PRAKTIKUM IV

Topik Tujuan : Tata letak daun, rumus daun, bagian dan diagram daun. : Mengenal berbagai tata letak daun pada batang, menentukan rumus daun serta menggambar bagan dan diagram daun. Hari/ tanggal : Rabu, 26 Oktober 2005 Tempat : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

I. ALAT DAN BAHAN: 1) Tanaman papaya (Carica papaya L.) 2) Bayam (Amaranthus spinosus L.) 3) Tanaman pudak II. CARA KERJA 1. Mengamati duduk daun pada ranting, cabang atau batang (tunggal tersebar, tunggal berseling, berhadapan, berkarang, roset batang, roset akar, monospirotik, dan trispirotik. 2. Rumus daun: ½, 2/5, 3/8, dst. 3. Menggabar bagan dan diagram daun. III. TEORI DASAR Daun-daun pada suatu tumbuhan biasanya terdapat pada batang atau cabangnya, ada kalanya daun-daun berjejal-jejal pada suatu bagian batang, yaitu pada pangkal atau bagian ujungnya. Umunya daun-daun pada batang terpisah pada batang terpisah-pisah dengan suatu jarak yang nyata. Jika untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan garis spiral tadi mengelilingi batang a kali, dan jumlah daun yang dilewati selama itu adalah b, juga dinamakan rumus daun atau disvergensi. Pecahan a/b selanjutnya dapat menunjukan sudut antara dua daun berturutturut, jika diproyeksikan pada bidang datar.jarak antara kedua daun berturut-turut pun tetap dan besarnya adalah a/b x 3600, yang disebut sudut divergensi, ternyata

dengan buku-bukunya sebagai lingkaranlingkaran sempurna. 3/8. Untuk membuat diagram tata letak daun. yang diberi nama lain spirostik. 2/5. Pada suatu tumbuhan.didapati pecahan a/b dapat terdiri dari pecahan ½. Perubahan sangat karakteristik adalah ortostik menjadi garis spiral yang tampak melingkar batang pula. 5/13. a. dan seterusnya. maka buku-buku tersebut akan menjadi lingkaran-lingkaran yang konsentris dan puncak kerucut akan menjadi titik pusat lingkaran-lingkaran tadi. dapat mengalami perubahan-perubahan arahnya karena pengaruh macammacam faktor. Jika diproyeksikan pada bidang datar. spiral genetik sukar ditentukan dan tampaknya letak daun pada batang mengikuti ortostik yang telah berubah menjadi garis spiral tadi. Spirostik dan parastik. dapat dilakukan dengan membuat bagan tata letak daun dan diagram tat letak daunnya. Diagram tata letak daun. batang tumbuhan digambar sebagai silender dan padnaya digambar membujur ortostik-ortostiknya. Untuk membuat bagan tata letak daun. Bagan tata letak daun. Dalam keadaan yang demikian. Demikian pula pada buku-buku batangnya. 8/21. Untuk menjelskan tata letak ddaun. batang tumbuhan harus dipandang sebagai kerucut memanjang. . garis-garis ortostik yang biasanya tampak lurus ke atas. 1/3. b. c.

Batang 3. HASIL PENGAMATAN 1. Keterangan: 1.IV. Daun Gambar diagram daun dari papaya. Gambar Tanaman papaya (Carica papaya L. Keterangan: 1. Tangkai daun 2. Daun .) menurut hasil pengamatan.

Gambar bagan daun dari papaya.) menurut hasil pengamatan. Bunga Gambar diagram daun dari bayam. Daun 3. Keterangan: 1. Daun 2. Gambar Bayam (Amaranthus spinosus L. Daun . Keterangan: 1. Keterangan: 1. Batang 2.

Keterangan: 1. ANALISIS DATA 1.Gambar bagan daun dari bayam.) klasifikasi berdasarkan Cronquist: Kingdom Divisio Classis Sub classis Ordo : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Dilleniidae : Violales . Keterangan: 1. Tanaman papaya (Carica papaya L. Daun 3. Batang 2. Daun V. Gambar Tanaman pudak menurut hasil pengamatan.

Familia Genus Species : Caricaceae : Carica : Carica papaya L. 2. . Papaya memiliki tata letak daun yang tersebar dan mempunyai rumus daun daun 3/8. Karena rumus daunnya didapatkan maka dapat dihitung sudut disvergensi 3/8 x 3600 = 1350. dan maksud dari angka delapan tersebut adalah pada saat melakukan tiga kali putaran jumlah daun daun yang dilaluinya adalah berjumlah delapan dan perhitungannya dimulai dari angka nol.) Klasifikasi berdasarkan Cronquist: Kingdom Divisio Classis Subclassis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Caryophyllidae : Caryophyllales : Amaranthaceae : Amaranthus : Amaranthus spinosus L Tumbuhan bayam memiliki daun yang tersusun secara berselang-seling dengan rumus daun 2/5. Tumbuhan Bayam (Amaranthus spinosus L. sama seperti di atas angka 2 menunjukkan banyaknya putaran dan angka 5 banyaknya daun yang dilalui yang dihitung mulai dari nol. maksud angka 3 tersebut adalah untuk mempertemukan daun yang satu dengan yang lain yang terletak dalam satu garis yang sama harus mengelilingi batang sebanyak 3 putaran. Sehingga dapat dihitung sudut dirvergensinya 2/5 x 3600 = 1440.

Pada bayam rumus daunnya 2/5 dengan sudut disvergensinya 1440. Tata letak daun terdiri dari. Morfologi Tumbuhan. berhadapan. 3. Pada papaya rumus daunnya 3/8 dengan sudut disvergensinya 1350. berseling dan berkarang. A. KESIMPULAN 1. tersebar. Bandung: ITB. . Tjitrosoepomo. Sistematik Tumbuhan Tinggi. 1994.VI. U. Yogyakarta: Gadjah Mada University. 2. VII. 2005. Gembong. Pada pudak rumus daunnya tidak dapat dihitung karena merupakan tipe spirostik. 4. DAFTAR PUSTAKA Dasuki.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful