P. 1
08E00053.doc

08E00053.doc

|Views: 60|Likes:
Dipublikasikan oleh heri_cta
analisis rujukan
analisis rujukan

More info:

Categories:Types, Research
Published by: heri_cta on Apr 01, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2013

pdf

text

original

ANALISIS PELAKSANAAN RUJUKAN RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA PESERTA WAJIB PT.

ASKES PADA PUSKESMAS MIBO, PUSKESMAS BATOH DAN PUSKESMAS BAITURAHMAN DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2007

PROGRAM MAGISTER ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada..., 2007 USU e-Repository © 2008

Judul Tesis

: Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes pada Tiga Puskesmas di Kota Banda Aceh Tahun 2007. : Zuhrawardi : 0170120023 : Administrasi Kebijakan Kesehatan

Nama Mahasiswa Nomor Induk Mahasiswa Program Studi

Dr. Ju

M.Kes

Ketua Program Studi

Direktur SPs USU

Dr. Drs. Surya Utama, MS Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B., M.Sc

Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada..., 2007 USU e-Repository © 2008

KATA MUTIARA Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain, dan kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Q.S. Alam Nasyrah, ayat 6-8) Ibu ……………… Ayah ……………. ni untuk keber ah lama untuk

Denga Kuper Ibund Kamariah, vi Rosita ng telah Dan motivasi dalam menyelesaikan penulisan Tesis ini Wassalam, ulia,

Zuhrawardi

Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada..., 2007 USU e-Repository © 2008

2007 USU e-Repository © 2008 . peserta wajib Askes yang mendapat rujukan rawat jalan tingkat pertama pada tahun 2006 dari ketiga Puskesmas yang dirujuk adalah 25%30% dari total jumlah peserta wajib Askes yang berkunjung ke tiga Puskesmas tersebut..ABSTRAK ANALISIS PELAKSANAAN RUJUKAN RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA PESERTA WAJIB PT. status sistem pelayanan yang mengintegrasikan pembiayaan dan pemberian pelayanan yang dibutu rja dengan pelaksa imana yang telah d iangkat pada penelit puskesmaspuskes arkan masih tinggin enyebabkan bertam adalah Situati yang t orang d Puskes Askes eskriptif ini pendekatan ah 12 orang mewakili 3 3 orang staf orang pasien okter telah menge an tingginya rujuka pat menolak jika pa ak didukung oleh in at jalan atas inisiatif mereka sendiri tanpa adanya indikasi medis tersebut memiliki latar belakang pendidikan mulai dari SMA ke atas. Jika mereka dirujuk mereka memiliki kesempatan untuk mendapat pelayanan kesehatan dari dokter Spesialis di Rumah Sakit. Peserta Wajib Askes Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Rujukan Rawat Jalan Tingkat I. Askes Pada. Alasan pasien meminta rujukan tersebut pada umumnya adalah karena obat-obat yang diberikan pihak Puskesmas tidak bervariasi walaupun mereka menderita penyakit yang berbeda-beda... Secara umum. Kata kunci : Analisis. ASKES PADA TIGA PUSKESMAS DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2007 Pengelolaan program pemeliharaan kesehatan di Indonesia telah mengarah kepada penerapan konsep manager care.

In general. the patients who Askes for the out-patient referral without any medical indication on their own initiatives have a high-school or university educational background. 2007 USU e-Repository © 2008 . They asked for the referral because the medicine given by the community health centers remains the same although they suffer from different diseases.ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF FIRST CLASS OUTPATIENT REFERRAL GIVEN TO THE OBLIGATORY MEMBERS OF PT. the obligatory members of Askes who got the first class out-patient referral in 2006 from the three community health centers were 25%-30% of the total number of the obligatory members of Askes who visited the community health centers. Askes Pada. Key words : Analysis. If the out-patient referral they asked is granted they will have a chance to get the health service from the specialist doctor serving in the hospital. BATOH AND BAITURRAHMAN IN BANDA ACEH IN 2007 ABSTRACT The management of health care program in Indonesia has headed to the ap rvice which integra bers through the ele ice provider (health . This study looks a ealth centers in Ban l out-patient referra ’ Obligatory Membe method partici Branch Heads Center with th tive research ) informants Banda Aceh capacities as unity Health skes patients d the system of capi community health ents insist to have a the medical indication.... Askes’ Obligatory Members Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. ASKES AT THE COMMUNITY HEALTH CENTERS OF MIBO. Naturally. First Class Out-Patients Referral.

Bapak Zulkarnaen. peneliti menya terlepa sukarel penyel penelit kasih d telah ucapan 1.. Ibu 4. khususnya Program Studi AKK. Seluruh dosen Sekolah Pascasarjana.. Pembimbing r SPs USU. Askes pada Tiga Puskesmas Kota Banda Aceh Tahun 2007” .. SKM. sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan Tesis yang berjudul “Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada.Kes. 6. 2007 . Ba / Penguji. 7.. g / Penguji. atas rahmat dan hidayah-Nya. Ba SP 3. yang telah diberikannya kepada peneliti.KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT. 5. M. sehingga penelitian ini dapat mencapai tujuan yang diharapkan. yang telah memberikan ilmu dan bimbingannya selama saya mengikuti pendidikan. Para informan yang telah memberikan semua informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. agister AKK sis ini tidak elah dengan bantu dalam lubuk hati rasa terima pihak yang diantaranya Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. selaku Anggota Komisi Pembimbing / Penguji. Ibu 2. ini. ini dengan lancar.

USU e-Repository © 2008 .

2007 USU e-Repository © 2008 . Rekan-rekan mahasiswa sekalian. Seluruh staf Program Magister AKK yang telah banyak membantu saya selama mengikuti pendidikan di Program Pasca Sarjana ini. Rasa terima kasih yang tidak terhingga juga saya sampaikan kepada keluarga saya yang tercinta.. 9.. khususnya bagi isteri dan anak-anak tercinta yang selama ini tidak lelah-lelahnya memberikan semangat dan motivasi kepada saya. Askes Pada. khususnya mahasiswa pada Program Pascasarjana Prodi AKK. 10..8. yang telah begitu banyak memberikan motivasi ba ber wa Tesis ini masih sangat penelit ian ini dapat berman membangun aporan hasil emua dapat Juni 2007 nulis Zuhrawardi Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. sehingga saya dapat menyelesaikan tesis ini.

. Po 8. Ak 10. Staf SPK Depkes RI Banda Aceh. tahun 1996 s/d 2003 3.DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Tempat / Tanggal Lahir Agama Alamat : Zuhrawardi : Banda Aceh.. tahun 1981 s/d 1996 2. Se 3. Sa 9. hun 1989 hun 1990 h. 19 Juli 1959 : Islam : Desa Ilie. kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh RIWA 1. Kepala SPK Pemda Kota Sabang. Se 5. Dosen Akper Depkes RI.sekarang : Medan.. Se 2. NAD. Ak 7. Pudir Poltekes Prov. 1980 1984 72 Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Pascasarjana USU RIWAYAT PEKERJAAN 1. Sa 11. tahun 2006 . Tahun 2007 . tahun 2003 s/d 2006 4. Askes Pada. 2007 USU e-Repository © 2008 . S P 4. S 6. Banda Aceh.

2007 USU e-Repository © 2008 . Askes Pada. ASKES PADA TIGA PUSKESMAS DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2007 Denga lain y Pergur atau p yang s pustak karya orang an di suatu rdapat karya lain.. kecuali alam daftar Juni 2007 nulis Zuhrawardi Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.PERNYATAAN ANALISIS PELAKSANAAN RUJUKAN RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA PESERTA WAJIB PT...

...............36 20 2........................................................................................x DAFTAR ISI ............................................................................................................................................22 2...............xi DAFT... Pengetahuan ..........................31 2.................................................... 2............ 2007 USU e-Repository © 2008 ........ 29 2...............................27 2.... xii DAFT............ vi ABSTRACT .......................... Askes Pada.........18 2.............9....................................................................................................................................................................... xiv DAFT..................................20 Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.....6.. Puskesmas .........4..............................viii DAFTAR RIWAYAT HIDUP ........................................................................................... Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan Sistem Rujukan .....................10.............................................................7...................................................................................................5......................................................... Fungsi Gatekeeper dalam Asuransi Kesehatan di Indonesia ..............vii KATA PENGANTAR ........... Persepsi.............................. xv BAB 1 6 7 8 8 9 BAB 11 12 sehatan di Indonesia....... Kapitasi Total dalam Asuransi Kesehatan........................DAFTAR ISI Hal ABSTRAK ...................................................... Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan rujukan pelayanan kesehatan ....8.......

.....39 3............... Rancangan Penelitian .....3........................... Instrumen Penelitian .................. Tempat dan Waktu ... Definisi Operasional Variabel dan cara Pengukurannya ............................ 2007 USU e-Repository © 2008 .......... Kerangka Konsep Penelitian ..42 3...5.......................................39 3.....6............... Metode Pengumpulan Data .............................45 45 BAB I 47 75 BAB 81 84 DAFT Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT........... 43 3........................................................4.....45 3......................... Informan Penelitian.........45 3....................BAB III METODE PENELITIAN 3..2...........1......... Askes Pada.........7......................

DAFTAR TABEL Hal Tabel 4. 2007 USU e-Repository © 2008 .1.. Askes Pada. 79 Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Perkiraan Persentase Pasien Askes yang Meminta Rujukan .....

.......... Peranan Bersama Puskesmas dan Rumah Sakit........22 Gamba............................11 Gambar 2.................................................DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 2............................... 2007 USU e-Repository © 2008 ........2........1................................42 Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT................ Askes Pada........................................................23 Gamba..................................... Hubungan Fungsional Komponen-komponen Pokok dalam Sistem Pelayanan Kesehatan dengan Asuransi .....

Permohonan Menjadi Informan Lampiran 2.. Askes Pada. Panduan Wawancara dengan Kepala Puskesmas / Dokter di Lampir Lampir ndapat Surat bidin Banda Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Panduan Wawancara dengan Ka..DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.. Kantor Askes Cabang Banda Aceh Lampiran 4. 2007 USU e-Repository © 2008 . Persetujuan Calon Informan Menjadi Informan Penelitian Lampiran 3.

Askes Pada. Hal se tahun setiap keseha insan Indone di Indonesia telah dilaksa Jamina eperti yang nyelenggara gan program tion (WHO) takan bahwa memelihara n hak setiap kesehatan di pemeliharaan kesehatan yang berbasis konsep managed care belum begitu menggembirakan.. Latar Belakang Prinsip dasar pembangunan kesehatan di Indonesia dirumuskan berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945. meskipun telah dimuat dalam Undang-Undang No. 2007 USU e-Repository © 2008 .1. Hal ini akan mengakibatkan biaya pelayanan kesehatan yang sulit dikendalikan dan terbukanya inefisiensi pelayanan kesehatan yang sangat lebar.BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1997) Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 23 tahun 1992 tentang kesehatan. law enforcement yang belum optimal.. Kebijakan tentang sistem asuransi kesehatan di Indonesia masih bersifat pluralistik serta cenderung ke arah sistem bebas. yaitu pasal 28 yang menyatakan bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga negara. (Mukti..

Askes. Badan ini ditetapkan berdasarkan PP No. Askes adalah PT. As yaitu pelaya mulai anggar kedala tahun 1980 erasionalnya. Askes Kantor Pusat berkedudukan di Jakarta. Askes pada beberapa tahun terakhir ini selalu berada di atas 80%. PT. pensiunan. Askes Pada. Di beberapa ibukota propinsi PT. 1997) Pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta atau claim ratio kepesertaan wajib PT.. Askes mempunyai kantor regional. sedang Kantor ditemp PT.. (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia. (Sulastomo. Keadaan ini akan menyulitkan PT. 69 Tahun 1991. tara sistem tahun 1992.Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola program jaminan pemeliharaan kesehatan pegawai negeri. aitu dimana integrasikan h jiwa yang II) terdapat antor cabang terdaftar di suatu wilayah tertentu dan memperlakukan sistem reward bagi pengolahan program yang efektif.. untuk itu perlu diupayakan pengendalian pelayanan dan pengendalian biaya oleh Pemberi Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 . veteran dan perintis kemerdekaan beserta anggota keluarganya dan peserta lainnya adalah PT.

