Anda di halaman 1dari 27

KIMIA

Minyak Bumi, Gas Alam, dan Batu Bara

AG DARRYL 01

Alvina Maria 02

Chatrine Iriani 05

Angela Monalisa 04

Andre Wachu 03

Pembentukan Minyak Bumi, Gas Alam, dan Batu Bara


Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan, dan hewan yang mati 150 juta tahun lalu. Batu bara dipercaya berasal dari pohon-pohon atau pakis yang hidup 3 juta tahun lalu dan terkubur karena gempa atau letusan gunung api.

Sisa-sisa organisme mengendap di dasar lautan dan tertutupi lumpur. Lumpur menjadi batuan karena pengaruh tekanan di atasnya. Karena suhu dan tekanan meningkat, bakteri anaerob mengubah sisa jasad renik menjadi minyak dan gas. Walaupun terbentuk di lautan, minyak bumi dapat ditemukan di daratan karena pergerakan kulit bumi sehingga laut menjadi darat.

Komposisi Minyak Bumi, Gas Alam, dan Batu Bara


Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dengan penyusun utamanya hidrokarbon. Gas alam terdiri dari alkana suhu rendah dengan metana sebagai penyusun utamanya. Batu bara mengandung hidrokarbon suhu tinggi dan juga senyawa belerang.

Pengolahan Minyak Bumi

Bensin
Bensin dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan mutunya; Premium (88), Pertamax (92), dan Pertamax Plus (95). Mutu bensin dinyatakan dengan nilai oktan. Semakin tinggi nilai oktan menyatakan semakin rendah knocking yang dihasilkan oleh pembakaran bensin. Knocking dapat merusak bensin.

TEL (tetraethyl lead) merupakan zat antiketukan yang setiap 2-3 mL-nya dapat menambah nilai oktan 1 galon bensin sebanyak 15 poin. Pembakaran bensin dengan TEL menghasilkan oksida timah yang menempel pada mesin. Etilen bromida dicampurkan agar jika bereaksi dengan oksida timah menjadi timbel bromida yang keluar bersama dengan asap kendaraan. Karena menghasilkan timbel, penggunaan TEL diganti dengan MTBE.

Hanya 6% dari minyak mentah yang jika disuling menghasilkan bensin. Selain penyulingan, bensin diperoleh dengan proses cracking fraksi berat. Perengkahan dapat terjadi karena thermal cracking atau dengan bantuan katalis. Bensin hasil perengkahan lebih baik dari hasil penyulingan sehingga kemudian dicampurkan dan proses ini disebut blending.

Nafta
Fraksi ringan dari minyak bumi C5-C12 yang difraksionasi menjadi fraksi yang lebih sempit, contohnya Nafta: C6-C10. Nafta digunakan untuk bahan baku industri, seperti plastik, serat sintetis, nilon, karet sintesis, pestisida, dll.

Gas Alam
Sebagian besar terdiri dari metana. Untuk mempermudah transportasi, gas alam dicarikan menjadi LNG. Digunakan sebagai bahan bakar industri, bahan bakar rumah tangga, maupun pemanas ruangan.

INDUSTRI PETROKIMIA
Segala jenis bahan atau produk dari minyak dan gas bumi disebut petrokimia.

Bahan Dasar Petrokimia


Proses industri petrokimia: Perubahan minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia. Mengubah bahan dasar petrokimia menjadi produk antara. Mengubah produk antara menjadi produk akhir.

Olefin: umumnya terbuat dari etana, propana, nafta, atau minyak gas melalui proses perengkahan. Aromatika: merupakan benzena dan turunannya dan diperoleh dari nafta melalui proses reforming. Senyawa aromatika yang terpenting adalah benzena, toluena, dan xilena. Gas sintetis: campuran dari karbon monoksida dan hidrogen melalui steam reforming atau oksidasi parsial.

Produk Petrokimia dari Olefin


Polietilena (etilena), plastik yang banyak diproduksi. PVC (etilena), plastik untuk membuat pipa pralon. Etanol (etilena), dikenal sebagai alkhohol. Gliserol (propilena), digunakan untuk bahan kosmetik, industri makanan, dan peledak (nitrogliserin).

Produk Petrokimia dari Aromatika


Bahan peledak, yaitu trinitrotoluena (TNT). Stirena, untuk membuat karet sintetis. Kumena untuk membuat fenol yang kemudian fenol digunakan untuk membuat perekat dan resin.

Produk Petrokimia dari Gas Sintesis


Amonia, digunakan untuk membuat pupuk maupun bahan membuat resin atau plastik. Urea Metanol Formaldehida, dalam bentuk cair dikenal dengan nama formalin.

Sumber Bahan Pencemaran


Pembakaran tidak sempurna dimana udara untuk pembakaran kurang sehingga menghasillkan CO juga jelaga. Pengotor dalam bahan bakar seperti abu yang mengandung oksida-oksida logam sisa pembakaran batu bara. Pembakaran batu bara juga menghasilkan belerang dioksida. Zat aditif dalam bahan bakar yang menghasilkan timbel.

Asap Buang Kendaraan Bermotor


Karbon dioksida (CO2), termasuk gas rumah kaca. Karbon monoksida (CO), menghambat pengikatan oksigen oleh hemoglobin pada sistem peredaran darah manusia. Belerang oksida yang jika terhirup dapat menjadi asam sulfit atau asam sulfat. Oksida nitrogen, dapat menyebabkan asbut. Partikel timbel, mampu merusak otak.

Pengubah Katalitik
Karbon monoksida bereaksi dengan nitrogen monoksida membentuk karbon dioksida dan nitrogen. Hidrokarbon dan karbon monoksida dioksidasi membentuk karbon dioksida dan uap air. Timbel dapat meracuni pengubah katalitik.

Efek Rumah Kaca


Merupakan gejala dimana panas matahari terperangkap oleh gas rumah kaca di atmosfer Gas rumah kaca tersebut adalah CO2, uap air, metana, dan CFC. CO2 jumlahnya banyak, sedangkan metana di atmosfer sedikit tetapi efek rumah kacanya besar. CFC dapat merusak ozon.

Hujan Asam
Air hujan dengan pH dibawah 5,7. Disebabkan karena polutan yang bereaksi dengan uap air, menghasilkan asam sulfat, asam sulfit, asam nitrat, dan asam nitrit. Terjadi di daerah industri dan sekitarnya karena polutan dapat tertiup angin.

Masalah yang ditimbulkan hujan asam: Kerusakan hutan, hujan asam membilas unsur hara penting seperti kalsium dan magnesium serta membebaskan ion alumunium yang merupakan racun bagi tumbuhan. Sungai dan danau menjadi asam karena terkena hujan asam sehingga biota air mati. Kalsium karbonat dalam bahan bangunan larut sehingga bangunan rusak.

Cara menangani hujan asam: Menetralkan asamnya dengan suatu basa. Mengurangi emisi SO2 dari pembakaran batu bara dengan menyerapnya dengan kalsium karbonat agar menghasilkan kalsium sulfit. Mengurangi emisi NOx dengan mengontrol pembakaran mesin dengan mengatur suhu mesin dan perbandingan bahan bakar terhadap udara. Laju kendaraan juga mempengaruhi kadar NOx dalam gas buang. Bisa juga dengan memasang pengubah katalitik pada knalpot kendaraan.

Anda mungkin juga menyukai