Anda di halaman 1dari 23

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)

Jenis-Jenis IUD Medikasi


Copper-releasing:

Progestin-releasing:

Copper T 380A Nova T7

Progestasert7 LevoNova7 (LNG20) Mirena7

Multiload 375

IUD Copper: Mekanisme Aksi

Mengganggu kemampuan sperma untuk melewati kavum uteri Mempertebal mukus servik

Mengganggu proses reproduktif sebelum sel telur mencapai kavum uteri Merubah garis/jalur endometrial

IUD: Keuntungan Kontraseptif


Efektivitasnya tinggi (0,6-0,81 kehamilan per 100 wanita selama tahun pertama penggunaan Copper T 380A) Segera efektif Metode jangka-panjang (perlindungan sampai 10 tahun dengan menggunakan Copper T 380A)

Tidak mengganggu hubungan seksual


Kesuburan kembali dengan cepat setelah dilepas Tidak mempengaruhi kegiatan menyusui/pemberian ASI

Dapat disediakan oleh petugas bukan dokter yang terlatih


1

Trussell et al 1998. 4

IUD: Keterbatasan
Pemeriksaan pelvik diperlukan dan penapisan penyakit menular seksual (PMS) direkomendasikan sebelum IUD dimasukkan Membutuhkan petugas yang terlatih untuk memasukkan dan mengeluarkannya

Memerlukan pemeriksaan benang setelah periode menstruasi jika terjadi kram, penodaan atau nyeri
Wanita tidak dapat berhenti menggunakan kapanpun dia mau (tergantung petugas)

IUD: Keterbatasan lanjutan


Meningkatkan jumlah perdarahan menstruasi dan kram selama beberapa bulan pertama (hanya pelepasan Copper) Kemungkinan keluar secara spontan Jarang sekali (< 1/1000 kasus), perforasi uterus dapat terjadi selama memasukkan IUD Tidak mencegah semua kehamilan ektopik (khususnya Progestasert) Dapat meningkatkan resiko penyakit radang pelvik atau Pelvic Inflamation Disease (PID) dan infertilitas subsekuen pada wanita beresiko terhadap PMS (misalnya: HBV, HIV/AIDS)

Siapa yang Dapat Menggunakan IUD


Wanita di usia reproduktif atau paritas yang:

Menginginkan kontrasepsi dengan tingkat efektifitas yang tinggi, dan jangka panjang Memberikan ASI Berada dalam masa postpartum dan tidak memberikan ASI Berada dalam masa pasca aborsi Mempunyai resiko rendah terhadap PMS Tidak dapat mengingat untuk minum sebutir pil setiap hari Lebih menyukai untuk tidak menggunakan metode hormonal atau yang memang tidak boleh menggunakannya Yang benar-benar membutuhkan alat kontrasepsi gawat darurat
7

IUD: Siapa yang Tidak Boleh Menggunakannya (WHO Kelas 4)


IUD tidak boleh digunakan jika wanita :

Hamil (diketahui atau dicurigai) Mengalami perdarahan vaginal yang tidak dapat dijelaskan sampai kasusnya ditetapkan dan masalah serius ditangani Mengidap PID sudah lama atau baru Mengeluarkan nanah yang sifatnya akut (seperti nanah)

Mengalami distorsi kavum uteri Mengidap penyakit trophoblast yang berbahaya Mengidap TB pelvik Mengidap kanker saluran genital Mengidap infeksi saluran genital yang aktif (misalnya: vaginitis, servisitis)

Sumber: WHO 1996.

IUD: Kondisi yang Menghendaki Langkah Pencegahan (WHO Kelas 3)


IUD tidak direkomendasikan kecuali jika metode lain tidak ada atau tidak dapat diterima jika wanita mempunyai :

Penyakit trophoblast yang tidak berbahaya Lebih dari satu pasangan seks Pasangan yang mempunyai lebih dari satu pasangan seksual

Sumber: WHO 1996.

IUD: Siapa yang Mungkin Membutuhkan Konseling Tambahan


Wanita yang mengalami masalah-masalah di bawah ini:

Servikal stenosis Anemia (hemoglobin < 9 g/dl atau hematokrit < 27) Periode menstruasi yang menyakitkan Infeksi ringan pada vagina (kandidiasis atau bakterial vaginosis) tanpa servisitis

Gejala penyakit jantung valvular

10

Kapan Harus Memasukkan IUD


Kapanpun selama siklus menstruasi, saat Anda yakin bahwa klien tersebut tidak hamil Hari ke-1 hingga ke-7 selama siklus menstruasi Masa postpartum (segera setelah melahirkan, selama 48 jam pertama postpartum atau setelah 4 sampai 6 minggu; setelah 6 bulan menggunakan LAM) Masa pascaaborsi (segera atau selama 7 hari pertama) pastikan tidak ada infeksi pelvik

11

IUD: Rekomendasi Pencegahan Infeksi


Sebelum memasukkan: Cuci tangan sebelum memeriksa pasien. Cuci bagian genital bila terlihat kurang bersih. Pada saat memasukkan:

Pakailah sarung tangan baru atau yang telah di-DTT pada kedua tangan. Keluarkan IUD dari kemasan steril. Bersihkan os servik (dan vagina) secara keseluruhan sebanyak dua kali dengan antiseptik. Gunakan teknik memasukkan tanpa menyentuh. Pasca memasukkan:

Dekontaminasi semua bahan/benda yang kotor. Buanglah bahan/barang yang telah terkontaminasi dengan aman. Cucilah tangan setelah melepaskan sarung tangan.