2001) PT. . 2004) Berdasarkan laporan yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh tahun 2004. As sistem yaitu K a tahun 1992 s total dalam ada saat ini. Askes dengan Puskesmas dan PT. (PT. (Mukti. dari jumlah Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Kantor Cabang Banda Aceh merupakan salah satu kantor cabang yang ada di Kantor Propinsi Regional Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).. Askes Prov NAD. terutama upaya menekan rasio rujukan rawat jalan tingkat pertama yang dilaskukan oleh dokter di Puskesmas.Pelayanan Kesehatan (PPK).. diketahui bahwa rasio rujukan rawat jalan tingkat pertama peserta wajib PT. Askes di Kota Banda Aceh adalah 20.. 2007 USU e-Repository © 2008 . Wilayah kerja kantor cabang Banda Aceh meliputi : kota Banda PT. Sementara itu kapitasi total alternatif III adalah kerjasama terpisah yang dimiliki antara PT. 2004) alternatif I yaitu keseha ini dit Kotam perana biaya a pelayanan l alternatif I am wilayah memberikan ngendalikan g diberikan.5%. et all. Askes Pada. Askes dengan Rumah Sakit.

rujukan 2. yaitu : Puskesmas Kuta Alam dengan jumlah kunjungan 18. maka ehatan pada gan jumlah jukan 2.561 orang (rasio rujukan 39. sehingga menyebabkan PT.040 kunjungan..222 orang. (PT. H jalan ti pada p akibatn eper dengan jukan rawat n berdampak jutan. dimana disebutkan bahwa PPK dapat menanggung resiko keuangan bila tidak melakukan pelayanan kesehatan secara tepat. yaitu : 85.198 h kunjungan Askes Prov fasilitas pelayanan. Puskesmas Syiah Kuala dengan jumlah kunjungan 10.939 orang.706 NAD. Puskesmas Baiturrahman dengan jumlah kunjungan 15.5%. maka tidak adanya insentif yang diberikan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. rujukan 7. Askes dengan PPK.kunjungan peserta Askes seluruhnya. Askes Pada. Askes tidak dapat memberikan insentif kepada PPK karena adanya pembagian rasio antara PT. Data ini diperoleh dari 6 Puskesmas yang berada di wilayah Kota Banda Aceh pada tahun 2004. 2004) Berdasarkan sistem kapasitas total alternative I.. Askes Prov NAD.. rujuka kunjun orang ( 4.919 orang. 2007 USU e-Repository © 2008 . ada di kota Banda baik.314 orang (rasio rujukan 14.9%).

dalam Kota Banda Aceh ke Rumah Sakit Umum Dr. Askes cabang Banda Aceh harus mengeluarkan dana yang besar dalam membayar claim ratio nya. sehingga dampaknya akan membu (Depke cenderungan terjadi keseha yang d yang s cukup PT. Askes Prov NAD.. Askes Pada.. menyebabkan PT. As berpera rujuka cuali sektor an keuangan klaim rasio h PT. Askes kepada PPK akan membuat para dokter di Puskesmas akan merasa tidak mendapatkan apa-apa (reward) dalam melayani pasien wajib PT.. (PT. Kinerja yang rendah akan menyebabkan ketidakpuasan pasien dalam mendapat pelayanan kesehatan. 2007 USU e-Repository © 2008 . sehingga dapat menyebabkan kinerja para dokter menjadi rendah.oleh PT. 2004) Untuk dapat mengetahui dengan baik penyebab dari tingginya rasio rujukan rawat jalan tingkat I di Kotamadya Banda Aceh. maka dilakukan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Keadaan ini dapat mempengaruhi sikap dan prilaku dokter dalam memberikan pelayanan. Askes. Zainoel Abidin atau Rumah Sakit Fakinah. Askes ebangkrutan a Puskesmas gginya rasio i Puskesmas ebih tinggi.

Jika penyebabnya telah diketahui dengan jelas maka dapat dicari solusi yang tepat guna menurunkan rasio rawat jalan tingkat pertama ini. 1... guna meluruskan persepsi yang terlanjur melekat di masyarakat tersebut. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes Pada. Hasil dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat dijadikan salah satu acuan dalam mencari solusi pemecahan masalah terhadap tingginya rasio rujukan ini.penelitian ini yang bertujuan menggali penyebab dari tingginya angka rujukan tersebut. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Perumusan Masalah Kota Banda Aceh a pelaya tingkat Banda rujuk lainnya Puskes fasilita banyak tinggin akat tentang sepsi bahwa gal di Kota ang harus di ut.2.. Persepsi diberikan di dalah bahwa ngga pasien enarnya dari ka haruslah diketahui penyebabnya. khususnya yang berhubungan tentang pelayanan kesehatan bagi peserta wajib Askes.

2007 USU e-Repository © 2008 .. Landasan Teori 1. 3) Melakukan kunjungan ke rumah.1.3.1. Askes Pada. P urna dengan c la d k kan melalui b . Askes di Puskesmas dalam Kota Banda Aceh Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes dengan harapan peserta Askes akan memperoleh pelayanan kesehatan secara efisien dan efektif sesuai kebutuhan medisnya. Dokter Puskesmas diberi wewenang membuat s le 1.. telah diterapkan oleh PT..3. 2001) leaflet atau petunjuk kepada pasien. 4) Menelepon peserta asuransi kesehatan untuk datang ke tempat praktek guna memeriksa ulang. Sistem Pelayanan Kesehatan dengan Pola Rujukan Berjenjang Sistem pelayanan kesehatan dengan pola rujukan berjenjang. periksa laboratorium. 2) Memberi lui langkahdeteksi dini mulihan dan penanganan .2.3. dan 5) Melakukan deteksi dini berupa uji penyaringan masal dengan mempertimbangkan biaya dan tenaga yang tersedia. Berdasarkan analisa pelaksanaan rujukan rawat jalan tingkat pertama peserta wajib PT. menjelaskan apa yang sebaiknya dilakukan.

4.2. Askes Pada.4. Tujuan Penelitian 1.5.1.4.3. persepsi resiko keuangan.ke BPK RSU Dr. 2007 USU e-Repository © 2008 . Tujuan Umum Untuk menganalisa pelaksanaan rujukan pada pelayanan rawat jalan tingkat pertama peserta wajib PT. Zainoel Abidin atau ke Rumah Sakit lainnya di Kota Banda Aceh. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.1. enyakit dan alan tingkat Kota Banda 1. Bagaimanakah pemahaman dokter yang bertugas di Puskesmas tentang kapitasi.5. dan Puskesmas Batoh yang berada pada wilayah Kota Banda Aceh. Pertanyaan Penelitian 1.4. indikasi kebutuhan medis dan non alan tingkat 1.. maka perlu diteliti penyebabnya sehingga didapatkan solusi guna memecahkan persoalan ini. ehatan yang tan). 1. terkait eserta wajib 1. Askes di Puskesmas Baiturrahman... Puskesmas Mibo.

1. penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para dokter di Puskesmas guna melakukan upaya dalam mengambil langkah-langkah guna mengendalikan rasio rujukan rawat jalan tingkat I bagi peserta wajib PT. persepsi resiko keuangan. Puskesmas Batoh dan Puskesmas Baiturrahman dalam memahami kapitasi. Askes Pada. M 1.6.2.1. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 .2.. Askes di Puskesmas masing-masing. Askes.6. asukan bagi najerial PT.6. Menganalisa peran dokter Puskesmas Mibo.1. indikasi kebutuhan medis dan non medis dalam pelaksanaan rujukan pada pelayanan rawat jalan tingkat pertama peserta wajib PT. Bagi Puskesmas sebagai pemberi pelayanan kesehatan.5. Tujuan Khusus a. si kegiatan pelayanan serta dalam mengoptimalkan kualitas pelayanan bagi peserta Askes... ketersediaan rawat jalan jukan rawat at dari jenis 1.

Askes Pada. 2007 USU e-Repository © 2008 ..3..6. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peneliti dalam mengadakan research ilmiah dan meningkatkan pemahaman peneliti tentang manajemen sistem Askes di Indonesia umumnya dan Propinsi NAD khususnya..1.

2007 USU e-Repository © 2008 . Askes Pada. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Sistem Pelayanan Kesehatan dengan Asuransi Menurut seorang pakar Asuransi Kesehatan Indonesia. Murti (2000) mengatakan bahwa sistem pelayanan kesehatan dengan asuransi umumnya menca 2) Per keseha masyarakat.1 sebagai berikut : a.. Hubungan fungsional komponen-komponen dalam sistem pelayanan kesehatan dengan Asuransi Keempat komponen tersebut memperlihatkan empat jenis hubungan fungsional seperti disajikan pada gambar 2. i pelayanan ri an Gambar 2.. Penggalangan dana perorangan ataupun masyarakat oleh penyelenggara asuransi.1..1.

2007 USU e-Repository © 2008 . 1996) Pembayaran premi per orang per bulan sudah ditentukan sebelumnyas berdasarkan kapitasi. adanya pengendalian utilisasi dan mutu.. Pengaturan sistem pelayanan kesehatan dengan asuransi oleh pemerintah The Health Insurance Association of Amerika (HIAA) tahun 2000 menyebutkan bahwa cara asuransi bekerja adalah menyebarkan resiko kepada sejumlah peserta.2. adanya insentif financial bagi pasien untuk memanfaatkan pelaksanaan dan fasilitas yang ditunjuk serta adanya resiko keuangan dan berbagai keuntungan bagi dokter Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.b. Pemberian pelayanan kesehatan dan medis oleh pemberi kesehatan d. Askes Pada.. (Blador. Pembiayaan kesehatan oleh penyelenggara asuransi c. dan pelaksanaan pelayanan kesehatan dengan sistem pembayaran prospektif. Peserta membayar sejumlah uang kepada perusahaan asuran melalu kerugia dikumpulkan ebagian dari 2.. Ma dalah suatu pemeli diberi bermut sistem keseha ayanan yang ayanan yang bagai suatu n pelayanan rumah sakit preventif kepada populasi peserta.

. Askes (2000) mendefinisikan Managed Care sebagai suatu pendekatan yang memadukan / integrasi antara sistem pelayanan dan pembiayaan dalam memberikan pelayanan yang bersifat komprehensif disertai pemilihan / seleksi pemberi pelayanan dan pembentukan jaringan pelayanan. Pelaksanaan pelayanan berdasarkan prinsip rujukan berjenjang.. an kesehatan nya. 2007 USU e-Repository © 2008 . pengendalian mutu dan utilisasi pelayanan. pengendalian dan mutu pelayanan telah tertuang dalam kontrak yang dilaksanakan oleh dokter dan rumah sakit. Askes Pada..atau rumah sakit yang kemungkinan ditanggung bersama dengan pengelola dana. adanya gram formal njaga pasien serta adanya n pelayanan tau kontrak n kesehatan an kesehatan pesertanya. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Managed Care merupakan sistem pelayanan yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang mengintegrasikan pembiayaan dan pemberian pelayanan yang dibutuhkan kepada peserta melalui elemen-elemen sebagai berikut untuk standar untuk untuk insenti keseha yang d dengan lainnya (HIAA PT.

. Askes Pada. 2007 USU e-Repository © 2008 .. Perjanjian menanggung resiko bersama dan gaji yang berlandaskan pemanfaatan (utilization) dan produktifitas Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. HMO berkembang dengan mengutamakan strategi control biaya utilisasi yang ketat. 2000).Kehadiran Health Maintenance Organization (HMO) ternyata menimbulkan fenomena yang menarik. Kompensasi meliputi hal-hal seperti menanggung resiko (risk sharing) dan insentif yang akhirnya mempengaruhi perilaku penyelenggara pelayanan kesehatan (provider) tentu saja. pelayanan kesehatan ambulatoar serta adanya insentif financial untuk menghemat biaya pelayanan kesehatan pada para dokter (Sulastomo. Biaya pelaksanaan kesehatan ternyata dapat diterima dalam jumlah yang luar biasa melalui penurunan perawatan RS. utilizat bagi pa g mencakup tif (reward) ) kan terutama melalu menda atau ti ditentu atau di pelaya Menurut HIAA (2000) kompensasi penyelenggaraan pelayanan n serta akan a pelayanan ayanan yang ya pelayanan anan di luar (provider) merupakan alat yang penting untuk mengontrol biaya dalam program pelayanan terkendali..

