PANDUAN PELAKSANAAN RINTISAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH MENENGAH (R-BOS SM) TAHUN 2012

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2012

PENGANTAR
Dalam rangka mendukung persiapan Program Wajib Belajar 12 tahun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Program Rintisan Bantuan Operasional Sekolah Menengah (R-BOS SM) untuk SMA dan SMK di seluruh Indonesia. Program yang menjadi icon Program Wajib Belajar 12 Tahun ini masih bersifat rintisan sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan bagi siswa miskin. Direncanakan pada tahun 2013, program R-BOS SM ini bisa dikembangkan menjadi BOS SM dengan satuan biaya per siswa yang lebih mencukupi, sehingga lebih mampu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan bagi semua siswa. Pada tahun 2012 ini, dialokasikan dana R-BOS SM sebesar Rp. 984 milyar untuk 7.905.139 siswa sekolah menengah yang terdiri dari 4.105.139 siswa SMA dan 3.800.000 siswa SMK. Program rintisan yang akan dimulai pada tahun 2012 ini tidak dimaksudkan untuk memberikan pendidikan gratis kepada seluruh siswa SM, tapi lebih diarahkan untuk membebaskan dan/atau memberikan keringanan (fee waive dan/atau discount fee) tagihan biaya pendidikan bagi siswa miskin. Sedangkan dari sisi pengeluaran (expenditure) dana R-BOS SM digunakan untuk membantu memenuhi biaya operasional sekolah. Penentuan siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu tagihan biaya pendidikannya menjadi diskresi/kewenangan sekolah didasarkan oleh: (a) biaya pendidikan per siswa; (b) jumlah siswa miskin; dan (c) dana Rintisan BOS yang diterima sekolah. Bantuan disalurkan ke sekolah melalui dinas pendidikan propinsi dalam skema dekonsentrasi. Pelaksanaan program R-BOS SM mengikuti pedoman yang disusun oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, dengan mengutamakan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yaitu dilaksanakan secara swakelola dan partisipatif, transparan, akuntabel, demokratis, efektif efisien, tertib administrasi dan pelaporan, serta saling percaya. Kami menyadari bahwa pedoman ini masih memerlukan penyempurnaan secara berkala, namun demikian kami berharap dapat memberikan layanan pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu bagi seluruh siswa.

Jakarta, Januari 2012 Direktur Jenderal Pendidikan Menengah,

Hamid Muhammad, Ph.D NIP. 19591205 198311 1 001

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN A. Dasar Hukum B. Latar Belakang C. Pengertian D. Tujuan E. Sasaran Program dan Besar Bantuan F. Waktu Penyaluran Dana KONSEP DASAR PROGRAM RINTISAN BOS SM A. Peranan Program Rintisan BOS SM Dalam Pelaksanaan Program Wajib Belajar 12 Tahun B. Program Rintisan BOS SM dan MBS C. Fee Waive dan Discount Fee Bagi Siswa Miskin D. Skenario Pendanaan Pendidikan Menengah E. Program Rintisan BOS SM dan Konsep Pembiayaan Partisipatif IMPLEMENTASI RINTISAN BOS SM A. Sekolah penerima Rintisan BOS SM B. Kriteria Siswa Miskin yang Dibantu dan /atau Dibebaskan Dari Tagihan Biaya Sekolah C. Peruntukkan Dana Rintisan BOS SM MEKANISME PENYALURAN DANA RINTISAN BOS SM A. Alokasi Dana Rintisan BOS SM B. Pengajuan Sekolah Calon Penerima Rintisan BOS SM C. Penetapan Sekolah Calon Penerima Rintisan BOS SM D. Penyaluran Dana Rintisan BOS SM E. Waktu Pelaksanaan Program Rintisan BOS SM PENGELOLAAN PROGRAM RINTISAN BOS SM A. Prinsip pengelolaan Rintisan BOS SM B. Pengelolaan program Rintisan BOS SM PERAN INSTANSI TERKAIT A. Tingkat pusat B. Tingkat Propinsi (Dinas Pendidikan Propinsi) C. Tingkat Kabupaten/Kota (Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota) D. Tingkat sekolah ii iii

1 1 2 3 3 4

BAB II.

5 5 6 8 9

BAB III.

15 15 16

BAB IV.

17 17 17 18 19

BAB V.

20 21

BAB VI.

22 22 23 23

iii

BAB VII.

PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN A. Pemantauan Pelaksanaan Program RIntisan BOS SM 1. Pemantauan Internal 2. Pemantauan Eksternal 3. Waktu Pelaksanaan Pemantauan 3. Aspek-aspek pemantauan B. Pengawasan Program Rintisan BOS SM C. Daftar Larangan D. Sanksi E. Unit Pelayanan Masyarakat (UPM) PELAPORAN A. Laporan Sekolah B. Laporan Propinsi C. Laporan Pusat

24 24 25 25 25 25 26 26 27

BAB VIII.

28 29 29

LAMPIRAN
Lampiran 1 Lampiran 2 : : Format Penjaringan Data Informasi Sekolah Format Data Identitas Siswa Miskin Yang Dibebaskan dan/atau Dibantu Dari Tagihan Biaya Sekolah Per Sekolah Format Contoh Laporan Penggunaan Dana Rintisan BOS SM Format Rekapitulasi Data Identitas Siswa Yang Dibebaskan Dan/Atau Dibantu Biaya Sekolahnya Per Kabupaten/Kota

Lampiran 3 Lampiran 4

: :

iv

Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). 3. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.BAB. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 20102014. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. dan global. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Permendiknas Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 20102014. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945 2. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). DASAR HUKUM Dasar hukum pemberian Rintisan Bantuan Operasional Sekolah Menengah (BOS SM) kepada sekolah meliputi: 1. 5. Halaman 1 . LATAR BELAKANG Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan dan peningkatan mutu serta relevansi pendidikan untuk menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal. I PENDAHULUAN A. Program yang telah dimulai dari tahun 1994 tersebut berhasil dituntaskan dengan indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP mencapai 98. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekosentrasi dan Tugas Pembantuan. nasional. 6. 4. Usaha untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut dilakukan melalui program Wajib Belajar 9 Tahun.2% pada tahun 2010. B.

pemerintah telah menyusun program Rintisan Bantuan Operasional Sekolah Menengah (RBOS SM). Pemerintah mencanangkan program Wajib Belajar 12 Tahun yang rintisannya dimulai pada tahun 2012. Halaman 2 . telah disiapkan anggaran sebesar 948 milyar rupiah yang akan disalurkan kepada SMA & SMK Negeri dan Swasta diseluruh Indonesia.2 juta siswa tidak melanjutkan. Skenario pembebasan dan pemberian potongan biaya sekolah dapat dilihat pada bab 2 (dua) buku panduan ini. biaya uijian. C. Untuk mencapai tujuan Program Wajib Belajar 12 tahun tersebut. biaya praktek dan sebagainya. dana yang diterima dan besarnya biaya sekolah. Pusat Data dan Statistik Pendidikan atau PDSP. Tujuan digulirkannya program Rintisan BOS SM ini adalah secara bertahap membantu siswa miskin memenuhi kebutuhan biaya pendidikan dalam rangka Rintisan Wajib Belajar 12 tahun. Pada tahun 2012. Bantuan R-BOS SM mempunyai 2 fungsi yang dapat digunakan sekolah untuk: a. R-BOS SM adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung kepada Sekolah Menengah (SMA/SMK) yang besarnya dihitung dari jumlah siswa masing-masing sekolah. 2. Jumlah siswa yang dibebaskan atau mendapat potongan biaya pendidikan sesuai dengan kebijakan (diskresi) sekolah dengan mempertimbangkan faktor jumlah siswa miskin yang ada.805 siswa SM mengalami putus sekolah. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas.Konsekuensi dari keberhasilan program Wajib Belajar 9 Tahun tersebut adalah meningkatnya jumlah siswa lulusan SMP yang harus ditampung oleh pendidikan menengah. yang sebagian besar disebabkan karena alasan ketidakmampuan membayar biaya pendidikan. Sementara pada waktu yang bersamaan sekitar 159. PENGERTIAN Berikut ini beberapa pengertian dasar dari Program Rintisan BOS SM: 1. Dari sisi penerimaan (revenue) digunakan untuk membebaskan (fee waive) dan/atau memberikan potongan (discount fee) kepada siswa miskin dari kewajiban membayar tagihan biaya sekolah seperti iuran sekolah/sumbangan pembangunan pendidikan (SPP)/uang komite.2 juta lulusan SMP. hanya sekitar 3 juta yang melanjutkan ke Sekolah Menengah (SM) dan sisanya sebesar 1. Kemdikbud (2011) menyatakan bahwa dari 4. Salah satu tujuan Program Wajib Belajar 12 Tahun adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat terutama yang tidak mampu secara ekonomi untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu.

D. TUJUAN Secara umum program Rintisan BOS SM bertujuan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat dalam rangka mendukung Rintisan Program Wajib Belajar 12 Tahun. E. Sedangkan secara khusus bertujuan: A.000 siswa SMK. dimana program ini memperhitungkan jumlah siswa SM nasional sebanyak 7.800. B.948.139 yang terdiri dari 4. Bantuan R-BOS SM bertujuan untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada sekolah.105. 3. masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk memberikan kesempatan kepada siswa miskin mengikuti pendidikan di SM. pada tahap rintisan ini. enam ratus delapan puluh ribu rupiah). SASARAN PROGRAM DAN BESAR BANTUAN Sasaran program pada tahap rintisan ini SMA dan SMK Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. Besar bantuan per sekolah diperhitungkan dari jumlah siswa. perlu dicari alternatif pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan siswa miskin dengan cara melibatkan peran pemda melalui BOS Daerah (BOSDA) dan atau menerapkan subsidi silang kepada orang tua dari keluarga mampu.616. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SM. D. E.139 siswa SMA dan 3. Oleh karena itu. Membebaskan (fee waive) dan/atau membantu (discount fee) tagihan biaya sekolah bagi siswa miskin SM. Mewujudkan keberpihakan pemerintah (affimative action) bagi siswa miskin di bidang pendidikan SM.000/siswa/tahun.000 (sembilan ratus empat puluh delapan milyar.680. Sehingga total anggaran program Rintisan BOS SM tahun anggaran 2012 sebesar Rp. Halaman 3 . enam ratus enam belas juta. 69 Tahun 2009. Memberikan kesempatan yang setara (equal opportunity) bagi siswa miskin SM untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.b. C. Mengurangi angka putus sekolah SM. 120. Satuan biaya (unit cost) program Rintisan BOS SM sebesar Rp.905. Dari sisi pengeluaran (expediture) dapat digunakan oleh sekolah untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah non personalia dengan jenis pengeluaran atau biaya sebagaimana diatur Permendiknas No.

yaitu minggu ke 3 Februari 2012 (tahap 1) dan minggu ke 3 Agustus 2012 (tahap 2). Halaman 4 . Penggunaan dana mengikuti tahun anggaran yaitu terhitung dari periode Januari sampai Desember 2012.F. atau semester 2 (dua) tahun pelajaran 2011/2012 dan semester 1 (satu) tahun pelajaran 2012/2013. WAKTU PENYALURAN DANA Dana R-BOS SM ditargetkan tersalur dalam dua tahap.

Program ini memberikan kesempatan yang setara (equal opportunity) bagi siswa miskin untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu. PROGRAM RINTISAN BOS SM DAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Program ini memberikan dukungan kepada sekolah dalam menerapkan konsep MBS yaitu: kebebasan untuk perencanaan.BAB. PERANAN PROGRAM RINTISAN BOS SM DALAM PELAKSANAAN PROGRAM WAJIB BELAJAR 12 TAHUN Program Rintisan BOS SM merupakan salah satu program utama (icon) pemerintah yang bertujuan mendukung keberhasilan program Wajib Belajar 12 Tahun yang dirintis pada tahun 2012 ini. Penggunaan dana semata-mata ditujukan hanya untuk kepentingan peningkatan layanan pendidikan dan tidak ada intervensi atau pemotongan dana dari pihak manapun dan untuk kepentingan apapun. 4. komite sekolah. pengelolaan dan pengawasan program yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. 2. dewan guru dan komite sekolah. Halaman 5 . dan anggota masyarakat. Mengingat pentingnya program ini. seluruh stakeholder pendidikan wajib memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Pelaksanaan program ini dilaksanakan secara demokratis. Program ini mempersempit gap partisipasi sekolah antar kelompok penghasilan (kaya-miskin). transparan dan akuntabel yang dilaksanakan secara bersama antara pihak sekolah. Program ini menyediakan sumber dana bagi sekolah untuk mencegah siswa miskin tidak putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran biaya sekolah lainnya. Pengelolaan program Rintisan BOS SM menjadi kewenangan sekolah secara mandiri dengan melibatkan kepala sekolah. Program ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses layanan pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu. dan antar wilayah (kota-desa). 5. 3. Program ini mendorong dan memberikan motivasi kepada pemerintah daerah untuk membantu siswamiskin dan masyarakat yang mampu untuk memberikan subsidi kepada siswa miskin (subsidi silang) B. II KONSEP DASAR PROGRAM RINTISAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH MENENGAH (R-BOS M) A.

