Anda di halaman 1dari 340

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI RANAH KOGNITIF

DAN PSIKOMOTORIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAIKEM


DENGAN METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI PADA
PEMBELAJARAN FISIKA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI
DI SMA N 8 YOGYAKARTA KELAS XI IPA6 DAN KELAS XI IPA1


SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Pendidikan Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta
untuk Memenuhi SebagianPersyaratan Guna Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Sains



Oleh :
QODRIYATUL ASIFAH
07302241036

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2013
iii

PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Qodriyatul Asifah
NIM : 07302241036
Program Studi : Pendidikan Fisika
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Judul : Upaya Peningkatan Penguasaan Materi Ranah Kognitif
dan Psikomotorik Siswa melalui Pembelajaran PAIKEM
dengan Metode Eksperimen dan Demonstrasi pada
Pembelajaran Fisika Materi Pokok Usaha dan Energi di
SMA N 8 Yogyakarta Kelas XI IPA6 dan Kelas XI IPA1
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya sendiri. Sepanjang
pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau diterbitkan oleh
orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan mengikuti tata penulisan karya
ilmiah yang telah lazim.
Yogyakarta, 31 Oktober 2012
Yang Menyatakan


(Qodriyatul Asifah)
NIM.07302241036
v


MOTTO
Dari Anas ibn Malik berkata ia :Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina sekalipun.
Sesungguhnya menuntut ilmu itu diwajibkan atas tiap-tiap Muslim. (Abu Bakar
Ahmad ibn al-Husayn Al-Bayhaqi, 1990:234-235)
Rendah hati dan selalu mengingat Allah SWT (Penulis)
Orang yang berilmu mengetahui orang yang bodoh karena dia pernah bodoh,
sedangkan orang yang bodoh tidak mengetahui orang yang berilmu karena dia
tidak pernah berilmu. (Plato)
Pendidikan bukan persiapan untukhidup; pendidikan adalah kehidupan itu
sendiri. (John Dewey)
Tanda pikiran yang terdidik adalah dapat menghibur pikiran tanpa menerima
hal itu. (Aristotle)
Pintu menuju keberhasilan selalu terbuka tetapi hanya sedikit yang berani
melaluinya (Diane Corriette )
Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa
mereka bias melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri,
mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama. (Norman Vincent Peale)
Kebahagiaan adalah ketika apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda katakan,
dan apa yang Anda lakukan berada dalam harmoni. (Mahatma Gandhi)
Lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya.
Berakit-rakit ke hulu berenang renang ke tepian.
Maju terus pantang mundur.



vi

PERSEMBAHAN
Dengan mengucap Syukur Al-hamdulillahirabbil alamin kepada Allah SWT
dan Rasul-Nya, saya persembahkan karya sederhana ini kepada :
1. Bapanda dan Ibunda, ungkapan rasa terimakasih dan sembah sujud ananda tidak
akan habis atas segala curahan cinta kasih, doa, motivasi, dan perlindungan yang
selalu menyertai ananda di saat suka maupun duka.
2. Kakak kakak perempuan dan adikku tersayang, terimakasih atas segala motivasi
dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini.Percayalah semakin jauh kita
melewati kehidupan semakin hangat cinta-kasih yang terjalin.Semoga Allah
senantiasa meridloi kita dengan menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang
tua.
3. Para saudaraku dari pihak bapak dan ibu.Terimakasih atas kebersamaan dan kasih
sayang yang tulus, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat,nikmat,
ridlo, dan karunian-Nya kepada kita.Semoga persudaraan kita selama ini menjadi
amal shalih yang tiada putus.
4. Temanteman angkatan 2007 dan para alumni UNY.Terimakasih atas
persahabatan dan hubungan yang akrab, semoga sukses selalu mengiringi langkah-
langkah kalian.


vii

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI RANAH KOGNITIF
DAN PSIKOMOTORIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAIKEM
DENGAN METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI
PADA PEMBELAJARAN FISIKA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI
DI SMA N 8 YOGYAKARTA KELAS XI IPA6 DAN KELAS XI IPA1

Oleh :
Qodriyatul Asifah
07302241036

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) ada tidaknya peningkatan penguasaan
materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa pada pembelajaran Fisika materi pokok
Usaha dan Energi melalui pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen di kelas XI
IPA6 SMA N 8 Yogyakarta, 2) ada tidaknya peningkatan penguasaan materi ranah
kognitif dan psikomotorik siswa pada pembelajaran Fisika materi pokok Usaha dan
Energi melalui pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi di kelas XI IPA1
SMA N 8 Yogyakarta, 3) ada tidaknya perbedaan peningkatan penguasaan materi ranah
kognitif dan psikomotorik siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran materi pokok
Usaha dan Energi melalui pembelajaran PAIKEM menggunakan metode eksperimen di
kelas XI IPA6 dan metode demonstrasi di kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta, dan
4) metode pembelajaran yang lebih efektif antara metode eksperimen dan metode
demonstrasi jika diterapkan di dalam pembelajaran PAIKEM untuk meningkatkan
penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa pada pembelajaran Fisika
materi pokok Usaha dan Energi di kelas XI IPA6 dan kelas XI IPA1 SMA N 8
Yogyakarta.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Format Control Group
Pre-Test Post-Test Design dengan subjek penelitian kelas XI IPA6 dan kelas XI IPA1
yang masing-masing berjumlah 30 siswa. Penelitian ini melalui empat tahap penelitian
meliputi uji validasi soal, tes penguasaan materi awal, pembelajaran PAIKEM, dan tes
penguasaan materi ahir. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan metode
eksperimen di kelas XI IPA6 dan metode demonstrasi di kelas XI IPA1. Pengambilan
data dilakukan dengan pengamatan langsung menggunakan instrumen Lembar Observasi
Kegiatan Murid (LOKM).Analisis data penelitian dilakukan secara kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat peningkatan penguasaan
materi ranah kognitif siswa dan terdapat peningkatan penguasaan materi ranah
psikomotorik siswa di kelas XI IPA6, (2) terdapat peningkatan penguasaan materi ranah
kognitif dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA1, (3) berdasarkan besar rata-rata nilai
gain, peningkatan penguasaan materi ranah kognitif di kelas XI IPA6 berbanding terbalik
terhadap kelas XI IPA1, peningkatan penguasaan materi ranah psikomotorik siswa di
viii

kelas XI IPA1 lebih besar daripada di kelas XI IPA6, dan (4) pembelajaran PAIKEM
dengan metode demonstrasi lebih efektif daripada eksperimen.

Kata kunci : penguasaan materi siswa, pembelajaran PAIKEM, metode eksperimen,
metode demonstrasi, usaha dan energi.

ix

KATA PENGANTAR
AssalamualaikumWr.Wb.
Alhamdulillahirabbilalamin, penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan rahmat, nikmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada saya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul UPAYA
PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI RANAH KOGNITIF DAN
PSIKOMOTORIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAIKEM DENGAN
METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN
FISIKA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI DI SMA N 8
YOGYAKARTA KELAS XI IPA6 DAN KELAS XI IPA1.
Sebagai mahluk sosial, penulis tentunya tidak dapat menyelesaikan skripsi ini
tanpa bantuan berbagai pihak.Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis
mengucapkan terimakasih kepada :
1. Dr. Hartono selaku dekan FMIPA UNY dan jajarannya yang telah memberi izin
dalam melakukan penelitian di SMA N 8 Yogyakarta.
2. Suparno,Ph.D selaku Ketua Jurusan Pendidikan Fisika yang telah memberi izin
dalam melakukan penelitian di SMA N 8 Yogyakarta.
3. Budi Purwanto,M.Si selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA
Universitas Negeri Yogyakarta yang telah memberikan izin pelaksanaan skripsi
dan menunjuk dosen pembimbing.
x

4. Ahmad Abu Hamid,M.Pd dan Rahayu Dwisiwi S.R,M.Pd selaku dosen
pembimbing skripsi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
yang telah memberikan materi, pengarahan, bimbingan, dan koreksi.
5. Rahayu Dwisiwi S.R,M.Pd selaku ketua penguji, Sabar Nurohman,M.Pd selaku
sekertaris penguji, Suyoso,M.Si selaku penguji utama, danYusmanWiyatmo,M.Si
selaku penguji pendamping yang telah menguji, dan merevisi.
6. Bakti Sukmoko Aji, S.Pd selaku guru pembimbing yang telah memberikan waktu,
arahan, komentar, kritik, dan saran.
7. Izzi Izzati dan Onne Cevestania Pratiwi selaku observer yang telah membantu
mengamati dan menilai praktikum siswa.
8. Para guru dan karyawan SMA N 1 Petanahan atas pemberian bea siswa sehingga
penulis dapat melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Yogyakarta untuk
meraih gelar sarjana pendidikan sains.
9. Semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan penelitian ini yang tidak dapat
disebutkan satu persatu.
Semoga Allah SWT berkenan membalas budi baik Saudara dengan pahala yang
berlipat ganda.Aaamiin.Penulis berharap skripsi ini bermanfaat bagi semua
pihak.Selamat Membaca.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Yogyakarta, 29 Oktober 2012
Penulis
xi

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
HALAMAN PERSETUJUAN......................................................................... ii
HALAMAN PERNYATAAN.......................................................................... iii
HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iv
HALAMAN MOTTO....................................................................................... v
HALAMAN PERSEMBAHAN....................................................................... vi
ABSTRAK....................................................................................................... vii
KATA PENGANTAR...................................................................................... ix
DAFTAR ISI.................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL............................................................................................ xiv
DAFTAR GAMBAR....................................................................................... xvii
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... xviii
BAB I PENDAHULUAN
1. LatarBelakangMasalah ................................................................................... 1
2. IdentifikasiMasalah ........................................................................................ 4
3. PembatasanMasalah ....................................................................................... 5
4. PerumusanMasalah ......................................................................................... 6
5. TujuanPenelitian ............................................................................................. 7
6. KegunaanPenelitian ........................................................................................ 8

xii

BAB II KAJIAN PUSTAKA
1. DeskripsiTeori ................................................................................................ 9
1.Penguasaan Materi Siswa ............................................................................ 9
2.Pembelajaran PAIKEM............................................................................... 16
3.Materi Pokok Usaha dan Energi................................................................ .. 38
2. Penelitian yang Relevan ................................................................................. 44
3. KerangkaBerfikir ............................................................................................ 45
4. HipotesisPenelitian ......................................................................................... 47
BAB III METODE PENELITIAN
1. DesainPenelitian ............................................................................................. 49
2. VariabelPenelitian .......................................................................................... 50
3. PopulasidanSampelPenelitian ........................................................................ 51
1.Populasi Penelitian..................................................................................... . 51
2.Sampel Penelitian...................................................................................... .. 51
4. InstrumentasidanTeknikPengumpulan Data ................................................... 53
1.Instrumen Tindakan/Perangkat Pembelajaran........................................... .. 53
2.Instrumen Pengumpulan Data.................................................................... . 53
5. TeknikAnalisis Data ....................................................................................... 56
1.Analisis Menggunakan Program Komputer Iteman .................................... 57
2.Analisis Menggunakan Program Komputer SPSS Versi 16.00 .................. 62

xiii

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Deskripsi Hasil Penelitian ............................................................................... 93
1.Pelaksanaan Penelitian ................................................................................ 93
2.Data Tes dan Nontes ................................................................................... 115
B.Pembahasan ..................................................................................................... 122
1. AnalisisHasilTesRanahKognitifpadaPembelajaran PAIKEM dengan
MetodeEksperimen di Kelas XI IPA6 danMetodeDemonstrasi di
Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer SPSS
Versi 16.00 ................................................................................................. 129
2. AnalisisHasilTesRanahPsikomotorik padaPembelajaranPAIKEM
DenganMetodeEksperimen di Kelas XI IPA6 danMetode
Demonstrasi di Kelas XI IPA1 Menggunakan ProgramKomputer
SPSS Versi 16.00...................................................................................... 129
BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, IMPLIKASI
DAN SARAN
A.Simpulan ......................................................................................................... 133
B.Keterbatasan Penelitian ................................................................................... 133
C.Implikasi .......................................................................................................... 134
D.Saran ................................................................................................................ 135
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 137
LAMPIRAN ....................................................................................................... 139
xiv

DAFTAR TABEL
Halaman
1. Tabel1Beberapa Contoh Kegiatan KBM denganPAIKEMdan
Kemampuan Guru yang Bersesuaian ................................................... 23
2. Tabel2SkematikaFormat ControlGroupPre-Test Post-TestDesign ..... 49
3. Tabel 3FormatRancanganCounterbalance untukKelas Eksperimen ... 50
4. Tabel 4 Jadwal Pelaksanaan Uji Validasi Soal Tes di Kelas XI IPA2
dan Pembelajaran Fisika di Kelas XI IPA1 dan XI IPA6 .................... 93
5. Tabel 5 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program
Komputer Iteman pada Uji Validasi Soal di Kelas XI IPA2 ............... 95
6. Tabel 6 Ringkasan Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA6 ... 96
7. Tabel 7 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program
Komputer Iteman pada Tes Penguasaan Materi Awal Ranah
Kognitif di Kelas XI IPA6 ................................................................... 98
8. Tabel 8 Ringkasan Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA1 ... 100
9. Tabel 9 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program
Komputer Iteman pada Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif
di Kelas XI IPA1 .................................................................................. 102
10. Tabel 10 Ringkasan Hasil Pembelajaran Fisika melalui PAIKEM
dengan Metode Eksperimen ................................................................. 104

xv

11. Tabel 11 Ringkasan Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir
di Kelas XI IPA6 .................................................................................. 106
12. Tabel 12 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program
Komputer Iteman pada Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah
Kognitif Siswa di Kelas XI IPA6 ........................................................ 108
13. Tabel 13 Ringkasan Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir
di Kelas XI IPA1 .................................................................................. 110
14. Tabel 14 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program
Komputer Iteman pada Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah
Kognitif di Kelas XI IPA1 ................................................................... 112
15. Tabel 15 Uji Normalitas Ranah Kognitif ............................................. 114
16. Tabel 16 Uji Normalitas Ranah Psikomotorik ..................................... 114
17. Tabel 17 Data Tes dan Nontes Uji Validitas ........................................ 116
18. Tabel 18 Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal
di Kelas XI IPA6 .................................................................................. 117
19. Tabel 19 Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal
di kelas XI IPA1 ................................................................................... 117
20. Tabel 20 Data Nontes Hasil Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen ............................................................................. 118
21. Tabel 21 Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir
di Kelas XI IPA6 .................................................................................. 120
xvi

22. Tabel 22 Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir
di Kelas XI IPA1 .................................................................................. 120
23. Tabel 23 Kriteria Keberhasilan Nilai Gain .......................................... 121
24. Tabel 24 Data Nilai Gain Metode Eksperimen di Kelas XI IPA6 ....... 122
25. Tabel 25 Data Nilai Gain Metode Demonstrasi di Kelas XI IPA1 ...... 122
26. Tabel 26 Ringkasan Peningkatan Penguasaan Materi Siswa
(dalam persen) ...................................................................................... 128

xvii

DAFTAR GAMBAR/BAGAN
Halaman
Gambar 1 PembagianDomainKognitif Menurut Taksonomi Bloom
yangSudah Direvisi .................................................................................... 13
Gambar 2AlurPenerapanPembelajaran PAIKEMdi dalamProses
Pembelajaran .............................................................................................. 19
Gambar 3 Sebuah Benda yang Bergerak dengan Kelajuan (v)
Tertentu ..................................................................................................... 41
Gambar 4 Sebuah Benda Bermassa m yang Bergerak pada Lintasan
Lurus Mendatar dengan Kelajuan Awalv1Menerima Gaya Konstan F
yang Searah dengan Arah Gerak Benda Menyebabkan Benda Berpindah
Sejauh x dengan Kelajuan v2 .................................................................... 42
Gambar5PenerapanPembelajaranPAIKEM denganMetode
Eksperimendan Demonstrasi Menghasilkan Penguasaan Materi .............. 46
Gambar6ProsesUjiValiditasSoal ................................................................ 54
Gambar7GarisBesarValiditas ..................................................................... 59
Gambar 8 TesPenguasaan Materi AwalRanahKognitif Siswa
di Kelas XI IPA6 ........................................................................................ 307
Gambar 9 Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen
di Kelas XI IPA6 ........................................................................................ 307
Gambar 10 TesPenguasaan Materi AhirRanahKognitifSiswa
di Kelas XI IPA1 ........................................................................................ 308
xviii

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Nilai Uji Validasi Soal di Kelas XI IPA2 ............................................ 140
2. Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal
di Kelas XI IPA6 .................................................................................. 141
3. Hasil Nontes Pembelajaran PAIKEM dengan Metode
Eksperimen di Kelas XI IPA6 .............................................................. 142
4. Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir
di Kelas XI IPA6 .................................................................................. 143
5. Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA1...... 144
6. Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA1 ....... 145
7. Presensi Uji Validasi Soal di Kelas XI IPA2 ....................................... 146
8. Presensi Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA6 .................... 147
9. PresensiPembelajaran PAIKEM denganMetodeEksperimen
diKelas XI IPA6 .................................................................................. 148
10. Presensi Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA6 ..................... 149
11. Presensi Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA1 .................... 150
12. PresensiPembelajaran PAIKEM denganMetodeDemonstrasi
diKelas XI IPA1 ................................................................................... 151
13. Presensi Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA1 ..................... 152

xix

14. Lembar Kerja Murid pada Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen ............................................................................. 153
15. Lembar Kerja Murid pada Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah
Psikomotorik Siswa .............................................................................. 158
16. Contoh Laporan Praktikum Siswa ........................................................ 160
17. Lembar Observasi Kegiatan Murid (LOKM) pada Ranah
Psikomotorik ........................................................................................ 165
18. Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Fisika pada Ranah Kognitif ............ 166
19. Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Fisika pada Ranah Psikomotorik .... 171
20. Soal Uji Validasi Soal pada Ranah Kognitif ........................................ 173
21. Soal Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif Siswa .................. 180
22. Kunci Jawaban Uji Validasi dan Tes Penguasaan Materi Awal
Ranah Kognitif ..................................................................................... 187
23. Lembar Jawaban pada Uji Validasi Soal dan Tes Penguasaan
Materi Awal ......................................................................................... 188
24. Contoh Jawaban Siswa pada Uji Validasi Soal .................................... 189
25. Contoh Jawaban Siswa dalam Tes Penguasaan Materi Awal pada
Ranah Kognitif ..................................................................................... 191
26. Soal Tes Penguasaan Materi Ahir pada Ranah Kognitif Siswa ........... 193
27. Kunci Jawaban Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif ............. 194

xx

28. Contoh Jawaban Siswa dalam Tes Penguasaan Ahir Ranah
Kognitif Siswa ...................................................................................... 195
29. Silabus dalam Pembelajaran PAIKEM dalam Metode Eksperimen
dan Metode Demonstrasi...................................................................... 197
30. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada Pembelajaran PAIKEM
dengan Metode Mengajar Eksperimen................................................. 199
31. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada Metode Mengajar
Demonstrasi ......................................................................................... 212
32. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Universitas Negeri Yogyakarta ............................................................ 224
33. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari Dinas Perizinan ....................... 226
34. Surat Keputusan Penunjukan Dosen Pembimbing Skripsi (TAS) ....... 228
35. Analisis Deskriptif untuk Uji Validasi Soal ......................................... 230
36. Analisis Deskriptif untuk Tes Penguasaan Materi Awal
di Kelas XI IPA6 .................................................................................. 232
37. Analisis Deskriptif untuk Tes Penguasaan Materi Awal
di Kelas XI IPA1 .................................................................................. 234
38. Analisis Deskriptif untuk Tes Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen ............................................................................. 236

xxi

39. Analisis Deskriptif untuk Tes Penguasaan Materi Ahir
di Kelas XI IPA6 .................................................................................. 237
40. Analisis Deskriptif untuk Tes Penguasaan Materi Ahir
di Kelas XI IPA1 .................................................................................. 239
41. Perhitungan Nilai Gain untuk Kelas XI IPA6 ...................................... 241
42. Perhitungan Nilai Gain untuk Kelas XI IPA1 ...................................... 243
43. Analisis Uji Validasi Soal di Kelas XI IPA2 Menggunakan
Program Komputer Iteman Versi 3.00 ................................................. 245
44. Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif
di Kelas XI IPA6 Menggunakan Program Komputer Iteman .............. 259
45. Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif
di Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Iteman .............................. 273
46. Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif
di Kelas XI IPA6 Menggunakan Program Komputer Iteman .............. 286
47. Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif
di Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer Iteman .............. 292
48. Analisis Tes Penguasaan Materi Ranah Kognitif Siswa pada
Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen di Kelas
XI IPA6 dan Metode Demonstrasi di Kelas XI IPA1
Menggunakan Program Komputer SPSS Versi 16.00 ......................... 298

xxii

49. Analisis Tes Penguasaan Materi Ranah Psikomotorik Siswa pada
Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen di Kelas
XI IPA6 dan Metode Demonstrasi di Kelas XI IPA1
Menggunakan Program Komputer SPSS Versi 16.00 ........................ 302


1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Walaupun prestasi belajar siswa di bidang Fisika secara nasional tidak terbantahkan
bahwa Indonesia telah berulang kali menoreh prestasi di bidang Fisika pada berbagai
event perlombaan dalam kancah dunia, permasalahan yang tengah dihadapi dunia
pendidikan dewasa ini adalah rendahnya penguasaan materi ranah iman dan taqwa,
kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya hasil
belajar siswa, angka putus sekolah, dan angka pengangguran.
Kondisi kegiatan belajar mengajar saat ini tercatat sebagai berikut :
1. lebih-kurang 60% waktu anak dihabiskan untuk mendengarkan guru atau menonton
anak lain mengerjakan tugas di papan tulis jarang ada kerja praktik.
2. perpustakaan teratur tetapi jarang dimanfaatkan anak anak bahkan ada buku yang
berada di dalam lemari yang terkunci.
3. pengaturan meja dan kursi selalu tradisional. Artinya susunan meja kursi belum
memungkinkan siswa siswi dapat saling berinteraksi dan memberi keluasan
terjadinya pergerakan untuk melakukan kegiatan belajar. Meja kursi belum dapat
digerakkan, dipindahkan, dan disusun secara fleksibel. Selain itu juga posisi tempat
duduk siswa di buat tetap pada posisi tertentu, sehingga sulit berinteraksi di antara
siswa dalam kelas dan hal ini kurang menumbuhkan sosialisasi di antara mereka serta
menyebabkan kebosanan siswa.
4. anak lebih banyak menyalin tulisan dari papan tulis dan menjawab pertanyaan yang
ditulis guru atau dari buku paket. Belum ada pertanyaan yang mengungkapkan pikiran
siswa dengan kata-kata sendiri.
2

(A.Maulana,dkk:http://technurlogy.wordpress.com/2010/04/03/manajemen-
pendidikan/:30 Mei 2011)
Oleh karena itu, perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang
sudah berlangsung selama ini. Dalam upaya meningkatkan penguasaan materi siswa
melalui perbaikan proses belajar mengajar, sebaiknya guru memperhatikan kembali
penguasaan materi awal yang akan diajarkan sebelum siswa memasuki materi
pelajaran tersebut. Dengan mengetahui prakonsepsi siswa, guru dapat menentukan
metode apa yang seharusnya digunakan dalam pembelajaran.
Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 Bab IV Pasal 19 ayat 1 menyatakan
bahwa Proses pembelajaran pada suatu satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis
peserta didik.

Model dan metode yang dikembangkan tidak terlepas dari kurikulum nasional yang
berlaku dalam hal ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam
prinsip-prinsip pengembangan bahwa pendidikan yang diselenggarakan harus:
(1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya, beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan
iptek dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan pendidikan, (5) menyeluruh dan
berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat, dan (7) seimbang antara kepentingan
nasional dan kepentingan daerah (BSNP 2006).

Sesuai prinsip-prinsip di atas masing-masing daerah memerlukan pendidikan
sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman kehidupan sehari-hari, dimana
pengembangan kurikulumnya (perangkat pembelajaran) dilakukan dengan melibatkan
pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan
kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha,
dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan pribadi, keterampilan berfikir,
3

keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional perlu
ditingkatkan.
Salah satu usaha perbaikan proses belajar mengajar dapat dicapai melalui
pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan) dengan metode eksperimen dan demonstrasi. Hal ini berdasarkan
alasan bahwa terdapat keselarasan antara empat pilar pendidikan dan lima prinsip
pembelajaran PAIKEM yaitu mengalami, pembaruan, berinteraksi, komunikasi,
berekspresi, dan melakukan refleksi dengan komponen mengalami, pembaruan,
dan berekspresi berkaitan dan bagaimana guru mengolah materi pelajaran. Dalam arti
bagaimana guru mengolah materi pelajaran sehingga siswa mengalami dan
mengekspresikan gagasannya. Adapun komponen interaksi, komunikasi, dan
refleksi berkaitan dengan bagaimana guru mengelola kelas. Artinya, bagaimana
siswa harus dikelola (kerja kelompok, berpasangan, ataukah individual) agar mereka
berinteraksi satu sama lain untuk mengembangkan kemampuan bekerjasama dan pada
saat yang sama berkembang pula kemampuan individualnya. Pada pembelajaran Fisika
menggunakan pembelajaran PAIKEM melibatkan dua kriteria penguasaan materi
siswa pada ranah kognitif dan psikomotorik. Artinya, guru dituntut untuk mengajar
secara bervariatif sehingga siswa tidak bosan, dan tumbuh rasa keingintahuan karena
di samping mengajarkan teori juga diberikan kegiatan praktikum Fisika materi pokok
Usaha dan Energi. Dengan diterapkannya pembelajaran PAIKEM dengan metode
eksperimen diharapkan siswa terdorong berani mengemukakan pendapat sendiri,
menerima kesimpulan yang berlaku umum di dalam konsep-konsep Fisika, dan
mampu menerapkan hukum-hukum Fisika dalam kehidupan sehari-hari.
4

Misalnya : siswa memahami berapa besar usaha yang telah dilakukannya selama
proses penataan meja dan kursi di kelas ? Dengan diterapkannya pembelajaran
PAIKEM dengan metode demonstrasi diharapkan siswa dapat melihat dan mengamati
percobaan secara langsung pada pilihan percobaan materi pokok Usaha dan Energi
yang didemonstrasikan oleh guru, berani bertanya, mengemukakan pendapat, mencoba
memperagakan, menerima kesimpulan yang berlaku umum di dalam konsep-konsep
Fisika, dan mampu menerapkan hukum-hukum Fisika di dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya : siswa memahami berapa besar energi potensial suatu benda di dua
ketinggian tempat yang berbeda.
Pembelajaran pertama yaitu pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen
yang banyak melibatkan siswa dengan kegiatan praktikum di laboratorium, sehingga
dapat mengukur penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa. Pada
pembelajaran kedua yaitu pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi yang
banyak menyajikan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi
atau benda tertentu, baik sebenarnya atau tiruan sehingga selain memperhatikan
penjelasan guru, siswa mendapatkan pelajaran yang lebih konkret. Dengan metode
demonstrasi pengukuran penguasaan materi ranah kognitif, terutama pada ranah
psikomotorik siswa bisa diantisipasi.
B.Identifikasi Masalah
Penelitian ini dilaksanakan untuk memecahkan permasalahan mengenai penguasaan
materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa yang masih rendah. Hal yang dilakukan
yaitu menerapkan pembelajaran Fisika berbasis pembelajaran PAIKEM dengan metode
eksperimen di kelas eksperimen 1 (XI IPA6) dan metode demonstrasi di kelas eksperimen
5

2 (XI IPA1) SMA N 8 Yogyakarta. Pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen
di kelas XI IPA6 banyak melibatkan aktivitas siswa di laboratorium dengan kegiatan
praktikum. Sedangkan pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi banyak
melibatkan aktivitas siswa di kelas melalui pengamatan langsung terhadap praktikum
yang dilakukan guru di muka kelas.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat diidentifikasikan
permasalahan sebagai berikut : perlu adanya penelitian penggunaan pembelajaran
PAIKEM dengan metode eksperimen dan metode demonstrasi. Hal ini senada dengan
tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peningkatan penguasaan materi ranah kognitif
dan psikomotorik siswa pada materi pokok Usaha dan Energi melalui pembelajaran
PAIKEM dengan metode eksperimen di kelas XI IPA6 SMA N 8 Yogyakarta,
peningkatan penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa pada materi pokok
Usaha dan Energi melalui pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi di kelas
XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta, perbedaan peningkatan penguasaan materi ranah kognitif
dan psikomotorik siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran Fisika pada materi
pokok Usaha dan Energi melalui pembelajaran PAIKEM menggunakan metode
eksperimen di kelas XI IPA6 dan metode demonstrasi di kelas XI IPA1 SMA N 8
Yogyakarta, dan metode mengajar yang lebih efektif antara metode eksperimen dan
metode demonstrasi jika diterapkan di dalam pembelajaran berbasis PAIKEM di kelas XI
IPA6 dan kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta.
C.Pembatasan Masalah
Mengingat peliknya masalah yang muncul dan adanya keterbatasan, maka peneliti
membatasi ruang lingkup penelitian ini. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka
6

penelitian ini dibatasi pada penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa
yang ditunjukkan oleh out put berupa hasil ujian ahir. Cakupan ranah kognitif dibatasi
lagi dari C1 sampai C4. Hal ini bertujuan untuk mengetahui berhasil tidaknya
pembelajaran Fisika melalui pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen di kelas
XI IPA6 dan demonstrasi di kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta dalam meningkatkan
penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa pada materi pokok Usaha dan
Energi.
D.Perumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen dapat meningkatkan
penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA6 SMA N 8
Yogyakarta pada pembelajaran Fisika materi pokok Usaha dan Energi ?
2. Apakah pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan
penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA1 SMA N 8
Yogyakarta pada pembelajaran Fisika materi pokok Usaha dan Energi ?
3. Adakah perbedaan peningkatan penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik
siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran Fisika pada materi pokok Usaha dan
Energi melalui pembelajaran PAIKEM menggunakan metode eksperimen di kelas XI
IPA6 dan metode demonstrasi di kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta ?
4. Metode mana yang lebih efektif antara metode eksperimen dan metode demonstrasi
jika diterapkan di dalam pembelajaran PAIKEM untuk meningkatkan penguasaan
materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa pada pembelajaran Fisika materi pokok
Usaha dan Energi di kelas XI IPA6 dan kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta ?
7

E.Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini yaitu untuk :
1. Mengetahui ada tidaknya peningkatan penguasaan materi ranah kognitif dan
psikomotorik siswa di kelas XI IPA6 SMA N 8 Yogyakarta pada pembelajaran
Fisika materi pokok Usaha dan Energi melalui pembelajaran PAIKEM dengan
metode eksperimen.
2. Mengetahui ada tidaknya peningkatan penguasaan materi ranah kognitif dan
psikomotorik siswa di kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta pada pembelajaran
Fisika materi pokok Usaha dan Energi melalui pembelajaran PAIKEM dengan
metode demonstrasi.
3. Mengetahui ada tidaknya perbedaan peningkatan penguasaan materi ranah kognitif
dan psikomotorik siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran materi pokok
Usaha dan Energi melalui pembelajaran PAIKEM menggunakan metode eksperimen
di kelas XI IPA6 dan metode demonstrasi di kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta.
4. Mengetahui metode pembelajaran yang lebih efektif antara metode eksperimen dan
metode demonstrasi jika diterapkan di dalam pembelajaran PAIKEM untuk
meningkatkan penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa pada
pembelajaran Fisika materi pokok Usaha dan Energi di kelas XI IPA6 dan kelas XI
IPA1 SMA N 8 Yogyakarta.




8

F.Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, guru, dan sekolah.
Adapun manfaatnya yaitu :
1. Bagi Siswa
Bagi siswa pembelajaran Fisika berbasis pembelajaran PAIKEM dengan metode
eksperimen dan metode demonstrasi dapat meningkatkan penguasaan materi ranah
kognitif dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA6 dan kelas XI IPA1 SMA N 8
Yogyakarta pada pembelajaran Fisika materi pokok Usaha dan Energi.
2. Bagi Guru
Bagi guru hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk
memperbaiki proses pembelajaran yang pernah dilaksanakan di kelas XI IPA6 dan
kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta dengan menerapkan pembelajaran Fisika
melalui pembelajaran PAIKEM menggunakan metode eksperimen dan metode
demonstrasi.
3. Bagi Sekolah
Bagi sekolah hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam mencari model
pembelajaran yang berlaku (KTSP) untuk meningkatkan penguasaan materi ranah
kognitif dan psikomotorik siswa. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi masukan
bagi sekolah lain yang memiliki masalah yang serupa dalam menerapkan berbagai
metode mengajar yang cocok dalam rangka meningkatkan penguasaan materi ranah
kognitif dan psikomotorik siswa. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan
untuk penelitian yang lebih menyeluruh.



9
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Deskripsi Teori
Keberhasilan sebuah pembelajaran Fisika di Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak
terlepas dari faktor- faktor seperti diri siswa, orang tua, guru dan Dewan Sekolah,
masyarakat, lingkungan belajar siswa, sarana dan prasarana pembelajaran, serta
pembelajaran dan metode mengajar yang digunakan selama pembelajaran Fisika di kelas.
Sesuai dengan tujuan penelitian maka berikut ini diuraikan tentang penguasaan materi
ranah kognitif dan psikomotorik siswa, pembelajaran PAIKEM, dan materi pokok Usaha
dan Energi.
1. Penguasaan Materi Siswa
Penguasaan materi siswa ditunjukkan oleh tiga hal yaitu :
a. Output berupa hasil ujian ahir
Output merupakan hasil yang berupa angka/nilai akademik, angka atau dapat berupa
angka kelulusan sekolah. Output pendidikan adalah hasil atau akibat dari adanya proses
pendidikan, baik proses manajerial maupun proses pengajaran merupakan kinerja sekolah.
Output pendidikan salah satunya dapat dilihat dari hasil UAN/UN. Output pendidikan
bukan hanya berupa keterampilan dan kecerdasan, tetapi berbagai kemampuan menghadapi
(segala kemungkinan) situasi di masa mendatang yang dapat berupa ide-ide kreatif siswa
terhadap bencana, arus globalisasi, dan lain-lain.


10


b. Produk berupa karya
Penguasaan materi hasil karya siswa sangat tergantung pada dua hal, yaitu 1)
tugas/perintah/jenis pertanyaan yang diberikan guru dan 2) tinggi rendahnya tuntutan guru.
Karya siswa dapat berupa : CD pembelajaran, gambar analisis vektor, rancangan sederhana
mengenai perbedaan besar energi potensial di berbagai ketinggian tempat, dll. Karya
tersebut kemudian dapat didisplaykan. Display produk siswa berfungsi sebagai
penghargaan atas usaha siswa, alat untuk mengulang pelajaran, dan bukti belajar siswa.
c. Outcome berupa pekerjaan yang diperoleh siswa setelah lulus sekolah
Outcome merupakan hasil lulusan suatu sekolah akan meneruskan kemana ? Outcome
pada SMA yaitu berapa prosenkah siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Sedangkan menurut Kuh et al., terdapat dua macam outcome keberhasilan belajar, yaitu:
(a) prestasi akademis yang ditunjukkan oleh nilai di sekolah dan (b) keuntungan ekonomis
dan kualitas hidup setelah lulus kuliah. Outcome pendidikan adalah hasil pendidikan yang
tidak secara langsung dapat diketahui setelah proses pendidikan selesai. Untuk mengetahui
outcome pendidikan perlu ditunggu beberapa periode waktu tertentu setelah lulusan
pendidikan terjun ke dalam masyarakat, dunia kerja, atau setelah menempuh pendidikan
lebih lanjut. (Lugtyastyono Budinugroho : http://lugtyastyono60.wordpress.com/komite-
sekolah/ : 28 Agustus 2011, Luqman Hakim : http://www.scribd.com : 27 Agustus 2011,
Dwi Rahmadi Mustofa : http://www.radarlampung.co.id/read/opini/38075-peran-guru-dan-
akses-pendidikan : 28 Agustus 2011).
Pada kurikulum KTSP kriteria penguasaan materi siswa ditunjukkan oleh empat ranah
yang secara eksplisit keempat ranah tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
11


Mengingat penelitian ini dibatasi pada ranah kognitif dan psikomotorik maka di bawah ini
akan diuraikan mengenai kedua ranah tersebut.
1) Ranah Kognitif
Ranah kognitif lebih menekankan pada teori dan selalu mengandung ranah afektif.
Tujuan ranah kognitif bersudut pandang pada kemampuan berfikir yang mencakup
kemampuan kecerdasan yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan
memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan
beberapa pemikiran, pendapat, metode, atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan
masalah tersebut.
Taksonomi berasal dari bahasa Yunani tassein berarti untuk mengklasifikasi dan nomos
yang berarti aturan. Taksonomi berarti klasifikasi berhierarki dari sesuatu atau prinsip yang
mendasari klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian sampai
pada kemampuan berfikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi.
Model taksonomi Bloom merupakan salah satu pengembangan teori kognitif , yang
biasa sering dikaitkan dengan persoalan dalam merumuskan tujuan pembelajaran dan
masalah standar evaluasi atau pengukuran hasil belajar sebagai pengembangan sebuah
kurikulum. Taksonomi kognitif Bloom awalnya terdiri dari enam tingkatan kognitif yaitu
pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), aplikasi (apply), analisis
(analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation). Anderson and Karthwohl lalu
merevisinya dari satu dimensi menjadi dua dimensi, yaitu dimensi proses kognitif
(cognitive process) dan dimensi pengetahuan (types of knowledge). Dimensi pengetahuan
diklasifikasi menjadi empat kategori, yaitu pengetahuan faktual (factual knowledge),
12


pengetahuan konseptual (conceptual knowledge), pengetahuan prosedural (procedural
knowledge), pengetahuan metakognisi (metacognitive knowledge).
Begitu besar implikasi teori kognitif dan pengembangan keterampilannya di dalam
dunia pembelajaran, Anderson dan Krathwohl sendiri mengakui bahwa hasil revisinya
merupakan kontribusi dari advances in cognitive theory. Namun yang sangat menarik dari
revisi taksonomi tersebut adalah Anderson dan Krathwohl ingin lebih menampakkan atau
mempertegas dimensi proses yang menjadi prinsip teori kognitif, yaitu bagaimana sebuah
pengetahuan itu diproses dalam otak manusia. Selain itu, keduanya juga lebih memperinci
dan mengklasifikasikan pengetahuan dalam beberapa tipe. Di sinilah interkoneksi antara
dua dimensi tersebut bersinergi dan dalam posisi tertentu akan mengindikasikan kerumitan
tertentu pula, baik dalam proses maupun dalam jenis pengetahuannya.
Taksonomi Bloom dua dimensi merupakan hasil revisi Lorin.W.Anderson terhadap
taksonomi Bloom satu dimensi. Menurut Lorin.W.Anderson suatu pernyataan tentang
tujuan pembelajaran memuat kata kerja (averb) dan kata benda (anoun). Kata kerja secara
umum mendeskripsikan proses kognitif yang diharapkan terbentuk sebagai dampak dari
suatu proses pembelajaran. Sedangkan kata benda secara umum mendeskripsikan jenis
pengetahuan yang diharapkan dapat dikonstruksi peserta didik. Dengan demikian, sebuah
tujuan pembelajaran selalu memuat dimensi proses kognitif dan dimensi jenis pengetahuan.
Berdasarkan uraian di atas, maka yang dimaksud taksonomi Bloom dua dimensi dalam
penelitian ini adalah taksonomi Bloom hasil revisi yang memandang tujuan pembelajaran
dari dua dimensi, yaitu dimensi proses kognitif dan dimensi jenis pengetahuan.
13



Gambar 1 Pembagian domain kognitif menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi
(Abihasna : http://www.squidoo.com/cara-berpikir-kreatif : 21 Juni 2011, Jimmy wales,
Larry sanger dkk : http://id.wikipedia.org/wiki/Kreativitas : 21 Juni 2011, Kurnia septa :
http://kurniasepta.blogdetik.com/ciri-ciri-orang-yang-kreatif/ : 23 Juni 2011).
2) Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan
bertindak yang terdiri dari enam aspek, yaitu : gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar,
kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketepatan, gerakan keterampilan kompleks, dan
gerakan ekspresif dan interpretative. Ranah ini dapat difasilitasi lewat adanya praktikum-
praktikum dengan tujuan terbentuknya keterampilan eksperimental.
Ranah psikomotorik terdiri dari tujuh tingkatan yaitu :
a) persepsi
Berhubungan dengan penggunaan untuk memperoleh petunjuk yang membimbing
kegiatan motorik. Persepsi dapat dipengaruhi oleh faktor yang terletak dalam diri
pembentuk persepsi, dalam diri objek, atau dalam situasi dimana persepsi tersebut dibuat.
Teori hubungan adalah usaha ketika individu-individu mengamati perilaku untuk
menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal. Persepsi selektif
14


adalah menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat,
latar belakang, pengalaman, dan sikap seseorang.
Efek halo adalah membuat sebuah gambaran umum tentang seseorang berdasarkan
sebuah karakteristik. Ketika membuat sebuah kesan umum tentang seorang individu
berdasarkan sebuah karakteristik, seperti kepandaian, keramahan, atau penampilan, efek
halo sedang bekerja. Kenyataan akan efek halo diperkuat dalam sebuah penelitian yaitu saat
para pelaku diberi daftar sifat seperti pandai, mahir, praktis, rajin, tekun, dan ramah,
kemudian diminta untuk mengevaluasi individu dengan sifat-sifat tersebut diberlakukan.
Ketika sifat-sifat itu digunakan, individu tersebut dinilai bijaksana, humoris, populer, dan
imajinatif. Ketika daftar yang sama dimodifikasi diperoleh serangkaian persepsi yang sama
sekali berbeda.
Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh oleh indra
menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis yaitu persepsi visual, persepsi
auditori, persepsi perabaan, persepsi penciuman, dan persepsi pengecapan.
b) kesiapan (set)
Berkenaan dengan sesuatu kesiapsediaan yang meliputi kesiapan mental, fisik, dan
emosi untuk melakukan suatu kegiatan keterampilan (gerakan) yang dilaksanakan setelah
persepsi.
c) responterpimpin
Merupakan langkah permulaan dalam mempelajari keterampilan yang kompleks.
d) mekanisme
Adalah suatu penampilan keterampilan yang sudah terbiasa atau bersifat mekanis dan
15


gerakan-gerakan yang dilakukan dengan penuh keyakinan, mantap, tertib, santun, dan
sempurna.
e) respon tampak yang kompleks (complex overt response)
Gerakan motoris yang terampil yang di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yang
kompleks. Gerakan kompleks mencakup kemampuan untuk melaksanakan suatu
keterampilan, yang terdiri atas beberapa komponen dengan lancar, tepat, dan efisien.
Adanya kemampuan ini dinyatakan dalam suatu rangkaian perbuatan yang berurutan dan
menggabungkan beberapa subketerampilan menjadi suatu keseluruhan gerak-gerik yang
teratur.
f) penyesuaian (adaptation)
Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai
situasi. Adaptasi ini mencakup kemampuan untuk mengadakan perubahan dan
menyesuaikan pola gerak-gerik dengan kondisi setempat atau dengan menunjukkan taraf
keterampilan yang telah mencapai kemahiran.
g)penciptaan (origination)
Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan
tertentu. Penciptaan atau kreativitas adalah mencakup kemampuan untuk melahirkan aneka
pola gerak-gerik yang baru, seluruhnya atas dasar prakarsa dan inisiatif sendiri. (Jimmy
Wales, Larry Sanger dkk : http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom : 21 Juni 2011)
Hasil belajar keterampilan (psikomotorik) dapat diukur melalui (1) pengamatan
langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik
berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes
16


kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa
waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.
2. PembelajaranPAIKEM
Sejalan dengan semangat reformasi pendidikan yang menghendaki adanya perubahan-
perubahan mendasar dalam sistem pendidikan, maka muncullah sebuah strategi dan model
pembelajaran yang bisa menjadi pilihan khusus terutama dalam pembelajaran Fisika yaitu
pembelajaran PAIKEM.
Adapun selengkapnya dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Pengertian
Pembelajaran PAIKEM adalah singkatan dari pembelajaran aktif, inovatif, kreatif,
efektif, dan menyenangkan. Kelima aspek tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Aktif
Aktif artinyadalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian
rupa sehingga siswa gemar bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Di
dalam implementasinya, seorang guru harus merancang dan melaksanakan kegiatan-
kegiatan atau strategi-strategi yang memotivasi siswa berperan secara aktif di dalam proses
pembelajaran.
2) Inovatif
Salah satu cara membangun metode pembelajaran inovatif yaitu dengan mengakomodir
setiap karakteristik diri. Artinya, mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing
orang. Misal : sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan
menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau
17


kemampuan mendengar, dan kinestetik. Akan tetapi, hal tersebut harus disesuaikan pula
dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan
proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
3) Kreatif
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga
memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.
Pembelajaran PAIKEM juga dirancang untuk mampu mengembangkan kreativitas.
Pebelajar haruslah memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, inisiatif, dan kreativitas
serta kemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologisnya. Kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan yang
ingin dicapai oleh semua bentuk pembelajaran. Dengan dua bekal itu setiap orang akan
mampu belajar sepanjang hidupnya. Ciri seorang pebelajar yang mandiri adalah mampu
secara cermat meramalkan situasi pembelajaran tertentu yang sedang dihadapinya, mampu
memilih strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajarnya, memonitor
keefektifan strategi tersebut, dan termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar tersebut
sampai masalahnya terselesaikan.
4) Efektif
Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif,
maksudnya tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran
berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus
dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka
pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
18


Banyak orang beranggapan bahwa berbagai strategi pembelajaran inovatif termasuk
pembelajaran PAIKEM seringkali tidak efisien (memakan waktu lebih lama) dibandingkan
dengan pembelajaran tradisional/konvensional. Hal tersebut tentu amat mudah dipahami,
dalam pembelajaran PAIKEM banyak hasil belajar yang dicapai sehingga memerlukan
waktu yang lama, sementara pada pembelajaran tradisional hasil belajar yang dicapai hanya
pada tataran kognitif saja.
5) Menyenangkan
Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa
memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya
(time on task) tinggi.Istilah menyenangkan berarti seluruh komponen fisik dan non fisik
kita bebas dari tekanan. Istilah menyenangkan berarti kita berada dalam keadaan yang amat
rileks, tidak ada sama sekali ketegangan yang mengancam pada sudut sudut terkecil
dalam diri fisik dan non fisik kita.Istilah menyenangkan juga berarti diri kita berada dalam
keadaan yang benar-benar lepas dan bebas sehingga suasana santai dan menyenangkan ini
merupakan suasana yang kondusif untuk terjadinya interaksi antar peserta didik maupun
antara peserta didik dengan lingkungannya.
Menurut penelitian anak-anak menjadi berminat untuk belajar jika topik yang dibahas
sedapat mungkin dihubungkan dengan pengalaman mereka dan disesuaikan dengan alam
berfikir mereka. Yang dimaksudkan adalah bahwa pokok bahasannya dikaitkan dengan
pengalaman siswa sehari-hari dan disesuaikan dengan dunia mereka dan bukan dunia guru
sebagai orang dewasa. Apa lagi jika disesuaikan dengan kebiasaan mereka dalam belajar.


19


Secara garis besar, pembelajaran PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
1) siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan
kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2) guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan
semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk
menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3) guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih
menarik dan menyediakan pojok baca.
4) guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara
belajar kelompok.
5) guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu
masalah, mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan
lingkungan sekolahnya.
Pembelajaran PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama
KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu
dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut.