. Askes Pada. serta kedudukannya amat penting dalam mengontrol biaya dan peman peserta pelaya gateke menga bahwa diotori mengg bukan tanpa r a pelayanan kesehatan paripurna dapat dilakukan. n dasar bagi memberikan ebut sebagai ngendalikan. yaitu melalui langkah-langkah: pembinaan (promotif). pemulihan dan konsultasi secara rujukan.. Mereka adalah para dokter yang sesungguhnya melaksanakan dan mengendalikan pelayanan kesehatan. pencegahan cacat lebih lanjut. (Sutomo.merupakan upaya agar penyelenggara pelayanan lebih menyadari persoalan biaya. atau ehatan perlu ayanan yang imungkinkan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. deteksi dini dan tindakan segera. PCP) memiliki peranan yang sangat penting dalam mengendalikan pelayanan. pencegahan (preventif). 2001) Langkah-langkah pengendalian tersebut dapat dilakukan melalui cara misalnya: 1) Menambah jam konsultasi untuk berdiskusi atau memberi saran. Dokter pelayanan primer (Primary Care Physician.. al ini berarti erikan. 2007 USU e-Repository © 2008 .

. 2001) ian insentif (rewar a. tidak masalah kunjungan atau biaya pelayanan. 3) Melakukan kunjungan ke rumah. Program pengganti biaya membentuk tabungan rujukan untuk pelayanan rumah sakit dan perawatan rumah Organization (HMO) juga menentukan bagian Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. dan 5) Melakukan deteksi dini yang berupa uji penyaringan masal yang tentu saja semuanya dilakukan dengan mempertimbangkan biaya dan tenaga yang tersedia. Tabungan Rujukan (Refferal Pool).2) Memberi leaflet atau petunjuk bergambar. Health Maintenance dari pembayaran kapitasi tergantung pada jumlah rujukan ke pelayanan spesialis.. Kap dide pela PCP harus umlah biaya er bulan per gai berikut : m pelayanan cari untung dokter yang pelayanan erja mereka anggota. (Sutomo. periksa laboratorium. c. Gaji terk mem mem terk send b. menjelaskan apa yang sebaiknya dilakukan. Askes Pada. 2007 USU e-Repository © 2008 . 4) Menelepon peserta asuransi kesehatan untuk datang ke tempat praktek guna memeriksa ulang..

. memperoleh munisasi. d.(nursing home services). Pembayaran Global.. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. tes eningkatkan ng PCP agar ini biasa didasarkan dengan biaya dari yang seharusnya ditagih oleh penyelenggara pelayanan. Pembayaran global adalah seperangkat yang dinegoisasikan yang seluruhnya sudah tercakup. sebagian program kapitasi yang memberikan kemungkinan pelayanan tertentu yang tidak termasuk dalam kapitasi PCP dasa baya Pela pela sekr kual mem e. f. dengan kata lain bahwa satu pembayaran dibayar untuk seluruh pelayanan yang diberikan untuk satu priode atau episode khusus atau episode pelayanan. Pem bers atas an program u pelayanan negoisasikan biasanya di lebih dulu. 2007 USU e-Repository © 2008 . Pelayanan di luar kapitasi.. tabungan kapitasi ini menghapuskan resiko PCP dan PCP dapat menikmati bersama dana yang terdapat di tabungan pada akhir tahun jika target pemanfaatan untuk jenis-jenis pelayanan terpenuhi. Askes Pada.

. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. eningkatkan pembayaran situasi pasar market price kan harga di . 2007 USU e-Repository © 2008 . Pembayaran Kapitasi dalam Sistem Asuransi Kesehatan di Indonesia Pembayaran kapitasi merupakan suatu cara penekanan biaya dengan menempatkan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) pada posisi menanggung resiko. seluruhnya atau sebagian.. karena dinilai bertentangan dengan otonomi profesi kedokteran. PPK akan dengan atau for service.2. Hal ini memacu para PPK berorientasi kepada upaya preventif dan promotif serta lebih memperhatikan pengendalian biaya efisien pihak persain tetapi atas ra menek lebih b (Thabr n penolakan PPK untuk dibayar secara kapitasi sangat terkait dengan adanya resiko tersebut. Di sisi lain para dokter hanya menjadi alat untuk mencari untung. Askes Pada. dengan cara menerima pembayaran atas dasar jumlah jiwa yang ditanggung.3. Hal yang perlu dipahami adalah produk tenaga kesehatan pada saat ini belum dididik untuk menanggung resiko murni yang terkait dengan variasi utilisasi pelayanan. Pada awalnya para dokter (PPK) menolak cara pembayaran kapitasi ini..

dan pihak lain karena diterapkannya sistem pembayaran kapitasi. Anggaran pelayanan dasar. Manfaat tersebut. Kew d. rawat inap dan obat diintegrasikan dalam satu sistem pembiayaan berdasar jumlah kapital/jiwa/ kart b. 2002) Sulastomo (2000) menyatakan bahwa prinsip-prinsip kapitasi total adalah sebagai berikut : a. pembayaran kapitasi dapat diterapkan.3. dis atu pihak karena diterapkannya program asuransi kesehatan. 2000) Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. (Hendrartini. Askes Pada. jika dibandingkan dengan sistem pembayaran program asuransi kesehatan lainnya adalah sebagai berikut : yang belum sep kapitasi tomo. 2007 USU e-Repository © 2008 .. pelayanan rujukan. memang banyak manfaat yang dapat diperoleh.1. Ang c.sementara para dokter inilah yang menghadapi keluhan pasien dan gugatan hukum jika terjadi mal praktek.. Adapun manfaat dari diterapkannya sistem pembayaran kapitasi. Ada utama pada pemah banyak mempe 2..

mengendalikan. mengkoordinasi dan memberikan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 .a. b. pihak baik-baiknya n pelayanan untuk tiap secara lebih 2.. ugian.. karena memang penghasilan tersebut tidak terlalu ditentukan oleh kese pen seim c. Fungsi Gatekeeper dalam Asuransi Kesehatan di Indonesia Salah satu alat kontrol terhadap biaya dan pemanfaatan pelayanan masyarakat terkendali adalah peranan gatekeeper (penjaga pintu Askes). Gatekeeper merupakan kunci dalam mengupayakan pelayanan dalam organisasi pemeliharaan kesehatan. Bers mem asien yang lebihan. Askes Pada. dan efisien. Penghasilan penyelenggara pelayanan kesehatan akan lebih stabil dan merata. Tugas sebagai Gatekeeper adalah mengarahkan. Pela kare PPK (efe d. Sistem serta beban administrasi pihak pengelola dana dan ataupun penyelenggara pelayanan kesehatan akan lebih sederhana serta tidak merepotkan. mengawasi.4. Karena pada sistem pembayaran kapitasi tidak diperlukan pekerjaan administrasi yang terlalu rumit..

5. dan perawatan di rumah sakit maka disebut jull capitation atau universal capitation rate. Ka pelayanan keseha obat di jiwa ya pengol tertent lanjutan dan rkan jumlah eward untuk rawat jalan angkan bila provider menanggung resiko untuk seluruh pelayanan rawat jalan. Ini berarti bahwa semua pelayanan yang tidak darurat hanya dapat diberikan oleh atau diotorisasi oleh gatekeeper. yang saat ini PT.pelayanan dasar bagi peserta program pelayanan terkendali. Askes (1998) menyebutkan kapitasi total. misalnya pada kapitasi dan tabungan rujukan. efisien. rujukan. . Tujuan kapitasi total secara umum adalah menciptakan sistem pelayanan dan pembiayaan yang efektif. 2. tetapi pada banyak kasus merupakan dasar bagi program penanganan resiko keuangan. sederhana administrasi tanpa menurunkan mutu pelayanan. Meskipun peran gatekeeper tidak digunakan sebagai mekanisme pengontrol biaya. dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa fungsi dan un (HIAA ada anggota s pelayanan.

. Askes Pada...Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 .

Memberikan peranan Puskesmas dan RS secara bersama-sama untuk dapat mengendalikan biaya dan mutu pelayanan.. 1998) : a. Askes Pada. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. 2007 USU e-Repository © 2008 . termasuk obatnya) dan antara PT. Askes. Karena pimpinan Pemerintah daerah adalah penanggung jawab pelayanan kesehatan masyarakat yang dila oepr hom maka secara sakit lebih S Ga umah Sakit biaya dan b. namun tetap bekerjasama dalam pengendalian biaya rawat jalan lanjutan. Askes dengan RS (rawat inap termasuk obat. Puskesmas dan RS punya alokasi biaya sendiri-sendiri berdasar kapitasi. Model ini diterapkan di daerah dengan satu rumah sakit dimana kecil kemungkinan untuk merujuk ke tempat lain..Berdasarkan pertimbangan kondisi daerah. maka sistem kapitasi total pada dasarnya dapat dilaksanakan melalui model sebagai berikut (PT. Men skes dengan Puskesmas (untuk RJTP dan RJTI.

.. status perkawinan. jenis kelamin. Askes Pada. Fakt karakteristik indi kese 1) Keadaan demografi berupa: umur. meliputi: jenis pekerjaan. n pelayanan yaitu faktor serta faktor Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 .. 2) Keadaan struktur sosial. Perjanjian kerjasama yang berbeda antara PT. status sosial. Askes dengan Rumah Sakit 2. dokter dan tenaga kesehatan lainnya serta kepercayaan terhadap penyakit.6. penyakit di masa lalu serta jumlah anggota keluarga. terutama kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan. Fa ke n pelayanan a pelayanan keseha predisp kebutu a. pendidikan.Puskesmas Rumah Sakit ASKES Gambar 2.3. ras dan suku. 3) Sikap dan kepercayaan. Askes dengan Puskesmas dan PT.

jumlah pengetahuan. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah : 1) Faktor Predisposisi (Predisposing). kemampuan membeli jasa pelayanan dan keikutsertaan dalam asuransi kesehatan.. sikap serta nilai seseorang. Faktor Pendukung (Enabling Factor) Kondisi yang memungkinkan seseorang untuk mendpaatkan pelayanan kesehatan atau merasa puas dengan menggunakan pelayanan kesehatan yang ada. Askes Pada. kepercayaan. 2) Faktor Pendukung (Enabling Factor). 2) S te c. yang biasanya berwujud lingkungan fisik berupa tersedianya fasilitas kesehatan. 2007 USU e-Repository © 2008 . Fakt mpergunakan fasil alas cara pali Keb eval faktor yang mempunyai pengaruh pada prilaku kesehatan.. yang biasa mempunyai pengaruh uhan karena ebut dengan bagian yang n kesehatan.b. rceived dan atan. terdiri dari : 1) Sumber daya keluarga yaitu: penghasilan keluarga. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT..

et all. 1986) Selain itu faktor jarak antara tempat tinggal dengan pusat pelayanan kesehatan juga memberi pengaruh terhadap kunjungan penderita yang mencari pertolongan kesehatan (Sutrina. faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi masyarakat / individu dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah pendidikan dan pengetahuan. Berdasarkan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT..3) Faktor Pendukung (Reinforcing Factor). Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Martinelly (2001). pendapat Sutrina tidak terbukti. Pendidikan dan pengetahuan merupakan salah s pelaya dnegan masala sudah keseha pendid berupa dengan baru pemanfaatan Masyarakat mperhatikan yang ringan t pelayanan gan tingkat nya mereka dak sembuh sudah berat t pelayanan kesehatan secara berjenjang mulai Puskesmas. Selain hal yang telah disebutkan di atas.. (Atkins. 2007 USU e-Repository © 2008 . faktor ini merupakan dari petugas kesehatan yang diwujudkan dalam sikap dan prilaku petugas kesehatan dan tokoh masyarakat. dilanjutkan ke tempat praktek swasta. 1986). Askes Pada..

