Anda di halaman 1dari 2

Mengkonsumsi Flour (F) yang Aman untuk Anak Kita

Di beberapa iklan pasta gigi yang kita tonton, ion Flour dipercaya sebagai suatu zat yang mampu menahan laju pembentukan karies gigi (gigi berlubang) dan membuat gigi menjadi kuat bebas karies. Ion Flour merupakan produk sakti yang menjelma menjadi tameng untuk kesehatan gigi. Namun, kelebihan Flour di tubuh kita dapat menyebabkan efek yang fatal pada kesehatan kita, pada gigi efeknya dapat menjadi Flourosis. Flourosis adalah masalah estetik, bukan sebuah penyakit. Walaupun ringan, dokter gigi dapat mendeteksinya. Selain dikonsumsi secara topikal (pasta gigi, obat kumur dll), Flour juga dapat diberikan secara sistemik lewat program flouridasi air minum, namun di banyak negara program ini menjadi kontroversi, bisa dibaca di sini. Efek pemberian secara sistemik tentu akan memberi kontribusi yang sangat besar bagi tubuh jika terpapar ion F dalam jumlah yang besar. Pada saat kita mengkonsumsi Floride pada usia anak-anak, ekstrak floride dapat mengganggu pembentukan email pada gigi permanen dan memicu terjadinya flourosis, yang merupakan perubahan minor dari diskolorisasi (perubahan warna gigi) pada permukaan yang tidak beraturan pada gigi. Tanda dan gejala : Flourosis dari ringan sampai menengah memiliki bentuk berupa garis putih, berbentuk coretan atau titik. Pada semua fluorosis, gigi dapat menjadi berbintik dan berwarna abu-abu, coklat atau hitam dan email dapat berbentuk yang tidak serasi/aneh.

Jika memiliki anak di bawah usia 6 tahun, berikan pasta gigi hanya selapis tipis di sikat giginya dan anjurkan dia untuk meludah dibanding menelan pasta giginya setelah menyikat gigi. Hindari pasta gigi dengan rasa yang dapat membuat pasta gigi ditelan. Jagalah seluruh produk yang berisi Flour (pasta gigi, obat kumur, dll) agar tidak mudah digunakan oleh anak-anak. Banyak kasus flourosis tidak membutuhkan perawatan khusus. Tapi kasus yang serius lainnya membutuhkan perawatan dengan membersihkan permukaan tersebut dengan pemutihan gigi atau prosedur lainnya. Beberapa kasus lainnya dengan perawatan restorasi, bonding, crown atau

veneer. Sebenarnya Flour dapat kita peroleh secara alamiah dari makanan sehari-hari yang kita makan dari : 1. Ikan teri 2. Teh 3. Kunyit 4. Sayur-sayuran yang tumbuh pada tanah dan menggunakan air yang memiliki kadar F. Kalau ada yang alami, kenapa kita tidak mencobanya???
1. Clark CD. Appropriate use of fluorides in the 1990s. J Canad Dent Assoc. 1993;59:272-279. 2. Hawkins R, Locker D, Noble J, Kay EJ. Prevention. Part 7: Professionally applied topical fluorides for caries prevention. British Dental J. 2003: Vol. 195, No 6: 313317.