Anda di halaman 1dari 19

Pengantar Ilmuekonomi

Bab 5

PILIHAN DAN PERMINTAAN KONSUMEN


5.1. PILIHAN KONSUMEN (CONSUMER CHOICE) Pilihan konsumen digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan barang-barang yang akan dipilih oleh rumah tangga, pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Cara tersebut dapat juga digunakan untuk menurunkan kurva permintaan akan barang-barang. Dua pendekatan yang berbeda Ada dua pendekatan yang berbeda di dalam pilihan konsumen yang bisa digunakan yaitu pendekatan utilitas (utility approach) dan pendekatan kurva indiferens (indifference curve). Pendekatan kurva indiferens sekarang ini lebih sering digunakan. Pendekatan kedua tersebut menganggap bahwa pembandingan utilitas antar individu adalah "tidak benar" dan unit yang dikonsumsi rumah tangga adalah lebih banyak daripada individu. Pendekatan utilitas (pengukuran cardinal) Pendekatan utilitas menganggap bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari pengkonsumsian barang-barang dan jasa dapat diukur dengan cara yang sama seperti untuk berat atau tinggi. Oleh karena itu pendekatan ini disebut juga pengukuran cardinal. Misalnya seseorang yang mempunyai berat 100 kg bisa dikatakan mempunyai berat dua kali lebih berat disbanding orang yang mempunyai berat 50 kg. Demikian pula halnya dengan kepuasan (utility), tingkat utilitas sebesar 200 dikatakan dua kali lebih besar daripada 100. Pendekatan kurva indiferens (pengukuran ordinal) Pendekatan kurva indiferens menganggap bahwa kepuasan atau utilitas yang diperoleh konsumen dari pengkonsumsian barang-barang dan jasa hanya bisa dihitung dengan pengukuran ordinal, seperti tingkat kecerdasan seseorang (IQ). Contoh: Si Amat dengan tingkat IQ setinggi 150 dikatakan lebih cerdas daripada Si Amin yang ber-IQ setinggi 75. Tetapi tidak benar jika kita mengatakan bahwa Si Amat adalah dua kali lebih cerdas daripada Si Amin. Kita tidak bisa menambahkan dua orang yang ber-IQ setinggi 75 untuk menyamai seseorang yang ber-IQ setinggi 150. Di dalam pendekatan ordinal ini, kita dapat mengatakan bahwa tingkat utilitas sebesar 300 adalah lebih besar daripada tingkat utilitas sebesar 150, tetapi tidak dapat kita mengatakan bahwa utilitas tersebut dua kali lebih besar. 5.2. PENDEKATAN UTILITAS (UTILITY APPROACH) Pendekatan utilitas dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa harga dan kuantitas yang diminta berhubungan secara terbalik. Asumsi-asumsi pendekatan utilitas 1. Tingkat utilitas total yang dicapai seorang konsumen merupakan fungsi dari kuantitas berbagai barang yang dikonsumsinya: Utilitas = U (barang X, barang Y, barang Z, ..............) 2. Konsumen akan memilih barang-barang yang dapat memaksimumkan utilitasnya dengan tunduk kepada kendala (constraints) anggaran (budget) mereka. 3. Utilitas dapat diukur secara kardinal. 4. Marginal Utility (MU) dari setiap unit tambahan barang yang dikonsumsi akan menurun. MU adalah perubahan Total Utility (TU) yang disebabkan oleh tambahan satu unit barang yang dikonsumsi, ceteris paribus.