maka angka rawat h jam buka Puskesmas biasanya pagi hari. Pengaruh pendidikan pada akses pelayanan kesehatan dapat bersifat langsung dan tidak langsung. Korelasi langsung dengan peningkatan kesadaran dan korelasi tidak langsung dapat melalui pendapatan. Askes ke RSUP Dr. 2007 USU e-Repository © 2008 . menyebabkan kaum laki-laki kurang dapat mengakses pelayanan karena kesibukan pekerjaan. Djamil.penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jarak tempuh Puskesmas dengan rumah sakit dengan tingginya rujukan pasien peserta wajib PT. 2000). Askes Pada.. dak berbeda antara menya relatif di fasi faktor dilaksa hamil. para ib peremp sanya hanya perempuan n rawat jalan . Ada korelasi antara Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Salah satu ventif yang lita dan ibu nisasi. (Thabrany dan Pujianto. M... Askes dari Puskesmas ke Rumah Sakit. selanjutnya juga hasil penelitian ini juga menyatakan tidak ada hubungan antara transportasi umum dengan tingginya rujukan pasien peserta wajib PT.

luas daerah.tingkat pendidikan dengan pendapatan. Faktor kepada penduduk.1 kali dibandingkan dengan bukan peserta asuransi kesehatan. Wilayah kerja Puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. semakin tinggi pendidikan makin tinggi pendapatan dan sebaliknya.. 2000) Perbedaan akses rawat jalan peserta asuransi kesehatan berturut-turut adalah 1. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT..7. (Thabrany dan Pujianto. 2007 USU e-Repository © 2008 . Pu fungsional yang membi menye bentuk yang juga anan secara anya dalam i wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya.5 kali dan 2. karena dengan adanya jaminan biaya dari asuransi membuat harga efektif pelayanan kesehatan yang harus dibayar peserta oleh pe bukan dan de an kesehatan dengan yang teori supply 2. Hal ini dapat dijelaskan. keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah wilayah kerja Puskesmas.. Askes Pada.

sehingga pembagian wilayah kerja Puskesmas ditetapkan oleh Bupati atau Walikota. Sasaran penduduk yang dilayani oleh sebuah Puskesmas rata-rata 30. dengan saran teknis dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka Puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang l Kelilin lebih. Kuratif (pengobatan) b. Daerah dan Rencan sesuai struktu lebih d terjadi keseha menga g Kesehatan h perubahan nggambarkan mungkinkan n pelayanan ijakan tetap ah tingkat II Puskesmas tu juta atau dituntut melakukan akselerasi di semua sektor penunjang upaya pelayanan kesehatan. Pelayanan Kesehatan yang diberikan Puskesmas adalah pelayanan kesehatan menyeluruh yang meliputi pelayanan : a.000 penduduk setiap Puskesmas.. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes Pada. Preventif (upaya pencegahan) Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.Daerah Tingkat II...

8. (Sweeney. Promotif (peningkatan kesehatan) d. Askes Pada. Askes menerapkan sistem pelayanan kesehatan dengan pola rujukan berjenjang dengan harapan peserta akan memperoleh pelayanan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. masyarakat. dengan membatasi upaya medis yang berlebihan dan adanya pembagian tugas yang efisien antara dokter umum dengan dokter spesialis. 1998)... 2007 USU e-Repository © 2008 . 2001) PT. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan Sistem Rujukan Pusat Kesehatan Masyarakat adalah sarana pelayanan kesehatan fungsional milik dan dikelola oleh Pemerintah Daerah yang memberikan pelaya selanju pedom wewen dalam atau se n pelayanan keseha timbal masyar berkom awab secara ah kesehatan yang lebih s RI.c. Berdasarkan mempunyai masyarakat u kecamatan Secara ringkas sistem rujukan memberikan kontribusi pada standar pelayanan medis yang tinggi. Rehabilitatif (pemulihan kesehatan) 2.

6) Penanganan penderita selalu diutamakan. 2) Melibatkan pembiayaan diri asuransi kesehatan dalam pembiayaan rujukan.. Askes yang memerlukan penanganan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. 2007 USU e-Repository © 2008 . lui langkah.kesehatan secara efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan medisnya. 3) Deteksi mulihan dan layanan ini ntara dokter mempersiapkan dan mengirimkan penderita ke tempat tujuan.. 3) Semua tenaga kesehatan harus bekerja sesuai dengan kemampuan yang ada berdasarkan peraturan dan etika profesi. 5) Perlu disusun standar pelayanan medis dan peralatan. Pembayaran biaya pelayanan kesehatan didasarkan atas besaran tarif yang ditetapkan pada SK Menkes dan SK Mendagri yang merupakan perwujudan subsidi pemerintah bagi pegawai negeri. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes. (PT. Dokter Puskesmas diberi wewenang membuat surat rujukan bagi peserta PT. Askes Pada. 4) Adanya hubungan fungsional antara setiap unit pelayanan. mpurna bila pelaya langka dini d konsul sebesar dengan diperhatikan dalam tingkat ) Pelayanan penanganan..

c. tingkah lakunya dan keadaan sekitarnya. Awa mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus (obyek). yang berarti seseorang yang mempunyai pengetahuan dan cakrawala tertentu. Termasuk hal-hal yang diketahui seseorang tentang dirinya sendiri. di sini sikap subjek sudah mulai timbul.. dan ini terjadi setelah orang melakukan pengin panca i dan ra telinga tau kognitif merupa (over yang d tidak d dalam a.2. Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu.9. Pengetahuan Pengetahuan berasal dari kata “tahu”. di u: dalama rti jadi melalui ngaran. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. Askes Pada. Evaluation (menimbang-nimbang) terhadap baik atau tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. rasa ui mata dan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. b.. an seseorang wa perilaku erilaku yang laku baru. 2007 USU e-Repository © 2008 . Interest (merasa tertarik) terhadap stimulus atau obyek tersebut. bisa melalui pendidikan formal masupun non formal.

Trial. kesadaran dan sikap yang positif.d. Askes Pada.. kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.. perilak tersebu 6 tingkatan penget a. Memahami (comprehension) Memahami dairtikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. b. subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan. subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus. e. Adaption.. menyatakan dan sebagainya. menguraikan. mendefinisikan. 2007 USU e-Repository © 2008 . Apabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku melalui proses seperti ini. Tah ah dipelajari sebe kem dipe adal h mengingat bahan yang u “tahu” ini Kata kerja aliknya bila aka perilaku untuk mengukur bahwa orang lain tahu tentang apa yang dipelajarinya adalah dengan menyebutkan. dimana didasari oleh pengetahuan.

Ana materi atau suat stru dlaam suatu sama lain. c. Orang yang telah paham terhadap objek atau mengerti harus dapat menjelaskan.. menyebutkan contoh. Aplikasi di si prin men pene solv dibe d. dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari. membedakan. menyimpulkan. Aplikasi (application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). meramalkan. metode. 2007 USU e-Repository © 2008 . dapat menggambarkan (membuat bagan).. Askes Pada. memisahkan.. Sintesis (synthesis) Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.tersebut dengan benar. mus. e. mengelompokkan dan sebagainya. salnya dapat tungan hasil lah (problem kasus yang Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja.

Evaluasi (evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melaskukan justi berd krite cuk ancara atau angket penelit diukur ini.. misalnya dapat menyusun.baru. pe infeksi Menurut Soemanto (1987).. meringkaskan. 2007 USU e-Repository © 2008 . Pendidikan Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia. dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada. Pendidikan berarti jenjang pendidikan formal yang pernah diikuti oleh seseorang dimana bila seseorang mampu mencari pendidikan yang tinggi Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada. merencanakan. Sintesis ini adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. faktor-faktor yang mempengaruhi dari subjek ketahui atau da penelitian desa tentang Penilaian itu enggunakan n anak yang pengetahuan manusia diantaranya adalah : a. menyesuaikan.. f.

. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. (Ahmadi dan Uhbiyanti. mekanika dan struktur skill. Umur Tingkat pengetahuan usia anak-anak akan selalu memahami perubahan yang tidak tetap. hal ini sama kapasitas mental anak tidak berkembang sesuai dengan kecepatan perkembangan fisiknya..kemungkinan akan meningkatkan pengetahuannya dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan rendah. 2001) b. Askes Pada. (Soemanto. 2007 USU e-Repository © 2008 . penguasaan matematika. kematangan men bert ters pen men c. 1987) d. Jeni ubahan yang sign yang tes-t eberapa riset mengerjakan stetika serta aka dengan huan orang di dalam ma keadaan masalah social.. Paritas Berbagai pengalaman yang diperoleh dari jumlah anak yang dilahirkan dapat mempengaruhi peningkatan pengetahuan seseorang. Selain itu pihak laki-laki berlebihan dalam penalaran abstrak.

Pengalaman merupakan salah satu kesempatan bagi manusia untuk mengembangkan diri dan melestarikan hidupnya. (Soemanto, 1987) Menurut Forney dan Horney dalam Manuaba (1998), apritas ada yang primapara yaitu seorang ibu yang pertama kali melahirkan, multipara yaitu seseorang ibu yang telah dua kali melahirkan atau lebih dan tidak lebih dari lima kali melahirkan, grande multipara yaitu seorang ibu yang tela

2.10. P pemahaman, penger dipeng prasan Menur terhada dan di ah lampau, an-perasaan, ud, 1990).

engendalian ng disatukan k). Persepsi

adalah hasil pengamatan langsung dari individu terhadap obyeki melalui alat indera. Stonner (1986) mengatakan bahwa persepsi peran adalah kejelasan peran dalam arti bahwa seorang pegawai memahami dan menyetujui apa yang diharapkan daripadanya di dalam melaksanakan pekerjaan. Makin kita merubah peran dalam arti menanggapi harapan dari berbagai orang terutama

Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada..., 2007 USU e-Repository © 2008

mengambil inisiatif dalam mencanangkan peran itu secara kreatif, maka peran tersebut semakin efektif. Efektifitas peran ini oleh Pareek (1985) disebut sebagai daya guna peran. Daya guna peran mempunyai 10 dimensi (Pareek, 1985) makin banyak dimensi ini terdapat di dalam suatu peran, maka daya guna peran itu semakin tinggi. Sepuluh dimensi itu meliputi : a. Inte kete orga b. Prod c. Kre mem d. Kon yan tuga e. Pert kepa peluang untuk tumbuh dan berkembang. f. Hubungan antara peran, yaitu terdapatnya usaha bersama untuk memehami masalah dan menemukan penyelesaian. g. Hubungan saling bantu, yaitu orang-orang yang menjalankan suatu peran tertentu merasa memperboleh bantuan dari suatu sumber dalam organisasi sesuai dengan kebutuhan. yumbangkan memberikan egiatan. baru dalam if. h pemecahan menghadapi didikanh dan nnya dalam

Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada..., 2007 USU e-Repository © 2008

h. Kesentralan, yaitu jika orang-orang yang memegang peranan tertentu dalam organisasi menganggap peran mereka merupakan pusat dari organisasi itu. i. Pengaruh, yaitu perasaan seseorang pemegang peran dapat menggunakan pengaruh dalam perannya. j. Superordinasi, yaitu seseorang yang menjalankan peran yang tertentu merasakan pekerjaannya merupakan sebagian dari peran organisasinya. rial tentang kinerja daya g secara mpuan untuk mengor kemam sebaga antara kebutu mempu eda-bedakan, okuskan dan am persepsi yang timbul etiap orang rang dengan han mereka

Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada..., 2007 USU e-Repository © 2008

eliti sendiri ataupun oleh keadaan. mengin kat pertama rekapitulasi g berada di bang Banda nelitian ini. Askes Pada.BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. dana dan belum berfungsi beberapa Puskesmas secara maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan. 2007 USU e-Repository © 2008 . kes cabang Banda peserta data ru wilaya Aceh. diantaranya seperti keterbatasan waktu. yaitu Puskesmas Mibo.. Puskesmas Batoh dan Puskesmas Baiturahman untuk dijadikan sebagai tempat penelitian. maka peneliti memilih 3 Puskesmas yang berada di wilayah Kota Banda Aceh.2.2.. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Situation Analysis Study. 3..1. khususnya Puskesmas yang terkena Tsunami tahun 2004 yang lalu. Te 3. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.