(b) jumlah siswa miskin dan. Untuk memperjelas di bawah ini disajikan ilustrasi cara kerja konsep fee waive dan discount fee di suatu sekolah: Halaman 6 . khusus diberikan kepada siswa miskin. Sesuai dengan perkembangan jaman bahwa sekolah bermutu di dominasi oleh siswa dari keluarga mampu. FEE WAIVE DAN DISCOUNT FEE BAGI SISWA MISKIN Tingkat pendapatan orang tua mempunyai korelasi yang signifikan terhadap pilihan sekolah. akan menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang mutunya kurang baik karena biayanya relatif murah dan terjangkau. Komposisi jumlah siswa miskin yang mendapat pembebasan (fee waive) dan keringanan (discount fee). yaitu: (a) biaya pendidikan per siswa. Peranan Program R-BOS SM dalam konteks tersebut di atas adalah memberikan keadilan dan kesempatan kepada siswa miskin untuk memperoleh layanan pendidikan bermutu dengan membebaskan (fee waive) dan/atau memberikan keringanan (discount fee ) tagihan biaya sekolah yang pada tahap rintisan ini. merupakan diskresi/kewenangan sekolah sesuai dengan konsep MBS. (c) dana Rintisan BOS yang diterima sekolah. Konsep pendidikan untuk semua (education for all) memberikan kesempatan yang seluas-luas kepada setiap individu untuk mendapat layanan pendidikan bermutu sesuai dengan minat dan potensi siswa.C. Orang tua yang mampu cenderung akan menyekolahkan putra/putrinya di sekolah yang bermutu dengan biaya mahal. Sebaliknya orang tua yang kurang mampu. Namun demikian sekolah tetap harus memperhatikan kriteria siswa miskin dan faktor lainnya. maka siswa miskin yang mempunyai minat dan potensi kurang mempunyai kesempatan belajar di sekolah bermutu serta menutup kesempatan mereka untuk merubahnya nasibnya dan status sosialnya.

Konsep Fee Waive & Discount Fee Untuk Sekolah Dengan Kondisi Tingkat Ekonomi Siswa Homogen Gambar 2. Konsep Fee Waive & Discount Fee Untuk Sekolah Dengan Kondisi Tingkat Ekonomi Siswa Heterogen / Bervariasi Halaman 7 .Gambar 1.

3. Ilustrasi gambar 2 diatas menggambarkan pelaksanaan konsep fee waive dan discount fee untuk sekolah dengan kondisi tingkat ekonomi siswa homogen (semua siswa kaya / semua siswa miskin). 5. Ilustrasi gambar 3 diatas menggambarkan pelaksanaan konsep fee waive dan discount fee untuk sekolah dengan kondisi tingkat ekonomi siswa heterogen / bervariasi. dan sebanyak 20 siswa membayar 75% dari keseluruhan biaya sekolah yang dibebankan kepada siswa miskin. semua siswa mendapatkan perlakuan yang sama. sebanyak 15 siswa membayar 50%. Peraturan Pemerintah No. Untuk kondisi sekolah ini. Berdasarkan ke-3 indikator tersebut. dan (c) Biaya Pribadi Peserta Didik. 2. Sebanyak 50 siswa akan mengikuti program Fee Waive & Discount Fee. Komposisi bantuan yang diterima yaitu: 5 siswa mendapatkan bebas biaya sekolah 100% (Fee Waive). (b) Biaya Operasional Sekolah (Biaya di Satuan Pendidikan). Di masa mendatang apabila dana pemerintah mencukupi secara bertahap semua siswa akan menerima manfaat program BOS SM. SKENARIO PENDANAAN PENDIDIKAN MENENGAH Pendanaan pendidikan menengah merupakan upaya untuk menyediakan sejumlah dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan proses pendidikan di sekolah menengah. (b) biaya pendidikan di sekolah dan (c) jumlah siswa miskin yang ada. Komposisi jumlah siswa yang mendapat bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan sekolah (diskresi). Hal ini memungkinkan sekolah untuk mengubahnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Terdapat 3 (tiga) indikator yang menjadi pertimbangan sekolah untuk menentukan banyaknya siswa miskin yang akan mendapat bantuan. yaitu: sebanyak 10 siswa membayar 25% dari keseluruhan biaya sekolah. Halaman 8 . yaitu: (a) alokasi dana R-BOS SM yang diterima oleh sekolah. 4. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan menyebutkan bahwa biaya pendidikan meliputi: (a) Biaya Investasi Sekolah (Pengelolaan Pendidikan). Sebanyak 45 siswa mendapat potongan biaya sekolah (Discount Fee). yaitu mendapatkan diskon biaya sekolah sesuai dengan unit cost yang telah ditentukan. D.Keterangan gambar: 1. maka sekolah menyusun kebijakan membebaskan dan memberikan diskon kepada siswa miskin.

Sedangkan biaya operasional sekolah non personalia berusaha dipenuhi melalui penyediaan dana untuk operasional sekolah melalui program Rintisan Bantuan Operasional Sekolah Menengah (R-BOS SM). Sedangkan. biaya operasional sekolah meliputi biaya operasional personalia untuk gaji dan tunjangan PTK. maka akan semakin tinggi pula biaya yang dibutuhkan oleh sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikan bermutu. dan biaya operasional non personalia. Adapun. Semakin tinggi tuntutannya.Gambar 3. Mekanisme pembiayaan partisipatif memungkinkan sekolah untuk mendapatkan sumber pembiayaan tambahan dari orang tua siswa yang mampu secara ekonomi. Tuntutan tersebut berimplikasi pada kebutuhan biaya pendidikan sekolah yang tinggi. biaya pribadi peserta didik merupakan biaya yang ditanggung oleh siswa untuk mengikuti proses pembelajaran secara berkelanjutan. biaya operasional personalia berusaha dipenuhi melalui pemberian tunjangan guru. Pemerintah berusaha memenuhi pendanaan pendidikan untuk ketiga kategori biaya tersebut melalui mekanisme pemberian bantuan langsung baik ke sekolah. dan siswa. PROGRAM RINTISAN BOS SM DAN KONSEP PEMBIAYAAN PARTISIPATIF Pemerintah dan masyarakat menutut sekolah untuk memberikan layanan bermutu pendidikan kepada peserta didik. pemerintah mengalokasikan dana Bantuan Biaya Pendidikan melalui program Bantuan Khusus Murid (BKM) yang dapat digunakan siswa untuk biaya operasional mereka. untuk meningkatkan ‘daya beli’ siswa terhadap layanan pendidikan SM dan mencegah siswa putus sekolah. E. Biaya investasi sekolah dipenuhi melalui penyediaan bantuan (Block Grant) sarana dan prasarana sekolah. PTK. Sementara itu. dan biaya investasi sarana dan prasarana. Adapun. Secara tidak langsung hal ini berakibat pada Halaman 9 . Skenario Pembiayaan Pendidikan Menengah Biaya investasi sekolah meliputi biaya investasi untuk meningkatkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).

Sebagai ilustrasi digambarkan 3 (tiga) kondisi kualitas sekolah dan keberpihakan pemerintah untuk memfasilitasi siswa miskin mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu: 1. Sekolah yang berkualitas umumnya dihuni oleh siswa dengan orang tua siswa yang mampu/kaya. Sekolah ini biasanya letaknya daerah pedesaan. Membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa miskin yang mempunyai minat dan potensi untuk bersekolah di sekolah unggulan agar kelak mereka mampu meningkatkan kualitas hidupnya dengan bekal kemampuan dan keahlian yang mereka dapatkan dan mampu mengangkat ekonomi keluarga (eskalasi sosial). pemerintah mendorong siswa lulusan SMP untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. Peranan pemerintah melalui program R.BOS SM ini adalah: 1. Sedangkan orang tua siswa yang kurang mampu secara ekonomi tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah yang bermutu yang umumnya berbiaya mahal. maka wajib membebaskan dan/atau membantu tagihan biaya sekolah bagi siswa miskin yang berada di sekolah tersebut sesuai dengan kriteria siswa miskin yang ditetapkan. c. 2. kondisi ekonomi orang tua siswa homogen tidak mampu/miskin. Dalam hal ini. Sekolah Standar Pelayanan Minimal/Kategori Formal Standar a. Pilihan bagi orang tua siswa yang kurang mampu secara ekonomi adalah sekolah dengan layanan mutu yang minimal dengan biaya pendidikan yang murah. b. Melaksanakan amanah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu. Orang tua siswa miskin masih kesulitan untuk memenuhi tagihan biaya pendidikan yang disyaratkan sehingga walaupun mampu bersekolah namun belum dapat mengakses layanan pendidikan yang berkualitas. Sekolah dengan kondisi seperti ini apabila menerima dana program ini. dengan layanan sekolah relatif kurang berkualitas dengan biaya relatif lebih terjangkau bagi siswa miskin. Halaman 10 .meningkatnya sumber dana bagi sekolah yang berbanding lurus dengan kualitas sekolah. Panduan ini menggambarkan hubungan antara kondisi ekonomi orang tua siswa dan kualitas sekolah dengan keberpihakan pemerintah untuk menyediakan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi siswa miskin.

XI. 600. dari sisi penerimaan. Ilustrasi Pemanfaatan Dana Untuk Sekolah Standar Pelayanan Minimal / Kategori Formal Standar Ilustrasi pada gambar 3 ini menggambarkan peman-faatan dana R-BOS SM untuk sebuah sekolah Kategori Formal Standar dengan jumlah siswa sebanyak 800 orang dan iuran sekolah per siswa per bulan sebesar Rp. sekolah mendapat alokasi dana Rintisan BOS SM sebesar Rp. Pada ilustrasi ini. Halaman 11 . Total siswa yang dibebaskan dan / atau dibantu dari iuran sekolahnya sebanyak 207 siswa.000. memberikan diskon iuran sekolah sebesar 75% bagi 68 siswa. dan XII yang dibebaskan sebanyak 104 siswa dan untuk semester kedua sebanyak 103 siswa.Gambar 4.000. Untuk semester pertama siswa kelas X. 96. dana R-BOS SM digunakan untuk membebaskan iuran sekolah (diskon 100%) bagi 79 siswa. 50. Kepala Sekolah mempunyai kewenangan (diskresi) untuk menentukan jumlah siswa yang dibebaskan dan / atau dibantu iuran sekolahnya. dan memberikan diskon iuran sekolah sebesar 50% bagi 60 siswa.000 atau per tahun sebesar Rp.000 per tahun. Berdasarkan jumlah siswa dan unit cost R-BOS SM.

Orang tua siswa miskin kesulitan untuk memenuhi tagihan biaya pendidikan yang disyaratkan sehingga tidak memiliki kesempatan mendapatkan layanan pendidikan yang ditawarkan. layanan sekolah yang standar dengan biaya relatif cukup mahal bagi orang tua siswa yang tidak mampu. d. Sekolah memfasilitasi konsep subsidi silang. Sekolah ini letaknya bervariasi baik di wilayah perkotaan dan pedesaan. maka wajib membebaskan dan/atau membantu tagihan biaya sekolah bagi siswa miskin yang berada di sekolah tersebut sesuai dengan kriteria siswa miskin yang ditetapkan. dimana sumber dana sejenis dan/atau sumbangan sukarela dari orang tua siswa mampu/kaya dialokasikan untuk membebaskan dan/atau membantu tagihan biaya pendidikan bagi siswa miskin. Sekolah dengan kondisi seperti ini apabila menerima dana program ini. Ilustrasi Pemanfaatan Dana Untuk Sekolah Standar Nasional Halaman 12 . c. kondisi ekonomi orang tua siswa heterogen mampu/kaya dan tidak mampu/miskin. Sekolah Standar Nasional (SSN) a. Gambar 5.2. b.

d. Apabila skenario ini berjalan dengan baik maka sekolah tidak lagi menjadi sekolah eksklusif yang hanya akan dihuni oleh siswa mampu/kaya.Ilustrasi pada gambar 4 ini menggambarkan pemanfaatan dana R-BOS SM untuk sebuah sekolah Standar Nasional dengan jumlah siswa sebanyak 800 orang dan iuran sekolah per siswa per bulan sebesar Rp. dari sisi penerimaan. Kepala Sekolah mempunyai kewenangan (diskresi) untuk menentukan jumlah siswa yang dibebaskan dan / atau dibantu iuran sekolahnya. 96. Siswa-siswa terbaik (the best students) dapat mengakses layanan pendidikan bermutu tanpa melihat latar belakang ekonomi. c. dengan layanan sekolah yang berkualitas dengan biaya sangat mahal bagi orang tua siswa yang tidak mampu. maka wajib mengidentifikasi dan merekrut siswa miskin yang memiliki minat dan kemampuan untuk mengikuti pendidikan di sekolah ini (ramah sosial). dana R-BOS SM digunakan untuk membebaskan iuran sekolah (diskon 100%) bagi 40 siswa. Berdasarkan jumlah siswa dan unit cost R-BOS SM.000. memberikan diskon iuran sekolah sebesar 75% bagi 34 siswa. Total dana yang dibutuhkan untuk membebaskan dan membantu memberikan diskon biaya sekolah sebesar Rp. Halaman 13 . Sekolah Unggulan(SBI/R-SBI) a. 3. 96. dan memberikan diskon iuran sekolah sebesar 50% bagi 30 siswa. Untuk semester pertama siswa kelas X.000 atau per tahun sebesar Rp. dan XII yang dibebaskan sebanyak 52 siswa dan untuk semester kedua sebanyak 52 siswa. 600.000. Pada ilustrasi ini. Kekurangan dana tersebut diharapkan dapat dipenuhi sekolah melalui mekanisme subsidi silang. 100. dimana sumber dana sejenis dan/atau sumbangan sukarela dari orang tua siswa mampu/kaya dialokasikan untuk membebaskan dan/atau membantu tagihan biaya pendidikan bagi siswa miskin. Orang tua siswa miskin kesulitan untuk memenuhi tagihan biaya pendidikan yang disyaratkan sehingga tidak memiliki kesempatan mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Sekolah ini biasanya terletak di kota besar dengan layanan pendidikan yang bermutu dan berbiaya mahal.600. Sekolah memfasilitasi konsep subsidi silang. sekolah mendapat alokasi dana Rintisan BOS SM sebesar Rp. 1. Sekolah ini biasanya diminati oleh orang tua siswa mampu/kaya.000 jika dibandingkan dengan dana RBOS yang diterima terdapat ada kekurangan sebesar Rp.000. Kondisi ekonomi orang tua siswa homogen mampu/kaya. b.200. Total siswa yang dibebaskan dan / atau dibantu dari iuran sekolahnya sebanyak 104 siswa. Sekolah dengan kondisi seperti ini apabila menerima dana program ini. e. XI.000 per tahun.