Gambar 2. Alur penerapan pembelajaranPAIKEM di dalam proses pembelajaran

SISWA ProsesPembelajaran LULUSAN
Pembelajaran PAIKEM
20


b. Pemahaman Proses Pembelajaran PAIKEM
Pengalaman nyata dari lingkungan sekitar menunjukkan bahwa minat dan prestasi
siswa dalam bidang sains meningkat secara drastis pada saat mereka dibantu untuk
membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman
(pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai.
Pembelajaran sebaiknya dimulai dari masalah masalah aktual, otentik, relevan, dan
bermakna bagi siswa.Pembelajaran yang berbasis subjek seringkali tidak relevan dan tidak
bermakna bagi siswa sehingga tidak menarik perhatian siswa.Pembelajaran yang dibangun
berdasarkan subjek seringkali terlepas dari kejadian aktual di masyarakat.Akibatnya siswa
tidak dapat menerapkan konsep/teori yang dipelajarinya di dalam kehidupan nyata.Dengan
pembelajaran yang di mulai dari masalah maka siswa belajar suatu konsep atau teori dan
prinsip sekaligus memecahkan masalah.Dengan demikian sekurang-kurangnya ada dua
hasil belajar yang dicapai, yaitu jawaban terhadap masalah (produk) dan cara memecahkan
masalah (proses).
Kemampuan tentang pemecahan masalah lebih dari sekedar akumulasi pengetahuan dan
hukum/teori, tetapi merupakan perkembangan kemampuan fleksibilitas, strategi kognitif
yang membantu mereka menganalisis situasi tak terduga dan mampu menghasilkan solusi
yang bermakna.
Pembelajaran PAIKEM bila diterapkan secara tepat berpeluang dalam meningkatkan
maksimalisasi pengaruh fisik terhadap jiwa, maksimalisasi pengaruh jiwa terhadap proses
psikofisik dan psikososial, dan bimbingan kearah pengalaman kehidupan sehari-hari.


21


Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada:
1) berpusat pada peserta didik
Ciri-cirinya :
a) siswa aktif
b) komunikasi lebih dari satu arah
c) pertanyaan terbuka
d) menemukan jawaban sendiri
e) belajar kooperatif
f) terjadi interaksi sosial
g) siswa belajar membuat keputusan
h) belajar mencari makna (oh ternyata begitu, aku ngerti sekarang)
i) guru sebagai fasilitator
j) siswa memahami konsep melalui apa yang dikerjakannya
k) pengalaman siswa digunakan sebagai dasar untuk belajar hal yang baru
l) yang saya dengar, saya lupa
m) yang saya lihat, saya ingat
n) yang saya kerjakan, saya pahami
2) mengembangkan kreativitas peserta didik
3) suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna
22


4) prinsip Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan menyenangkan (PAIKEM)
5) mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna belajar
melalui berbuat, peserta didik aktif berbuat.
6) menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan.
7) pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya.
8) menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran PAIKEM antara lain :
1) faktor internal terdiri atas :
a) bakat, kecerdasan, (intelektual, emosional, dan spiritual),
b) minat, motivasi, sikap, dan
c) latar belakang ekonomi, sosial budaya.
2) faktor eksternal terdiri atas :
a) tujuan pembelajaran, materi,
b) strategi, metode, dan media pembelajaran,
c) pengorganisasian kelas, penguatan reinforcement, iklim sosial dalam kelas,
d) waktu yang tersedia, sistem, dan teknik evaluasi, dan
e) sikap guru dan upaya menangani kesulitan belajar siswa.

23


Tabel 1. Beberapa contoh kegiatan KBM dengan pembelajaran PAIKEM dan kemampuan
guru yang bersesuaian.
Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar
Guru merancang dan mengelola KBM
yang mendorong siswa untuk
berperan aktifdalam pembelajaran
Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya percobaan, diskusi
kelompok, memecahkan masalah, mencari informasi, menulis laporan, dan berkunjung
keluar kelas.
Guru menggunakan alat bantu
dan sumber yang beragam.
Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya alat yang tersedia atau yang
dibuat sendiri, gambar, studi kasus, nara sumber, dan lingkungan

Guru memberi kesempatan
kepada siswa untuk
mengembangkan keterampilan
Siswa:
1) Melakukan percobaan dan pengamatan
2) Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri
3) Menarik kesimpulan
4) Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri.
5) Menulis laporan hasil karya orang lain dengan kata-kata sendiri.
Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk mengungkapkan gagasannya
sendiri secara lisan atau tulisan
Melalui:
1)Diskusi
2)Lebih banyak pertanyaan terbuka
3)Hasil karya anak sendiri
Guru menyesuaikan bahan dan
kegiatan belajar dengan
kemampuan siswa
1)Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan(untuk kegiatan tertentu)
2)Bahan pelajaran disesuaikan dengankemampuan kelompok tersebut.
3) Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan.
Guru mengaitkan KBM dengan
pengalaman siswa sehari-hari.
1)Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannyasendiri.
2) Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatansehari-hari
Menilai KBM dan kemajuan
belajar siswa secara terus-menerus
1) Guru memantau kerja siswa.
2) Guru memberikan umpan balik.
(Mochammad Haikal : http://www.scribd.com/doc/32572123/1-PAIKEM :
28 Mei 2011)
c. PembelajaranPAIKEM
Untuk dapat menghasilkan sistem pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan sebaiknya kita mengenal lebih jauh tentang beberapa metode mengajar
yang ada, diantaranya yaitu :
1)Metode Eksperimen
Ada beberapa definisi metode eksperimen yaitu :
a) Metode eksperimen adalah metode pengajaran dengan guru dan murid bersama-sama
mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari yang telah diketahui (misalnya :
mengadakan eksperimen tentang menemukan rumus energi potensial dan energi kinetik
yang diperoleh dari gerak jatuh bebas).
24


b) Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan
percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. (Djamarah:2002:95)
c) Metode Eksperimen adalah metode yang bertitik tolak dari suatu masalah yang hendak
dipecahkan dan dalam prosedur kerjanya berpegang pada prinsip metode ilmiah.
(Al-Farisi, 2005:2)
d) Menurut Schoenherr (1996) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk
pembelajaran sains, karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang
dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi
kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya,
selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.(Palendeng:2003:81)
Pembelajaran dengan metode eksperimen meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
a) percobaan awal, pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang
didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Demonstrasi ini
menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi Fisika yang akan
dipelajari.
b) pengamatan, merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Siswa
diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut.
c) hipotesis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil
pengamatannya.
d) verifikasi , kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah
dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Siswa diharapkan merumuskan
hasil percobaan dan membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya.
25


e) aplikasi konsep , setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep, hasilnya
diaplikasikan dalam kehidupannya. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang
telah dipelajari.
f) evaluasi, merupakan kegiatan ahir setelah selesai satu konsep.
(Palendeng:2003:82)
Prosedur eksperimen adalah :
a) perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksperimen, mereka harus memahami
masalah yang akan dibuktikan melalui eksperimen.
b) memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan
dipergunakan dalam eksperimen, hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat, urutan
eksperimen, dan hal-hal yang perlu dicatat.
c) selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu
memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen.
d) setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa,
mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab.
(Roestiyah:2001:81)
Agar penggunaan metode eksperimen ituefisiendan efektif, maka perlu diperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
a. dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan
bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa.
26


b. agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan atau
mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan
yang digunakan harus baik dan bersih.
c. dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses
percobaan, maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan
pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu.
d. siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih , maka perlu diberi petunjuk
yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta
keterampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam
memilih objek eksperimen itu.
e. tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah mengenai kejiwaan,
beberapa segi kehidupan sosial dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena
sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bisa diadakan percobaan
karena alatnya belum ada.
Dalam metode eksperimen, guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental,
serta emosional siswa. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan
dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan
rasa percaya diri dan perilaku yang inovatif dan kreatif.Selain itu, siswa mendapat
kesempatan untuk melatih keterampilan proses agar memperoleh hasil belajar maksimal.
Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar
konsep Fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan Fisika. Siswa belajar secara aktif
27


dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya.Dengan demikian, siswa akan
menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran.
Hal hal yang berlaku pada metode eksperimen/metode perbedaan (method of
difference) yaitu :
a. variabel tunggal dapat diterapkan pada suatu keadaan yang ditaksir.
b. paling sedikit satu kondisi yang dapat dimanipulasi, kondisi yang lain konstan, dan
kemudian pengaruh perbedaan kondisi satu variabel tersebut dapat diukur.
c. pemanipulasian variabel merupakan karakteristik yang membedakan dengan penelitian
lain.
Karakteristik metode eksperimen yaitu :
a) variabel bebas adalah variabel yang dimanipulasi.
b) semua variabel kecuali variabel terikat adalah konstan.
c) Pengaruh pemanipulasian variabel bebas atas variabel terikat dapat diamati atau dapat
diukur.
Langkah-langkah dasar metode eksperimen yaitu :
a) identifikasi
b) penyeleksian
c) pendefinisian masalah
d) penyusunan hipotesis
e) penyeleksian subyek-subyek dan alat ukur
f) pemilihan rancangan yang akan digunakan
28


g) pelaksanaan prosedur
h) penganalisisan data dan penyusunan kesimpulan
i) hindari kesalahan dengan tidak memberikan perlakuan pada kelompok kontrol
j) jenis kelamin, kemampuan mental, status sosial-ekonomi termasuk variabel yang tidak
dapat dimanipulasi karena bukan variabel aktif
k) subyek variabel manipulatif yaitu dapat ditetapkan secara acak (disebut variabel aktif)
Ancaman validitas metode eksperimen yaitu :
a) eksperimen valid bila hasil yang diperoleh semata-mata disebabkan oleh
pemanipulasian variabel bebas dan memperoleh hasil yang sama bila dilakukan di luar
situasi eksperimen
b) validitas internal mengarah pada suatu kondisi bahwa perbedaan yang diamati pada
variabel terikat adalah semata-mata hasil langsung dari pemanipulasian variabel bebas,
bukan dari variabel-variabel lain.
Ancaman validitas internal pada metode eksperimen yaitu :
a) sejarah, beberapa peristiwa dapat terjadi selama eksperimen (yang bukan bagian dari
perlakuan) sehingga mengakibatkan perubahan serius pada variabel terikat.
b) kematangan, proses psikologis, atau biologis yang secara sistematis bervariasi sesuai
dengan perjalanan waktu, serta bebas dari kejadian eksternal khusus.
c) pengujian, peningkatan prestasi subyek pada paska uji yang merupakan fungsi dari
prauji, dan bukan karena perlakuan eksperimental (dikontrol dengan tidak memberikan
prauji atau dengan bentuk ujian lain).
29


Metode eksperimen tepat dipergunakan :
a) apabila akan memberikan keterampilan tertentu.
b) untuk memudahkan berbagai jenis penjelasan, sebab penggunaan bahasa lebih terbatas.
c) untuk menghindari verbalisme.
d) untuk membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh
perhatian, sebab lebih menarik.
Penggunaan metode eksperimen adalah :
a) untuk menjawab pertanyaan Bagaimana cara mengatur sesuatu ?
b) untuk menjawab pertanyaan Bagaimana membuatnya ?"
c) untuk menjawab pertanyaan Bagaimana bekerjanya ?
d) untuk menjawab pertanyaan Bagaimana mengerjakannya ?
e) untuk menjawab pertanyaan Cara manakah yang lebih baik ?
f) untuk menjawab pertanyaan Terdiri dari apa ?
g) untuk mengetahui kebenaran dari sesuatu
Segi keunggulan metode eksperimen yaitu :
a) dengan metode ini anak-anak dapat menghayati dengan sepenuh hatinya mengenai
pelajaran yang diberikan.
b) memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemauan anak.
c) perhatian anak akan terpusat kepada apa yang dieksperimenkan.
30


d) dengan metode ini sekaligus masalah-masalah yang mungkin timbul dalam hati anak-
anak dapat langsung terjawab.
e) akan mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan, karena anak mengamati
langsung terhadap suatu proses.
Segi negatif metode eksperimen yaitu :
a) dalam pelaksanaan metode eksperimen biasanya memerlukan waktu yang banyak
(panjang).
b) apabila sarana peralatan kurang memadai atau alat-alatnya tidak sesuai dengan
kebutuhan, maka metode ini kurang efektif.
c) metode ini sukar dilaksanakan apabila anak belum matang untuk melaksanakan
eksperimen.
d) banyak hal-hal yang tidak dapat dieksperimenkan di dalam kelas.
Saran-saran pelaksanaan metode eksperimen :
a) metode eksperimen hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis dan urgen
dalam masyarakat.
b) hendaknya metode eksperimen diarahkan agar murid-murid dapat memperoleh
pengertian yang lebih jelas, pembentukan sikap serta kecakapan praktis.
c) hendaknya diusahakan agar semua anak dapat mengikuti eksperimen dengan jelas
(pengaturan ruang dan tempat duduk)
d) sebagai pendahuluan, berilah pengertian sejelas-jelasnya landasan teori dari apa yang
akan dieksperimenkan.
31


2)Metode Demonstrasi
Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk
mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode
demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan
mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik
sebenarnya atau hanya sekadar tiruan.Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak
terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran
siswa hanya sekadar memperhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan
pelajaran lebih konkret.
Sebagai suatu metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, di
antaranya:
a) melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari,sebab siswa
disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
b) proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar,tetapi juga
melihat peristiwa yang terjadi.
c) dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk
membandingkan antara teori dan kenyataan.Dengan demikian siswa akan lebih
meyakini kebenaran materi pembelajaran.
Di samping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa
kelemahan, di antaranya:
a) metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan
yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak
32


efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses
tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapat
memakan waktu yang banyak.
b) demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang
berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih murah
dibandingkan dengan eksperimen.
c) demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga
guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di samping itu, demonstrasi juga
memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses
pembelajaran siswa.
Adapun langkah-langkah menggunakan metode demonstrasi yaitu
a) tahap persiapan
Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan:
(1) rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berahir.
(2) persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
(3) lakukan uji coba demonstrasi.
b) tahap pelaksanaan
(1) langkah pembukaan.
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
(a) aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan
jelas apa yang didemonstrasikan.
33


(b) kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
(c) kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa
ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan
demonstrasi.
(2) langkah pelaksanaan demonstrasi.
(a) mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berfikir,
misalnya melalui pertanyaan - pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga
mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
(b) ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
(c) yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memperhatikan
reaksi seluruh siswa.
(d) berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai
dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
(3) langkah mengahiri demonstrasi.
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diahiri dengan
memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan
proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah
siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang
relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses
demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.


34


d. Peranan Guru dalam Pembelajaran PAIKEM
Secara teoritis dalam peningkatan mutu pendidikan guru memiliki peran antara lain :
1) sebagai salah satu komponen sentral dalam sistem pendidikan.
2) sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah
maupun kelas bimbingan).
3) penentu mutu hasil pendidikan dengan mencetak peserta didik yang benar-benar
menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
YME, percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab.
4) sebagai faktor kunci, mengandung arti bahwa semua kebijakan, rencana inovasi, dan
gagasan pendidikan yang ditetapkan untuk mewujudkan perubahan sistem pendidikan,
dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
5) sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan
meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah
pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangan zaman dan teknologi
yang semakin spektakuler.
6) sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat.
7) sebagai pemonitor praktek profesi.

35


e. Hal Hal yang Harus Diperhatikan dalam Melaksanakan Pembelajaran PAIKEM
Hal hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran PAIKEM
yaitu :
1) memahami sifat dasar anak
Pada dasarnya anak memiliki rasa ingin tahu dan suka berimajinasi.Anak desa, anak
kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia,
selama mereka normal terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan
modal dasar bagi berkembangnya sikap/berfikir kritis dan kreatif. Suasana pembelajaran
ditunjukkan dengan guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan
pertanyaan yang menantang, dan guru mendorong anak untuk melakukan percobaan,
misalnya, merupakan pembelajaran yang subur bagi rasa ingin tahu dan imajinasi
tersebut.
2) mengenal perbedaan setiap anak
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki
kemampuan yang berbeda.Dalam pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif,
Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus
tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Karena itu, semua anak dalam kelas tidak harus
selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan bisa berbeda sesuai dengan
kecepatan.Kegiatan belajar mengajar menarik karena guru aktif membantu belajar anak.
Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya ketika dia mendapat
kesulitan sehingga anak tersebut bisa belajar secara optimal.


36


3) memahami anak sebagai makhluk sosial
Sebagai makhluk sosial anak sejak kecil secara alami cenderung melibatkan anak lain
dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam
melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam
kelompok. Berdasarkan pengalaman anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila
mereka duduk berkelompok.Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi
dan bertukar fikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara
perorangan agar bakat individunya berkembang.
4) mengembangkan kemampuan berfikirkritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan
masalah.
Keterampilan pemecahan masalah memerlukan kemampuan berfikir kritis dan
kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah dan kreatif untuk melahirkan alternatif
pemecahan masalah. Kedua jenis berfikir tersebut kritis dan kreatif, berasal dari rasa
ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu,
tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sesering mungkin
memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka.Pertanyaan yang dimulai
dengan kata-kata Apa yang terjadi jika lebih baik daripada yang dimulai dengan
kata-kata Apa, berapa, kapan, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).
5) mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menyenangkan
Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran PAIKEM anak-anak banyak belajar
melalui bekerja dan berbuat sehingga banyak menghasilkan produk. Hasil pekerjaan
siswa tersebut sebaiknya dipajangkan untuk membuat kelas menjadi hidup dan menarik.
Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan bisa memotivasi siswa untuk bekerja lebih
37


baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil
kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta,
diagram, model, benda asli, karangan, dan sebagainya. Guru perlu memastikan bahwa
setiap siswa mempunyai karyanya yang dipajangkan. Ruang kelas yang penuh dengan
pajangan hasil pekerjaan siswa dan ditata dengan baik dapat membantu guru dalam KBM
karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.
6) memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk
bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai
objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering
membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan
tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk
menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah
keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indra), mencatat, merumuskan
pertanyaan, berhipotesis (membuat dugaan), mengklasifikasikan, membuat tulisan, dan
membuat gambar/diagram.
7) memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian
umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru
dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan
siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini
dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar
selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan
38


komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna
bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka (nilai).
8) membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk
bekerja dan bergerak.Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa
duduk saling berhadapan.Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari
pembelajaran PAIKEM.Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering
bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan
tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan
tidak takut. Banyak siswa merasa takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut
dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menciptakan suasana kelas dimana
guru tidak marah kepada siswa dan siswa tidak menertawakan siswa lain jika mereka
memberi jawaban yang tidak benar.Siswa harus didorong untuk mencoba dan berbuat
kesalahan adalah bagian penting dari belajar. Guru juga tidak menyepelekan siswa. Pada
dasarnya guru harus berusaha menghilangkan penyebab rasa takut, baik yang datang dari
guru itu sendiri maupun dari temannya.Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan
dengan pembelajaran PAIKEM.
3. Materi Pokok Usaha dan Energi
a. Energi
1) Bentuk dan Sumber Energi
Energi adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh benda agar benda dapat melakukan
usaha.Mobil yang kehabisan bensin (energi kimia) tidak dapat lagi bergerak
(melakukan usaha).Energi dapat hadir dalam berbagai bentuk.Lima bentuk utama
39


energi adalah : energi mekanik, energi kalor, energi kimia, energi elektromagnetik
(listrik, magnet, dan cahaya), dan energi nuklir.
Energi dapat berubah bentuk.Misalnya pada bola lampu listrik, energi listrik diubah
menjadi energi cahaya dan energi kalor. Peristiwa perubahan energi disebut konversi
energi, sedangkan alat pelaku konversi energi disebut konverter energi.Misalnya pada
contoh di atas, lampu adalah konverter energi.
Ada berbagai sumber energi : energi matahari, energi fosil, energi angin, energi air,
energi gelombang, energi panas bumi, dan energi nuklir.Hampir semua sumber ini,
kecuali energi panas bumi, berasal dari energi matahari.Misalnya, energi fosil (minyak,
gas, dan batu bara) adalah energi matahari yang tersimpan dalam bangkai-bangkai
organisme kecil yang tertinggal pada tumbuh-tumbuhan dan tertimbun dalam jangka
waktu 600 juta tahun lalu.
Sumber energi dibagi lagi atas dua : sumber energi tak terbaharui, seperti energi
fosil dan energi nuklir fisi, dan sumber energi terbaharui seperti energi matahari, energi
angin, energi air, dan energi gelombang.
2) Energi Kinetik
a) Pengertian Energi Kinetik
Secara kualitatif, energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya
(atau kecepatannya).Anak panah yang lepas dari busurnya memiliki energi kinetik
sehingga anak panah dapat melakukan usaha, yaitu menancap pada target. Nama energi
kinetik diperkenalkan pertama kali oleh Lord Kelvin, fisikawan Inggris.Kata kinetic
berasal dari kata Yunani yang berarti gerak.
40


Misalkan secara tidak sengaja Anda terkena lemparan sebuah bola tenis (atau bola
kasti).Mungkin tidak menyakitkan bagi Anda. Sekarang misalnya Anda terkena bola
tenis yang sama tapi lemparannya lebih cepat.Anda tentu akan merasakan
perbedaannya.Contoh kualitatif ini menyatakan bahwa energi kinetik bergantung pada
kelajuan (besar kecepatan).Makin besar kelajuan makin besar juga energi
kinetiknya.Energi kinetik ketika Anda berlari tentu lebih besar daripada energi kinetik
ketika Anda berjalan.
Apakah benda yang bergerak dengan kelajuan sama memiliki energi kinetik yang
sama ? Kita kembali pada lemparan bola tenis.Anggaplah lemparan ini mengenai kaki
Anda.Bayangkan apabila bola tenis diganti dengan bola basket yang dilempar dengan
kecepatan sama dan juga mengenai kakimu.Tentu saja kakimu lebih merasakan lemparan
bola basket daripada bola tenis.Contoh kualitatif ini menyatakan bahwa energi kinetik
bergantung pada massa benda.Makin besar massa benda, makin besar juga energi
kinetiknya.
b) Rumus Energi Kinetik
Energi kinetik bergantung pada massa dan kelajuan benda.Mari kita turunkan rumus
energi kinetik secara kuantitatif.
Perhatikan sebuah benda bermassa m yang diam pada permukaan licin (tanpa
gesekan).Ketika gaya konstan F diberikan selama benda menempuh jarak x (lihat
Gambar 3 ), benda akan bergerak dengan percepatan tetap a sampai mencapai kecepatan
ahir v. Usaha yang dilakukan pada benda W = F x seluruhnya diubah menjadi energi
kinetik benda pada keadaan ahir.Jadi, EK = W atau EK = F x.
41



Gambar 3 Sebuah benda yang bergerak dengan kecepatan (v) tertentu
Gunakan persamaan kecepatan dari GLBB :
v = v0 + at
v = 0 + at sebab v0 = 0
at = v (*)
Gunakan persamaan perpindahan dari GLBB :
x = v0 t + at
2

x = 0 + (at)t
x = vt (**)
Energi kinetik EK dapat ditulis dengan
EK = F x
EK = (ma)(1/2 vt)
EK = mv (at)
EK = m v v
EK = mv
2
..Persamaan 5
Jadi, energi kinetik (EK) sebanding dengan massa benda m dan kuadrat kecepatannya
(v
2
).Jika massa diduakalikan, maka energi kinetik meningkat 2 kali lipat.Akan tetapi, jika
kecepatan diduakalikan, maka energi kinetik meningkat 4 kali lipat.


42


c) Teorema Usaha-Energi Kinetik
Saat Anda mendorong sebuah peti di atas lantai datar yang licin, hanya gaya dorong
Anda yang melakukan usaha pada peti, dan ternyata kelajuan peti bertambah.Kelajuan
peti bertambah berarti energi kinetik peti juga bertambah.Tentu saja pertambahan energi
kinetik peti berasal dari usaha yang dilakukan oleh gaya dorong Anda.Contoh kualitatif
ini dengan jelas menunjukkan bahwa pertambahan energi kinetik melalui usaha
merupakan proses alih energi.Untuk kasus Anda mendorong peti ini, sebagian energi
kimia dalam tubuh Anda beralih menjadi energi kinetik peti sehingga energi kinetik peti
bertambah.
Contoh kualitatif di atas juga menunjukkan adanya kaitan antara usaha yang
dilakukan pada suatu benda dengan perubahan energi kinetiknya.Hubungan ini akan kita
turunkan secara kualitatif berikut ini.
Mari kita tinjau sebuah benda bermassa m yang sedang bergerak pada suatu garis
lurus mendatar dengan kelajuan awal v1.Sebuah gaya konstan F yang searah dengan arah
gerak benda dikerjakan pada benda.Benda berpindah sejauh x dan kelajuannya menjadi
v2.(lihat Gambar 4).

Gambar 4 Sebuah benda bermassa m yang sedang bergerak pada lintasan lurus mendatar
dengan kelajuan awal v1 menerima gaya konstan F yang searah dengan arah gerak benda
menyebabkan benda berpindah sejauh x dengan kelajuan v2.
Gaya konstan F akan mempercepat benda sesuai dengan Hukum II Newton,
43


F = ma.Jika kita kalikan kedua ruas persamaan ini dengan perpindahan x maka ruas kiri
akan tampil usaha yang dilakukan gaya pada benda.
Fx = m (ax) Persamaan 6
Hasil kali berkaitan dengan kecepatan awal v1 dan kecepatan akhir v2 sesuai persamaan
GLBB
v
2
= v0
2
+ 2a x
v
2
v0 = 2a x sebab v0 = v1 dan v= v2
v2
2
v1
2
= 2a x
x
2
v v
2
1
2
2
A a =
|
|
.
|

\
|


Persamaan 6 dapat kita tulis sebagai
|
|
.
|

\
|

=
2
m x
v v
2
1
2
2
A F

v v
2
1
2
2
m
2
1
m
2
1
x = A F

Kita telah mendefinisikan kuantitas mv
2
sebagai energi kinetik benda (EK), sehingga
persamaan di atas dapat kita tulis sebagai
F x = EK2 - EK1
F x = Wres(usaha total oleh gaya resultan)
EK2 = EKak (energi kinetik pada posisi ahir); dan
EK1= EKaw (energi kinetik pada posisi awal)
Sehingga persamaan di atas dapat kita tulis
Wres = EK = EKak Ekaw..Persamaan 7
44


Persamaan 7 dapat kita nyatakan dengan pernyataan berikut : Usaha yang dilakukan oleh
gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama dengan perubahan energi kinetik yang
dialami benda itu, yaitu energi kinetik ahir dikurang energi kinetik awal.Pernyataan di atas
dikenal dengan sebutan teorema usaha-energi kinetik.
Perhatikan, F dalam Persamaan 6 adalah gaya resultan yang bekerja pada benda.Jadi,
persamaan itu hanya berlaku jika Wres adalah usaha total yang dilakukan oleh setiap gaya
yang bekerja pada benda (termasuk gaya berat).
Persamaan 7 menyatakan bahwa jika usaha positif Wres bekerja pada suatu benda,
energi kinetik bertambah sejumlah Wres.Sebaliknya, jika usaha negatif, yaitu benda
melakukan usaha W, energi kinetik benda berkurang sejumlah Wres.Gaya dorong yang
searah perpindahan menghasilkan usaha positif, sehingga energi kinetik benda akan
bertambah sebesar usaha yang dilakukan oleh gaya dorong.Sebaliknya, gaya pengereman
yang berlawanan arah dengan perpindahan menghasilkan usaha negatif, sehingga energi
kinetik benda berkurang sebesar usaha yang dilakukan oleh gaya pengereman ini.
B. Penelitian yang Relevan
Beberapa penelitian yang dijadikan acuan dalam penelitian ini yaitu penelitian yang
dilakukan oleh Setyo budiono dalam skripsinya yang berjudul Efektivitas Penggunaan
Metode Mengajar Eksperimen dan Model Mengajar Delik (Dengar Lihat Kerja) dalam
Pengajaran Fisika Siswa SMU Muhammadiyah 4 Yogyakarta Kelas II Tahun Ajaran
1998/1999 ini mempunyai tujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar Fisika
melalui penerapan metode mengajar eksperimen, model mengajar DELIK, dan metode
ceramah.Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas II SMU Muhammadiyah 4
Yogyakarta tahun ajaran 1998/1999 yang terdiri dari 5 kelas paralel.Dalam penelitian ini
45


yang menjadi kelompok eksperimen yaitu kelas IIE yang mendapat perlakuan dengan
metode mengajar eksperimen sebagai kelompok eksperimen pertama (KE-1), kelas IID
mendapatkan perlakuan dengan metode model mengajar DELIK sebagai kelompok
eksperimen kedua (KE-2), sedangkan kelas IIC mendapatkan perlakuan dengan metode
mengajar ceramah sebagai kelompok kontrol (KK).Hasil penelitian menunjukkan, bahwa
ada perbedaan prestasi belajar Fisika pada pokok bahasan listrik statis, listrik arus searah,
dan medan magnet dengan menggunakan metode mengajar eksperimen, model mengajar
DELIK, dan metode mengajar ceramah dalam pengajaran Fisika siswa kelas IIC, kelas IID,
dan kelas IIE SMU Muhammadiyah 4 Yogyakarta tahun ajaran 1998/1999.Terbukti bahwa
penggunaan metode mengajar eksperimen lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan
model mengajar DELIK maupun metode ceramah.
C. Kerangka Berfikir
Sejalan dengan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan) kriteria penguasaan materi siswa mencakup empat ranah yaitu ranah
iman dan taqwa, ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.Akan tetapi,
penelitian ini dibatasi pada ranah kognitif, dan psikomotorik. Hal ini mengingat kedua
ranah yang lain masih susah untuk dilakukan pengamatan, data tes penguasaan materi awal
ranah iman dan taqwa belum ada, sedangkan data tes penguasaan materi awal ranah afektif
masih berupa data kualitatif.
Penggunaan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan) dengan metode eksperimen dan metode demonstrasi dalam pembelajaran
merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan penguasaan materi siswa yang pada
umumnya semakin menurun pada saat-saat ini.Pemberian peran aktif diharapkan dapat
46


memberikan ruang gerak yang cukup bagi para peserta didik untuk menunjukkan
kemampuan mereka.
Kedua metode tersebut masing-masing akan diterapkan pada dua kelas yang memiliki
kemampuan yang sepadan.Kemudian akan dilihat efeknya terhadap proses perkembangan
penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa.Dari proses tersebut
dimungkinkan terdapat peningkatan penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik
siswa, perbedaan peningkatan penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa di
dalam pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen dan demonstrasi yang
ditunjukkan oleh prestasi hasil belajar siswa di materi pokok Usaha dan Energi, dan
penerapan metode demonstrasi di dalam pembelajaran PAIKEM lebih efektif dari pada
metode eksperimen ditunjukkan dengan nilai rata-rata siswa pada pembelajaran Fisika
materi pokok Usaha dan Energi lebih tinggi bila menggunakan metode demonstrasi
daripada menggunakan metode eksperimen.
Untuk lebih jelasnya ditunjukkan oleh bagan di bawah ini :






Gambar 5. Penerapan pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen dan demonstrasi
menghasilkan penguasaan materi.

KE2 PAIKEM MD
Penguasaan
Materi
KE1 PAIKEM
ME
Penguasaan
Materi
2 1
K
P
K
P
47


Keterangan :
KE1 = Kelompok eksperimen 1
KE2 = Kelompok eksperimen 2
ME = Metode eksperimen
MD = Metodedemonstrasi
= Pengaruh
K = Ranah kognitif
P = Ranah psikomotorik
D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan penjelasan di atas, hipotesis yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini
adalah :
1. Pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen dapat meningkatkan penguasaan
materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA6 SMA N 8 Yogyakarta
pada pembelajaran materi pokok Usaha dan Energi.
2. Pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan penguasaan
materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta
pada pembelajaran materi pokok Usaha dan Energi.
3. Terdapat perbedaan peningkatan penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik
siswa di kelas XI IPA6 dan XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta yang mengikuti
pembelajaran materi pokok Usaha dan Energi dengan pembelajaran PAIKEM
menggunakan metode eksperimen dan metode demonstrasi.
9


4. Metode demonstrasi lebih efektif daripada metode eksperimen jika diterapkan di
dalam pembelajaran PAIKEM untuk meningkatkan penguasaan materi ranah kognitif
dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA6 dan XI IPA1 pada pembelajaran materi
pokok Usaha dan Energi.


49

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah Format Control Group Pre-Test Post-
Test Design. Berikut skema dari desain penelitian :
Tabel 2 Skematika Format Control Group Pre-Test Post-Test Design
Kelompok Tes Awal Variabel Bebas
(Perlakuan)
Tes Ahir
KE1 O1 X1 O2
KE2 O1 X2 O2
Keterangan :
KE : Kelompok Eksperimen 1
KK : Kelompok Eksperimen 2
O1 : Tes Awal (motivasi dan pre-test)
O2 : Tes Ahir (motivasi dan post-test)
X1 : Pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen
X2 : Pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi
(Suharsimi Arikunto, 2005 : 150)
Desain khusus untuk kelas eksperimen menggunakan rancangan Counterbalance
yang subyek-subyeknya diuji coba pada semua perlakuan eksperimental tetapi dalam
rangkaian berbeda, disebut juga eksperimen bergilir, rancangan imbang, rancangan
penyeberangan (cross-over design), rancangan pindah (switch-over design), atau
pengaturan kuadrat latin.
50


Tabel 3 Format Rancangan Counterbalance untuk Kelas Eksperimen
Kelompok Waktu 1
Kelompok A Teorema Usaha-Energi Kinetik (1)
Kelompok B Teorema Usaha-Energi Kinetik (2)
Kelompok C Teorema Usaha-Energi Kinetik (1)
Kelompok D Teorema Usaha-Energi Kinetik (2)
Kelompok E Teorema Usaha-Energi Kinetik (1)
Kelompok F Teorema Usaha-Energi Kinetik (2)
Kelemahan : adanya gangguan perlakuan ganda
B. Variabel Penelitian
Variabel-variabel dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Variabel Bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran PAIKEM dengan
metode eksperimen dan demonstrasi.
2. Variabel Terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah penguasaan materi ahir ranah
kognitif dan psikomotorik siswa.
3.Variabel Kontrol
Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah penguasaan materi awal ranah
kognitif dan psikomotorik siswa, materi pokok (Usaha dan Energi), jumlah jam
pelajaran, dan guru.

51


C.Populasi dan Sampel Penelitian
1.Populasi Penelitian
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA N 8
Yogyakarta semester genap Tahun Ajaran 2011/2012 yang berjumlah enam kelas
dengan 179 siswa. Secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut :
a.Kelas XI IIA1 berjumlah 30 siswa
b.Kelas XI IIA2 berjumlah 30 siswa
c.Kelas XI IIA3 berjumlah 30 siswa
d.Kelas XI IIA4 berjumlah 30 siswa
e.Kelas XI IIA5 berjumlah 29 siswa
f.Kelas XI IIA6 berjumlah 30 siswa
2.Sampel Penelitian
Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen 1 dan kelas
eksperimen 2. Kelas eksperimen 1 yaitu kelas yang menggunakan pembelajaran
PAIKEM dengan metode eksperimen. Kelas eksperimen 2 yaitu kelas yang
menggunakan pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi. Pada penelitian
ini digunakan kelas-kelas yang ditetapkan peneliti dan guru secara langsung tanpa
teknik undian.
Pengambilan sampel dilakukan secara sampling sistematis. Syaratnya adalah
siswa yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah siswa yang mengikuti proses
pembelajaran secara utuh. Sementara siswa yang tidak mengikuti proses pembelajaran
secara utuh langsung dinyatakan gugur. Sehingga dapat dikatakan bahwa
52


pengambilan sampel dilakukan secara random yaitu dengan pengambilan sampel acak
sistematik (sistematic random sampling).
Sampel pada penelitian ini berasal dari dua kelas yaitu kelas XI IPA6 dan XI
IPA1. Ukuran sampel ditentukan dengan metode Cochran dengan rumus sebagai
berikut :
........................................................................ Persamaan 8

Perlu diketahui bahwa :
n = jumlah sampel = ukuran sampel
N = jumlah populasi
t = 1,96 atau 2 = z pada taraf signifikansi 5% atau 1%
p = proporsi dalam populasi
q = 1-p
d = taraf kesalahan
n0 = a satisfactory approximation to the n
Dalam penelitian pendidikan biasanya diambil harga-harga sebagai berikut :
d = 0,05. P = 0,5. q = 1 0,5 = 0,5 dan t = 1,96
Perhitungannya yaitu :
n0 = (1,96)
2
(0,5)(0,5) : (0,05)
2
= 384,16
n = [384,16 : {1 + (384,16:60)}] = 51,894812680115273775 52
Sampel kelas eksperimen 1 = 52 : 2 = 26 siswa
Sampel kelas eksperimen 2 = 52 26 = 26 siswa
53


Adapun siswa yang mengikuti pembelajaran secara utuh di kelas XI IPA6 ada 24
siswa dan kelas XI IPA1 ada 17 siswa. Sehingga penelitian ini memfokuskan analisis
data terhadap :
Sampel kelas eksperimen 1 (XI IPA6) = 24 siswa
Sampel kelas eksperimen 2 (XI IPA1) = 17 siswa
D.Instrumentasi dan Teknik Pengumpulan Data
Instrumen penelitian terdiri dari perangkat pembelajaran dan pengumpulan data.
Adapun selengkapnya seperti uraian di bawah ini :
1.Instrumen Tindakan/Perangkat Pembelajaran
Instrumen tindakan adalah instrumen yang dipakai selama proses pembelajaran
Fisika. Instrumen yang dimaksud seperti uraian berikut :
Pada pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen menggunakan instrumen
dalam bentuk angket penguasaan materi awal siswa, diskusi kelompok, tugas
kelompok, eksperimen, post-test, dan angket penguasaan materi ahir siswa.
Pada pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi menggunakan
instrumen dalam bentuk angket penguasaan materi awal siswa, pre-test, quis, PR,
post-test, dan angket penguasaan materi ahir siswa.
2.Instrumen Pengumpulan Data
Pada Penelitian ini, instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data
dijelaskan sebagai berikut :
a.Angket Penguasaan Materi Awal Siswa
Angket penguasaan materi awal siswa digunakan untuk mengukur seberapa besar
penguasaan materi siswa yang ditunjukkan dengan prestasi hasil belajar siswa.Angket
54


ini akan cocok apabila siswa dapat mencapai standar kompetensi pada setiap
kompetensi dasar yang telah ditentukan. Adapun standar kompetensi yang harus
dicapai siswa yaitu 75. Angket ini diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran
mengenai Usaha dan Energi. Kedua angket tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan
pilihan ganda yang harus dijawab dengan sejujur-jujurnya oleh siswa. Angket tersebut
terdiri dari 60 pernyataan yang telah divalidasi secara content validity dan telah diuji
lapangan dan dianalisis dengan program SPSS versi 16.00. Angket tersebut juga
berupa soal-soal pilihan ganda mengenai Usaha dan Energi yang harus dijawab
dengan benar oleh siswa selama pembelajaran berlangsung yaitu dapat diberikan
sebelum, sesudah ataupun pada saat-saat yang telah disepakati.
b.Tes Hasil Belajar Fisika ditandai dengan :
(1)Pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen : diskusi kelompok, tugas
kelompok, eksperimen, post-test, dan angket penguasaan materi ahir ranah kognitif
dan psikomotorik siswa.
(2)Pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi : pre-test, quis, PR, post-test
dan angket penguasaan materi ahir ranah kognitif dan psikomotorik siswa
Tes hasil belajar Fisika telah diuji validasi di kelas XI IPA2 sehingga
diperoleh tes standar. Skema uji validitas sebagai berikut :




Gambar 6 Proses Uji Validitas Soal
Soal Tes
Kognitif
Uji Coba di Kelas
XI IPA2
Hasil Uji Coba
Analisis Iteman
Tes Standar Digunakan untuk Penelitian
Kelas Eksperimen 1
(XI IPA6)
Kelas Eksperimen 2
(XI IPA1)
55


Tes hasil belajar Fisika berupa pilihan ganda (multiple choise) dianalisis
menggunakan program Iteman untuk mengetahui daya beda, tingkat kesukaran butir,
distribusi jawaban benar, reliabilitas skor tes, dan standar kesalahan pengukuran .
Pada skor daya pembeda soal (DP) menggunakan teori pengukuran menurut Ebel dan
Frisbie. Skor tingkat kesukaran menggunakan teori pengukuran menurut Crocker dan
Algina, Ebel dan Frisbie.
(3)Kisi-kisi soal tes hasil belajar Fisika.
Kisi kisi soal tes hasil belajar Fisika siswa terlampir.
Jenis penelitian yang digunakan adalah :
1. Menurut metodenya penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu suatu
penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel
yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Variabel independennya
dapat dimanipulasi oleh peneliti.
2. Menurut tingkat eksplanasinya penelitian ini merupakan penelitian komparatif
yaitu suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian asosiatifnya
masih sama dengan penelitian variabel mandiri tetapi untuk sampel yang lebih
dari satu, atau dalam waktu yang berbeda. Tingkat eksplanasi adalah tingkat
penjelasan. Jadi, penelitian menurut tingkat eksplanasi adalah penelitian yang
bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan
antara satu variabel dengan variabel yang lain.
3. Menurut jenis data dan analisisnya penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
karena berisi data kuantitatif yaitu data berbentuk angka atau data kualitatif yang
diangkakan (scoring).
56


Adapun langkah-langkah dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
1. mengukur penguasaan materi awal siswa di kelas eksperimen 1 dan kelas
eksperimen 2 dengan menggunakan angket penguasaan materi awal sebelum
kedua kelas tersebut diberi perlakuan.
2. membagi kelas menjadi kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 sesuai hasil
angket penguasaan materi awal.
3. menerapkan pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen pada kelas
eksperimen 1 dengan menyajikan soal-soal berbentuk pre-test, quis, PR, post-test,
dan angket penguasaan materi ahir ranah kognitif dan psikomotorik siswa dan
menerapkan pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi pada kelas
eksperimen 2 dengan menyajikan soal-soal berbentuk pre-test, diskusi kelompok,
tugas kelompok, eksperimen, post-test, dan angket penguasaan materi ahir ranah
kognitif dan psikomotorik siswa dan
4. berdasarkan keterangan di atas, demi tercapainya tujuan penelitian, maka materi
pelajaran, bentuk dan isi angket, bentuk tes dan butir soal yang diberikan kepada
siswa dibuat sama. Hal ini dilakukan supaya data penelitian yang dihasilkan
benar-benar karena perbedaan pengaruh penggunaan pembelajaran PAIKEM
dengan metode eksperimen dan demonstrasi.
E.Teknik Analisis Data
Data data yang diperoleh disajikan dalam bentuk angka dan dianalisis
menggunakan program komputer Iteman.
Analisis kuantitatif didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang secara
rinci dapat diuraikan sebagai berikut :
57


1. Analisis Menggunakan Program Komputer Iteman
a.Indeks Kesukaran
Indeks kesukaran sering disebut sebagai indeks kemudahan atau indeks
fasilitas. Harga indeks kesukaran (P) berkisar dari 0,0 (sangat sukar) sampai 1,0
(sangat mudah). P = B / JS dengan P = indeks kemudahan , B = banyaknya
murid yang menjawab dengan benar, dan JS = jumlah seluruh murid yang
menjawab.
b.Indeks Kepekaan
Indeks kepekaan (Is) sering disebut indeks sensitivitas. Harga Is ditentukan
oleh hasil tes awal (sebelum pembelajaran) dan hasil tes ahir (setelah
pembelajaran). Harga Is berkisar dari -1,0 sampai +1,0. Is =(RA RB) / T
dengan RA = banyaknya murid yang menjawab benar terhadap satu butir soal
pada tes ahir, RB = banyaknya murid yang menjawab benar terhadap satu butir
soal pada tes awal, dan T = banyaknya murid yang mengikuti ujian. Jika Is = 1,0
pembelajaran baik sekali dan jika Is = -1,0 pembelajaran dipertanyakan.
Jika tidak dilakukan tes awal (tes sebelum pembelajaran), maka digunakan
rumus = Is = (RA / T) x 100 % dengan batas minimumnya 75%. Ini berarti
indeks kepekaan = indeks keberhasilan pembelajaran = indeks ketuntasan
pembelajaran = minimal 75%. Jadi, jika Is sudah mencapai 75% pembelajaran
sudah berhasil.



58


c.Daya Beda (D)
Daya beda sering disebut indeks diskriminasi (D). Harga D berkisar dari
-1,0 sampai +1,0. Jika D = -1,0 butir soal daya bedanya sangat rendah atau tidak
dapat membedakan antara murid yang pintar dan murid yang bodoh. Jika
D = +1,0 butir soal sangat baik. Harga dapat ditentukan dengan rumus berikut
D = [(BA / BJ) (BB JB)] = PA PB. Dengan JA = banyaknya murid
kelompok atas, JB = banyaknya murid kelompok bawah yang menjawab butir
soal dengan benar, PA = proporsi kelompok atas yang menjawab benar, dan
PB = proporsi murid kelompok bawah yang menjawab pada butir soal dengan
benar.
Adapun klasifikasi harga daya beda (D) disajikan sebagai berikut :
D = 0,00 sampai 0,20 butir soal jelek
D = 0,21 sampai 0,40 butir soal cukup baik
D = 0,41 sampai 0,70 butir soal baik dan
D = 0,71 sampai 1,00 butir soal sangat baik
Jika D = negatif, butir soal dibuang saja
d.Kualitas Pengecoh
Soal pilihan ganda perlu memiliki pengecoh, yaitu jawaban yang tidak
bernilai benar. Setiap pengecoh perlu dibuat sedemikian rupa sehingga menarik
perhatian peserta tes yang belum memiliki konsep yang baik terhadap materi
yang diujikan. Menurut Allen dan Yen (1979), pengecoh yang baik minimum
berindeks 0,1 yang berupa koefisien korelasi point biserial, bernilai positif untuk
kunci jawaban dan bernilai negatif untuk pengecoh.
59


e.Validitas
Secara garis besar validitas dapat dijelaskan sebagai berikut :





Gambar 7 Garis Besar Validitas
f.Validitas Prediksi
Harga indeks validitas prediksi dapat dicari. Misalnya dengan menggunakan
rumus korelasi Product Moment dari Pearson berikut :
............................................. Persamaan 9


nilai kriterium tiap-tiap murid nilai rata-rata kriterium murid
Klasifikasi interpretasi harga koefisien korelasi Product Moment yaitu :
0,81 rxy 1,00 (korelasi sangat tinggi)
0,61 rxy 0,80 (korelasi tinggi)
0,41 rxy 0,60 (korelasi cukup)
0,21 rxy 0,40 (korelasi rendah)
0,00 rxy 0,20 (korelasi sangat rendah)
VALIDITAS
(SESUAI
DENGAN
KRITERIUM)
LOGIS
EMPIRIS
KONSTRUKSI (MENGUKUR
SETIAP ASPEK BERFIKIR)
ISI (SESUAI DENGAN KURIKULUM
YANG BERLAKU)
YANG ADA SEKARANG (SESUAI
DENGAN PENGALAMAN)
PREDIKSI (MEMPUNYAI DAYA
RAMAL YANG TINGGI)
60


Harga koefisien korelasi Product Moment dapat berharga negatif. Jika
diperoleh harga negatif, maka hubungannya hanya dibalik saja. Harga koefisien
korelasi dapat diinterpretasikan dengan tabel harga r. Jika rxy < r hitung tabel,
maka korelasi tidak signifikan.
g.Reliabilitas
Koefisien reliabilitas dapat dihitung dengan berbagai cara, antara lain dengan
rumus Kuder dan Richardson (KR 20) berikut :
.................................................... Persamaan 10
= Koefisien reliabilitas tes secara keseluruhan
p = Proporsi murid yang menjawab butir tes dengan benar
q = Proporsi murid yang menjawab butir tes dengan salah
p + q = 1

n = banyaknya butir tes
S = standar deviasi tes (akar varians) = simpangan baku
Jika soal tes bentuk uraian, dipergunakan rumus alpha berikut
.................................. Persamaan 11

= jumlah varians skor tiap tiap butir soal
= varians total
Varians = .......................................... Persamaan 12

61


h.Objektivitas
Suatu tes dikatakan memiliki objektivitas jika dalam pelaksanaan tes tidak ada
unsur pribadi yang mempengaruhi proses penyekorannya. Misalnya : Wah anak
itu teliti, sudah saya beri nilai 10 atau A.
Tes uraian bebas lebih banyak unsur pribadinya daripada tes objektif. Faktor
pribadi penilai dapat mempengaruhi hasil penilaian karena kesan penilai terhadap
murid, tulisan, bahasa, dan waktu penilaian (kondisi penilai).
i.Praktikabilitas
Tes dikatakan memiliki praktikabilitas tinggi jika tes tersebut bersifat praktis.
Tes yang praktis adalah tes yang
a.mudah dilaksanakan
b.mudah pemeriksaannya
c.dilengkapi dengan pedoman-pedoman yang jelas
j.Ekonomis
Suatu bentuk tes dikatakan ekonomis jika tes tersebut tidak perlu
(1)biaya yang banyak
(2)tenaga yang banyak
(3)waktu yang lama
(4)mensekor dan menilai
Menskor berasal dari bahasa inggris yaitu skoring yang memiliki arti
memberikan angka, menentukan angka (menilai = memberikan nilai). Skor adalah
hasil pekerjaan menskor (scoring) yang diperoleh dengan menjumlahkan angka-
angka bagi setiap butir soal tes yang dijawab benar oleh murid. Nilai adalah angka
62


ubahan dari skor, yang sudah dijadikan satu dengan skor-skor lainnya dan telah
disesuaikan pengaturannya dengan suatu standar tertentu.
Dalam penskoran diperlukan : kunci jawaban, kunci skoring, dan pedoman
penilaian.
Misalnya :
1.Tes bentuk pilihan ganda dengan 3 pilihan (A, B, dan C)
Digunakan rumus : S = R [w/(N 1)].(S = Score, R = Right, W = Wrong dan
N = Jumlah option atau pilihan, dalam hal ini ada 3. Banyaknya soal = 10,
banyaknya yang benar = 8, banyaknya yang salah = 2, dan banyaknya pilihan
= 3.S = 8 [2/(3-1)] = 7. Angka 7 adalah angka bukan nilai.
2.Analisis Menggunakan Program Komputer SPSS versi 16.00
a.Uji Persyaratan Analisis
1)Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi berdistribusi
normal atau tidak. Biasanya digunakan untuk mengukur data berskala ordinal,
interval, dan rasio.
Analisis dengan parametrik maka persyaratan normalitas harus terpenuhi
dimana data harus berdistribusi normal. Data yang tidak berdistribusi normal,
jumlah sampel sedikit, dan jenis data adalah data nominal atau ordinal maka
metode yang digunakan adalah statistik nonparametrik.
Sebaran suatu variabel penelitian dikatakan mengikuti distribusi kurva normal
jika harga p dari nilai KSG atau nilai Chi Square lebih besar dari 0,05 (p>0,05).
63


Artinya Ho diterima : tidak ada perbedaan yang signifikan antara distribusi skor
empirik dengan distribusi skor hipotetik-sebaran normal.
Uji normalitas menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov dengan taraf
signifikansi 0,05. Data normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05.
Terdapat dua cara melakukan uji normalitas yaitu dengan uji chi kuadrat dan
metode liliefors yang masing- masing dapat dijelaskan sebagai berikut :
a)Cara I : uji chi kuadrat (c
2
)
Uji Normalitas dengan uji chi kuadrat (c
2
) rumusnya adalah:
dimana O
i
= f
i
adalah frekwensi absolut / pengamatan, dan
Ei = (S f
i
).Zi. Sedangkan Zi adalah luas daerah dibawah kurva normal untuk
kelas interval ke-i, sehingga daerah tersebut dibatasi oleh angka baku z untuk
tepi atas dan tepi bawah kelas interval tersebut.
Kriteria kenormalannya adalah jika c
2
hitung
< c
2
tabel
maka data tersebut
berdistribusi normal. Nilai c
2
tabel
adalah nilai c
2

untuk taraf nyata ( a ) = 5% dan
derajat kepercayaan (dk) = k 3 dimana k adalah banyaknya kelas interval.
b)Cara II : metode liliefors
Digunakan metode liliefors, dengan ketentuan jika nilai L
hitung
<> tabel
maka data berasal dari populasi normal. Nilai L
tabel
diperoleh dari tabel uji
liliefors, misal untuk taraf nyata 5 % dan jumlah data lebih dari 30 responden
maka nilai L
tabel
adalah :
Sedangkan L
hitung
adalah harga terbesar dari |F(Zi) S(Zi)|, dimana Zi
dihitung dengan rumus angka normal baku : ; Xi = data ke-i;
64


= rata-rata; s = simpangan baku. Nilai F(Zi) adalah luas daerah di bawah
normal untuk Z yang lebih kecil dari Zi. Sedangkan nilai S(Zi) adalah banyaknya
angka Z yang lebih kecil atau sama dengan Zi dibagi oleh banyaknya data (n).
Anda dapat memeriksa distribusi sampel menggunakan uji statistik dan atau
plot statistik untuk memeriksa distribusi sampel adalah normal. Analisis itu
mencakup tiga tes statistik untuk menguji normalitas :
a)Kolmogorov-Smirnov
Sebuah tes EDF-jenis berdasarkan jarak vertikal terbesar antara fungsi
distribusi normal kumulatif (CDF) dan distribusi frekuensi kumulatif sampel
(biasa disebut ECDF-fungsi distribusi empiris kumulatif).
Ini memiliki kekuatan miskin untuk mendeteksi non-normalitas
dibandingkan dengan tes di bawah ini. D'Agostino dan Stephens mengatakan uji
Kolmogorov-Smirnov sekarang benar-benar hanya kepentingan sejarah.
b)Anderson-Darling uji
Sebuah tes EDF-sejenis dengan Kolmogorov-Smirnov, kecuali
menggunakan jumlah dari jarak ketimbang vertikal kuadrat antara fungsi
distribusi normal kumulatif dan distribusi frekuensi kumulatif sampel. Lebih
berat diterapkan pada skor, jadi tes ini lebih mampu mendeteksi non-normalitas
di skor distribusi.
c)Shapiro-Wilk
Sebuah uji regresi-jenis yang menggunakan korelasi statistik pesanan sampel
(nilai-nilai sampel disusun dalam urutan) dengan orang-orang dari distribusi
65


normal. Ini adalah uji normalitas paling kuat yang tersedia dan mampu
mendeteksi penyimpangan kecil dari normal.
2)Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varians
populasi adalah sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam
analisis independent sample t-test dan ANOVA.
Asumsi yang mendasari dalam ANOVA adalah bahwa varians dari populasi
adalah sama. Sebagai kriteria pengujian, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05
maka dapat dikatakan bahwa varians dari dua atau lebih kelompok data adalah
sama. Kriteria uji homogenitas yaitu homogenitas varians terpenuhi jika nilai p
dari F levene test lebih besar dari 0,05 (p>0,05).
Pengujian homogenitas varians suatu kelompok data, dapat dilakukan
dengan cara: a) Uji F dan b) Uji Bartlett. Adapun proses pengujian dan rumus
yang digunakan untuk pengujian homogenitas varians kelompok data yaitu
sebagai berikut:
a) uji F (digunakan untuk menguji homogenitas varians dari dua kelompok
data).
Rumus Uji F yaitu:
Dimana :


Hipotesis pengujian :

66


Kriteria Pengujian:
Jika: F hitung F tabel (0,05; dk1; dk2), maka tolak Ho
Jika: F hitung < F tabel (0,05; dk1; dk2), maka terima Ho
b) Uji Bartlett (digunakan untuk menguji homogenitas varians lebih dari dua
kelompok data)
Rumus Uji Bartlett yaitu:
Dimana : n = jumlah data
; yang mana

dk = derajat kebebasan
Hipotesis pengujian:

Ha: paling sedikit salah satu tanda tidak sama
Kriteria Pengujian:
Jika :
Jika :
3)Uji Linearitas
Bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan
yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan sebagai
prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear.
Kriteria uji linearitas yaitu linearitas terpenuhi jika harga p dari nilai F
linearity lebih kecil dari 0,05 (p<0,05) dan harga p dari nilai F deviation from
linearity lebih besar dari 0,05 (p>0,05).
67


Dalam perhitungan uji linearitas persamaan regresi variabel terikat (Y) atas
variabel bebas (X), terlebih dahulu dicari persamaan regresi sederhana
kompetensi (Y) atas minat belajar (X1) yaitu:

Keterangan :
Y = variabel terikat.

a = konstanta intersep
b = (slop/kemiringan) koefisien regresi Y atas X.
Harga koefisien a dan b dapat dihitung dengan rumus :


b.Uji Hipotesis
1)Uji Perbedaan
a)Uji Perbedaan dengan t-test
Uji perbedaan dengan t-test merupakan salah satu tehnik statistik parametrik
yang digunakan untuk menguji hipotesa komparatif (uji perbedaan) untuk
sampel kecil & varian populasi tidak diketahui yang berguna untuk membedakan
mean kelompok.
Asumsi terpenuhi apabila (1) sampel (data) diambil dari populasi yang
memiliki distribusi normal, (2)pada uji t dan uji F untuk dua sampel atau lebih,
kedua sampel diambil dari dua populasi yang mempunyai varians sama,
68


(3) variabel (data) yang diuji haruslah data bertipe interval atau rasio, yang
tingkatnya lebih tinggi dari data tipe nominal atau ordinal.
T-test terbagi menjadi tiga macam yaitu one sample t-test, paired sample t-
test, dan independent sample t-test. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu independent sample t-test. Adapun selengkapnya dapat dijelaskan sebagai
berikut :
(1) one sample t-test
One sample t-test digunakan untuk satu sampel. Prinsip mengujinya apakah
suatu nilai tertentu (yang diberikan sebagai pembanding) berbeda secara nyata
ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai yang dimaksud pada
umumnya adalah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi.
Rumus one sample t-test : dengan,
t = nilai t hitung


SD = standar deviasi sampel
N = jumlah sampel
Untuk mengintepretasikan t-test terlebih dahulu harus ditentukan nilai , df
(degree of freedom) = N-k (untuk one sample t-test df=N-1), kemudian
membandingkan nilai t-hitung dengan nilai t-tabel. Apabila t-hitung > t-tabel
berarti berbeda secara signifikan (H0 ditolak) dan jika t-hitung < t-tabel berarti
tidak berbeda secara signifikan (H0 diterima).

69


(2) paired sample t-test
Paired sample t-test digunakan untuk membandingkan mean dari suatu
sampel yang berpasangan (paired). Sampel berpasangan adalah sebuah kelompok
sampel dengan subyek yang sama namun mengalami dua perlakuan atau
pengukuran yang berbeda.
Rumus : dengan,
t = nilai t hitung

SD = standar deviasi selisih pengukuran 1 dan 2
N = jumlah sampel
Untuk menginterpretasikan t-test terlebih dahulu harus ditentukan nilai , df
(degree of freedom) = N-k (untuk paired sample t-test df=N-1), kemudian
membandingkan nilai t-hitung dengan nilai t-tabel. Apabila t-hitung > t-tabel
berarti berbeda secara signifikan (H0 ditolak) dan jika t-hitung < t-tabel berarti
tidak berbeda secara signifikan (H0 diterima).
(3)independent sample t-test
Independent sample t-test digunakan untuk membandingkan dua kelompok
mean dari dua sampel yang berbeda (independent).
Prinsipnya ingin mengetahui apakah ada perbedaan mean antara dua populasi,
dengan membandingkan dua mean sample-nya.
Rumus independent sample t-test : dengan,
t = nilai t hitung

70




Rumus standar error kedua kelompok :




Rumus varian kedua kelompok

Untuk menginterpretasikan t-test terlebih dahulu harus ditentukan : nilai , dan
df (degree of freedom) = N-k. Untuk independent sample t-test
df=N-2. Kemudian membandingkan nilai t-hitung dengan nilai t-tabel.
Apabila :
t-hitung > t-tabel maka berbeda secara signifikan (H0 ditolak)
t-hitung < t-tabel maka tidak berbeda secara signifikan (H0 diterima)
b)Uji Perbedaan dengan Korelasi
Uji korelasi atau uji asosiasi pada dasarnya adalah sebuah cara dalam
pengolahan data statistik yang digunakan untuk menganalisis apakah sebuah
variabel mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel lainnya.
Kemudian jika ada hubungan, bagaimana keeratan hubungan tersebut, serta
seberapa jauh variabel tersebut mempengaruhi variabel lainnya.

71


(1)Kegunaan
(a)Pengukuran asosiasi berguna untuk mengukur kekuatan (strength) hubungan
antar dua variabel atau lebih.
(b)Pengukuran ini hubungan antara dua variabel untuk masing-masing kasus
akan menghasilkan keputusan, diantaranya hubungan kedua variabel tidak ada,
hubungan kedua variabel lemah, hubungan kedua variabel cukup kuat, hubungan
kedua variabel kuat, dan hubungan kedua variabel sangat kuat.
Penentuan tersebut didasarkan pada kriteria yang menyebutkan jika
hubungan mendekati 1, maka hubungan semakin kuat; sebaliknya jika hubungan
mendekati 0, maka hubungan semakin lemah.
(2)Korelasi dan Linearitas
Terdapat hubungan erat antara pengertian korelasi dan linearitas. Korelasi
Pearson, misalnya, menunjukkan adanya kekuatan hubungan linear dalam dua
variabel. Sekalipun demikian jika asumsi normalitas salah maka nilai korelasi
tidak akan memadai untuk membuktikan adanya hubungan linearitas. Linearitas
artinya asumsi adanya hubungan dalam bentuk garis lurus antara variabel.
Linearitas antara dua variabel dapat dinilai melalui observasi scatterplots
bivariat. Jika kedua variabel berdistribusi normal dan berhubungan secara linear,
maka scatterplot berbentuk oval; jika tidak berdistribusi normal scatterplot
tidak berbentuk oval.
Dalam praktiknya kadang data yang digunakan akan menghasilkan
korelasi tinggi tetapi hubungan tidak linear; atau sebaliknya korelasi rendah
tetapi hubungan linear. Dengan demikian agar linearitas hubungan dipenuhi,
72


maka data yang digunakan harus mempunyai distribusi normal. Dengan kata
lain, koefisien korelasi hanya merupakan statistik ringkasan sehingga tidak dapat
digunakan sebagai sarana untuk memeriksa data secara individual.
(3) Asumsi
Asumsi dasar korelasi diantaranya seperti tertera di bawah ini:
(a)Kedua variabel bersifat independen satu dengan lainnya, artinya masing-
masing variabel berdiri sendiri dan tidak tergantung satu dengan lainnya.
Tidak ada istilah variabel bebas dan variabel tergantung.
(b)Data untuk kedua variabel berdistribusi normal. Data yang mempunyai
distribusi normal artinya data yang distribusinya simetris sempurna. Jika
digunakan bahasa umum disebut berbentuk kurva bel. Menurut Johnston, ciri-
ciri data yang mempunyai distribusi normal ialah sebagai berikut:
(a) kurva frekuensi normal menunjukkan frekuensi tertinggi berada di tengah-
tengah, yaitu berada pada rata-rata (mean) nilai distribusi dengan kurva
sejajar dan tepat sama pada bagian sisi kiri dan kanannya. Kesimpulannya,
nilai yang paling sering muncul dalam distribusi normal ialah rata-rata
(average), dengan setengahnya berada di bawah rata-rata dan setengahnya
yang lain berada di atas rata-rata.
(b) kurva normal, sering juga disebut sebagai kurva bel, berbentuk simetris
sempurna.
(c) karena dua bagian sisi dari tengah-tengah benar-benar simetris, maka
frekuensi nilai-nilai diatas rata-rata (mean) akan benar-benar cocok dengan
frekuensi nilai-nilai di bawah rata-rata.
73


(d) frekuensi total semua nilai dalam populasi akan berada dalam area di bawah
kurva. Perlu diketahui bahwa area total di bawah kurva mewakili
kemungkinan munculnya karakteristik tersebut.
(e) kurva normal dapat mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Yang
menentukan bentuk-bentuk tersebut adalah nilai rata-rata dan simpangan baku
(standard deviation) populasi.
(4) Karakteristik Korelasi
Korelasi mempunyai karakteristik-karakteristik diantaranya:
(a) kisaran korelasi
Kisaran (range) korelasi mulai dari 0 sampai dengan 1. Korelasi dapat positif
dan dapat pula negatif.
(b) korelasi sama dengan nol
Korelasi sama dengan 0 mempunyai arti tidak ada hubungan antara dua
variabel jika dilihat dari sebaran data.
(c) korelasi sama dengan satu
Korelasi sama dengan + 1 artinya kedua variabel mempunyai hubungan
linear sempurna (membentuk garis lurus) positif. Korelasi sempurna seperti ini
mempunyai makna jika nilai X naik, maka Y juga naik.
Korelasi sama dengan -1 artinya kedua variabel mempunyai hubungan linear
sempurna (membentuk garis lurus) negatif. Korelasi sempurna seperti ini
mempunyai makna jika nilai X naik, maka Y turun (dan sebaliknya).
Koefisien korelasi ialah pengukuran statistik kovarian atau asosiasi antara
dua variabel. Besarnya koefisien korelasi berkisar antara +1 s/d -1. Koefisien
74


korelasi menunjukkan kekuatan (strength) hubungan linear dan arah hubungan
dua variabel acak. Jika koefisien korelasi positif, maka kedua variabel
mempunyai hubungan searah. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai
variabel Y akan tinggi pula. Sebaliknya, jika koefisien korelasi negatif, maka
kedua variabel mempunyai hubungan terbalik. Artinya jika nilai variabel X
tinggi, maka nilai variabel Y akan menjadi rendah (dan sebaliknya). Untuk
memudahkan melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua
variabel penulis memberikan kriteria sebagai berikut :
a. 0 : tidak ada korelasi antara dua variabel
b.>0 0,25 : korelasi sangat lemah
c.>0,25 0,5 : korelasi cukup
d.>0,5 0,75 : korelasi kuat
e.>0,75 0,99 : korelasi sangat kuat
f.1 : korelasi sempurna
(5) Signifikansi
Dalam bahasa Inggris umum, kata, "significant" mempunyai makna penting.
Sedang dalam pengertian statistik kata tersebut mempunyai makna benar tidak
didasarkan secara kebetulan. Hasil riset dapat benar tetapi tidak penting.
Signifikansi / probabilitas / memberikan gambaran mengenai bagaimana hasil
riset itu mempunyai kesempatan untuk benar. Jika kita memilih signifikansi
sebesar 0,01, maka artinya kita menentukan hasil riset nanti mempunyai
kesempatan untuk benar sebesar 99% dan untuk salah sebesar 1%.
75


Secara umum kita menggunakan angka signifikansi sebesar 0,01; 0,05 dan
0,1. Pertimbangan penggunaan angka tersebut didasarkan pada tingkat
kepercayaan (confidence interval) yang diinginkan oleh peneliti. Angka
signifikansi sebesar 0,01 mempunyai pengertian bahwa tingkat kepercayaan atau
bahasa umumnya keinginan kita untuk memperoleh kebenaran dalam riset kita
adalah sebesar 99%. Jika angka signifikansi sebesar 0,05, maka tingkat
kepercayaan adalah sebesar 95%. Jika angka signifikansi sebesar 0,1, maka
tingkat kepercayaan adalah sebesar 90%.
Pertimbangan lain ialah menyangkut jumlah data (sampel) yang akan
digunakan dalam riset. Semakin kecil angka signifikansi, maka ukuran sampel
akan semakin besar. Sebaliknya semakin besar angka signifikansi, maka ukuran
sampel akan semakin kecil. Untuk memperoleh angka signifikansi yang baik,
biasanya diperlukan ukuran sampel yang besar. Sebaliknya jika ukuran sampel
semakin kecil, maka kemungkinan munculnya kesalahan semakin ada.
(6)Interpretasi Korelasi
Ada tiga penafsiran hasil analisis korelasi, meliputi: pertama, melihat
kekuatan hubungan dua variabel; kedua, melihat signifikansi hubungan; dan
ketiga, melihat arah hubungan.
Untuk melakukan interpretasi kekuatan hubungan antara dua variabel
dilakukan dengan melihat angka koefisien korelasi hasil perhitungan dengan
menggunakan kriteria sebagai berikut :
(a) jika angka koefisien korelasi menunjukkan 0, maka kedua variabel tidak
mempunyai hubungan.
76


(b) jika angka koefisien korelasi mendekati 1, maka kedua variabel mempunyai
hubungan semakin kuat.
(c) jika angka koefisien korelasi mendekati 0, maka kedua variabel mempunyai
hubungan semakin lemah.
(d) jika angka koefisien korelasi sama dengan 1, maka kedua variabel
mempunyai hubungan linear sempurna positif.
(e) jika angka koefisien korelasi sama dengan -1, maka kedua variabel
mempunyai hubungan linear sempurna negatif.
Interpretasi berikutnya melihat signifikansi hubungan dua variabel dengan
didasarkan pada angka signifikansi yang dihasilkan dari perhitungan. Interpretasi
ini akan membuktikan apakah hubungan kedua variabel tersebut signifikan atau
tidak.
Interpretasi ketiga melihat arah korelasi. Dalam korelasi ada dua arah
korelasi, yaitu searah dan tidak searah. Pada SPSS, hal ini ditandai dengan pesan
two tailed. Arah korelasi dilihat dari angka koefisien korelasi. Jika koefisien
korelasi positif, maka hubungan kedua variabel searah. Searah artinya jika
variabel X nilainya tinggi, maka variabel Y juga tinggi. Jika koefisien korelasi
negatif, maka hubungan kedua variabel tidak searah. Tidak searah artinya jika
variabel X nilainya tinggi, maka variabel Y akan rendah.
Untuk mengetahui korelasi pada uji parametrik digunakan koefisien korelasi
Pearson (r), dengan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
n = banyaknya sampel
77


X = variabel independen (prediktor)
Y = variabel dependen (outcome)
Nilai r berkisar antara 0.0 yang berarti tidak ada korelasi, sampai dengan
1.0, yang berarti adanya korelasi yang sempurna. Semakin kecil nilai r
semakin lemah korelasi, sebaliknya semakin besar nilai r semakin kuat
korelasi.
Berikut pembagian kekuatan korelasi menurut Colton :
r = 0,00 - 0,25 menunjukkan tidak ada hubungan/hubungan lemah
r = 0,26 - 0,50 menunjukkan hubungan sedang
r = 0,51 - 0,75 menunjukkan hubungan kuat
r = 0,76 - 1,00 menunjukkan hubungan sangat kuat/sempurna
2)Uji Korelasional
a)Uji Hubungan dengan Regresi Linear
Salah satu teknik analisis regresi yang paling sering digunakan adalah regresi
linear. Regresi linear dapat digunakan apabila asumsi linearitas dapat terpenuhi.
Apabila asumsi ini tidak terpenuhi, maka kita tidak dapat menggunakan analisis
regresi linear. Akan tetapi, kita bisa menggunakan analisis regresi nonlinear.
Asumsi linearitas adalah asumsi yang akan memastikan apakah data yang
kita miliki sesuai dengan garis linear atau tidak. Asumsi ini dapat diketahui
dengan mencari nilai deviation from linearity dari uji F linear.
Regresi linear bertujuan untuk memprediksi variabel dependen melalui
variabel independen. Untuk memprediksi digunakan persamaan garis regresi
dengan metode Least Square :
78


Keterangan :
Y = variabel dependen
X = variabel independen
a = intercep
b = slope
Dimana Slope :
*Intercep : Besarnya nilai Y, ketika X=0
*Slope : Besarnya perubahan nilai Y bila nilai X berubah setiap unitnya.
Sebetulnya persamaan garis di atas merupakan model deterministik yang
secara sempurna/tepat dapat digunakan hanya untuk peristiwa alam. Namun,
ketika kita berhadapan dengan kondisi ilmu sosial, ada kemungkinan terjadi
kesalahan atau penyimpangan (tidak eksak) pada hubungan antara variabel.
Artinya, untuk beberapa nilai X yang sama akan menghasilkan nilai Y yang
berbeda. Sehingga persamaan garis yang dibentuk menjadi :
e = nilai kesalahan (error) yaitu selisih antara nilai Y individual teramati dengan
nilai Y yang sesungguhnya pada titik X tertentu.
b)ANOVA (Analysis of Variance)
One Way ANOVA digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata lebih dari
dua sampel. Asumsi-asumsi One Way ANOVA meliputi populasi yang akan diuji
berdistribusi normal, varians dari populasi-populasi tersebut adalah sama, dan
sampel tidak berhubungan satu dengan yang lain.


79


Langkah-langkah Pengujian
(1) Tulis Ho dan Ha
(2) Tentukan taraf nyata pengujian (signifikansi).
(3) Uji statistik (uji F) dengan rumus :
(4) Derajat kebebasan:
dk1 (varians antar sampel) = k-1
dk2 (varians dalam sampel) = N-k
(5) Aturan pengambilan keputusan
F hitung < F tabel, Ho diterima
F hitung > F tabel, Ho ditolak, Ha diterima
(6) Buat tabel penolong
(7) Hitung jumlah kuadrat perlakuan (SST) dengan rumus :
(8) Hitung jumlah kuadrat kesalahan (SSE) dengan rumus
(9) Hitung keragaman total (SS total) dengan rumus SS total = SST + SSE

X1 X2 X3 X1
2
X2
2
X3
2






Tc (x)
2

nc N
Jumlah kuadrat (X)
2

80


(10) Masukkan ke dalam tabel ANOVA
Sumber Keragaman Jumlah
Kuadrat
Derajat
Bebas
Kuadrat
Tengah
(1)/(2)
Antar Perlakuan SST = dk1 = k-1 MSTR=SST/dk1
Kesalahan (dalam
perlakuan)
SSE = dk2=N-k MSE=SSE/dk2
SS Total
Ket: MSTR = Mean square between treatment
MSE = Mean square due to error

(11)Menentukan F tabel pada , dk1, dan dk2
(12) Membandingkan F hitung terhadap F tabel
(13)Menarik kesimpulan
3)Analisis Faktor
Pada dasarnya analisis faktor mempunyai tujuan untuk melakukan data
summarization untuk variabel-variabel yang dianalisis, yakni mengidentifikasi
adanya hubungan antar variabel, dan data reduction, yakni setelah melakukan
korelasi, dilakukan proses membuat sebuah variabel set baru yang dinamakan
faktor.
Tahapan analisis faktor sebagai berikut :
a) tabulasi data pada data view
Tabulasi hasil angket/questioner anda ke dalam komputer (SPSS).
b) pembentukan matrik korelasi
Matriks korelasi merupakan matrik yang memuat koefisien korelasi dari
semua pasangan variabel dalam penelitian ini. Matriks ini digunakan untuk
81


mendapatkan nilai kedekatan hubungan antar variabel penelitian. Nilai
kedekatan ini dapat digunakan untuk melakukan beberapa pengujian untuk
melihat kesesuaian dengan nilai korelasi yang diperoleh dari analisis faktor.
Dalam tahap ini, ada dua hal yang perlu dilakukan agar analisis faktor dapat
dilaksanakan, yaitu menentukan besaran nilai Barlett Test of Sphericity, yang
digunakan untuk mengetahui apakah ada korelasi yang signifikan antar variabel,
dan Keiser-Meyers-Oklin (KMO) Measure of Sampling Adequacy, yang
digunakan untuk mengukur kecukupan sampel dengan cara membandingkan
besarnya koefisien korelasi yang diamati dengan koefisien korelasi parsialnya.
Menurut Wibisono (2003) kriteria kesesuaian dalam pemakaian analisis
faktor adalah :
(1) jika harga KMO sebesar 0,9 berarti sangat memuaskan,
(2) jika harga KMO sebesar 0,8 berarti memuaskan,
(3) jika harga KMO sebesar 0,7 berarti harga menengah,
(4) jika harga KMO sebesar 0,6 berarti cukup,
(5) jika harga KMO sebesar 0,5 berarti kurang memuaskan, dan
(6) jika harga KMO kurang dari 0,5 tidak dapat diterima.
Menurut Santoso, angka MSA berkisar antara 0 sampai dengan 1, dengan
kriteria yang digunakan untuk interpretasi adalah sebagai berikut :
(1) jika MSA = 1, maka variabel tersebut dapat diprediksi tanpa kesalahan oleh
variabel yang lainnya.
(2) jika MSA lebih besar dari setengah 0,5 maka variabel tersebut masih dapat
diprediksi dan bisa dianalisis lebih lanjut.
82


(3) Jika MSA lebih kecil dari setengah 0,5 dan atau mendekati nol (0), maka
variabel tersebut tidak dapat di analisis lebih lanjut, atau dikeluarkan dari
variabel lainnya.
c) ekstraksi faktor
Pada tahap ini, akan dilakukan proses inti dari analisis faktor, yaitu
melakukan ekstraksi terhadap sekumpulan variabel yang ada KMO>0,5 sehingga
terbentuk satu atau lebih faktor.
Metode yang digunakan untuk maksud ini adalah Principal Component
Analysis dan rotasi faktor dengan metode Varimax (bagian dari orthogonal).
d) rotasi faktor
Pada rotasi faktor, matrik faktor ditransformasikan ke dalam matrik yang
lebih sederhana, sehingga lebih mudah diinterpretasikan. Dalam analisis ini
rotasi faktor dilakukan dengan metode rotasi varimax. Interpretasi hasil
dilakukan dengan melihat faktor loading. Faktor loading adalah angka yang
menunjukkan besarnya korelasi antara suatu variabel dengan faktor satu, faktor
dua, faktor tiga, faktor empat atau faktor lima yang terbentuk. Proses penentuan
variabel mana akan masuk ke faktor yang mana, dilakukan dengan melakukan
perbandingan besar korelasi pada setiap baris di dalam setiap tabel.
e) penamaan faktor yang terbentuk.
Pada tahap ini, akan diberikan nama-nama faktor yang telah terbentuk
berdasarkan faktor loading suatu variabel terhadap faktor terbentuknya. Setelah
tahapan pemberian nama faktor yang terbentuk, berarti hipotesis penelitian telah
terjawab.
83


Adapun cara pengujian melalui program komputer Iteman dan SPSS versi
16.00 dapat diuraikan sebagai berikut :
1.Analisis Menggunakan Program Komputer Iteman
Format file data dikotomus yang akan dianalisis dengan ITEMAN adalah
0 30 O N 06 Control Line
CDBCADDDCBBCDDBDCABDADDBCBCDBC Key
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 No.Alternatives
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY Items to Include
ma t 1 CDBCABODCBDDDDCACABABDDCAABDAC Examinee # 1
ma t 2 CDBCABDDCBCCDDCDCABBBDDBAADDBC Examinee # 2
Baris pertama disebut Control Line. Angka 030 menunjukkan jumlah butir,
O menyatakan Omitted, N menyatakan not-reached item, dan 06 menunjukkan
jumlah karakter identitas peserta tes (maksimal 80 karakter). Kunci jawaban
(key) maupun jawaban peserta dapat diganti dengan angka. Items to Include
dapat diganti dengan angka, sedang yang tidak akan di-include ditandai
dengan N.
Format file data angket untuk ITEMAN adalah sebagai berikut.
0 55 O N 0 6
+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2
Ind l 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5
Ind 2 3 2 3 3 4 3 2 4 4 3 4 2 1 2 4 4 3 3 3 4 4 2 4 2 3 3 1 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 4 3
84


Dalam format ini kunci + menunjukkan bahwa butir pada kolom yang sama
merupakan butir favourable (positif), jika - berarti butir pada kolom yang sama
merupakan butir unfavourable (negatif).
Dalam format itu Items to Include ditandai dengan angka 1 dan 2, yang
berarti angket yang dianalisis ada 2. Butir-butir angket (scale) 1 ditandai dengan
Items To Include = 1, sedang butir-butir angket 2 ditandai dengan Items to
Include = 2.
Jika ITEMAN di jalankan, maka akan tampil permintaan nama file data,
nama file output, dan nama file skor. Jawablah tampilan tersebut sesuai dengan
nama file data, nama file output, dan nama file skor yang anda inginkan.
Enter the name of the input file: Tes1.txt <enter>
Enter the name of the output file: hsltes1.txt <enter>
Do you want the scores written to a file? (Y/N) Y <enter>
Enter the name of the score file: scrtes1.txt <enter>
Adapun cara membaca hasil analisis menggunakan program ITEMAN yaitu
sebagai berikut :
Point Biser menunjukkan daya beda
Prop. Correct menunjukkan tingkat kesukaran
N of Items 50 (Jumlah soal yang dianalisis)
N of Examinees 35 (Jumlah siswa)
Mean 30 (Rata-rata jawaban benar)
Variance 9,590 (Penyebaran distribusi jawaban benar)
Std. Dev. 3,113 (Standar deviasi/akar variance)
85


Skew 0,119 (Kecondongan kurva/bentuk distribusi)
Kurtosis -0,464 (Tingkat pemuncakan kurva)*
Minimum 25,00 (Skor minimum siswa dari 50 soal)
Maximum 50,00 (Skor maksimum)
Alpha 0,651 (Reliabilitas skor tes)
SEM 0,987 (Standar kesalahan pengukuran)
Mean P 0,655 (Rata-rata tingkat kesukaran)
Mean Biserial 0,435 (Rata-rata korelasi Biserial)
2.Analisis Menggunakan Program Komputer SPSS Versi 16.00
SPSS merupakan sebuah program pengolah data yang sudah sangat dikenal di
dalarn dunia pendidikan. Penggunaannya sangat mudah untuk dipahami para guru di
sekolah. Semua data diketik di dalam format SPSS yang sudah disediakan. Setelah
selesai, kemudian tinggal memilih statistik yang akan digunakan pada menu
STATISTIC/ANALYZE. Berikut ini disajikan cara penggunaan program SPSS.
a. Uji Persyaratan Analisis
1) Uji Normalitas
Langkah-langkah melakukan uji normalitas menggunakan program
komputer SPSS versi 16.00 sebagai berikut :
a) analyze
b) descriptive statistics
c) explore
(1) variabel X dan Y dimasukkan ke dalarn kotak "dependent list"
(2) klik kotak "plot" kemudian klik pada "normality plots with tests"
86


(3) klik "continue"
d) klik "OK"
Rumusan hipotesis
H0 : sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.
H1 : sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal.
Kaidah penetapan:
- Jika signifikan > 0,05, sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.
- Jika signifikan < 0,05, sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal.
2) Uji Homogenitas
Langkah-langkah melakukan uji homogenitas menggunakan program
komputer SPSS versi 16.00 sebagai berikut :
a) analyze
b) descriptive statistics
c) explore
(1) variabel X dan Y dimasukkan ke dalam kotak "dependent list"
(2) variabel metode dimasukkan ke dalam kotak "factor list"
(3) klik kotak "plot" kemudian klik pada "normality plots with tests" dan
"untransformed"
d)Klik "continue"
e)Klik "OK"
Rumusan hipotesis:
HO: variansi pada setiap kelompok sama (homogen).
HI : variansi pada setiap kelompok tidak sama (tidak homogen).
87


Kaidah penetapan:
- Jika signifikan > 0,05, varians setiap sampel sama (homogen).
3) Contoh Uji Linearitas
Langkah-langkah melakukan uji linearitas menggunakan program komputer
SPSS versi 16.00 sebagai berikut :
a) analyze
b) compare means
c) means
(1) variabel X dimasukkan ke dalam kotak "dependent list"
(2) variabel Y dimasukkan ke dalam kotak "independent list"
(3) klik kotak "option" kemudian klik pada "anova table and eta"dan "test for
linearity"
d)Klik "continue"
e)Klik "OK"
Rumusan hipotesis:
H0: Linearitas tidak dipenuhi.
H1: Linearitas dipenuhi.
Kaidah penetapan:
- Jika signifikan > 0,05, linearitas tidak dipenuhi.
- Jika signifikan < 0,05, linearitas dipenuhi.
- Jika signifikan < 0,05, variansi setiap sampel tidak sama (tidak homogen).


88


a.Uji Hipotesis
2)Uji Korelasional
a)Contoh Uji Hubungan dengan Regresi Linear
Langkah-langkah melakukan uji hubungan dengan regresi linear
menggunakan program komputer SPSS versi 16.00 sebagai berikut :
(1) analyze
(2) regression
(3) linear
(a) variabel Y dimasukkan ke kotak "dependent"
(b) variabel X dimasukkan ke kotak "independents"
(c) klik "statistics" kemudian klik "estimates", "model fit", dan
(4)klik "continue".
(5) klik "OK"
Rumusan hipotesis:
HO : tidak terdapat hubungan antara variabel X dan variabel Y.
H1 : terdapat hubungan antara variabel X dan variabel Y.
Kaidah penetapan:
- Jika signifikan > 0,05, HO diterima.
- Jika signifikan < 0,05, HO ditolak.




89


b) Contoh Uji Perbedaan/Pengaruh dengan ANOVA
Langkah-langkah melakukan uji perbedaan/pengaruh dengan ANOVA
menggunakan program komputer SPSS versi 16.00 sebagai berikut :
(1) analyze
(2) compare means
(3) one-way ANOVA
(a) variabel Y (pada eksperimen dan kontrol) dimasukkan ke dalam "dependent
list"
(b) variabel metode dimasukkan ke dalam "factor"
(c) Klik "options" kemudian klik "homogenity of variance test".
(4) Klik "continue"
(5)Klik "OK"
Rumusan hipotesis:
HO: tidak terdapat perbedaan/pengaruh antara variabel X dan variabel Y.
H1: terdapat perbedaan/pengaruh antara variabel X dan variabel Y.
Kaidah penetapan:
- Jika signifikan > 0,05, HO diterima.
- Jika signif kan < 0,05, HO ditolak.
c)Contoh Uji Hubungan dengan Korelasi
Langkah-langkah melakukan uji hubungan dengan korelasi menggunakan
program komputer SPSS versi 16.00 sebagai berikut :
(1) analyze
(2) correlate
90


(3) bivariate
(a) variabel X dan Y dimasukkan ke dalam kotak "variables"
(b) klik "pearson" "two-tailed"
(c) klik "options" kemudian klik "means and standard deviations"
(4)klik "continue"
(5)klik "OK"
Rumusan hipotesis:
HO : tidak terdapat hubungan antara variabel X dan variabel Y.
H1 : terdapat hubungan antara variabel X dan variabel Y.
Kaidah penetapan:
- Jika signifikan > 0.05, HO diterima.
- Jika signifikan < 0.05, HO ditolak.
2).Uji Perbedaan
a) Contoh Uji Perbedaan dengan T-Test
Langkah-langkah melakukan uji perbedaan dengan t-test menggunakan
program komputer SPSS versi 16.00 sebagai berikut :
(1) analyze
(2) compare means
(3) independent-sample t-test
(a) variabel Y dimasukkan ke kotak "test variables"
(b) variabel metode dimasukkan ke kotak "grouping variable"
(c) klik "define groups" kemudian ketik 1 pada group 1 dan ketik 2 pada
group 2. Klik "continue"
91


(4) klik "OK"
Rumusan hipotesis:
HO : tidak terdapat perbedaan antara variabel X dan variabel Y.
H1 : terdapat perbedaan antara variabel X dan variabel Y .
Kaidah penetapan:
- Jika signifikan > 0,05, HO diterima.
- Jika signifikan < 0,05, HO ditolak.
c. Uji Kesesuaian antara Butir Soal dan Kisi-kisinya (Uji Konstruk dengan
Analisis Faktor)
1) Analisis Faktor Eksploratori
Untuk menguji validitas kesesuaian antara butir soal dan kisi-kisi
konstruknya digunakan analisis faktor. Konsep validitas berhubungan dengan:
a) ketepatan, b) kebermaknaan, dan c) kegunaan suatu skor tes (Gable,1986:71).
Adapun manfaat analisis faktor adalah: a) memberitahu kita tes-tes dan
ukuran-ukuran yang saling dapat serasi atau sama tujuannya dan sejauhmana
kesamaannya, b) membantu menemukan dan mengidentifikasi kebutuhan-
kebutuhan atau sifat-sifat fundamental yang melandasi tes dan pengukuran
(Kerlinger, 1993: 1000).
Cara pengoperasional dalarn program SPSS adalah seperti berikut :
a)Pilih menu STATISTIC atau ANALYZE
b)DATA REDUCTION
c)FACTOR
92


d)Pada boks dialog variabel yang akan dianalisis dimasukkan ke kotak
VARIABLES. Klik pada kotak DESCRIPTIVE (misal: klik "initial solution" pada
kolom statistics dan "KMO and Bartlett's test of sphericity" pada kolom
correlation matrix, EXTRACTION, ROTATION, SCORES, atau OPTION. Hasil
print out-nya terdiri dari beberapa tabel dan sebuah grafik "scree plot".



93
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Deskripsi Hasil Penelitian
1.Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Format Control Group
Pre-Test Post-Test Design. Pelaksanaan penelitian dimulai dari hari Selasa,
tanggal 22 November 2011 sampai dengan hari Sabtu, tanggal 5 Mei 2012.
Tabel 4 menunjukkan jadwal pelaksanaan uji validasi soal di kelas XI IPA2
dan pembelajaran Fisika selama penelitian di kelas XI IPA6 dan XI IPA1
SMA N 8 Yogyakarta.
Tabel 4 Jadwal Pelaksanaan Uji Validasi Soal di Kelas XI IPA2 dan
Pembelajaran Fisika di Kelas XI IPA1 dan XI IPA6
Kelas Pert.
ke-
Hari/Tanggal Pukul Tindakan
XI IPA2 1 Selasa,
22 November 2011
08.45 10.30 Uji validasi soal
XI IPA6 1 Rabu,
23 November 2011
08.45 10.30 Tes penguasaan
materi awal
2 Rabu,
22 Februari 2012
08.45 10.30 Pembelajaran PAIKEM
dengan metode
eksperimen
3 Rabu,
7 Maret 2012
08.45 10.30 Tes penguasaan
materi ahir pada ranah
kognitif
4 Rabu,
11 April 2012
08.45 10.30 Tes penguasaan
materi ahir pada ranah
psikomotorik
XI IPA1 1 Selasa,
22 November 2011
10.30 12.00 Tes penguasaan
materi awal
2 Sabtu,
20 April 2012
08.00 09.30 Pembelajaran PAIKEM
dengan metode
demonstrasi
3 Sabtu,
28 April 2012
08.00 09.30 Tes penguasaan
materi ahir pada ranah
psikomotorik
4 Sabtu,
5 Mei 2012
08.00 09.30 Tes penguasaan
materi ahir pada ranah
kognitif
94

Adapun pembahasan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada
masing-masing tahap sebagai berikut :
a.Uji Validasi Soal
Hasil observasi awal pada pembelajaran Fisika siswa kelas XI IPA1, XI
IPA2, dan XI IPA6 yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa secara
umum metode pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru Fisika di SMA
Negeri 8 Yogyakarta adalah ceramah. Masih jarang guru Fisika yang
menerapkan metode mengajar eksperimen dan demonstrasi.
Tes validasi soal di kelas XI IPA2 dilaksanakan selama 1 jam 45 menit.
Tes ini diikuti oleh 29 siswa dengan hasil 3 siswa (10 %) tuntas dan 27 siswa
(90 %) belum tuntas. Data lengkap dalam lampiran 1.
Situasi dan kondisi selama tes berlangsung aman, tenang, dan siswa fokus
mengerjakan butir-butir tes. Masing-masing tes validasi soal terdiri dari 60
butir pilihan ganda yang kemudian dianalisis menggunakan program Iteman.
Analisis menggunakan Iteman terhadap 60 butir soal dapat diuraikan
sebagai berikut : tingkat kesukaran butir menunjukkan 40 soal (66,67 %)
tergolong mudah, 6 soal (10 %) sedang, dan 14 soal (23,33 %) sukar, daya
beda menunjukkan 13 soal (21,67 %) sangat baik, 6 soal (10 %) baik, 9 soal
(15 %) cukup baik, 1 soal (1,67 %) jelek, 1 soal (1,67 %) diperbaiki, dan 30
soal (50 %) dibuang, indeks kepekaan menunjukkan pembelajaran di 37 butir
soal (61,67 %) berhasil dan 23 butir soal (38,33 %) belum berhasil, kualitas
pengecoh 15,099 menandakan berfungsi baik, reliabilitas = 0.697, dan standar
95

kesalahan pengukuran = 2.139. Untuk lebih jelas data tersebut tabel ringkasan
di bawah ini ! Adapun data lengkap terdapat dalam lampiran 35.
Tabel 5 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program Komputer
Iteman pada Uji Validasi Soal di Kelas XI IPA2
Kelas XI IPA2
Kriteria Nilai
Tingkat Kesukaran Butir Mudah 66.67 %
Sedang 10 %
Sukar 23.33 %
Daya Beda Sangat Baik 21.67 %
Baik 10 %
Cukup Baik 15 %
Jelek 1.67 %
Diperbaiki 1.67 %
Dibuang 50 %
Indeks Kepekaan Berhasil 61,67 %
Belum Berhasil 38,33 %
Kualitas Pengecoh Berfungsi Baik 15.099
Reliabilitas 0.697
Standar Kesalahan Pengukuran 2.139
Berdasarkan hasil tersebut diambil 13 soal sangat baik untuk diberikan
pada saat pembelajaran dan dijadikan soal tes penguasaan materi ahir ranah
kognitif. Butir soal yang baik tidak digunakan mengingat jumlah soal tes
penguasaan materi awal tergolong banyak dan 13 soal dirasa cukup untuk
dijadikan sebagai tes penguasaan materi ahir ranah kognitif siswa.

96

Adapun presensi uji validasi soal dalam lampiran 7, soal uji validasi
dalam lampiran 20, kunci jawaban dalam lampiran 22, lembar jawaban dalam
lampiran 23, contoh hasil pekerjaan siswa dalam lampiran 24, nilai uji
validasi soal dalam lampiran 1, dan hasil analisis dalam lampiran 35 dan 43.
b.Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA6
Tes penguasaan materi awal pada ranah kognitif di kelas XI IPA6
berlangsung selama 1 jam 45 menit di ruang kelas XI IPA6. Tes penguasaan
materi awal pada ranah kognitif di kelas XI IPA6 diikuti oleh 30 siswa
dengan hasil 23 siswa (76,67 %) tuntas dan 7 siswa (23,33 %) belum tuntas.
Sedangkan nilai tes penguasaan materi awal pada ranah psikomotorik
diambilkan dari nilai raport semester gasal. Kriteria ketuntasan minimum
yang diijinkan pada semua ranah yaitu 75, artinya nilai tuntas apabila berada
pada daerah 75 dan nilai belum tuntas apabila berada pada daerah < 75.
Nilai penguasaan materi awal ranah psikomotorik siswa menghasilkan
100 % tuntas. Nilai tersebut kemungkinan besar telah dikatrol oleh guru
Fisika.
Di bawah ini disajikan tabel ringkas tes penguasaan materi awal di
kelas XI IPA6 dari data lengkap dalam lampiran 2.
Tabel 6 Ringkasan Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA6
KE1
Kelas XI IPA6
Metode Eksperimen
Ranah Kognitif Psikomotorik
Tuntas 76,67 % 100 %
97

Nilai tes penguasaan materi awal ranah kognitif di kelas XI IPA6
diharapkan cocok dengan nilai kognitif pada raport walaupun nilai raport
telah dikatrol oleh guru Fisika. Demikian halnya, nilai tes penguasaan ranah
kognitif dan psikomotorik di kelas XI IPA6 diharapkan cocok dengan kondisi
kemampuan siswa kelas XI IPA6 selama pembelajaran berlangsung baik itu
di kelas maupun selama praktikum di laboratorium. Sehingga, dapat
dikatakan siswa kelas XI IPA6 telah menyerap konsep dengan benar. Nilai
tersebut seyogyanya dapat menjadi acuan penilaian selanjutnya sehingga
terdapat kesebandingan antara penilaian pada tes penguasaan materi ranah
kognitif dan psikomotorik awal siswa di kelas XI IPA6 dan tes penguasaan
materi ranah kognitif dan psikomotorik ahir siswa di kelas XI IPA6. Pada
kenyataannya nilai nilai yang diperoleh siswa kelas XI IPA6 selama
penelitian tidak disertakan dalam perhitungan untuk menentukan nilai ahir di
raport sebagai laporan hasil belajar siswa kelas XI IPA6 selama satu
semester.
Tes penguasaan materi awal pada ranah kognitif berupa 60 butir soal
pilihan ganda. Jenis soal sama dengan soal pada uji validasi soal.
Hasil tes penguasaan materi awal ranah kognitif siswa dianalisis
menggunakan program komputer Iteman. Hasil tes penguasaan materi awal
ranah kognitif dan psikomotorik siswa dianalisis menggunakan program
komputer SPSS versi 16.00. Analisis menggunakan program komputer SPSS
versi 16.00 dibedakan berdasarkan metode mengajar yang digunakan yaitu
metode eksperimen dan demonstrasi.
98

Analisis menggunakan Iteman terhadap 60 butir soal dapat diuraikan
sebagai berikut : tingkat kesukaran butir menunjukkan 45 soal (75 %) mudah,
10 soal (16,67 %) sedang dan 5 soal (8,33 %) sukar, daya beda menunjukkan
18 soal (30 %) sangat baik, 9 soal (15 %) baik, 6 soal (10 %) cukup baik,
6 soal (10 %) jelek, dan 21 soal (35 %) dibuang, indeks kepekaan
menunjukkan pembelajaran di 43 butir soal (71,67 %) berhasil dan 17 butir
soal (28,33 %) belum berhasil.
Adapun data lengkap terdapat dalam lampiran 36. Untuk lebih jelasnya
perhatikanlah tabel ringkasan di bawah ini !
Tabel 7 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program Komputer
Iteman pada Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif di Kelas
XI IPA6
Kelas XI IPA6
Kriteria Nilai
Tingkat Kesukaran Butir Mudah 75 %
Sedang 16.67 %
Sukar 8.33 %
Daya Beda Sangat Baik 30 %
Baik 15 %
Cukup Baik 10 %
Jelek 10 %
Dibuang 35 %
Indeks Kepekaan Berhasil 71.67 %
Belum Berhasil 28.33 %
Adapun presensi tes penguasaan materi awal kelas XI IPA6 dalam
lampiran 8, soal tes penguasaan materi awal dalam lampiran 21, kunci
99

jawaban dalam lampiran 22, lembar jawaban dalam lampiran 23, contoh hasil
pekerjaan siswa dalam lampiran 25, nilai tes penguasaan materi awal dalam
lampiran 2, dan hasil analisis butir soal dalam lampiran 36, 41, 44, 48, dan
49.
2) Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA1
Tes penguasaan materi awal pada ranah kognitif di kelas XI IPA1
dilaksanakan dalam waktu 1 jam 30 menit di ruang kelas XI IPA1. Namun,
pada kenyataannya siswa menghabiskan waktu yang sama karena kelas XI
IPA6 mempunyai sisa waktu 15 menit dalam menyelesaikan 60 soal pilihan
ganda yang tersedia.
Sedangkan nilai tes penguasaan materi awal pada ranah psikomotorik
diambilkan dari nilai raport semester gasal. Kriteria ketuntasan minimum
yang diijinkan pada semua ranah yaitu 75, artinya nilai tuntas apabila berada
pada daerah 75 dan nilai belum tuntas apabila berada pada daerah < 75.
Tes penguasaan materi awal pada ranah kognitif di kelas XI IPA1 diikuti
oleh 29 siswa dengan 24 siswa (80 %) tuntas dan 6 siswa (20 %) belum
tuntas. Sedangkan tes penguasaan materi awal siswa pada ranah psikomotorik
menunjukkan bahwa ke tiga puluh siswa tuntas (100 %). Nilai tersebut
kemungkinan besar telah dikatrol oleh guru Fisika.
Di bawah ini disajikan tabel ringkas tes penguasaan materi awal ranah
kognitif di kelas XI IPA1 dari data lengkap dalam lampiran 5.


100

Tabel 8 Ringkasan Tes Penguasaan Materi Awal
KE2
Kelas XI IPA1
Metode Demonstrasi
Ranah Kognitif Psikomotorik
Tuntas 80 % 100 %
Belum Tuntas 20 % 0 %
Nilai tes penguasaan materi awal ranah kognitif siswa di kelas XI IPA1
diharapkan cocok dengan nilai kognitif pada raport walaupun nilai raport telah
dikatrol oleh guru Fisika. Demikian halnya, nilai tes penguasaan ranah kognitif
dan psikomotorik di kelas XI IPA1 diharapkan cocok dengan kondisi
kemampuan siswa selama pembelajaran melalui PAIKEM dengan metode
demonstrasi berlangsung di kelas XI IPA1 maupun selama kegiatan tes
penguasaan materi ahir ranah psikomotorik yang menyelenggarakan kegiatan
praktikum di laboratorium. Sehingga, dapat dikatakan siswa kelas XI IPA1
telah menyerap konsep dengan benar. Nilai tersebut seyogyanya dapat menjadi
acuan penilaian selanjutnya sehingga terdapat kesebandingan antara penilaian
pada tes penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik awal siswa kelas
XI IPA1 dan tes penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik ahir siswa
kelas XI IPA1. Pada kenyataannya nilai nilai yang diperoleh siswa kelas XI
IPA1 selama penelitian tidak disertakan dalam perhitungan untuk menentukan
nilai ahir di raport sebagai laporan hasil belajar siswa selama satu semester.
101

Tes penguasaan materi awal ranah kognitif siswa berupa 60 butir soal
pilihan ganda dengan jenis soal sama dengan soal pada uji validasi soal.
Hasil tes penguasaan materi awal ranah kognitif siswa dianalisis menggunakan
program komputer Iteman dan SPSS versi 16.00. Selain itu, program komputer
SPSS versi 16.00 juga digunakan untuk menganalisis hasil tes penguasaan
materi awal ranah psikomotorik siswa. Analisis menggunakan program
komputer SPSS versi 16.00 berdasarkan perbedaan metode mengajar yang
digunakan yaitu metode eksperimen dan demonstrasi.
Analisis menggunakan Iteman terhadap 60 butir soal dapat diuraikan
sebagai berikut : tingkat kesukaran butir menunjukkan 48 soal (80 %) mudah, 5
soal (8,33 %) sedang, dan 7 soal (11,67 %) sukar, daya beda menunjukkan 10
soal (16,67 %) sangat baik, 6 soal (10 %) baik, 3 soal (5 %) cukup baik, 4 soal
(6,67 %) jelek, dan 37 soal (61,67 %) dibuang, indeks kepekaan menunjukkan
pembelajaran di 45 butir soal (75 %) berhasil dan 15 butir soal (25 %) belum
berhasil.
Adapun data lengkap terdapat dalam lampiran 37. Untuk lebih jelasnya
perhatikanlah tabel ringkasan di bawah ini !

102

Tabel 9 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program Komputer
Iteman pada Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif di Kelas
XI IPA1
Kelas XI IPA1
Kriteria Nilai
Tingkat Kesukaran Butir Mudah 80 %
Sedang 8.33 %
Sukar 11.67 %
Daya Beda Sangat Baik 16.67 %
Baik 10 %
Cukup Baik 5 %
Jelek 6.67 %
Dibuang 61.67 %
Indeks Kepekaan Berhasil 75 %
Belum Berhasil 25 %
Adapun presensi tes penguasaan materi awal kelas XI IPA1 dalam lampiran
11, soal tes penguasaan materi awal dalam lampiran 21, kunci jawaban dalam
lampiran 22, lembar jawaban dalam lampiran 23, contoh hasil pekerjaan siswa
dalam lampiran 25, nilai tes penguasaan materi awal dalam lampiran 2, dan
hasil analisis butir soal dalam lampiran 37, 45, 48, dan 49.
c. Pembelajaran PAIKEM
Pembelajaran PAIKEM dapat dijabarkan dalam dua perlakuan yaitu :
1) Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen
Pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen diterapkan di kelas XI
IPA6 dan menghabiskan waktu 1 jam 45 menit. Pembelajaran ini dilaksanakan
di laboratorium Fisika.
103

Kegiatannya meliputi percobaan pada materi pokok Usaha dan Energi sub
bab teorema usaha-energi kinetik. Kegiatan praktikum ini menggunakan
peralatan yang sudah tersedia di laboratorium dan dipandu oleh LKS yang
telah disediakan oleh peneliti.
Siswa melaksanakan praktikum secara berkelompok. Satu kelompok terdiri
dari 4-5 siswa. Kegiatan utama berupa pengambilan data dan menyusun
laporan percobaan.
Kegiatan ini di monitoring oleh empat observer yaitu Bakti sukmoko
aji,S.Pd (guru Fisika), Izzi izzati (Mhs.Malaysia), Qodriyatul asifah (UNY) dan
Onne cevestania pratiwi (UNY). Terdapat ranah penting yang dinilai yaitu
ranah psikomotorik mereka selama melakukan percobaan.
Kegiatan ini berlangsung dengan menyenangkan karena praktikum
dilaksanakan di dalam dan luar laboratorium sehingga siswa bebas memilih
tempat yang cocok dan menjadikan siswa lebih dekat dengan alam sekitar
(lingkungan). Siswa aktif bertanya dan menyampaikan pendapat dalam
pelaksanaan maupun analisis data. Siswa juga terdorong berfikir, bertindak
kreatif dan inovatif dalam melakukan percobaan. Hal tersebut ditandai dengan
semangat mereka dalam memvariasi massa bola dan tinggi lintasan melebihi
jumlah yang ditentukan serta argumen mereka dalam mengungkapkan konsep
yang sesuai dengan percobaan.
Namun, kegiatan ini banyak menyita waktu dan tenaga. Akibat ini terasa
ketika siswa mengeluh capek dan tidak mempunyai kesempatan untuk
mempresentasikan hasil masing-masing di depan kelas.
104

Pembelajaran diikuti oleh 28 siswa dengan hasil observasi menunjukkan
pada ranah psikomotor 28 siswa (93,33 %) tuntas dan 2 siswa (6,67 %)
belum tuntas. Di bawah ini disajikan tabel ringkasan dari data lengkap dalam
lampiran 3.
Tabel 10 Ringkasan Hasil Pembelajaran Fisika melalui PAIKEM dengan
Metode Eksperimen
KE1
Kelas XI IPA6
Ranah Psikomotorik
Tuntas 93,33 %
Belum Tuntas 6,67 %
Adapun presensi pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen
dalam lampiran 9, silabus dalam lampiran 29, RPP dalam lampiran 30, LKS
dalam lampiran 14, contoh laporan percobaan dalam lampiran 16, nilai
pembelajaran PAIKEM di XI IPA6 dalam lampiran 3, Lembar Observasi
Kegiatan Murid (LOKM) ranah psikomotorik dalam lampiran 17, dan analisis
data dalam lampiran 38.
2) Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Demonstrasi
Pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi diterapkan di kelas
XI IPA1 dalam jangka waktu 1 jam 30 menit. Pembelajaran ini dilaksanakan
di kelas oleh guru mata pelajaran Fisika (Bakti Sukmoko Aji,S.Pd).
Pembelajaran berlangsung dengan aman, tenang, dan mendorong siswa
untuk aktif, inovatif, kreatif dalam menemukan konsep. Pada kesempatan itu,
105

guru menyajikan kegiatan demonstrasi teorema usaha-energi kinetik yang
menampilkan sebuah fenomena konkret tetapi melibatkan besaran-besaran
Fisika yang sangat kompleks.
Siswa cenderung gemar bertanya selain mencari jawabannya sendiri di
buku paket. Kegiatan juga berlangsung menyenangkan dan efektif karena
tempat duduk siswa yang dibuat membentuk huruf U sehingga siswa lebih
mudah berkonsentrasi dalam memperhatikan konsep yang diberikan guru dan
guru pun lebih mudah mengawasi kegiatan siswa. Kegiatan demonstrasi lebih
banyak menyita waktu sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk
menjelaskan konsep berikutnya.
Adapun presensi pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi di
kelas XI IPA1 dalam lampiran 12, silabus dalam lampiran 26, RPP dalam
lampiran 31, dan contoh laporan percobaan dalam lampiran 16.
d.Tes Penguasaan Materi Ahir
Tes penguasaan materi ahir meliputi tes penguasaan materi ahir ranah
kognitif dan psikomotorik. Tes penguasaan materi ahir ranah kognitif terdiri
dari 13 butir soal yang sudah divalidasi.
Rincian kegiatan secara menyeluruh dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA6
Tes penguasaan materi ahir pada ranah kognitif diikuti oleh 29 siswa,
berlangsung di ruang kelas XI IPA6 selama 1 jam 45 menit dengan baik,
aman, dan tenang. Siswa tampak percaya diri dan fokus pada pekerjaan
masing-masing. Hasilnya yaitu 22 siswa (73,33 %) tuntas dan 8 siswa
106

(26,67 %) belum tuntas.
Tes penguasaan materi ahir pada ranah psikomotorik diikuti oleh 27
siswa. Kegiatan ini berlangsung selama jangka waktu 1 jam 45 menit di
laboratorium Fisika. Kegiatan ini melibatkan tiga observer yaitu Bakti
sukmoko aji,S.Pd (guru Fisika), Qodriyatul asifah (UNY), dan Onne
cevestania pratiwi (UNY).
Kegiatan yang berupa praktikum teorema usaha-energi kinetik ini
meliputi pengambilan data dan menyusun laporan hasil percobaan serta
menggunakan LKS yang disediakan peneliti. Kegiatan berlangsung dengan
aman, tenang, dan menunjukkan kemajuan belajar, keaktifan, kekreatifan
maupun inovasi siswa. Hasil observasi menunjukkan pada ranah
psikomotorik 14 siswa (46,67 %) tuntas dan 16 siswa (53,33 %) belum tuntas.
Untuk lebih jelasnya di bawah ini disajikan tabel ringkasan dari data
lengkap dalam lampiran 4.
Tabel 11 Ringkasan Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA6
KE1
Kelas XI IPA6
Ranah Kognitif Psikomotorik
Tuntas 73,33 % 46,67 %
Belum Tuntas 26,67 % 53,33 %
Nilai tes penguasaan materi ahir ranah kognitif siswa di kelas XI IPA6
diharapkan cocok dengan nilai kognitif pada raport walaupun nilai raport
telah dikatrol oleh guru Fisika. Demikian halnya, nilai tes penguasaan materi
107

ahir ranah kognitif dan psikomotorik di kelas XI IPA6 diharapkan cocok
dengan kondisi kemampuan siswa selama pembelajaran melalui PAIKEM
dengan metode eksperimen yang berlangsung di laboratorium maupun selama
kegiatan tes penguasaan materi ahir ranah psikomotorik yang
menyelenggarakan kegiatan praktikum di laboratorium. Sehingga, dapat
dikatakan siswa kelas XI IPA6 telah menyerap konsep dengan benar. Nilai
tersebut seyogyanya dapat menjadi acuan penilaian selanjutnya. Mengingat
penguasaan materi ahir sangat erat kaitannya dengan penguasaan materi awal,
maka acuan penilaian tersebut diharapkan dapat menggambarkan
kesebandingan antara penilaian pada tes penguasaan materi ranah kognitif
dan psikomotorik awal siswa kelas XI IPA6 dan tes penguasaan materi ranah
kognitif dan psikomotorik ahir siswa kelas XI IPA6. Pada kenyataannya nilai
nilai yang diperoleh siswa kelas XI IPA6 selama penelitian tidak disertakan
dalam perhitungan untuk menentukan nilai ahir di raport sebagai laporan hasil
belajar siswa selama satu semester.
Hasil tes penguasaan materi ahir pada ranah kognitif siswa dianalisis
menggunakan program komputer Iteman dan SPSS versi 16.00. Program
komputer versi 16.00 juga digunakan dalam analisis hasil tes penguasaan
materi ahir ranah psikomotorik siswa. Analisis menggunakan program
komputer SPSS versi 16.00 berdasarkan perbedaan metode mengajar yang
digunakan yaitu metode eksperimen dan demonstrasi.
Analisis menggunakan program komputer Iteman terhadap 13 butir soal
dapat diuraikan sebagai berikut : tingkat kesukaran butir menunjukkan 10
108

soal (76,923076923076 %) mudah, 2 soal (15,384615384615 %) sedang, dan
1 soal (7,692307692307 %) sukar, daya beda menunjukkan 6 soal
(46,153846153846 %) sangat baik, 2 soal (15,384615384615 %) baik, 3
soal (23,076923076923 %) cukup baik, dan 2 soal (15,384615384615 %)
dibuang, indeks kepekaan menunjukkan pembelajaran di 9 butir soal
(69,230769230769 %) berhasil dan 4 butir soal (30,769230769230 %) belum
berhasil.
Adapun data lengkap terdapat dalam lampiran 38. Untuk lebih jelasnya
perhatikanlah tabel ringkasan di bawah ini !
Tabel 12 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program Komputer
Iteman pada Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif Siswa di
Kelas XI IPA6
Kelas XI IPA6
Kriteria Nilai
Tingkat Kesukaran Butir Mudah 76,923076923076 %
Sedang 15,384615384615 %
Sukar 7,692307692307 %
Daya Beda Sangat Baik 46,153846153846 %
Baik 15,384615384615 %
Cukup Baik 23,076923076923 %
Dibuang 15,384615384615 %
Indeks Kepekaan Berhasil 69,230769230769 %
Belum Berhasil 30,769230769230 %
109

Adapun presensi tes penguasaan materi ahir di kelas XI IPA6 dalam
lampiran 4, LKS dalam lampiran 15, contoh laporan hasil percobaan dalam
lampiran 16, soal tes penguasaan materi ahir ranah kognitif dalam lampiran
26, kunci jawaban dalam lampiran 27, contoh jawaban siswa pada tes
penguasaan materi ahir ranah kognitif dalam laporan 28, lembar observasi
kegiatan murid ranah psikomotorik dalam lampiran 17, nilai tes penguasaan
materi ahir di kelas XI IPA6 dalam lampiran 4, dan analisis data dalam
lampiran 39, 41, 46, 48, dan 49.
2)Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA1
Tes penguasaan materi ahir pada ranah kognitif di kelas XI IPA1 diikuti
oleh 30 siswa dan berlangsung di ruang kelas XI IPA1 selama 1 jam 30 menit
dengan baik, aman dan tenang. Siswa tampak percaya diri dan fokus pada
pekerjaan masing-masing. Hasilnya berupa 29 siswa (96,67 %) tuntas dan 1
siswa (3,33 %) belum tuntas.
Tes penguasaan materi ahir pada ranah psikomotorik diikuti oleh 19 siswa
dan berlangsung selama jangka waktu 1 jam 30 menit di laboratorium Fisika.
Kegiatan ini melibatkan tiga observer yaitu Bakti sukmoko aji,S.Pd (guru
Fisika), Qodriyatul asifah (UNY), dan Onne cevestania pratiwi (UNY).
Selama kegiatan siswa menggunakan LKS yang disediakan peneliti.
Kegiatan yang berupa praktikum teorema usaha energi kinetik ini
meliputi pengambilan data, dan menyusun laporan hasil percobaan. Kegiatan
berlangsung dengan aman, tenang, dan menunjukkan kemajuan belajar,
keaktifan, kekreatifan maupun inovasi siswa.
110

Hasilnya berupa : pada ranah psikomotorik 19 siswa (63,33 %) tuntas
dan 11 siswa (36,67 % ) belum tuntas. Untuk lebih jelasnya di bawah ini
disajikan tabel ringkasan dari data lengkap dalam lampiran 6.
Tabel 13 Ringkasan Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA1
KE2
Kelas XI IPA1
Ranah Kognitif Psikomotorik
Tuntas 96,67 % 63,33 %
Belum Tuntas 3,33 % 36,67 %
Nilai tes penguasaan materi ahir ranah kognitif siswa di kelas XI IPA1
diharapkan cocok dengan nilai kognitif pada raport walaupun nilai raport
telah dikatrol oleh guru Fisika. Demikian halnya, nilai tes penguasaan materi
ahir ranah kognitif dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA1 diharapkan
cocok dengan kondisi kemampuan siswa selama pembelajaran melalui
PAIKEM dengan metode eksperimen yang berlangsung di laboratorium
maupun selama kegiatan tes penguasaan materi ahir ranah psikomotorik yang
menyelenggarakan kegiatan praktikum di laboratorium. Sehingga, dapat
dikatakan siswa kelas XI IPA1 telah menyerap konsep dengan benar. Nilai
tersebut seyogyanya dapat menjadi acuan penilaian selanjutnya. Mengingat
penguasaan materi ahir sangat erat kaitannya dengan penguasaan materi awal,
maka acuan penilaian tersebut diharapkan dapat menggambarkan
kesebandingan antara penilaian pada tes penguasaan materi ranah kognitif
dan psikomotorik awal siswa kelas XI IPA1 dan tes penguasaan materi
111

ahir ranah kognitif dan psikomotorik siswa kelas XI IPA1. Pada
kenyataannya nilai nilai yang diperoleh siswa kelas XI IPA1 selama
penelitian tidak disertakan dalam perhitungan untuk menentukan nilai ahir di
raport sebagai laporan hasil belajar siswa selama satu semester.
Hasil tes penguasaan materi ahir ranah kognitif siswa dianalisis
menggunakan program komputer Iteman dan program komputer SPSS versi
16.00. Selain itu, hasil tes penguasaan materi ahir ranah psikomotorik siswa
dianalisis menggunakan program komputer SPSS versi 16.00. Analisis
menggunakan program komputer SPSS versi 16.00 dibedakan berdasarkan
metode mengajar yang digunakan yaitu metode eksperimen dan demonstrasi.
Analisis menggunakan program komputer Iteman terhadap 13 butir soal
dapat diuraikan sebagai berikut : tingkat kesukaran butir menunjukkan 12
soal (92,307692307692 %) mudah dan 1 soal (7,69230769230 %) sedang,
daya beda menunjukkan 3 soal (23,076923076923 %) sangat baik, 2 soal
(15,384615384615 %) cukup baik, 2 soal (15,384615384615 %) jelek, dan 6
soal (46,153846153846 %) dibuang, indeks kepekaan menunjukkan
pembelajaran di 12 butir soal (92,307692307692 %) berhasil dan 1 butir soal
(7,69230769230 %) belum berhasil.
Adapun data lengkap terdapat dalam lampiran 38. Untuk lebih jelasnya
perhatikanlah tabel ringkasan di bawah ini !

112

Tabel 14 Ringkasan Analisis Butir Soal Menggunakan Program Komputer
Iteman pada Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif di Kelas
XI IPA1
Kelas XI IPA1
Kriteria Nilai
Tingkat Kesukaran Butir Mudah 92,307692307692 %
Sedang 7,69230769230 %
Daya Beda Sangat Baik 23,076923076923 %
Cukup Baik 15,384615384615 %
Jelek 15,384615384615 %
Dibuang 46,153846153846 %
Indeks Kepekaan Berhasil 92,307692307692 %
Belum Berhasil 7,69230769230 %
Adapun presensi tes penguasaan materi ahir di kelas XI IPA1 dalam
lampiran 6, LKS dalam lampiran 15, contoh laporan hasil percobaan dalam
lampiran 16, soal tes penguasaan materi ahir ranah kognitif dalam lampiran
26, kunci jawaban dalam lampiran 27, contoh jawaban siswa pada tes
penguasaan materi ahir ranah kognitif dalam laporan 28, lembar observasi
kegiatan murid ranah psikomotor dalam lampiran 17, nilai tes penguasaan
materi ahir di kelas XI IPA1 dalam lampiran 6, dan analisis data dalam
lampiran 36, 47, 48, dan 49.
Analisis menggunakan program komputer SPSS versi 16.00 didahului oleh
uji persyaratan analisis meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji
113

linearitas yang mana uji homogenitas harus didahului oleh uji normalitas.
Selanjutnya melakukan uji hipotesis yang terdiri atas uji korelasional dan uji
perbedaan. Uji korelasional yang dipakai meliputi uji regresi linear, korelasi,
dan anova. Pada uji perbedaan, kami menggunakan uji t-test. Pada uji
korelasional dengan regresi linear melibatkan dua variabel dependen yaitu
penguasaan materi dan metode. Kegunaan uji korelasional dengan ANOVA
yaitu mengendalikan 1 atau lebih variabel independen, mengamati efek pada
variabel dependen, dan perencanaan eksperimen berupa perencanaan dengan
menggunakan uji hipotesis. Terakhir, melakukan uji kesesuaian antara butir
soal dan kisi-kisinya (uji konstruk dengan analisis faktor) dengan analisis
faktor eksploratori untuk mendapatkan nilai KMO and barletts test serta
jumlah faktor. Tujuan analisis faktor adalah untuk melakukan data summarization
untuk variabel-variabel yang dianalisis, yakni mengidentifikasi adanya hubungan
antar variabel, dan data reduction, yakni setelah melakukan korelasi, dilakukan
proses membuat sebuah variabel set baru yang dinamakan faktor.
Adapun hasil analisis menggunakan program komputer SPSS versi 16.00 pada
tes dan nontes dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Analisis Hasil Tes Ranah Kognitif Siswa pada Pembelajaran PAIKEM
dengan Metode Eksperimen di Kelas XI IPA 6 dan Metode Demonstrasi
di Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer SPSS Versi 16.00
1)Uji Persyaratan Analisis
a)Uji Normalitas
H0 : sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.
H1 : sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal.
114

Berikut adalah tabel ringkasan dari data lengkap dalam lampiran 35.
Tabel 15 Uji Normalitas
Tests of Normality
Kolmogorov-
Smirnov
a
Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Awal_Siswa .203 41 .000 .866 41 .000
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Ahir_Siswa .264 41 .000 .859 41 .000
a. Lilliefors Significance Correction
Keterangan :
(1)Kolmogorov-Smirnov
a
dan Shapiro-Wilk
(a)Sig. penguasaan materi ranah kognitif awal siswa = .000 (H1 diterima)
(b) Sig. penguasaan materi ranah kognitif ahir siswa = .000 (H1 diterima)
b. Analisis Hasil Tes Ranah Psikomotorik Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen di Kelas XI IPA 6 dan Metode Demonstrasi di Kelas
XI IPA1 Menggunakan Program Komputer SPSS Versi 16.00
1)Uji Persyaratan Analisis
a)Uji Normalitas
H0 : sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.
H1 : sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal.
Berikut adalah tabel ringkasan dari data lengkap dalam lampiran 35.
Tabel 16 Uji Normalitas
Tests of Normality
Kolmogorov-
Smirnov
a
Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Awal_Siswa .247 41 .000 .814 41 .000
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Ahir_Siswa .257 41 .000 .761 41 .000
a. Lilliefors Significance Correction
115

Keterangan :
(1) Kolmogorov-Smirnov
a
dan Shapiro-Wilk
(a)Sig. penguasaan materi ranah psikomotorik awal siswa = .000
(H1 diterima)
(b)Sig. penguasaan materi ranah psikomotorik ahir siswa = .000
(H1 diterima)
Karena hasil uji normalitas pada tes penguasaan materi ranah kognitif dan
psikomotorik siswa membuktikan bahwa sampel tidak berasal dari populasi
berdistribusi normal maka analisis tidak perlu dilanjutkan.
2.Data Tes dan Nontes
a. Data Tes dan Nontes Uji Validasi Soal
Uji validasi soal dilaksanakan di kelas XI IPA2. Uji validitas soal yang
dilaksanakan peneliti mencakup ranah kognitif saja. Ranah psikomotorik
masih susah untuk dilakukan sehingga diambilkan dari nilai raport.
Hasil uji validasi soal pada ranah kognitif dianalisis menggunakan
program komputer Iteman. Selain itu, data kasar yang berupa nilai siswa juga
dianalisis untuk mendapatkan rerata, nilai tertinggi, nilai terendah, dan
simpangan baku.
Rerata dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan
singkat tentang sekumpulan data mengenai sesuatu persoalan, apakah tentang
sampel atau pun populasi selain penyajian melalui daftar atau diagram, nilai
tertinggi dapat digunakan untuk menghasilkan nilai tertinggi pada sebuah field
khusus, nilai terendah dapat digunakan untuk menghasilkan nilai terendah pada
116

sebuah field yang telah ditentukan, dan simpangan baku dapat digunakan untuk
membandingkan antara data sampel satu dengan data sampel lain, dengan rata-rata
yang sama, menentukan valid atau tidak valid dari sekumpulan data (nilai).
Apabila nilai simpangan baku (
Dalam penelitian ini nilai simpangan baku
digunakan untuk menentukan valid atau tidak valid dari sekumpulan data
(nilai).
Untuk lebih jelasnya di bawah ini disajikan tabel ringkasan dari data
lengkap dalam lampiran 1.
Tabel 17 Data Tes dan Non Tes Uji Validitas
Ranah Rerata Simpangan Baku Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Kognitif 66.15172 6.485401 76.7 53.3
Psikomotorik 81 3.342344 91 77
b. Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal
Tes penguasaan materi awal pada ranah kognitif di laksanakan di kelas XI
IPA6 dan XI IPA1. Tes penguasaan materi awal pada ranah psikomotorik
diambil dari nilai raport semester ganjil.
Hasil tes penguasaan materi awal ranah kognitif dan psikomotorik akan
diuji menggunakan program komputer Iteman dan SPSS versi 16.00. Selain
itu, data kasar yang berupa nilai siswa juga dianalisis untuk mendapatkan
rerata, nilai tertinggi, nilai terendah, dan simpangan baku.
Rerata dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan
singkat tentang sekumpulan data mengenai sesuatu persoalan, apakah tentang
sampel atau pun populasi selain penyajian melalui daftar atau diagram, nilai
tertinggi dapat digunakan untuk menghasilkan nilai tertinggi pada sebuah field
117

khusus, nilai terendah dapat digunakan untuk menghasilkan nilai terendah pada
sebuah field yang telah ditentukan, dan simpangan baku dapat digunakan untuk
membandingkan antara data sampel satu dengan data sampel lain, dengan rata-rata
yang sama, menentukan valid atau tidak valid dari sekumpulan data(nilai).
Apabila nilai simpangan baku (
Dalam penelitian ini nilai simpangan baku digunakan untuk
menentukan valid atau tidak valid dari sekumpulan data (nilai).
Untuk lebih jelasnya di bawah ini disajikan tabel ringkasan data tes dan
nontes penguasaan materi awal di kelas XI IPA6 dari data lengkap dalam
lampiran 2.
Tabel 18 Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal di kelas XI IPA6
Ranah Rerata Simpangan Baku Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Kognitif 78.47083
6.612865
86.7 65
Psikomotorik 81
1.933683
86 79
Sedangkan data kasar tes dan nontes penguasaan materi awal di kelas XI
IPA1 secara lengkap tercantum dalam lampiran 5. Dari data kasar tersebut
kemudian dibuat ringkasan dan disajikan dalam bentuk tabel seperti di bawah
ini :
Tabel 19 Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal di kelas XI IPA1
Ranah Rerata Simpangan Baku Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Kognitif 79.79412
4.037708
83.3 68.3
Psikomotorik
79.94118 3.111884
91 76
c.Data Hasil Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen
Pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen dilaksanakan di
kelas XI IPA6 dan menghasilkan nilai-nilai pada ranah psikomotorik. Data-
118

data tersebut cukup dianalisis untuk mendapatkan rerata, nilai tertinggi, nilai
terendah, dan simpangan baku.
Rerata dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan
singkat tentang sekumpulan data mengenai sesuatu persoalan, apakah tentang
sampel atau pun populasi selain penyajian melalui daftar atau diagram, nilai
tertinggi dapat digunakan untuk menghasilkan nilai tertinggi pada sebuah field
khusus, nilai terendah dapat digunakan untuk menghasilkan nilai terendah pada
sebuah field yang telah ditentukan, dan simpangan baku dapat digunakan untuk
membandingkan antara data sampel satu dengan data sampel lain, dengan rata-rata
yang sama, menentukan valid atau tidak valid dari sekumpulan data (nilai).
Apabila nilai simpangan baku (
Dalam penelitian ini nilai simpangan baku
digunakan untuk menentukan valid atau tidak valid dari sekumpulan data
(nilai).
Untuk lebih jelasnya di bawah ini disajikan tabel ringkasan dari data
lengkap dalam lampiran 3.
Tabel 20 Data nontes hasil pembelajaran PAIKEM dengan metode
eksperimen
Ranah Rerata Simpangan Baku Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Psikomotorik 70.25
10.80761
80 75
d.Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir
Tes penguasaan materi ahir pada ranah kognitif di laksanakan di ruang
kelas masing-masing. Sedangkan nontes penguasaan materi ahir pada ranah
119

psikomotorik dilaksanakan di laboratorium Fisika. Kegiatan pengambilan
data ini menghasilkan data-data berupa nilai-nilai pada ranah psikomotorik.
Data nilai ranah kognitif dianalisis menggunakan program komputer
Iteman. Program komputer SPSS versi 16.00 digunakan untuk menganalisis
ranah kognitif dan psikomotorik. Analisis menggunakan program komputer
SPSS versi 16.00 dibedakan berdasarkan metode mengajar eksperimen dan
demonstrasi. Selain itu, data kasar yang berupa nilai siswa dianalisis untuk
mendapatkan rerata, nilai tertinggi, nilai terendah, dan simpangan baku.
Rerata dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan
singkat tentang sekumpulan data mengenai sesuatu persoalan,apakah tentang
sampel atau pun populasi selain penyajian melalui daftar atau digaram, nilai
tertinggi dapat digunakan untuk menghasilkan nilai tertinggi pada sebuah field
khusus, nilai terendah dapat digunakan untuk menghasilkan nilai terendah pada
sebuah field yang telah ditentukan, dan simpangan baku dapat digunakan untuk
membandingkan antara data sampel satu dengan data sampel lain, dengan rata-rata
yang sama, menentukan valid atau tidak valid dari sekumpulan data (nilai).
Apabila nilai simpangan baku (
Dalam penelitian ini nilai simpangan baku digunakan
untuk menentukan valid atau tidak valid dari sekumpulan data (nilai).
Untuk lebih jelasnya dibawah ini disajikan tabel ringkasan dari data
lengkap dalam lampiran 4.


120

Tabel 21 Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA6
Ranah Rerata Simpangan Baku Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Kognitif
77.86667 12.07036
92.31 46.15
Psikomotorik
82.91667 8.774551
97.5 75
Sedangkan data tes dan nontes penguasaan materi ahir di Kelas XI IPA1
diambil dari data lengkap dalam lampiran 6. Tabel ringkasan data tersebut
sebagai berikut :
Tabel 22 Data Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA1
Ranah Rerata Simpangan Baku Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Kognitif
90.03529 7.080602
100 69.2
Psikomotorik
96.76471 1.174171
97.5 95
e.Data Nilai Gain
Setelah dilakukan tes penguasaan materi awal dan tes penguasaan materi
ahir pada masing-masing kelas, maka didapatkan nilai gain atau selisih
peningkatan nilai antara nilai tes penguasaan materi ahir dikurangi nilai tes
penguasaan materi awal. Nilai ahir ranah psikomotorik pembelajaran
menggunakan metode ceramah menjadi tes penguasaan materi awal pada
perhitungan nilai gain untuk menentukan peningkatan penguasaan materi
siswa menggunakan pembelajaran PAIKEM.
Data yang berupa nilai gain dianalisis untuk mendapatkan rerata, nilai
tertinggi, nilai terendah, dan simpangan baku. Rerata dapat digunakan untuk
memberikan gambaran yang lebih jelas dan singkat tentang sekumpulan data
mengenai sesuatu persoalan, apakah tentang sampel atau pun populasi selain
penyajian melalui daftar atau digaram, nilai tertinggi dapat digunakan untuk
menghasilkan nilai tertinggi pada sebuah field khusus, nilai terendah dapat
121

digunakan untuk menghasilkan nilai terendah pada sebuah field yang telah
ditentukan, dan simpangan baku dapat digunakan untuk membandingkan antara
data sampel satu dengan data sampel lain, dengan rata-rata yang sama, menentukan
valid atau tidak valid dari sekumpulan data (nilai). Apabila nilai simpangan
baku ( Dalam
penelitian ini nilai simpangan baku digunakan untuk menentukan valid atau
tidak valid dari sekumpulan data (nilai).
Adapun uji beda nilai gain diperoleh berdasarkan analisis statistik untuk
uji gain faktor (n-gain) dengan rumus seperti berikut :

Pre-test (%) adalah rata-rata hasil tes awal rentang 0-100
Post-test (%) adalah rata-rata hasil tes akhir rentang 0-100
Kriteria keberhasilan berdasarkan uji n-gain dapat ditentukan dengan
indikator seperti Tabel 23.
Tabel 23 Kriteria keberhasilan nilai gain
Nilai Gain Kategori
g< 0.3 Rendah
0.3<g<0.7 Sedang
g>7 Tinggi
Data nilai gain metode eksperimen di kelas XI IPA6 diperoleh dari data
lengkap dalam lampiran 2 dan 4. Data nilai gain tersebut kemudian disajikan
secara ringkas dalam bentuk tabel seperti di bawah ini :
122

Tabel 24 Data Nilai Gain Metode Eksperimen di Kelas XI IPA6
Ranah Rerata Simpangan Baku Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Kognitif -0.60417 12.28475 16.1 -29.5
Psikomotorik 1.916667 9.387395 17.5 -11
Sedangkan, tabel ringkasan data nilai gain metode demonstrasi di kelas
XI IPA1 diperoleh dari data lengkap dalam lampiran 5 dan 6. Tabel ringkasan
tersebut seperti di bawah ini :
Tabel 25 Data Nilai Gain Metode Demonstrasi di Kelas XI IPA1
Ranah Rerata Simpangan Baku Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Kognitif 10.24118 8.678786 24 -14.1
Psikomotorik 16.76471 3.092924 20.5 6.5
D.Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan
penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa di kelas XI
IPA6 SMA N 8 Yogyakarta pada pembelajaran Fisika materi pokok Usaha
dan Energi melalui pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen,
mengetahui ada tidaknya peningkatan penguasaan materi ranah kognitif dan
psikomotorik siswa di kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta pada
pembelajaran Fisika materi pokok Usaha dan Energi melalui pembelajaran
PAIKEM dengan metode demonstrasi, mengetahui ada tidaknya perbedaan
peningkatan penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa antara
siswa yang mengikuti pembelajaran materi pokok Usaha dan Energi melalui
pembelajaran PAIKEM menggunakan metode eksperimen di kelas XI IPA6
dan metode demonstrasi di kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta, dan
mengetahui metode pembelajaran yang lebih efektif antara metode
eksperimen dan metode demonstrasi jika diterapkan di dalam pembelajaran
123

PAIKEM untuk meningkatkan penguasaan materi ranah kognitif dan
psikomotorik siswa pada pembelajaran Fisika materi pokok Usaha dan Energi
di kelas XI IPA6 dan kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta.
Pada kenyataannya, perbedaan kedua metode yang diterapkan di kedua
kelas tersebut membuat proses belajar di kedua kelas tersebut berbeda.
Kelompok eksperimen 1 cenderung untuk menemukan sebuah konsep Fisika
melalui metode eksperimen, sedangkan kelompok eksperimen 2 cenderung
menemukan sebuah konsep Fisika melalui metode demonstrasi. Untuk
selengkapnya dapat dijelaskan sebagai berikut :
Kelas XI IPA2 sebagai kelas yang digunakan untuk uji validitas
mempunyai rata-rata penguasaan materi awal ranah kognitif siswa 66,15172.
Pada uji validasi soal di kelas XI IPA2 nilai simpangan baku pada ranah
kognitif sebesar 6,485401 dan psikomotorik 3,342344. Nilai tersebut berada
pada daerah > .05 menunjukkan bahwa data tersebut valid.
Sedangkan kelas yang digunakan dalam penelitian ini memiliki rata-rata
penguasaan materi awal ranah kognitif siswa yang hampir sama yaitu kelas
eksperimen 1 (XI IPA6) dengan rata-rata 78,47083 dan kelas eksperimen 2
(XI IPA1) dengan rata-rata 79,79412. Hal ini menunjukkan kelas eksperimen
1 dan 2 memiliki penguasaan materi awal ranah kognitif siswa yang lebih
tinggi daripada kelas XI IPA2 dengan selisih nilai antara kelas XI IPA6 dan
XI IPA2 sebesar 12,31911 dan antara kelas XI IPA1 dan XI IPA2 sebesar
13,6424. Adapun kelas eksperimen 1 memiliki penguasaan materi awal ranah
124

kognitif siswa lebih rendah daripada kelas eksperimen 2 dengan selisih nilai
1,32329.
Penguasaan materi awal ranah psikomotorik siswa diperoleh melalui nilai
raport siswa. Kelas eksperimen 1 memiliki rata-rata sebesar 81 sedangkan
kelas eksperimen 2 sebesar 79,94118. Hal ini menunjukkan kelas eksperimen
1 dan 2 memiliki penguasaan materi awal ranah psikomotorik siswa yang
lebih tinggi daripada kelas XI IPA2. Selisih nilai antara kelas XI IPA6 dan XI
IPA2 sebesar 1,89444 dan antara kelas XI IPA1 dan XI IPA2 sebesar
0,83562. Adapun kelas eksperimen 1 memiliki penguasaan materi awal ranah
psikomotorik siswa lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 dengan selisih
nilai 1,05882. Pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen
memberikan hasil rata-rata pada ranah psikomotorik sebesar 70.25.
Pada data nontes hasil pembelajaran menggunakan pembelajaran
PAIKEM dengan metode eksperimen di kelas XI IPA6 nilai simpangan
baku ranah psikomotorik sebesar 10,80761. Nilai tersebut berada pada daerah
> .05 menunjukkan bahwa data tersebut valid.
Pada tes dan nontes penguasaan materi awal di kelas XI IPA6 nilai
simpangan baku ranah kognitif sebesar 6,612865, dan ranah psikomotorik
sebesar 1,933683. Nilai tersebut berada pada daerah > .05 menunjukkan
bahwa data tersebut valid.
Pada tes dan nontes penguasaan materi awal di kelas XI IPA1 nilai
simpangan baku ranah kognitif sebesar 4,037708, dan ranah psikomotorik
125

sebesar 3,111884. Nilai tersebut berada pada daerah > .05 menunjukkan
bahwa data tersebut valid.
Setelah mengalami proses pembelajaran dengan perlakuan yang berbeda,
siswa diberi tes penguasaan materi ahir. Berdasarkan tes yang telah dilakukan
didapatkan rata-rata tes penguasaan materi ahir pada ranah kognitif di kelas
eksperimen 1 sebesar 77,86667 dan kelas eksperimen 2 memperoleh rata-rata
90,03529. Hal ini menunjukkan kelas eksperimen 1 memiliki penguasaan
materi ahir pada ranah kognitif lebih rendah daripada kelas eksperimen 2
dengan selisih nilai 12,16862.
Pada ranah psikomotorik kelas eksperimen 1 memperoleh rata-rata
82,91667 dan kelas eksperimen 2 memperoleh rata-rata 96,76471. Hal ini
menunjukkan kelas eksperimen 1 memiliki penguasaan materi ahir pada
ranah psikomotorik lebih rendah daripada kelas eksperimen 2 dengan selisih
nilai 13,84804.
Pada data nilai gain metode eksperimen di kelas XI IPA6 nilai simpangan
baku ranah kognitif sebesar 12.28475, dan ranah psikomotorik sebesar
9.387395. Nilai tersebut berada pada daerah > .05 menunjukkan bahwa data
tersebut valid.
Pada data tes dan nontes penguasaan materi ahir di kelas XI IPA1 nilai
simpangan baku ranah kognitif sebesar 7.080602 dan ranah psikomotorik
sebesar 1.174171. Nilai tersebut berada pada daerah > .05 menunjukkan
bahwa data tersebut valid.
126

Dari tabel data nilai gain, dapat dilihat bahwa kelas eksperimen 1 pada
ranah kognitif rata-rata gainnya sebesar -0.60417 dengan perolehan gain
terbesar 16.1 dan gain terkecil -29.5, psikomotorik rata-rata gainnya sebesar
1.916667 dengan perolehan gain terbesar 17.5 dan gain terkecil -11.
Sedangkan pada kelas eksperimen 2 pada ranah kognitif rata-rata gainnya
sebesar 10.24118 dengan gain terbesar 24 dan gain terkecil -14.1 ,
psikomotorik rata-rata gainnya sebesar 16.76471 dengan gain terbesar 20.5 dan
gain terkecil 6.5. Nilai minus berarti bahwa tes penguasaan materi awal lebih
besar daripada tes penguasaan materi ahir.
Pada data nilai gain metode eksperimen di kelas XI IPA6 nilai standar
deviasi ranah kognitif sebesar 12.28475, dan ranah psikomotorik sebesar
9.387395. Nilai tersebut berada pada daerah > .05 menunjukkan bahwa data
tersebut valid.
Pada data nilai gain metode eksperimen di kelas XI IPA1 nilai standar
deviasi ranah kognitif sebesar 8.678786, dan ranah psikomotorik sebesar
3.092924. Nilai tersebut berada pada daerah > .05 menunjukkan bahwa data
tersebut valid.
Ada beberapa faktor kemungkinan yang bisa menyebabkan hal ini terjadi
antara lain siswa tersebut ketika mengerjakan soal sedang dalam keadaan tidak
sehat (paska kecelakaan) atau secara kebetulan memilih jawaban yang benar.
Sehingga terbaca tidak terdapat peningkatan penguasaan materi ranah kognitif
siswa dan terdapat peningkatan penguasaan materi ranah psikomotorik siswa di
127

kelas XI IPA6, serta terdapat peningkatan penguasaan materi ranah kognitif
dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA1.
Besar rata-rata nilai gain ternyata memiliki perbedaan. Sehingga terbaca
peningkatan penguasaan materi ranah kognitif siswa di kelas XI IPA1
berbanding terbalik terhadap kelas XI IPA6, peningkatan penguasaan materi
ranah psikomotorik di kelas XI IPA1 lebih besar daripada di kelas XI IPA6.
Dengan begitu, pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi lebih
efektif daripada eksperimen.
Peningkatan penguasaan materi secara keseluruhan dapat dicari melalui
besar ketuntasan siswa dalam persen. Adapun langkah-langkahnya sebagai
berikut : pertama, kita memperhatikan ketuntasan siswa pada tes penguasaan
materi awal, kedua kita memperhatikan ketuntasan siswa pada tes penguasaan
materi ahir, ketiga kita mencari gain dengan rumus ketuntasan tes penguasaan
materi ahir tes penguasaan materi awal. Apabila nilai gain positif berarti
terdapat peningkatan, apabila nilai gain negatif berarti terdapat penurunan.
Nilai gain ini kemudian digunakan dalam uji F dan t.
Dari nilai gain tersebut kita dapat menentukan metode mengajar yang lebih
efektif antara metode demonstrasi dan eksperimen. Hal ini sesuai dengan hasil
uji beda.
Untuk memperjelas pembahasan di atas, perhatikanlah tabel berikut ini :



128

Tabel 26. Ringkasan Peningkatan Penguasaan Materi Siswa (dalam persen)
Dari tabel diatas, kita melihat hasil tes kelas XI IPA6 menunjukkan bahwa
nilai gain ranah kognitif dan psikomotorik siswa bernilai negatif. Hal ini
mengandung arti terdapat penurunan penguasaan materi ranah kognitif dan
psikomotorik siswa di kelas XI IPA6.
Hasil tes kelas XI IPA1 menunjukkan bahwa nilai gain ranah psikomotorik
siswa bernilai negatif. Hal ini berarti terdapat penurunan penguasaan materi
ranah psikomotorik siswa di kelas XI IPA1. Nilai gain ranah kognitif siswa
bernilai positif berarti terdapat peningkatan penguasaan materi ranah kognitif
siswa di kelas XI IPA1.
Dengan demikian, metode mengajar demonstrasi lebih efektif daripada
metode mengajar eksperimen dalam meningkatkan penguasaan materi ranah
kognitif dan psikomotorik siswa di kelas XI IPA6 dan kelas XI IPA1.
Analisis menggunakan program komputer SPSS 16.00 meliputi uji
persyaratan analisis, uji hipotesis, dan analisis faktor. Uji persyaratan analisis
terdiri atas normalitas, uji homogenitas, uji linearitas. Uji hipotesis terdiri dari
Hasil Tes Kelas XI IPA6 Hasil Tes Kelas XI IPA1
Ranah Hasil Awal Hasil Ahir Hasil Awal Hasil Ahir
Kognitif 76.67 % 73.33 % 80 % 96.67 %
Psikomotorik 100 % 46.67 % 100 % 63.33 %
Ranah Gain Keterangan Gain Keterangan
Kognitif -3.34 % Menurun +16.67 % Meningkat
Psikomotorik -53.33 % Menurun -36.67 % Menurun
129

uji korelasional dan uji perbedaan. Uji korelasional pada penelitian ini
menggunakan uji hubungan dengan regresi linear, uji hubungan dengan
korelasi, dan ANOVA. Uji perbedaan dalam penelitian ini menggunakan
perbedaan dengan t-test. Terahir, melakukan uji kesesuaian antara butir soal
dan kisi-kisinya (uji konstruk dengan analisis faktor) yaitu analisis faktor
eksploratori. Secara lengkap dapat diuraikan sebagai berikut :
1.Analisis Hasil Tes Ranah Kognitif pada Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen di Kelas XI IPA 6 dan Metode Demonstrasi di Kelas XI
IPA1 Menggunakan Program Komputer SPSS Versi 16.00
Uji normalitas ditunjukkan oleh nilai berdasarkan Kolmogorov-Smirnov
a

dan Shapiro-Wilk. Berdasarkan Kolmogorov-Smirnov
a
dan Shapiro-Wilk
penguasaan materi ranah kognitif awal siswa mempunyai signifikansi .000
menunjukkan bahwa sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal
dan penguasaan materi ranah kognitif ahir siswa mempunyai signifikansi .000
menunjukkan bahwa sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal.
2.Analisis Hasil Tes Ranah Psikomotorik pada Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen di Kelas XI IPA 6 dan Metode Demonstrasi di Kelas XI
IPA1 Menggunakan Program Komputer SPSS Versi 16.00.
Uji normalitas ditunjukkan oleh nilai berdasarkan Kolmogorov-Smirnov
a

dan Shapiro-Wilk. Berdasarkan Kolmogorov-Smirnov
a
dan Shapiro-Wilk
penguasaan materi ranah kognitif awal siswa mempunyai signifikansi .000
menunjukkan bahwa sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal
130

dan penguasaan materi ranah kognitif ahir siswa mempunyai signifikansi .000
menunjukkan bahwa sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal.
Karena hasil uji normalitas pada tes penguasaan materi ranah kognitif dan
psikomotorik siswa membuktikan bahwa sampel tidak berasal dari populasi
berdistribusi normal maka analisis tidak perlu dilanjutkan. Berdasarkan hasil
uji normalitas sampel tes penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik
siswa sama-sama tidak berasal dari populasi berdistribusi normal.
Hasil perhitungan di atas memperlihatkan bahwa pembelajaran PAIKEM
dengan metode eksperimen dan demonstrasi belum bisa diterapkan secara
optimal untuk siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA6 SMA N 8 Yogyakarta.
Berdasarkan uraian di atas rata-rata nilai gain kelas eksperimen 2 lebih tinggi
dibandingkan dengan kelas eksperimen 1. Hal ini menunjukkan bahwa
pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi lebih efektif dibandingkan
dengan metode eksperimen.
Namun demikian, pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen di
kelas XI IPA6 dan demonstrasi di kelas XI IPA1 SMA N 8 Yogyakarta belum
bisa meningkatkan penguasaan materi ranah kognitif dan psikomotorik siswa
secara optimal. Hal ini ditandai dengan masih banyak siswa yang mendapat
nilai belum tuntas dan masih banyak siswa yang mendapat nilai tuntas tetapi
selisih nilainya sedikit di atas KKM. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal
seperti di bawah ini :


131

1.Rata-Rata Tes Penguasaan Materi Ahir
Rata-rata tes penguasaan materi ahir di antara kedua kelas tersebut berbeda
jauh. Hal ini memberi penguatan bahwa terdapat perbedaan peningkatan
penguasaan materi siswa pada pembelajaran Fisika melalui pembelajaran
PAIKEM antara kelas eksperimen 1 yang menggunakan metode eksperimen
dengan kelas eksperimen 2 yang menggunakan metode demonstrasi.
2.Tes dan Non Tes
Hasil tes dan non tes siswa pada masing-masing proses pembelajaran juga
mendukung kesimpulan di atas. Hasil nontes pada kelas eksperimen 1
diperoleh dari hasil praktikum menggunakan LKS yang dinilai dengan Lembar
Observasi Kegiatan Murid (LOKM), sedangkan hasil tes pada kelas
eksperimen 2 diperoleh dari hasil Quis yang dikerjakan bersama-sama.
Sehingga kelas eksperimen 1 mendapatkan nilai psikomotorik sedangkan kelas
eksperimen 2 memperoleh nilai kognitif. Jadi, siswa pada kelas eksperimen 1
mendapatkan konsep Fisika secara konkret dari percobaan dan siswa
mengembangkan sikap aktif, inovatif dan kreatif pada kegiatan praktikum yang
menyenangkan di laboratorium dan lingkungan sekitarnya. Sedangkan kelas
eksperimen 2 mendapatkan konsep Fisika dengan melihat percobaan konkret
yang didemonstrasikan guru di depan kelas, dan mengembangkan sikap aktif,
inovatif, dan kreatif pada kegiatan pembelajaran Fisika yang menyenangkan di
kelas. Jadi, siswa belum mengoptimalkan kerja otot (motorik) selama
pembelajaran Fisika menggunakan metode demonstrasi.