Stabilitas pelayanan Puskesmas dan angka kunjungan rawat jalan pendud diband ntuk tidak mengik adalah tersebu masih tinggal propin optima t penelitian a kecamatan enduduknya dari tempat atau bahkan juga belum yah-wilayah berbeda jika tersebut.. Untuk mencegah terjadinya bias pada penelitian ini. Puskesmas Batoh dan Puskesmas Baiturrahman menjadi tempat penelitian adalah karena puskesmas-puskesmas ini dan wilayah yang berada di tiga kecamatan ini relatif tidak terkena tsunami.. maka peneliti hanya mengambil 3 Puskesmas saja sebagai tempat pengambilan data pada penelitian ini.. 2007 USU e-Repository © 2008 .Alasan peneliti memilih Puskesmas Mibo. Walaupun ada beberapa desa di wilayah ini yang terkena. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada. tapi dampaknya tidak separah seperti pada beberapa kecamatan yang lain. Sehingga jika dilakukan perbandingan data rujukan antara satu Puskesmas dan Puskesmas lainnya akan terjadi kesenjangan yang besar.

Lamanya masa penelitian ini disebabkan oleh beberapa faktor eksternal yang berada di luar kendali peneliti maupun kendali unit manusia. Askes Pada.. yaitu dimulai dari tahun 2005-tahun 2006.2. maka peneliti harus menunggu sistem pelayanan kesehatan Askes berjalan atau hampir berjalan sesuai dengan prosedur atau sistem yang seharusnya. dan inipun baru terjadi di Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Waktu Penelitian ini telah dilakukan lebih kurang selama 2 tahun. sehingga jika peneliti ingin membuat penelitian yang sesuai dengan tujuan awal penelitian. yang otomatis sangat mempengaruhi penelitian yang sedang penelit rencan yang kembal puskes puskes struktur dan sistem terkena terkena daerah awasan yang h yang tidak . Pelayanan Askes yang kembali ke sistem yang seharusnya baru terjadi kira-kira pada akhir tahun 2006 yang lalu. Hal ini juga berlaku bagi peserta Askes.3.. 2007 USU e-Repository © 2008 . diantaranya adalah bencana tsunami pada akhir tahun 2004 yang lalu.2. Pemerintah arakat tanpa yang semula manya waktu merecovery hatan pada puskesmas- harus melalui administrasi yang ketat..

. Askes Pada. terutama puskesmas-puskesmas yang tidak terkena tsunami...beberapa puskesmas saja. Kerangka Konsep Penelitian KEPALA ASKES DO  Pem  Per  Indi dan ST enilaian  Fas  Ket  Data laksanaan Rujukan PASIEN  Jenis Penyakit  Tingkat Pendidikan  Alasan di rujuk Penyempurnaan Kebijakan Sistem Rujukan Keterangan : Variable yang diteliti Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 3.3. 2007 USU e-Repository © 2008 . Keadaan inilah yang menghambat penelitian yang peneliti lakukan sehingga peneliti membutuhkan waktu yang lama dalam penelitian ini.

d. Indikasi kebutuhan medis dan non medis adalah pengetahuan dokter puskesmas terhadap kebutuhan medis dan non medis pasien untuk dirujuk ke Rumah sakit. as terhadap pitasi Total n pemberian i dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam dengan dokter puskesmas. Askes dari Puskesmas baiturahman. Pers resi Alte inse adap konsep (PPK) yang i tugas dan atau jumlah kan dengan uskesmas. Cara pengukurannya adalah jumlah rujukan dibagi dengan jumlah kunjungan peserta wajib PT. Askes Pada. Puskesmas Batoh dan Puskesmas Mibo yang dirujuk ke RS. Rasio rujukan rawat jalan tingkat pertama adalah persentase jumlah rujukan peserta PT.3. Askes tahu b. 2007 USU e-Repository © 2008 . Definisi Operasional Variabel dan cara Pengukurannya a. Dr. Zainoel Abidin dan RS..4... Pengukurannya dengan wawancara mendalam dengan dokter Puskesmas. Fakinah Banda Aceh selama tahun 2006. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Pem pem dibe tang pela men c.

. Fasilitas alat adalah ketersediaan sarana dan peralatan medis di puskesmas dalam memberikan pelayanan pada peserta wajib PT. Askes. 2007 USU e-Repository © 2008 . j.. Askes artu pasien. Askes Indonesia cabang Banda Aceh dalam menurunkan claim rasio rujukan rawat jalan tingkat I. tatus pasien oleh peserta ngukurannya r puskesmas yang ada di a wawancara Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Alasan meminta rujukan: alasan yang biasa dikemukakan oleh pasien peserta wajib PT. Askes sesuai dengan kebutuhan medis dan men g.. Ketersediaan obat adalah tersedianya obat-obatan di Puskesmas yang dibutuhkan oleh peserta wajib PT. Askes: segala upaya yang dilakukan oleh PT. Pengukuran ini dilakukan dengan cara wawancara mendalam dengan dokter puskesmas. Askes ketika meminta rujukan kepada dokter di Puskesmas. Upaya-upaya yang dilakukan oleh PT. Jeni waji dila sert pusk h.e. Ting yan Pen pese i. PT. Askes Pada. f.

3. 2007 USU e-Repository © 2008 . Selain itu beberapa pasien Askes yang dirujuk rawat juga m Kepala adalah peserta menga dijadik sebaga Selain Sakit inform meminta rujukan rawat jalan tingkat I.. Puskesmas Batoh dan Kepala Puskesmas Mibo atau dokter yang bertugas di 3 Puskesmas tersebut dan staf Puskesmas yang berhubungan dengan pelayanan Askes serta kepada PT.. Askes kantor cabang Banda Aceh. Informan Penelitian Informan penelitian dipilih secara purposive yaitu Kepala Puskesmas Baiturrahman.. Banda Aceh kesmas dan er informasi ung rujukan gkan alasan staf yang gung jawab ing-masing. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dengan informan di pandu dengan pedoman wawancara (lampiran 3 s/d 6) dan direkam dengan menggunakan tape recorder.5. k di Rumah melengkapi asien Askes Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.3.6. Askes Pada.

. d.7. Men kase c. 2007 USU e-Repository © 2008 . alitatif yang lisis dengan golahan data Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. sedangkan alat pencatat selain dicatat secara manual juga direkam dengan menggunakan tape recorder. Men dari PT. 3. Melakukan kategorisasi atau memberikan tanda data yang mempunyai karakteristik atau pola yang sama menurut metode pengumpulan data dan pola jawaban kemudian disajikan dalam bentuk matrik.. Menganalisa variabel-variabel serta menghubungkan dengan teori yang ada atau hasil penelitian lain. b. Menyajikan data dalam bentuk matrik dan kualitatif.3. Pengolahan dan Analisis Data Data yang telah dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang direka Selanju berasal mengg tersebu a. Instrumen Penelitian Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara mendalam.8. Askes Pada. e. alam bentuk endalam dan eserta wajib an tersebut.

Berdasarkan tahapan-tahapan yang telah disebutkan di atas.BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini akan dibagi menjadi 4 tahapan wawancara / interview dengan para informan. yang telah udian dibuat dikumpulkan ng ada pada m proses dan mun semua nelitian ini.. Askes Pada. 2007 USU e-Repository © 2008 . maka wawancara peneliti dengan informan yang dibagi dalam 4 tahapan tersebut adalah sebagai berikut : a. yang sama.. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.1. dan tahapan-tahapan ini disesuaikan dengan empat kelompok informan yang berbeda latar belakangnya dan semua keemp mekani kelomp walaup n pertanyaan yang s Semua disusu transkr untuk setiap kelompoknya. Tahap I : Wawancara peneliti dengan Kepala Kantor Askes cabang Banda Aceh / yang mewakili..

Tahap III : Wawancara peneliti dengan 3 orang staf Puskesmas. Sebelum bekerja pada PT... informan bekerja pada freelance pada beberapa perusahaan swasta di Jakarta. Puskesmas Batoh dan Puskesmas Baiturrahman.b. Banda Aceh sejak tahun 2002. Tah men Bato da penelitian ini adal Askes yang . Pengalaman bekerja di PT. Askes. Ka a. yaitu dari Puskesmas Mibo. yang menjadi penanggung jawab program Askes di Puskesmas.01 Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Tahap II : Wawancara peneliti dengan tiga orang Kepala Puskesmas / Dokter yang bertugas di Puskesmas.01.2. Info Ban bang 01. Puskesmas Batoh dan Puskesmas Baiturrahman. abang 01. Askes Pada. Banda Aceh berusia 40 tahun. Askes adalah 11 tahun.. Mulai bertugas di Kantor Askes cabang 01. 2007 USU e-Repository © 2008 . dengan basic pendidikan pada Fakultas Ekonomi (S1). Surabaya dan Semarang. d. c. yaitu staf Puskesmas Mibo.01. Puskesmas 4. setelah sebelumnya bertugas di kantor Askes cabang Riau.

Pelatihan-pelatihan yang tela ruju dise Prov c. Askes Pada. Syiah Kuala h. berusia 32 tahun. adalah seorang dokter PNS.. d. Menjabat sebagai Kepala Puskesmas Baiturrahman sejak Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. berusia 32 tahun. NAD tahun 2006. Askes bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Prov. Info . Menjabat sebagai Kepala Puskesmas MIBO sejak tahun 2004. 2007 USU e-Repository © 2008 . informan menjadi dokter PTT di Kabupaten Pidie (NAD). Informan 02 : Kepala Puskesmas Mibo Kepala Puskesmas Mibo adalah seorang dokter PNS. Informan 04 : Kepala Puskesmas Baiturrahman Kepala Puskesmas Baiturrahman. informan an-pelatihan ngan sistem Askes yang s Kesehatan yang telah diikuti oleh informan selama ini.b. berusia 29 tahu Info (Un adal tahun 2005.. yang berhubungan dengan sistem rujukan adalah pelatihan manajemen rujukan pasien Askes yang diselenggarakan oleh PT. Informan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Sebelum bertugas di Puskesmas Mibo.

tahun 2004. Informan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Sebelum bertugas di Puskesmas Baiturrahman, informan adalah seorang dokter PTT yang ditugaskan di Kotamadya Banda Aceh. Pelatihan-pelatihan yang telah diikuti oleh informan selama ini, yang berhubungan dengan sistem rujukan adalah pelatihan manajemen rujukan pasien Askes yang diselenggarakan oleh PT. Ask e. Info 1 tahun dan mem tela bers 200 f. Info sia 39 tahun dan Masyarakat, yarakat, dan n. Staf yang sejak tahun 2006.

dan telah bekerja sebagai staf Puskesmas Batoh selama lebih kurang 15 tahun. Staf yang bersangkutan telah menjadi penanggung jawab program Askes sejak tahun 2003. g. Informan 07 : Staf Puskesmas Baiturrahman Staf Puskesmas Baiturrahman ini adalah seorang pria berusia 34 tahun dan memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat

Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada..., 2007 USU e-Repository © 2008

dan telah bekerja selama lebih kurang 10 tahun. Staf yang bersangkutan telah menjadi penanggung jawab program Askes sejak tahun 2004. h. Informan 08 : Pasien rujukan rawat jalan tingkat I dari Puskesmas Batoh Informan adalah seorang pria berusia 39 tahun dengan diagnosa Tuberkulosa paru. Informan memiliki latar belakang pendidikan Sarjana (S1). i. Info Bait Puskesmas an diagnosa koli j. Info Bat na (S1) Puskesmas an diagnose hyp k. Info oma III. smas Mibo gan keluhan dysmenorrhea diagnosa Tuberkulosa paru. Informan memiliki latar belakang pendidikan Sarjana (S1). l. Informan 12 : Pasien rujukan rawat jalan tingkat I dari Puskesmas Baiturrahman Informan adalah seorang wanita berusia 53 tahun dengan diagnosa Diabetes mellitus dan Hypertensi. Informan memiliki latar belakang Sekolah Pendidikan Guru (SPG) atau sederajat dengan SMU.

Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada..., 2007 USU e-Repository © 2008

4.1.3. Transkrip Hasil Wawancara a. Transkript Hasil Wawancara dengan Kepala Seksi Sosial PT. Askes cabang cabang Banda Aceh) Peneliti : Berapakah jumlah peserta wajib Askes di Kotamadya Banda Aceh yang mempergunakan asuransi kesehatannya tersebut Banda Aceh (mewakili Kepala Kantor PT. Askes

Info Pen mendapatkan

Info Pen rujukan itu

Info

I. umumnya Dr. Zainoel

Pen

yang paling banyak mendapat rujukan rawat jalan tingkat I di Kotamadya Banda Aceh pada tahun 2006 ?

Informan : “Umumnya penyakit-penyakit kronis seperti Hypertensi, Diabetes mellitus dan penyakit-penyakit pada saluran pernafasan”. Peneliti : Secara umum, berdasarkan rekapitulasi data yang dibuat oleh PT. Askes cabang Banda Aceh, berapa persenkah peserta

. Askes Pada..Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 ..

Pen gginya rasio empengaruhi bang Banda Info sangat mempengaruhi”.wajib Askes yang mendapat rujukan rawat jalan tingkat I lebih dari sekali pada tahun 2006 ? Informan : “Sekitar 23% dari seluruh kunjungan peserta Askes ke seluruh puskesmas yang terdapat di Kotamadya Banda Aceh”.. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes Pada. Transkript Hasil Wawancara dengan Kepala Puskesmas Mibo Peneliti : Sebagai Dokter yang bertugas di Puskesmas dan juga sebagai pihak yang memiliki wewenang dalam memberikan rujukan rawat jalan tingkat I pada peserta wajib Askes... Peneliti : Sejauh ini upaya apakah yang dilakukan oleh PT. yang dikeluarkan oleh Puskesmas ini tahun 2006 yang lalu ? Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. sudah pasti b. Askes cabang Banda Aceh dalam menurunkan rasio rujukan rawat adya Banda Info g berkenaan nya indikasi dokter di a”.

. 2007 USU e-Repository © 2008 . namun kami di Puskesmas biasanya baru mendapatkannya per tiga bulanan atau kadang-kadang pernah juga per bulan”. Askes. Askes Pada. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. Peneliti : Dapatkah saya memperoleh data konkritnya ? yaitu data tentang jumlah pasien dari peserta wajib Askes yang berobat tahun 2006. dan jumlah pasien dari peserta wajib Askes yang mendapat rujukan rawat jalan dari puskesmas ini tahun 2006 ? Info n staff saya kalau tidak bicara atau ani tentang Pen sejauhmana juga sebagai ipergunakan Info dalah sistem skes dalam membayar jasa pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh Puskesmas atau provider kesehatan pada pasien Askes. Pembayaran kapitasi ini biasanya dilakukan per bulan oleh PT..Informan : “Rasionya mungkin sekitar 30-40% dari seluruh pasien wajib Askes yang berobat ke Puskesmas ini tahun yang lalu”.

Semua staf Puskesmas juga tahu. jika dalam sistem kapitasi tersebut. sudah pasti Puskesmas naga. namun berdasarkan u bagaimana Pen etika Anda lan tingkat I Info Pen ang ada di memberikan Informan : “Untuk fasilitas. banyak NGO internasional juga yang turut membantu dalam penyediaan alat-alat kesehatan”.Peneliti : Apakah Anda mengetahui. saya rasa sudah sangat memadai... Memang jika dikaji sampai ke sana. Askes Pada. karena selain kita mendapat distribusi alat-alat kesehatan dari Pemerintah.. Puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan akan mengalami resiko keuangan. dengan kata lain resiko kerugian akibat pelayanan yang diberikan kepada pasien Askes ? Informan : “Ya. Peneliti : Apakah mutu fasilitas-fasilitas atau alat-alat kesehatan tersebut telah memenuhi standar secara nasional ? Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. terus terang saya tahu. 2007 USU e-Repository © 2008 .

Askes Pada. juga Info ngkap Pak”. tapi banyak peralatan-peralatan medis di sini yang mungkin bisa dikatakan melebihi skala nasional ya.Informan : “Kalau ditanya secara umum mutu peralatan-peralatan ini secara nasional. Pen kan standar esmas. Contohnya peralatan di poliklinik gigi. penyakit pada saluran pernafasan dan penyakit-penyakit endokrin.. Teman kan membeli menandakan ggi Pak?”.. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. saya tidak tahu pasti ya Pak!. tapi ini biasanya pada pasien yang berumur di atas 40 tahun”.. arta. yang merupakan salah satu sumbangan dari NGO internasional. ketika ralatan yang anya. khususnya kursi periksa untuk poliklinik gigi asional Pak. 2007 USU e-Repository © 2008 . Peneliti : Jenis penyakit apakah yang biasa diderita oleh penduduk di Kecamatan Mibo ini ? terutama peserta wajib Askes yang berobat di Puskesmas ini selama tahun 2006 yang lalu ? Informan : “Ispa.

.. Askes Pada.Peneliti : Dapatkah saya memperoleh data konkritnya ? Informan : “Mungkin nanti bisa dapatkan sekalian ketika Bapak bertemu dengan staf saya”. padahal secara medis Anda merasa jalan ? Info Pen gan inisiatif rikan surat Info Pen uga tidak”. Askes tersebut ketika meminta rujukan ? Informan : “Biasalah Pak alasannya. Peneliti : Apakah Anda pernah atau sering menjumpai pasien wajib Askes yang dengan insiatif sendiri meminta rujukan untuk rawat jalan tingkat I. sudah berkali-kali ke Puskesmas tapi penyakit tidak sembuh-sembuh juga. kabulkan uarkan surat Info ngkin sekitar Peneliti : Alasan apakah yang umumnya dikemukakan oleh peserta wajib PT.. Umumnya alasannya ya seperti itu Pak”. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. mungkin kalau ke Rumah Sakit penyakitnya akan sembuh. 2007 USU e-Repository © 2008 .

mungkin sekitar 50%”.Peneliti : Setelah Anda memberikan penjelasan. Askes secara indikasi medis memang membutuhkan rujukan rawat jalan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. itu juga kan hak pasien”.. Peneliti : Bagi peserta wajib PT. kira-kira berapa persenkah dari mereka yang mau mengerti dan meminta surat rujukan lagi ? Informan : “Yah…. yang seperti saya katakana tadi. 2007 USU e-Repository © 2008 . yah silahkan berobat ke Rumah Sakit. Askes yang tetap ingin mendapatkan memberikan s ia tidak ng biasanya jalan ? Info sudah bicara saya pribadi kasih saja nya berobat pasien tidak k.. yang namanya pengobatan itu tidak ada pemaksaan.. jadi kalau pasiennya sudah berkeras tidak mau percaya dengan sistem pengobatan di Puskesmas. karena hal di bagi saya ya prinsipnya. Peneliti : Jika dibandingkan dengan pasien wajib PT. Askes Pada.

Askes yang meminta rujukan tersebut ? Info Pen tas SMU”. Askes Pada.tingkat I. maka berapa persenkah kira-kira pasien wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 . Peneliti : Berapa persenkah kira-kira dari pasien-pasien tersebut yang meminta rujukan kembali ? Informan : “Saya rasa hampir 75%”.. akah mereka oleh Rumah g membawa Info aling sekitar Pen n dari Rumah rat rujukan Informan : “Umumnya iya Pak”. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. Askes yang dengan insiatif sendiri meminta rujukan rawat jalan tanpa adanya indikasi medis ? Informan : “Mungkin sekitar 25-30%”. an tingkat I. Peneliti : Apakah tingkat pendidikan yang umumnya dimiliki oleh peserta wajib PT..

Askes adalah suatu system standar tentang tarif pelayanan kesehatan yang telah ditentukan”. Askes dalam pembayaran preminya ? Informan : “Sejauh ini.. yang berobat apat rujukan a Pak”. system kapitasi yang dipergunakan PT. pemahaman saya….c.. Askes Pada. yang dikeluarkan oleh Puskesmas ini tahun 2006 yang lalu ? Informan : “Mungkin sekitar 25-30% Pak”. Puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan akan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. jika dalam sistem kapitasi tersebut. Pen yaitu data ang berobat Askes yang ahun 2006 ? Info hunan kami. Transkript Hasil Wawancara dengan Kepala Puskesmas Batoh Peneliti : Sebagai Dokter yang bertugas di Puskesmas dan juga sebagai pihak yang memiliki wewenang dalam memberikan rujukan rawat jalan tingkat I pada peserta wajib Askes.. Peneliti : Apakah Anda mengetahui. Pen sejauhmana a Puskesmas PT. 2007 USU e-Repository © 2008 ..

.. pasti Pak”. Peneliti : Apakah mutu fasilitas-fasilitas atau alat-alat kesehatan tersebut telah memenuhi standar secara nasional ? Informan : “Kalau ditanya tentang mutu peralatan-peralatan ini secara nasional saya tidak tahu pasti Pak. ketika Anda memutuskan untuk memberikan rujukan rawat jalan tingkat I kepada pasien yang menjadi peserta wajib Askes ? Info Pen ang ada di memberikan Info un mungkin ralatan yang salnya. secara umum fasilitasnya memang telah memadai”. 2007 USU e-Repository © 2008 . Peneliti : Pertimbangan apakah yang Anda gunakan. Askes Pada. dengan kata lain resiko akibat pelayanan yang diberikan kepada pasien Askes ? Informan : “Ya.mengalami resiko keuangan. yah tidak masalah Pak. demi kita butuh baru ada 1. Mungkin sedikit Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. klinik yang pi ada daya yang ada hanya manual.

. padahal secara medis Anda merasa pasien tersebut tidak membutuhkan rujukan rawat jalan ? Informan : “Seringkali Pak”. Peneliti : Apakah jenis obat-obatan. Anda berikan surat rujukannya ? Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT..permasalahan di sini. 2007 USU e-Repository © 2008 . alat-alat medis yang didistribusikan dari Jakarta. mungkin rusak di jalan atau di gudang penyimpanan ya ?. yang berdasarkan standar Depkes harus selalu tersedia pada suatu Puskesmas. ketika sampai ke tempat kita biasanya tidak dapat berfungsi dengan baik. tidak 100% lagi. juga secara Info Pen h penduduk Askes yang lalu ? Info ria. Peneliti : Apakah semua pasien wajib Askes yang dengan inisiatif sendiri meminta rujukan tersebut.. penyakit akit-penyakit Pen Info kap laporan Peneliti : Apakah Anda pernah atau sering menjumpai pasien wajib Askes yang dengan insiatif sendiri meminta rujukan untuk rawat jalan tingkat I. Askes Pada.

kadang-kadang tidak !”. saya berikan saja Pak !.. buat apa kita tahantahan Pak !” Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. Askes Pada. maka tindakan apakah yang biasanya Anda lakukan jika ia tetap meminta rujukan rawat jalan ? Informan : “Ya…. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes tersebut ketika meminta rujukan ? Info esmas tidak Pen ebut bahwa alan ? Info Pen kira berapa eminta surat Info Pen mendapatkan memberikan penjelasan secara rinci bahwa secara medis ia tidak memerlukan rujukan.. Peneliti : Alasan apakah yang umumnya dikemukakan oleh peserta wajib PT. Pada prinsipnya pasien punya hak untuk berobat dimana saja yang penting keyakinan. Pak !”..Informan : “Yah… kadang-kadang saya berikan. jadi jika pasien tidak yakin lagi pada kita. Peneliti : Berapa persenkah kira-kira yang Anda kabulkan permintaannya atau dengan kata lain Anda keluarkan surat rujukannya ? Informan : “Mungkin hampir 75%.