500.000 jika dibandingkan dengan dana RBOS yang diterima terdapat ada kekurangan sebesar Rp. Halaman 14 . 3. 250. Pengaturan jumlah siswa miskin yang dibantu untuk pembebasan dan/atau pengurangan tagihan biaya pendidikannya menjadi diskresi/kewenangan sekolah disesuaikan dengan kondisi yang ada pada masing-masing sekolah. 1. Total siswa direkrut untuk kemudian dibebaskan dan / atau dibantu dari iuran sekolahnya sebanyak 10 siswa.Gambar 6. Sekolah SBI/R-SBI tersebut. apabila kondisi ekonomi keluarga siswa homogen kaya maka sekolah mempunyai kewajiban untuk mengidentifikasi dan merekrut siswa miskin yang memiliki minat dan kemampuan untuk mengikuti pendidikan di sekolah tersebut. Berdasarkan jumlah siswa dan unit cost R-BOS SM. 97. Total dana yang dibutuhkan untuk membebaskan dan membantu memberikan diskon biaya sekolah sebesar Rp.000. sekolah mendapat alokasi dana Rintisan BOS SM sebesar Rp.000. Pada semester kedua direkrut siswa kelas X yang kemudian dibebaskan dan diberikan keringanan biaya sekolah sebanyak 10 Siswa. Kepala Sekolah mempunyai kewenangan (diskresi) untuk menentukan jumlah siswa yang direkrut. Ilustrasi Pemanfaatan Dana Untuk Sekolah SBI / R-SBI Ilustrasi pada gambar 4 ini menggambarkan pemanfaatan dana R-BOS SM untuk sebuah sekolah SBI/R-SBI dengan jumlah siswa sebanyak 800 orang dan iuran sekolah per siswa per bulan sebesar Rp. Kekurangan dana tersebut diharapkan dapat dipenuhi sekolah melalui mekanisme subsidi silang. Pada ilustrasi ini. dari sisi penerimaan.000.000 per tahun.000 atau per tahun sebesar Rp.500.000. dana R-BOS SM digunakan untuk merekrut dan membebaskan iuran sekolah (diskon 100%) bagi 5 siswa dan merekrut dan memberikan diskon iuran sekolah sebesar 50% bagi 5 siswa. 96.

biaya daya dan jasa. Sebagai contoh siswa miskin di sekolah “A” belum tentu miskin di sekolah “B” dan sebaliknya. biaya pemeliharaan dan perbaikan ringan. biaya praktek kerja industri dan biaya pelaporan (Permendiknas Nomor 69 Tahun 2009). Semua sekolah yang menerima dana R-BOS SM harus mengikuti pedoman R-BOS SM yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. 5. KRITERIA SISWA MISKIN YANG DIBEBASKAN DAN/ATAU DIBANTU DARI TAGIHAN BIAYA SEKOLAH Kriteria siswa miskin sangat sulit didefinisikan. biaya bahan dan alat habis pakai (BAHP). SEKOLAH PENERIMA PROGRAM RINTISAN BOS SM 1. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan ukuran miskin berdasarkan kondisi daerah dan kondisi sekolah masing-masing. 4. kriteria siswa Halaman 15 . biaya konsumsi.BAB. biaya asuransi. biaya trasportasi/perjalanan dinas. biaya pembinaan siswa/ekstra kurikuler. III IMPLEMENTASI PROGRAM RINTISAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH MENENGAH (R-BOS SM) A. Sekolah penerima program ini menggunakan penerimaan dana tersebut (revenue) untuk membebaskan (fee waive) dan/atau membantu (discount fee) siswa miskin dari kewajiban membayar tagihan biaya sekolah dan penggunaannya (expediture) untuk biaya operasi non personalia yang berhubungan dengan peningkatan mutu. Penerima dana program ini adalah SMA & SMK Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. 3. antara lain: biaya alat tulis (ATS). B. Oleh karena itu. Sekolah Negeri penerima program ini menerapkan mekanisme subsidi silang dan/atau mencari sumber dana sejenis dari pemerintah daerah dan swasta bagi siswa miskin untuk memenuhi tagihan biaya sekolah lainnya yang belum bisa dipenuhi melalui program ini. 6. 2. Sekolah yang menolak menerima dana program ini harus melalui persetujuan orang tua siswa melalui komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta tetap menjamin kelangsungan pendidikan siswa miskin di sekolah tersebut. Sekolah Negeri dengan kategori RSBI dan SBI penerima dana R-BOS SM wajib melaksanakan program ramah sosial dengan cara mengidentifikasi dan merekrut siswa miskin yang memiliki minat dan potensi untuk mengikuti pendidikan di sekolah yang bersangkutan. biaya uji kompetensi.

Biaya pembinaan siswa/ekstrakulikuler seperti Pramuka. 5.4 dan 5 diatas serta pembelian alat ringan (hand tools) dan bahan praktek. 7. Halaman 16 . 69 Tahun 2009) yang bertujuan untuk peningkatkan mutu sekolah antara lain: 1. Penggandaan soal dan penyediaan lembar jawaban siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian. sekolah dapat menggunakan dana untuk biaya operasional sekolah non personalia (Permendiknas No. 9. kesenian. air. Biaya praktek kerja industri untuk siswa SMK. Biaya daya dan jasa sekolah seperti internet.miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu melalui program ini ditentukan oleh sekolah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran. maka sekolah wajib mengidentifikasi dan merekrut siswa miskin yang mempunyai minat dan kemampuan untuk mengikuti pendidikan disekolah yang bersangkutan. Karya Ilmiah Remaja (KIR) olah raga. 8. maka sekolah harus mencari 7 siswa miskin yang dimaksud. Dalam hal kemampuan ekonomi orang tua siswa di suatu sekolah dipandang secara keseluruhan mampu/kaya. Sedangkan dari sisi pengeluaran (expenditure). dan telepon. Palang Merah Remaja (PMR). Biaya pemeliharaan dan perbaikan ringan sarana prasarana sekolah. 10. 4. Biaya penyusunan dan pengiriman laporan. dan pembinaan keagamaan. C. listrik. yaitu dari sisi penerimaan (revenue) dialokasikan untuk membebaskan (fee waive) dan/atau membantu (discount fee) tagihan biaya sekolah bagi siswa miskin. PERUNTUKAN DANA RINTISAN BOS SM Panduan menegaskan kembali penggunaan dana R-BOS SM. Penggandaan formulir penerimaan siswa baru. 3. 2. 2. Biaya uji kompetensi bagi siswa SMK yang akan lulus. Unit Kesehatan Sekolah (UKS). 11. Khusus untuk SMK. Siswa yang tingkat kemampuan ekonomi orang tuanya paling rendah disekolah sehingga tidak mampu membayar tagihan biaya sekolah. penggunaan dana Rintisan BOS SM diprioritaskan untuk peruntukkan pada butir 3. Siswa SMA & SMK yang terancam putus sekolah karena tidak mampu membayar tagihan biaya sekolah. lomba bidang akademik. Pembelian alat dan bahan habis pakai seperti: bahan praktikum. 6. Sebagai contoh jika dana R-BOS SM yang diterima oleh sekolah misalnya hanya cukup untuk membiayai 7 orang siswa. Pembelian alat tulis sekolah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

dinas pendidikan provinsi melakukan verifikasi data jumlah siswa di setiap sekolah yang diajukan oleh sekolah. Pendataan Sekolah Sebelum ditetapkan sebagai sekolah penerima Rintisan BOS SM. Kabupaten/Kota menetapkan alokasi dana sekolah sesuai dengan jumlah siswa SMA & SMK per sekolah. PENETAPAN SEKOLAH PENERIMA RINTISAN BOS SM 1. 2. Jika dari hasil verifikasi ditemukan data-data yang tidak sesuai dengan dipersyaratkan. IV MEKANISME PENYALURAN DANA RINTISAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH MENENGAH (R-BOS SM) A. B. maka sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota mereviewnya. Mekanisme pengajuan sekolah calon penerima dana program ini diawali oleh sekolah dengan menyusun dokumen Format Penjaringan Data Individual Sekolah Menengah sebagai kelengkapan persyaratan (Lampiran 1). 3.BAB. Dokumen yang disusun sekolah tersebut dikirim ke dinas pendidikan provinsi dengan tembusan ke Dinas Pendidikan Kab/Kota. C. Hal ini sangat penting. Berdasarkan data Individual Sekolah Menengah tersebut baik Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Propinsi melakukan verifikasi untuk menentukan keakuratan alokasi dana per Kab/Kota dan per sekolah. Provinsi menetapkan alokasi dana per kabupaten/kota berdasarkan jumlah siswa SMA & SMK per Kabupaten/Kota. PENGAJUAN SEKOLAH CALON PENERIMA RINTISAN BOS SM 1. Penetapan sekolah Penerima Dana Rintisan BOS SM Kepala dinas pendidikan provinsi menerbitkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi tentang sekolah penerima Rintisan BOS SM Halaman 17 . 2. Pemerintah pusat menentukan alokasi dana nasional berdasarkan jumlah siswa SMA & SMK di seluruh Indonesia. ALOKASI DANA RINTISAN BOS SM 1. kemudian menetapkan alokasi Rintisan BOS SM provinsi berdasarkan jumlah siswa SMA & SMK per Provinsi. 2. karena nilai bantuan sangat ditentukan oleh jumlah siswa.

tahun anggaran 2012. Tembusan surat keputusan kepala dinas pendidikan provinsi dikirim ke Direktorat Pembinaan SMA & SMK serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Timeline Penyaluran Dana Rintisan BOS SM 2012 (Tahap I) Halaman 18 . Syarat Penyaluran Dana Rintisan BOS SM a. 2. D. Batas Waktu Penyaluran Dana Rintisan BOS SM Dana Rintisan BOS SM akan disalurkan dalam dua tahap penyaluran yaitu pada bulan minggu ke-3 Februari dan Agustus 2012. apabila seluruh pihak terkait secara tepat waktu mengikuti timeline yang telah ditetapkan. Keputusan ini menjadi dasar untuk memulai proses pencairan dana Rintisan BOS SM. b. PENYALURAN DANA PROGRAM RINTISAN BOS SM 1. Waktu penyaluran dana program ini akan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dokumen lainnya yang terkait dengan penyaluran dana Rintisan BOS SM. SK Kepala Dinas Pendidikan Provinsi tentang daftar sekolah penerima dana program Rintisan BOS SM.

WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM RINTISAN BOS SM Setelah dana diterima. Untuk memperlancar penyaluran dana R-BOS SM. Penyaluran Dana Rintisan BOS SM a. Penyaluran dana Rintisan BOS SM diterima oleh sekolah tanpa potongan atau biaya apa pun. Dinas Pendidikan Propinsi dapat bekerjasama dengan Bank Pemerintah atau Bank Pemerintah Daerah sebagai Bank Penyalur. Kerjasama dengan Bank Pemerintah atau Bank Pemerintah Daerah sebagai Bank Penyalur harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) Bank tidak memungut biaya administrasi dalam proses penyaluran dana Rintisan BOS SM ke Rekening Sekolah. Apabila dana tersisa sampai dengan Desember 2012. c. dana tersebut harus dikirimkan ke rekening sekolah. Jumlahnya sesuai dengan dana yang tercantum dalam alokasi masing-masing sekolah dan unit cost yang sudah ditetapkan. maka sekolah mengembalikan /menyetor sisa dana tersebut ke kas negara. Waktu pelaksanaan program Rintisan BOS SM terhitung dari Januari sampai Desember 2012 atau mengikuti berakhirnya tahun anggaran. maka sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Halaman 19 . E. Penyaluran dana Rintisan BOS SM dilakukan dua tahap. 2. d. b. (3) Dalam jangka waktu 3 (tiga) hari setelah dana dari KPPN diterima oleh Bank.Timeline Penyaluran Dana Rintisan BOS SM 2012 (Tahap II) 3. (2) Bank mempunyai sistem perbankan on-line sampai dengan cabang Kecamatan.

