Anda di halaman 1dari 38

Aktivitas terkoordinasi dalam perencanaan & pengendalian baik jumlah maupun waktu dari aliran material & informasi

mulai : (1) identification, (2) cataloging, (3) standardization, (4) need determination, (5) scheduling, (6) procurement, (7) inspection, (8) quality control, (9) packaging, (10) storage, (11) inventory control, (12) distribution, and (13) disposal.

Material & barang bernilai yang dimiliki perusahaan untuk : (1) produksi (raw materials, subassemblies, work in process), (2) aktivitas pendukung (repair, maintenance, consumables), (3) dijual atau melayani pelanggan (merchandise, finished goods, spare parts).

Ruang Lingkup Manajemen Material


MATERIALS MANAGEMENT PHYSICAL DISTRIBUTION MANAGEMENT

PROCUREMENT ACTIVITIES INVENTORY DECISSIONS 1. Materials Specifications 2. Value Analysis 3. Supply Market Research 4. Negotiation 5. Buying Activities 6. Contract Administration 7. Quality Assurance 8. Buying Transportation Inbound Raw Materials Subassemblies Work in-process inventory Material handling Production schedule & control Finished goods inventory Receiving Storage Transportation Field inventory Transportation Customer or User

Manufactured Parts Packing Materials MRO Supplies

LOGISTICS MANAGEMENT

Sumber : Dobler, Burt & Lee: Purchasing & Material Management, 1990)

Dampak Penurunan Ongkos Material Terhadap ROI

Sumber : Dobler, Burt & Lee: Purchasing & Material Management, 1990)

Transfer Work Orders Receipt

Count

Issues

Supplies : barang aktivitas organisasi: pensil, kertas, lampu, disket dan facility maintenance/MRO Raw materials : barang yang dibeli dari supplier untuk digunakan sebagai input dalam proses produksi. In-process goods : barang setengah jadi yang masih mengalami proses produksi berikutnya. Finished goods : produk akhir yang siap untuk dijual, didistribusikan atau disimpan. Waste : limbah atau produk sampingan

Types of Inventories
Manufacturing facility Supplier Step 1 Step 2 Customer

In-Transit

Raw Material

WIP

Finished Goods

14-5

Stok Antisipasi
Merespon terhadap fluktuasi supply maupun demand

Stok Pengaman (Safety/Buffer Stock)


Mengakomodasi ketidakpastian dari supply maupun demand

Skala Ekonomis
Membantu perusahaan dalam mencapai skala ekonomis

Stok Transit (Pipeline Stock)


Inventory yang sedang dalam pengiriman

Mengurangi investasi inventory Memaksimumkan pelayanan pelanggan Menjamin operasi yang efisien (low cost) Inventory turnover yang tinggi Konsistensi kualitas Hubungan baik dengan suplier

Strategi Persediaan
Penghematan vs. Biaya yang Timbul:
Penghematan:
Potongan harga u/ pembelian jumlah besar Biaya transportasi per unit lebih murah Efisiensi produksi karena production run lebih lama

Biaya yang Timbul:


Sewa Gudang Investasi Resiko Penyimpanan

Mengapa Perlu Adanya Pengawasan Persediaan?


Menjaga supaya tidak terjadi Kehabisan Persediaan (Out of Stock) Membentuk Persediaan yang Stabil Menghindari Pembelian Kecil-kecilan Membentuk Sistem Pemesanan yang Ekonomis

Pentingnya Adanya Pengawasan Persediaan


Membantu Tercapainya Tingkat Efisiensi Penggunaan Uang dalam Persediaan Mengurangi/memperkecil resiko yang timbul akibat persediaan terlalu besar atau terlalu kecil Menjaga agar kegiatan operasi produksi berjalan dengan lancar dan efisien

Persediaan Menurut Jenis & Posisi Barang


Bahan Baku Bagian Produk/Komponen yang dibeli Bahan Pembantu/Penolong Barang Setengah Jadi/Dalam Proses Barang Jadi

Jenis Persediaan Menurut Fungsi


Batch Stock (Lot Size Inventory) Fluctuation Stock Anticipation Stock

Batch Stock (Lot Size Inventory)


Membeli/membuat barang dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan saat itu Manfaatnya:
Potongan Harga Efisiensi Produksi Penghematan Biaya Angkutan

Fluctuation Stock
Diadakan u/ menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan

Anticipation Stock
Diadakan untuk:
Menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun Menghadapi penggunaan, penjualan, atau permintaan yang meningkat

Data u/ Memonitor Persediaan


Permintaan Pembelian Bukti Penerimaan Barang & Rekapitulasi Data Persediaan Bukti Pengeluaran Barang & Rekapitulasi Prakiraan(Forecast)

Yang Harus Dilakukan u/Mencegah Pencurian dan Manipulasi Data Inventory


Memonitor secara berkala hasil evaluasi bulanan Melakukan stock fisik internal sesuai jadwal Melakukan peninjauan ulang secara berkala terhadap sistem persediaan yang ada dan melakukan perbaikan berlanjut terhadap sistem tsb.

ALWAYS REMEMBER TRUST IS GOOD, BUT CONTROL IS BETTER!!

Repetitiveness : Single order & Repeat order Supply source: Outside supply & Inside supply Knowledge of demand : (1) Constant/ Variable demand (2) Independent/ Dependent demand Knowledge of lead time: Constant & Variable Inventory system : Perpeptual, Periodic, Material Requirement Planning (MRP), Distribution Requirement Planning (DRP)

DEMAND REPLENISHMENT CONSTRAINT COST

KATEGORI DEMAND UNTUK INVENTORY


Independent Demand (Demand tidak berhubungan
dengan item-item lain atau the final end-product)

Dependent Demand
Demand suatu item (component, subassemblies, raw materials) berhubungan dgn. Induknya.
E(1)

SIZE. PATTERN. LEAD TIME.

AWAL PENYIAPAN ORDER. PENGIRIMAN ORDER. PENERIMAAN ORDER. PENGIRIMAN BARANG. PENERIMAAN BARANG. BARANG DAPAT DIGUNAKAN.

JUMLAH MODAL. KAPASITAS GUDANG. SERVICE LEVEL.

BIAYA INVENTORY
Purchase Cost / Item Cost (Biaya Satuan/Biaya

Pembelian) :

Harga/unit barang dibeli dari pihak luar

Ordering/Setup Cost (Biaya Pemesanan /Persiapan) :


Biaya yang berasal dari pembelian pesanan supplier (membuat daftar permintaan, menganalisis supplier, membuat pesanan pembelian, penerimaan bahan, inspeksi bahan, & pelaksanaan proses transaksi.)

Carrying / Holding Cost (Biaya Pengadaan /Penyimpanan)


Biaya yang dikeluarkan atas investasi dalam persediaan & pemeliharaan maupun investasi sarana fisik untuk menyimpan persediaan (biaya modal, pajak, asuransi, penyusutan, pemindahan persediaan, keusangan , kehilangan & semua biaya yang dikeluarkan untuk memelihara persediaan.

Stockout Cost (Biaya Kekurangan/ Kehabisan Persediaan)


Kehilangan peluang akibat tunggakan pesanan dari production delay (laba yang hilang dari potensi penjualan , nama baik / citra perusahaan)

DEMAND-BASED INVENTORY MODEL


Demand

Independent (Countinous)

Dependent (Discrete)

Fixed Order Size System

Fixed Order Interval System

Time-Phased Order Point (TPOP)System

Derived Order Quantity System

EOQ/B;EPQ/B

EOI/E

Perpetual System

Two-Bin System

Periodic System

Optional Replenishment System

Distribution Requirement Planning (DRP) System

Single Order Quantity System

Material requirement (MRP) System

JustIn-Time System

Theory of Constraints System

Wilfredo Pareto, abad ke-19, ekonom Itali,


melakukan studi tentang distribusi kekayaan

% Annual $ Usage
100 80 60 40 20 0 0

Class A B C

Control

% $ Vol % Items 80 15 5 20 30 50

Ketat Sedang Longgar

A B
50

C
100

% of Inventory Items

PT X akan mengendalikan 30 jenis spare part dengan jumlah dan harga masing-masing barang yang bervariasi. Di dalam melaksanakan pengendalian terhadap barang-barang tersebut Manajer Logistik ingin mengklasifikasikan spare part mana yang sebaiknya dikendalikan dengan ketat, sedang dan longgar. Data spare part adalah sebagai berikut :

% Annual $ Usage
100 % 95,707%

88,837 %

6,87 % 4,293 %

B
0 3,704 % 14,815 %

C
100 %

% of Inventory Items