Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI

PEMBUATAN MEDIA

NAMA NIM KELAS

: IRMAYANI : G111 12 302 :C

KELOMPOK : II (DUA) ASISTEN : MARYAM AHMAD

JURUSAN AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Media biakan adalah bahan atau campuran bahan yang diberikan perlakuan

hingga dapat digunakan untuk membiakkan mikroorganisme untuk menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang lebih banyak dan dalam waktu yang cepat karen a memiliki daya dukung yang tinggi terhadap pertumbuhan dan perkembangannya . Media pertumbuhan mikrobia adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran nutrien yang diperlukan mikroba untuk pertumbuhannya. Dengan menggunakan bahan medium pertumbuhan, aktivitas mikroba dapat dipelajari dan dengan meng gunakan medium tumbuh dapat dilakukan dengan isolasi mikrobia menjadi biakan murni. Bahan bahan untuk pertumbuhan medium dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu bahan dasar meliputi air, agar yang bersifat diuraikan oleh mikroba, gelatin (protein) yang dapat diuraikan oleh mikroba, dan silika gel. Secara media buatan dibuat untuk menumbuhkan dan emelihara suatu biaka n jasad renik, mempelajari pengaruh jasad renik terhadap suatu zat di dalam media atau sebaliknya, mendapatkan zat-zat yang dihasilkan jasad renik. Sehingga pema haman tentang pembuatan media buatan menjadi sangat penting. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukannya Pembuatan Media sebaga i langkah utama untuk praktikum lebih lanjut pada kultur jaringan.

1.2.

Tujuan dan Kegunaan Tujuan dari Praktikum Pembuatan Media yaitu agar praktikan mengetahui c

ara pembuatan media PDA dan media MS dan dapat melakukan pembuatan media itu sendiri. Adapun kegunaan dari Praktikum Pembuatan Media ini yaitu praktikan ma mpu membuat media PDA maupun media MS dan menggunakannya dalam pembi akan tanaman.pembuatan media PDA (Potato Dextrose Agar)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Media PDA Potato dextrose agar merupakan salah satu media yang baik di gunakan untu k membiakkan suatu mikroorganisme, baik itu berupa cendawan/fungsi, bakteri,m auoun sel mahluk hidup. Potato dextrose agar merupakan paduan yang sesuai untu k menumbuhkan biakan. (winda, 2009) Kebanyakan orang beranggapan yang dianggap mikroorganisme adalah sem ua organism sangat kecil yang dapat di biakkan dalam cawan petri atau incubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis. Mikroorgan isme berbeda dengan sel mikroorganisme. Mikroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam melainkan menjadi bagian dari struktur multi selder yang membentuk jari ngan, semtara itu sebagian besar mikroorganisme dapat menjalankan proses kehid upan mandiri, dapat menghasilkan energy sendiri, dan beradaptasi secara indepen den tanpa bantu sel lain. (Andrew, 2012) Karena extra potato (kentang) merupakan sumber karbohidrat, dextrose (gug usan gula, baik itu monosakarida atau polysakarida) sebagai tambahan nutrisi bagi biakan, sedangkan agar merupakan bahan media/tempat tumbuh bagi bikan yang baik, karena mengandung cukup air. (winda 2009) Gel tercipta karena ketika dipanaskan didalam air, molekul agar-agar menda pat satu sama lain memadat dan membentuk kisi-kisi yang mengukang molekul-m olekul air. Terbentuklah system koloid padat cair kisi-kisi tersebut di fungsikan da lam elektroforesis gel agarosa untuk mencegah pergerakan molekul objek karena perbedaan tegangan antara dua kutub, kepadatan gel agar-agar pun lumayan kuat untuk menopang tumbuhan kecil sehingga acap kali digunakan sebagai media dala m kultur jaringan (bagus 2010) Media PDA (Potato Dextrose Agar) merupakan medium semisintetik. Medi a merupakan tempat dimana terjadi perkembangan organisme, organisme menyera p karbohidrat dari kaldu kentang dan gula serta agar yang telah dicampur. Hal ini

yang menyebabkan kentang harus dipotong dadu agar karbohidrat di kentang dapa t keluar dan menyatu dengan air sehingga menjadi kaldu. Semakin kecil permuaka an maka semakin besar daya osmosisnya (Risda, 2007)

