P. 1
Pelanggaran ITE

Pelanggaran ITE

|Views: 149|Likes:
Dipublikasikan oleh Indra S Dinatha
Presentasi tentang pelanggaran yg sesuai dengan UU ITE
Presentasi tentang pelanggaran yg sesuai dengan UU ITE

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Indra S Dinatha on Mar 31, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

Kelompok 2

PELANGGARAN UU ITE

Kasus
• • • • Ariel dan video pornonya. Pemilu 2004 Pencemaran nama baik Kebohongan publik

Kasus 1 : Ariel dan video pornonya

http://johansen2012.blogspot.com/2012/06/ contoh-kasus-cyber-crime.html

Kronologi
• 3 Juni 2010 : Ariel tersandung isu video porno mirip Ariel dan Luna Maya juga Cut Tari. • 22 Juni 2010, 03:00 AM : Ariel ditetapkan sebagai tersangka. • Ariel terancam pasal berlapis karena secara sadar mendokumentasikan hubungan intim yang kemudian tersebar dan menjadi tindakan asusila, dengan hukuman minimal 6 tahun penjara.

Pelanggaran UU ITE
• Pasal 27 ayat 1, UU nomor 11 tahun 2008 ” Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. ”

Putusan Akhir Hakim
• Nazril Irham, pelaku video porno yang juga ikut menyebarkan video porno yang melibatkan dirinya dengan Luna Maya dan Cut Tari divonis tiga tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Bandung • Selain divonis penjara, Ariel juga dikenai denda Rp 250 juta

Kasus 2 : Pemilu 2004
http://fahrigindo.blogspot.com/2010/11/cont oh-kasus-pelanggaran-uu-ite.html

Kronologi
• 17 April 2004 : Dani Firmansyah membobol situs http://tnp.kpu.go.id yang tidak lain adalah situs KPU. • Jam 03:12 WIB, menembus IP server KPU dan mengganti nama-nama partai peserta pemilu.

Pelanggaran UU Telekomunikasi
• Pasal 38 bagian 11 UU Telekomunikasi “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggara telekomunikasi.” • Pasal 22 UU Telekomunikasi “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan tanpa hak,tidak sah atau memanipulasi.”

Kasus Serupa : Pembobol Website

http://www.suarapembaruan.com/News/20 06/08/08/Nasional/nas08.htm

Kronologi
• 9 Juli 2006 : Isra Syarat mengganti tokoh partai golkar dengan gambar gorila putin tersenyum • 10 juli 2006 : mengubah halaman situs partai golkar dengan gambar artis Hollywood dan mencantumkan tulisan “Bersatu untuk malu”. • 13 Juli 2006 : mengubah kembali halaman situs dengan gambar gorila putih.

UU yang dilanggar
• UU no 36/1999 tentang Telekomunikasi dengan ancaman 6 tahun penjara.

Kasus 3 : Pencemaran nama baik

http://fabynnanda.blogspot.com/2012/03/tin dak-pidana-dan-kasus-pelanggaranuu.html

Kronologi
• Tulisan Berjudul Hoyak Tabuik Adaro dan Soekantom, karya Narliswandi Piliang (Iwan Piliang) dilaporkan oleh anggota DPR fraksi Partai Amanat Nasional , Alvin lie. • Artikel tersebut bercerita tentang kedatangan Alvin Lie ke PT Adaro untuk mengajukan uang Rp 6 Miliar sebagai kompensasi penggagalan hak angket.

Pelanggaran UU ITE
• Pasal 27 ayat 3 UU ITE no 11 2008 • Pasal 45 ayat 1 UU ITE no 11 2008 “ Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). ”

Kasus 4 : Kebohongan Publik
http://marishaungu3.blogspot.com/2012/11/ beberapa-kasus-pelanggaran-uu-ite-no11.html

Kronologi
• November 2008 : Erick seorang Account Executive Equity di Bahana Securities, Jakarta. Menginformasikan bahwa beberapa bank di Indonesia (Bank Panin, Bank Bukopin, Bank Arta Graham Bank CIC, dan Bank Victoria) mendapat masalah likuiditas dan kegagalan menyelesaikan transaksi antar bank.

