Anda di halaman 1dari 2

Pemecahan homolitik dan heterolitik.

Dalam reaksi organik, biasanya disertai dengan pembentukan atau pemutusan suatu ikatan kovalen. Konsep pemutusan ikatan biasanya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pemecahan ikatan secara homolisis dan secara heterolisis. Masing-masing pemecahan tersebut mempunyai proses dan produk yang berbeda. Perbedaan pemecahan homolitik dan heterolitik adalah sebagai berikut. Pemecahan homolitik Pemecahan homolisis yaitu pembelahan ikatan kovalen antara dua atom terjadi dengan cara yang memungkinkan setiap atom mempertahankan satu elektron masing-masing. Pemecahan ini simetris dan mengarah pada pembentukan atom atau kelompok atom yang memiliki elektron tidak berpasangan, yang disebut radikal bebas. Radikal bebas yang dilambangkan dengan menempatkan titik di atas lambang atom atau kelompok atom. Misalnya:

Pemecahan heterolitik Pemecahan heterolisis yaitu pembelahan ikatan kovalen dengan salah satu pecahan mengambil kedua elektron (sepasang), sedangkan yang lainnya tidak medapatkan elektron. Hasilnya adalah dua buah partikel yang bermuatan. Hasil pemecahan heterolisis adalah dua buah ion, yaitu anion (bermuatan negatif) dan kation (bermuatan positif). Contoh:

Sumber : http://www.ilmukimia.org/2012/12/pemecahan-homolitik-dan-heterolitik.html

Reaksi Organik terjadi karena serangan suatu pereaksi atau reagen terhadap suatu senyawa atau reaktan yang mengandung atom karbon yang disebut substrat. Ikatan-ikatan karbon dalam molekul substrat dipecah untuk menghasilkan bagian-bagian sangat reaktif. Bagianbagian yang sangat reaktif ini dapat bereaksi dengan bagian-bagian yang sejenis atau dengan molekul-molekul tertentu yang berada di sekitarnya untuk membentuk ikatanikatan baru sehingga menghasilkan reaksi atau produk Sumber : Sumardjo, Damin. 2008. Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : EGC

Reaksi kimia melibatkan pemutusan dan pembentukan ikatan. Ketika dua molekul mendekat satu sama lain, bereaksi, dan menghasilkan produk, ikatan spesifik dalam reaktan terputus, dan ikatan spesifik dalam molekul produk terbentuk. Terdapat dua cara dalam memutuskan ikatan kovalen. Pertama dengan pemecahan simetris, sehingga masing-masing fragmen reaktan memperoleh satu elektron. Kedua dengan pemutusan nonsimetris, artinya fragmen reaktan yang satu memperoleh sepasang elektron dari ikatan yang terputus, sedangkan fragmen lainnya tidak mendapatkan elektron (memiliki orbital kosong). Pemecahan simetris disebut dengan proses homolitik, sedangkan pemecahan nonsimetris disebut heterolitik. Untuk menggambarkan perpindahan satu elektron digunakan tanda mata pancing ( ). Dan untuk menggambarkan perpindahan dua elektron digunakan tanda pata panah penuh ( ). ABA+B ABA+B Pemutusan ikatan homolitik (radikal) satu elektron tertinggal pada masing-masing atom Pemutusan ikatan heterolitik (Polar) Dua elektron tertarik pada salah satu fragmen Gambar 5.5. Proses homolitik dan heterolitik Seperti halnya pemecahan ikatan, pembentukan ikatan kovalen juga dapat terjadi melalui dua jalan. Pertama pembentukan secara simetris, yang disebut homogenik, dan pembentukan ikatan nonsimetris atau yang disebut heterogenik. A+BAB A+BAB Pembentukan ikatan secara homogenik(radikal) satu elektron disumbangkan oleh masing-masing atom Pembentukan ikatan secara heterogenik (Polar) Dua elektron disumbangkan oleh salah satu fragmen Gambar 5.6. Proses homogenik dan heterogenik Proses yang melibatkan pemecahan dan pembentukan ikatan secara simetris disebut reaksi radikal. Suatu radikal adalah senyawa kimia netral yang dalam orbitalnya terdapat satu elektron tidak berpasangan. Proses yang melibatkan pemecahan dan pemghbentukan ikatan secara nonsimetris disebut reaksi polar. Reaksi polar melibatkan senyawa kimia yang memiliki pasangan elektron bebas pada orbitalnya. Reaksi polar adalah reaksi yang sering ditemui dalam reaksi organik. Sumber : Prasojo, Stefanus Layli.Kimia Organik I. Tersedia di: http://ashadisasongko.staff.ipb.ac.id/files/2012/02/KIMIA-ORGANIK-I.pdf