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

Pengantar Ilmuekonomi

Contoh: Skedul Total Utility dan Marginal Utility untuk rokok ditunjukkan di bawah ini. Skedul MU mempunyai ciri yang menurun. Setiap tambahan batang rokok yang dihisap akan menambah TU lebih kecil daripada sebelumnya. Kuantitas rokok Total Utility Marginal Utility yang dihisap 0 0 1 9 9 2 17 8 3 24 7 4 30 6 5 35 5 Perbandingan antara Marginal Utility (MU) dan harga (P) Seorang konsumen akan memilih barang-barang yang dikonsumsinya yang dapat memaksimumkan utilitasnya dengan tunduk kepada kendala anggaran (budget)-nya. Syarat utilitas yang maksimum adalah perbandingan antara MU dan harga adalah sama untuk setiap barang yang dikonsumsi, misalnya barang X, Y, dan Z.
MUx MUy MUz = = Px Py Pz

Contoh: Jika kaidah di atas tidak terpenuhi, maka konsumen bisa mengatur lagi alokasi pengeluarannya untuk menaikkan tingkat utilitas yang diperolehnya.
MUx 10 = = 2,5 Px 4
My 51 = =5 Py 1

Jika konsumen mengurangi konsumsi barang X sebesar I unit, maka konsumsi barang Y akan naik sebesar 4 unit dengan jumlah pengeluaran yang sama. Utilitas akan turun sebesar 10 utils (unit utilitas) dari penurunan I unit barang X. Utilitas bisa naik sampai 20 utils dari tambahan konsumsi barang X sebesar 4 unit. Total Utility konsumen akan naik. Perbandingan antara MU dan P sama, oleh karena itu tidak ada alasan untuk mengatur kembali pengalokasian pembelian untuk menaikkan Total Utility. Slope dari Marginal Utility (MU) Asumsi bahwa MU semakin menurun menunjukkan bahwa kurva permintaan akan barangbarang berslope negatif. Konsumen akan mengurangi kuantitas yang dibeli jika harga suatu barang naik, sesuai dengan rumus perbandingan di atas, ceteris paribus. 5.3. PENDEKATAN KURVA INDIFERENS Pendekatan kurva indiferens menggunakan pengukuran ordinal dalam analisa pilihan konsumen dan penurunan (deriving) fungsi permintaan. Tingkat utilitas yang ditentukan untuk sekelompok barang menunjukkan juga rangking dari barang-barang tersebut. Sekelompok barang terdiri dari kumpulan barang dengan kuantitas tertentu dari setiap barang tersebut. Misalnya sebuah rumah, dua mobil, sebuah pemotong rumput, dan lain-lain. Asumsi-asumsi pendekatan kurva indiferens (ordinal)

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

Pengantar Ilmuekonomi

Dua asumsi pertama yang digunakan dalam pendekatan kurva indiferens sama dengan asumsi pada pendekatan utilitas (kardinal). Dua yang terakhir berbeda karena kita menganggap utilitas adalah ordinal. 1. Konsumen mendapatkan kepuasan atau utilitas lewat barang-barang yang dikonsumsinya. U = U (barang X, barang Y, barang Z.... 2. Konsumen akan mencari kepuasan maksimum dengan tunduk kepada kendala anggaran (budget) yang ada. 3. Konsumen mempunyai suatu skala preferensi. 4. Marginal Rate of Substitution (MRS) menurun untuk suatu tingkat utilitas tertentu. MRS adalah jumlah barang Y yang bisa diganti oleh satu unit barang X, di mana tingkat kepuasan tidak berubah. Skala preferensi (fungsi preferensi) Fungsi preferensi adalah suatu sistem atau serangkaian aturan untuk menentukan pilihan. Individu-individu dianggap memiliki fungsi preferensi dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1. Untuk setiap 2 golongan barang, A dan B, konsumen bisa membuat rangking sebagai berikut: A lebih disukai daripada B; B lebih disukai daripada A; A berbeda dengan B. 2. Rangking tersebut bersifat transitif; yaitu jika A lebih disukai daripada B, dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C. 3. Konsumen selalu ingin mengkonsumsi jumlah yang lebih banyak karena konsumen tidak pernah puas. Kurva indiferens menggambarkan preferensi konsumen Kurva Indiferens adalah kurva yang menunjukkan konsumsi atau pembelian) akan barang-barang yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama. Artinya konsumen tidak akan lebih suka (prefer) kepada suatu titik dibanding titik-titik lain pada kurva tersebut. Kumpulan kurva-kurva indiferens disebut "indiference maps" bagi setiap konsumen. Contoh: Lihat skedul indiferens dan kurva indiferens yang ditunjukkan oleh Gambar 5.1. Tampak bahwa jika kuantitas suatu barang turun, maka kuantitas untuk barang lain naik untuk "mempertahankan" tingkat kepuasan yang sama. Kelompok barang A B C D E Tongseng (piring) Sate (tusuk) 1 20 2 15 3 11 4 8 5 6

