Anda di halaman 1dari 3

Gmaw adalah proses pengelasan yang menggunakan elektroda dengan system secara continue yang mengalir ke benda kerja.

Pada proses ini digunakan pelindung gas untuk mncegah masuknya gas dari luar dan tanpa adanya tekanan Proses gmaw diperkenalkan pada tahun 1902, tapi tidak sampai 1948 proses ini tersedia secara komersial. Aplikasi utamanya adalah untuk pengelaan alumunium. Sebagai hasilnya, MZG ( gas inert metal) masih digunakan, dan masih umum digunakan untuk proses referensi. Berkembangnya proses ini termasuk mengenai rendahnya kepadatan arus dan mengalirnya arus searah, penggunaan untuk material yang lebih meluas., dan penggunaan gas reaktif ( seperti CO 2 ) dan campuran gas lainnya. Sebuah variasi dari proses GMAW menggunakan elektroda tubular dimana bubuk logam membentuk sebagian besar inti materi (metal cored electrode). Elektroda tersebut membutuhkan perisai gas untuk melindungi cairan las dari kontaminasi atmosfer. GMAW dapat dioperasikan di semi-otomatis mesin, atau model otomatis. Semua logam komersial seperti baja karbon, baja paduan tinggi, baja stainless, luminium, tembaga, titanium, dan nikel paduan dapat dilas dengan semua posisi dengan proses ini melalui pemilihan perisai gas yang sesuai, elektroda, dan variable pengelasan. PENGGUNAAN DAN KEUNGGULAN 1. Satu satunya proses pengelasan yang konsumsi elekrodanya digunakan untuk semua jenis logam komersial dan paduan. dapat

2. GMAW mengatasi pembatasan elektroda panjang yang jarang ditemukan pada proses SMAW. 3. Pengelasan dapat dilakukan di semua posisi 4. tingkat Deposisi secara signifikan lebih tinggi daripada proses SMAW. 5. Kecepatan pengelasan lebih tinggi dibandingakan pada proses SMAW. 6. Karena kawat elektroda tidak terputus maka proses pengelasan bisa dilakukan secara terus menerus tanpa berhenti. 7. Penetrasi yang dihasilkan lebih dalam. 8. Pembersihan postweld jarang dilakukan karena adanya slag yang besar. Keunggulan proses ini mengasilkan hasil pengelasan lebih baik dan cocok untuk produksi yang tinggi dan aplikasi pengelasan secara otomatis. BATASAN

1. Peralatan pengelasan lebih kompleks, lebih mahal, dan kurang portabel dari pada SMAW
2. GMAW lebih sulit digunakan dalam ruang terbatas karena welding gun lebih besar , dan welding gun harus dekat dengan sendi, antara 3/8 dan 3/4 inci (10 dan 19 mm), untuk memastikan bahwa logam las benar terlindung. 3. Las busur harus terlindungi dari udara yang akan memencarkan perisai gas. 4. Radiasi panas tingkat tinggi dan intensitas busur dapat mengakibatkan resistensi . DASAR DARI PROSES GMAW Proses GMAW menggabungkan antara pemakanan secara otomatis, penggunaan elektroda yang dilindungi dari pengaruh gas luar. Setelah setinggan awal dari operator , peralatan untuk otomatisasi regulasi karakteristik kelistrikan busur las. Oleh karena itu , hanya control manual yang mewajibkan seorang welder untuk mengsemiotomatiskan kecepatan dan jarak, dan posisi ujung las. Jika diberi Peralatan dan settingan yang bagus, panjang nyala busur las dan arus ( kecepatan pemakanan kawat ) secara otomatis terpelihara. Komponen dasar dari proses GMAW dalah welding gun, kumpulan kabel, gulungan elektroda, power supply, dan gas pelindung. 2 kombinasi dari elektroda dan power supply digunakan untuk mencapai keinginan nyala busur las yang sesuai. Mekanisme transfer logam Karakteristik dari proses GMAW adalah didiskripsikan dalam istilah 3 maksut dasar dimana logam di transfer dari elektroda ke benda kerja, yaitu : a) Transfer arus pendek b) Transfer globular c) Transfer percikan Tipe transfer ditentukan oleh beberapa factor, yang paling berpengaruh adalah : a) Besar dan tipe tegangan las b) Diameter elektroda c) Komposisi elektroda d) Panjang elektroda e) Dan gas pelindung.

TRANSFER ARUS PENDEK Transfer arus pendek meliputi kisaran terendah dari tegangan las dan diameter elektroda terkait dengan proses GMAW. Tipe transfer ini sedikit menghasilkan, pendinginan secara cepat pada kolam las umumnya cocok untuk bagian sambungan tipis, untuk keluar dari posisi pengelasan, dan untuk menjembatani pembukaan besar akar. Logam di transfer dari elektroda ke benda kerja hanya dalam masa ketika elektroda menyentuh kolam lasan. Tidak ada logam yang tersalurkan diseluruh kesenjangan busur. Meskipun transfer logam terjadi hanya selama arus pendek, komposisi gas pelindung mempunyai efek dramatis dalam pencairan tegangan permukaan logam. Karbon dioksida secara umum menghasilakn percikan dan penetrasi. Untuk mencapai hubungan yang baik antara percikan dan penetrasi, campuran CO2 dan argon sering digunakan ketika karbon las dan baja paduan rendah, tambahan helium pada argon bertujuan menambah penetrasi dalam logam nonferrous. TRANSFER GLOBULAR Dengan elektroda positif (DCEP)