam memelihara aliran Qi yang bebas menyebabkan lebam dan kaku serta tekanan di dada, rasa penuh dan nyeri menusuk di hipokondrium, disminorhea, dan terdapat benjolan (massa).[6] d. Berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi yang berhubungan dengan fungsi menyimpan darah.[1] Menguasai tendon Bersama dengan cairan darah dan darah. Dalam memelihara dan menjaga tendon agar senantiasa dalam keadaan normal baik dalam fungsi kontraksi maupun relaksasi. Hubungan dengan dunia luar melaui mata Setiap organ Zang Fu memilik pengaruh terhadap mata, karena hati sebagai penyimpan darah dan meridiannya langsung berhubungan dengan mata, maka erat hubungannya dengan daya/ kekuatan penglihatan dan pergerakan mata disbanding dengan organ-organ Zang Fu yang lain.[1]

3. Hubungan Organ Jantung (Heart) dan Hati (Liver) dalam Wuxing Hati mempunyai sifat yang menyukai lingkungan yang luas, tidak mau ditekan, tetapi senang berkembang dengan leluasa dan mempunyai fungsi melancarkan. Sedangkan pohon juga mempunyai sifat selalu ingin hidup di alam bebas, tidak mau ditekan, ingin berada pada tempat yang dapat berkembang dengan bebas dan bersifat lemah lembut. Dengan membandingkan organ hati dengan pohon, maka keduanya terdapat kesamaan sifat. Maka hati digolongkan kedalam pergerakan kayu (pohon). Karena Yang dari Jantung berfungsi sebagai pemanas tubuh yang sifatnya menyerupai api, maka Jantung digolongkan kedalam pergerakkan unsur api. Hati yang tergolong dalam pergerakan kayu berfungsi sebagai tempat menyimpan darah, secara fungsional dapat membantu fungsi Jantung yang tergolong api. Hal demikian disebut kayu membesarkan api.[1]

4. Hubungan Organ Jantung (Heart) dan Hati (Liver) Jantung dan Liver sangat erat dalam hal yang berhubungan dengan darah. Jantung mengatur darah sementara Liver menyimpan darah dan mengatur volumenya, kedua kegiatan ini harus dikoordinasi dan diharmoniskan. Jika darah Jantung kurang, hal ini dapat mengganggu kemampuan Liver untuk mengatur darah dan mengakibatkan pusing dan gangguan tidur atau sering bermimpi. Kekurangan darah Liver menyebabkan kekurangan darah Jantung. Ketidakcukupan darah yang disimpan oleh liver untuk menyuburkan Jantung, menyebabkan jantung berdebar dan susah tidur. Dalam teori 5 Unsur, keadaan ini akan digambarkan sebagai Ibu tidak memberi makan Anak, sementara Liver bertanggung jawab untuk aliran darah dalam hal mengatur emosi. Pikiran dan emosi saling mendukung satu sama lain. Keadaan Jantung dan pikiran yang lemah dapat menyebabkan depresi dan kecemasan, sementara menahan emosi dan badmood akibat terhambatnya Qi Liver dapat menyebabkan melemahnya pikiran dan vitalitas.[3] Hati melancarkan aliran dan sirkulasi Qi dan darah agar tidak ada stagnasi darah. Fungsi ini berguna untuk mendorong darah masuk ke Jantung.

5. Patologi Organ Jantung (Heart) dan Hati (Liver) Secara patologi, Jantung dan Hati saling berpengaruh satu dengan yang lain. Misalnya, defisiensi darah Jantung sering menyebabkan defisiensi darah Hati yang menyebabkan gejala palpitasi, insomnia, gangguan mimpi saat tidur, kompleksi pucat, dizziness, pandangan mata kabur, oligimenorrhea atau menstruasi yang tertunda. Hiperaktivitas Yang Hati dapat mengganggu Jantung sehingga menimbulkan gejala sakit kepala, mata kemerahan, mudah marah, gelisah, insomnia, dan gangguan tidur atau sering bermimpi.[4] Patologi dari hubungan jantung dan hati akan menyebabkan stagnasi Qi hati yang merusak Shen akan menimbulkan depresi, badmood, palpitasi, insomnia, mimpi buruk, gangguan mental. Ekses Api Hati yang naik ke jantung akan meyebabkan apopleksia, "Pergolakan Angin".[5] Sindrom defisiensi darah jantung dan hati akan bermanifestasi pada gangguan pikiran dan kegagalan hati dalam menutrisi mata dan hubungan antar organ dan termasuk sindrom defisiensi darah. Manifestasi kliniknya yaitu palpitasi, mudah lupa (pikun), insomnia, gangguan tidur (sering bermimpi), pusing, mata kering, gangguan penglihatan, mati rasa pada tungkai, tremor, kram, darah menstruasi sedikit, sering amenorrhea, kompleksi pucat, kuku rapuh dan layu, lidah pucat, nadi tipis. Sindrom ini disebabkan oleh banyak berfikir dan gelisah yang akan melukai darah jantung atau kehilangan banyak darah atau defisiensi limpa yang menyebabkan kegagalan dalam menghasilkan darah.[7]

[7]

BAB III KESIMPULAN

Fungsi utama jantung adalah : Menguasai darah Mengatur pembuluh darah Tercermin pada wajah Menjadi pusat pikiran/kesadaran Bermuara pada lidah Mengatur pengeluaran keringat Jantung dirusak oleh panas Fungsi fisiologis yang utama adalah : Menyimpan darah Memelihara aliran Qi Menguasai tendon Hubungan dengan dunia luar melaui mata Hubungan antara Organ Jantung dengan Organ Hati : Terkait dengan fungsi sirkulasi dan penyimpanan darah Hubungan aktifitas mental dan kemauan Patologi Organ Jantung dan Organ Hati :
Defisiensi darah Jantung sering menyebabkan defisiensi darah Hati Hiperaktivitas Yang Hati dapat mengganggu Jantung Stagnasi Qi hati yang merusak Shen Ekses Api Hati yang naik ke jantung

DAFTAR PUSTAKA

[1]

Jie, Sim Kie. 2012. Dasar Teori Ilmu Herba & Akupunktur. Singapore : TCM Publication

[2]

Saputra, Koosnadi dan Agustin Idayanti. 2005. Akupunktur Dasar. Surabaya : Airlangga University Press

[3]

Maciocia, Giovanni. 2011. Dasar-Dasar Pengobatan Cina. Yogyakarta : Imperium

[4]

Cheng, Xinnong. 1999. Chinese Acupuncture and Moxibation. China : Foreign Languages Press

[5]

Pialoux, Jacques. 2001. Guide to Acupuncture and Moxibustion. Switzerland : Fondation Cornelius Celsus

[6]

Ximing, Xu. 1987. Chinese Acupuncture and Moxibustion. Beijing : Foreign Languages Press

[7]

Zhu Z.B. 2006. Diagnostics of Traditional Chinese Medicine. Shanghai : Publishing House of Shanghai University of Traditional Chinese Medicine