Ciri-ciri kurva indiferens Kurva indiferens mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Tingkat kepuasan yang lebih tinggi terletak di sebelah kanan atas. 2. Kurva indiferens tidak berpotongan satu sama lain. 3. Kurva indiferens berslope negatif. 4. Kurva indiferens cembung ke arah origin.

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

Pengantar Ilmuekonomi

Sate (tusuk)

Tongseng (piring) 1 2 3 4 5 6 7 8 Gambar 5.1.Kurva indiferens MRS (Marginal Rate of Substitution) pada kurva indiferens MRS akan menurun sepanjang suatu kurva indiferens. Jumlah barang Y yang bisa diganti oleh 1 unit barang X, pada kurva indiferens yang sama, akan menurun jika perbandingan antara barang X dan Y naik. Hal tersebut menunjukkan bahwa kurva tersebut akan cembung ke arah origin, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 5.1. Nilai absolut slope kurva indiferens akan menurun jika jumlah barang X naik. MRS sama dengan -1 dikalikan slope MRS sama dengan nilai negatif dari slope kurva indiferens. Karena slope kurva indiferens selalu negatif, MRS pun selalu negatif. Y dY MRS = slope = = X dX Contoh: Semua kelompok barang yang disajikan pada contoh di muka menunjukkan tingkat kepuasan yang sama. Oleh karena itu kita dapat menghitung MRS dari tongseng untuk sate dengan cara menghitung berapa banyak sate akan dikorbankan untuk setiap 1 piring tambahan tongseng (lihat Gambar 5.2). MRS sama dengan 5 tusuk sate antara titik A dan B, karena konsumen bersedia untuk mengorbankan 5 tusuk sate (20 - 15) untuk setiap tambahan 1 piring tongseng. MRS turun menjadi 4 tusuk sate antara titik B dan C. Konsumen tersebut hanya bersedia untuk mengorbankan 4 tusuk sate (15 - 11) untuk setiap tambahan I piring tongseng. MRS terus menurun menjadi 3 (antara titik C dan D) dan menjadi 1(antara titik D dan E) jika perubahan jumlah tusuk sate menurun.

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

Pengantar Ilmuekonomi

Sate (tusuk)
30

20

10

Tongseng (piring)
1 2 3 4 5 6 7 8

Gambar 5.2. 5.4. GARIS ANGGARAN (BUDGET LINE) Garis anggaran (budget line) adalah garis yang menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan atau anggaran tertentu, pada tingkat harga tertentu. Konsumen akan mampu membeli sejumlah barang yang terletak sebelah kiri garis anggaran. Titik-titik yang mendekati bagian sebelah kiri tersebut menunjukkan pengeluaran yang semakin kecil. Contoh: Misalkan sebuah garis anggaran (I) sebesar $ 100,00 dan harga barang X dan Y masingmasing $ 5,00 dan $ 10,00, garis anggaran tersebut ditunjukkan oleh garis BB (Gambar 5.3.). Anggaran tersebut memasukkan semua kombinasi (X, Y) yang dapat dibeli dengan anggaran sejumlah $ 100,00 atau kurang.
20

15 I/Py
10

Garis anggaran

Daerah anggaran

I/Px

10 15 Gambar 5.3 Garis Anggaran

20

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

Pengantar Ilmuekonomi

Persamaan garis anggaran Persamaan garis anggaran (dimana I = pendapatan atau anggaran konsumen, bisa dituliskan dengan dua cara: (1) Atau Y= (2) 1 X .PX 1 PX = X PY PY PY I = X .PX + Y .PY

Contoh persamaan anggaran untuk Gambar 5.3. adalah

100 = 5 X +10Y
100 5 X 50 10 X 2

Y =

atau

Y =10

Ciri-ciri garis anggaran Garis anggaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Berslope negatif 2. Berbentuk linier sepanjang harga tidak berubah. . 3. Nilai dari garis anggaran semakin ke kanan semakin besar. 4. Garis anggaran akan bergeser jika terjadi perubahan anggaran atau harga. Slope garis anggaran sama dengan -Px/Py Slope dari garis anggaran sama dengan nilai negatif dari perbandingan antara harga barang pada sumbu X (Px) dan harga barang pada sumbu Y (Py). Kita dapat menghitung slope tersebut melalui daerah perpotongan dengan sumbu X dan Y dengan menggunakan pengertian dari slope. Perpotongan tersebut akan terjadi jika semua anggaran dibelanjakan untuk suatu barang tertentu. Jadi, pada anggaran dan harga tertentu pada contoh di muka, perpotongan pada sumbu Y akan terjadi pada I/Py = 100/10 =10. Perpotongan pada sumbu X terjadi pada I/Px = 100/5 = 20.

Slope =

(I (I

PY

PX

I PX PX 5 1 x = = = PY I PY 10 2

Juga ada cara lain untuk mendapatkan slope tersebut. Persamaan (2) dari garis anggaran di atas disebut rumus "point-slope". Hubungan yang pertama pada persamaan kedua tersebut adalah perpotongan dengan sumbu Y(I/Py). Koefisien hubungan kedua (-Px/Py) merupakan slopenya. Jadi, kita tahu bahwa slope tersebut adalah negatif (-1/2).

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

Pengantar Ilmuekonomi

Pergeseran garis anggaran Garis anggaran akan bergeser jika anggaran atau harga, atau keduanya berubah. Kenaikan harga barang X menyebabkan garis anggaran berputar mendekati titik asal (origin), sepanjang sumbu X. Contoh: Jika anggaran naik dari $ 100,00 menjadi $ 200,00, garis anggaran BB akan bergeser ke B'B', seperti ditunjukkan Gambar 5.4. (a). Jika harga barang X turun menjadi $ 4,00, garis anggaran tersebut akan berputar ke arah luar pada sumbu X ke BB' seperti ditunjukkan oleh Gambar 5.4. (b). Suatu metoda sederhana untuk menentukan kedudukan titik-titik pada garis anggaran yang baru (B'B') adalah menentukan perpotongan dengan sumbu X dan Y yang baru. Perpotongan dengan sumbu X adalah 200/5 = 40. Perpotongan dengan sumbu Y adalah 200/10 = 20.
QY QY

30 20 B B

(a) Kenaikan anggaran

30 20 B

(b) Penurunan PX

10

10 B 10 20 30 B 40 50

QX

B 30 40 50

10

20

QX

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

Pengantar Ilmuekonomi

5.5. PILIHAN-PILIHAN KONSUMEN Seorang konsumen akan memilih sekelompok barang yang dapat memaksimumkan kepuasannya dengan tunduk kepada kendala anggaran yang ada. Sekelompok barang yang memberikan tingkat kepuasan tertinggi yang bisa dicapai konsumen tersebut dengan kendala anggaran tertentu harus memenuhi 2 syarat: 1. Keadaan tersebut terjadi pada kurva indiferens tertinggi yang bersinggungan dengan garis anggaran tersebut. 2. Keadaan tersebut akan terjadi pada titik singgung antara kurva indiferens tertinggi dengan garis anggaran. Sekelompok barang yang memaksimumkan kepuasan konsumen tersebut ditunjukkan oleh titik C pada Gambar 5.5. Titik E juga terletak di dalam daerah anggaran tetapi di bawah kurva indiferens. Sedangkan titik F di atas kurva indiferens tetapi tidak di dalam daerah anggaran.

40

30

20 10

10

20

Qs

QY

Gambar 5.5 Titik C pada Gambar 5.5. merupakan titik singgung antara kurva indiferens dengan garis anggaran. Oleh karena itu, pada keadaan tersebut slope kedua kurva tersebut harus sama.

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

Pengantar Ilmuekonomi

Slope kurva indiferens = (Y / X ) = MRS Slope garis anggaran = - Px/Py Oleh karena itu, pada titik C -MRS= - Px/Py MRS= Px/Py Titik C merupakan titik keseimbangan di dalam contoh tersebut. Konsumen tidak mempunyai keuntungan (insentif) untuk mengubah barang-barang yang dipilihnya. Tidak ada kombinasi lain yang akan dicapai yang dapat memberikan kepuasan yang sama dengan kendala anggaran yang ada. Contoh: Misalkan MRS = 4 pada titik E (Gambar 5.5.), dan perbandingan Px/Py = 2. Karena MRS = Px/Py, berarti bahwa kelompok barang tersebut belum dapat memaksimumkan kepuasan. Apakah konsumen akan membeli barang X yang lebih banyak dan barang X yang lebih sedikit, ataukah sebaliknya? Kurva indiferens tersebut lebih curam daripada garis anggaran; oleh karena itu, MRS harus lebih besar dari perbandingan Px/Py. Konsumen tersebut dapat mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi dengan mengkonsumsikan barang X yang lebih banyak dan barang Y yang lebih sedikit karena MRS akan menurun jika barang X naik. MRS sebesar 4 secara tak langsung menyatakan bahwa konsumen bersedia untuk menukarkan 4 unit barang Y untuk 1 unit barang X. Perbandingan harga sebesar 2 tersebut secara tidak langsung menyatakan bahwa masyarakat bersedia untuk mempertukarkan 2 unit barang Y untuk 1 unit barang X. Jika konsumen tersebut mengurangi konsumsi barang Y sebesar 4 unit, dia dapat menaikkan konsumsinya akan barang X sebesar 2 unit. 4 unit barang Y yang bisa digantikan oleh 1 unit barang X dan konsumen tetap pada kurva indiferens yang sama. Oleh karena itu 2 unit barang X akan menempatkan konsumen pada suatu kurva indiferens yang lebih tinggi. Pengaruh perubahan pendapatan dan harga Pergeseran garis anggaran akan mengubah keseimbangan pilihan akan barang X dan barang Y. Jika harga barang Y naik, garis anggaran akan berputar dari BB ke B'B. Pilihan akan barangbarang yang akan memaksimumkan kepuasan akan bergeser dari C menjadi C' (Gambar 5.6.).

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

Pengantar Ilmuekonomi

Gambar 5.6 Pengaruh perubahan pendapatan/harga Kuantitas yang dipilih berbeda-beda sesuai dengan tingkat harga Kurva konsumsi-harga (PCC) merupakan kumpulan barang (barang X dan barang Y) yang akan dipilih konsumen agar memaksimumkan kepuasannya pada berbagai tingkat harga barang X, dengan menganggap pendapatan dan harga barang lainnya (barang Y) tidak berubah. Menggambarkan PCC untuk barang X, pertama kali tentukan kelompok barang yang optimal jika harga barang X berbedabeda. Kemudian hubungkan kelompok barang-barang yang optimal tersebut melalui sebuah garis. Garis ini adalah kurva konsumsi-harga (PCC). Garis anggaran pada Gambar 5.7. semuanya berputar melalui titik A karena kita menganggap bahwa pendapatan dan harga barang Y tidak berubah. QY

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

10

Pengantar Ilmuekonomi

Gambar 5.7 Price Consumsion Curve (PCC) Menggambarkan kembali harga dan kuantitas Kombinasi-kombinasi antara harga dan kuantitas pada PCC dapat digambarkan pada sumbu harga dan kuantitas untuk mendapatkan suatu kurva permintaan (Gambar 5.8.). Kurva tersebut akan menunjukkan berbagai kuantitas suatu barang yang akan dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga, ceteris paribus. Itulah pengertian dari kurva permintaan.

Harga ($/unit)

P4 Kurva permintaan P3 P2 P1

X4

X3

X2

X4

22 Gambar 5.8 Kurva Permintaan PCC menunjukkan elastisitas harga Slope kurva konsumsi harga (PCC) menunjukkan nilai elastisitas harga (lihat Gambar 5.9.). 1. Jika PCC horisontal, elastisitas harga sama dengan satu (unitary). Tidak ada perubahan pengeluaran untuk barang X atau Y karena jumlah barang Y yang dibeli, harga barang Y, dan pendapatan tidak berubah. 2. Jika PCC berslope positif, elastisitas harga lebih kecil dari satu (inelastis): jika harga barang X turun, pengeluaran untuk barang Y naik dan pengeluaran untuk barang X turun.

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

11

Pengantar Ilmuekonomi

3. Jika PCC berslope negatif, elastisitas harga lebih besar dari satu (elastis): jika harga barang X turun, pengeluaran untuk barang Y turun dan pengeluaran untuk barang X naik.

5.7. PENGGUNAAN KURVA INDIFERENS Kurva indiferens dapat digunakan setiap saat jika Anda mencoba untuk menganalisis pilihan antara dua barang. Dengan memberi batasan suatu barang adalah "segala sesuatu", cara ini dapat dite rapkan di dalam permasalahan pilihan konsumen yang sangat luas. Misalnya jika Anda menghadapi suatu permasalahan: "Analisis pengaruh program xxx terhadap konsumsi barang Y," Anda seyogyanya memperhatikan penerapan kurva indiferens. Contoh: Analisislah pengaruh dari usul berikut ini. Pajak penggunaan bensin super diturunkan dan pajak penggunaan premium dinaikkan. Pajak tersebut akan menurunkan harga bensin super, sedangkan harga premium akan naik. Garis anggaran akan bergeser dari BB ke B'B'. Seorang konsumen akan menaikkan proporsi bensin super untuk mobilnya (dari So menjadi S'), lihat Gambar 5.10.

Qbensin super

Gambar 5.10.

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

12

Pengantar Ilmuekonomi

RANGKUMAN 1. Pilihan konsumen dapat dihasilkan melalui pengasumsian pengukuran kardinal atau ordinal. 2. Pendekatan kardinal menganggap bahwa utilitas bisa diukur dengan cara penjumlahan (additive), seperti mengukur tinggi atau berat badan seseorang. Pendekatan ordinal menganggap bahwa utilitas tidak dapat diukur dengan cara penjumlahan. Jumlah yang lebih banyak atau lebih tinggi hanya menunjukkan kepuasan yang lebih besar saja. 3. Pendekatan kardinal menganggap bahwa ada penurunan kepuasan marginal (diminishing marginal utility) sesuatu barang. 4. Seorang konsumen akan memilih barang-barang X, Y, dan Z jikabandingan antara MU dan harga unutk semua barang adalah sama. Kurva permintaan berslope negative karena ada penurunan kepuasan marjinal dari suatu barang. 5. Pendekatan kurva indiferens (ordinal) menganggap bahwa konsumen memiliki suatu skala preferensi di dalam melakukan pilihan-pilihan akan barang. 6. Skala preferensi memungkinkan konsumen untuk meranking barang-barang yang lebih disukai atau tidak. Rangking tersebut bersifat transitid. 7. Kurva indiferens adalah konsumsi (atau pembelian) .barang-barang yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama. Tingkat kepuasan tidak berbeda sepanjang suatu kurva indiferens. 8. Kurva indiferens berslope negatif, tidak berpotongan, dan naik menjauhi titik asal (origin). 9. Marginal Rate of Substitution (MRS) adalah jumlah barang Y yang dapat digantikan oleh 1 unit barang X pada suatu kurva indiferens. MRS sama dengan nilai absolut slope kurva indiferens.

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

13

Pengantar Ilmuekonomi

10. Garis anggaran adalah kumpulan barang yang dapat dibeli konsumen dengan sejumlah pendapatan dan anggaran tertentu, pada tingkat harga tertentu. 11. Garis anggaian berslope negatif (-Px/Py), akan linier untuk harga yang tidak berubah, dan akan bergeser jika terjadi perubahan harga atau anggaran. 12. Kelompok barang yang akan memaksimumkan kepuasan konsumen dengan sejumlah anggaran tertentu akan terjadi pada saat kurva indiferens tertinggi bersinggungan dengan garis anggaran. Pada titik tersebut MRS = Px/Py. 13. Kelompok barang yang optimal akan berubah jika harga, pendapatan, dan selera berubah. 14. Kurva konsumsi-harga (PCC) adalah kumpulan barang (barang X dan barang Y) yang akan dipilih konsumen agar memaksimumkan kepuasannya pada berbagai tingkat harga barang X, dengan menganggap pendapatan dan harga barang lainnya (barang Y) tidak berubah. 15. Kombinasi-kombinasi harga-kuantitas untuk barang X pada PCC bisa digambarkan kembali pada sumbu-sumbu harga dan kuantitas untuk mendapatkan suatu kurva permintaan. 16. Elastisitas harga akan lebih besar dari satu jika PCC mempunyai slope yang negatif, sama dengan satu jika PCC mempunyai slope sama dengan nol, lebih kecil satu jika PCC berslope positif. 17. Kurva indiferens dapat digunakan untuk menganalisis permasalahan pilihan-pilihan konsumen akan barang-barang.

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

14

Pengantar Ilmuekonomi

Bab 6 TEORI KONSUMEN 6.1. PENDAPATAN DAN KONSUMSI Konsumsi akan suatu barang berubah-ubah sesuai dengan pendapatan. Namun demikian, hubungan antara pendapatan dan konsumsi tidaklah seragam untuk semua barang atau bahkan untuk semua tingkat pendapatan. Hubungan antara pendapatan dengan kuantitas yang diminta ditunjukkan oleh kurva konsumsi-pendapatan (Income-Consumption Curve = ICC). IncomeConsumption Curve adalah garis yang menghubungkan jumlah barang-barang yang memaksimumkan kepuasan untuk berbagai tingkat pendapatan, dengan menganggap harga dan selera tidak berubah. ICC dapat diturunkan dari kurva indiferens dengan anggapan harga tidak berubah tetapi pendapatan berubah-ubah. Contoh: Jika pendapatan (income = I) naik dari I menjadi I' dan kemudian menjadi I", kuantitas barang X yang dipilih naik dari X menjadi X' dan kemudian menjadi X". Income-Consumption Curve diperoleh dari titik-titik singgung, seperti ditunjukkan Gambar 6.1.

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

15

Pengantar Ilmuekonomi

U U

x
Gambar 6.1.

Qy

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

16

Pengantar Ilmuekonomi

Kurva Engel (Engel Curve) QX kurva Engel

Gambar 6.2

I I Kurva Engel

Pendapatan

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

17

Pengantar Ilmuekonomi

Titik-titik pada kurva konsumsi-pendapatan (ICC) bisa digambarkan kembali pada sebuah diagram di mana pendapatan pada sumbu X dan kuantitas pada sumbu Y. Hasilnya adalah kurva Engel (Gambar 6.2.). Kurva Engel adalah sebuah garis yang menunjukkan hubungan antara berbagai kuantitas suatu barang yang akan dibeli konsumen dengan berbagai tingkat pendapatan, ceteris paribus. Slope dari kurva Engel Slope kurva Engel menunjukkan hubungan antara suatu barang dan pendapatan, yakni apakah kuantitas yang diminta akan barang tersebut akan naik sesuai dengan pendapatan ataukah tidak, ceteris paribus. Dengan kata lain apakah barang tersebut superior terhadap pendapatan (incomesuperior), independen terhadap pendapatan (income-independent), ataukah inferior terhadap pendapatan (income-inferior). Slope Jenis barang Elastisitas i %efidapur~ar Positif Income-superior Lebih besar satu Nol Income-independent Nol Negatif Income-inferior Lebih kecil nol Tiga contoh kurva Engel tersebut ditunjukkan dalam Gambar 6.3. (a) Income superior Q Q (b) Income independent Q (c) Income inferior

Kurva Engel Kurva Engel

Kurva Engel

Pendapatan

Pendapatan

Pendapatan

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

18

Pengantar Ilmuekonomi

Gambar 6.3 Slope kurva Engel

Sumber: Lincolin Arsyad (1991)

19