Askes yang dengan insiatif sendiri meminta rujukan rawat jalan tanpa adanya indikasi medis ? Informan : “Mungkin hampir setengahnya !” Pen imiliki oleh sebut ? Info Pen an tingkat I. Peneliti : Berapa persenkah kira-kira dari pasien-pasien tersebut yang meminta rujukan kembali ? Informan : “Hampir 100%”. akah mereka oleh Rumah g membawa Info bawa sekitar Pen Rumah Sakit tersebut.Peneliti : Jika dibandingkan dengan pasien wajib PT. Askes Pada. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. 2007 USU e-Repository © 2008 .. apakah umumnya meminta surat rujukan kembali ? Informan : “Biasanya sih iya Pak !”. maka berapa persenkah kira-kira pasien wajib PT. Askes secara indikasi medis memang membutuhkan rujukan rawat jalan tingkat I..

Askes oleh Puskesmas atau Rumah Sakit”. Puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan akan mengalami resiko keuangan.. Pen sejauhmana juga sebagai ipergunakan Info dalah suatu sistem pembayaran yang digunakan oleh PT. yang dikeluarkan oleh Puskesmas ini tahun 2006 yang lalu ? Informan : “Mungkin sekitar 50% Pak”.. Askes Pada. Transkript Hasil Wawancara dengan Kepala Puskesmas Baiturrahman Peneliti : Sebagai Dokter yang bertugas di Puskesmas dan juga sebagai pihak yang memiliki wewenang dalam memberikan rujukan rawat jalan tingkat I pada peserta wajib Askes. jika dalam sistem kapitasi tersebut. Peneliti : Apakah Anda mengetahui. Pen yaitu data ang berobat Askes yang ahun 2006 ? Info pemegang yimpannya”.d.. dengan kata lain resiko akibat pelayanan yang diberikan kepada pasien Askes ? Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes dalam membayar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta wajib PT.

serta dapat bekerja sesuai fungsinya.. 2007 USU e-Repository © 2008 . yah…. tapi…. selebihnya tergantung penilaian masingmasing Pak. saya tidak ahli di bidang itu he…he… tapi bagi kami yang penting semua peralatan kesehatan ini dapat dipergunakan dengan baik dan efisien. Peneliti : Pertimbangan apakah yang Anda gunakan. dan standar yang digunakan dalam menilainya”. terus terang saya kurang paham Pak. Askes Pada..Informan : “Ya. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. Pak. kita mau bagaimana lagi ?”. jika ketetapan dari pemerintah sudah demikian.. memang resiko kerugiannya akan ditanggung oleh fasilitas kesedatan yang bersangkutan. ketika Anda memutuskan untuk memberikan rujukan rawat jalan tingkat I Info Pen ang ada di memberikan Info ak peralatan yah…. saya ggembirakan Pen atan tersebut Informan : “Jika dikatakan mutu secara nasional.

juga secara lengkap tersedia di Puskesmas ini ? Informan : “Khusus untuk obat-obatan tidak ada masalah Pak. kita akan mengambil langsung ke gudang Farmasi Dinkes Kota. saya rasa masalah obat-obatan tidak terlalu Pen penduduk di wajib Askes yang lalu ? Info pada saluran okrin lainnya dang terjadi Pen Info ating-datang alangan”.. Peneliti : Apakah Anda pernah atau sering menjumpai pasien wajib Askes yang dengan insiatif sendiri meminta rujukan untuk rawat jalan tingkat I. Askes Pada. Anda berikan surat rujukannya ? Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. semakin seringnya”. Peneliti : Apakah semua pasien wajib Askes yang dengan inisiatif sendiri meminta rujukan tersebut. padahal secara medis Anda merasa pasien tersebut tidak membutuhkan rujukan rawat jalan ? Informan : “Jangan ditanya lagi Pak. selain itu jika stok hampir habis. 2007 USU e-Repository © 2008 . yang berdasarkan standar Depkes harus selalu tersedia pada suatu Puskesmas..Peneliti : Apakah semua jenis obat-obatan.

. di samping itu peserta wajib PT. maka tindakan apakah yang biasanya Anda lakukan jika ia tetap meminta rujukan rawat jalan ? Informan : “Prinsipnya mendapat pelayanan kesehatan adalah hak asasi manusia Pak. Askes juga punya hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada. Peneliti : Berapa persenkah kira-kira yang Anda kabulkan permintaannya atau dengan kata lain Anda keluarkan surat rujukannya ? Informan : “Mungkin sekitar……. yah setengahnya”. Peneliti : Alasan apakah yang umumnya dikemukakan oleh peserta wajib PT.. walaupun Anda telah memberikan penjelasan secara rinci bahwa secara medis ia tidak memerlukan rujukan. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes tersebut ketika meminta rujukan ? Info esmas tidak a tahu cepat Pen ebut bahwa alan ? Info Pen kira berapa eminta surat Info Pen mendapatkan rujukan rawat jalan..Informan : “Tidak semuanya saya berikan”.

Sakit. kalau pasiennya tetap berkeras meminta rujukan walau kita sudah menjkelaskan bahwa secara medis ia tidak perlu rujukan. 2007 USU e-Repository © 2008 . apakah umumnya meminta surat rujukan kembali ? Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. ada yang tidak.. akah mereka oleh Rumah g membawa jawaban rujukan tersebut ? Informan : “Ada yang membawa. bagi saya pribadi saya buatkan saja surat rujukannya” Peneliti : Jika dibandingkan dengan pasien wajib PT... Askes Pada. yang membawa paling sekitar 30%” Peneliti : Pasien yang datang membawa surat jawaban rujukan dari Rumah Sakit tersebut. jukan rawat Info Pen gahnya” imiliki oleh sebut ? Info Pen an tingkat I. Askes secara indikasi medis memang membutuhkan rujukan rawat jalan n wajib PT. jadi yah….. ya…….

2007 USU e-Repository © 2008 . dan yang mendapat rujukan rawat jalan sekitar pasien Askes yang berobat”. Peneliti : Berapa persenkah kira-kira dari pasien-pasien tersebut yang meminta rujukan kembali ? Informan : “Hampir 80% mungkin”... 4. e. Transkript Hasil Wawancara dengan Staf Puskesmas Mibo Peneliti : Sebagai staf Puskesmas yang memegang tanggung jawab ala dari segi Info Kami hanya dari Kantor berhubungan Pen tang jumlah pasien dari rawat jalan Informan : “Jumlah pasien Askes yang berobat tahun 2006. apakah fasilitas kesedatan yang ada di Puskesmas ini telah lengkap atau memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar ? Informan : “Oh…. menurut saya sangat memadai sekali Pak !”..Informan : “Umumnya iya !”. 27% dari Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Peneliti : Menurut Anda.053 orang.. Askes Pada.

selalu tersedia lengkap Pak !”. yang berdasarkan standar Depkes harus selalu tersedia pada suatu Puskesmas. juga secara lengkap tersedia di Puskesmas ini ? Informan : “Khusus untuk obat-obatan. Tra Pen gung jawab ala dari segi Info ersebut dari berhubungan dengan pihak Askesnya. dan jumlah pasien dari peserta wajib PT. Peneliti : Dapatkah saya memperoleh data konkritnya tentang jumlah pasien yang berobat tahun 2006.... Askes dan Dinkes kami tidak tahu Pak”. Peneliti : Jenis penyakit apakah yang biasanya di derita oleh penduduk di Kecamatan Mibo ini ? terutama peserta wajib Askes yang lalu ? Info malaria dan an penyakit- f. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes yang mendapat rujukan rawat jalan dari Puskesmas ini tahun 2006 yang lalu ? Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. jadi soal kendala pembayaran antara pihak PT.Peneliti : Apakah semua jenis-jenis obat-obatan. Askes Pada.

eh penduduk Askes yang lalu ? Info malaria dan g. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes Pada.. apakah terdapat kendala dari segi pembayaran oleh PT. 1065 orang dan yang mendapat rujukan rawat jalan sekitar…..Informan : “Total pasien Askes yang berkunjung ke Puskesmas ini tahun 2006.. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Peneliti : Menurut Anda. apakah fasilitas kesedatan yang ada di Puskesmas ini telah lengkap atau memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar ? Info Pen berdasarkan Puskesmas.. sekitar…. 25% nya atau 276 orang Pak”. Askesnya”. Transkript Hasil Wawancara dengan Staf Puskesmas Baiturrahman Peneliti : Sebagai staf Puskesmas yang memegang tanggung jawab mengelola program Askes. Askes ? Informan : “Tidak ada masalah Pak.. Info Pen ndala Pak”. karena mengambil uang pembayaran Askes dari Kantor Dinas Kota bukan langsung ke PT.

. derita oleh eserta wajib Askes yang berobat di Puskesmas ini selama tahun 2006 yang lalu ? Informan : “Ispa. h.965 orang. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes yang mendapat rujukan rawat jalan dari Puskesmas ini tahun 2006 yang lalu ? Informan : “Jumlah pasien Askes tahun 2006.. Askes Pada. yaitu 3. penyakit saluran pencernaan dan endokrin”. Info Pen he… !”. Pen ang ada di memberikan Info Pen berdasarkan Puskesmas.. dan jumlah pasien dari peserta wajib PT. sekitar 44%”. Transkript Hasil Wawancara dengan 5 orang pasien rujukan Pada kesempatan ini peneliti hanya menyimpulkan saja alasan dari kelima pasien tersebut ketika meminta rujukan berobat jalan dari Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.761 orang Pak.Peneliti : Dapatkah saya memperoleh data konkritnya tentang jumlah pasien yang berobat tahun 2006. dan yang mendapat rujukan rawat jalan 1.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ke lima pasien tersebut. Pasien yang diwawancarai tersebut umumnya memiliki pendidikan di atas atau setara dengan Sekolah Menengah Atas.. maka hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut : a. Askes merasa kecewa dengan obat-obatan yang diberikan di Puskesmas. P le d. P p p S c. obat yang diberikan hanya berkisar antara Alntalgin.dokter di Puskesmas. Para pasien peserta wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 . Askes Pada. Paracetamol. Mereka berkata untuk smeua penyakit. P jalan. P ja e. f. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. C o b... maka h Sakit pasti dak menjadi jauh lebih jadi mereka t ke Rumah lagi dengan mereka berkesempatan mendapat pelayanan kesehatan dari dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit.

2. Askes cabang Banda Aceh diketahui bahwa PT.2.1.2. Analisis Peranan dan Upaya PT. pelayanan gga hal ini anan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Pemahaman uhan Medis ersentasenya a Aceh telah entase rawat Puskesmas. Hal ini bertujuan untuk .4. Askes Terhadap Peningkatan Rujukan Rawat Jalan Tingkat I Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasie.2. Sistem kapitasi merupakan suatu cara penekanan biaya pelayanan kesehatan dengan menempatkan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) pada posisi menanggung resiko. Askes cabang Banda Aceh menyadari adanya trend peningkatan rasio rawat jalan tingkat pertama pada peserta mening mulai jalan t kelemb keseha diharap 4. Pembahasan 4. Bidang Sosial PT. dengan cara menerima pembayaran atas dasar jumlah jiwa yang ditanggung. seluruhnya atau sebagian. Askes dalam membayar jasa pelayanan kesehatan para pesertanya adalah menggunakan sistem kapitasi. Askes Sistem yang diterapkan oleh PT.

..Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada.. 2007 USU e-Repository © 2008 .