132

3.Tingkat Kekritisan Siswa
Tingkat kekritisan siswa pada kelas eksperimen 1 lebih merata
dibandingkan dengan tingkat kekritisan siswa pada kelas eksperimen 2. Pada
umumnya siswa menyampaikan konsep dan bertanya.
4.Tingkat Motorik Siswa
Pada umumnya, dalam kegiatan praktikum di laboratorium masih terdapat
siswa yang belum memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, masih ada siswa
yang menggunakan peralatan laboratorium tidak sesuai fungsinya, dan di kelas
XI IPA6 banyak siswa yang baru dalam paska kecelakaan.
5.Waktu
Penelitian ini memakan waktu yang cukup lama karena memiliki cakupan
empat ranah sekaligus dan harus menyesuaikan kegiatan siswa. Siswa yang
tidak mengikuti rangkaian kegiatan penelitian ini rata-rata karena ada kegiatan
lomba dan OSIS.
6.Buku Panduan Penilaian Ranah Psikomotorik
Buku panduan penilaian ranah psikomotorik masih sulit diperoleh dan
ranah ini susah untuk dilakukan penilaian.
Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran Fisika melalui pembelajaran
PAIKEM baik di kelas eksperimen 1 yang menggunakan metode eksperimen
maupun di kelas eksperimen 2 yang menggunakan metode demonstrasi
berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan penguasaan
materi siswa pada kedua kelas tersebut.

133
BAB V
SIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan tujuan penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan, maka dari
penelitian ini, terdapat beberapa simpulan sebagai berikut :
1. Terdapat peningkatan penguasaan materi pada ranah psikomotorik siswa di
kelas XI IPA6.
2. Terdapat peningkatan penguasaan materi pada ranah kognitif dan psikomotorik
siswa di kelas XI IPA1.
3. Berdasarkan besar rata-rata nilai gain, peningkatan penguasaan materi pada
ranah kognitif siswa di kelas XI IPA1 berbanding terbalik terhadap kelas XI
IPA6, peningkatan penguasaan materi pada ranah psikomotorik siswa di kelas
XI IPA1 lebih besar daripada di kelas XI IPA6.
4. Pembelajaran PAIKEM dengan metode demonstrasi lebih efektif daripada
eksperimen.
B. Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan dalam penelitian sebagai berikut :
1. Banyak menyita waktu belajar siswa, padahal siswa diharuskan mempelajari
banyak materi.
2. Waktu yang diberikan oleh pihak sekolah relatif banyak tetapi sering tertunda
oleh kegiatan siswa di luar kelas dan ujian, sehingga penerapan pembelajaran
PAIKEM dengan metode eksperimen dan metode demonstrasi yang mengajak
134

siswa untuk aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan belum dapat
terlaksana seefisien mungkin.
3. Siswa belum terbiasa dengan pembelajaran PAIKEM dengan metode
eksperimen dan metode demonstrasi sehingga perbedaan signifikansi
cenderung besar.
4. Tidak mudah mengawasi perlakuan yang diberikan guru sehingga tidak dapat
dijamin bahwa guru benar-benar telah mengikuti sintaks operasional dari
pendekatan pembelajaran yang dilakukan.
5. Aspek psikomotorik siswa untuk penelitian eksperimen ini belum dapat
diamati secara optimal dikarenakan belum ada buku panduan penilaian ranah
psikomotorik.
C. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat diimplikasikan sebagai berikut :
1. Walaupun terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa, pembelajaran
PAIKEM dengan metode eksperimen dan demonstrasi dapat digunakan oleh
guru di sekolah sebagai alternatif pemilihan metode pembelajaran di samping
metode ceramah apabila ada keterbatasan penggunaan laboratorium.
2. Dapat digunakan oleh pihak sekolah atau berbagai pihak yang ingin
melengkapi dan mengembangkan pendekatan dan metode pembelajaran di
sekolah untuk mengatasi kebosanan siswa karena penggunaan metode yang
monoton.
3. Dengan adanya pembelajaran PAIKEM ini, diharapkan dapat membantu siswa
dalam mengatasi kesulitan belajar hususnya materi pelajaran Fisika sehingga
135

dapat mengurangi asumsi siswa bahwa Fisika merupakan mata pelajaran yang
sulit dan menakutkan. Di samping itu, juga dapat membantu guru dalam proses
pembelajaran sehingga lebih mudah dalam menerangkan konsep Fisika yang
abstrak menjadi lebih konkret.
4. Apabila dilihat dari besarnya sumbangan nilai aspek psikomotorik
menunjukkan bahwa pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen dan
demonstrasi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah untuk
meningkatkan sikap aktif, inovatif, kreatif, dan disenangi siswa.
D.Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan keterbatasan penelitian, maka dapat diajukan
saran-saran sebagai berikut :
1. Pada kegiatan eksperimen, dalam menimbang beban sebaiknya menggunakan
neraca digital, sehingga akan mempermudah siswa dalam pengerjaannya (tidak
perlu dikonversi). Karena penggunaan neraca pegas masih menyulitkan siswa
dalam menkonversi besaran fisis yang dicari.
2. Uji validasi soal sebaiknya diselenggarakan di sekolah lain supaya tidak terjadi
kebocoran soal.
3. Proses pembelajaran PAIKEM dengan metode eksperimen dan demonstrasi
yang dilaksanakan oleh guru sebaiknya dapat diamati oleh peneliti secara
langsung, tidak setengah-setengah.
4. Penilaian aspek psikomotorik masih merupakan hal yang sulit karena bersifat
abstrak, sehingga terdapat perbedaan penilaian dalam melukiskan
sikap/tindakan ke dalam bentuk angka antara observer yang satu dengan yang
136

lain. Sebaiknya observer lebih hati-hati, telaten, dan saling berkoordinasi dalam
membuat penilaian sesuai pedoman yang ada.
5. Membuat buku panduan penilaian aspek iman dan taqwa, afektif, dan
psikomotorik dapat mengembangkan penilaian aspek-aspek tersebut,
mempermudah mempelajari ataupun memperkaya wawasan mengenai aspek-
aspek di atas. Sehingga selain mempermudah guru dalam menilai juga menjadi
bahan pertimbangan siswa dalam melakukan percobaan untuk menemukan
konsep.
6. Bagi sekolah yang mempunyai keterbatasan laboratorium, maka proses
pembelajaran dapat tetap berlangsung di kelas menggunakan pembelajaran
PAIKEM dengan metode eksperimen dan demonstrasi, yang tetap berdasarkan
pada proses penyelidikan.



137

DAFTAR PUSTAKA
Abihasna.Cara Berfikir Kreatif.http://www.squidoo.com/,21 Juni 2011.
Ahmad Abu Hamid.(1991).Metode Sampling Al Qalam (Nomor 1223/DITJEN
PPG/STT/1988).Hlm.64-72.
Ahmad Salim.Metode Ceramah.http://www.kamisama86.co.cc/2010/05/metode-
ceramah-dalam-pembelajaran.htmal,30 Mei 2011.
Ari Ginanjar Agustian.(2008).Peran ESQ dalam Peningkatan Kualitas
Pendidikan.Pidato Dies Natalis ke-44 Universitas Negeri
Yogyakarta,Yogyakarta,21 Mei 2008.
A.Maulana,dkk.ManajemenPendidikan.http://technurlogy.wordpress.com/2010/04
/03/manajemen-pendidikan/, 30 Mei 2011.
Dept.Agama RI.(1983).Al-Quran dan Terjemahannya.Jakarta:Departemen
Agama RI.
Irianto, Agus.(1988).Statistik Pendidikan (1).Jakarta:Proyek Pengembangan
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Ismail SM.(2008).Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM
(Pembelajaran Aktif,Inovatif,Kreatif,Efektif,dan Menyenangkan).
Semarang:RaSAIL Media Group.
I Wayan.AS & Pudjohartono.(2008).Silabus Program Pembelajaran SMA/MA
Kelas XI (2), Semester 1 & 2 (Per-Mata Pelajaran/Bidang
Studi).Jakarta:BP.Cipta Jaya-Jakarta.
Jimmy Wales,LarrySanger,et all.Kreativitas.http://id.wikipedia.org/, 21 Juni 2011.
......... Taksonomi Bloom.http://id.wikipedia.org/wiki/,21 Juni 2011.
Jumadi.(2009).Penyusunan Taksonomi Tujuan Pendidikan Ranah Spiritual dan
Implikasinya dalam Teknologi Pembelajaran Fisika.Pidato Pengukuhan
Guru Besar UNY,Yogyakarta,30 Maret 2009.
Kanginan,Marthen.(2002).Fisika Untuk SMA Kelas XI.Jakarta:Erlangga.
Kurnia Septa.Ciri-ciri Orang yang Kreatif.http://kurniasepta.blogdetik.com/ciri-
ciri-orang-yang-kreatif/,23 Juni 2011.
Latifa Ratna Pratiwi.(2009). Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar
Fisika Melalui Pendekatan Inkuiri Terbimbing dengan Metode Pictorial
138

Riddle pada Siswa Kelas VIII SMP N 8 Yogyakarta Pokok Bahasan
Pesawat Sederhana.Laporan Penelitian.Universitas Negeri Yogyakarta.
Mochammad Haikal.Model Pembelajaran PAIKEM dan Aplikasinya dalam
Proses Belajar Mengajar.http://www.scribd.com/doc/3252123/1-
PAIKEM,28 Mei 2011.
Prasetyo,Zuhdan.K.et.all.(2004).Kapita Selekta Pembelajaran Fisika.Jakarta :
Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Puji Astuti.(2010).Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
TGT (Teams Games Turnament) Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa
Kelas X Di MAN Godean Pada Pokok Bahasan Alat-Alat Optik.Laporan
Penelitian.Universitas Negeri Yogyakarta.
Setyo Budiono.(1998).Efektivitas Penggunaan Metode Mengajar Eksperimen
dan Model Mengajar Delik (Dengar Lihat Kerja) dalam Pengajaran
Fisika Siswa SMU Muhammadiyah 4 Yogyakarta Kelas II Tahun Ajaran
1998/1999. Laporan Penelitian.Universitas Negeri Yogyakarta.
Subanar.(1992).Probability, Random Variables, and Stochastic Institute of New
York.Buku asli terbitan tahun 1965.
Tri.Metode Ceramah.http://www.scribd.com/doc/27644307/,12 April 2011.
Yamin, Sofyan dkk.(2011).Regresi dan Korelasi dalam Genggaman
Anda.Jakarta:Salemba Empat.


139

174

Pilihlah jawaban yang benar dari pilihan jawaban A, B, C, D, atau E berikut kemudian
isikan jawaban Anda pada lembar jawaban yang telah disediakan !

1. Di bawah ini yang termasuk bentuk energi yaitu
A. energi diam, energi gerak
B. energi mekanik, energi kalor
C. usaha mendapatkan pekerjaan
D. air, angin
E. kecepatan, percepatan
2. Seorang anak memacu sepedanya pada kecepatan tetap 27 km/jam. Jika massa sepeda
adalah 20 kg dan massa anak yaitu 44 kg, tentukanlah energi kinetiknya !
A. 7.5 J B. 30 J C. 60 J D. 140 J E. 1800 J
3. Besaran besaran di bawah ini mempengaruhi energi kinetik yaitu
A. massa dan kecepatan D. gesekan udara dan arus listrik
B. tinggi tempat dan electron E. medan magnet
C. penemu dan intensitas cahaya
4. Anggaplah sebuah mobil memiliki energi kinetik 4.000 J. Jika mobil itu melaju dua
kali lebih cepat, berapa energi kinetiknya ?
A. 4 kalinya B. 2 kalinya C. sama D. 800 J E. kalinya
5. Perhatikan tabel di bawah ini !
Benda
Massa
(kg)
Kecepatan
(m/s)
Energi kinetik
(J)
A 1 1
B 2 1
C 1 2
D 2 2
Manakah benda yang memiliki energi kinetik paling kecil ?
A. B B. C C. D D. A E. E
6. Di bawah ini merupakan sumber energi terbaharui yaitu
A. fosil dan air D. matahari dan baterai
B. air dan angin E. kalor dan gelombang
C. energi nuklir fisi
7. Apabila besar masing-masing variabel sama , manakah yang memiliki pengaruh paling
besar pada energi kinetik ?
A.konstanta D.percepatan
B. massa benda E. berat benda
C. kecepatan
8. Sebuah benda bermasssa m bergerak dengan kecepatan 20 m/s sehingga memiliki
energi kinetik sebesar 250 Joule. Berapakah energi kinetik benda tersebut jika
kecepatannya menjadi 30 m/s ?
A. 1298,6 J B. 459 J C. 250 J D. 500 J E. 562.5 J
9. Mengapa mobil yang kehabisan bensin tidak dapat lagi bergerak ?
A. kehabisan energi kimia D. dalam kondisi tidak stabil
B. kehabisan energi kalor E. kehabisan energi mekanik
C. perlu dorongan
175

10.Untuk memiliki energi kinetik sebesar 25 J sebuah benda harus memiliki kecepatan 25
m/s. Berapakah kecepatan yang harus dimiliki benda itu agar energi kinetiknya sebesar
16 J ?
A. 16 m/s B. 20 m/s C. 24 m/s D. 25 m/s E. 29 m/s
11.Di bawah ini yang merupakan definisi dari energi kinetik yaitu
A.medan-medan gaya yang memiliki sifat-sifat tertentu
B.suatu lintasan dimana benda berkeliling mulai dari satu posisi dan kembali lagi ke
titik tersebut
C.energi yang dimiliki benda karena letaknya/posisinya
D.energi yang dimiliki benda karena geraknya (atau kecepatannya)
E. selang waktu untuk mencapai jarak tertentu
12.Sebuah benda bermassa 1 kg mula-mula diam, kemudian bergerak lurus dengan
percepatan 2 m/s
2
. Berapakah usaha yang diubah menjadi energi kinetik selama 2
sekon ?
A. 1 K B. 2 K C. 16 K D. 6 JK E. 7 K
13.Di bawah ini hubungan yang berlaku pada energi kinetik yaitu
A. semakin kecil kecepatan semakin besar energi kinetik
B. semakin besar massa benda semakin kecil energi kinetik
C. semakin besar massa benda semakin besar energi kinetik
D. semakin besar kuadrat kecepatan semakin besar massa benda
E. untuk energi kinetik yang sama semakin besar massa benda semakin besar
kecepatannya
14.Sebuah peluru yang ditembakkan dengan kecepatan Vo dan sudut elevasi . Pada titik
tertinggi, maka
A. tenaga kinetiknya nol D.tenaga totalnya maksimal
B. tenaga kinetiknya maksimal E. kecepatannya maksimal
C. tenaga potensialnya maksimal
15. Nama energi kinetik diperkenalkan pertama kali oleh
A. Joule B. Reamur C. Lord Kelvin D. Galileo E. Ptolomeus
16. Peristiwa perubahan bentuk energi disebut
A. konversi energi D. kecepatan
B. panel surya E. revolusi
C. perubahan wujud
17.Sesuatu yang dibutuhkan oleh benda agar benda dapat melakukan usaha disebut
A. energi B.usaha C.gaya D.kecepatan E. frekuensi
18. Di bawah ini merupakan sumber energi tak terbaharui yaitu
A. fosil dan dan nuklir fisi D. matahari dan baterai
B. air dan angin E. kalor dan gelombang
C. energi nuklir fisi dan angin
19. Bila energi kinetik dari benda bermassa 1 kg adalah 200 J. Berapakah kecepatannya ?
A. 30 m/s B. 25 m/s C. 20 m/s D. 15 m/s E. 10 m/s
20. Energi kinetik merupakan besaran
A.scalar B.vektor C.pokok D.tak gayut waktu E. bukan besaran
21. Di dalam tabulasi data percobaan energi kinetik harus terdapat kolom untuk
A. massa, waktu, kecepatan, dan energi kinetic.
B. massa, waktu, dan perpindahan
176

C. massa, tinggi tempat, dan energi potensial
D. massa, panjang tali, waktu, jumlah ayunan, dan sudut
E. suhu, waktu, dan massa
22. Satuan dari energi yaitu
A.Joule B.Volt C.Newton D.m/s E.Hz
23. Suatu benda bergerak dengan kecepatan 2 m/s dan memiliki energi kinetik sebesar 20
J. Berapakah setengah dari massa benda ?
A. 1 kg B. 2 kg C. 3 kg D. 4 kg E. 5 kg
24. Suatu saat spidometer sebuah mobil bermassa 1200 kg menunjuk ke angka 108.
Berapakah energi kinetik mobil pada saat itu ?
A. 500 kJ B. 540 kJ C. 520 kJ D. 480 kJ E. 485 kJ
25. Dalam teorema usaha-energi kinetik pertambahan energi kinetik merupakan
A. proses alih energi D. penggabungan energi
B. proses hilangnya energi E. akibat dari gaya gravitasi
C. eksitasi energi
26. Dibawah ini rumus dari teorema usaha energi kinetik yaitu



27. Di bawah ini persoalan yang memiliki konsep energi kinetik yaitu
A. seorang anak naik sepeda D. buah membusuk
B. seorang bayi menangis E. bayangan pada dua cermin datar
C. benda di atas bukit
28. Nama energi kinetik berasal dari kata
A. Inggris B. India C. Yunani D. Indonesia E. Amerika Serikat
29. Kata kinetik memiliki arti
A. gerak B. diam C. deselerasi D. tinggi E. sisa
30. Benda A bermassa 4 kg memiliki energi kinetic 200 K. Benda B bermassa
seperduabelas A memiliki energi kinetik sepertiga A. Berapakah perbandingan
kecepatan B terhadap A ?
A. 1 :2 B. 2 :3 C.1:3 D.1:4 E. 2:1
31. Lord Kelvin adalah seorang
A. fisikawan Australia D. fisikawan Inggris
B. kimiawan Inggris E. fisikawan Guatemala
C. fisikawan dan kimiawan Libya
32. Sebuah pesawat terbang penumpang yang besar memiliki massa 1x10
6
kg dan
mesinnya dapat mendorong pesawat dengan gaya 2 x 106 N. Pesawat itu harus
bergerak dari keadaan diam dan harus mencapai kelajuan 1 x 10
3
m/s supaya dapat
lepas landas. Tentukan panjang landasan minimum yang diperlukan !
A. 25 x 10
4
km B. 3,5 km C. 4,6 km D. 5,6 km E. 6,3 km
33. Di bawah ini merupakan pernyataan dari teorema usaha-energi kinetik yaitu
A. Usaha yang dilakukan oleh gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama
dengan perubahan energi kinetik yang dialami benda itu, yaitu energi kinetik ahir
dikurang energi kinetik awal.
177

B. Usaha yang dilakukan oleh gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama
dengan perubahan energi kinetik yang dialami benda itu, yaitu energi kinetik ahir
ditambah energi kinetik awal.
C. Jika pada suatu benda bekerja gaya, maka tentu saja gaya itu disebabkan oleh
benda lainnya.
D. Waktu untuk mencapai jarak terjauh sama dengan 2 kali waktu untuk mencapai
ketinggian maksimum.
E. Energi yang berkaitan dengan posisi relatif antara dua partikel atau lebih yang
saling berinteraksi.
34. Berdasarkan Calorie 15
0
C nilai 1 kalori = . J
A. 4,2 J B. 4,18674 J C. 4,185 J D. 4, 2045 J E. 4,184 J
35. Dengan pembulatan nilai 1 kalori = . J
A. 4,2 J B. 4,18674 J C. 4,185 J D. 4, 2045 J E. 4,184 J
36. Di bawah ini rumus energi kinetik yaitu
A. F.x B. Mgh C. D. Mv E. Ma
37. 1 joule = . kalori
A. 0,23 K B. 0,24 K C. 0,22 K D. 0,21 K E. 0,115 K
38. Kesetaraan antara joule dengan kalori dibuktikan oleh
A. Hooke D. Thomas Alfa Edison
B. Sir Isaac Newton E. Albert Einstein
C. James Prescott Joule
39. Apabila kelajuan semakin besar berarti energi kinetik akan semakin
A. Kecil B.besar C.dua kalinya D.setengah kalinya E.berkurang
40. James Prescott Joule adalah seorang
A. ilmuwan Inggris
B. ilmuwan amatir Inggris yang kaya
C. ilmuwan amatir Inggris yang miskin
D. anak petani miskin
E. seorang anak yang bodoh dan keluar sekolah
41. Benda A bermassa 4 kg memiliki energi kinetik 200 K. Benda B bermassa
seperduabelas A memiliki energi kinetik sepertiga A. Berapakah percepatan benda B
selama 3 s ?
A. 6,66 m/s
2
B. 6,68 m/s
2
C. 6,69 m/s
2
D. 6,67 m/s
2
E. 6,60 m/s
2

42. Alat pelaku konversi energi disebut
A. energizer B.converter energi C. alat berat D. generator E. tuas
43. Percobaan yang sangat akurat untuk mengukur besar kalor yang dihasilkan oleh suatu
usaha tertentu (energi mekanik) pertama kali dilakukan pada
A. pada pertengahan abad ke delapan D. pada pertengahan abad ke-19
B. pada pertengahan abad ke sepuluh E. pada abad ke-19
C. pada pertengahan abad ke dua puluh
44. Energi yang dimiliki benda karena geraknya (atau kecepatan) disebut
A. energi kinetik D.energi kimia
B. energi potensial E.energi kalor
C. energi mekanik

178

45.Di bawah ini merupakan sifat-sifat energi yaitu
A. transformasi energi D. energi tidak dapat ditransfer
B. energi adalah tidak kekal E. energi tidak dapat ditransformasikan
C. energi tidak dapat dipindahkan
46. Sebuah benda bermassa m bergerak dengan kecepatan 20 m/s sehingga memiliki
energi kinetik sebesar 250 joule. Berapakah energi kinetik benda tersebut jika
kecepatannya menjadi 40 m/s ?
A. 600 J B. 700 J C. 800 J D. 900 J E. 1000 J
47. Untuk memiliki energi sebesar 0,3 kJ sebuah benda harus memiliki kecepatan 2,5 m/s.
Berapakah kecepatan yang harus dimiliki benda itu agar energi kinetiknya sebesar 75
joule ?
A. 1,25 m/s B. 1 m/s C. 1,35 m/s D. 1,1 m/s E. 1,45 m/s
48. Sebuah benda bermassa 2 kg mula-mula diam, kemudian bergerak lurus dengan
percepatan 2 m/s
2
. Berapakah usaha yang diubah menjadi energi kinetik selama 3 s ?
A. 30 J B. 36 J C. 120 J D. 80 J E. 4 J
49. Sebuah benda bermassa sama tetapi benda A memiliki kecepatan 2 x benda B.
Perbandingan energi kinetik A dan B yaitu
A. 3 :1 B. 4 :1 C. 4 : 2 D. 6 : 5 E. 2 : 3
50. Apabila usaha positif bekerja pada suatu benda, energi kinetik akan
A. Berkurang sejumlah usaha positif D. kuadrat semula
B. Bertambah sejumlah usaha positif E. setengah kali usaha positif
C. Dua kali semula
51. Sebuah bola sepak bermassa 150 gram ditendang oleh Ronaldo dan bola tersebut
bergerak lurus menuju gawang dengan laju 30 m/s. Berapakah energi kinetiknya ?
A. 16,2 kalori B. 10,2 kalori C. 5,2 kalori D. 1,2 kalori E. 0,9 kalori
52. Dua benda bermassa A memiliki kecepatan 2 m/s.Benda B bermassa 2 kali A
memilikienergi kinetik 8 kali benda A. Berapakah perbandingan kecepatan benda A
terhadap B ?
A. 1 :2 B. 2 :3 C.1:3 D.1:4 E. 2:1
53. Benda A bermassa 4 kg memiliki energi kinetic 200 K.Benda B bermassa seperempat
A memiliki energi kinetik seperempat A. Berapakah kecepatan benda B ?
A. 2 m/s B. 4 m/s C. 5 m/s D. 7 m/s E. 10 m/s
54. Sebuah balok 4 kg meluncur pada suatu permukaan dengan kelajuan 1.5 m/s.
Beberapa saat kemudian balok itu bergerak dengan kelajuan 2.4 m/s. Hitung usaha
total yang dikerjakan pada balok selama selang waktu tersebut !
A. 7,02 J B. 106,2 J C. 1,062 J D. 0,106 J E. 0,01 J
55. Sebuah bola tembaga 1 kg meluncur pada suatu permukaan dengan kelajuan 2 m/s.
Beberapa saat kemudian bola tembaga itu bergerak dengan percepatan 2 m/s
2
selama
2 s. Usaha total yang dikerjakan pada bola tembaga selama selang waktu tersebut
yaitu
A. 8,2 J B. 6 J C. 7,7 J D. 8,0 J E. 2,9 J
56. Sebuah benda dengan massa 2 kg mendapatkan gaya sebesar 5 N ke kanan. Berapakah
energi kinetik benda selama selang waktu 2 s ?
A. 8,2 K B. 6 K C. 7,7 K D. 8,0 K E. 2,9 K
57. Sumber energi terbagi menjadi dua yaitu
A. lama dan baru D. nuklir dan elektromagnetik
179

B. mahal dan murah E. alami dan buatan
C. terbaharui dan tak terbaharui
58. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan 7 m/s memiliki energi kinetik 60 Kalori.
Massa benda tersebut adalah
A. 10,6 kg B. 10,9 kg C. 10,3 kg D. 11,0 kg E. 11,2 kg
59. Energi adalah kekal artinya
A. energi panas dari suatu material atau tempat dapat ditransferkan ke tempat atau
material lain.
B. energi tidak dapat diciptakan dan dapat dimusnahkan.
C. energi dapat dapat dipindahkan dari benda lain oleh suatu gaya yang menyebabkan
pergeseran.
D. energi dapat diubah dalam bentuk lain.
E. energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan
60.Energi dapat dipindahkan sering disebut dengan
A. energi mekanik D. energi panas
B. energi potensial E. reaksi endotermis
C. energi kinetik
180


Lampiran 21 : Soal Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif Siswa

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA N 8 YOGYAKARTA
Jl. Sidobali No. 1 Muja Muju,Telp. (0274) 513493, Fax. (0274)580207 Yogyakarta 55165

SOAL USAHA DAN ENERGI
















Tujuan : - Mengukur penguasaan materi awal ranah kognitif siswa.
Petunjuk mengerjakan soal :
- Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
- Gunakanlah waktu dengan bijaksana.
- Bacalah soal-soal yang tersedia dengan cermat, teliti, hati-hati, dan seksama.
- Dilarang membuat keributan atau mencontek pekerjaan teman.
- Dilarang mencorat-coret lembar soal.
- Lakukanlah perhitungan di kertas buram yang telah disediakan manakala perlu.
- Berilah tanda silang pada pilihan jawaban yang benar pada lembar jawaban yang
telah disediakan.
- Berilah tanda garis dua atau tipe-x pada jawaban yang salah.
- Contoh :
Di bawah ini besaran besaran yang berlaku pada energi potensial yaitu
A. Temperatur
B. Massa
C. Kapasitas panas
D. Gaya
E. Waktu
Jawaban : B
A B C D E



181

Pilihlah jawaban yang benar dari pilihan jawaban A, B, C, D, atau E berikut kemudian
isikan jawaban Anda pada lembar jawaban yang telah disediakan !

1. Di bawah ini yang termasuk bentuk energi yaitu
A. energi diam, energi gerak
B. energi mekanik, energi kalor
C. usaha mendapatkan pekerjaan
D. air, angin
E. kecepatan, percepatan
2. Seorang anak memacu sepedanya pada kecepatan tetap 27 km/jam. Jika massa sepeda
adalah 20 kg dan massa anak yaitu 44 kg, tentukanlah energi kinetiknya !
A. 7.5 J B. 30 J C. 60 J D. 140 J E. 1800 J
3. Besaran besaran di bawah ini mempengaruhi energi kinetik yaitu
A. massa dan kecepatan D. gesekan udara dan arus listrik
B. tinggi tempat dan electron E. medan magnet
C. penemu dan intensitas cahaya
4. Anggaplah sebuah mobil memiliki energi kinetik 4.000 J. Jika mobil itu melaju dua
kali lebih cepat, berapa energi kinetiknya ?
A. 4 kalinya B. 2 kalinya C. sama D. 800 J E. kalinya
5. Perhatikan tabel di bawah ini !
Benda
Massa
(kg)
Kecepatan
(m/s)
Energi kinetik
(J)
A 1 1
B 2 1
C 1 2
D 2 2
Manakah benda yang memiliki energi kinetik paling kecil ?
A. B B. C C. D D. A E. E
6. Di bawah ini merupakan sumber energi terbaharui yaitu
A. fosil dan air D. matahari dan baterai
B. air dan angin E. kalor dan gelombang
C. energi nuklir fisi
7. Apabila besar masing-masing variabel sama , manakah yang memiliki pengaruh paling
besar pada energi kinetik ?
A.konstanta D.percepatan
B. massa benda E. berat benda
C. kecepatan
8. Sebuah benda bermasssa m bergerak dengan kecepatan 20 m/s sehingga memiliki
energi kinetik sebesar 250 Joule. Berapakah energi kinetik benda tersebut jika
kecepatannya menjadi 30 m/s ?
A. 1298,6 J B. 459 J C. 250 J D. 500 J E. 562.5 J
9. Mengapa mobil yang kehabisan bensin tidak dapat lagi bergerak ?
A. kehabisan energi kimia D. dalam kondisi tidak stabil
B. kehabisan energi kalor E. kehabisan energi mekanik
C. perlu dorongan
182

10.Untuk memiliki energi kinetik sebesar 25 J sebuah benda harus memiliki kecepatan 25
m/s. Berapakah kecepatan yang harus dimiliki benda itu agar energi kinetiknya sebesar
16 J ?
A. 16 m/s B. 20 m/s C. 24 m/s D. 25 m/s E. 29 m/s
11.Di bawah ini yang merupakan definisi dari energi kinetik yaitu
A.medan-medan gaya yang memiliki sifat-sifat tertentu
B.suatu lintasan dimana benda berkeliling mulai dari satu posisi dan kembali lagi ke
titik tersebut
C.energi yang dimiliki benda karena letaknya/posisinya
D.energi yang dimiliki benda karena geraknya (atau kecepatannya)
E. selang waktu untuk mencapai jarak tertentu
12.Sebuah benda bermassa 1 kg mula-mula diam, kemudian bergerak lurus dengan
percepatan 2 m/s
2
. Berapakah usaha yang diubah menjadi energi kinetik selama 2
sekon ?
A. 1 K B. 2 K C. 16 K D. 6 JK E. 7 K
13.Di bawah ini hubungan yang berlaku pada energi kinetik yaitu
A. semakin kecil kecepatan semakin besar energi kinetik
B. semakin besar massa benda semakin kecil energi kinetik
C. semakin besar massa benda semakin besar energi kinetik
D. semakin besar kuadrat kecepatan semakin besar massa benda
E. untuk energi kinetik yang sama semakin besar massa benda semakin besar
kecepatannya
14.Sebuah peluru yang ditembakkan dengan kecepatan Vo dan sudut elevasi . Pada titik
tertinggi, maka
A. tenaga kinetiknya nol D.tenaga totalnya maksimal
B. tenaga kinetiknya maksimal E. kecepatannya maksimal
C. tenaga potensialnya maksimal
15. Nama energi kinetik diperkenalkan pertama kali oleh
A. Joule B. Reamur C. Lord Kelvin D. Galileo E. Ptolomeus
16. Peristiwa perubahan bentuk energi disebut
A. konversi energi D. kecepatan
B. panel surya E. revolusi
C. perubahan wujud
17.Sesuatu yang dibutuhkan oleh benda agar benda dapat melakukan usaha disebut
A. energi B.usaha C.gaya D.kecepatan E. frekuensi
18. Di bawah ini merupakan sumber energi tak terbaharui yaitu
A. fosil dan dan nuklir fisi D. matahari dan baterai
B. air dan angin E. kalor dan gelombang
C. energi nuklir fisi dan angin
19. Bila energi kinetik dari benda bermassa 1 kg adalah 200 J. Berapakah kecepatannya ?
A. 30 m/s B. 25 m/s C. 20 m/s D. 15 m/s E. 10 m/s
20. Energi kinetik merupakan besaran
A.scalar B.vektor C.pokok D.tak gayut waktu E. bukan besaran
21. Di dalam tabulasi data percobaan energi kinetik harus terdapat kolom untuk
A. massa, waktu, kecepatan, dan energi kinetic.
B. massa, waktu, dan perpindahan
183

C. massa, tinggi tempat, dan energi potensial
D. massa, panjang tali, waktu, jumlah ayunan, dan sudut
E. suhu, waktu, dan massa
22. Satuan dari energi yaitu
A.Joule B.Volt C.Newton D.m/s E.Hz
23. Suatu benda bergerak dengan kecepatan 2 m/s dan memiliki energi kinetik sebesar 20
J. Berapakah setengah dari massa benda ?
A. 1 kg B. 2 kg C. 3 kg D. 4 kg E. 5 kg
24. Suatu saat spidometer sebuah mobil bermassa 1200 kg menunjuk ke angka 108.
Berapakah energi kinetik mobil pada saat itu ?
A. 500 kJ B. 540 kJ C. 520 kJ D. 480 kJ E. 485 kJ
25. Dalam teorema usaha-energi kinetik pertambahan energi kinetik merupakan
A. proses alih energi D. penggabungan energi
B. proses hilangnya energi E. akibat dari gaya gravitasi
C. eksitasi energi
26. Dibawah ini rumus dari teorema usaha energi kinetik yaitu



27. Di bawah ini persoalan yang memiliki konsep energi kinetik yaitu
A. seorang anak naik sepeda D. buah membusuk
B. seorang bayi menangis E. bayangan pada dua cermin datar
C. benda di atas bukit
28. Nama energi kinetik berasal dari kata
A. Inggris B. India C. Yunani D. Indonesia E. Amerika Serikat
29. Kata kinetik memiliki arti
A. gerak B. diam C. deselerasi D. tinggi E. sisa
30. Benda A bermassa 4 kg memiliki energi kinetic 200 K. Benda B bermassa
seperduabelas A memiliki energi kinetik sepertiga A. Berapakah perbandingan
kecepatan B terhadap A ?
A. 1 :2 B. 2 :3 C.1:3 D.1:4 E. 2:1
31. Lord Kelvin adalah seorang
A. fisikawan Australia D. fisikawan Inggris
B. kimiawan Inggris E. fisikawan Guatemala
C. fisikawan dan kimiawan Libya
32. Sebuah pesawat terbang penumpang yang besar memiliki massa 1x10
6
kg dan
mesinnya dapat mendorong pesawat dengan gaya 2 x 106 N. Pesawat itu harus
bergerak dari keadaan diam dan harus mencapai kelajuan 1 x 10
3
m/s supaya dapat
lepas landas. Tentukan panjang landasan minimum yang diperlukan !
A. 25 x 10
4
km B. 3,5 km C. 4,6 km D. 5,6 km E. 6,3 km
33. Di bawah ini merupakan pernyataan dari teorema usaha-energi kinetik yaitu
A. Usaha yang dilakukan oleh gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama
dengan perubahan energi kinetik yang dialami benda itu, yaitu energi kinetik ahir
dikurang energi kinetik awal.
184

B. Usaha yang dilakukan oleh gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama
dengan perubahan energi kinetik yang dialami benda itu, yaitu energi kinetik ahir
ditambah energi kinetik awal.
C. Jika pada suatu benda bekerja gaya, maka tentu saja gaya itu disebabkan oleh
benda lainnya.
D. Waktu untuk mencapai jarak terjauh sama dengan 2 kali waktu untuk mencapai
ketinggian maksimum.
E. Energi yang berkaitan dengan posisi relatif antara dua partikel atau lebih yang
saling berinteraksi.
34. Berdasarkan Calorie 15
0
C nilai 1 kalori = . J
A. 4,2 J B. 4,18674 J C. 4,185 J D. 4, 2045 J E. 4,184 J
35. Dengan pembulatan nilai 1 kalori = . J
A. 4,2 J B. 4,18674 J C. 4,185 J D. 4, 2045 J E. 4,184 J
36. Di bawah ini rumus energi kinetik yaitu
A. F.x B. Mgh C. D. Mv E. Ma
37. 1 joule = . kalori
A. 0,23 K B. 0,24 K C. 0,22 K D. 0,21 K E. 0,115 K
38. Kesetaraan antara joule dengan kalori dibuktikan oleh
A. Hooke D. Thomas Alfa Edison
B. Sir Isaac Newton E. Albert Einstein
C. James Prescott Joule
39. Apabila kelajuan semakin besar berarti energi kinetik akan semakin
A. Kecil B.besar C.dua kalinya D.setengah kalinya E.berkurang
40. James Prescott Joule adalah seorang
A. ilmuwan Inggris
B. ilmuwan amatir Inggris yang kaya
C. ilmuwan amatir Inggris yang miskin
D. anak petani miskin
E. seorang anak yang bodoh dan keluar sekolah
41. Benda A bermassa 4 kg memiliki energi kinetik 200 K. Benda B bermassa
seperduabelas A memiliki energi kinetik sepertiga A. Berapakah percepatan benda B
selama 3 s ?
A. 6,66 m/s
2
B. 6,68 m/s
2
C. 6,69 m/s
2
D. 6,67 m/s
2
E. 6,60 m/s
2

42. Alat pelaku konversi energi disebut
A. energizer B.converter energi C. alat berat D. generator E. tuas
43. Percobaan yang sangat akurat untuk mengukur besar kalor yang dihasilkan oleh suatu
usaha tertentu (energi mekanik) pertama kali dilakukan pada
A. pada pertengahan abad ke delapan D. pada pertengahan abad ke-19
B. pada pertengahan abad ke sepuluh E. pada abad ke-19
C. pada pertengahan abad ke dua puluh
44. Energi yang dimiliki benda karena geraknya (atau kecepatan) disebut
A. energi kinetik D.energi kimia
B. energi potensial E.energi kalor
C. energi mekanik

185

45.Di bawah ini merupakan sifat-sifat energi yaitu
A. transformasi energi D. energi tidak dapat ditransfer
B. energi adalah tidak kekal E. energi tidak dapat ditransformasikan
C. energi tidak dapat dipindahkan
46. Sebuah benda bermassa m bergerak dengan kecepatan 20 m/s sehingga memiliki
energi kinetik sebesar 250 joule. Berapakah energi kinetik benda tersebut jika
kecepatannya menjadi 40 m/s ?
A. 600 J B. 700 J C. 800 J D. 900 J E. 1000 J
47. Untuk memiliki energi sebesar 0,3 kJ sebuah benda harus memiliki kecepatan 2,5 m/s.
Berapakah kecepatan yang harus dimiliki benda itu agar energi kinetiknya sebesar 75
joule ?
A. 1,25 m/s B. 1 m/s C. 1,35 m/s D. 1,1 m/s E. 1,45 m/s
48. Sebuah benda bermassa 2 kg mula-mula diam, kemudian bergerak lurus dengan
percepatan 2 m/s
2
. Berapakah usaha yang diubah menjadi energi kinetik selama 3 s ?
A. 30 J B. 36 J C. 120 J D. 80 J E. 4 J
49. Sebuah benda bermassa sama tetapi benda A memiliki kecepatan 2 x benda B.
Perbandingan energi kinetik A dan B yaitu
A. 3 :1 B. 4 :1 C. 4 : 2 D. 6 : 5 E. 2 : 3
50. Apabila usaha positif bekerja pada suatu benda, energi kinetik akan
A. Berkurang sejumlah usaha positif D. kuadrat semula
B. Bertambah sejumlah usaha positif E. setengah kali usaha positif
C. Dua kali semula
51. Sebuah bola sepak bermassa 150 gram ditendang oleh Ronaldo dan bola tersebut
bergerak lurus menuju gawang dengan laju 30 m/s. Berapakah energi kinetiknya ?
A. 16,2 kalori B. 10,2 kalori C. 5,2 kalori D. 1,2 kalori E. 0,9 kalori
52. Dua benda bermassa A memiliki kecepatan 2 m/s.Benda B bermassa 2 kali A
memilikienergi kinetik 8 kali benda A. Berapakah perbandingan kecepatan benda A
terhadap B ?
A. 1 :2 B. 2 :3 C.1:3 D.1:4 E. 2:1
53. Benda A bermassa 4 kg memiliki energi kinetic 200 K.Benda B bermassa seperempat
A memiliki energi kinetik seperempat A. Berapakah kecepatan benda B ?
A. 2 m/s B. 4 m/s C. 5 m/s D. 7 m/s E. 10 m/s
54. Sebuah balok 4 kg meluncur pada suatu permukaan dengan kelajuan 1.5 m/s.
Beberapa saat kemudian balok itu bergerak dengan kelajuan 2.4 m/s. Hitung usaha
total yang dikerjakan pada balok selama selang waktu tersebut !
A. 7,02 J B. 106,2 J C. 1,062 J D. 0,106 J E. 0,01 J
55. Sebuah bola tembaga 1 kg meluncur pada suatu permukaan dengan kelajuan 2 m/s.
Beberapa saat kemudian bola tembaga itu bergerak dengan percepatan 2 m/s
2
selama
2 s. Usaha total yang dikerjakan pada bola tembaga selama selang waktu tersebut
yaitu
A. 8,2 J B. 6 J C. 7,7 J D. 8,0 J E. 2,9 J
56. Sebuah benda dengan massa 2 kg mendapatkan gaya sebesar 5 N ke kanan. Berapakah
energi kinetik benda selama selang waktu 2 s ?
A. 8,2 K B. 6 K C. 7,7 K D. 8,0 K E. 2,9 K
57. Sumber energi terbagi menjadi dua yaitu
A. lama dan baru D. nuklir dan elektromagnetik
186

B. mahal dan murah E. alami dan buatan
C. terbaharui dan tak terbaharui
58. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan 7 m/s memiliki energi kinetik 60 Kalori.
Massa benda tersebut adalah
A. 10,6 kg B. 10,9 kg C. 10,3 kg D. 11,0 kg E. 11,2 kg
59. Energi adalah kekal artinya
A. energi panas dari suatu material atau tempat dapat ditransferkan ke tempat atau
material lain.
B. energi tidak dapat diciptakan dan dapat dimusnahkan.
C. energi dapat dapat dipindahkan dari benda lain oleh suatu gaya yang menyebabkan
pergeseran.
D. energi dapat diubah dalam bentuk lain.
E. energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan
60.Energi dapat dipindahkan sering disebut dengan
A. energi mekanik D. energi panas
B. energi potensial E. reaksi endotermis
C. energi kinetik
187
Lampiran 22 : Kunci Jawaban Uji Validasi dan Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif

Kunci Jawaban Uji Validasi dan Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif

1. B
2. E
3. A
4. A
5. D
6. B
7. C
8. E
9. A
10. B
11. D
12. B
13. C
14. A
15. C
16. A
17. A
18. A
19. C
20. B
21. A
22. A
23. E
24. B
25. A
26. B
27. A
28. C
29. A
30. E
31. D
32. A
33. A
34. C
35. A
36. C
37. B
38. C
39. B
40. B
41. D
42. B
43. D
44. A
45. A
46. E
47. A
48. B
49. B
50. B
51. A
52. A
53. E
54. A
55. B
56. B
57. C
58. C
59. E
60. A
187


188


Lampiran 23 : Lembar Jawaban pada Uji Validasi Soal dan Tes Penguasaan Materi Awal


NAMA : NO URUT :
KELAS : NIS :


LEMBAR JAWABAN

1. A B C D E
2. A B C D E
3. A B C D E
4. A B C D E
5. A B C D E
6. A B C D E
7. A B C D E
8. A B C D E
9. A B C D E
10. A B C D E
11. A B C D E
12. A B C D E
13. A B C D E
14. A B C D E
15. A B C D E
16. A B C D E
17. A B C D E
18. A B C D E
19. A B C D E
20. A B C D E
21. A B C D E
22. A B C D E
23. A B C D E
24. A B C D E
25. A B C D E
26. A B C D E
27. A B C D E
28. A B C D E
29. A B C D E
30. A B C D E
31. A B C D E
32. A B C D E
33. A B C D E
34. A B C D E
35. A B C D E
36. A B C D E
37. A B C D E
38. A B C D E
39. A B C D E
40. A B C D E
41. A B C D E
42. A B C D E
43. A B C D E
44. A B C D E
45. A B C D E
46. A B C D E
47. A B C D E
48. A B C D E
49. A B C D E
50. A B C D E
51. A B C D E
52. A B C D E
53. A B C D E
54. A B C D E
55. A B C D E
56. A B C D E
57. A B C D E
58. A B C D E
59. A B C D E
60. A B C D E
189













Lampiran 24. Contoh Jawaban Siswa pada Uji Validasi Soal

190










191













Lampiran 25. Contoh Jawaban Siswa dalam Tes Penguasaan Materi Awal pada Ranah Kognitif
193

Lampiran 26 : Soal Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif Siswa

TES PENGUASAAN MATERI AHIR SISWA PADA RANAH KOGNITIF

Pilihlah jawaban yang benar dari pilihan jawaban A, B, C, D, atau E berikut kemudian isikan jawaban Anda
pada lembar jawaban yang telah disediakan !

1. Anggaplah sebuah mobil memiliki energi kinetik 4.000 J. Jika mobil itu melaju dua kali lebih cepat,
berapa energi kinetiknya ?
A. 4 kalinya B. 2 kalinya C. sama D. 800 J E. kalinya
2. Sebuah benda bermasssa m bergerak dengan kecepatan 20 m/s sehingga memiliki energi kinetik
sebesar 250 Joule. Berapakah energi kinetik benda tersebut jika kecepatannya menjadi 30 m/s ?
A. 1298.6 J B. 459 J C. 250 J D. 500 J E. 562.5 J
3. Sebuah peluru yang ditembakkan dengan kecepatan Vo dan sudut elevasi . Pada titik tertinggi, maka

A. tenaga kinetiknya nol D.tenaga totalnya maksimal
B. tenaga kinetiknya maksimal E. kecepatannya maksimal
C. tenaga potensialnya minimal
4. Di bawah ini merupakan pernyataan dari teorema usaha-energi kinetic yaitu
A. Usaha yang dilakukan oleh gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama dengan perubahan
energi kinetik yang dialami benda itu, yaitu energi kinetik akhir dikurang energi kinetik awal.
B. Usaha yang dilakukan oleh gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama dengan perubahan
energi kinetik yang dialami benda itu, yaitu energi kinetik akhir ditambah energi kinetik awal.
C. Jika pada suatu benda bekerja gaya, maka tentu saja gaya itu disebabkan oleh benda lainnya.
D. Waktu untuk mencapai jarak terjauh sama dengan 2 kali waktu untuk mencapai ketinggian
maksimum.
E. Energi yang berkaitan dengan posisi relatif antara dua partikel atau lebih yang saling berinteraksi.
5. Alat pelaku konversi energi disebut
A.energizer B.converter energi C. alat berat D. generator E. tuas
6. Untuk memiliki energi sebesar 0,3 kJ sebuah benda harus memiliki kecepatan 2,5 m/s.Berapakah
kecepatan yang harus dimiliki benda itu agar energi kinetiknya sebesar 75 joule ?
A. 1,25 m/s B. 1 m/s C. 1,35 m/s D. 1,1 m/s E. 1,45 m/s
7. Sebuah benda bermassa 2 kg mula-mula diam, kemudian bergerak lurus dengan percepatan 2
m/s
2
.Berapakah usaha yang diubah menjadi energi kinetik selama 3 s ?
A. 30 J B. 36 J C. 120 J D. 80 J E. 4 J
8. Sebuah benda bermassa sama tetapi benda A memiliki kecepatan 2 x benda B.Perbandingan energi
kinetik A dan B yaitu
A.3 :1 B. 4 :1 C. 4 : 2 D. 6 : 5 E. 2 : 3
9. Apabila usaha positif bekerja pada suatu benda, energi kinetik akan .....
A.Berkurang sejumlah usaha positif D.kuadrat semula
B.Bertambah sejumlah usaha positif E. setengah kali usaha positif
C.Dua kali semula
10. Sebuah bola sepak bermassa 150 gram ditendang oleh Ronaldo dan bola tersebut bergerak lurus
menuju gawang dengan laju 30 m/s. Berapakah energi kinetiknya ?
A. 16,2 kalori B. 10,2 kalori C. 5,2 kalori D. 1,2 kalori E. 0,9 kalori
11. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan 7 m/s memiliki energi kinetik 60 Kalori.Massa benda
tersebut adalah
A. 10,6 kg B. 10,9 kg C. 10,3 kg D. 11,0 kg E. 11,2 kg
12. Energi adalah kekal artinya
A. energi panas dari suatu material atau tempat dapat ditransferkan ke tempat atau material lain.
B. energi tidak dapat diciptakan dan dapat dimusnahkan.
C. energi dapat dapat dipindahkan dari benda lain oleh suatu gaya yang menyebabkan pergeseran.
D. energi dapat diubah dalam bentuk lain.
E. energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan
13. Energi dapat dipindahkan sering disebut dengan
A. energi mekanik D. energi panas
B. energi potensial E. reaksi endotermis
C. energi kinetik

SELAMAT MENGERJAKAN SEMOGA SUKSES
194












194

Lampiran 27 : Kunci Jawaban Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif

Kunci Jawaban Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif

1. A
2. E
3. A
4. A
5. B
6. A
7. B
8. B
9. B
10. A
11. C
12. E
13. A

195













Lampiran 28. Contoh Jawaban Siswa dalam Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif Siswa

196








140

Lampiran 1 : Nilai Uji Validasi Soal di Kelas XI IPA2

Tabel 27. Nilai Uji Validasi Soal di Kelas XI IPA2
Keterangan :
KKM = 75



No. Nama Nilai Keterangan
1 AL SHAHIBUL RAHMAN M.SURYANA.S. 71.7 Belum Tuntas
2 ALIFTYA AMARILISYARININGTYAS 66.7 Belum Tuntas
3 AMANDA AYUDHIA SAHRI +) 60 Belum Tuntas
4 BONITA FAUSTINA GURU 75 Tuntas
5 DEWINTA CANDRA PUTRI 71.7 Belum Tuntas
6 DIAN REDITA 71.7 Belum Tuntas
7 FATHIN NAUFAL NUR ISLAM 58.3 Belum Tuntas
8 GABRIELA DESY KUSUMAWARDANI +) 66.7 Belum Tuntas
9 HERNAWAN FAJAR SULISRIYANTO +) 68.3 Belum Tuntas
10 IRHAM AHMAD YUSRON 63.3 Belum Tuntas
11 JOHAN SANDI PAMUNGKAS 63.3 Belum Tuntas
12 KHAIZUL HANUM MUMTAZAH 73.3 Belum Tuntas
13 KRISOSTOMUS NOVA RAHMANTO +) 71.7 Belum Tuntas
14 LATIFAH RIZKY NURSETYAWATI 55 Belum Tuntas
15 MAHARANI KARINA PUTRI +) 53.3 Belum Tuntas
16 MARIA ADINTA KRISPRADANI +) 75 Tuntas
17 MEIKA RAHMAWATI 73.3 Belum Tuntas
18 MUHAMMAD INDRAWAN JATMIKA Belum Tuntas
19 NADIA NURUSSALAMAH 53.3 Belum Tuntas
20 NOVELIA WARDHANI CATURPUTRI +) 66.7 Belum Tuntas
21 PAULINA ADINA HARI SETYOWATI +) 76.7 Tuntas
22 PAULINA RIAN KUNTHI KUSUMADEWI +) 68.3 Belum Tuntas
23 PRIYAWAN PANGESTU AJI 68.3 Belum Tuntas
24 RACHMADHIYA SALSABILA 71.7 Belum Tuntas
25 RIANTI PUTRI KINANTHI +) 61.7 Belum Tuntas
26 RIZKY IFANDRIYANI 60 Belum Tuntas
27 ROBERTA NIKEN TRI RAHMAWATI +) 66.7 Belum Tuntas
28 ROMADHANI BAYU KUSUMA 70 Belum Tuntas
29 SHAM SIDHIQ 68.3 Belum Tuntas
30 SIWI GITA KARTIKA 60 Belum Tuntas
141

Lampiran 2 : Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA6

Tabel 28. Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA6
Keterangan :
KKM = 75

No. Nama Kognitif Keterangan Psikomotorik Keterangan
1 ADITYA HELZA BIWANTARA 81.7 Tuntas 79 Tuntas
2 AGUS TRIYONO 81.7 Tuntas 82 Tuntas
3 ANDRI SEPTIAN CAHYADI 83.3 Tuntas 80 Tuntas
4 ANINDHITA PUTRI WIBAWA 83.3 Tuntas 81 Tuntas
5 ANISA NUR AMALINA 66.7 Belum Tuntas 82 Tuntas
6 APRILIA DEWI SAFITRI 86.7 Tuntas 82 Tuntas
7 ARUM KURNIA INTANI 80 Tuntas 80 Tuntas
8 DEHA AGUS UMARHADI 80 Tuntas 80 Tuntas
9 DINDA CLARASITA *) 78.3 Tuntas 80 Tuntas
10 DITA LASHITA SARI 81.7 Tuntas 80 Tuntas
11 DOVAN MAOLANA 76.7 Tuntas 80 Tuntas
12 ERLI ARSITA 78.3 Tuntas 78 Tuntas
13 IDFI TANIYA KUSUMA 85 Tuntas 81 Tuntas
14 INTAN ALI 65 Belum Tuntas 81 Tuntas
15 INTAN KURNIA RATRI 86.7 Tuntas 79 Tuntas
16 LEVINA MARELLA DEWI *) 81.7 Tuntas 79 Tuntas
17 LINTANG WIDHIASTY 81.7 Tuntas 86 Tuntas
18 MUHAMMAD AMIEN IBRAHIM 68.3 Belum Tuntas 80 Tuntas
19 MUHAMMAD IKHWAN ANAS 83.3 Tuntas 80 Tuntas
20 NIA WIDYAWATI FITRI.P. 75 Tuntas 80 Tuntas
21 NIKITA WINDHA PUSPITASARI 70 Belum Tuntas 80 Tuntas
22 NIMAS WIRASWARI KEN.U. 83.3 Tuntas 83 Tuntas
23 NINDYAN DHANESWARI.A. 70 Belum Tuntas 80 Tuntas
24 RESTU BUDI PRABOWO 83.3 Tuntas 83 Tuntas
25 RIDWAN BIMA ARYA 83.3 Tuntas 86 Tuntas
26 SEKAR FITRIADZINI.I. 68.3 Belum Tuntas 81 Tuntas
27 SYARA FITRIANI 73.3 Belum Tuntas 79 Tuntas
28 TITO ARDIYAN*) 81.7 Tuntas 77 Tuntas
29 TRIA ARUMNI *) 76.7 Tuntas 79 Tuntas
30 YUDHA PRASETYA.I*) 83.3 Tuntas 79 Tuntas
142

Lampiran 3 : Hasil Nontes Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen
di Kelas XI IPA6
Tabel 29. Hasil Nontes Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen
di Kelas XI IPA6
No Nama Psikomotorik Keterangan
1 ADITYA HELZA BIWANTARA Belum Tuntas
2 AGUS TRIYONO 70 Belum Tuntas
3 ANDRI SEPTIAN CAHYADI 78 Tuntas
4 ANINDHITA PUTRI WIBAWA 67 Belum Tuntas
5 ANISA NUR AMALINA 78 Tuntas
6 APRILIA DEWI SAFITRI 67 Belum Tuntas
7 ARUM KURNIA INTANI 78 Tuntas
8 DEHA AGUS UMARHADI 70 Belum Tuntas
9 DINDA CLARASITA *) 78 Tuntas
10 DITA LASHITA SARI 78 Tuntas
11 DOVAN MAOLANA 70 Belum Tuntas
12 ERLI ARSITA 78 Tuntas
13 IDFI TANIYA KUSUMA 67 Belum Tuntas
14 INTAN ALI 78 Tuntas
15 INTAN KURNIA RATRI 67 Belum Tuntas
16 LEVINA MARELLA DEWI *) 78 Tuntas
17 LINTANG WIDHIASTY 78 Tuntas
18 MUHAMMAD AMIEN IBRAHIM 70 Belum Tuntas
19 MUHAMMAD IKHWAN ANAS 67 Belum Tuntas
20 NIA WIDYAWATI FITRI.P. 78 Tuntas
21 NIKITA WINDHA PUSPITASARI 45 Belum Tuntas
22 NIMAS WIRASWARI KEN.U. 78 Tuntas
23 NINDYAN DHANESWARI.A. 45 Belum Tuntas
24 RESTU BUDI PRABOWO 78 Tuntas
25 RIDWAN BIMA ARYA 78 Tuntas
26 SEKAR FITRIADZINI.I. 78 Tuntas
27 SYARA FITRIANI 45 Belum Tuntas
28 TITO ARDIYAN*) Belum Tuntas
29 TRIA ARUMNI *) 45 Belum Tuntas
30 YUDHA PRASETYA.I*) 70 Belum Tuntas
Keterangan :
KKM = 75

143

Lampiran 4 : Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA6
Tabel 30. Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA6
No. Nama Kognitif Keterangan Psikomotor Keterangan
1 ADITYA HELZA BIWANTARA 84.6 Tuntas 97.5 Tuntas
2 AGUS TRIYONO 84.6 Tuntas 97.5 Tuntas
3 ANDRI SEPTIAN CAHYADI 53.8 Belum Tuntas 90 Tuntas
4 ANINDHITA PUTRI WIBAWA 84.6 Tuntas 75 Tuntas
5 ANISA NUR AMALINA 76.9 Tuntas 75 Tuntas
6 APRILIA DEWI SAFITRI 84.6 Tuntas 90 Tuntas
7 ARUM KURNIA INTANI 61.5 Belum Tuntas Belum Tuntas
8 DEHA AGUS UMARHADI 76.9 Tuntas 97.5 Tuntas
9 DINDA CLARASITA *) 92.3 Tuntas 90 Tuntas
10 DITA LASHITA SARI 61.5 Belum Tuntas 80 Tuntas
11 DOVAN MAOLANA 69.2 Belum Tuntas 97.5 Tuntas
12 ERLI ARSITA 84.6 Tuntas Belum Tuntas
13 IDFI TANIYA KUSUMA 84.6 Tuntas 75 Tuntas
14 INTAN ALI 46.2 Belum Tuntas 80 Tuntas
15 INTAN KURNIA RATRI 84.6 Tuntas 90 Tuntas
16 LEVINA MARELLA DEWI *) 61.5 Belum Tuntas 80 Tuntas
17 LINTANG WIDHIASTY 84.6 Tuntas 75 Tuntas
18 MUHAMMAD AMIEN IBRAHIM 84.6 Tuntas 97.5 Tuntas
19 MUHAMMAD IKHWAN ANAS 84.6 Tuntas 90 Tuntas
20 NIA WIDYAWATI FITRI.P. 84.6 Tuntas 75 Tuntas
21 NIKITA WINDHA PUSPITASARI 76.9 Tuntas 75 Tuntas
22 NIMAS WIRASWARI KEN UTAMI 69.2 Belum Tuntas 75 Tuntas
23 NINDYAN DHANESWARI.A. 84.6 Tuntas Belum Tuntas
24 RESTU BUDI PRABOWO 92.3 Tuntas 80 Tuntas
25 RIDWAN BIMA ARYA 92.3 Tuntas 80 Tuntas
26 SEKAR FITRIADZINI ISTIQOMAH 84.6 Tuntas 75 Tuntas
27 SYARA FITRIANI 76.9 Tuntas 75 Tuntas
28 TITO ARDIYAN*) 84.6 Tuntas 97.5 Tuntas
29 TRIA ARUMNI *) 76.9 Tuntas 75 Tuntas
30 YUDHA PRASETYA INDRANATA *) Belum Tuntas 80 Tuntas
Keterangan :
KKM = 75

144

Lampiran 5 : Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA1
Tabel 31. Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA1
Keterangan :
KKM = 75

No. Nama Kognitif Keterangan Psikomotorik Keterangan
1 ANDIKA SATYA PUTRA 81.7 Tuntas 86 Tuntas
2 ASTRID MEGA AMMALIA Belum Tuntas 79 Tuntas
3 BAGUS SETYAWAN 81.7 Tuntas 91 Tuntas
4 BENEDICTUS ALDO CAHYA.A+) 83.3 Tuntas 86 Tuntas
5 C. CHIKA OKTALIA PUTRI +) 80 Tuntas 81 Tuntas
6 DEWANTY ASMANINGRUM 80 Tuntas 79 Tuntas
7 DODI KUNCORO JATI 78.3 Tuntas 79 Tuntas
8 EGA HIRTIEN SAPUTRI 75 Tuntas 76 Tuntas
9 FEBRIA NOOR FITRIARATNA 68.3 Belum Tuntas 76 Tuntas
10 GALUH WILISTYOTAMI +) 83.3 Tuntas 83 Tuntas
11 HUSNA ARIF WARDATY 78.3 Tuntas 79 Tuntas
12 JEANNE ANGGRAINI.K. 80 Tuntas 81 Tuntas
13 KUNTOADI HARYO DEWANTORO 78.3 Tuntas 77 Tuntas
14 MAREDA FENTY.N.W.+) 83.3 Tuntas 80 Tuntas
15 MARIO AFRA GRACIA.K.T +) 80 Tuntas 80 Tuntas
16 MUHAMMAD ANDHIKA 78.3 Tuntas 77 Tuntas
17 MUHAMMAD AZKA HAIZAM 81.7 Tuntas 79 Tuntas
18 NIRVANA TRISA ARINI 80 Tuntas 77 Tuntas
19 OLIVIA NATASHA MARYATMO +) 76.7 Tuntas 77 Tuntas
20 PIUS EDI WERDA PEBRIUJIANTA +) 83.3 Tuntas 80 Tuntas
21 RENO GHAFFUR BAGASJVARA 83.3 Tuntas 80 Tuntas
22 RETNO RAMADHANI 83.3 Tuntas 80 Tuntas
23 RIA ALFI SUFRA 80 Tuntas 80 Tuntas
24 RIZNA ALFI LUAILY NABIQHA Belum Tuntas 77 Tuntas
25 SARAH KHAIRINA 78.3 Tuntas 80 Tuntas
26 SARAH NUR SARITA 73.3 Belum Tuntas 77 Tuntas
27 SMITA DINAKARAMANI 75 Tuntas 80 Tuntas
28 STELLA NADYA ARVITA +) 66.7 Belum Tuntas 86 Tuntas
29 WILDAN AULIA HIKMAWAN 78.3 Tuntas 80 Tuntas
30 YULIANA NOVITA RACHMAWATI +) 81.7 Tuntas 80 Tuntas
145

Lampiran 6 : Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA1
Tabel 32. Hasil Tes dan Nontes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA1
No. Nama Kognitif Keterangan Psikomotor Keterangan
1 ANDIKA SATYA PUTRA 92.3 Tuntas Belum Tuntas
2 ASTRID MEGA AMMALIA 84.6 Tuntas 97.5 Tuntas
3 BAGUS SETYAWAN 92.3 Tuntas 97.5 Tuntas
4 BENEDICTUS ALDO CAHYA.A+) 84.6 Tuntas Belum Tuntas
5 C. CHIKA OKTALIA PUTRI +) 100 Tuntas 95 Tuntas
6 DEWANTY ASMANINGRUM 92.3 Tuntas 97.5 Tuntas
7 DODI KUNCORO JATI 84.6 Tuntas Belum Tuntas
8 EGA HIRTIEN SAPUTRI 84.6 Tuntas Belum Tuntas
9 FEBRIA NOOR FITRIARATNA 92.3 Tuntas 95 Tuntas
10 GALUH WILISTYOTAMI +) 69.2 Belum Tuntas 97.5 Tuntas
11 HUSNA ARIF WARDATY 100 Tuntas Belum Tuntas
12 JEANNE ANGGRAINI.K. 100 Tuntas Belum Tuntas
13 KUNTOADI HARYO DEWANTORO 76.9 Tuntas Belum Tuntas
14 MAREDA FENTY NUGRAHENI.W+) 92.3 Tuntas 97.5 Tuntas
15 MARIO AFRA GRACIA.K.T +) 84.6 Tuntas 97.5 Tuntas
16 MUHAMMAD ANDHIKA 100 Tuntas 97.5 Tuntas
17 MUHAMMAD AZKA HAIZAM 92.3 Tuntas 97.5 Tuntas
18 NIRVANA TRISA ARINI 92.3 Tuntas Belum Tuntas
19 OLIVIA NATASHA MARYATMO +) 92.3 Tuntas 95 Tuntas
20 PIUS EDI WERDA.P +) 84.6 Tuntas 97.5 Tuntas
21 RENO GHAFFUR BAGASJVARA 92.3 Tuntas 97.5 Tuntas
22 RETNO RAMADHANI 92.3 Tuntas 97.5 Tuntas
23 RIA ALFI SUFRA 84.6 Tuntas 97.5 Tuntas
24 RIZNA ALFI LUAILY NABIQHA 76.9 Tuntas 97.5 Tuntas
25 SARAH KHAIRINA 92.3 Tuntas 95 Tuntas
26 SARAH NUR SARITA 84.6 Tuntas 95 Tuntas
27 SMITA DINAKARAMANI 100 Tuntas Belum Tuntas
28 STELLA NADYA ARVITA +) 92.3 Tuntas Belum Tuntas
29 WILDAN AULIA HIKMAWAN 92.3 Tuntas Belum Tuntas
30 YULIANA NOVITA.R. +) 92.3 Tuntas 97.5 Tuntas
Keterangan :
KKM = 75

146



147


197
Lampiran 29 Silabus dalam Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen dan Metode
Demonstrasi.
SILABUS UNTUK KELAS XI IPA6 DAN XI IPA1 SMA N 8 YOGYAKARTA







NAMA : QODRIYATUL ASIFAH
NIM : 07302241036
SEKOLAH : SMA N 8 Yogyakarta
MATA PELAJARAN : FISIKA
KELAS : XI IPA6 dan XI IPA1
SEMESTER : 3
TAHUN PELAJARAN : 2011/2012










PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA
2011
198
SILABUS
Nama Sekolah : SMA N 8 Yogyakarta
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : XI IPA6 dan XI IPA1/3 Alokasi Waktu per Semester : 120 jp
Standar Kompetensi : Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik
Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu
Sumber /
Bahan/Alat
Menganalisis
hubungan antara
usaha,perubahan
energi dengan
hukum kekekalan
energi mekanik
Usaha dan energi
Konsep usaha
Hubungan usaha
dan energi kinetik
Hubungan usaha
dengan energi
potensial
Hukum
kekekalan energi
mekanik
Merumuskan konsep usaha,
energi kinetik,energi
potensial (gravitasi dan
pegas),dan energi mekanik
dan hubungan antara konsep-
konsep itu dalam diskusi
kelas
Mendemonstrasikan usaha
yang terjadi karena
perubahan energi kinetik
Mendemonstrasikan usaha
yang terjadi karena
perubahan energi potensial
Menerapkan prinsip
hubungan antara usaha dan
energi dalam pemecahan
masalah dinamika gerak
melalui diskusi kelas
Mendeskripsikan
hubungan antara
usaha,gaya,dan
perpindahan
Menghitung besar
energi potensial
(gravitasi dan
pegas) dan energi
kinetik
Menganalisis
hubungan antara
usaha dan energi
kinetik
Menganalisis
hubungan antara
usaha dengan
energi potensial
Merumuskan
bentuk hukum
kekekalan energi
mekanik
Tes tertulis
(pilihan
ganda),
penugasan
8 jam Sumber :
Marthen Kanginan.
(2002). Fisika untuk
SMA Kelas XI.
Jakarta : Erlangga.
Bahan : Lembar
kerja murid, hasil
laporan siswa, bahan
presentasi
Alat : Media
presentasi
199
Lampiran 30 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Mengajar Eksperimen
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
UNTUK KELAS XI IPA6 SMA N 8 YOGYAKARTA







NAMA : QODRIYATUL ASIFAH
NIM : 07302241036
SEKOLAH : SMA N 8 Yogyakarta
MATA PELAJARAN : FISIKA
KELAS : XI IPA6
SEMESTER : 3
TAHUN PELAJARAN : 2011/2012






PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA
2011
200

PERANGKAT RPP

USAHA DAN ENERGI
(Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Yogyakarta)


Standar Kompetensi
Menerapkan Konsep Energi Kinetik

Kompetensi Dasar
Menguasai konsep bentuk dan sumber energi
Menguasai konsep pengertian energi kinetik
Menguasai konsep rumus energi kinetik
Menguasai konsep teorema usaha energi kinetik
Menghitung energi kinetik
Menghitung teorema usaha-energi kinetik

Disusun oleh :
Qodriyatul Asifah



Yogyakarta, 27 Oktober 2011

201

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Kerangka Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

1. Bidang Studi : Fisika
2. Mata Pelajaran : Fisika
3. Pokok Bahasan : Energi Kinetik
4. Kompetensi : Menguasai konsep energi kinetik
5. Semester : 3
6. Waktu : 5 jp

A.Tujuan Intruksional Pembelajaran
1.Tujuan dari aspek psikomotorik
a. Menyalakan kipas angin untuk mengamati perubahan bentuk energi listrik menjadi
gerak dan bunyi
b. Menyalakan musik di lap top untuk mengamati perubahan bentuk energi listrik
menjadi bunyi
c. Menyalakan lampu untuk mengamati perubahan bentuk energi listrik menjadi cahaya
dan panas
d. Menyalakan batere dan led untuk mengamati perubahan energi kimia menjadi cahaya
e. Memakan roti tawar untuk mengamati perubahan energi kimia menjadi gerak, bunyi,
dan panas
f. Menyalakan lampu spiritus untuk menentukan bahwa minyak adalah sumber energi
tak terbaharui
g. Bermain di bawah matahari untuk menentukan bahwa matahari adalah sumber energi
terbaharui
h. Menyalakan kipas angin untuk menentukan bahwa angin adalah sumber energi
terbaharui
i. Memperhatikan air di dalam botol untuk menentukan bahwa air adalah sumber energi
terbaharui
j. Diberi bola siswa menimbang massa bola m
k. Dengan neraca, siswa menggunakan neraca untuk menimbang massa bola m
l. Dengan penggaris, siswa menggunakan penggaris untuk menentukan tinggi tempat h
m. Denganstop watch, siswa menggunakan stop watch untuk menentukan waktu awal
ketika bola dijatuhkan t0dan waktu akhir ketika bola menyentuh lantai (titik acuan) t1
n. Dengan alat tulis siswa membuat laporan percobaan

202

2.Tujuan dari aspek kognitif
a. Berdasarkan hasil pengamatan kipas angin, lampu, lap top, led, yang dinyalakan dan
makan roti tawar siswa dapat menyabutkan perubahan bentuk energi
b. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap minyak spiritus, matahari, angin, dan air
siswa dapat mengelompokkan sumber energi tak terbaharui dan terbaharui
c. Berdasarkan hasil pengamatan bola yang dijatuhkan, siswa dapat menyatakan definisi
energi kinetik
d. Berdasar hasil pengamatan waktu awal dan akhir, siswa dapat menentukan kecepatan
awal dan akhir bola
e. Berdasarkan data tabel siswa dapat menyatakan rumus energi kinetik
f. Berdasarkan hasil perhitungan energi kinetik awal dan akhirsiswa dapat menemukan
konsep teorema usaha-energi kinetik
g. Berdasarkan data tabel antar kelompok siswa dapat membuat grafik hubungan antara
massa benda dan energi kinetik terhitung
h. Berdasarkan data tabel antar kelompok siswa dapat membuat grafik hubungan antara
tinggi tempat dan energi kinetik terhitung
i. Berdasarkan data tabel antar kelompok siswa dapat membuat grafik hubungan antara
kuadrat kecepatan dan energi kinetik terhitung
j. Berdasarkan data tabel antar kelompok siswa dapat membuat grafik hubungan antara
massa dan kuadrat kecepatan
k. Dengan mengubah ubah massa bola, siswa dapat menyatakan pengaruh massa
terhadap energi kinetik
l. Dengan mengubah-ubah tinggi tempat, siswa dapat menyatakan tidak adanya
pengaruh tinggi tempat di dalam konsep energi kinetik
B.Indikator
1.Indikator dari aspek psikomotor
a. Penampilan kelompok menyalakan kipas angin, lap top, lampu, led serta melakukan
gerakan dan suara setelah makan roti tawar
b. Penampilan kelompok mengamati dan mendiskusikan minyak spiritus, matahari,
angin, dan air
c. Penampilan kelompok menggunakan neraca untuk mengukur massa bola
d. Penampilan kelompok menggunakan penggaris untuk mengukur tinggi tempat
e. Penampilan kelompok menjatuhkan bola dari tinggi yang ditentukan
f. Penampilan kelompok menggunakan stop watch untuk mencatat selang waktu bola
jatuh


203

2.Indikator dari aspek kognitif
a. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam memberi definisi energi
b. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyebutkan bentuk energi
c. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyebutkan sumber energi
d. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam memberi definisi energi kinetik
e. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam memberi contoh energi kinetik
f. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam mendefinisikan massa
g. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam mendefinisikan kecepatan
h. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyatakan rumus
i. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam mendefinisikan usaha
j. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam mendefinisikan konsep teorema usaha-
energi kinetik
k. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyatakan rumus
l. Paparan dalam ujud membuat grafik hubungan antara massa benda dan energi kinetik
terhitung
m. Paparan dalam ujud membuat grafik hubungan antara tinggi tempat dan energi kinetik
terhitung
n. Paparan dalam ujud membuat grafik hubungan antara kuadrat kecepatan dan energi
kinetik terhitung
o. Paparan dalam ujud membuat grafik hubungan antara massa dan kuadrat kecepatan
p. Dengan mengubah ubah massa bola, siswa dapat menyatakan pengaruh massa
terhadap
q. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyatakan 1 kal = 4,2 joule
r. Paparan dalam bentuk keterampilan kognitif menggunakan rumus dan








204

C.Konsep Fisis Materi Pembelajaran
1.Peta Konsep








































ENERGI KINETIK
Definisi Energi Sumber Energi

Bentuk Energi
Energi tak terbaharui Energi terbaharui 5 bentuk utama energi
Perubahan bentuk energi
Teorema Usaha-Energi Kinetik
Asal Kata Energi Kinetik
Definisi Energi Kinetik
Contoh Energi Kinetik
Rumus Energi Kinetik EK = mv
2

Usaha Energi kinetik
Massa
Kelajuan
=
EK = F x
Percepatan
GLBB
Perpindahan
at = v
x = vt
Substitusi
Wres = EK = EKak Ekaw
x
v v
a
2
2
1
2
2


Hukum II Newton Fx = m (ax)
Substitusi
205

2.Konsep Materi Percobaan

a.Konsep menyusun alat dan bahan percobaan berdasar gambar desain

b.Konsep memeriksa komponen alat dan bahan percobaan
1) Kipas angin
2) Lap top
3) Lampu
4) Batere, kabel, dan led
5) Roti tawar
6) Lampu spiritus, korek api
7) Matahari
8) Air
9) Bola
10) Neraca
11) Penggaris
12) Lantai
13) Stop watch
c.Menggunakan kipas angin, lap top, lampu, rangkaian led- batere, dan makan roti tawar untuk
mengetahui perubahan bentuk energi
d.Menggunakan lampu spiritus, kipas angin, matahari, dan air untuk menentukan sumber energi
terbaharui dan tak terbaharui
e.Menggunakan neraca untuk menimbang massa bola
f.Menggunakan penggaris untuk menentukan tinggi tempat
g.Menggunakan stop watch untuk menentukan selang waktu dari bola mulai dijatuhkan hingga
tepat menyentuh lantai
3.Konsep Materi Kognitif
a. Definisi energi : sesuatu yang dibutuhkan oleh benda agar benda dapat melakukan
usaha.Mobil yang kehabisan bensin (energi kimia) tidak dapat lagi bergerak
(melakukan usaha)
b. Macam-macam bentuk energi yaitu energi mekanik, energi kalor, energi kimia, energi
elektromagnetik (listrik, magnet, dan cahaya), dan energi nuklir
206

c. Sumber energi dibagi menjadi dua yaitu sumber energi tak terbaharui, seperti energi fosil
dan energi nuklir fisi, dan sumber energi terbaharui seperti energi matahari, energi angin,
energi air, dan energi gelombang.
d. Definisi energi kinetik :energi yang dimiliki benda karena geraknya
(ataukecepatannya).
e. Rumus energi kinetik yaitu EK = mv
2

f. Rumus teorema usaha-energi kinetik yaitu Wres = EK = EKak Ekaw
g. Menentukan hubungan massa, kecepatan, dan energi kinetik jika salah satu diubah
nilainya dan yang lain dibuat tetap.
Gambar 1 grafik hubungan energi kinetik dan massa benda

Gambar 2 grafik hubungan energi kinetik dan ketinggian

Gambar 3 grafik energi kinetik dan kuadrat kecepatan

207

Grafik 4 hubungan antara massa dan kuadrat kecepatan

D.Langkah Pembelajaran
1. Ceramah Langkah Pembelajaran
a. Penjelasan pembelajaran
b. Ceramah pentingnya belajar bentuk dan sumber energi serta energi kinetik
c. Pembagian kelompok kerja berdasar jumlah siswa dan jumlah alat yang ada untuk
percobaan
2. Melakukan Percobaan (Eksperimen) di Laboratorium
a. Kerja kelompok dan diskusi kelompok di laboratorium
b. Percobaan kelompok menyalakan kipas angin, lap top, lampu, rangkaian led-batere,
serta melakukan gerakan dan suara setelah memakan roti tawar
c. Percobaan kelompok dalam mengelompokkan minyak spiritus, matahari,angin, dan air
ke dalam sumber energi terbaharui dan tak terbaharui
d. Percobaan kelompok dengan menimbang massa bola
e. Percobaan kelompok untuk menentukan tinggi tempat
f. Percobaan kelompok untuk mengukur selang waktu ketika ntara bola jatuh dan tepat
menyentuh tanah
g. Berkelompok membuat tabel berisi m, h, v
2
, dan EK
h. Berkelompok membuat grafik hubungan massa dan energi kinetik, kecepatan kuadrat
dan energi kinetik, tinggi tempat dan energi kinetik, serta massa dan kecepatan
kuadrat
i. Berkelompok membuat hipotesis berdasar masalah yang dibuat
3. Kegiatan Kelas
a. Diskusi kelas hasil diskusi kelompok
b. Penampilan individu berdasarkan hasil percobaan dan hasil diskusi kelompok
c. Diskusi kelas tentang definisi energi
d. Diskusi kelas tentang sumber energi
e. Diskusi kelas tentang bentuk energi
f. Diskusi kelas tentang definisi energi kinetik
208

g. Berdasar grafik hubungan massa dan energi kinetik, kecepatan kuadrat dan energi
kinetik, tinggi tempat dan energgi kinetik, serta massa dan kecepatan kuadrat siswa
menarik kesimpulan.
h. Tanya jawab tentang penurunan rumus energi kinetik
i. Tanya jawab tentang penurunan rumus teorema usaha-energi kinetik
j. Tanya jawab menghitung EK jika m dan v diketahui
4. Penguatan Pemahaman Konsep
a. Latihan dan diskusi tentang definisi, sumber, dan bentuk energi
b. Latihan dan diskusi tentang penggunaan rumus energi kinetik dalam persoalan sehari-
hari
c. Latihan dan diskusi tentang penggunaan rumus teorema usaha-energi kinetik dalam
persoalan sehari-hari
d. Latihan dan diskusi tentang penggunaan konsep energi untuk kepentingan teknologi
dan kemasyarakatan
e. Penyimpulan umum hasil diskusi kelas
5. Penutup
1) Tugas untuk pembelajaran lebih lanjut
2) Postes
E.Alat dan Bahan Pembelajaran
1.Alat Percobaan
a. Kipas angin
b. Lap top
c. Lampu
d. Batere, kabel, dan led
e. Roti tawar
f. Lampu spiritus, korek api
g. Matahari
h. Air
i. Bola
j. Neraca
k. Mistar
l. Stop watch
2.Bahan Cetakan
a. LKM percobaan teorema usaha energi kinetik
b. Buku Ajar :Marthen Kanginan.(2002).Fisika untuk SMA Kelas XI.Jakarta:Erlangga.


209

F.LKM
Lembar Kerja Murid (LKM), terlampir.
G.Metode/Model Pembelajaran
Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan
1. Pembelajaran : PAIKEM
2. Metode metode eksperimen
3. Data eksperimen Diskusi Tanya jawab - Kesimpulan
4. Model Pembelajaran :
Data eksperimen Masalah Hipotesis Analisis Kesimpulan
H.Evaluasi Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran terlampir
I.Non Tes Psikomotor
1. Lembar Penilaian Psikomotor
Lembar penilaian psikomotor terlampir
Tes ketercapaian tujuan kognitif

1. Sesuatu yang dibutuhkan oleh benda agar benda dapat melakukan usaha disebut
A. energi
B. usaha
C. gaya
D. kecepatan
E. massa
2. Mengapa mobil yang kehabisan bensin tidak dapat lagi bergerak ?
A. kehabisan energi kimia
B. kehabisan energi kalor
C. perlu dorongan
D. dalam kondisi tidak stabil
E. kecepatannya nol
3. Alat pelaku konversi energi disebut
A. energizer
B. converter energi
C. alat berat
D. generator
E. tuas
4. Sumber energi terbagi menjadi dua yaitu
A. lama dan baru
B. mahal dan murah
C. terbaharui dan tak terbaharui
D. nuklir dan elektromagnetik
E. alami dan buatan
210

5. Di bawah ini merupakan sumber energi terbaharui yaitu
A. fosil dan air
B. air dan angin
C. energi nuklir fisi
D. matahari dan baterai
E. kalor dan gelombang
6. Di bawah ini merupakan sumber energi tak terbaharui yaitu
A. fosil dan dan nuklir fisi
B. air dan angin
C. energi nuklir fisi dan angin
D. matahari dan baterai
kalor dan gelombang
7. Energi yang dimiliki benda karena geraknya (atau kecepatan) disebut
A. energi kinetik
B. energi potensial
C. energi mekanik
D. energi kimia
E. energi kalor
8. Besaran besaran di bawah ini mempengaruhi energi kinetik yaitu
A. massa dan kecepatan
B. tinggi tempat dan electron
C. penemu dan intensitas cahaya
D. gesekan udara dan arus listrik
E. medan magnet
9. Apabila kelajuan semakin besar berarti energi kinetik akan semakin
A. kecil
B. besar
C. dua kalinya
D. setengah kalinya
E. berkurang
10. Di bawah ini persoalan yang memiliki energi kinetik yaitu
A. seorang anak naik sepeda
B. seorang bayi menangis
C. benda di atas bukit
D. buah membusuk
E. bayangan pada dua cermin datar
11. Bila energi kinetic dari benda bermassa 1 kg adalah 200 J.berapakah kecepatannya ?
A. 30 m/s
B. 25 m/s
C. 20 m/s
D. 15 m/s
E. 10 m/s
211

12. Di dalam tabulasi data percobaan energi kinetik harus terdapat kolom untuk
A. massa, waktu, kecepatan, dan energi kinetik.
B. massa, waktu, dan perpindahan
C. massa, tinggi tempat, dan energi potensial
D. massa, panjang tali, waktu, jumlah ayunan, dan sudut
E. suhu, waktu, dan massa
13. Di bawah ini rumus energi kinetik yaitu
A. F.x
B. Mgh
C.
D. Mv
E. Ma
14. Suatu benda bergerak dengan kecepatan 2 m/s dan memiliki energi kinetik sebesar 20
J.Berapakah setengah dari massa benda ?
A. 5 kg
B. 4 kg
C. 3 kg
D. 2 kg
E. 1 kg
15. Dibawah ini rumus dari teorema usaha energi kinetik yaitu














212
Lampiran 31 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada Metode Mengajar Demonstrasi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
UNTUK KELAS XI IPA1 SMA N 8 YOGYAKARTA







NAMA : QODRIYATUL ASIFAH
NIM : 07302241036
SEKOLAH : SMA N 8 Yogyakarta
MATA PELAJARAN : FISIKA
KELAS : XI IPA1
SEMESTER : 3
TAHUN PELAJARAN : 2011/2012










PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA
2011
213


PERANGKAT RPP

USAHA DAN ENERGI
(Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Yogyakarta)


Standar Kompetensi
Menerapkan Konsep Energi Kinetik

Kompetensi Dasar
Menguasai konsep bentuk dan sumber energi
Menguasai konsep pengertian energi kinetik
Menguasai konsep rumus energi kinetik
Menguasai konsep teorema usaha energi kinetik
Menghitung energi kinetik
Menghitung teorema usaha-energi kinetik

Disusun oleh :
Qodriyatul Asifah



Yogyakarta, 27 Oktober 2011

214

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Kerangka Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

1. Bidang Studi : Fisika
2. Mata Pelajaran : Fisika
3. Pokok Bahasan : Energi Kinetik
4. Kompetensi : Menguasai konsep energi kinetik
5. Semester : 3
6. Waktu : 3 jp

A.Tujuan Intruksional Pembelajaran
1.Tujuan dari aspek psikomotorik
a. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan menggunakan mulut untuk bertanya
ketika guru menyalakan kipas angin untuk mengamati perubahan bentuk energi listrik
menjadi gerak dan bunyi
b. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan menggunakan mulut untuk bertanya
ketika guru menyalakan musik di lap top untuk mengamati perubahan bentuk energi listrik
menjadi bunyi
c. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan menggunakan mulut untuk bertanya
ketika guru menyalakan lampu untuk mengamati perubahan bentuk energi listrik menjadi
cahaya dan panas
d. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan menggunakan mulut untuk bertanya
ketika guru menyalakan batere dan led untuk mengamati perubahan energi kimia menjadi
cahaya
e. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan menggunakan mulut untuk bertanya
ketika guru memakan roti tawar untuk mengamati perubahan energi kimia menjadi gerak,
bunyi, dan panas
f. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan menggunakan mulut untuk bertanya
ketika guru menyalakan lampu spiritus untuk menentukan bahwa minyak adalah sumber
energi tak terbaharui
g. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan menggunakan mulut untuk bertanya
ketika guru menerangkan bahwa matahari adalah sumber energi terbaharui
h. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan menggunakan mulut untuk bertanya
ketika guru menyalakan kipas angin untuk menentukan bahwa angin adalah sumber energi
terbaharui
i. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan menggunakan mulut untuk bertanya
ketika guru memperhatikan air di dalam botol untuk menentukan bahwa air adalah sumber
energi terbaharui
215

j. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan mencoba serta menggunakan mulut
untuk bertanya ketika guru memperagakan menggunakan neraca untuk menimbang massa
bola m
k. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan mencoba serta menggunakan mulut
untuk bertanya ketika guru memperagakan menggunakan penggaris untuk menentukan tinggi
tempat h
l. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan mencoba serta menggunakan mulut
untuk bertanya ketika guru memperagakan menggunakan stop watch untuk menentukan
waktu awal ketika bola dijatuhkan t0 dan waktu akhir ketika bola menyentuh lantai (titik
acuan) t1
m. Menggunakan segenap indra untuk memperhatikan dan mencoba serta menggunakan mulut
untuk bertanya ketika guru memperagakan menggunakan alat tulis untuk menyajikan bagian-
bagian laporan percobaan
2.Tujuan dari aspek kognitif
a. Berdasarkan hasil pengamatan kipas angin, lampu, lap top, led, yang dinyalakan dan roti
tawar yang dimakan dalam percobaan yang diperagakan oleh guru, siswa dapat menyabutkan
perubahan bentuk energi
b. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap minyak spiritus, matahari, angin, dan air yang
diperagakan oleh guru siswa dapat mengelompokkan sumber energi tak terbaharui dan
terbaharui
c. Berdasarkan hasil pengamatan pada peragaan bola yang dijatuhkan, siswa dapat menyatakan
definisi energi kinetik
d. Berdasarkan hasil pengamatan peragaan waktu awal dan akhir, siswa dapat menentukan
kecepatan awal dan akhir bola
e. Berdasarkan hasil energi kinetik awal dan energi kinetik akhir bola siswa dapat memahami
konsep teorema usaha-energi kinetik
B.Indikator
1.Indikator dari aspek psikomotorik
a. Penampilan individu memperhatikan dan bertanya setelah guru menyalakan kipas angin, lap
top, lampu, led serta melakukan gerakan dan suara setelah makan roti tawar
b. Penampilan individu memperhatikan dan bertanya ketika kegiatan mengamati dan
mendiskusikan minyak spiritus, matahari, angin, dan air
c. Penampilan individu untuk memperhatikan, bertanya, dan mencoba ketika guru menggunakan
neraca untuk mengukur massa bola
d. Penampilan individu untuk memperhatikan, bertanya, atau mencoba setelah guru
menggunakan penggaris untuk mengukur tinggi tempat
e. Penampilan individu untuk memperhatikan, bertanya, atau mencoba setelah guru menjatuhkan
bola dari tinggi yang ditentukan
f. Penampilan individu untuk memperhatikan, bertanya, atau mencoba setelah guru
menggunakan stop watch untuk mencatat selang waktu bola jatuh
216

2.Indikator dari aspek kognitif
a. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam memberi definisi energi
b. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyebutkan bentuk energi
c. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyebutkan sumber energi
d. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam memberi definisi energi kinetik
e. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam memberi contoh energi kinetik
f. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam mendefinisikan massa
g. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam mendefinisikan kecepatan
h. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyatakan rumus
i. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam mendefinisikan usaha
j. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam mendefinisikan konsep teorema usaha-energi
kinetik
k. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyatakan rumus
l. Paparan dalam ujud membuat grafik hubungan antara massa benda dan energi kinetik
terhitung
m. Paparan dalam ujud membuat grafik hubungan antara tinggi tempat dan energi kinetik
terhitung
n. Paparan dalam ujud membuat grafik hubungan antara kuadrat kecepatan dan energi kinetik
terhitung
o. Paparan dalam ujud membuat grafik hubungan antara massa dan kuadrat kecepatan
p. Dengan mengubah ubah massa bola, siswa dapat menyatakan pengaruh massa terhadap
q. Paparan dalam ujud tuturan atau tulisan dalam menyatakan 1 kal = 4,2 joule
r. Paparan dalam bentuk keterampilan kognitif menggunakan rumus dan


217

C.Konsep Fisis Materi Pembelajaran
1.Peta Konsep












































ENERGI KINETIK
Definisi Energi Sumber Energi

Bentuk Energi
Energi tak terbaharui Energi terbaharui 5 bentuk utama energi
Perubahan bentuk energi
Teorema Usaha-Energi Kinetik
Asal Kata Energi Kinetik
Definisi Energi Kinetik
Contoh Energi Kinetik
Rumus Energi Kinetik EK = mv
2

Usaha Energi kinetik
Massa
Kelajuan
=
EK = F x
Percepatan
GLBB
Perpindahan
at = v
x = vt
Substitusi
Wres = EK = EKak Ekaw
x
v v
a
2
2
1
2
2


Hukum II Newton Fx = m (ax)
Substitusi
218

2.Konsep Materi Percobaan dalam Demonstrasi
a. Konsep menyusun alat dan bahan percobaan berdasar gambar desain

b. Konsep memeriksa komponen alat dan bahan percobaan
1) Kipas angin
2) Lap top
3) Lampu
4) Batere, kabel, dan led
5) Roti tawar
6) Lampu spiritus, korek api
7) Matahari
8) Air
9) Bola
10) Neraca
11) Penggaris
12) Lantai
13) Stop watch
c. Menggunakan kipas angin, lap top, lampu, rangkaian led- batere, dan makan roti tawar untuk
mengetahui perubahan bentuk energi
d. Menggunakan lampu spiritus, kipas angin, matahari, dan air untuk menentukan sumber energi
terbaharui dan tak terbaharui
e. Menggunakan neraca untuk menimbang massa bola
f. Menggunakan penggaris untuk menentukan tinggi tempat
g. Menggunakan stop watch untuk menentukan selang waktu dari bola mulai dijatuhkan hingga
tepat menyentuh lantai
3.Konsep Materi Kognitif
a. Definisi energi : sesuatu yang dibutuhkan oleh benda agar benda dapat melakukan
usaha.Mobil yang kehabisan bensin (energi kimia) tidak dapat lagi bergerak (melakukan
usaha)
b. Macam-macam bentuk energi yaitu energi mekanik, energi kalor, energi kimia, energi
elektromagnetik (listrik, magnet, dan cahaya), dan energi nuklir
c. Sumber energi dibagi menjadi dua yaitu sumber energi tak terbaharui, seperti energi fosil dan
energi nuklir fisi, dan sumber energi terbaharui seperti energi matahari, energi angin, energi air,
dan energi gelombang.
219

d. Definisi energi kinetik : energi yang dimiliki benda karena geraknya (atau kecepatannya)
e. Rumus energi kinetik yaitu EK = mv
2

f. Rumus teorema usaha-energi kinetik yaitu Wres = EK = EKak Ekaw
g. Menentukan hubungan massa, kecepatan, dan energi kinetik jika salah satu diubah nilainya
dan yang lain dibuat tetap.
Gambar 1 grafik hubungan energi kinetik dan massa benda

Gambar 2 grafik hubungan energi kinetik dan ketinggian

Gambar 3 grafik energi kinetik dan kuadrat kecepatan

Gambar 4 grafik hubungan antara massa dan kuadrat kecepatan


220

D.Langkah Pembelajaran
1. Ceramah Langkah Pembelajaran
a. Penjelasan pembelajaran
b.Ceramah pentingnya belajar bentuk dan sumber energi serta energi kinetik
c. Menggunakan LCD guru menjelaskan konsep yang tidak di dapat dari percobaan
2. Melakukan Peragaan Percobaan di Depan Kelas
a. Guru memperagakan cara menyalakan kipas angin, lap top, lampu, rangkaian led-batere,
serta melakukan gerakan dan suara setelah memakan roti tawar
b. Guru bersama siswa memperagakan mengelompokkan minyak spiritus, matahari,angin,
dan air ke dalam sumber energi terbaharui dan tak terbaharui
c. Guru memperagakan cara menimbang massa bola
d. Guru memperagakan cara menentukan tinggi tempat
e. Guru memperagakan cara mengukur selang waktu ketika ntara bola jatuh dan tepat
menyentuh tanah
f. Guru membuat grafik hubungan massa dan energi kinetik, kecepatan kuadrat dan energi
kinetik, tinggi tempat dan energi kinetik, serta massa dan kecepatan kuadrat
3. Kegiatan Kelas
a. Tanya jawab tentang definisi energi
b. Tanya jawab tentang sumber energi
c. Tanya jawab tentang bentuk energi
d. Tanya jawab tentang definisi energi kinetik
e. Berdasar grafik hubungan massa dan energi kinetik, kecepatan kuadrat dan energi kinetik,
tinggi tempat dan energgi kinetik, serta massa dan kecepatan kuadrat siswa menarik
kesimpulan.
f. Tanya jawab tentang penurunan rumus energi kinetik
g. Tanya jawab tentang penurunan rumus teorema usaha-energi kinetik
h. Tanya jawab menghitung EK jika m dan v diketahui
4. Penguatan Pemahaman Konsep
a. Latihan tentang definisi, sumber, dan bentuk energi
b. Latihan tentang penggunaan rumus energi kinetik dalam persoalan sehari-hari
c. Latihan tentang penggunaan rumus teorema usaha-energi kinetik dalam persoalan sehari-
hari
d. Latihan tentang penggunaan konsep energi untuk kepentingan teknologi dan
kemasyarakatan
e. Penyimpulan umum
5. Penutup
1. Tugas untuk pembelajaran lebih lanjut
2. Postes



221

E.Alat dan Bahan Pembelajaran
1. Alat Percobaan
a. Kipas angin
b. Lap top
c. Lampu
d. Batere, kabel, dan led
e. Roti tawar
f. Lampu spiritus, korek api
g. Matahari
h. Air
i. Bola
j. Neraca
k. Mistar
l. Stop watch
2. Bahan Cetakan
a. LKM percobaan teorema usaha energi kinetik
b. Buku Ajar :Marthen Kanginan.(2002).Fisika untuk SMA Kelas XI.Jakarta:Erlangga.
F.LKM
Lembar Kerja Murid (LKM) terlampir
G.Metode/Model Pembelajaran
1. Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan
2. Pembelajaran : PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)
3. Metode : Metode Demonstrasi
4. Model Pembelajaran : PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan)
H.Evaluasi Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran terlampir
I.Non Tes Psikomotor
1.Lembar Penilaian Psikomotor
Lembar penilaian psikomotor terlampir


222

Tes ketercapaian tujuan kognitif
1. Sesuatu yang dibutuhkan oleh benda agar benda dapat melakukan usaha disebut
A. energi
B. usaha
C. gaya
D. kecepatan
E. massa
2. Mengapa mobil yang kehabisan bensin tidak dapat lagi bergerak ?
A. kehabisan energi kimia
B. kehabisan energi kalor
C. perlu dorongan
D. dalam kondisi tidak stabil
E. kecepatannya nol
3. Alat pelaku konversi energi disebut
A. energizer
B. converter energi
C. alat berat
D. generator
E. tuas
4. Sumber energi terbagi menjadi dua yaitu
A. lama dan baru
B. mahal dan murah
C. terbaharui dan tak terbaharui
D. nuklir dan elektromagnetik
E. alami dan buatan
5. Di bawah ini merupakan sumber energi terbaharui yaitu
A. fosil dan air
B. air dan angin
C. energi nuklir fisi
D. matahari dan baterai
E. kalor dan gelombang
6. Di bawah ini merupakan sumber energi tak terbaharui yaitu
A. fosil dan dan nuklir fisi
B. air dan angin
C. energi nuklir fisi dan angin
D. matahari dan baterai
kalor dan gelombang
7. Energi yang dimiliki benda karena geraknya (atau kecepatan) disebut
A. energi kinetik
B. energi potensial
C. energi mekanik
D. energi kimia
E. energi kalor
8. Besaran besaran di bawah ini mempengaruhi energi kinetik yaitu
A. massa dan kecepatan
B. tinggi tempat dan electron
223

C. penemu dan intensitas cahaya
D. gesekan udara dan arus listrik
E. medan magnet
9. Apabila kelajuan semakin besar berarti energi kinetik akan semakin
A. kecil
B. besar
C. dua kalinya
D. setengah kalinya
E. berkurang
10. Di bawah ini persoalan yang memiliki energi kinetik yaitu
A. seorang anak naik sepeda
B. seorang bayi menangis
C. benda di atas bukit
D. buah membusuk
E. bayangan pada dua cermin datar
11. Bila energi kinetic dari benda bermassa 1 kg adalah 200 J.berapakah kecepatannya ?
A. 30 m/s
B. 25 m/s
C. 20 m/s
D. 15 m/s
E. 10 m/s
12. Di dalam tabulasi data percobaan energi kinetik harus terdapat kolom untuk
A. massa, waktu, kecepatan, dan energi kinetik.
B. massa, waktu, dan perpindahan
C. massa, tinggi tempat, dan energi potensial
D. massa, panjang tali, waktu, jumlah ayunan, dan sudut
E. suhu, waktu, dan massa
13. Di bawah ini rumus energi kinetik yaitu
A. F.x
B. Mgh
C.
D. Mv
E. Ma
14. Suatu benda bergerak dengan kecepatan 2 m/s dan memiliki energi kinetik sebesar 20
J.Berapakah setengah dari massa benda ?
A. 5 kg
B. 4 kg
C. 3 kg
D. 2 kg
E. 1 kg
15. Dibawah ini rumus dari teorema usaha energi kinetik yaitu





224






















Lampiran 32. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

225




226





















Lampiran 33. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari Dinas Perizinan

227


228























Lampiran 34. Surat Keputusan Penunjukan Dosen Pembimbing Skripsi (TAS)

229



230























Lampiran 39. Analisis Uji Validasi Soal Menggunakan Program Komputer Iteman

231























Lampiran 40. Analisis Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif Siswa pada Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen di Kelas XI IPA6 Menggunakan Program Komputer Iteman

232





















Lampiran 41. Analisis Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif Siswa pada Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Demonstrasi di Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer Iteman


233























Lampiran 42. Analisis Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif Siswa pada Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen di Kelas XI IPA6 Menggunakan Program Komputer Iteman

234
























Lampiran 43. Analisis Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif Siswa pada Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Demonstrasi di Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer Iteman

235





224











Lampiran 32. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam ( FMIPA ) Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY )
226











Lampiran 33. Surat Permohonan Ijin Penelitian dari Dinas Perizinan.
153

Lampiran 14 : Lembar Kerja Murid pada Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen

LEMBAR KERJA MURID
MATERI POKOK : USAHA DAN ENERGI






















Nama Siswa :
Kelas :
NIS :
No Urut :
Semester :






SMA N 8 YOGYAKARTA
2011
154

TEOREMA USAHA ENERGI KINETIK (1)

A. Tujuan
1. Menghitung energi kinetik pada berbagai massa benda dan ketinggian tempat pada gerak
jatuh bebas.
2. Membuktikan teorema usaha energi kinetik
B. Alat dan Bahan
1. Bola dengan variasi massa
2. Neraca
3. Mistar
4. Stop watch
C. Dasar Teori
Mari kita tinjau sebuah benda bermassa m yang sedang bergerak pada suatu garis lurus
mendatar dengan kelajuan awal v1.Sebuah gaya konstan F yang searah dengan arah gerak
benda dikerjakan pada benda.Benda berpindah sejauh x dan kelajuannya menjadi v2 (lihat
Gambar 1)

Gambar 1 Sebuah benda bermassa m yang sedang bergerak pada lintasan lurus mendatar
dengan kelajuan awal v1 menerima gaya konstan F yang searah dengan arah gerak benda
menyebabkan benda berpindah sejauh x dengan kelajuan v2.
Gaya konstan F akan mempercepat benda sesuai dengan Hukum II Newton,
F = ma.Jika kita kalikan kedua ruas persamaan ini dengan perpindahan x maka ruas kiri
akan tampil usaha yang dilakukan gaya pada benda.
Fx = m (ax) Persamaan 1
Hasil kali berkaitan dengan kecepatan awal v1 dan kecepatan akhir v2 sesuai persamaan
GLBB
v
2
= v0
2
+ 2a x
v
2
v0 = 2a x sebab v0 = v1 dan v= v2
v2
2
v1
2
= 2a x
x
2
v v
2
1
2
2
A a =
|
|
.
|

\
|


Persamaan 1 dapat kita tulis sebagai

v v
2
1
2
2
m
2
1
m
2
1
x = A F

|
|
.
|

\
|

=
2
m x
v v
2
1
2
2
A F
155

Kita telah mendefinisikan kuantitas mv
2
sebagai energi kinetik benda (EK), sehingga
persamaan di atas dapat kita tulis sebagai
F x = EK2 - EK1
F x = Wres (usaha total oleh gaya resultan)
EK2 = EKak (energi kinetik pada posisi ahir); dan
EK1 = EKaw (energi kinetik pada posisi awal)
Sehingga persamaan di atas dapat kita tulis
Wres = EK = EKak Ekaw Persamaan 2
Persamaan 2 dapat kita nyatakan dengan pernyataan berikut : Usaha yang dilakukan
oleh gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama dengan perubahan energi kinetik
yang dialami benda itu, yaitu energi kinetik akhir dikurang energi kinetik awal. Pernyataan
di atas dikenal dengan sebutan teorema usaha-energi kinetik.
D. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Timbanglah bola menggunakan neraca dan catatlah di buku laporan.
3. Tentukan panjang lintasan (h) dengan menggunakan mistar dan catat di buku laporan.
4. Jatuhkan bola, ukurlah waktu dari awal bola jatuh hingga menyentuh lantai menggunakan
stop watch dan catat di buku laporan.
5. Ulangilah langkah 3-4 dengan variasi massa bola dan catat di buku laporan.
6. Pada tabulasi data hitunglah v2 dari masing-masing percobaan !
7. Hitunglah energi kinetik akhir menggunakan v2 yang telah kamu peroleh !
8. Hitunglah usaha total oleh gaya resultan dengan rumus Wres = EKak - EKaw !
E. Skematika Percobaan

F. Pertanyaan / Tugas
1. Apa yang dimaksud dengan energi kinetik ?
2. Berilah contoh energi kinetik !
3. Buatlah grafik hubungan antara massa benda dan energi kinetik. Tariklah kesimpulan !
4. Buatlah grafik hubungan massa dan kuadrat kecepatan pada energi kinetik ahir dan
tariklah kesimpulannya !


228












Lampiran 34. Surat Keputusan Penunjukan Dosen Pembimbing Skripsi.
156

TEOREMA USAHA ENERGI KINETIK (2)

A. Tujuan
1. Menghitung energi kinetik pada berbagai massa benda dan ketinggian tempat pada
gerak jatuh bebas.
2. Membuktikan teorema usaha energi kinetik.
B. Alat dan Bahan
1. Bola dengan variasi massa
2. Neraca
3. Mistar
4. Stop watch
C. Dasar Teori
Mari kita tinjau sebuah benda bermassa m yang sedang bergerak pada suatu garis lurus
mendatar dengan kelajuan awal v1.Sebuah gaya konstan F yang searah dengan arah
gerak benda dikerjakan pada benda.Benda berpindah sejauh x dan kelajuannya menjadi
v2 (lihat Gambar 1)

Gambar 1 Sebuah benda bermassa m yang sedang bergerak pada lintasan lurus mendatar
dengan kelajuan awal v1 menerima gaya konstan F yang searah dengan arah gerak benda
menyebabkan benda berpindah sejauh x dengan kelajuan v2.
Gaya konstan F akan mempercepat benda sesuai dengan Hukum II Newton,
F = ma.Jika kita kalikan kedua ruas persamaan ini dengan perpindahan x maka ruas
kiri akan tampil usaha yang dilakukan gaya pada benda.
Fx = m (ax) Persamaan 1
Hasil kali berkaitan dengan kecepatan awal v1 dan kecepatan akhir v2 sesuai
persamaan GLBB
v
2
= v0
2
+ 2a x
v
2
v0 = 2a x sebab v0 = v1 dan v= v2
v2
2
v1
2
= 2a x
x
2
v v
2
1
2
2
A a =
|
|
.
|

\
|


Persamaan 1 dapat kita tulis sebagai




v v
2
1
2
2
m
2
1
m
2
1
x = A F
Kita telah mendefinisikan kuantitas mv
2
sebagai energi kinetik benda (EK),
sehingga persamaan di atas dapat kita tulis sebagai
|
|
.
|

\
|

=
2
m x
v v
2
1
2
2
A F
157

F x = EK2 - EK1
F x = Wres (usaha total oleh gaya resultan)
EK2 = EKak (energi kinetik pada posisi akhir); dan
EK1= EKaw (energi kinetik pada posisi awal)
Sehingga persamaan di atas dapat kita tulis
Wres = EK = EKak Ekaw Persamaan 2
Persamaan 2 dapat kita nyatakan dengan pernyataan berikut : Usaha yang dilakukan
oleh gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama dengan perubahan energi kinetik
yang dialami benda itu, yaitu energi kinetik akhir dikurang energi kinetik
awal.Pernyataan di atas dikenal dengan sebutan teorema usaha-energi kinetik.
D. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Timbanglah bola menggunakan neraca dan catatlah di buku laporan.
3. Tentukan panjang lintasan (h) dengan menggunakan mistar dan catat di buku
laporan.
4. Jatuhkan bola, ukurlah waktu dari awal bola jatuh hingga menyentuh lantai
menggunakan stop watch dan catat di buku laporan.
5. Ulangilah langkah 3-4 dengan variasi tinggi tempat dan catat di buku laporan.
6. Pada tabulasi data hitunglah v2 dari masing-masing percobaan !
7. Hitunglah energi kinetik akhir menggunakan v2 yang telah kamu peroleh !
8. Hitunglah usaha total oleh gaya resultan dengan rumus Wres = EKak - EKaw !
E. Skematika Percobaan

F. Pertanyaan / Tugas
1. Apa yang dimaksud dengan energi kinetik ?
2. Berilah contoh energi kinetik !
3. Buatlah grafik hubungan antara tinggi tempat dan energi kinetik.
Tariklah kesimpulan !

158

Lampiran 15 : Lembar Kerja Murid pada Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Psikomotorik
Siswa di Kelas XI IPA6

TEOREMA USAHA ENERGI KINETIK

A. Tujuan
1. Menghitung energi kinetik pada berbagai massa benda dan ketinggian tempat pada
gerak jatuh bebas.
2. Membuktikan teorema usaha energi kinetik.
B. Alat dan Bahan
1. Bola dengan variasi massa
2. Neraca
3. Mistar
4. Stop watch
C. Dasar Teori
Mari kita tinjau sebuah benda bermassa m yang sedang bergerak pada suatu garis
lurus mendatar dengan kelajuan awal v1. Sebuah gaya konstan F yang searah dengan
arah gerak benda dikerjakan pada benda. Benda berpindah sejauh x dan kelajuannya
menjadi v2.(lihat Gambar 1).

Gambar 1 Sebuah benda bermassa m yang sedang bergerak pada lintasan lurus mendatar
dengan kelajuan awal v1menerima gaya konstan F yang searah dengan arah gerak benda
menyebabkan benda berpindah sejauh x dengan kelajuan v2.
Gaya konstan F akan mempercepat benda sesuai dengan Hukum II Newton,
F = ma. Jika kita kalikan kedua ruas persamaan ini dengan perpindahan x maka ruas
kiri akan tampil usaha yang dilakukan gaya pada benda.
Fx = m (ax) Persamaan 1
Hasil kali berkaitan dengan kecepatan awal v1 dan kecepatan ahir v2 sesuai
persamaan GLBB
v
2
= v0
2
+ 2a x
v
2
v0 = 2a x sebab v0 = v1 dan v= v2
v2
2
v1
2
= 2a x
x
2
v v
2
1
2
2
A a =
|
|
.
|

\
|


Persamaan 1 dapat kita tulis sebagai




2
1
2
2
2
1
2
2
mv
2
1
mv
2
1
2
m x
v v
=
|
|
.
|

\
|

= A F
159

Kita telah mendefinisikan kuantitas mv
2
sebagai energi kinetik benda (EK),
sehingga persamaan di atas dapat kita tulis sebagai
F x = EK2 - EK1
F x = Wres (usaha total oleh gaya resultan)
EK2 = EKak (energi kinetik pada posisi ahir); dan
EK1 = EKaw (energi kinetik pada posisi awal)
Sehingga persamaan di atas dapat kita tulis
Wres = EK = EKak Ekaw Persamaan 2
Persamaan 2 dapat kita nyatakan dengan pernyataan berikut : Usaha yang dilakukan
oleh gaya resultan yang bekerja pada suatu benda sama dengan perubahan energi kinetik
yang dialami benda itu, yaitu energi kinetik ahir dikurang energi kinetik awal.
Pernyataan di atas dikenal dengan sebutan teorema usaha-energi kinetik.
D. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Timbanglah bola menggunakan neraca dan catatlah di buku laporan.
3. Tentukan panjang lintasan (h) dengan menggunakan mistar dan catat di buku
laporan.
4. Jatuhkan bola, ukurlah waktu dari awal bola jatuh hingga menyentuh lantai
menggunakan stop watch dan catat di buku laporan.
5. Ulangilah langkah 3-4 dengan variasi massa bola dan catat di buku laporan.
6. Ubahlah panjang lintasan (h), ulangi langkah 2-4 dan catat di buku laporan.
7. Pada tabulasi data hitunglah v2 dari masing-masing percobaan !
8. Hitunglah energi kinetik akhir menggunakan v2 yang telah kamu peroleh !
9. Hitunglah usaha total oleh gaya resultan dengan rumus Wres = EKah - EKaw !
E. Skematika Percobaan

F. Pertanyaan / Tugas
1. Buatlah grafik hubungan antara energi kinetik dan massa benda.
Tariklah kesimpulan !
2. Buatlah grafik hubungan antara energi kinetik dan kuadrat kecepatan.Tariklah
kesimpulan !
3. Buatlah grafik hubungan antara energi kinetik dan ketinggian.Berilah kesimpulan !
4. Buatlah grafik hubungan antara massa benda dan kuadrat kecepatan pada energi
kinetik ahir dan tariklah kesimpulan !




160








Lampiran 16. Contoh Laporan Praktikum Siswa


165
Lampiran 17 : Lembar Observasi Kegiatan Murid (LOKM) pada Ranah Psikomotorik






Lembar Penilaian Psikomotorik
Berilah tanda centang pada kolom yang sesuai untuk penilaian pada setiap aspek yang
diamati.
Tabel 44. Aspek-aspek yang dinilai pada ranah psikomotorik
No.
Aspek yang Diamati
Penilaian
1 2 3 4 5
Pengamatan (Keterampilan Mengamati)
1 Cara mengamati skala pada neraca
2 Cara mengamati jatuhnya bola
3 Cara mengamati skala pada mistar
Pengukuran (Keterampilan Mengukur)
5 Cara menimbang bola
6 Cara menjatuhkan bola
7 Cara menggunakan mistar
8 Cara menentukan waktu
Cara membuat laporan
Keterangan :
1 = sangat sempurna 3 = kurang sempurna 5 = perlu perhatian
2 = sempurna 4 = tidak sempurna
Hari/Tgl. :
Kelas :
Kelompok :
Nama Anggota :
1.
2.
3.
4.
5.
166

Lampiran 18 : Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Fisika pada Ranah Kognitif
Tabel 46. Kisi-Kisi Soal Tes Ranah Kognitif
KATEGORI SUB KATEGORI CONTOH
Menguasai konsep bentuk dan sumber energi
C-1
Mengingat
mengidentifikasi Sesuatu yang dibutuhkan oleh benda
agar benda dapat melakukan usaha
disebut
A. energi
B. usaha
C. gaya
D. kecepatan
E. massa
F. frekuensi
menjelaskan Mobil yang kehabisan bensin tidak
dapat lagi bergerak karena
A. kehabisan energi kimia
B. kehabisan energi kalor
C. perlu dorongan
D. dalam kondisi tidak stabil
E. perlu direm
menamai Alat pelaku konversi energi disebut
A. energizer
B. converter energi
C. alat berat
D. generator
E. tuas
menempatkan Sumber energi terbagi menjadi dua
yaitu
A. lama dan baru
B. mahal dan murah
C. terbaharui dan tak terbaharui
D. nuklir dan elektromagnetik
E. alami dan buatan
mengulangi Di bawah ini merupakan sumber energi
terbaharui yaitu
A. fosil dan air
B. air dan angin
C. energi nuklir fisi
D. matahari dan baterai
E. kalor dan gelombang
167

Menemukan
kembali
Di bawah ini merupakan sumber energi
tak terbaharui yaitu
A. fosil dan dan nuklir fisi
B. air dan angin
C. energi nuklir fisi dan angin
D. matahari dan baterai
E. kalor dan gelombang
Menguasai konsep definisi energi kinetik
C-2
Pemahaman
menafsirkan Energi yang dimiliki benda karena
geraknya (atau kecepatan) disebut
A. energi kinetik
B. energi potensial
C. energi mekanik
D. energi kimia
E. energi kalor
meringkas Besaran besaran di bawah ini
mempengaruhi energi kinetik yaitu
A. massa dan kecepatan
B. tinggi tempat dan elektron
C. penemu dan intensitas cahaya
D. gesekan udara dan arus listrik
E. medan magnet
membandingkan Apabila kelajuan semakin besar berarti
energi kinetik akan semakin
A. kecil
B. besar
C. dua kalinya
D. setengah kalinya
E. berkurang
menjelaskan Di bawah ini persoalan yang memiliki
energi kinetik yaitu
A. seorang anak naik sepeda
B. seorang bayi menangis
C. benda di atas bukit
D. buah membusuk
E. bayangan pada dua cermin datar
Mampu menformulasikan energi kinetik
C-3
Penerapan
melaksanakan Bila energi kinetik dari benda bermassa
1 kg adalah 200 J Berapakah
kecepatannya ?
A. 30 m/s
B. 25 m/s
168

C. 20 m/s
D. 15 m/s
E. 10 m/s
menggunakan Energi kinetik merupakan besaran
A.skalar
B.vektor
C.pokok
D.wajib
E.utama
mempraktekkan Di dalam tabulasi data percobaan
energi kinetik harus terdapat kolom
untuk
A. massa, waktu, kecepatan, dan
energi kinetik.
B. massa, waktu, dan perpindahan
C. massa, tinggi tempat, dan energi
potensial
D. massa, panjang tali, waktu, jumlah
ayunan, dan sudut
E. suhu, waktu, dan massa
memilih Satuan dari energi yaitu
A.Joule
B.Volt
C.Newton
D.m/s
E.Hz
menyusun Di bawah ini rumus energi kinetik yaitu
A. F.x
B. mgh
C.
D. mv
E. ma
memulai Suatu benda bergerak dengan
kecepatan 2 m/s dan memiliki energi
kinetik sebesar 20 J Berapakah
setengah dari massa benda ?
A. 5 kg
B. 4 kg
C. 3 kg
D. 2 kg
E. 1 kg
169

menyelesaikan Suatu saat spidometer sebuah mobil
bermassa 1200 kg menunjuk ke angka
108.Berapakah energi kinetic mobil
pada saat itu ?
A. 540 kJ
B. 500 kJ
C. 520 kJ
D. 480 kJ
E. 485 kJ
Merumuskan hubungan usaha-energi kinetik dan aplikasi energi kinetik dalam
kehidupan sehari-hari
C-4
Analisis
menguraikan Dalam teorema usaha-energi kinetik
pertambahan energi kinetik merupakan
A. proses alih energi
B. proses hilangnya energi
C. eksitasi energi
D. penggabungan energi
E. akibat dari gaya gravitasi
membandingkan Sebuah benda bermassa sama tetapi
benda A memiliki kecepatan 2 x benda
B.Perbandingan energi kinetik A dan B
yaitu
A. 3 :1
B. 4 :1
C. 4 : 2
D. 6 : 5
E. 2 : 3
mengorganisir Dibawah ini rumus dari teorema usaha
energi kinetik yaitu





menyusun ulang Sebuah balok 4 kg meluncur pada
suatu permukaan dengan kelajuan 1.5
m/s.Beberapa saat kemudian balok itu
bergerak dengan kelajuan 2.4
m/s.Hitung usaha total yang dikerjakan
170

pada balok selama selang waktu
tersebut !
A. 10,62 J
B. 106,2 J
C. 1,062 J
D. 0,106 J
E. 0,01 J
mengubah
struktur
Apabila usaha positif bekerja pada
suatu benda, energi kinetik akan
A. Berkurang sejumlah usaha positif
B. Bertambah sejumlah usaha positif
C. Dua kali semula
D. Kuadrat semula
E. Setengah kali usaha positif
mengkerangkakan Sebuah pesawat terbang penumpang
yang besar memiliki massa 1x10
5
kg
dan mesinnya dapat mendorong
pesawat dengan gaya 2 x 10
5

N.Pesawat itu harus bergerak dari
keadaan diam dan harus mencapai
kelajuan 1 x 10
2
m/s supaya dapat
lepas landas.Tentukan panjang
landasan minimum yang diperlukan !
A. 2,5 km
B. 3,5 km
C. 4,6 km
D.5,6 km
E.6,3 km


171

Lampiran 19 : Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Fisika pada Ranah
Psikomotorik
Tabel 48. Kisi-Kisi Soal Tes Ranah Psikomotorik
Tingkatan Contoh
Persepsi Apa yang kamu lakukan sebelum melakukan
percobaan ?
A.Bermain
B.Membaca buku petunjuk praktikum
C.Mengotori tempat praktikum
D.Memanipulasi data
E.Mengejek pekerjaan teman
Kesiapan (Set) Apa yang kamu lakukan ketika melakukan
percobaan ?
A.Bersikap terampil menyiapkan, menggunakan,
dan teliti dan hati-hati dalam mengambil data
percobaan
B.Bersikap teledor menyiapkan, menggunakan, dan
sembarangan dalam percobaan
C.Curang
D.Tidak bertanggung jawab
E.Tidak objektif dan ilmiah dalam mengambil data
percobaan
Respon Terpimpin Bagaimana sikapmu ketika percobaan akan
dimulai ?
A.Semangat, sopan, memperhatikan, hati-hati, teliti,
dan bertanggungjawab
B. Takut,serampangan,teledor, dan tidak hati-hati
C.Bersikap menyepelekan dan tidak mau
bekerjasama
D.Bersikap congkak dan tidak objektif
E.Bersikap menyepelekan dan tidak siap
172

Mekanisme Apakah sikap yang kamu terapkan dalam
pengambilan data ?
A.Terampil menggunakan peralatan, hati-hati, tegak
lurus, ilmiah, objektif, dan bertanggungjawab,
mantap, tertib,santun, dan sempurna
B.Meninggalkan peralatan begitu saja, tidak hati-hati,
dan memanipulasi data
C.Tidak sesuai prosedur dan mengambil data di
tempat yang salah
D.Bersikap senewen, mudah putus asa, dan cepat
mengambil keputusan
E.Tidak mau melakukan percobaan
Respon Tampak yang
Kompleks
Apa yang kamu lakukan dalam melakukan
percobaan energi kinetik ?
A.Teliti,hati-hati,terampil,objektif,ilmiah,dan
bertanggungjawab
B.Teledor, ngawur, bersikap kasar, dan tidak
bertanggungjawab
C.Curang, tidak mematuhi prosedur, dan tidak jujur
D.Tidak jujur, main hakim sendiri, dan tidak sopan
E.Tidak bertanggung jawab, bercanda, dan
menyalahi prosedur
Penyesuaian Sikap apakah yang kamu tunjukkan dalam
menganalisis data ?
A.Berlandaskan teori, objektif, dan sesuai dengan
teknik analisis data
B.Tidak berlandaskan teori
C.Langsung menulis kesimpulan
D.Banyak mencantumkan pendapat sendiri
E.Tidak mencantumkan perhitungan
Penciptaan Apa tingkah laku yang harus ditunjukkan oleh
seseorang yang sudah mahir melakukan percobaan
ilmiah ?
A.Sopan,terampil, dan bertanggung jawab
B.Jorok,malas,dan suka membolos
C.Jahat,penipu,dan jorok
D.Menang sendiri, judes, dan suka berkelahi
E.Malas,penipu, dan penfitnah

173


Lampiran 20 : Soal Uji Validasi Soal pada Ranah Kognitif

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA N 8 YOGYAKARTA
Jl. Sidobali No. 1 Muja Muju,Telp. (0274) 513493, Fax. (0274)580207 Yogyakarta 55165

SOAL USAHA DAN ENERGI
















Tujuan : - Mengukur validitas soal pada ranah kognitif.
Petunjuk mengerjakan soal :
- Berdoalah sebelum mengerjakan soal.
- Gunakanlah waktu dengan bijaksana.
- Bacalah soal-soal yang tersedia dengan cermat, teliti, hati-hati, dan seksama.
- Dilarang membuat keributan atau mencontek pekerjaan teman.
- Dilarang mencorat-coret lembar soal.
- Lakukanlah perhitungan di kertas buram yang telah disediakan manakala perlu.
- Berilah tanda silang pada pilihan jawaban yang benar pada lembar jawaban yang
telah disediakan.
- Berilah tanda garis dua atau tipe-x pada jawaban yang salah.
- Contoh :
Di bawah ini besaran besaran yang berlaku pada energi potensial yaitu
A. Temperatur
B. Massa
C. Kapasitas panas
D. Gaya
E. Waktu
Jawaban : B
A B C D E



230

Lampiran 35 : Analisis Deskriptif untuk Uji Validasi Soal
A. Analisis Deskriptif untuk Uji Validasi Soal
1.Ranah Kognitif
a. Rerata



b. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 76.7
c. Nilai minimum = nilai terendah = 53.3
d. Standar deviasi =


2.Ranah Psikomotorik
a.Rerata



b.Nilai maksimum = nilai tertinggi = 91
c.Nilai minimum = nilai terendah = 77

231

d.Standar deviasi =
= 3.342344

232

Lampiran 36 : Analisis Deskriptif untuk Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas
XI IPA6
A. Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA6
1.Ranah Kognitif
a. Rerata



b. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 86,7
c. Nilai minimum = nilai terendah = 65
d. Standar deviasi


2. Ranah Psikomotorik
a. Rerata


b. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 86
c. Nilai minimum = nilai terendah = 79

233


d. Standar deviasi


234

Lampiran 37: Analisis Deskriptif untuk Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas
XI IPA1
A.Tes Penguasaan Materi Awal di Kelas XI IPA1
1.Ranah Kognitif
a.Rerata


b.Nilai maksimum = nilai tertinggi = 83,3
c.Nilai minimum = nilai terendah = 68.3
d.Standar deviasi


2. Ranah Psikomotorik
a. Rerata


b. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 91
c. Nilai minimum = nilai terendah = 76

235

d. Standar deviasi


236

Lampiran 38 : Analisis Deskriptif untuk Tes Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen
A. Tes Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen
1. Ranah Psikomotorik
a. Rerata


b.Nilai maksimum = nilai tertinggi = 80
c.Nilai minimum = nilai terendah = 75
d.Standar deviasi


236

Lampiran 38 : Analisis Deskriptif untuk Tes Pembelajaran PAIKEM dengan
Metode Eksperimen
A. Tes Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen
1. Ranah Psikomotorik
a. Rerata


b.Nilai maksimum = nilai tertinggi = 80
c.Nilai minimum = nilai terendah = 75
d.Standar deviasi


237

Lampiran 39 : Analisis Deskriptif untuk Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas
XI IPA6
A. Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA6
1. Ranah Kognitif
a. Rerata



b. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 92.31
c. Nilai minimum = nilai terendah = 46.15
d. Standar deviasi =


4. Ranah psikomotorik
a. Rerata


b. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 97.5
c. Nilai minimum = nilai terendah = 75


238

d. Standar deviasi



239

Lampiran 40 : Analisis Deskriptif untuk Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas
XI IPA1
A. Tes Penguasaan Materi Ahir di Kelas XI IPA1
a. Ranah kognitif
1. Rerata


2. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 100
3. Nilai minimum= nilai terendah = 69.2
4. Standar deviasi

b. Ranah psikomotorik
1. Rerata


2. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 97.5
3. Nilai minimum = nilai tertinggi = 95

240

4. Standar deviasi


241

Lampiran 41 : Perhitungan Nilai Gain untuk Kelas XI IPA6
A. Perhitungan Nilai Gain untuk Kelas XI IPA6
1. Ranah kognitif


2. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 16.1
3. Nilai minimum = nilai terendah = -29.5
4. Standar deviasi


242

2. Ranah Psikomotorik
a. Rerata







b. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 17.5
c. Nilai minimum = nilai terendah = -11
d. Standar deviasi


243

Lampiran 42 : Perhitungan Nilai Gain untuk Kelas XI IPA1
A. Perhitungan Nilai Gain untuk Kelas XI IPA1
1. Ranah Kognitif
a. Rerata





b. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 24
c. Nilai minimum = nilai terendah = -14.1
d. Standar deviasi




244

2. Ranah psikomotorik
a. Rerata






b. Nilai maksimum = nilai tertinggi = 20,5
c. Nilai minimum = nilai terendah = 6,5
d. Standar deviasi



245

Lampiran 43 : Analisis Uji Validitas Soal di Kelas XI IPA 2 Menggunakan
Program Komputer Iteman Versi 3.00
Tabel 49. Analisis Uji Validitas Soal di Kelas XI IPA 2 Menggunakan Program
Komputer Iteman Versi 3.00
No
Butir
Tingkat
Kesukaran
Daya Beda Indeks Kepekaan
1 0.966 mudah -0.241 dibuang 96.6 % Berhasil
2 0.828 mudah 0.127 jelek 82.8 % Berhasil
3 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
4 0.517 sedang 0.780 sangat baik 51.7 % Belum berhasil
5 0.414 sedang 0.269 soal diperbaiki 41.4 % Belum berhasil
6 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
7 0.586 sedang 0.459 baik 58.6 % Belum berhasil
8 0.931 mudah 1.000 sangat baik 93.1 % Berhasil
9 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
10 0.724 mudah 0.384 cukup baik 72.4 % Belum berhasil
11 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
12 0.897 mudah 0.631 baik 89.7 % Berhasil
13 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
14 0.103 sukar 0.750 sangat baik 10.3 % Belum berhasil
15 0.172 sukar -0.127 dibuang 17.2 % Belum berhasil
16 0.966 mudah -0.124 dibuang 96.6 % Berhasil
17 0.724 mudah -0.201 dibuang 72.4 % Belum berhasil
18 0.966 mudah 0.457 baik 96.6 % Berhasil
19 0.966 mudah 0.457 baik 96.6 % Berhasil
20 0.138 sukar -0.271 dibuang 13.8 % Belum berhasil
21 0.621 mudah 0.495 baik 62.1 % Belum berhasil
22 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
23 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
24 0.034 sukar 0.357 cukup baik 3.4 % Belum berhasil
25 0.000 sukar -9.000 dibuang 0.0 % Belum berhasil
26 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
27 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
28 0.966 mudah -0.357 dibuang 96.6 % Berhasil
29 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
30 0.034 sukar 0.357 cukup baik 3.4 % Belum berhasil
31 0.448 sedang -0.070 dibuang 44.8 % Belum berhasil
32 0.034 sukar 0.357 cukup baik 3.4 % Belum berhasil
33 0.828 mudah 0.996 sangat baik 82.8 % Berhasil
34 0.000 sukar -9.000 dibuang 0.0 % Belum berhasil
35 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
36 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
37 0.966 mudah -0.473 dibuang 96.6 % Berhasil
246

Kualitas Pengecoh = 15.099 (berfungsi baik)
Reliabilitas = 0.697
Standar kesalahan pengukuran = 2.139

38 0.897 mudah 0.236 cukup baik 89.7 % Berhasil
39 0.966 mudah -0.357 dibuang 96.6 % Berhasil
40 0.000 sukar -9.000 dibuang 0.0 % Belum berhasil
41 0.034 Sukar 0.357 cukup baik 3.4 % Belum berhasil
42 0.414 sedang 0.884 sangat baik 41.4 % Belum berhasil
43 0.000 sukar -9.000 dibuang 0.0 % Belum berhasil
44 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
45 0.862 mudah 0.351 cukup baik 86.2 % Berhasil
46 1.000 mudah -9.000 Dibuang 100.0 % Berhasil
47 0.862 mudah 0.835 sangat baik 86.2 % Berhasil
48 0.828 mudah 0.996 sangat baik 82.8 % Berhasil
49 0.931 mudah 1.000 sangat baik 93.1 % Berhasil
50 0.828 mudah 0.614 sangat baik 82.8 % Berhasil
51 0.759 mudah 0.982 sangat baik 75.9 % Berhasil
52 0.034 sukar 0.357 cukup baik 3.4 % Belum berhasil
53 0.414 sedang 0.474 baik 41.4 % Belum berhasil
54 0.862 mudah 0.351 cukup baik 86.2 % Berhasil
55 0.000 sukar -9.000 dibuang 0.0 % Belum berhasil
56 0.000 sukar -9.000 dibuang 0.0 % Belum berhasil
57 1.000 mudah -9.000 dibuang 100.0 % Berhasil
58 0.828 mudah 0.996 sangat baik 82.8 % Berhasil
59 0.828 mudah 0.822 sangat baik 82.8 % Berhasil
60 0.759 mudah 0.527 sangat baik 75.9 % Berhasil
SS
9 1 Scor es f or exami nees f r omf i l e Dat a9. t xt
Per son01 43. 00
Per son02 40. 00
Per son03 36. 00
Per son04 45. 00
Per son05 43. 00
Per son06 43. 00
Per son07 35. 00
Per son08 40. 00
Per son09 41. 00
Per son10 38. 00
Per son11 38. 00
Per son12 44. 00
Per son13 43. 00
Per son14 33. 00
Per son15 32. 00
Per son16 45. 00
Per son17 44. 00
Per son19 32. 00
Per son20 40. 00
Per son21 46. 00
Per son22 41. 00
Per son23 41. 00
Per son24 43. 00
Per son25 37. 00
Per son26 36. 00
Per son27 40. 00
Per son28 42. 00
Per son29 41. 00
Per son30 36. 00
Page 1
S
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 1
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
1 0- 1 0. 966 - 0. 241 - 0. 101 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 966 - 0. 241 - 0. 101 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 034 0. 241 0. 101
2 0- 2 0. 828 0. 127 0. 086 A 0. 069 0. 477 0. 250 ?
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 828 0. 127 0. 086 *
Ot her 0. 103 - 0. 532 - 0. 315
3 0- 3 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
4 0- 4 0. 517 0. 780 0. 622 A 0. 517 0. 780 0. 622 *
B 0. 483 - 0. 780 - 0. 622
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
5 0- 5 0. 414 0. 269 0. 213 A 0. 586 - 0. 269 - 0. 213
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 414 0. 269 0. 213 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
6 0- 6 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 2
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
Page 1
S
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
7 0- 7 0. 586 0. 459 0. 363 A 0. 379 - 0. 542 - 0. 425
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 586 0. 459 0. 363 *
D 0. 034 0. 357 0. 149
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
8 0- 8 0. 931 1. 000 0. 556 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 931 1. 000 0. 556 *
Ot her 0. 069 - 1. 000 - 0. 556
9 0- 9 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
10 0- 10 0. 724 0. 384 0. 287 A 0. 103 - 0. 582 - 0. 344
B 0. 724 0. 384 0. 287 *
C 0. 034 0. 124 0. 052
D 0. 138 - 0. 150 - 0. 096
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
11 0- 11 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
12 0- 12 0. 897 0. 631 0. 373 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 897 0. 631 0. 373 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 034 0. 357 0. 149
Ot her 0. 069 - 1. 000 - 0. 556
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 3
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
13 0- 13 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
14 0- 14 0. 103 0. 750 0. 443 A 0. 103 0. 750 0. 443 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 793 0. 018 0. 013
D 0. 034 0. 008 0. 003
Page 2
S
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 069 - 1. 000 - 0. 556
15 0- 15 0. 172 - 0. 127 - 0. 086 A 0. 414 0. 748 0. 591 ?
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 172 - 0. 127 - 0. 086 *
C was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 414 - 0. 665 - 0. 526
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
16 0- 16 0. 966 - 0. 124 - 0. 052 A 0. 966 - 0. 124 - 0. 052 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, E wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 034 0. 124 0. 052 ?
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
17 0- 17 0. 724 - 0. 201 - 0. 150 A 0. 724 - 0. 201 - 0. 150 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 207 0. 727 0. 513 ?
A was speci f i ed, C wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 069 - 1. 000 - 0. 556
18 0- 18 0. 966 0. 457 0. 191 A 0. 966 0. 457 0. 191 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 034 - 0. 457 - 0. 191
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 4
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
19 0- 19 0. 966 0. 457 0. 191 A 0. 034 - 0. 457 - 0. 191
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 966 0. 457 0. 191 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
20 0- 20 0. 138 - 0. 271 - 0. 173 A 0. 828 0. 370 0. 250 ?
B 0. 138 - 0. 271 - 0. 173 *
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 034 - 0. 457 - 0. 191
21 0- 21 0. 621 0. 495 0. 388 A 0. 621 0. 495 0. 388 *
B 0. 379 - 0. 495 - 0. 388
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
22 0- 22 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 3
S
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
23 0- 23 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
24 0- 24 0. 034 0. 357 0. 149 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 034 0. 357 0. 149 *
C 0. 897 0. 187 0. 111
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 069 - 0. 459 - 0. 240
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 5
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
25 0- 25 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 690 0. 110 0. 084 ?
A was speci f i ed, C wor ks bet t er D 0. 310 - 0. 110 - 0. 084
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
26 0- 26 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
27 0- 27 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
28 0- 28 0. 966 - 0. 357 - 0. 149 A 0. 034 0. 357 0. 149 ?
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 966 - 0. 357 - 0. 149 *
C was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
29 0- 29 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
30 0- 30 0. 034 0. 357 0. 149 A 0. 414 - 0. 482 - 0. 381
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 4
S
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E was speci f i ed, D wor ks bet t er D 0. 483 0. 556 0. 443 ?
E 0. 034 0. 357 0. 149 *
Ot her 0. 069 - 0. 459 - 0. 240
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 6
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
31 0- 31 0. 448 - 0. 070 - 0. 055 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 552 0. 070 0. 055 ?
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D was speci f i ed, B wor ks bet t er D 0. 448 - 0. 070 - 0. 055 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
32 0- 32 0. 034 0. 357 0. 149 A 0. 034 0. 357 0. 149 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 897 0. 187 0. 111
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 069 - 0. 459 - 0. 240
33 0- 33 0. 828 0. 996 0. 673 A 0. 828 0. 996 0. 673 *
B 0. 172 - 0. 996 - 0. 673
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
34 0- 34 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 931 0. 459 0. 240 ?
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C was speci f i ed, B wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 069 - 0. 459 - 0. 240
35 0- 35 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
36 0- 36 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 7
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
Page 5
S
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
37 0- 37 0. 966 - 0. 473 - 0. 198 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 966 - 0. 473 - 0. 198 *
CHECK THE KEY C 0. 034 0. 473 0. 198 ?
B was speci f i ed, C wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
38 0- 38 0. 897 0. 236 0. 140 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 103 - 0. 236 - 0. 140
C 0. 897 0. 236 0. 140 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
39 0- 39 0. 966 - 0. 357 - 0. 149 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 966 - 0. 357 - 0. 149 *
CHECK THE KEY C 0. 034 0. 357 0. 149 ?
B was speci f i ed, C wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
40 0- 40 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
41 0- 41 0. 034 0. 357 0. 149 A 0. 793 - 0. 168 - 0. 119
B 0. 172 0. 081 0. 055
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 034 0. 357 0. 149 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
42 0- 42 0. 414 0. 884 0. 700 A 0. 379 - 0. 285 - 0. 224
B 0. 414 0. 884 0. 700 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 207 - 0. 826 - 0. 582
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 8
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
43 0- 43 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 034 0. 357 0. 149 ?
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
E 0. 966 - 0. 357 - 0. 149
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
44 0- 44 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Page 6
S
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
45 0- 45 0. 862 0. 351 0. 225 A 0. 862 0. 351 0. 225 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 034 0. 357 0. 149
Ot her 0. 103 - 0. 582 - 0. 344
46 0- 46 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
47 0- 47 0. 862 0. 835 0. 533 A 0. 862 0. 835 0. 533 *
B 0. 138 - 0. 835 - 0. 533
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
48 0- 48 0. 828 0. 996 0. 673 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 828 0. 996 0. 673 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 103 - 0. 631 - 0. 373
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 069 - 1. 000 - 0. 556
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 9
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
49 0- 49 0. 931 1. 000 0. 556 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 931 1. 000 0. 556 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 069 - 1. 000 - 0. 556
50 0- 50 0. 828 0. 614 0. 415 A 0. 069 - 0. 392 - 0. 205
B 0. 828 0. 614 0. 415 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 103 - 0. 582 - 0. 344
51 0- 51 0. 759 0. 982 0. 716 A 0. 759 0. 982 0. 716 *
B 0. 069 - 0. 392 - 0. 205
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 172 - 0. 996 - 0. 673
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 7
S
52 0- 52 0. 034 0. 357 0. 149 A 0. 034 0. 357 0. 149 *
B 0. 793 0. 795 0. 561 ?
CHECK THE KEY C 0. 172 - 0. 996 - 0. 673
A was speci f i ed, B wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
53 0- 53 0. 414 0. 474 0. 375 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 483 - 0. 201 - 0. 160
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 414 0. 474 0. 375 *
Ot her 0. 103 - 0. 582 - 0. 344
54 0- 54 0. 862 0. 351 0. 225 A 0. 862 0. 351 0. 225 *
B 0. 034 0. 357 0. 149
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 103 - 0. 582 - 0. 344
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 10
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
55 0- 55 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
CHECK THE KEY C 0. 862 0. 351 0. 225 ?
B was speci f i ed, C wor ks bet t er D 0. 034 0. 357 0. 149
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 103 - 0. 582 - 0. 344
56 0- 56 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 862 0. 351 0. 225 ?
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 034 0. 357 0. 149
Ot her 0. 103 - 0. 582 - 0. 344
57 0- 57 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
58 0- 58 0. 828 0. 996 0. 673 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 172 - 0. 996 - 0. 673
C 0. 828 0. 996 0. 673 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
59 0- 59 0. 828 0. 822 0. 556 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 172 - 0. 822 - 0. 556
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 828 0. 822 0. 556 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 8
S
60 0- 60 0. 759 0. 527 0. 384 A 0. 759 0. 527 0. 384 *
B 0. 103 0. 405 0. 239
C 0. 138 - 1. 000 - 0. 688
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e Dat a9. t xt Page 11
Ther e wer e 29 exami nees i n t he dat a f i l e.
Scal e St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - -
Scal e: 0
- - - - - - -
N of I t ems 60
N of Exami nees 29
Mean 39. 931
Var i ance 15. 099
St d. Dev. 3. 886
Skew - 0. 526
Kur t osi s - 0. 686
Mi ni mum 32. 000
Maxi mum 46. 000
Medi an 41. 000
Al pha 0. 697
SEM 2. 139
Mean P 0. 666
Mean I t em- Tot . 0. 261
Mean Bi ser i al 0. 396
Page 9
259

Lampiran 44 : Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif di
Kelas XI IPA6 Menggunakan Program Komputer Iteman
Tabel 50. Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif di Kelas
XI IPA6 Menggunakan Program Komputer Iteman
No
Butir
Tingkat
Kesukaran
Daya Beda Indeks Kepekaan
1 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
2 0.833 Mudah 0.702 Baik 83.3 % Berhasil
3 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
4 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
5 0.875 Mudah 0.795 Sangat Baik 87.5 % Berhasil
6 0.917 Mudah 1.000 Sangat Baik 91.7 % Berhasil
7 0.708 Mudah 0.206 Cukup Baik 70.8 % Belum
Berhasil
8 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
9 0.667 Sedang 0.020 Jelek 66.7 % Belum
Berhasil
10 0.917 Mudah 0.222 Cukup Baik 91.7 % Berhasil
11 0.958 Mudah 0.733 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
12 0.667 Sedang 0.492 Baik 66.7 % Belum
Berhasil
13 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
14 0.667 Sedang 0.049 Jelek 66.7 % Belum
Berhasil
15 0.708 Mudah 0.237 Cukup Baik 70.8 % Belum
Berhasil
16 0.917 Mudah 1.000 Sangat Baik 91.7 % Berhasil
17 0.500 Sedang 0.323 Cukup Baik 50 % Belum
Berhasil
18 0.917 Mudah 1.000 Sangat Baik 91.7 % Berhasil
19 0.917 Mudah 0.572 Baik 91.7 % Berhasil
20 0.583 Sedang 0.518 Baik 58.3 % Belum
Berhasil
21 0.292 Sedang -0.112 Dibuang 29.2 % Belum
Berhasil
22 0.958 Mudah 0.733 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
23 0.958 Mudah 0.733 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
24 0.750 Mudah 0.760 Sangat Baik 75 % Berhasil
25 0.458 Sedang 0.570 Baik 45.8 % Belum
Berhasil
26 0.958 Mudah 0.733 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
260



27 0.958 Mudah 0.733 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
28 0.542 Sedang 0.890 Sangat Baik 54.2 % Belum
Berhasil
29 0.958 Mudah 0.733 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
30 0.583 Sedang -0.472 Dibuang 58.3 % Belum
Berhasil
31 0.958 Mudah 0.131 Jelek 95.8 % Berhasil
32 0.917 Mudah -0.268 Dibuang 91.7 % Berhasil
33 0.917 Mudah 0.222 Cukup Baik 91.7 % Berhasil
34 0.125 Sukar 0.143 Jelek 12.5 % Belum
Berhasil
35 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
36 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
37 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
38 0.958 Mudah 0.974 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
39 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
40 0.042 Sukar -0.974 Dibuang 4.2 % Belum
Berhasil
41 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
42 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
43 0.750 Mudah 0.219 Cukup Baik 75 % Berhasil
44 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
45 0.875 Mudah 0.013 Jelek 87.5 % Berhasil
46 0.917 Mudah 1.000 Sangat Baik 91.7 % Berhasil
47 0.958 Mudah 0.733 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
48 0.875 Mudah 0.847 Sangat Baik 87.5 % Berhasil
49 0.833 Mudah 0.830 Sangat Baik 83.3 % Berhasil
50 0.875 Mudah 0.586 Baik 87.5 % Berhasil
51 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
52 0.000 Sukar -9.000 Dibuang 0.0 % Belum
Berhasil
53 0.167 Sukar -0.229 Dibuang 16.7 % Belum
Berhasil
54 0.833 Mudah -0.200 Dibuang 83.3 % Berhasil
55 0.333 Sedang 0.630 Baik 33.3 % Belum
Berhasil
56 0.792 Mudah 0.465 Baik 79.2 % Berhasil
57 0.958 Mudah 0.010 Jelek 95.8 % Berhasil
58 0.958 Mudah 0.733 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
59 0.875 Mudah 0.482 Baik 87.5 % Berhasil
60 0.000 Sukar -9.000 Dibuang 0.0 % Belum
Berhasil
261


I A61
060 0 n 09
BEAADBCEABDBCACAAACBAAEBABACAEDAACACBCBBDBDAAEABBBAAEABBCCEA
555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY
Per son02 BEAADBCEABDECAAAAACEBAEBDBACAEDAACACBCBADBAAAEABBBABCBBBCCED
Per son03 BEAADBAEEBDBCCCAAACBAAEBABACABDAAAACBCBADBDAAEABBBABAADBCCEE
Per son04 BEAADBCEACDBCACACACBBAEBABACAADAAAACBCBADBDABEABBBABCABBCCEE
Per son05 BEAAACAEBBDCCACCCBCAAAEBDBAAAEDAADACBCBADBDAABADCBABAADBCCEE
Per son06 BEAADBCEABDBCACACACBBAEBABACAADAAAACBCBADBDAAEABBBABCABBCCEE
Per son08 BEAADBAEEBDBCCCAAACBAAEBDBAAAEDAAAACBCBADBDAAEABBBABAADACCEE
Per son09 BEAACBCEABDCCACACACABAECABACAEDnAEACBCBADBDAAEABBBADEADBECEC
Per son10 BEAADBCEABDECAAAAACEBAEBDBACAEDAACACBCBADBAAAEABBBABCBBBCCED
Per son11 BEAADBnEABDECAAAAACEBAEBDBACAEDAACACBCBADBAAAEAEEBABCBBBCCED
Per son13 BEAADBCEABDBCACACACBBAEBABACAADDAAACBCBADBDAAEABBBABCABBCCEE
Per son14 BEAAACAEBBDCCACCCBCAAAEBDBAAAEDAADACBEBBDBDAABADCBABAADECCEE
Per son15 BEAADBCEABDBCACACACBBAEBABACAADAAAACBCBADBDAAEABBBABCABBCCEE
Per son16 BEAADBCEABDECAAAAACEAAEBDBACAEDAADACBCBADBAAAEABBBABCBBBCCED
Per son17 BEAADBCEEBDBCACAAACBBAEBDBAAAEDAAAACBCBADBDAAEABBBABAADnCCEE
Per son18 BEAADBCEABDBCACACACBnnnnnnnnnnDABAACBCBADBDABEABBBABCADBCCEE
Per son19 BEAADBCEABDBCACACACBBAEBABACAADABAACBCBADBDABEABBBABEADBCCEE
Per son20 BDAADBCEABDBCCCACACABAEADBAAAEDAAAACBCBADBDAAEABBAABEADBCCDE
Per son21 BCAADBCEABDBCCAACAEABAEADBAAAADAAAACBCBADBBAAEABBBABCADBCCEE
Per son22 BEAADBCEEBDBCACAAACBBAEBDBAAAEDAAAACBCBADBDAAEABBBABAADBCCEE
Per son24 BEAADBAEEBDBCCCAAACBAAEBABACABDAAAACBCBADBDAAEABBBABAADBCCEE
Per son25 BEAADBAEEBDBCCCAAACBAAEBABACABDAAAACBCBADBDAAEABBBABAADBCCEE
Per son26 BDAADBCEAAACCAAAAACBBAEDABAAAEDAADACBCBADBAAAEEBBDABEAADCEDD
Per son27 BCAADBCEABDBCCCACAEBBAEADBAAAEDAAAACBCBADBDAAEABCAABAADBCCEE
Per son29 BEAADBCEABDBCCAAAACABAEBABAAAEAAAEACBCBADBDAAEABBBABAADDCCBB
Page 1
S1
9 1 Scor es f or exami nees f r omf i l e I A61. t xt
Per son02 49. 00
Per son03 50. 00
Per son04 50. 00
Per son05 40. 00
Per son06 52. 00
Per son08 48. 00
Per son09 47. 00
Per son10 49. 00
Per son11 46. 00
Per son13 51. 00
Per son14 39. 00
Per son15 52. 00
Per son16 49. 00
Per son17 49. 00
Per son18 41. 00
Per son19 50. 00
Per son20 45. 00
Per son21 42. 00
Per son22 50. 00
Per son24 50. 00
Per son25 50. 00
Per son26 41. 00
Per son27 44. 00
Per son29 46. 00
Page 1
O1
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 1
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
1 0- 1 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
2 0- 2 0. 833 0. 702 0. 470 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 083 - 0. 572 - 0. 317
D 0. 083 - 0. 572 - 0. 317
E 0. 833 0. 702 0. 470 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
3 0- 3 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
4 0- 4 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
5 0- 5 0. 875 0. 795 0. 495 A 0. 083 - 1. 000 - 0. 589
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 042 - 0. 010 - 0. 004
D 0. 875 0. 795 0. 495 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
6 0- 6 0. 917 1. 000 0. 589 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 917 1. 000 0. 589 *
C 0. 083 - 1. 000 - 0. 589
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 2
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Page 1
O1
7 0- 7 0. 708 0. 206 0. 155 A 0. 250 - 0. 186 - 0. 136
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 708 0. 206 0. 155 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 131 - 0. 058
8 0- 8 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
9 0- 9 0. 667 0. 020 0. 015 A 0. 667 0. 020 0. 015 *
B 0. 083 - 1. 000 - 0. 589
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, E wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 250 0. 490 0. 359 ?
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
10 0- 10 0. 917 0. 222 0. 123 A 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
B 0. 917 0. 222 0. 123 *
CHECK THE KEY C 0. 042 0. 351 0. 157 ?
B was speci f i ed, C wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
11 0- 11 0. 958 0. 733 0. 327 A 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 958 0. 733 0. 327 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
12 0- 12 0. 667 0. 492 0. 379 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 667 0. 492 0. 379 *
C 0. 167 - 0. 916 - 0. 614
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 167 0. 200 0. 134
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 3
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
13 0- 13 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
14 0- 14 0. 667 0. 049 0. 038 A 0. 667 0. 049 0. 038 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 333 - 0. 049 - 0. 038
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 2
O1
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
15 0- 15 0. 708 0. 237 0. 179 A 0. 292 - 0. 237 - 0. 179
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 708 0. 237 0. 179 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
16 0- 16 0. 917 1. 000 0. 589 A 0. 917 1. 000 0. 589 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 083 - 1. 000 - 0. 589
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
17 0- 17 0. 500 0. 323 0. 258 A 0. 500 0. 323 0. 258 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 500 - 0. 323 - 0. 258
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
18 0- 18 0. 917 1. 000 0. 589 A 0. 917 1. 000 0. 589 *
B 0. 083 - 1. 000 - 0. 589
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 4
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
19 0- 19 0. 917 0. 572 0. 317 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 917 0. 572 0. 317 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 083 - 0. 572 - 0. 317
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
20 0- 20 0. 583 0. 518 0. 410 A 0. 250 - 0. 794 - 0. 582
B 0. 583 0. 518 0. 410 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 167 0. 200 0. 134
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
21 0- 21 0. 292 - 0. 112 - 0. 085 A 0. 292 - 0. 112 - 0. 085 *
B 0. 667 0. 285 0. 220 ?
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, B wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
22 0- 22 0. 958 0. 733 0. 327 A 0. 958 0. 733 0. 327 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 3
O1
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
23 0- 23 0. 958 0. 733 0. 327 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 958 0. 733 0. 327 *
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
24 0- 24 0. 750 0. 760 0. 558 A 0. 125 - 0. 534 - 0. 333
B 0. 750 0. 760 0. 558 *
C 0. 042 - 0. 010 - 0. 004
D 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 5
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
25 0- 25 0. 458 0. 570 0. 454 A 0. 458 0. 570 0. 454 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 500 - 0. 403 - 0. 322
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
26 0- 26 0. 958 0. 733 0. 327 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 958 0. 733 0. 327 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
27 0- 27 0. 958 0. 733 0. 327 A 0. 958 0. 733 0. 327 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
28 0- 28 0. 542 0. 890 0. 709 A 0. 417 - 0. 738 - 0. 584
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 542 0. 890 0. 709 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
29 0- 29 0. 958 0. 733 0. 327 A 0. 958 0. 733 0. 327 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
30 0- 30 0. 583 - 0. 472 - 0. 374 A 0. 250 0. 490 0. 359 ?
B 0. 125 0. 456 0. 284
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 4
O1
E was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 583 - 0. 472 - 0. 374 *
Ot her 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 6
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
31 0- 31 0. 958 0. 131 0. 058 A 0. 042 - 0. 131 - 0. 058
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 958 0. 131 0. 058 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
32 0- 32 0. 917 - 0. 268 - 0. 149 A 0. 917 - 0. 268 - 0. 149 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, D wor ks bet t er D 0. 042 0. 472 0. 210 ?
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 010 - 0. 004
33 0- 33 0. 917 0. 222 0. 123 A 0. 917 0. 222 0. 123 *
B 0. 083 - 0. 222 - 0. 123
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
34 0- 34 0. 125 0. 143 0. 089 A 0. 625 0. 502 0. 393 ?
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 125 0. 143 0. 089 *
C was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 167 - 0. 830 - 0. 557
E 0. 083 - 0. 082 - 0. 045
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
35 0- 35 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
36 0- 36 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 7
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Page 5
O1
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
37 0- 37 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
38 0- 38 0. 958 0. 974 0. 434 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 958 0. 974 0. 434 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 042 - 0. 974 - 0. 434
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
39 0- 39 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
40 0- 40 0. 042 - 0. 974 - 0. 434 A 0. 958 0. 974 0. 434 ?
B 0. 042 - 0. 974 - 0. 434 *
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
41 0- 41 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
42 0- 42 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 8
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
43 0- 43 0. 750 0. 219 0. 161 A 0. 208 - 0. 053 - 0. 037
B 0. 042 - 0. 612 - 0. 273
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 750 0. 219 0. 161 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
44 0- 44 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 6
O1
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
45 0- 45 0. 875 0. 013 0. 008 A 0. 875 0. 013 0. 008 *
B 0. 125 - 0. 013 - 0. 008
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
46 0- 46 0. 917 1. 000 0. 589 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 083 - 1. 000 - 0. 589
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 917 1. 000 0. 589 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
47 0- 47 0. 958 0. 733 0. 327 A 0. 958 0. 733 0. 327 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
48 0- 48 0. 875 0. 847 0. 527 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 875 0. 847 0. 527 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 083 - 1. 000 - 0. 589
E 0. 042 - 0. 131 - 0. 058
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 9
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
49 0- 49 0. 833 0. 830 0. 557 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 833 0. 830 0. 557 *
C 0. 125 - 0. 951 - 0. 592
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 042 - 0. 131 - 0. 058
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
50 0- 50 0. 875 0. 586 0. 365 A 0. 083 - 0. 362 - 0. 201
B 0. 875 0. 586 0. 365 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
51 0- 51 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
52 0- 52 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Page 7
O1
B 0. 958 0. 010 0. 004 ?
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, B wor ks bet t er D 0. 042 - 0. 010 - 0. 004
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
53 0- 53 0. 167 - 0. 229 - 0. 154 A 0. 417 - 0. 133 - 0. 105
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 417 0. 280 0. 221 ?
E was speci f i ed, C wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 167 - 0. 229 - 0. 154 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
54 0- 54 0. 833 - 0. 200 - 0. 134 A 0. 833 - 0. 200 - 0. 134 *
B 0. 167 0. 200 0. 134 ?
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, B wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 10
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
55 0- 55 0. 333 0. 630 0. 486 A 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
B 0. 333 0. 630 0. 486 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 625 - 0. 432 - 0. 338
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
56 0- 56 0. 792 0. 465 0. 328 A 0. 042 0. 110 0. 049
B 0. 792 0. 465 0. 328 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 083 - 0. 502 - 0. 278
E 0. 042 - 0. 974 - 0. 434
Ot her 0. 042 0. 231 0. 103
57 0- 57 0. 958 0. 010 0. 004 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 958 0. 010 0. 004 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 042 - 0. 010 - 0. 004
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
58 0- 58 0. 958 0. 733 0. 327 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 958 0. 733 0. 327 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 042 - 0. 733 - 0. 327
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
59 0- 59 0. 875 0. 482 0. 300 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 042 - 0. 131 - 0. 058
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 083 - 0. 572 - 0. 317
E 0. 875 0. 482 0. 300 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 8
O1
60 0- 60 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 042 - 0. 131 - 0. 058
CHECK THE KEY C 0. 042 - 0. 010 - 0. 004
A was speci f i ed, E wor ks bet t er D 0. 208 - 0. 053 - 0. 037
E 0. 708 0. 081 0. 061 ?
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A61. t xt Page 11
Ther e wer e 24 exami nees i n t he dat a f i l e.
Scal e St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - -
Scal e: 0
- - - - - - -
N of I t ems 60
N of Exami nees 24
Mean 47. 083
Var i ance 15. 077
St d. Dev. 3. 883
Skew - 0. 734
Kur t osi s - 0. 769
Mi ni mum 39. 000
Maxi mum 52. 000
Medi an 49. 000
Al pha 0. 640
SEM 2. 329
Mean P 0. 785
Mean I t em- Tot . 0. 259
Mean Bi ser i al 0. 434
Page 9
273

Lampiran 45 : Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif di
Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer Iteman
Tabel 51. Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif di Kelas
XI IPA1 Menggunakan Program Komputer Iteman
No
Butir
Tingkat Kesukaran Daya Beda Indeks Kepekaan
1 0.765 Mudah 0.613 Baik 76.5 % Berhasil
2 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
3 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
4 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
5 0.765 Mudah 0.858 Sangat Baik 76.5 % Berhasil
6 0.529 Sedang 0.256 Cukup Baik 52.9 % Belum Berhasil
7 0.882 Mudah 0.859 Sangat Baik 88.2 % Berhasil
8 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
9 0.882 Mudah 1.000 Sangat Baik 88.2 % Berhasil
10 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
11 0.941 Mudah 1.000 Sangat Baik 94.1 % Berhasil
12 0.118 Sukar -0.859 Dibuang 11.8 % Belum Berhasil
13 0.882 Mudah 1.000 Sangat Baik 88.2 % Berhasil
14 0.882 Mudah 0.859 Sangat Baik 88.2 % Berhasil
15 0.000 Sukar -9.000 Dibuang 0.0 % Belum Berhasil
16 0.588 Sedang -0.439 Dibuang 58.8 % Belum Berhasil
17 0.529 Sedang -0.689 Dibuang 52.9 % Belum Berhasil
18 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
19 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
20 0.706 Mudah 0.175 Jelek 70.6 Belum Berhasil
21 0.941 Mudah -0.239 Dibuang 94.1 % Berhasil
22 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
23 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
24 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
25 0.882 Mudah 1.000 Sangat Baik 88.2 % Berhasil
26 0.941 Mudah 1.000 Sangat Baik 94.1 % Berhasil
27 0.941 Mudah 0.402 Cukup Baik 94.1 % Berhasil
28 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
29 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
30 0.941 Mudah -0.452 Dibuang 94.1 % Berhasil
31 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
32 0.647 Sedang 0.559 Baik 64.7 % Belum Berhasil
33 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
34 0.706 Mudah 0.103 Jelek 70.6 Belum Berhasil
35 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
36 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
37 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
38 0.941 Mudah 0.829 Sangat Baik 94.1 % Berhasil
39 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
40 0.000 Sukar -9.000 Dibuang 0.0 % Belum Berhasil
41 0.353 Sedang 0.048 Jelek 35.3 % Belum Berhasil
42 0.824 Mudah 0.352 Cukup Baik 82.4 % Berhasil
43 0.000 Sukar -9.000 Dibuang 0.0 % Belum Berhasil
44 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
45 0.706 Mudah 0.103 Jelek 70.6 % Belum Berhasil
46 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
47 0.882 Mudah 0.859 Sangat Baik 88.2 % Berhasil
48 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
49 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
50 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
51 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
52 0.000 Sukar -9.000 Dibuang 0.0 % Belum Berhasil
53 0.059 Sukar 0.452 Baik 5.9 % Belum Berhasil
54 0.824 Mudah 0.449 Baik 82.4 % Berhasil
55 0.824 Mudah 0.449 Baik 82.4 % Berhasil
56 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
57 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
58 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
59 0.824 Mudah 0.449 Baik 82.4 % Berhasil
60 0.176 Sukar -0.449 Dibuang 17.6 % Belum Berhasil
274


A17
060 0 n 09
BEAADBCEABDBCACAAACBAAEBABACAEDAACACBCBBDBDAAEABBBAAEABBCCEA
555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY
Per son03 BEAADBCEABDCCAABCACBAAEBABACAEDDACACBCBABBAAAEABBBADCABBCCED
Per son05 AEAADCCEABDCCAAAAACBAAEBABACAEDAAAACBCBABBAABEABBBADCABBCCEC
Per son06 AEAADCCEABDCCAAAAACBAAEBABACAEDAAAACBCBABBAABEABBBADCABBCCEC
Per son09 CEAAACBEEBCBBCAAAACBAAEBEDACAEDEACACBCBABBCAAEnBBBADCABBCCED
Per son10 BEAADBCEABDCCAABCACBAAEBABACAEDAACACBCBABBAAAEABBBADCABBCCED
Per son14 BEAADBCEABDCCAAACACAAAEBABACAEDAACACBCBABBAAAEABBBADCABBCCED
Per son15 BEAADBAEABDBCCAACACAAAEBABACAEDAACACBCBABBAAAEBBBBADCABBCCED
Per son16 AEAADCCEABDCCAABAACBAAEBABACAEDAAAACBCBABBAABEABBBADCABBCCEC
Per son17 BEAAABCEABDECAAACACBBAEBABACAEDAACACBCBADDAAAEABBBABCABBCCED
Per son19 BEAADCCEABDCCAABAACBAAEBBBDCAEDAAAACBCBABBAABEABBBADCABBCCEC
Per son20 BEAADBCEABDCCAABCACBAAEBABACAEDAACACBCBABBAAAEABBBADCABBCCED
Per son21 BEAADCCEABDDCAABCACBAAEBABACADDAACACBCBADBAAAEABBBADEABBCCED
Per son22 BEAADCCEABDECAABAACBAAEBABACAEDEACACBCBADBCAAEABBBADCABBCCEC
Per son23 BEAADBCEABDECAnACACCAAEBABACAEDEACACBCBADBCAAEABBBABCBDBCCBA
Per son25 BEAAABCEABDECAAAAACCAAEBABACAEDEACACBCBADDCAAEABBBABCBDBCCBA
Per son26 BEAAABCEBBDEEAAAAACCAAEBABACAEDEACACBABADDCAAEABBBABCBDBCCBA
Per son30 BEAADCCEABDCCAAAAACBAAEBABACAEDAAAACBCBABBAABEABBBADCABBCCEC
Page 1
SA17
9 1 Scor es f or exami nees f r omf i l e A17. t xt
Per son03 49. 00
Per son05 48. 00
Per son06 48. 00
Per son09 41. 00
Per son10 50. 00
Per son14 50. 00
Per son15 48. 00
Per son16 47. 00
Per son17 49. 00
Per son19 46. 00
Per son20 50. 00
Per son21 50. 00
Per son22 50. 00
Per son23 48. 00
Per son25 47. 00
Per son26 44. 00
Per son30 49. 00
Page 1
OA17
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 1
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
1 0- 1 0. 765 0. 613 0. 445 A 0. 176 - 0. 063 - 0. 043
B 0. 765 0. 613 0. 445 *
C 0. 059 - 1. 000 - 0. 733
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
2 0- 2 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
3 0- 3 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
4 0- 4 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
5 0- 5 0. 765 0. 858 0. 622 A 0. 235 - 0. 858 - 0. 622
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 765 0. 858 0. 622 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
6 0- 6 0. 529 0. 256 0. 204 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 529 0. 256 0. 204 *
C 0. 471 - 0. 256 - 0. 204
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 2
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Page 1
OA17
7 0- 7 0. 882 0. 859 0. 526 A 0. 059 0. 025 0. 013
B 0. 059 - 1. 000 - 0. 733
C 0. 882 0. 859 0. 526 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
8 0- 8 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
9 0- 9 0. 882 1. 000 0. 837 A 0. 882 1. 000 0. 837 *
B 0. 059 - 0. 829 - 0. 413
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 059 - 1. 000 - 0. 733
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
10 0- 10 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
11 0- 11 0. 941 1. 000 0. 733 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 059 - 1. 000 - 0. 733
D 0. 941 1. 000 0. 733 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
12 0- 12 0. 118 - 0. 859 - 0. 526 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 118 - 0. 859 - 0. 526 *
CHECK THE KEY C 0. 529 0. 381 0. 304 ?
B was speci f i ed, C wor ks bet t er D 0. 059 0. 452 0. 225
E 0. 294 - 0. 103 - 0. 078
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 3
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
13 0- 13 0. 882 1. 000 0. 837 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 059 - 1. 000 - 0. 733
C 0. 882 1. 000 0. 837 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 059 - 0. 829 - 0. 413
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
14 0- 14 0. 882 0. 859 0. 526 A 0. 882 0. 859 0. 526 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 118 - 0. 859 - 0. 526
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 2
OA17
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
15 0- 15 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 941 - 0. 025 - 0. 013
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 059 0. 025 0. 013
16 0- 16 0. 588 - 0. 439 - 0. 347 A 0. 588 - 0. 439 - 0. 347 *
B 0. 412 0. 439 0. 347 ?
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, B wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
17 0- 17 0. 529 - 0. 689 - 0. 549 A 0. 529 - 0. 689 - 0. 549 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 471 0. 689 0. 549 ?
A was speci f i ed, C wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
18 0- 18 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 4
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
19 0- 19 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
20 0- 20 0. 706 0. 175 0. 133 A 0. 118 0. 284 0. 174 ?
B 0. 706 0. 175 0. 133 *
CHECK THE KEY C 0. 176 - 0. 449 - 0. 305
B was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
21 0- 21 0. 941 - 0. 239 - 0. 119 A 0. 941 - 0. 239 - 0. 119 *
B 0. 059 0. 239 0. 119 ?
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, B wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
22 0- 22 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 3
OA17
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
23 0- 23 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
24 0- 24 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 5
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
25 0- 25 0. 882 1. 000 0. 681 A 0. 882 1. 000 0. 681 *
B 0. 059 - 0. 402 - 0. 200
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 059 - 1. 000 - 0. 733
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
26 0- 26 0. 941 1. 000 0. 733 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 941 1. 000 0. 733 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 059 - 1. 000 - 0. 733
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
27 0- 27 0. 941 0. 402 0. 200 A 0. 941 0. 402 0. 200 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 059 - 0. 402 - 0. 200
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
28 0- 28 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
29 0- 29 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
30 0- 30 0. 941 - 0. 452 - 0. 225 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 4
OA17
E was speci f i ed, D wor ks bet t er D 0. 059 0. 452 0. 225 ?
E 0. 941 - 0. 452 - 0. 225 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 6
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
31 0- 31 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
32 0- 32 0. 647 0. 559 0. 435 A 0. 647 0. 559 0. 435 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 059 0. 239 0. 119
E 0. 294 - 0. 684 - 0. 517
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
33 0- 33 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
34 0- 34 0. 706 0. 103 0. 078 A 0. 294 - 0. 103 - 0. 078
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 706 0. 103 0. 078 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
35 0- 35 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
36 0- 36 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 7
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Page 5
OA17
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
37 0- 37 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
38 0- 38 0. 941 0. 829 0. 413 A 0. 059 - 0. 829 - 0. 413
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 941 0. 829 0. 413 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
39 0- 39 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
40 0- 40 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
41 0- 41 0. 353 0. 048 0. 037 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 647 - 0. 048 - 0. 037
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 353 0. 048 0. 037 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
42 0- 42 0. 824 0. 352 0. 240 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 824 0. 352 0. 240 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 176 - 0. 352 - 0. 240
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 8
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
43 0- 43 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 706 0. 684 0. 517 ?
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 294 - 0. 684 - 0. 517
D was speci f i ed, A wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
44 0- 44 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 6
OA17
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
45 0- 45 0. 706 0. 103 0. 078 A 0. 706 0. 103 0. 078 *
B 0. 294 - 0. 103 - 0. 078
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
46 0- 46 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
47 0- 47 0. 882 0. 859 0. 526 A 0. 882 0. 859 0. 526 *
B 0. 059 0. 025 0. 013
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 059 - 1. 000 - 0. 733
48 0- 48 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 9
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
49 0- 49 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
50 0- 50 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
51 0- 51 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
52 0- 52 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Page 7
OA17
B 0. 235 - 0. 287 - 0. 208
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, D wor ks bet t er D 0. 765 0. 287 0. 208 ?
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
53 0- 53 0. 059 0. 452 0. 225 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 941 - 0. 452 - 0. 225
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 059 0. 452 0. 225 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
54 0- 54 0. 824 0. 449 0. 305 A 0. 824 0. 449 0. 305 *
B 0. 176 - 0. 449 - 0. 305
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 10
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
55 0- 55 0. 824 0. 449 0. 305 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 824 0. 449 0. 305 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 176 - 0. 449 - 0. 305
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
56 0- 56 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
57 0- 57 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
58 0- 58 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
59 0- 59 0. 824 0. 449 0. 305 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 176 - 0. 449 - 0. 305
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 824 0. 449 0. 305 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Page 8
OA17
60 0- 60 0. 176 - 0. 449 - 0. 305 A 0. 176 - 0. 449 - 0. 305 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
CHECK THE KEY C 0. 353 0. 048 0. 037
A was speci f i ed, D wor ks bet t er D 0. 471 0. 248 0. 198 ?
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A17. t xt Page 11
Ther e wer e 17 exami nees i n t he dat a f i l e.
Scal e St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - -
Scal e: 0
- - - - - - -
N of I t ems 60
N of Exami nees 17
Mean 47. 882
Var i ance 5. 515
St d. Dev. 2. 348
Skew - 1. 547
Kur t osi s 2. 037
Mi ni mum 41. 000
Maxi mum 50. 000
Medi an 48. 000
Al pha 0. 276
SEM 1. 999
Mean P 0. 798
Mean I t em- Tot . 0. 253
Mean Bi ser i al 0. 364
Page 9
286
Lampiran 46 : Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif di
Kelas XI IPA6 Menggunakan Program Komputer Iteman
Tabel 53. Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif di Kelas
XI IPA6 Menggunakan Program Komputer Iteman
No
Butir
Tingkat
Kesukaran
Daya Beda Indeks Kepekaan
1 0.958 Mudah 1.000 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
2 0.958 Mudah 0.343 Cukup Baik 95.8 % Berhasil
3 0.958 Mudah 1.000 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
4 0.792 Mudah 1.000 Sangat Baik 79.2 % Berhasil
5 0.583 Sedang 0.574 Baik 58.3 % Belum
Berhasil
6 0.958 Mudah 0.952 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
7 0.750 Mudah 0.747 Sangat Baik 75 % Berhasil
8 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
9 0.500 Sedang 0.170 Cukup Baik 50 % Belum
Berhasil
10 0.958 Mudah 0.343 Cukup Baik 95.8 % Berhasil
11 0.958 Mudah 0.952 Sangat Baik 95.8 % Berhasil
12 0.708 Mudah 0.622 Baik 70.8 % Belum
Berhasil
13 0.042 Sukar -0.038 Dibuang 4.2 % Belum
Berhasil
I A64
013 0 n 09
AEAABABBBACEA
5555555555555
YYYYYYYYYYYYY
Per son02 AEAADABBBACEE
Per son03 AEABDBBBBABDE
Per son04 AEAABABBCACEE
Per son05 AEAADABBBACBE
Per son06 AEAABABBCACEE
Per son08 AEAADABBBACBE
Per son09 AEAABABBBACEn
Per son10 AEABDAEBCACEE
Per son11 AEAnDABBBBCEn
Per son13 AEAABABBCACEE
Per son14 BEBBBAEBCACBE
Per son15 AEAABABBCACEE
Per son16 AEABDAEBCACEB
Per son17 AEAABABBBACBE
Per son18 AEAADABBBACEE
Per son19 AEAABABBDACEE
Per son20 AEAABABBDACEE
Per son21 AEAABACBCACEE
Per son22 AnAADABBBACBE
Per son24 AEAABABBBACEE
Per son25 AEAABABBBACEE
Per son26 AEAABABBDACEE
Per son27 AEAABACBCACEE
Per son29 AEAADACBBACBA
Page 1
S4
9 1 Scor es f or exami nees f r omf i l e I A64. t xt
Per son02 11. 00
Per son03 7. 00
Per son04 11. 00
Per son05 10. 00
Per son06 11. 00
Per son08 10. 00
Per son09 12. 00
Per son10 8. 00
Per son11 9. 00
Per son13 11. 00
Per son14 6. 00
Per son15 11. 00
Per son16 8. 00
Per son17 11. 00
Per son18 11. 00
Per son19 11. 00
Per son20 11. 00
Per son21 10. 00
Per son22 9. 00
Per son24 12. 00
Per son25 12. 00
Per son26 11. 00
Per son27 10. 00
Per son29 10. 00
Page 1
O4
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A64. t xt Page 1
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
1 0- 1 0. 958 1. 000 0. 560 A 0. 958 1. 000 0. 560 *
B 0. 042 - 1. 000 - 0. 560
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
2 0- 2 0. 958 0. 343 0. 153 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 958 0. 343 0. 153 *
Ot her 0. 042 - 0. 343 - 0. 153
3 0- 3 0. 958 1. 000 0. 560 A 0. 958 1. 000 0. 560 *
B 0. 042 - 1. 000 - 0. 560
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
4 0- 4 0. 792 1. 000 0. 843 A 0. 792 1. 000 0. 843 *
B 0. 167 - 1. 000 - 0. 837
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 042 - 0. 343 - 0. 153
5 0- 5 0. 583 0. 574 0. 454 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 583 0. 574 0. 454 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 417 - 0. 574 - 0. 454
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
6 0- 6 0. 958 0. 952 0. 424 A 0. 958 0. 952 0. 424 *
B 0. 042 - 0. 952 - 0. 424
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A64. t xt Page 2
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Page 1
O4
7 0- 7 0. 750 0. 747 0. 548 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 750 0. 747 0. 548 *
C 0. 125 - 0. 049 - 0. 031
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 125 - 1. 000 - 0. 687
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
8 0- 8 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
9 0- 9 0. 500 0. 170 0. 136 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 500 0. 170 0. 136 *
CHECK THE KEY C 0. 375 - 0. 367 - 0. 287
B was speci f i ed, D wor ks bet t er D 0. 125 0. 346 0. 215 ?
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
10 0- 10 0. 958 0. 343 0. 153 A 0. 958 0. 343 0. 153 *
B 0. 042 - 0. 343 - 0. 153
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
11 0- 11 0. 958 0. 952 0. 424 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 042 - 0. 952 - 0. 424
C 0. 958 0. 952 0. 424 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
12 0- 12 0. 708 0. 622 0. 470 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 250 - 0. 405 - 0. 298
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 042 - 0. 952 - 0. 424
E 0. 708 0. 622 0. 470 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A64. t xt Page 3
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
13 0- 13 0. 042 - 0. 038 - 0. 017 A 0. 042 - 0. 038 - 0. 017 *
B 0. 042 - 0. 647 - 0. 288
CHECK THE KEY C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
A was speci f i ed, E wor ks bet t er D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 833 0. 163 0. 109 ?
Ot her 0. 083 0. 133 0. 074
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e I A64. t xt Page 4
Page 2
O4
Ther e wer e 24 exami nees i n t he dat a f i l e.
Scal e St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - -
Scal e: 0
- - - - - - -
N of I t ems 13
N of Exami nees 24
Mean 10. 125
Var i ance 2. 359
St d. Dev. 1. 536
Skew - 1. 107
Kur t osi s 0. 532
Mi ni mum 6. 000
Maxi mum 12. 000
Medi an 11. 000
Al pha 0. 472
SEM 1. 116
Mean P 0. 779
Mean I t em- Tot . 0. 392
Mean Bi ser i al 0. 639
Page 3
292

Lampiran 47 : Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif di
Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer Iteman
Tabel 54. Analisis Hasil Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif di Kelas
XI IPA1 Menggunakan Program Komputer Iteman
No
Butir
Tingkat
Kesukaran
Daya Beda Indeks Kepekaan
1 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
2 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
3 0.882 Mudah 0.138 Jelek 88.2 % Berhasil
4 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
5 0.765 Mudah 0.820 Sangat Baik 76.5 % Berhasil
6 0.882 Mudah 0.138 Jelek 88.2 % Berhasil
7 0.941 Mudah 1.000 Sangat Baik 94.1 % Berhasil
8 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
9 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
10 0.941 Mudah 0.397 Cukup Baik 94.1 % Berhasil
11 1.000 Mudah -9.000 Dibuang 100 % Berhasil
12 0.882 Mudah 1.000 Sangat Baik 88.2 % Berhasil
13 0.412 Sedang 0.349 Cukup Baik 41.2 % Belum
Berhasil
A15
013 0 n 09
AEAABABBBACEA
5555555555555
YYYYYYYYYYYYY
Per son03 AEAABABBBACED
Per son05 AEAABABBBACEA
Per son06 AEAABABBBACED
Per son09 AEBABABBBACEA
Per son10 AEAADAnBBACBC
Per son14 AEAABEBBBACEA
Per son15 AEAADABBBACEC
Per son16 AEAABABBBACEA
Per son17 AEAADABBBACEA
Per son19 AEAABABBBACEC
Per son20 AEAADABBBACBA
Per son21 AEAABABBBACED
Per son22 AEAABABBBACED
Per son23 AEEABABBBACEC
Per son25 AEAABABBBACEC
Per son26 AEAABEBBBBCEA
Per son30 AEAABABBBACEC
Page 1
SOA15
9 1 Scor es f or exami nees f r omf i l e A15. t xt
Per son03 12. 00
Per son05 13. 00
Per son06 12. 00
Per son09 12. 00
Per son10 9. 00
Per son14 12. 00
Per son15 11. 00
Per son16 13. 00
Per son17 12. 00
Per son19 12. 00
Per son20 11. 00
Per son21 12. 00
Per son22 12. 00
Per son23 11. 00
Per son25 12. 00
Per son26 11. 00
Per son30 12. 00
Page 1
OA15
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A15. t xt Page 1
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
1 0- 1 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
2 0- 2 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
3 0- 3 0. 882 0. 138 0. 084 A 0. 882 0. 138 0. 084 *
B 0. 059 0. 165 0. 082
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 059 - 0. 397 - 0. 198
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
4 0- 4 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
5 0- 5 0. 765 0. 820 0. 594 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 765 0. 820 0. 594 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 235 - 0. 820 - 0. 594
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
6 0- 6 0. 882 0. 138 0. 084 A 0. 882 0. 138 0. 084 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 118 - 0. 138 - 0. 084
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A15. t xt Page 2
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Page 1
OA15
7 0- 7 0. 941 1. 000 0. 758 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 941 1. 000 0. 758 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 059 - 1. 000 - 0. 758
8 0- 8 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
9 0- 9 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
10 0- 10 0. 941 0. 397 0. 198 A 0. 941 0. 397 0. 198 *
B 0. 059 - 0. 397 - 0. 198
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
11 0- 11 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 1. 000 - 9. 000 - 9. 000 *
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
12 0- 12 0. 882 1. 000 0. 698 A 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
B 0. 118 - 1. 000 - 0. 698
C 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
D 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
E 0. 882 1. 000 0. 698 *
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A15. t xt Page 3
I t emSt at i st i cs Al t er nat i ve St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Seq. Scal e Pr op. Poi nt Pr op. Poi nt
No. - I t em Cor r ect Bi ser . Bi ser . Al t . Endor si ng Bi ser . Bi ser . Key
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
13 0- 13 0. 412 0. 349 0. 276 A 0. 412 0. 349 0. 276 *
B 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
C 0. 353 - 0. 574 - 0. 446
D 0. 235 0. 252 0. 183
E 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Ot her 0. 000 - 9. 000 - 9. 000
Mi cr oCAT ( t m) Test i ng Syst em
Copyr i ght ( c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Syst ems Cor por at i on
I t emand Test Anal ysi s Pr ogr am- - I TEMAN ( t m) Ver si on 3. 00
I t emanal ysi s f or dat a f r omf i l e A15. t xt Page 4
Page 2
OA15
Ther e wer e 17 exami nees i n t he dat a f i l e.
Scal e St at i st i cs
- - - - - - - - - - - - - - - -
Scal e: 0
- - - - - - -
N of I t ems 13
N of Exami nees 17
Mean 11. 706
Var i ance 0. 796
St d. Dev. 0. 892
Skew - 1. 378
Kur t osi s 2. 599
Mi ni mum 9. 000
Maxi mum 13. 000
Medi an 12. 000
Al pha - 0. 066
SEM 0. 921
Mean P 0. 900
Mean I t em- Tot . 0. 385
Mean Bi ser i al 0. 549
Page 3
298

Lampiran 48 : Analisis Tes Penguasaan Materi Ranah Kognitif Siswa pada
Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen di Kelas XI IPA6 dan
Metode Demonstrasi di Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer SPSS
Versi 16.00
Analisis Penguasaan Materi Ranah Kognitif Siswa pada Pembelajaran Fisika
melalui PAIKEM dengan Metode Eksperimen di Kelas XI IPA6 dan Metode
Demonstrasi di Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer SPSS
Versi 16.00

1.Uji Persyaratan Analisis
a.Uji Normalitas

EXAMINE VARIABLES=X Y
/PLOT BOXPLOT STEMLEAF NPPLOT
/COMPARE GROUP
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/CINTERVAL 95
/MISSING LISTWISE
/NOTOTAL.
Explore
[DataSet0]
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Awal_Siswa 41 100.0% 0 .0% 41 100.0%
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Ahir_Siswa 41 100.0% 0 .0% 41 100.0%


299

Descriptives

Statistic
Std.
Error
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Awal_Siswa Mean 79.0244 .88456
95% Confidence Interval for
Mean
Lower Bound 77.2366
Upper Bound 80.8121
5% Trimmed Mean 79.3315
Median 81.6667
Variance 32.080
Std. Deviation 5.66392
Minimum 65.00
Maximum 86.67
Range 21.67
Interquartile Range 6.67
Skewness -1.070 .369
Kurtosis .219 .724
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Ahir_Siswa Mean 82.9268 1.85162
95% Confidence Interval for
Mean
Lower Bound 79.1846
Upper Bound 86.6691
5% Trimmed Mean 83.8024
Median 84.6154
Variance 140.569
Std. Deviation 1.18562E1
Minimum 46.15
Maximum 100.00
Range 53.85
Interquartile Range 15.38
Skewness -1.292 .369
Kurtosis 1.679 .724
Tests of Normality
Kolmogorov-
Smirnov
a
Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Awal_Siswa .203 41 .000 .866 41 .000
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Ahir_Siswa .264 41 .000 .859 41 .000
a. Lilliefors Significance Correction
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Ahir_Siswa
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Ahir_Siswa Stem-and-Leaf Plot
Frequency Stem & Leaf
1,00 Extremes (=<46)
1,00 5 . 3
,00 5 .
2,00 6 . 11
3,00 6 . 999
,00 7 .
5,00 7 . 66666
14,00 8 . 44444444444444
,00 8 .
13,00 9 . 2222222222222
,00 9 .
2,00 10 . 00
Stem width: 10,00
Each leaf: 1 case(s)
300







Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Awal_Siswa
Penguasaan_Materi_Ranah_Kognitif_Awal_Siswa Stem-and-Leaf Plot
Frequency Stem & Leaf
2,00 Extremes (=<67)
3,00 6 . 888
3,00 7 . 033
7,00 7 . 5666888
23,00 8 . 00000111111133333333333
3,00 8 . 566
Stem width: 10,00
Each leaf: 1 case(s)
301








302

Lampiran 49 : Analisis Tes Penguasaan Materi Ranah Psikomotorik Siswa pada
Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen di Kelas XI IPA6 dan
Metode Demonstrasi di Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer SPSS
Versi 16.00

Analisis Penguasaan Materi Ranah Psikomotorik Siswa pada Pembelajaran
PAIKEM dengan Metode Eksperimen di Kelas XI IPA6 dan Metode Demonstrasi
di Kelas XI IPA1 Menggunakan Program Komputer SPSS Versi 16.00

1.Uji Persyaratan Analisis
a.Uji Normalitas

EXAMINE VARIABLES=X Y
/PLOT BOXPLOT STEMLEAF NPPLOT
/COMPARE GROUP
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/CINTERVAL 95
/MISSING LISTWISE
/NOTOTAL.
Explore
[DataSet0]
Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Awal_Siswa 41 100.0% 0 .0% 41 100.0%
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Ahir_Siswa 41 100.0% 0 .0% 41 100.0%


303

Descriptives

Statistic
Std.
Error
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Awal_Siswa Mean 80.5854 .40721
95%
Confidence
Interval for
Mean
Lower
Bound
79.7624

Upper
Bound
81.4084

5% Trimmed Mean
80.3753
Median
80.0000
Variance
6.799
Std. Deviation
2.60745
Minimum
76.00
Maximum
91.00
Range
15.00
Interquartile Range
1.50
Skewness 1.833 .369
Kurtosis 5.921 .724
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Ahir_Siswa Mean 88.6585 1.50228
95%
Confidence
Interval for
Mean
Lower
Bound
85.6223

Upper
Bound
91.6948

5% Trimmed Mean
88.9262
Median
95.0000
Variance
92.530
Std. Deviation
9.61928
Minimum
75.00
Maximum
97.50
Range
22.50
Interquartile Range
20.00
Skewness -.484 .369
Kurtosis -1.604 .724


304

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnov
a
Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Awal_Siswa .247 41 .000 .814 41 .000
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Ahir_Siswa .257 41 .000 .761 41 .000
a. Lilliefors Significance Correction

Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Ahir_Siswa
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Ahir_Siswa Stem-and-Leaf Plot
Frequency Stem & Leaf
,00 7 .
10,00 7 . 5555555555
5,00 8 . 00000
,00 8 .
5,00 9 . 00000
21,00 9 . 555557777777777777777
Stem width: 10,00
Each leaf: 1 case(s)




305



Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Awal_Siswa
Penguasaan_Materi_Ranah_Psikomotorik_Awal_Siswa Stem-and-Leaf Plot
Frequency Stem & Leaf
4,00 Extremes (=<77,0)
6,00 79 . 000000
,00 79 .
17,00 80 . 00000000000000000
,00 80 .
5,00 81 . 00000
,00 81 .
3,00 82 . 000
6,00 Extremes (>=83,0)
Stem width: 1,00
Each leaf: 1 case(s)



306






307

DAFTAR GAMBAR
1. Tes Penguasaan Materi Awal Ranah Kognitif di Kelas XI IPA6

Siswa mengerjakan soal tes penguasaan materi awal ranah kognitif dengan tekun,
teliti, dan hati-hati.
2. Pembelajaran PAIKEM dengan Metode Eksperimen di Kelas XI IPA6

Siswa mengukur panjang lintasan
(h) secara tegak lurus, hati-hati,
teliti, telaten, dan objektif.

Siswa sedang menjatuhkan bola.




308


Siswa sedang mengukur waktu
menggunakan stop watch (HP).


Siswa aktif menyusun laporan
percobaan secara berkelompok
dalam pembelajaran PAIKEM
dengan metode eksperimen.
3. Tes Penguasaan Materi Ahir Ranah Kognitif di Kelas XI IPA1


Siswa mengerjakan soal tes penguasaan materi ahir ranah kognitif dengan giat,
cermat, hati-hati, teliti, dan bertanggung jawab.

Anda mungkin juga menyukai