Anda di halaman 1dari 1

Sutradara : Christophe Barratier Skenario : Christophe Barratier dan Philippe Lopes-Curval Produksi : Miramax Films Tgl.

Terbit : 17 Maret 2004 Durasi : 1 jam 35 menit.

Mathieu Datang sebagai Malaikat Penuh Kasih


Sebuah film yang menceritakan tentang kehadiran seorang guru baru di sebuah asrama yang dipenuhi rasa kebencian. Clement Mathieu sebagai guru baru merubah semua pola kehidupan yang ada di asrama.

ilm yang berasal dari Perancis ini berjudul The Chorus is Magic (dengan judul asli Les Chorestes). Film ini dimulai saat Pepinot yang sudah menjadi tua menunjukkan sebuah foto kepada Pierre Morhange. Sebuah foto itu mengingatkannya semasa ia kecil. Sejak itulah cerita dimulai. Asrama Fond de LEtang adalah asrama yang anak-anak yatim piatu. Mereka sangat jahil. Suasana menjadi tambah gawat dengan sikap para guru, terutama kepala asrama itu. Dengan semboyannya Action Reaction, anak-anak menjadi semakin tersiksa.

Bukannya memperbaik, justru memperburuk keadaan. Clement Mathieu yang menyukai bidang musik datang menjadi guru baru di asrama itu. Mathieu yang mengajar bidang musik merasa kasihan terhadap anakanak. Sikap lembutnya merubah anak-anak dan guru-guru disana menjadi lebih baik. Pierre Morhange yang menjadi soloist dalam koor berubah dari yang nakal, jahil, judes, menjadi seorang anak yang baik hati. Mathieu ditinggalkan seseorang yang dicintainya, Ia pun dipecat dan keluar dari

asrama, sehingga membuat film ini berakhir dengan bad ending. Ide Christoppe Barratier sebagai sutradara sangat baik, mengambil latar belakang kehidupan di asrama. Walaupun menggunakan latar kehidupan yang belum modern (zaman dulu), film ini tetap menarik untuk ditonton, karena jalan cerita secara keseluruhan bagus sekali. Tetapi, ada bagian yang masih kurang jelas. Sebagai contoh Mondain (anak yang paling berbahaya) ditangkap polisi, tapi di bagianbagian akhir, Ia muncul lagi membakar asrama, lalu menghilang. Film ini memperlihatkan banyak adegan-adegan keras, (guru-guru yang menghukum keras anakanaknya), dan perilaku anak-anak yang melawan guru mereka. Karena aspek-aspek tersebut, sebaiknya film ini dikonsumsi paling tidak apabila sudah remaja, atau dengan bimbingan orang tua, karena jika tidak, akan memberi gambaran pada anak kecil bahwa asrama adalah tempat yang jelek.
AAP./1b/03