2.2 Media MS Serum merupakan sumber berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh sel untuk p erkembangannya, tetapi serum sangat mahal dan berpotensi menyebabkan kontam inasi. Serum mengandung protein yang berfungsi sebagai agen pembawa dan peli ndung molekul lainnya. Media sintetik memiliki beberapa keuntungan antara lain l ebih murah, sumber potensial dari agen infeksi sudah digantikan, memiliki kompo nen tambahan yang biasanya tidak terdapat pada jaringan hewan (Imron, 2007). Media disterilkan dalam autoklaf. Untuk aquadest sebaiknya dimasukkan da lam wadah kecil misalnya erlemeyer 250 ml dengan isi maksimum 100 ml, agar st erilisasi lebih efektif. Waktu sterilisasi sama dengan waktu untuk sterilisasi alat-al at waktu 30 menit pada tekanan 15 psi. atau 1 atm ( Cleandgreseach, 2009 ). Media kultur yang tidak mengandung bahan-bahan yang Heat-labile, sterilis asi dilakukan dengan autoklaf pada temperatur 121oC, tekanan antara 15 psi atau 1 atm dengan waktu antara 20-25 menit tergantung dari volume wadah dan volum e media. Untuk 15-50 ml media dalam tabung reaksi atau botol kecil berukuran 50 -100 ml, sterilisasi dilakukan pada tekanan 15 psi dengan waktu 20 menit. Untuk 20 botol volume 1 liter membutuhkan waktu yang lebih lama yaitu 34 menit, 10 b otol volume 2 liter memerlukan waktu 37 menit, 5 botol 4 liter waktu yang diguna kan 52 menit. Dengan waktu yang lebih lama. Dalam sterilisasi aquadest dan medi a, setelah waktu sterilisasi yang diinginkan sudah tercapai, autoklaf tidak boleh dit urunkan tekanannya secara mendadak. Bila tekanan diturunkan mendadak, cairan didalamnya mendidih dan meluap (bubbled up) (Cleandgreseach, 2009).

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Tempat dan Waktu Praktikum Pembuatan Media dilaksanakan di Gedung Pusat Kegiatan Peneli tian Universitas Hasanuddin Makassar pada hari Selasa 26 Februari 2013 pukul 0 8.00-selesai.

3.2 Alat dan Bahan Pada Praktikum Pembuatan Media ini alat yang digunakan berupa Erlenmey er, autoklaf, hotplate, panci, botol kultur, timbangan analitik, megnetik stirrer, dan aluminium foil. Adapun bahan yang dibutuhkan yaitu kentang, gula, agar, stok makro dan m ikro (stok A, B, C, D, E dan F), vitamin dan air/aquades.

3.3 Prosedur percobaan 3.3.1 Media PDA Adapun prosedur pembuatan media ini yaitu: 1. Kupas kentang dan dipotong kecil-kecil seperti dadu kemudian dicuci 2. Timbang kentang sebanyak 100 gram dan masukkan ke dalam panci dan rebus dengan air/aquades sebanyak 1000 ml 3. Timbang gula sebanyak 20 gram dan dan agar 17 gram kemudian masukkan ke dalam Erlenmeyer yang berisi sedikit aquades sebagai pelarut sambil tunggu kentang selesai direbus (mendidih) 4. Masukkan air rebusan kentang ke dalam Erlenmeyer yang berisi larutan gula dan agar hingga 1000 ml 5. Tutup Erlenmeyer dengan aluminium foil 6. Masukkan erlenmeyer ke dalam autoklaf untuk sterilisasi basah dengan uap air dan setelah itu dingin.

3.3.2 Media MS Prosedur pembuatan media Ms yaitu: 1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Masukkan stok A kedalam elenmeyer sebanyak 4,85 mL, stok B sebanyak 50 mL, stok C sebanyak 50 mL, stok D sebanyak 50 mL, stok E sebanyak 5 mL, stok F sebanyak 5 mL serta stok vitamin 10 mL. 3. Tambahkan air aquades hingga volumenya 1000 mL, Tambahkan sedikit prolin sukrosa 30 g dan agar 7 g. 4. Masukkan magnetic stirrer ke dalam elenmayer yang berisi larutan, letakkan elenmeyer tersebut di atas hotplate sehingga larutan akan di panaskan dan akan teraduk 5. Setelah larutan homogen matikan hot plate lalu diamkan sebentar 6. Ukur pH larutan dengan pH meter hingga pHnya 5,6 7. Pindahkan larutan ke dalam media secukupnya 8. Sterilisasi dalam autoklaf 9. Susun media yang telah di sterilisasi tersebut dalam rak yang tersedia

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Adapun hasil yang di dapatkan setelah praktikum adalah :

NO 1.

NAMA Media PDA

GAMBAR

KETERANGAN Media pertumbuhan cend awan

2.

Media MS

Media pertumbuhan kultu r jaringan

Sumber : Data primer 2013, setelah di olah

4.2 Pembahasan Pada gambar 1, merupakan media Potato Dextrose Agar (PDA) yang merup akan suatu mediaum yang mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah yang cu kup yaitu 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa. Sehingga baik untuk pertumbuha n kapang dan khamir, tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Medium PD A termasuk medium semi alamiah karena tersusun atas bahan alamiah dan bahan s intesis. PDA termasuk dalam medium yang umum digunakan. Biasanya pada pem buatan PDA bahan yang dominan digunakan adalah potato yang berbentuk serbuk

dan yang telah dibuat dari pabrik dan siap digunakan. Tetapi pada praktikum kali ini yang digunakan adalah kaldu kentang. Pada gambar 2 merupakan media Murashige dan Skoog (MS) sering diguna kan karena cukup memenuhi unsur hara makro, mikro dan vitamin untuk pertumb uhan tanaman. Nutrien yang tersedia di media berguna untuk metabolisme, dan vit amin pada media dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah sedikit untuk regulasi. Pada media MS, tidak terdapat zat pengatur tumbuh (ZPT) oleh karena itu ZPT dit ambahkan pada media (eksogen). ZPT atau hormon tumbuhan berpengaruh pada p ertumbuhan dan perkembangan tanaman. Interaksi dan keseimbangan antara ZPT yang diberikan dalam media (eksogen) dan yang diproduksi oleh sel secara endog en menentukan arah perkembangan suatu kultur.

BAB V PENUTUP

1.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Media menjadi sesuatu yang penting karena akan mempengaruhi morfologi, warna koloni dan jumlah koloni yang dapat terisolasi 2. Media merupakan tempat dimana terjadi perkembangan organism dan dapat menunjukkan gelaja atau adanya kontaminasi 3. Media PDA merupakan wadah mengembangbiakkan kentang yang merupakan sumber karbohidrat 4. Media MS adalah media yang digunakan untuk perbanyakan hampir semua tanaman hortikultura. Stok-stok yang digunakan yaitu stok A,B,C,D,E,F dan hormone zat pengatur tumbuhnya yaitu BAA.

4.1. Saran Sebaiknya media disterilisasi sebelum menggunakan laminar air flow. Dan mengetahui tahap kerja serta syarat atau ketentuan prosedur kerja sehingga tidak t erjadi kesalahan atau kontaminasi pada media.

DAFTAR PUSTAKA

Andrew, c. 2010. Mikrobiologi. http://www.coremap.com. Diakses pada tanggal 28 februari 2013. Bagus, 2010. Agar-agar. http://www.brainon.foot.id.org. Diakses pada tanggal 28 februari 2013 Risda. 2007. Potato Dextrose Agar. http://www.mikrobiologidasar.com. Diakses pada tanggal 28 februari 2013 Winda, S. 2009. Pembuatan Media Potato Dextrose Agar. http://www.mikromed ia.co.org. Diakses pada tanggal 28 februari 2013. Cleandgreseach. 2009. Kultur Jaringan dr UNRAM. wordpress.com/2009/01/15/kultur-jaringan-dres pada tanggal 28 februari 2013 .http://cleandgreseach. unram/. Diaks

Imron, A. Tamyis Ali . 2007. SterilisasiI Alat Dan Pembuatan Medium Kultur. http://cyber-biology.blogspot.com/2008/09/div-alignjustify-laporanpraktikum.html. Diakses pada tanggal 28 februari 2013

Acc- 19/3/2013

ACC+22/3/2013