.memacu para PPK berorientasi kepada upaya preventif dan promotif serta lebih memperhatikan pengendalian biaya pelayanan kesehatan.. 2007 USU e-Repository © 2008 . Mekanisme ini merupakan cara meningkatkan efisien dengan memanfaatkan mekanisme pasar pada sistem pembayaran pihak ketiga baik itu asuransi. Pada situasi pasar persaingan sempurna. dnegan cara menerima pembayaran atas dasar jumlah jiwa yang ditanggung. maupun pemerintah.. Askes Pada. kunjun pengha dengan para inform penelit Puskes diterap Merek dengan Pembayaran kapitasi merupakan suatu cara penekanan biaya dengan menempatkan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) pada posisi menanggung resiko. k dan sesuai atas rata-rata ekan jumlah h besar dari Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. seluruhnya atau sebagian. PPK. Mekanisme ini merupakan cara meningkatkan esmas dalam igus kepala apitasi yang is besarnya. Hal ini memacu parfa PPK berorientasi kepada upaya preventif dan promotif serta lebih memperhatikan pengendalian biaya pelayanan kesehatan. PPK akan memasang tariff sama dengan market price tetapi pada pasar biaya.

efisiensi dengan memanfaatkan mekanisme dasar pada sistem pembayaran pihak ketiga baik itu asuransi. Pada situasi pasar persaingan sempurna. Jika kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dirawat di Puskesmas yang memilki sarana dan prasarana yang terbatas.2. maupun Pemerintah. Analisis Kelengkapan Sarana Puskesmas (Fasilitas Alat dan anya resiko an pada saat kait dengan enolak cara nomi profesi cari untung. PPK akan memasang tarif sama dengan market price tetapi pada dasar monopoli atau oligopoly PPK dapat menetapkan harga di atas rata-rata biaya. (Thabrany.3. Askes Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa kelengkapan sarana dan prasarana di Puskesmas akan mempengaruhi dokter dalam memberikan rujukan kepada pasien. . 1998) n penolakan PPK u tersebu ini bel variasi pemba kedokt sement jika ter 4. atan hokum Ketersediaan Obat) Terhadap Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. et all. Jika pembayar membayar dengan atau lebih besar dari penghasilan jika ia harus melayani pasien fee for service. PPK.

.Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes Pada... 2007 USU e-Repository © 2008 .

Selama ini biasanya. 2007 USU e-Repository © 2008 .. Askes Pada. jika pasien telah sangat menuntut untuk mendapatkan rujukan. maka dokter tidak akan memberikan surat rujukan kepada pasien tersebut. si kesehatan namun mereka tetap berkeras minta dirujuk. Tabel di bawah ini akan menggambarkan persentase pasien yang meminta rujukan tanpa indikasi. Ketika hal ini dijelaskan kepada pasien. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor pendukung (enabling factor).4.maka dokter akan memberikan rujukan. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Namun jika kondisi medis pasien masih memungkinkan untuk berobat jalan di Puskesmas dengan fasilitas dan obat-obatan yang tersedia. lan Tingkat ceh ukan dalam pembe rujuka di atas pelaya dijelas enginginkan t pendidikan caya dengan aupun telah Puskesmas.. maka dokter akan memberikan. Keadaan ini biasanya dapat menyulitkan dokter dalam mengambil keputusan. Hal ini terkait dengan hak pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.2. tidak semua pasien dapat menerima dengan baik. yang biasan dan ob 4..

Askes yang Berobat ke Puskesmas Tahun 2006 Wajib PT. yang mempunyai kecenderungan untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang meliputi : . Faktor predisposisi merupakan kumpulan faktor-faktor yang menggambarkan karakteristik individu. diantaranya adalah faktor predisposisi. Permintaan No Nama Puskesmas Jumlah Perkiraan Pasien Askes Persentase yang Pasien Askes Mendapat yang Dirujuk Rujukan Atas Permintaan Tahun 2006 Pasien 1 2 3 50% 75% 30-40% T PT. Alasan obat yang fasilitas di awatan atau b PT. As 75% d pasien diberik Puskes pelaya S eserta wajib ar antara 30kan. R (1995) yang menyatakan bahwa pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan oleh masyarakat tergantung pada tiga faktor. Gambaran Peserta Askes yang Dirujuk atas Pasien Jumlah Peserta Wajib PT.1.Tabel 4. Askes ini ketika meminta rujukan sangat tepat jika dikorelasikan dengan teori Anderson.

Askes Pada...Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. 2007 USU e-Repository © 2008 ..

berupa : umur.. pendidikan. jenis kelamin. ras dan suku. b. dokter dan tenaga kesehatan lainnya serta kepercayaan terhadap peny Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. status sosial. terutama kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan.a. Askes Pada. status perkawinan. penyakit di masa lalu serta jumlah anggota keluarga. meliputi: jenis pekerjaan.. Keadaan struktur sosial. Keadaan demografi. 2007 USU e-Repository © 2008 . c. Sikap dan kepercayaan.

merasa rawat jalan Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes menggunakan system kapitasi dalam membayar jasa pelayanan medis para pesertanya. Seki oleh med c. Men Ask dian puskesmas.. PT.BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.. Puskesmas. didapatkan atas indikasi tan. Askes Pada. Askes Pada Tiga Puskesmas di Kota Banda Aceh Tahun 2007. Hal ini memacu para PPK berorientasi kepada upaya a. d. bah ting b. dapat d a.1. seluruhnya atau sebagian. maka PT. Kesimpulan Dari evaluasi dan analisis yang dilaksanakan terhadap hasil penelitian tentang Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. ah tersebut. PT. 2007 USU e-Repository © 2008 . dengan cara menerima pembayaran atas dasar jumlah jiwa yang ditanggung. Pembayaran kapitasi adalah suatu cara penekanan biaya dengan menempatkan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) pada posisi menanggung resiko.

secara umum telah mengetahui pengertian dari sistem kapitasi dan resiko penerapan sistem kapitasi ini bagi Puskesmas. Umumnya pasien yang meminta rujukan atas inisiatif sendiri tersebut memiliki pendidikan di atas SMU. Pasien mendapat rujukan rawat jalan.. Para med suda g. h.. yang menjadi informan penelitian ini. f.. dan umumnya mereka datang untuk meminta rujukan kembali. Askes Pada. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. e. Para dokter yang sekaligus Kepala Puskesmas di tiga wilayah Kota Banda Aceh. i.preventif dan promotif serta lebih memperhatikan pengendalian biaya pelayanan kesehatan. umumnya hanya 25-30% yang ada pasien rawat jalan en tersebut memberikan sehatan itu kan dimana ap pemberi n pemberian as peralatan asien Askes membawa jawaban rujukan kembali ke Puskesmas. Pad pese ting untu ruju adal mer pela rujukan. 2007 USU e-Repository © 2008 .

Beb mer mer pera mem bert di P jika l..j. karena mereka biasanya mengambil uang tersebut di Dinkes kota. 2007 USU e-Repository © 2008 . Rumah Sakit dokter yang ang bertugas kan sembuh peneliti dapat menyimpulkan bahwa dari ketiga Puskesmas ini. umumnya mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kendala dengan pembayaran biaya pelayanan kesehatan yang diserahkan oleh PT. Askes. Askes itu biasanya dilakukan oleh pihak Dinkes kota. jadi segala urusan yang berkenaan dengan PT.. maka ya mengapa eserta Askes Puskesmas. k. Para staf Puskesmas yang menjadi penanggung jawab program Askes di Puskesmas masing-masing. Askes Pada. Ber men ruju esmas yang g persentase skes.. Puskesmas Baiturrahman memiliki sistem yang paling baik dalam memberikan rujukan rawat jalan kepada pasien peserta wajib PT. Hal ini dapat dilihat dari perkiraan persentase pasien Askes yang dirujuk atas permintaan pasien sendiri. Meskipun persentase rujukan dari Puskesmas Baiturrahman berada pada peringkat pertama (44% dari pasien peserta Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Askes.

maka tujuan dari pelayanan kesehatan melalui asuransi kesehatan ini akan tercapai dengan baik. Berarti dapat disimpulkan.2. Sehingga dengan adanya hubungan dan koordinasi kerja yang baik tersebut. khususnya di Prov.. Ada skes dengan engeluarkan pasien dari an kesehatan bermutu di t yang sama Dinas Kesehatan dan Petugas yang berada di Puskesmas. Pada masa yang akan datang diharapkan semua puskesmas di Indonesia. terutama provider kesehatan yang langsung berhubungan dengan pelayanan kesehatan peserta Askes wajib ini. Askes Pada. bahwa 60-70% pasien yang dirujuk tersebut memang berdasarkan indikasi medis dan Puskesmas Baiturrahman menerapkan sistem yang lebih ketat dari dua Puskesmas lainnya dalam memberikan rujukan rawat jalan Tingkat I kepada peserta wajib PT. Ask 5. 2007 USU e-Repository © 2008 . Aga di Pus mes b. Askes mendapat rujukan rawat jalan Tingkat I).wajib PT. NAD dapat diakreditasi oleh pihak-pihak yang Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. d... namun persentase pasien yang dirujuk atas permintaan sendiri hanya 30-40%. Sa a. Aga sura pada c.

Bagi Puskesmas yang tidak memiliki akreditasi yang baik.. 2007 USU e-Repository © 2008 .. maka akreditasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman guna meningkatkan mutu pelayanannya. seperti Badan Akreditasi Nasional (BAN) guna mendapatkan penilaian terhadap mutu pelayanan kesehatan yang telah diberikan selama ini sesuai dengan standarisasi pelayanan kesehatan di Puskesmas secara nasional. sehingga outc mut pusa kat terhadap nar menjadi Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.memiliki kompetensi dalam bidang ini.. Askes Pada.

. Jakarta. Direktorat Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat.S. Askes Indonesia.. Baldor Chotim Depkes Kesehatan RI. Available: Http://www. Gadjah Mada University Press.Private e of Health es.DAFTAR PUSTAKA Abrahamson. Yogyakarta.private Mix dalam Pembiayaan lic .H. Aksara. 1013/Menkes/ SKB/IX/2001 tentang Tarif dan Tatalaksana Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah bagi Peserta PT.. Binarupa. J.. (1984) : Metode Survey Dalam Kedokteran Komunitas. Soc.id Engel. Jakarta. Miniard. : Blackwell empengaruhi skes dalam PT. PT. Askes Pada. DK. Depkes RI dan Depdagri (2000) : SKB Menkes dan Mendagri No.W. Sci. 2007 USU e-Repository © 2008 . Terjemahan. Azwar. J. Andari. P. J. Blacwell. Akins.E.Depkes. Askes. Askes dan Keluarganya. 85. (2006) : Ringkasan Eksekutif.. C. Guilkey. Departemen Anders Azwar. (1986) : The Demand for Adult Out Patient Service in the Bicol Region of the Phillipines. Griffin.go.C. Pengantar Studi Epidemiologi dan Evaluatif. Research Yogyakarta : a Pelajar. (2001) : Kebijakan Public . R.D.. Med 22 (3) : 321-328. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT. Depkes RI. (1995) : Prilaku Konsumen.

Yogyakarta. Sardjito.Feldstein. laksono Trisnantoro (2001) : Telaah Kritis terhadap Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat di Indonesia. 2007 USU e-Repository © 2008 . HIAA. (2000) : Manage Care A : Mengintegrasikan Penyelenggaraan dan Pembiayaan Pelayanan Kesehatan. Myfield Publishing Company. RSUP Dr. Mahm Martin Mukti. gan dengan as di Kota sca Sarjana. W. Use of Time. New York : Jhon Wiley and Son. plikasi dan kat. Kongst Kristie Handbook.G. Jakarta : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. Green. Makalah pada Seminar Kapitasi Total bagi Dokter Keluarga PT. Yogyakarta. Hendrartini. 7 (3) : 393 PFE. Mukti. Second Edition. Lawrence (1980) : Health Education Planning. palo Alto. Askes.. Askes Pada. (1983) : Health Care Economic.J. Jakarta : Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan FKM-UI. A.. A Diagnostic Approach. lam Rangka lah : Pada eeper dalam Sistem Rujukan.. Hasbullah Thabrany. Zuhrawardi : Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Wajib PT.. J (2000) : Sistem Pembayaran Kapitasi Total. P.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->