12

Memasukkan IUD : Metode Tarik

(2) Tarik tabung inserter

(1) Tahan Katup penahan

Sumber: PATH and Population Council 1989.

13

IUD: Efek Samping Umum


Terlepasnya Copper :

Perdarahan menstruasi yang lebih banyak


Perdarahan vaginal yang tidak teratur atau hebat Kram akibat menstruasi

Menambah kram atau sakit akibat menstruasi


Cairan kotor dari vagina

Terlepasnya progestin:

Amenorrhea atau perdarahan menstruasi/penodaan yang ringan


14

IUD: Permasalahan Lain yang Mungkin Terjadi


Benang hilang

Sedikit peningkatan resiko infeksi pelvik (sampai 20 hari setelah dimasukkan)


Perforasi uterus (jarang terjadi)

Lepas secara spontan


Kehamilan ektopik Aborsi spontan Pasangan mengeluh merasakan benang
15

IUD: Pemasangan Segera Pada Saat Pascaplasenta


Pelatihan khusus bagi petugas

Konseling prenatal untuk klien


Tidak ada resiko tambahan infeksi, perdarahan atau perforasi

Nyaman bagi klien


Biayanya efektif

16

IUD: Instruksi Bagi Klien

IUD segera efektif. IUD dapat keluar dari uterus secara spontan, khususnya selama beberapa bulan pertama. Perdarahan atau penodaan dapat terjadi selama beberapa hari pertama.

Perdarahan menstruasi dapat berubah tergantung dari jenis IUD.


IUD dapat dilepas kapan saja Anda menginginkannya. Lagi pula, aman dan efektif untuk (x tahun) jika menggunakan (jenis IUD). IUD tidak dapat melindungi dari PMS (misalnya: HBV, HIV/AIDS.)
17

IUD: Instruksi Bagi Klien


lanjutan
Kembali lagi untuk check up setelah menstruasi pertama pasca pemasukan, 4 hingga 6 minggu setelah pemasukan. Selama bulan pertama setelah pemasukan, periksa keadaan benang beberapa kali, khususnya setelah periode menstruasi Anda.

Periksa keadaan benang setelah bulan pertama, hanya jika Anda mengalami:

Kram di perut bagian bawah, Penodaan antar periode atau setelah berhubungan seksual, atau Sakit/nyeri setelah hubungan seksual (atau jika pasangan Anda mengalami ketidaknyamanan selama melakukan hubungan seks).
18

Tanda Peringatan Bagi Pengguna IUD


Hubungi petugas kesehatan atau klinik jika Anda mengalami hal-hal di bawah ini:

Periode menstruasi yang tertunda dengan gejalagejala kehamilan (mual, payudara terasa kencang, dll.) Sakit bagian perut bawah yang terus menerus atau kejang, khususnya jika diikuti dengan perasaan tidak enak badan, demam atau panas dingin (gejalagejala yang mungkin merupakan infeksi pelvik) Hilangnya benang atau ujung plastik IUD dapat jatuh/hilang/lepas saat memeriksa benang Baik Anda atau pasangan Anda memulai untuk mempunyai lebih dari satu partner hubungan seks; IUD tidak melindungi wanita dari PMS (misalnya: HBV, HIV/AIDS)
19

IUD: Penatalaksanaan Masalah Perdarahan


Yakinkan kembali klien bahwa menstruasi yang terjadi dengan adanya IUD pada umumnya lebih banyak dan perdarahan/penodaan dapat terjadi diantara periode, khususnya di beberapa bulan pertama. Lakukan evalusi penyebab-penyebab lainnya dan beri perawatan jika diperlukan.

Jika penyebab lainnya tidak ditemukan, tangani dengan nonsteroidal anti-inflamatori (NSAID, seperti ibuprofen) selama 5-7 hari.
Lakukan konsultasi terhadap pilihan-pilihan yang ada dan pertimbangkan untuk melepas IUD jika klien memintanya.

20

IUD: Penatalaksanaan Kram dan Rasa Sakit


Yakinkan kembali kepada klien bahwa kram dan sakit yang menyertai menstruasi (dismenorrhea) dapat terjadi dengan adanya IUD, khususnya dalam beberapa bulan pertama. Lakukan evaluasi terhadap beberapa penyebab dan beri perawatan jika diperlukan.

Jika penyebab-penyebab lainnya tidak ditemukan, pertimbangkan untuk menanganinya dengan memberikan acetaminophen atau ibuprofen setiap hari pada permulaan menstruasi.
Konsultasi mengenai pilihan-pilihan yang ada dan pertimbangkan untuk melepas IUD jika klien memintanya.
21

Penatalaksanaan Keluhan Pasangan Mengenai Benang IUD


Diskusikan keluhan klien/pasangan, yakinkan bahwa ini bukanlah masalah yang serius dan perawatan dibutuhkan jika memang benarbenar mengganggu. Periksalah untuk meyakinkan bahwa IUD tidak terlepas hanya sebagian. Jika IUD ada di tempatnya, pilihan perawatannya adalah:

Menggunting benang, atau Melepaskan IUD atas permintaan klien.

22

IUD: Indikasi untuk Melepas


Jika klien menginginkannya

Di akhir masa efektif IUD

TCu 380A = 10 tahun

Jika ada perubahan dalam praktek seksual (perilaku resiko tinggi), pertimbangkan untuk menambah metode perlindungan (kondom) atau pelepasan IUD. Jika mengidap PMS atau infeksi pelvik.

Menopause

23