Pelanggaran UU ITE
• Pasal 27 ayat 3
“ Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. “

• Pasal 28 ayat 1
“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. “

Kelompok 2

BRTI (BADAN REGULASI TELEKOMUNIKASI INDONESIA)

Content
• Fungsi dan Wewenang • Visi dan Misi • Kasus

Fungsi dan Wewenang
Sesuai KM. 31/2003

• Pengaturan, meliputi penyusunan dan penetapan ketentuan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi, yaitu : – Perizinan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi; – Standar kinerja operasi; – Standar kualitas layanan; – Biaya interkoneksi; – Standar alat dan perangkat telekomunikasi.

Fungsi dan Wewenang
Sesuai KM. 31/2003

• Pengawasan terhadap penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi, yaitu : – Kinerja operasi; – Persaingan usaha; – Penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi.

Fungsi dan Wewenang
Sesuai KM. 31/2003

• Pengendalian terhadap penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi, yaitu : – Penyelesaian perselisihan antar penyelenggara jaringan telekomunikasi dan penyelenggara jasa telekomunikasi; – Penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi; – Penerapan standar kualitas layanan.

Fungsi dan Wewenang
Sesuai KM. 67/2003

• Fungsi Pengaturan – Menyusun dan menetapkan ketentuan tentang perizinan jaringan dan jasa telekomunikasi yang dikompetisikan sesuai Kebijakan Menteri Perhubungan. – Menyusun dan menetapkan ketentuan tentang standar kinerja operasi penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi. – Menyusun dan menetapkan ketentuan tentang biaya interkoneksi. – Menyusun dan menetapkan ketentuan tentang standardisasi alat dan perangkat telekomunikasi.

Fungsi dan Wewenang
Sesuai KM. 67/2003

• Fungsi Pengawasan – Mengawasi kinerja operasi penyelenggaraan jasa dan jaringan telekomunikasi yang dikompetisikan. – Mengawasi persaingan usaha penyelenggaraan jasa dan jaringan telekomunikasi yang dikompetisikan. – Mengawasi penggunaan alat dan perangkat penyelenggaraan jasa dan jaringan telekomunikasi yang dikompetisikan.

Fungsi dan Wewenang
Sesuai KM. 67/2003

• Fungsi Pengendalian – Memfasilitasi penyelesaian perselisihan. – Memantau penerapan standar kualitas layanan.

Visi
• Menjamin adanya transparansi, independensi dan prinsip keadilan dalam penyelenggaraan telekomunikasi menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Misi
• Menciptakan pasar penyelenggaraan telekomunikasi berdasarkan persaingan yang sehat, berlanjut dan setara. • Menciptakan iklim usaha yang kondusif serta mencegah terjadinya praktek persaingan usaha tidak sehat. • Mewujuadkan prasarana dan pelayanan telekomunikasi yang handal bagi upaya peningkatan kemakmuran rakyat dan daya saing ekonomi nasional dalam era masyarakan reformasi. • Melindungi kepentingan konsumen dalam hal jasa telekomunikasi yang diterima, haga yang harus di bayar.

Kasus : Drakula Penghisap Pulsa
http://kaleidoskop.okezone.com/read/2011/ 12/28/349/548185/membasmi-drakulapenghisap-pulsa

Kronologi
Pencurian pulsa sempat marak diberitakan media massa. Banyak pihak menilai membongkar sindikat pencuri pulsa tidak semudah membalik telapak tangan. Ironisnya, anggota masyarakat yang pulsanya dicuri sering tak menyadari jika pulsanya telah disedot dengan trik-trik teknologi canggih.

Kronologi
Semua pihak tiba-tiba bersuara, mantan Anggota DPR Permadi bahkan menyatakan bahwa penipuan berkedok SMS premium ini seperti drakula. Bahkan dia tidak segansegan menyebutkan bahwa kerugian yang dihasilkan lebih besar dari kasus dana Century.

Kronologi
Melihat laporan tersebut Menteri Kominfo Tifatul Sembiring bereaksi. Menurut Tifatul, Kementrian Kominfo sedang menyelidiki kasus tersebut ke pihak terkait seperti (CP). Sebagai langkah antisipasi, Menkominfo menyarankan agar pelanggan yang tersandung masalah penyedotan pulsa bisa mengadu ke nomor 159 gratis, yang merupakan saluran pengaduan konsumen dari Badan BRTI.

Pelanggaran
• UU No. 36 tentang Telekomunikasi • UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen • Permenkominfo No. 1/2009 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi • Pasal 28 Ayat (1) UU RI No.11 Tahun 2008

Kerjasama BRTI dan Menkominfo
Kominfo bersama BRTI memanggil operator untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Dari pertemuan tersebut dihasilkan point-point untuk penyelesaian kasus pencurian pulsa.

Putusan BRTI
Seminggu kemudian, BRTI mengirimkan surat edaran kepada 10 operator di Indonesia, terkait layanan SMS Premium. Namun demikian, BRTI menegaskan bukan berarti layanan tersebut dihentikan secara total.

Sekian & Terima Kasih

Hasil Pertemuan Kominfo & BRTI
Lima poin penting yang dituangkan dalam pertemuan tersebut: • Tidak ada maksud dari operator untuk melegalkan sesuatu CP yang meresahkan masyarakat karena hukumnya tegas dan bisa menyangkut hukum pidana.

Hasil Pertemuan Kominfo & BRTI
• Seandainya ada pelanggaran yang dilakukan operator dan CP yang mengandung penipuan maka BRTI dan Kominfo berhak memberikan sanksi. • Bila CP terbukti salah maka operator berhak menghentikan perjanjian dengan CP secara sepihak.

Hasil Pertemuan Kominfo & BRTI
• Kemungkinan tergerusnya pulsa dari long number (bukan 91xx atau 93xx) sangat kecil tapi biasanya dalam pesan tersebut ada yang mengarahkan untuk tergistrasi dengan penipun yang bisa menjerat konsumen.

Hasil Pertemuan Kominfo & BRTI
• Mengedukasi secara berulang dan masif terkait penipuan CP yang terjadi di kalangan masyarakat.

Putusan BRTI
Berikut 5 poin yang tertuang di surat edaran BRTI kepada sejumlah operator terkait konten SMS Premium: • Menghentikan penawaran konten melalui SMS broadcast/pop screen/ voice broadcast sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Putusan BRTI
• Melakukan deaktivasi/unregistrasi paling lambat Selasa, 18 Oktober 2011 pukul 00.00 WIB untuk semua layanan Jasa Pesan Premium (termasuk namun tidak terbatas pada SMS/MMS Premium berlangganan, nada dering, games atau wallpaper) kecuali untuk layanan publik dan fasilitas jasa keuangan serta pasar modal yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan memberikan notifikasi deaktivasi dan informasi cara registrasi ulang bagi pengguna yang berminat tanpa dikenakan biaya tambahan.

Putusan BRTI
• Menyediakan data rekapitulasi pulsa pengguna yang terpotong akibat layanan Jasa Pesan Premium yang diaktifkan melalui SMS broadcasting/ pop screen. • Mengembalikan pulsa pengguna yang pernah diaktifkan dan dirugikan akibat layanan Jasa Pesan Premium. • Pelaksanaan butir 1 sampai 4 di atas wajib dilaporkan secara tertulis dan berkala kepada BRTI dimulai hari Rabu, 19 Oktober 2011 dan setiap hari Rabu pada tiap minggunya sampai dengan tanggal 31 Desember 2011.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->