Akuntabel Pengelolaan dana program ini harus dapat dipertanggungjawabkan. yang mengandung arti. Demokratis Penyusunan perencanaan. kritik atau pendapat. sesuai dengan pedoman pelaksanaan yang sudah disepakati. Efektif dan Efisien Pemanfaatan dana program ini harus efektif dan efisien. 5. V PENGELOLAAN PROGRAM RINTISAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH MENENGAH (BOS SM) A. kritik. 4. 3. Swakelola dan Partisipatif Pelaksanaan program ini dilakukan secara swakelola (direncanakan. Siswa yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya harus diseleksi secara seksama dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Halaman 20 . yaitu: 1. serta melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan program. dikerjakan dan diawasi sendiri) dengan melibatkan warga sekolah dan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam memberikan dukungan terhadap perencanaan. Tertib Administrasi dan Pelaporan Sekolah penerima dana program ini harus menyusun dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan sesuai ketentuan yang dipersyaratkan. Transparan Pengelolaan dana program ini harus dilakukan secara terbuka agar warga sekolah dan masyarakat dapat memberikan saran. 2. dan pengawasan program sesuai dengan peraturan yang berlaku. pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dalam program ini selalu ditempuh melalui jalan musyawarah/mufakat dengan memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk mengajukan saran. 6. PRINSIP PENGELOLAAN RINTISAN BOS SM Pengelolaan program Rintisan BOS SM mengacu pada konsep Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management).BAB. pelaksanaan.

memberikan bantuan tenaga maupun pemikiran. Oleh Karena itu. Bantuan disalurkan langsung ke sekolah oleh 33 Dinas Pendidikan Propinsi di seluruh Indonesia. Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap seluruh pengelolaan dana Rintisan BOS SM. c. dijabat oleh Wakil Kepala Sekolah atau guru yang relevan. Informasi pengelolaan program ini harus mudah diketahui oleh warga masyarakat dan sekolah melalui papan pengumuman dalam pengelolaan dengan menempelkan laporan pelaksanaan kegiatan dan laporan keuangan. Pejabat lama wajib menyerahkan dan mempertanggungjawabkan seluruh pekerjaan yang sudah dilakukan yang dituangkan dalam berita acara serah terima pekerjaan. maka pelaksanaan pekerjaan dan pengelolaan dana sebelumnya menjadi tanggung jawab pejabat lama. pengelolaan program ini dilakukan oleh panitia yang dibentuk oleh Kepala Sekolah. Halaman 21 2. penting bagi kita untuk menjaga kepercayaan tersebut dengan memegang amanah dan komitmen yang ditujukan semata-mata hanya untuk membangun pendidikan yang lebih baik. Pada tingkat sekolah. d. Mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku berkenaan dengan pelaksanaan program bantuan. Komite sekolah berperan dalam memberikan pertimbangan. Program Rintisan BOS SM dikelola oleh Dinas Pendidikan Propinsi melalui mekanisme dekonsentrasi. 3. b. Pejabat baru wajib meneruskan seluruh program dan kegiatan sesuai ketentuan yang sudah disepakati dengan pemberi bantuan. Susunan adalah sebagai berikut: a. Apabila terjadi pergantian kepala sekolah pada saat pelaksanaan program sedang berjalan. wakil kepala sekolah. Program kerja yang sudah direview dan disetujui oleh pemberi bantuan menjadi acuan dalam pelaksanaan program bantuan. B. Pengelola keuangan. Ketua panitia pelaksana. dan sekaligus sebagai mediator antara pemerintah dengan masyarakat. diketuai oleh Kepala Sekolah. . pengontrol kualitas pelaksanaan program. untuk menentukan siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya dan memberikan dukungan dalam wujud finansial. PENGELOLAAN PROGRAM RINTISAN BOS SM 1. c. Penanggung jawab program. oleh Bendahara Rutin sekolah atau bendahara yang ditunjuk khusus oleh kepala sekolah. Saling Percaya Pemberian dana melalui program ini berlandaskan pada rasa saling percaya (mutual trust) antara pemberi dan penerima dana. 4. oleh para guru. Penanggungjawab pada setiap kegiatan. Panitia terdiri dari unsur kepala sekolah. b. guru dan komite sekolah yang dibentuk secara musyawarah.7. Pengelolaan Program Rintisan BOS SM memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. d.

BAB. Pelaksana tugas sehari-hari oleh sub dinas pendidikan yang menangani pembinaan SMA & SMK atau satuan kerja Perluasan dan Peningkatan Mutu SMA & SMK propinsi. B. 3. menganalisis dan menyusun laporan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Rintisan BOS SM. Melakukan pendataan individual sekolah tingkat nasional 2. 4. Melakukan verifikasi. TINGKAT PUSAT (DIREKTORAT PEMBINAAN SMA & SMK) Pengelola Rintisan BOS SM tingkat Pusat adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. 5. 7. 7. Pelaksanaan tugas sehari-hari dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMA & SMK. Menetapkan alokasi Rintisan BOS SM per kabupaten/kota berdasarkan proporsi jumlah siswa per sekolah per kabupaten/kota. Melaksanakan rapat koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan Sekolah Menengah Atas dengan dinas pendidikan propinsi. Menyusun kebijakan teknis pelaksanaan dan pedoman pelaksanaan Rintisan BOS SM. menetapkan dan menyalurkan dana Rintisan BOS SM. 3. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Rintisan BOS SM. 8. TINGKAT PROPINSI (DINAS PENDIDIKAN PROPINSI) Pengelola Rintisan BOS SM tingkat propinsi adalah dinas pendidikan propinsi. Menerbitkan surat keputusan penetapan sekolah-sekolah penerima Rintisan BOS SM serta menyampaikan ke Direktorat Pembinaan SMA untuk SMA dan Direktorat Pembinaan SMK untuk SMK. 6. Melakukan pendataan individual sekolah tingkat propinsi 2. 4. Menetapkan kuota/alokasi Rintisan BOS SM nasional dan propinsi sesuai dengan jumlah siswa SMA & SMK di seluruh Indonesia dan per propinsi. Melakukan sosialisasi program dan mekanisme pelaksanaan Rintisan BOS SM. 1. Menginformasikan pedoman pelaksanaan Rintisan BOS SM kepada kabupaten/kota. 1. Mengikuti kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan pembinaan tingkat pusat. Menandatangani Pakta Integritas Pelaksanaan Rintisan BOS SM dengan sekolah penerima Rintisan BOS SM. Menyiapkan perangkat monitoring dan evaluasi Rintisan BOS SM. 6. 5. Mengolah. Halaman 22 . VI PERAN INSTANSI TERKAIT A.

4. Mengelola dana Rintisan BOS SM berdasarkan prinsip-prinsip MBS dan pengelolaan keuangan negara . C. Menyusun laporan pelaksanaan program Rintisan BOS SM di tingkat sekolah. Menyebarluaskan informasi penerimaan Rintisan BOS SM kepada warga sekolah. 7. 5. seperti dengan menempelkan informasi program dan keuangan di papan pengumuman sekolah. Melaporkan hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. Menggunakan dana sesuai dengan ketentuan program Rintisan BOS SM. atau menyampaikan informasi dalam forum rapat dewan guru dengan komite sekolah/orang tua siswa. Mengisi dan mengirimkan format data individual sekolah ke propinsi. 9. 6. Mematuhi pedoman pelaksanaan Rintisan BOS SM 3. dan disampaikan kepada Dinas Pendidikan Propinsi dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Menginformasikan kepada sekolah tentang alokasi Rintisan BOS SMsekolah 5. Menentukan alokasi Rintisan BOS SM per sekolah. Mencantumkan dana Rintisan BOS SM yang diterima pada APBS. D. 3. Melaksanakan pendataan individual sekolah tingkat kabupaten/kota. Halaman 23 . Melakukan verifikasi data individual sekolah. 4. wakil kepala sekolah. 2. TINGKAT SEKOLAH Pengelola Rintisan BOS SM tingkat sekolah adalah kepala sekolah. TINGKAT KABUPATEN/KOTA (DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA) Pengelola Rintisan BOS SM tingkat kabupaten/kota adalah dinas pendidikan kabupaten/kota. guru yang ditunjuk dan komite sekolah. 8. Menyusun Surat Keputusan tentang siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya berserta lampiran. Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Rintisan BOS SM. 2. Menghimpun dan daftar sekolah penerima Rintisan BOS SM kepada dinas pendidikan propinsi. Tugas-tugas yang dilaksanakan adalah: 1. Tugas-tugas yang dilaksanakan adalah 1.8.

Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melaksanakan pemantauan sebagai bagian tugas rutinitas pembinaan sekolah. atau Direktorat Pembinaan SMA/SMK. Dokumen tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan kepada sekolah dalam penyusunan laporan pertengahan dan laporan akhir program/kegiatan sekolah serta untuk bahan konsultasi ketika ada pemantauan dari instansi lain yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. mengidentifikasi berbagai macam masalah/hambatan yang dialami serta mencarikan solusi pemecahan masalah. 1. b. Pelaksanaan pemantauan dan supervisi dilakukan secara internal oleh komite sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota melalui pengawas sekolah dan eksternal oleh Direktorat Pembinaan SMA dan SMK serta dinas pendidikan propinsi. Hasil pemantauan dan supervisi selanjutnya akan dijadikan bahan perumusan perencanaan program Rintisan BOS SM di masa yang akan datang. Dengan demikian pemantauan yang dilaksanakan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota mencakup seluruh aspek kegiatan sekolah. Halaman 24 . Dinas Pendidikan Propinsi. Tingkat Sekolah melalui Komite Sekolah Pemantauan di tingkat ini adalah Komite Sekolah. Komite sekolah melakukan pemantauan terhadap program-program yang dilaksanakan di sekolahnya secara periodik dan hasilnya dicatat sebagai dokumen. pemantauan dan supervisi. PEMANTAUAN PELAKSANAAN PROGRAM RINTISAN BOS SM Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas dan transaparansi pelaksanaan program Rintisan BOS SM. termasuk pelaksanaan program Rintisan BOS SM. Pemantauan bertujuan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Rintisan BOS SM apakah pelaksanaan sesuai dengan pedoman pelaksanaan Rintisan BOS SM. VII PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN A. Sedangkan supervisi ditujukan untuk mengetahui sampai seberapa besar manfaat Rintisan BOS SM bagi sekolah.BAB. Pemantauan Internal a.

Alokasi dana sekolah penerima bantuan yang ditentukan berdasarkan jumlah siswa. 3. melaksanakan pemantauan ke pengelola program di dinas pendidikan propinsi dalam rangka memantau pelaksanaan program Rintisan BOS SM. 2. d. dan mencatat masalah yang menjadi hambatan pelaksanaan program Rintisan BOS SM.2. Pemantauan dinas pendidikan propinsi dilaksanakan pada saat program kegiatan sedang berlangsung dan pada akhir kegiatan agar dapat mengetahui proses dan hasil pelaksanaan kegiatan. Pemantauan oleh Direktorat Pembinaan SMA & SMK atau instansi lain dari Pusat dapat dilaksanakan pada saat program/kegiatan sedang berlangsung dan/atau setelah program/kegiatan selesai dilaksanakan. Dinas Pendidikan Propinsi Dinas Pendidikan Propinsi melalui melakukan pemantauan sekolah sampel untuk memastikan akuntabilitas dari keterlaksanaan/ ketercapaian program di sekolah. B. Pemantauan internal oleh kepala sekolah dan dinas pendidkan kabupaten/kota sekolah dilaksanakan sepanjang pelaksanaan kegiatan. b. Data siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. Tim monitoring independen yang terdiri dari unsur Direktorat Pembinaan SMA & SMK. Dengan demikian diharapkan kepala sekolah menyadari dan mengetahui betul perkembangan pelaksanaan program yang sedang berjalan dan sedini mungkin mengetahui kendala yang muncul sehingga dapat mengatasi berbagai persoalan yang ada. PENGAWASAN PROGRAM RINTISAN BOS SM Pengawasan terhadap pelaksanan program Rintisan BOS SM dilakukan oleh lembaga-lembaga meliputi: 1. b. mengetahui hasil yang sudah dicapai. Halaman 25 . Pelaporan pelaksanaan kegiatan monitoring. Waktu Pelaksanaan Pemantauan a. 4. Pusat Direktorat Pembinaan SMA & SMK. c. Pengawasan internal dilakukan oleh komite sekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota melalui pengawas sekolah. b. Pemantauan Eksternal a. Kriteria siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya. c. Aspek-aspek pemantauan: a.

Dinas Pendidikan Propinsi memberi peringatan/teguran secara lisan dan tertulis kepada Kepala Sekolah dengan tembusan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.3. Menyampaikan penyalahgunaan dana tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat untuk menegur sekolah. SANKSI Apabila berdasarkan hasil evaluasi institusi pemeriksa (Inspektorat Jenderal/BPK/ Bawasda). sehingga penting bagi kita secara bersama-sama menjaga amanah tersebut. Disimpan dengan maksud dibungakan. Instansi pengawas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). DAFTAR LARANGAN Pemberian Rintisan BOS SM adalah amanah dan kepercayaan. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk: 1. Menanamkan saham. Membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat. Sekolah yang melakukan penyalahgunaan dana Rintisan BOS SM masuk dalam daftar hitam (black list) sekolah yang tidak akan mendapat bantuan dari Direktorat Pembinaan SMA & SMK 5. dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. 3. dan Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Propinsi dan Kabupaten/ Kota. Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan Nasional. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pada tahun berikutnya kepada kabupaten/kota. Agar terhindar dari segala macam bentuk manipulasi dan penyimpangan keuangan negara. bilamana terbukti melakukan pelanggaran yang dilakukan secara sengaja dan sistematik untuk memperoleh keuntungan pribadi. kelompok atau golongan. Mengalokasikan dana Rintisan BOS SM yang tidak sesuai dengan pedoman pelaksanaan. 5. 2. mutasi kerja dan pemberhentian. 6. 2. C. 3. 4. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang berlaku. 4. Halaman 26 . atau pihak lainnya. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. atau sekolah. penerima bantuan terbukti secara sah melakukan kekeliruan/kesalahan/kesengajaan dalam melaksanakan program dan pengelolaan keuangan yang merugikan keuangan negara. Dipinjamkan kepada pihak lain. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampingan terkait program Rintisan BOS SM/perpajakan program Rintisan BOS SM yang diselenggarakan lembaga di luar SKPD Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. D. seperti penurunan pangkat.

3) Pusat informasi umum pemberian Rintisan BOS SM. UNIT PELAYANAN MASYARAKAT (UPM) Dalam rangka memfasilitasi penyelesaian atau jalan keluar atas pengaduan masyarakat tentang pelaksanaan program Rintisan BOS SM serta memberikan informasi tentang mekanisme Rintisan BOS SM. Halaman 27 .E. Direktorat Pembinaan SMA & SMK membentuk unit pelayanan masyarakat (UPM). 2) Pusat pelayanan masyarakat (internal dan eksternal). Pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat sangat penting bagi pengelola program dalam rangka transparansi/keterbukaan terhadap masyarakat sebagai komponen turut serta mengawasi pelaksanaan program sesuai prinsip Rintisan BOS SM dan MBS. yang berfungsi sebagai: 1) Mediator antara masyarakat dengan pengelola Rintisan BOS SM.

(2) jumlah dana yang diterima. 2. LAPORAN SEKOLAH Secara umum laporan yang harus disiapkan oleh sekolah penerima dana Rintisan BOS SM. (3) mekanisme seleksi siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya. Tanda Bukti Siswa telah dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya Berisi rekapitulasi nama siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya. dan Pusat menyusun laporan hasil pelaksanaan program ke pihak terkait. Isian Data Individual Sekolah tahun pelajaran 2012/2013 kondisi bulan Agustus 2012 khusus untuk laporan semester 2 menggunakan format pada Lampiran 1. Laporan tersebut harus siap untuk diperiksa setiap saat oleh tim audit/pemeriksa. VIII PELAPORAN Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan program Rintisan BOS SM. 5. (5) penggunaan dana dari sisi pengeluaran/pembelanjaan yaitu untuk membiayai operasional sekolah.BAB. SK Kepala Sekolah Tentang penetapan siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya dengan lampiran format data identitas siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya sekolahnya (Lampiran 2). jumlah bantuan. Narasi Laporan Narasi laporan memuat informasi-informasi sebagai berikut: (1) jumlah siswa. (3) kapan dana diterima sekolah. 4. terdiri atas laporan per semester (laporan semester I dan laporan semester II) yang berisi tentang pelaksanaan program serta laporan penggunaan dana baik dari sisi penerimaan dan pembelanjaan. Laporan sekurangkurangnya berisi informasi yang mencakup. dan tanda tangan siswa sebagai bukti pembebasan dan/atau pemberian keringanan biaya sekolah. 3. antara lain: 1. pengelola Propinsi. sekolah. (4) penggunaan dana dari sisi pendapatan yaitu untuk membebaskan dan/atau membantu siswa miskin dari biaya sekolah. Penggunaan dana dari sisi pembelanjaan (expenditure) Berisi tentang rincian penggunaan/pembelanjaan dana untuk membiayai kebutuhan operasional sekolah (Lampiran 3) Halaman 28 . A.

2. Besar dana yang dialokasikan 2. LAPORAN PUSAT Pengelola pusat menyusun laporan akhir pelaksanaan program Rintisan BOS SM. saran. Hal-hal yang perlu dilaporkan oleh pengelola program Rintisan BOS SM pusat meliputi: 1. Pengelola propinsi melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan program. Besar dana yang tidak terserap berdasarkan laporan dari sekolah 3. kesesuaian penggunaan dana baik dari sisi penerimaan dan pembelanjaan dengan pedoman yang ditetapkan. (3) hambatan apa saja yang terjadi dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. LAPORAN PROPINSI Pengelola Propinsi menyusun laporan laporan per semester (laporan semester I dan laporan semester II) pelaksanaan program Rintisan BOS SM. Besar dana yang tidak terserap berdasarkan laporan dari pengelola propinsi. dan (5) jumlah siswa dan alokasi dana per Kab/Kota. Data identitas siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya pendidikannya per kab/kota per sekolah (Lampiran 4). Foto Dokumentasi Berisi informasi yang menggambarkan kegiatan sekolah dalam menggunakan dana baik dari sisi penerimaan (revenue) yaitu untuk membebaskan dan/atau membantu siswa miskin dari tagihan biaya sekolah dan dari sisi pembelanjaan (expenditure) yaitu untuk membiayai kebutuhan operasional sekolah. meliputi: (1) sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan. per Sekolah penerima. (2) apa yang telah dikerjakan dan apa yang tidak dikerjakan. (3) alamat lengkap. Besar dana yang dialokasikan. (4) upaya apa yang diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut. B. dan rekomendasi. Laporan pemantauan pelaksanaan program. baik program yang sama maupun program lain yang sejenis.6. (4) status sekolah. meliputi: (1) nama sekolah. dan (5) rekomendasi untuk perbaikan program dimasa yang akan datang. Data identitas sekolah penerima bantuan. Halaman 29 . C. 5. kesimpulan. (2) Nomor Induk Sekolah Nasional (NISN). Laporan Akhir pada akhir pelaksanaan program. Hal-hal yang perlu dilaporkan oleh pengelola program Rintisan BOS SM propinsi meliputi: 1. 6. Laporan ini berisi tentang jumlah responden. 4.

Laporan pelaksanaan program pengelola Propinsi dikirim ke pengelola Pusat paling lambat 15 (lima belas) hari setelah akhir waktu pelaksanaan jatuh tempo. 2. (4) status sekolah. Laporan pemantauan pelaksanaan program. meliputi: (1) nama sekolah. 3. (3) alamat lengkap. kesimpulan. Halaman 30 . kepala sekolah. Dinas pendidikan propinsi (dokumen salinan) Laporan tersebut dinyatakan sah apabila sudah ditandatangani oleh ketua komite sekolah. per Sekolah penerima. dan rekomendasi. per Kab/Kota. (2) Nomor Induk Sekolah Nasional (NISN). dan bendahara rutin sekolah serta dilengkapi dengan stempel sekolah dan stempel komite sekolah. Data identitas sekolah penerima bantuan. saran. per sekolah.3. 4. Sekolah (dokumen asli) b. per Kab/Kota. dan (5) jumlah siswa dan alokasi dana per Propinsi. 5. Data identitas siswa miskin yang dibebaskan dan/atau dibantu biaya pendidikannya per Propinsi. Laporan pelaksanaan program dari sekolah dibuat minimal rangkap 3 (tiga). Laporan semester I dan laporan semester II dari sekolah dikirim ke pengelola propinsi paling lambat 15 (lima belas) hari setelah akhir waktu pelaksanaan jatuh tempo. masing-masing untuk: a. Dinas pendidikan kabupaten/kota (dokumen salinan) c. Laporan ini berisi tentang kesesuaian penggunaan dana baik dari sisi penerimaan dan pembelanjaan dengan pedoman yang ditetapkan. Ketentuan pelaporan adalah sebagai berikut: 1.

LAMPIRAN Halaman 31 .

Telepon Kode Area. b.4 g. 2 = Penegerian 3 = Alih Fungsi 4 = Sekolah Baru 5 = Perubahan Nama Bila sekolah mengalami perubahan (sebelum SK pada butir 8c atau 8d). IDENTITAS SEKOLAH 1. Nama Sekolah/Instansi Nomor Statistik Sekolah (NSS) : NSS NPSN : : 3. No.1 g. b..5 Kecamatan Kabupaten/Kota : : LIDI SMA Halaman 1 dari 9 halaman . sebutkan . e. c. Sekolah Dibuka Tahun 3 = Yayasan Tgl. d.. 2. a. 1 = Negeri 1 = Pemerintah Pusat No. 1 = Tidak Ada 2 = Jardiknas 3 = Telkom 4 = Lainnya.. a. . " " No Telp. Alamat a.. PROVINSI : : A. : No Fax. - : - f. KABUPATEN/KOTA II. f. 4. a. Tgl. 7.FORMAT LEMBAR INFORMASI DATA INDIVIDUAL SMA Tahun Pelajaran ……………… / ……………… TANGGAL PENGISIAN DATA : Tanggal Bulan KONDISI DATA INDIVIDU SMA PER-TANGGAL 31 AGUSTUS TAHUN Tahun I.. c. g. Faximile Handphone Yang Bisa Dihubungi Akses Internet Alamat Email Website http:// Nama Pimpinan Status Sekolah Status Kepemilikan SK / Izin Pendirian Sekolah SK Status Sekolah Terakhir Keterangan SK Status g. Kode Area.3 Nama Sekolah (sebelumnya) Status Sekolah (sebelumnya) Alamat Sekolah : : : : : : : : : : : : Kode area Kode area ( ( 6.2 g. Jalan : RT RW b. 1 = Pemutihan 2 = Swasta 2 = Pemerintah Daerah b. b.... a. g. : LU BT 5. c. e. d... Desa / Kelurahan Wilayah Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi : : : : : : : : 1 = Terpencil 2 = Daerah Sulit Diakses 1 = Daerah Terpencil 0 0 Kode Pos: 1 = Kabupaten 2 = Kota d. c. Daerah : 1 = Desa 2 = Kota Klasifikasi Letak Geografis Sekolah Kategori Wilayah Khusus Posisi Geografis Bila sekolah mempunyai data/informasi 3 = Pedesaan 4 = Perkotaan 3 = Daerah Transmigrasi 4 = Bukan Semua 2 = Daerah Perbatasan Negara ' ' ) ) .. c. maka isi butir pertanyaan berikut: : : : RT RW 1 = Negeri 2 = Swasta g.

Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota *) Provinsi : : : : : : No. DAN NILAI UJIAN NASIONAL (NILAI UN) 1. Siswa menurut Program Pengajaran dan Kelas/Rombongan Belajar dan Agama: Tingkat dan Program Pengajaran Kelas X Kelas XI IPA Kelas XI IPS Kelas XI Bahasa Kelas XII IPA Kelas XII IPS Kelas XII Bahasa Total Jumlah Siswa (orang) Laki-Laki Perempuan L+P Jumlah Rombongan Belajar Rombel Rombel Rombel Rombel Rombel Rombel Rombel Rombel Jumlah siswa menurut agama Islam Protestan Katholik Hindu Budha Khonghuchu LIDI SMA Halaman 2 dari 9 halaman . Apakah Sekolah ini telah melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) : 18. 5 = Tidak Terakreditasi 5 = RSBI 6 = SBI 9.1 c. b.4 g. Akreditasi SK Terakhir Akreditasi : : : : : : : : : : No. 4 = ML Taman Siswa 10 = Lainnya. Status Mutu 1 = Pra SPM 1 = 9001:2000 1 = Pagi 2 = SPM 2 = 9001:2008 2 = Siang 3 = Pra SSN 3 = Proses Sertifikasi 4 = SSN 10. Sistem Penyelenggaraan 13. Khusus untuk SMA Swasta/Yayasan a b.2 c. sebutkan: ……………………… Kode Pos: Akte Pendirian Yayasan Kelompok Yayasan 8 = Dharma Pertiwi 9 = YPLP PGRI B.3 c. Cabang/Unit 16. Rata-rata Nilai Ujian Nasional (UN) / Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dari Siswa Baru Tingkat I yang diterima : Rencana pendaftar dan siswa yang diterima menurut jenis kelamin dan asal sekolah: Rencana Penerimaan (orang) Pendaftar (orang) Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Jumlah Siswa Menurut Asal SMP Perempuan Laki-Laki MTs Perempuan Paket B Laki-Laki Perempuan Total Siswa Baru Tingkat I (orang) Laki-Laki Perempuan . Rekening Sekolah Atas Nama 4 = Belum Bersertifikat 3 = Kombinasi (Pagi dan Siang) 2 = Sekolah Berasrama/Boarding School 1 = Sekolah Umum/Konvensional 17. Sertifikasi ISO 11. h. 1=A 2=B 3=C 4 = Belum Diakreditasi Tgl. c Nama Yayasan Nama Pimpinan Yayasan Alamat Yayasan : : 1 = Ya 2 = Tidak RT RW c. Nama Bank 15. KELAS (ROMBONGAN BELAJAR). 2. 3.8. a. 1 = Aisyiah 5 = MPPK 2 = MPK Muhammadiyah 6 = MNPK 7 = Perwari 3 = LP Ma'arif Tgl. Nomor Rekening Bank 14. Waktu Penyelenggaraan 12. SISWA.

..... ... 8 …...... Nilai Ujian Nasional (UN) tiap Mata Pelajaran Tahun Lalu : No..... Jika Tanah Bukan Hak Milik.. .... . maka kondisi tanah tersebut adalah 1 = Sewa 2 = Pinjaman 3 = Lainnya.) No......... . Total Luas Tanah Hak Milik 2 Bukan Milik Total Luas Tanah Seluruh 3..... FASILITAS 1... .. .. ...... . .... Luas Tanah yang Dikuasai Sekolah menurut Status Kepemilikan : No.. ......4.......... ..... 7 8 9 10 11 12 Ekonomi Sosiologi Geografi Bahasa Asing pilihan Sejarah Budaya (Antropologi) Sastra Indonesia Mata Pelajaran Nilai Rata2 UN ........ Putus Sekolah.. : 4... Peserta Ujian Nasional dan Lulusan Tahun Ajaran Lalu menurut Jenis Kelamin Tiap Program Pengajaran : Program Pengajaran IPA IPS Bahasa Jumlah Peserta L P L+P L Lulusan P L+P 6.... .... : maka status tanah tersebut adalah 1 = Akte Jual Beli 2 = Girik 3 = Surat Hibah 4 = Hak Guna Pakai 5 = Lainnya./Kota lain L P L Jumlah Tingkat dan Program Pengajaran Mengulang L Kelas X Kelas XI IPA Kelas XI IPS Kelas XI Bahasa Kelas XII IPA Kelas XII IPS Kelas XII Bahasa Total P P 5............. dan Mutasi menurut Program Pengajaran : Putus Sekolah Tahun Ajaran Sebelumnya L P Mutasi Tahun Ajaran Sebelumnya Masuk dari Kab/Kota sama L P Masuk dari Kab/Kota lain L P Keluar ke Kab... Jika Tanah Hak Milik Statusnya Belum Sertifikat... C.. ... (lanjutan No.. . Siswa Mengulang....... 1 Milik Status Kepemilikan Sertifikat Belum Sertifikat Luas Tanah Seluruhnya Meter Persegi (M²) Meter Persegi (M²) Meter Persegi (M²) Meter Persegi (M²) Meter Persegi (M²) 2. Kondisi Lahan Hak Milik Sekolah : Kondisi Lahan Hak Milik Terbangun Belum Terbangun Luas Lahan Meter Persegi (M²) Meter Persegi (M²) Jenis Lahan Jenis Lahan: 1 = Diatas lahan terdapat bangunan 2 = Berupa tanah padat/siap bangun 3 = Berupa taman/tanah lapang 4 = Berupa sawah/kebun 5 = Berupa semak/hutan/rawa/padas 6 = Lainnya. 1 2 3 4 5 6 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Biologi Nilai Rata2 UN ..... LIDI SMA Halaman 3 dari 9 halaman ....

Geografi d. Core Duo / lebih b. Sosiologi c. Pentium 4 c. Buku dan Alat Pendidikan : Buku Pelajaran No. Pentium 3 / kurang 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komputer Server Printer Scanner Telepon Faximile Fotokopi Mesin Stensil Mesin Ketik Kamera Digital Kamera Video / handycam Jumlah Total Kondisi Baik Rusak Sedang Rusak Berat unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit LIDI SMA Halaman 4 dari 9 halaman . Tata Negara f. Biologi c. Core Duo / lebih b. Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Sejarah Nasional dan Umum Pendidikan Jasmani Matematika IPA a. No. 1 Jenis Perlengkapan Komputer Desktop a. Fisika b. Perlengkapan : a. Pentium 3 / kurang 2 Notebook / Laptop a. Perlengkapan Kegiatan Administrasi . Antropologi 10 11 12 13 14 15 Pendidikan Seni Bahasa Asing Lain Bimbingan dan Penyuluhan Muatan Lokal Kerajinan dan Kesenian Buku Lainnya. Mata Pelajaran Pegangan Guru Jumlah Judul Jumlah Eksemplar Teks Siswa Jumlah Judul Jumlah Penunjang Jumlah Judul Jumlah Eksemplar Jumlah Alat Peraga (set) Alat Pendidikan Jumlah Alat Praktik (set) Media Pembelajaran Elektronik (judul/set) 1 2 3 4 5 6 7 8 PPKn Pendidikan Agama . 6. Sejarah Budaya e. Kimia 9 IPS a. Pentium 4 c. ……………………. Ekonomi b.5.

b. Pentium 4 c. 1 Jenis Perlengkapan Komputer Desk Top a. Core Duo / lebih b. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Ruang menurut Jenis. Core Duo / lebih b. Pentium 3 / kurang 2 Notebook / Laptop a. dan Status Kepemilikan . No. Nama Ruang Ruang Teori / Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Kimia Laboratorium Fisika Laboratorium Biologi Laboratorium Bahasa Laboratorium IPS Laboratorium Komputer Ruang Perpustakaan Ruang Perpustakaan Multimedia Ruang Pusat Sumber Belajar Ruang Keterampilan Ruang Serba Guna/Aula Ruang UKS Koperasi/Toko Ruang BP/BK Ruang Kepala Sekolah Ruang Wakil Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang OSIS Ruang Ekstra Kurikuler Ruang PMR Kamar Mandi Guru Laki-Laki Kamar Mandi Guru Perempuan Kamar Mandi Siswa Laki-Laki Kamar Mandi Siswa Perempuan Gudang Ruang Ibadah Rumah Dinas Kepala Sekolah Kode Prasarana Dikmen 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 20 21 22 22 23 24 25 42 43 26 27 28 29 30 31 32 Kondisi Rata-Rata (jika lebih dari 1 unit) Jumlah Ruang /Unit Panjang/ unit (m) Lebar/ unit (m) Atap Dinding Kusen Pondasi Lantai Status Ke pemilikan LIDI SMA Halaman 5 dari 9 halaman . Pentium 3 / kurang 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komputer Server Jaringan Internet LAN/Jaringan Intranet Sekolah LCD/Proyektor dan layar/screen Sound System Ruangan Printer Scanner Kamera Digital/Handycam Televisi / LCD / LED Pendingin Ruangan (AC) Jumlah Kondisi Baik Rusak Sedang Rusak Berat unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit c. Perlengkapan Kegiatan Pembelajaran (ruang teori dan praktek) . Pentium 4 c. No. Kondisi.

KURIKULUM YANG DIGUNAKAN No. Protestan c. Budha f. 1 2 3 4 Kurikulum Kurikulum 1999 Kurikulum 2004 (KBK) KTSP KTSP Adopsi/Adaptasi Kurikulum Luar Negeri Kelas X Kelas XI Kelas XII Keterangan Catatan: cantumkan tanda ( √ ) pada kelas yang melaksanakan kurikulum tersebut E. Untuk Status Kepemilkan. bila mengajar) : Jumlah Guru Yang Ada (orang) No. Untuk Kondisi bangunan. Tenaga Pendidik/Guru 1 2 PPKn / Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama a. Kong Hu Chu 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Sejarah Nasional dan Umum Pendidikan Jasmani Matematika Fisika Biologi Kimia Ekonomi Sosiologi Geografi Sejarah Budaya Mata Pelajaran Guru Tetap Guru Tidak Tetap honor daerah/pusat/komite Jumlah Guru Kebutuhan Tenaga Guru Kekurangan Tenaga Guru LIDI SMA Halaman 6 dari 9 halaman . (2) = Bukan Milik D.No. kode (1) = Kondisi Bagus. Islam b. (2) = Rusak Sedang. Ketersediaan Tenaga Pendidik (termasuk kepala sekolah. ROMBONGAN BELAJAR DAN KETENAGAAN 1. Katolik d. Hindu e. (3) = Rusak Berat 2. jika lebih dari 1 unit adalah kondisi rata-rata. 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Nama Ruang Rumah Dinas Guru Rumah Penjaga Sekolah Sanggar/Ruang MGMP Sanggap PKG Asrama Siswa Unit Produksi Ruang Multimedia Teacher Resource Research Centre (TRRC) Kode Prasarana Dikmen 33 34 35 36 37 38 39 40 41 44 45 46 47 99 Kondisi Rata-Rata (jika lebih dari 1 unit) Jumlah Ruang /Unit Panjang/ unit (m) Lebar/ unit (m) Atap Dinding Kusen Pondasi Lantai Status Ke pemilikan Ruang Olah Raga Dapur/Pantry Kantin/Warung Sekolah Lapangan Olah Raga/Upacara Tempat Parkir Lainnya Catatan 1. kode (1) = Hak Milik.

Ketersediaan Tenaga Kependidikan : Jumlah Tenaga Kependidikan Yang Ada No. Jenis Beasiswa: 1 = Beasiswa Berprestasi 2 = Beasiswa Khusus Murid Miskin (BKMM) 3 = Beasiswa Lainnya. 1 2 3 4 5 dst.dalam jutaan) LIDI SMA Halaman 7 dari 9 halaman . Komputer 5 = Ruang PSB 6 = Ruang Multimedia 7 = Rehabilitasi Gedung 8 = Subsidi Pengembangan Sekolah 9 = Bantuan RSBI 10 = Lainnya. Block Grant / Bantuan / Subsidi yang pernah diterima sekolah dalam 5 (lima) tahun terakhir : No. sebutkan: ………………… 4 = Swasta. BLOCK GRANT / BANTUAN / SUBSIDI 1. sebutkan Sumber Beasiswa: 1 = APBN 2 = APBD Propinsi 3 = APBD Kab/Kota 5 = Sumber Lain.Jumlah Guru Yang Ada (orang) No. 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Tata Negara Antropologi Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Seni Bahasa Asing Lain Bimbingan dan Konseling Muatan Lokal Kerajinan Tangan dan Kesenian Kewirausahaan Jumlah Mata Pelajaran Guru Tetap Guru Tidak Tetap Jumlah Guru Kebutuhan Tenaga Guru Kekurangan Tenaga Guru 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dst… Jenis Bantuan. Tenaga Kependidikan 1 2 3 4 5 Tenaga TU/Administrasi Tenaga Pustakawan Tenaga Teknisi Tenaga Laboran Tenaga …………………………………………………. IPA 3 = Perpustakaan Sumber Bantuan: 1 = APBN (Pusat) 2 = APBD Provinsi 3 = APBD Kab/Kota Tahun Diterima Jenis Bantuan Sumber Bantuan Jumlah Dana Diterima (dalam jutaan) Jumlah Dana Pendamping (dalam jutaan) Peruntukkan Dana 4 = Lab. diantaranya: 1 = RKB (Ruang Kelas Baru 2 = Lab. Beasiswa yang diperoleh siswa tahun lalu : No. sebutkan 2. sebutkan 4 = Swasta 5 = Lainnya. Jumlah Jenis Tenaga Kependidikan Tenaga Tetap (orang) Tenaga Tidak Tetap (orang) Jumlah Tenaga Kependidikan Kebutuhan Tenaga Kependidikan Kekurangan Tenaga Kependidikan F.. sebutkan: ………………… Jenis Beasiswa Sumber Beasiswa Jumlah Siswa Menerima Jumlah Siswa Membutuhkan L Jumlah Penerima P L+P Jumlah Dana Diterima (Rp .

Bulan ……………. Sumber Air Bersih 1 = PDAM 2 = Air Tanah 3 = Sumber Air Lainnya. …………………………..… . sebutkan: ………………… watt H.……. SANITASI 1. Yang bertanda tangan di bawah ini bertanggung jawab secara hukum terhadap kebenaran data yang tercantum.…………………………. 2..3.……….……………………………………… NIP. Tanggal ………. Sumber Listrik Utama : Daya Listrik : 1 = PLN 2 = Diesel / Genset 3 = PLN dan Diesel / Genset 4 = Tenaga Surya 5 = Lainnya. Data ekonomi orangtua siswa : No.. sebutkan: …………………. Isilah dengan huruf kapital dan mudah dibaca Perhatian : Lembar ini harus diisi oleh Pimpinan/Kepala Sekolah/Lembaga/Instansi atau yang mewakili. PEMAKAIAN LISTRIK 1.. 1 2 3 Kategori Ekonomi Orang Tua Siswa Golongan Ekonomi Pra Sejahtera (Miskin) Golongan Ekonomi Menengah Golongan Ekonomi Sejahtera Jumlah Jumlah Siswa (orang) Kelas X Kelas XI Kelas XII Total Siswa (orang) G. LIDI SMA Halaman 8 dari 9 halaman .…………. Tahun ……………… Kepala Sekolah/Lembaga/Instansi stempel sekolah ……………………………….

I. LAMPIRAN GAMBAR/FOTO Apabila sekolah memerlukan rehabilitasi gedung. mohon melampirkan foto bagian/ruang sekolah yang mengalami kerusakan (boleh menambahkan lembar ini jika diperlukan): *Mohon diisi keterangan gambar/foto *Mohon diisi keterangan gambar/foto *Mohon diisi keterangan gambar/foto *Mohon diisi keterangan gambar/foto *Mohon diisi keterangan gambar/foto *Mohon diisi keterangan gambar/foto LIDI SMA Halaman 9 dari 9 halaman .

............................. Hp........................................... Provinsi : ...........net DATA POKOK PSMK 2012 NPSN Nama SMK : …………………… ID UN : ……………………..............................1 KURIKULUM YANG DIGUNAKAN Tk......................... Email : ................. (PNS Tetap: ................................ Status : *) Negeri / Swasta Form : 01 : ………………….............................. Website: http://www.................. Kurikulum diisi dengan Kurikulum 1999........ 5725466 Fax : 5725473........4 L P Total Siswa L+P TOTAL Keterangan : Rombel diisi dengan jumlah kelas per tingkat dan per kompetensi keahlian sesuai spektrum 2008 1 .......................................... 2004...........................................................................3 L P Tk...........Bhs Inggris: ..................... Sertifikasi ISO : *) 9001:2000 / 9001:2008 / proses sertifikasi / belum bersertifikat ............................ Kecamatan : ... 5725468-9..) Rata-rata Nilai UN Th Pelajaran 2011/2012 : Matematika : .......... 5725471-4........ Jenderal Sudirman.......... 2 L P Tk.............. Kepala Sekolah : Nama : ...........................Bhs Indonesia: ........................... KTSP DATA PSB DAN SISWA PER TINGKAT Pendaftaran Siswa Baru (PSB) Rombel Rombel SISWA Rombel Rombel Tk...RW : ... Kab/ Kota : ..... 5725049.............................................................. Rt : ............4 Keterangan : Akreditasi diisi dengan A.............ditpsmk..........Kode Pos : ………………………… Telepon: .......... Gedung E Lantai 12-13 Telp (021) 5725477 (hunting)......2 Tk.. Non PNS Tidak Tetap : .....................................MP Produktif : …........................................ tahun mendapat ISO ................................ NSS : ............................. No SK Pendirian : .PNS Tidak Tetap: .......Tgl SK : ........... B........................................................ Longitude *) Coret yang tidak perlu DATA AKREDITASI DAN PENERAPAN KURIKULUM SMK Akreditasi Kompetensi Keahlian Tahun diakreditasi Tk............... Website : ....: ....................... Senayan........... NIP.. Jakarta 10270.............…/……/…… Penandatangan SK : *) Bupati / Walikota / Kanwil / Dinas Pend / PBM : *) Pagi / Siang / Pagi & Siang Mendiknas/ Menhut / Mentan / Menkes Alamat : Jalan : ......... Fax : ...... ................. Desa : .............................. Koordinat Geografis : . C...... BLM (belum diakreditasi) ...3 Tk..KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH Jl... 575475.............. Jumlah Guru : Total ............... Latitude........................1 L P Kompetensi Keahlian Pendaftar L P Diterima L P Tk..........) (Non PNS Tetap: .................

2 .

2 P L Tk. 2 P L Tk. 3 Tk. 2 Tk.NAMA SMK : DATA SISWA MENGULANG DAN PUTUS SEKOLAH SISWA MENGULANG SISWA PUTUS SEKOLAH Tk.4 P TOTAL DATA SISWA MENURUT AGAMA DAN UMUR Agama JUMLAH SISWA Tk.1 Pra-sejahtera 1 (Miskin) Menengah & Sejahtera TOTAL SMP MTs Paket B TOTAL DATA PESERTA UJIAN DAN PENELUSURAN LULUSAN PESERTA UJIAN TP 2011/2012 PENELUSURAN LULUSAN TP 2010/2011 Bekerja Skor TOEIC > 400 DU/DI dan Instansi Pemerintah Kompetensi Keahlian Peserta UN L P L lulus P Bersertifikat Kompetensi Wira usaha Masa tunggu untuk bekerja (tahun) <1 thn >1 thn Lanjut ke PT Lainnya TOTAL NAMA SMK : 3 . 1 Tk. 4 Islam Protestan Katolik Hindu Budha Konghucu TOTAL ≤15 16 17 18 ≥19 TOTAL DATA EKONOMI ORANG TUA SISWA DAN ASAL SEKOLAH SISWA BARU Ekonomi Orang Tua Siswa JUMLAH SISWA Tk. 2 Tk. 2 Tk. 3 P L Tk.1 P L Tk.4 Sekolah Asal Pendaftar Jumlah Siswa Diterima Tk. 4 Umur JUMLAH SISWA Tk. 3 Tk.3 Tk.1 Tk. 3 Tk.1 P L Tk.4 P L P L Kompetensi Keahlian L Tk. 1 Tk.

Teknik Kendaraan Ringan . Produktif … … … … … … … … … … TOTAL 2 3 Keterangan : Untuk Mata Pelajaran Produktif diisi Jumlah Guru Produktif per Kompetensi Keahlian sesuai spektrum 2008 dan bukan sub kompetensi. GTT = Guru Tidak Tetap 4 . Contoh : Akuntansi. 2 3 4 5 6. GT = Guru Tetap. 7. Kepala tata usaha Tenaga teknis keuangan Tenaga perpustakaan Tenaga laboratorium Tenaga teknis praktek kejuruan Pesuruh/ Penjaga sekolah Tenaga administrasi lainnya TOTAL Keterangan : PT = Pegawai tetap. PTT = Pegawai Tidak Tetap PENDIDIK (GURU) No Nama Mata Pelajaran Total Guru GT Status Kepegawaian PNS GTT Pendidikan Dip S1/D4 S2 Non PNS GT GTT lulus Sertifi kasi profesi Usia <35 35-51 ≥51 Jenis Kelamin L P Kebutuhan Guru Ideal +/- 1 Normatif Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Protestan Pendidikan Agama Katolik Pendidikan Agama Hindu Pendidikan Agama Budha Pendidikan Agama Konghuchu Bahasa Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan & Sejarah Pendidikan Jasmani & Olah Raga Seni & Budaya BP/ BK Muatan Lokal Adaptif Matematika Bahasa Inggris KKPI IPA IPS Kewirausahaan Fisika Kimia Biologi Ekonomi Pelayanan Prima Bahasa asing …….TENAGA KEPENDIDIKAN Status Kepegawaian No Tenaga Kependidikan Total Pegawai PT Pendidikan SLT A Dip S1/D4 S2 <35 Usia 35-50 >51 Jenis Kelamin L P Kebutuhan Pegawai Ideal +/- PNS PTT PT NON PNS PTT 1.

Fisika Ruang Lab. R. 10. 16. Biologi Ruang Lab. 2. Komputer Ruang Lab. 7. 8. Ruang Ibadah Ruang Bersama (Aula) Ruang Kantin Sekolah Ruang Toilet Ruang Gudang Ruang Penjaga Sekolah Ruang Unit Produksi Asrama Siswa C 1. 7. 6. Praktek…. Praktek…. 13. 5. 3. Ruang Pembelajaran Umum Ruang Kelas Ruang Lab. Ruang Penunjang Ruang Kepala Sekolah & Wakil Ruang Guru Ruang Pelayanan Administrasi (TU) BP/BK Ruang OSIS Ruang Pramuka. Koperasi. Taman b. 5. R. Praktek…. 6. R. 4. B 1. Lahan praktek d. 11. UKS. 9. 15. Bahasa Ruang Lab. 9. 10. 8. 2. Praktek…. R. Praktek….NAMA SMK : PRASARANA SMK No Nama Ruang/Area Kerja Jumlah Ruang Luas Rata-rata (m2) Kondisi Saat Ini Total Jumlah Luas Baik (m2) Kebutuhan Ruang Jumlah Rusak Sedang Jumlah Rusak Berat Jumlah ruang Luas (m2) Total Luas (m2) A 1. Praktek…. 12. 3. Lain-lain Total Luas Lahan Seluruhnya NAMA SMK : Luas ( M2 ) Status Kepemilikan Lahan Pemerintah / Yayasan Lainnya (sebutkan) Keterangan Lahan 3 5 . STATUS LAHAN SMK No 1 2 Jenis Lahan Luas Lahan Bangunan Luas Lahan Tanpa Bangunan a. Kimia Ruang Lab. 14. Multimedia Ruang Praktek Gambar Teknik Ruang Perpustakaan Konvensional Ruang Perpustakaan Multimedia Ruang Khusus (Praktik) Ruang Praktek/Bengkel/Workshop R. 4. R. Lapangan Olah Raga c. R. Praktek….

3. 2... 3..) 1.000 Watt / >15......... 4... 5...000 Watt Voltase *)220volt/ 110 volt Phase *) 2 Phase/ 3 Phase Biaya Per Bulan .. PERABOT RUANG PEMBELAJARAN & BUKU TEKS PENUNJANG UJIAN NASIONAL DI PERPUSTAKAAN No Jenis Perabot Jumlah Yang ada Jumlah Kebutuhan Jumlah Kekurangan No Mata Pelajaran Jumlah Judul Jumlah Eksemplar yang ada Jumlah Kebutuh an Jumlah Ke kurangan 1 2 3 4 5 6.. 11. 2...... Provider *) Jardiknas / Telkom / Indosat / Telkomsel / Excelcomindo / Smart / Provider Lainnya Bandwidth (Mbps) ... 2.... 3..........) Jumlah dana seluruhnya (dlm ribuan Rp......... 9...... BANTUAN YANG PERNAH DITERIMA SMK 2 TAHUN TERAKHIR No 1.................. Meja Siswa Kursi Siswa Lemari Papan Tulis Meja Guru Kursi Guru Rak Buku perpustakaan Lemari alat & bahan Meja Persiapan Meja Kerja Kursi Kerja 1.... 4........ 10... TOTAL Nama Bantuan Tahun Nilai Dana Bantuan Sumber Dana Bantuan dari Pemerintah (Pusat/Propinsi/Kab/Kota) Nilai Dana Pendamping Sumber Dana Pendamping (Propinsi/kab/kota/ Komite/Yayasan) 6 ..200 Watt / 2. 7.. Metematika Bahasa Inggris Bahasa Indonesia Produktif ……… Produktif ……… Produktif ……… Produktif ……… Produktif ……… Produktif ……… Produktif ……… Produktif ……… PENERIMA BEASISWA SMK No Jenis Beasiswa Beasiswa Siswa Miskin Jenjang Pendidikan Menengah (SMK) / Bantuan khusus murid (BKM) Beasiswa Prestasi Beasiswa Program keahlian khusus Supersemar Lainnya TOTAL Jumlah Penerima Beasiswa L P Sumber Beasiswa Pusat/ Prov/ kab/ kota/ Swasta Dana/ bulan/ siswa (Ribuan Rp............. 4.INFRASTRUKTUR SMK Sumber Listrik *) PLN / Genset Diesel / Tenaga Surya / PLN & Diesel / Sumber lainnya/ Tidak Ada Listrik *) Coret yang tidak perlu Akses Internet *) VSAT / Listline / Wireline (Modem Mobile) / lainnya / tidak ada akses *) Coret yang tidak perlu Sumber Air Bersih *) PDAM / Sumur Bor / Sumur gali / Mata air / Air tadah hujan / Air permukaan / lainnya *) Coret yang tidak perlu Ketersediaan *) Memadai / tidak memadai Biaya Per Bulan ......200-5000 Watt / 5000-15.... Biaya Per Bulan .............. 8..... 5........ Daya Listrik *) <900 Watt / 900 -2.......

10. Alat Praktek Umum Ruang Lab. Ruang Praktek …………. 2. 2. 7. 4. 4. 9. 3. 8. Alat praktek kejuruan utama yaitu alat yang digunakan untuk menunjang pencapaian kompetensi minimal pada masing-masing kompetensi keahlian (diprioritaskan alat permesinan mekanik. 6. 10. 1. Ruang Praktek …………. 7. 4. 3. power tools. 3. 6. 9. 2. 7. 9. 8. 4. 7. 6. multimedia dan alat non handtools). B 1. 2. 7 . 5. 1.. 8. 5. 3. 8. 5. 9.. 10. 5. Komputer Komputer Laptop Komputer PC Komputer Server Router Switch Hub Access Point LCD Printer Alat Praktek Kejuruan Utama (standar minimal peralatan kejuruan) Ruang Praktek ………….NAMA SMK : SARANA PRAKTEK PENUNJANG PEMBELAJARAN No Nama Alat Praktek Kondisi Saat Ini Jumlah Jumlah Rusak Ringan/ Baik / Tidak Berfungsi Berfungsi 1 3 Kebutuhan Alat Jumlah Rusak Berat / Tidak Berfungsi 2 Jumlah Alat 8 Jumlah Alat 5 +/8-3= 5 A 1.. teknologi informasi komunikasi. 6.

.... 2......... MOU Masa berlaku Bentuk Kerjasama Kompetensi Keahlian terkait PEMBELAJARAN Penerapan Pembelajaran berbasis TIK / e-pembelajaran bagi siswa SMK (Proses belajar mengajar dan materi pelajaran disampaikan dengan menggunakan perangkat TIK) Sudah dilakukan menggunakan: *) modul Interaktif / power point / LCD / Jaringan LAN / Internet / Video on Demand / Penugasan lewat email / Ujian online. *) Coret yang tidak perlu ……. 4..... 6... Nama DU/DI & bidang usaha Alamat Lokasi (DN/LN) Tahun MOU No......NAMA SMK : KERJASAMA DENGAN DU / DI No 1. untuk sebanyak …….. 9.. 8. NIP........ ..... mata pelajaran Belum dilakukan Sudah dilakukan dengan menerapkan: *) Teaching industri / unit produksi / modal bergulir / grosir / retail / door to door Belum dilakukan Penerapan Pembelajaran membangun karakter bangsa Sudah dilakukan dengan menyelenggarakan co/ ekstra kurikuler: *) OSIS / pramuka / paskibra / PMR/ pencinta alam/ olah raga Belum dilakukan Penerapan Pembelajaran Kewirausahaan bagi siswa SMK Keterangan :  Beri Cek list.. 10... 7.. 3.. …………………………… 2012 Kepala Sekolah SMK……………………………….. Ttd ……………………………………………........ 8 . Diisi angka …….. 5.......

bagi SMK Negeri maupun Swasta yang belum memiliki NSS untuk sementara supaya dikosongkan Nama SMK : Nama Sekolah harus sesuai dengan SK Pendirian Sekolah dan dapat disesuaikan jika ada perubahan Nomenklatur/ penamaan Status : coret yang tidak perlu No SK Pendirian : Cukup jelas Penandatangan SK : Cukup jelas PBM : coret yang tidak perlu Alamat : Cukup jelas Desa/ Kelurahan : Cukup jelas Kecamatan : Cukup jelas Kabupaten : Cukup jelas Provinsi : Cukup jelas Kode Pos : Cukup jelas Telp : Isikan terlebih dahulu kode wilayah lalu nomor telepon sekolah contoh : 021-7655374 Fax : Isikan terlebih dahulu kode wilayah lalu nomor fax sekolah contoh : 021-7655374 Website : Cukup jelas Email : Cukup jelas Kepsek : Cukup jelas Sertifikat ISO : coret yang tidak perlu. Data Identitas SMK :  NPSN                     : Nomor Pokok Sekolah Nasional dapat diperoleh di alamat website www. 4. Apabila format data pokok ini telah diisi dan telah ditandatangani Kepala Sekolah dan dibubuhi cap/stempel sekolah. Data Siswa Menurut agama pertingkat : Cukup jelas 10. maka Kepala SMK: a. Data Siswa Mengulang dan Putus Sekolah per tingkat : Cukup jelas 9. 2. mengirimkan ke dinas pendidikan provinsi seksi yang menangani SMK sebagai persyaratan untuk menerima bantuan BOMM (2 rangkap : 1 untuk administrasi BOMM dan 1 untuk tim pendataan SMK tingkat provinsi) b. Data Siswa Menurut Umur pertingkat : Cukup jelas 11. masing-masing SMK meng-update data pokok dan hasilnya dikirimkan ke Pusat TIK SMK setempat yang telah ditetapkan. Data Ekonomi Orang Tua Siswa pertingkat : yang tergolong orang tua siswa prasejahtera 1 (miskin) apabila orang tua siswa tersebut tidak mampu membayar SPP putranya atau sering menunggak SPP dibuktikan dengan Surat keterangan tidak mampu dari RT/RW setempat 9 . Format Data Pokok PSMK ini wajib diisi oleh SMK Negeri dan Swasta Obyektivitas hasil isian format data pokok ini merupakan tanggung jawab Kepala Sekolah.diknas. Data Kurikulum pertingkat : Isikan kurikulum yang diterapkan di sekolah untuk setiap kompetensi keahlian (1999/ 2004/ KTSP) 5. selambat-lambatnya tanggal 31 Agustus 2012 untuk diolah menjadi data SMK tingkat kabupaten/kota yang akan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota. 3. Data Kompetensi Keahlian : diisikan kompetensi keahlian yang dibuka sekolah sesuai Spektrum 2008. Siswa SMK per Tingkat : Cukup jelas 7. Data Rombel per tingkat : Cukup jelas 8. Data PSB (Pendaftar dan diterima) : Cukup jelas 6. Kepala Sekolah harus memeriksa kebenaran isinya. oleh karena itu sebelum menandatangani dan membubuhkan cap/stempel sekolah. Akreditasi per kompetensi keahlian : diisikan akreditasi yang terbaru yaitu A/B/C/TT/ Belum dan isikan keterangan tahun mendapatkan akreditasi 4. dan isikan tahun mendapatkan ISO Koordinat Geografis : Koordinat Lotitude/Lintang dan Longitude/Bujur yang merupakan data posisi sekolah di muka bumi dengan system koordinat WGS 84 dan data koordinat dapat diperoleh menggunakan alat Receiver GPS 2. Petunjuk Khusus 1.PETUNJUK PENGISIAN FORMAT DATA POKOK PEMBINAAN SMK (PSMK) TAHUN 2012 Petunjuk Umum 1.npsn. yang masih menggunakan Spektrum 1999 & 2004 agar dikonversi ke Spektrum 2008 sesuai Keputusan Dirjen Mandikdasmen Nomor : 251/C/KEP/MN/2008 tentang Spektrum keahlian kejuruan. 3.go. menyimpan sebagai arsip di sekolah setelah PSB tahun pelajaran 2012/2013.id ID UN : Nomor ID Sekolah yang digunakan untuk Pelaksanaan UN NSS : identitas sekolah.

Beasiswa SMK : Cukup jelas Bantuan yang Pernah diterima SMK 2 tahun terakhir :Bantuan dari dana APBD Provinsi/kabupaten/kota. multimedia dan alat non handtools). 27. 16. ditambah 4 eksemplar/mata pelajaran/sekolah). power tools. 15. langit-langit. Rusak Sedang (RS) apabila tingkat kerusakan mencapai 30%-45% dan kerusakan pada sebagian komponen non struktural dan atau komponen struktural. Kebutuhan guru diisikan guru yang diperlukan untuk mata pelajaran. Akses Internet. penutup lantai dan dinding pengisi . Untuk Mata Pelajaran Produktif diisi Jumlah Guru Produktif per Kompetensi Keahlian sesuai spektrum 2008 dan bukan sub kompetensi. Guru Tetap (GT) yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran hanya dimasukkan dalam satu mata pelajaran utama yang diajarkan (jam mengajar paling banyak). bukan kekurangan guru mata pelajaran. Total Pendidik (Guru ) keseluruhan terlepas dari matapelajaran (total tenaga pendidik PNS+NON = Tetap+tidak tetap): untuk mengetahui jumlah keseluruhan guru yang ada di SMK tersebut dan untuk meminimalkan perhitungan ganda. Rusak Berat (RB) bila tingkat kerusakan mencapai 46%-65% dan kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan. teknologi informasi komunikasi. Data Asal Sekolah Siswa Baru : Cukup jelas Data Peserta Ujian : Sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP (lulus ujian produktif). 18. maka untuk pelajaran matematika diisikan 1 orang guru. 17. Status Lahan : keterangan lahan diisikan dengan keterangan kepemilikan seperti sewa. 21. Rata-rata hasil ujian nasional : diisi perolehan nilai rata-rata sekolah per mata ujian nasional Data Penelusuran Lulusan : Data lulusan diisikan berdasarkan hasil penelusuran terhadap lulusan SMK tahun pelajaran sebelumnya Data Tenaga Kependidikan : Cukup jelas Data Pendidik per mata pelajaran Normatif. 28. 29. 24. harus mengetahui katagori APBD peningkatan Akses atau APBD peningkatan mutu atau APBD penguatan tata kelola Kerjasama dengan DU/ DI : Cukup jelas Data Penerapan Pembelajaran berbasis TIK : Cukup jelas Data Penerapan Pembelajaran Kewirausahaan : Cukup jelas Data Penerapan Pembelajaran membangun karakter bangsa : Cukup jelas 10 . Agar dapat memberikan info kondisi guru yang sebenarnya di SMK anda khususnya guru produktif yang selama ini dirasakan terjadi kekurangan di banyak SMK. dll Infrastruktur SMK Sumber Listrik. 22. belum bersertifikat. 13. baik struktural maupun non struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.12. Kondisi setiap Prasarana dikatakan Rusak Ringan (RR) apabila tingkat kerusahan < 30% dan kerusakan pada komponen non struktural seperti atap. sedangkan guru TKJ diisikan kosong dan kebutuhan ideal diisikan 1 orang guru TKJ sehingga kekurangan guru TKJ terisi 1 orang. 14. Untuk kebutuhan diisikan jumlah kebutuhan ideal bukan kekurangan ruang. 20. 23. maka untuk contoh kasus : seorang guru matematika yang juga mengajar teknik komputer jaringan (TKJ). 25. tanah adat. luas rata-rata dan luas seluruhnya. Produktif : diisikan jumlah guru yang bertugas utama mengajar setiap mata pelajaran. 19. Sumber air bersih : Cukup jelas Perabot : diisikan jumlah perabot yang ada dari seluruh ruang pembelajaran dan jumlah kebutuhan ideal standar pemenuhan perabot SMK guna diketahui persentase pemenuhan perabot Buku Teks Penunjang Ujian Nasional di Perpustakaan : diisikan jumlah judul dan eksemplar buku teks di Perpustakaan yang menunjang Persiapan Ujian Nasional serta jumlah kebutuhan ideal sesuai standar pemenuhan buku pelajaran di perpustakaan (1 eksemplar/peserta mata pelajaran bersangkutan. Sarana Praktek Penunjang Pembelajaran : diisikan ketersediaan sebagian peralatan pembelajaran umum yang digunakan di Ruang Pembelajaran. 30. Adaptif. dan Alat praktek kejuruan utama yang digunakan untuk menunjang pencapaian kompetensi minimal pada masing-masing kompetensi keahlian (diprioritaskan alat permesinan mekanik. misalnya jumlah ruang teori/kelas sebanyak 5 dan rata-rata luas ruangan 56 m2. maka luas keseluruhan ruang teori/kelas adalah 5 x 56 m2 = 280 m2. Data Prasarana : Diisi dengan jumlah ruang. 26.

( __________________) . kecamatan. 2012 Kepala Sekolah.LAMPIRAN SK KEPALA SEKOLAH tentang Penetapan Siswa SMA Calon Yang Dibebaskan dan/atau Dibantu Biaya Sekolahnya Program Rintisan BOS SM Nomor SK:………………………. desa/kelurahan. Nama Sekolah Status Sekolah (N/S) Jumlah Siswa Jumlah Dana R-BOS Jumlah Siswa dibebaskan Jumlah Siswa dibantu Kecamatan Kabupaten/Kota Propinsi : : : : : : : : : _______________________________ _______________________________ _______________________________ _______________________________ _______________________________ _______________________________ _______________________________ _______________________________ _______________________________ Alamat Rumah Lengkap (mencakup: nama jalan. kode pos) Jarak Rumah ke Sekolah (Km) Besar Iuran per Bulan (Rp) Transportasi Siswa ke Sekolah* A B C D Pekerjaan Orang Tua** A B C D Lampiran 2 diisi oleh Sekolah dikirim ke Dinas Pendidikan Propinsi sebagai Laporan No Nama Siswa Nomor Induk Siswa Jenis Kelamin (L/P) Kelas (X/XI/XII) Nama Orang Tua/Wali Jenis Penggunaan Dana R-BOS SMA Dibebaskan (Free Waive) Dibantu (Discount fee) Jumlah Alokasi Dana per Siswa (Rp) Keterangan: Beri tanda ceklist () *Transportasi Siswa ke Sekolah: A : Berjalan kaki B : Sepeda C : Kendaraan Umum D : Sepeda Motor pribadi **Pekerjaan Orang Tua: A : Petani/Nelayan/Buruh B : Pedagang/UKM/Wiraswasta C : Guru/PNS/TNI/Polri D : Karyawan Swasta ______________.

__________________ NO PENGGUNAAN/PEMBELANJAAN (EXPENDITURE) JUMLAH DANA (Rp) Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara (__________________) (_______________) (_______________) .LAMPIRAN 3 Disusun Oleh Sekolah CONTOH LAPORAN PENGGUNAAN DANA PROGRAM RINTISAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH MENENGAH (BOS SM) PERIODE _____________ s/d ________________ 2012 JUMLAH SISWA: ______________________ SISWA JUMLAH DANA PROGRAM RINTISAN BOS SM: Rp.

LAMPIRAN 4 Disusun Oleh Dinas Pendidikan Propinsi REKAP DATA SISWA Rekap Data Identitas Siswa Miksin Yang Dibebaskan dan/atau Dibantu Biaya Sekolahnya Per Kab/Kota Per Sekolah Program Rintisan BOS SM Propinsi Jumlah Siswa Propinsi Jumlah Dana R-BOS Jumlah Siswa dibebaskan Jumlah Siswa dibantu : : : : : _______________________________ _______________________________ _______________________________ _______________________________ _______________________________ Alamat Rumah Lengkap (mencakup: nama jalan. 2012 Kepala Dinas. kode pos) Transportasi Siswa ke Sekolah* Pekerjaan Orang Tua** Jenis Penggunaan Dana R-BOS SMA No Kab/Kota SMA Nama Siswa Nomor Induk Siswa Jenis Kelamin (L/P) Kelas (X/XI/ XII) Nama Orang Tua/W ali Jarak Rumah ke Sekolah (Km) Besar Iuran per Bulan (Rp) A B C D A B C D Dibebaskan Dibantu Jumlah Alokasi Dana per Siswa (Rp) Keterangan: Beri tanda ceklist () *Transportasi Siswa ke Sekolah: A : Berjalan kaki B : Sepeda C : Kendaraan Umum D : Sepeda Motor pribadi **Pekerjaan Orang Tua: A : Petani/Nelayan/Buruh B : Pedagang/UKM/Wiraswasta C : Guru/PNS/TNI/Polri D : Karyawan Swasta ______________. desa/keluraha n. ( __________________ ) . kecamatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful