Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PSIKOLOGI PEDAGANG VERSUS SATPOL PP

Disusun oleh: Aditya Rahmat Gunawan Dwi Mikrananto Adam Bagus (170310120083) (170310120012) (170310120033)

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN

Bab 1
Latar Belakang

Pada saat ini, konflik antara pedagang pasar atau pedagang kaki lima (PKL) dengan satpol PP adalah hal yang lumrah terjadi Seperti yang di laporkan oleh Detik.com Pekanbaru, Terjadi bentrok antara ratusan pedagang kakil lima (PKL) dan Satpol PP pada malam ini.
Pemicu bentrokan ini diduga karena adanya larangan dari petugas Satpol PP kepada para PKL untuk berjualan di depan ruko yang terdapat di sekitar Jalan Subrantas, Pekanbaru. Satpol PP menertibkan mereka yang dianggap mejadi penyebab macetnya salah satu kawasan paling ramai di Pekanbaru tersebut. Pantauan detikcom di lokasi kejadian pada Jumat (12/10/2012), pukul 20.00 WIB, masih terjadi kejar-kejaran antara aparat keamanan dan para pedagang tersebut. Selain itu para pedagang terus melempari aparat keamanan dengan batu. Menurut informasi yang dikumpulkan oleh detikcom, sebenarnya sejak pukul 17.00 WIB, sudah ada upaya negosiasi antara petugas Satpol PP dan para PKL. Namun upaya negosiasi ini menemui jalan buntu. Akhirnya aparat bertindak dan berusaha mengusir para pedagang yang pada malam hari masih terus berjualan. Hingga saat masih suasana di sekitar wilayah terjadinya bentrokan masih memanas, lalu lintas juga terpantau padat. Namun belum diketahui jumlah kerugian akibat peristiwa ini. (detikcom 12/10/12).

Perbedaan kepentingan pedagang dengan petugas satpol PP adalah salah satu penyebabnya. Para pedagang memiliki kepentingan mencari nafkah untuk keluarganya dan mengembangkan usahanya, sementara di lain pihak para petugas satpol PP perlu menjaga ketertiban kota. Pedagang yang kerap kali membuat macet jalan, dan menggunakan trotoar untuk berjualan memang menjadi hal yang cukup mengganggu ketertiban kota. Trotoar yang seharusnya digunakan untuk berjalan para pejalan kaki, malah menjadi lapak untuk para pedagang menjajakkan daganganya sehingga memaksa para pejalan kaki untuk berjalan menyisir jalan raya. Seperti dilansir BANDUNG, TRIBUN - Sedikitnya 53 kios dan lapak dibongkar petugas
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jalan Purnawarman, Selasa (9/10). Pembongkaran paksa dipimpin Kepala Seksi Penertiban Satpol PP Deden Rukmana tak ada perlawanan dari para pedagang, bahkan sebagian mengangkut sendiri kursinya dan sebagian hanya menonton. Deden mengatakan, PKL dan kios di Jalan Purnawarman berjumlah 100 pedagang tapi yang terpaksa dibongkar ada 53 pedagang. "Pembongkaran untuk penertiban jika dibiarkan khawatir seperti PKL di Jalan Kepatihan, sulit ditertibkan," ujarnya. Ia mengatakan, Satpol PP tak mengangkut barang berharga milik pedagang tapi yang diangkut hanya rongsokannya seperti kayu-kayu. "Sampah-sampah membuat banjir makanya diangkut, sudah tiga truk," ujar Deden. (tribunnews.com 10/10/12)

Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik antar kedua belah pihak, membuat terjadinya kericuhan, seperti yang diberitakan Seputar Indonesia.com, TEMANGGUNG Penertiban pedagang kaki lima (PKL) Pasar Kliwon Temanggung diwarnai kericuhan kemarin. Ratusan PKL melawan dengan memblokade upaya penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP Kabupaten Temanggung. Aksi blokade PKL dengan membentangkan spanduk di lapak-lapak yang akan ditertibkan membuat petugas kesulitan melakukan penertiban. Petugas yang beberapa kali mencoba berkomunikasi dengan massa tidak menemukan kesepakatan. Bahkan,massa sempat mengamuk dan mengeroyok seorang pedagang sayur keliling yang diduga memprovokasi kegiatan tersebut.(seputar-indonesia.com 9/10/12). Butuh kesabaran dan kesadaran dari kedua belah pihak agar semua penertiban pedagang/PKL tidak berjalan dengan ricuh. Dengan makalah ini kami bermaksud untuk mengupas masalah antara pedagang dengan petugas satpol PP dari segi ilmu psikologi. Menurut kami, ini merupakan hal yang menarik untuk dibahas.

Bab 2
Tinjauan Teoritis
Banyak ahli yang mengemukakan teori tentang agresi. Teori agresi, menurut para ahli ada yang berpendapat bahwa agresi adalah sebuah perilaku yang diturunkan (biologis), agresi adalah sebuah perilaku yang di pelajari (lingkungan) ataupun perilaku agresi karena hasil dari sebuah keputusan (kognitif). Menurut Sarwono (2002), teori agresi terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu: Teori Bawaan Teori Bawaan atau bakat ini terdiri atas teori Psikoanalisa dan teori Biologi. 1. Teori Naluri = Freud dalam teori Psikoanalisis klasiknya mengemukakan bahwa agresi adalah satu dari dua naluri dasar manusia. Naluri agresi atau tanatos ini merupakan pasangan dari naluri seksual atau eros. Naluri seks berfungsi untuk melanjutkan keturunan sedangkan naluri agresi berfungsi mempertahankan jenis. Kedua naluri tersebut berada dalam alam ketidaksadaran, khususnya pada bagian dari kepribadian yang disebut Id yang pada prinsipnya selalu ingin agar kemauannya dituruti (prinsip kesenangan atau Pleasure Principle) dan terletak pada bagian lain dari kepribadian yang dinamakan Super Ego yang mewakili norma-norma yang ada dalam masyarakat dan Ego yang berhadapan dengan kenyataan. 2. Teori Biologi = Teori biologi ini menjelaskan perilaku agresi, baik dari proses faal maupun teori genetika (illmu keturunan). Proses faal adalah proses tertentu yang terjadi otak dan susunan saraf pusat. Menurut tim American Psychological Association (1993), kenakalan remaja lebih banyak terdapat pada remaja pria, karena jumlah testosteron meningkat sejak usia 25 tahun. Produksi testosteron yang lebih besar ditemukan pada remaja dan dewasa yang nakal, terlibat kejahatan, peminum, dan penyalah guna obat dibanding pada remaja dan dewasa biasa. Teori Lingkungan Inti dari teori lingkungan adalah perilaku agresi merupakan reaksi terhadap peristiwa atau stimulus yang terjadi di lingkungan. 1. Teori Frustrasi-Agresi Klasik, yaitu: agresi dipicu oleh frustrasi. Frustrasi artinya adalah hambatan terhadap pencapaian suatu tujuan. Berdasarkan teori tersebut, agresi merupakan pelampiasan dari perasaan frustrasi. 2. Teori Frustrasi-Agresi Baru, yaitu: frustrasi menimbulkan kemarahan dan emosi, kondisi marah tersebut memicu agresi. Marah timbul jika sumber frustrasi dinilai mempunyai alternatif perilaku lain daripada yang menimbulkan frustrasi itu. 3. Teori Belajar Sosial, yaitu lebih memperhatikan faktor tarikan dari luar. Bandura menekankan kenyataan bahwa perilaku agresi, perbuatan yang berbahaya, perbuatan yang tidak pasti dapat dikatakan sebagai hasil bentuk dari pelajaran perilaku sosial. Bandura menerangkan agresi dapat dipelajari dan terbentuk pada individu- individu hanya dengan meniru atau mencontoh agresi yang dilakukan oleh orang lain atau model yang diamatinya, walaupun hanya sepintas dan tanpa penguatan.

Teori Kognitif Teori kognitif ini memusatkan proses yang terjadi pada kesadaran dalam membuat penggolongan (kategorisasi), pemberian sifat-sifat (atribusi), penilaian, dan pembuatan keputusan.

Sumber : http://www.psychologymania.com/2012/06/teori-teori-agresi.html Agresi (aggression) yaitu siksaan yang diarahkan secara sengaja dari berbagai bentuk kekerasan terhadap orang lain (Baron & Richardson, 1994; Berkowitz, dalam proses penerbitan; dalam Baron, 2005). Konrad Lorenz berpendapat bahwa agresi muncul dari insting berkelahi (fighting instinct) bawaan yang dimiliki oleh manusia dan spesies lainnya. Insting tersebut muncul ketika individu ingin membuktika bahwa dirinya lah yang terkuat dan akan menurunkn gen mereka pada generasi berikutnya. Pengertian Frustasi Frustasi adalah suatu harapan yang diinginkan dan kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Misalnya putus pacar, perceraian, masalah kantor, masalah sekolah atau masalah yang tidak kunjung selesai. Frustasi inipun terjadi juga bila tujuan yang dicapai mendapatkan rintangan. Frustasi memiliki dua sisi. 1. Frustasi adalah fakta tidak tercapainya harapan yang diinginkan. 2. Frustasi adalah perasaan dan emosi yang menyertai fakta tersebut. Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2170412pengertian-frustasi/#ixzz29KjaFrxG Frustasi adalah respons yang timbul akibat gagal mencapai tujuan atau keinginan. Frustasi dapat dialami sebagai suatu ancaman dan kecemasan, akibat dari ancaman tersebut dapat menimbulkan kemarahan. Sumber: http://fourseasonnews.blogspot.com/2012/06/pengertian-frustasi.html