Anda di halaman 1dari 18

OTITIS EKSTERNA 2013

OTITIS EKSTERNA
PENDAHULUAN
Otitis eksterna disebut juga swimmers ear atau singapores ear. Otitis eksterna merupakan penyakit sederhana yaitu suatu infeksi kulit pada saluran telinga bagian luar, tapi penyakit ini bisa menjadi masalah serius. Angka kejadian di Amerika Serikat adalah 4 dari 1000 orang penduduk setiap tahunnya.1,2,3,4 Liang telinga luar secara anatomis berfungsi sebagai pelindung benda asing dan infeksi. Liang telinga dari lateral ke medial, penyempitan isthmus, rambut-rambut pada sepertiga lateral liang telinga, kelenjar sebaseum dan kelenjar apokrin yang mengosongkan diri sampai ke folikel rambut dan menghasilkan serum.1,2,3,4,5,6 Otitis eksterna terjadi jika adanya gangguan fungsi proteksi dari serumen liang telinga, misalnya pengikisan oleh air (aktivitas di air, berkeringat, dan kelembaban yang tinggi) atau membersihkan liang telinga dengan cotton bud, pengorek besi, kuku jari, ujung pen atau pensil, dapat menyebabkan abrasi dari epitel dan memudahkan organisme masuk ke jaringan.1,3,5,6 Organisme penyebab otitis eksterna 90% adalah bakteri dan 10% adalah jamur. Bakteri yang dominan adalah Pseudomonas Aeruginosa, diikuti oleh Staphilokokus Aureus, Staphilokokus Epidermis. Sedangkan jamur yang dominan adalah Aspergilus dan Candida.1 Rasa penuh dan gatal pada telinga menimbulkan rasa inigin mengorak-ngorek menjadi kebiasaan gatal korek yang disebut juga itch scratch cycle. Rasa nyeri dapat timbul karena lapisan epitel kulit liang telinga terkikis dan tampak eritema. Rasa nyeri kemudian menyebar saat mengunyah, menekan tragus atau menggerakan daun telinga. Inflamasi

SMF ILMU PENYAKIT THT

OTITIS EKSTERNA 2013


menyebabkan edema sehingga menimbulkan rasa penuh pada telinga dan gangguan pendengaran. Adanya sekret di liang telinga bisa jernih atau bahkan keruh dan tidak berbau sampai dapat berupa purulen jika keadaan bertambah berat.1,11,13

ANATOMI
Secara anatomi, telinga dibagi atas 3 yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi mengumpulkan dan menghantarkan gelombang bunyi ke struktur-struktur telinga tengah. Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna atau aurikel) dan liang telinga sampai membrane timpani. Di dalam telinga tengah terdapat tiga tulang pendengaran yaitu maleus, inkus, stapes. Telinga dalam terdiri dari koklea yang berupa dua setengah lingkaran dan vestibuler yang terdiri dari tiga buah kanalis semisirkularis.1,2,3,4,5,6,7,8

Gambar.Anatomi telinga9

SMF ILMU PENYAKIT THT

OTITIS EKSTERNA 2013


Daun telinga merupakan struktur tulang rawan yang berleku-lekuk dan dibungkus oleh kulit tipis. Lekukan-lekukan ini dibentuk oleh heliks, antiheliks, tragus, antitragus, fossa skafoidea, fossa triangularis, konkha dan lobulus. Permukaan lateral daun telinga mempunyai tonjolan dan daerah yang datar. Tapi daun telinga yang melengkung disebut tuberkulum telinga (darwn tubercle). Pada bagian anterior heliks terdapat lengkungan yang disebut antiheliks. Bagian superior antiheliks membentuk dua buah krura antiheliks dan bagian dikedua krura ini disebut fosa triangulari. Di atas kedua krura ini terdapat fosa skafa. Di depan antiheliks terdpat konka, yang terdiri atas dua bagian yaitu samba konka, yang merupakan bagian anterior superior konka yang ditutupi oleh krus heliks dan kavum konka yang terletak dibawahnya bersebrangan dengan konka, yang merupakan bagian antero superior konka yang ditutupi oleh krus heliks dan kavum konka yang terletak dibawahnya bersebrangan dengan konka dan terletak di bawah krus heliks terdapat tonjolan kecil yang berbentuk segitiga kecil yang disebut tragus dan terletak pada batas bawah anteheliks disebut antitragus.1,2,14,15

Gambar.Anatomi daun telinga (aurikula)10

SMF ILMU PENYAKIT THT

OTITIS EKSTERNA 2013


Auricula terdiri dari potongan kartilago yang ditutupi kulit dan dihubungkan ke tengkorank oleh oto dan ligamentum vestigial. Meatus acusticus externus membentuk pipa melengkung seperti S yang terbentang dari auricular ke membran tympani (gendang telinga). Meatus acusticus externa mempunyai kerangka tulang rawan pada sisi paling laterlanya yang bersambung dengan auricular.1,2,3,4,5,6,7,8 Saluran ini dilapisi kulit yang melekat erat ke kerangka tulang rawan dan tulang liang telinga. Kulit ini mengandung banyak glandula ceraminosa dan vibrissae pada bagian terluarnya. Rangka luar dan bagian medial dibentuk oleh pars tympanica, petrosa dan squamosa ossis temporalis. Os temporal membentuk bagian dasra dan dinding lateral tengkorak. Telinga luar berfungsi mengumpulkan dan menghantar gelombang bunyi ke struktur-struktur telinga tengah.1,2,3,4,5,6,7 Jaringan subkutan daun telinga bagian superior sangat tipis, terutama di permukaan anterior, sehingga kulit langsung menempel pada tulang rawan. Makin ke bawah lapisan subkutan bertambah dan berakhir di lobulus yang tidak mempunyai rangka tulang rawan. Perdarahan daun telinga bagian posterior berasal dari cabang posterior a.karotis eksterna yang mendarahi juga sebagian kecil permukaan depan daun telinga. Sebagian permukaan belakang daun telinga terutama doperdarahi oleh a.oksipitalis. permukaan depan daun telinga terutama diperdarahi oelh cabang anterior a.temporalis superficial anterior. Persarafan daun telinga disuplai oleh cabang-cabgan aurikularis magnus dan oksipitalis minor dari pleksus servikali, juga dari cabagng aurikulotemporal saraf trigeminal serta cabgang auricular n.vagus.1,2 Karena keunikan anatomi aurikula serta konfigurasi liang telinga yang melengkung, maka telinga luar mampu melindungi membrana timpani dari trauma, benda asing dan efek termal. Liang telinga berbentuk huruf S, dengan bagian tulang rawan pada sepertiga luar dan

SMF ILMU PENYAKIT THT

OTITIS EKSTERNA 2013


bagian tulang pada dua pertiga dalam. Panjang liang telinga kira-kira 2,5 cm 3 cm. Bentuk liang telinga seperti huruf S melar akibat perbedaan sudut bagian tulang rawan dan bagian tulang karena itu membrane timpani biasanya tidak dapt terlihat langsung dari luar. Bagiang yang tersempit dari liang telinga adalah dekat perbatasan tulang dan tulang rawan. Hanya sepertiga bagian luar atau bagian kartilaginosa dari liang telinga dapat bergerak.1,2,13,14,15 Pada kulit yang normal di liang telingfa, ada bakteri flora seperti Micrococcus dan Corynebacterium sp. Infeksi pada liang telinga oleh bakteri patogen dipengaruhi kondisi host misalnya adanya trauma lokal, adanya perubahan sifat serumen, dermatitis, dan perubahan pH di liang telinga. Kulit yang melapisi bagian kartilaginosa lebih tebal daripada kulit bagian tulang, selain itu juga mengandung folikel rambut yang banyak bervariasi antar individu namun ikut membantu menciptakan suatu sawar dalm laing telinga. Anatomi liang telinga bagian tulang sangat unik karena merupakan satu-satunya tempat dalam tubuh dimana kulit langsung terletak di atas tulang tanpa adanya jaringan subkutan. Dengan demikian daerah ini sangat peka, dan tiap pembengkakan akan sangat nyeri karena tidak terdapat ruang untuk ekspansi.1,2,15 Jika menggunakan otoskop, aurikula biasanya harus ditarik ke postero lateral untuk dapat melihat bagiantulang dan membrana timpani. Bersama dengan lapisan luar membrana timpani, liang telinga membentuk suatu kantung berlapis epitel yang dpat memerangkap kelembaban, sehingga daerah ini menjadi rentan infeksi pada keadaan tertentu. Kulit uang melapisi bagian kartilaginosa lebih tebal daripada kulit bagian tulang, selian itu juga mengandung folikel rambut yang banyaknya bervariasi antar individu namun ikut membantu menciptakan suatu sawar dalam liang telinga.1,2,9,10

SMF ILMU PENYAKIT THT

OTITIS EKSTERNA 2013


Anatomi liang telinga bagiang tulang sangat unik karena merupakan satu-satunya tempat dalam tubuh dimana kulit langsung terletak di atas tulang tanpa adanya jaringan subkutan. Dengan demikian daerah ini akan sangat peka, dan tiap pembengakakn akan sangat nyeri karena tidak terdapat ruang untuk ekspansi.1,2,3,4,5

Gambar.Membran timpani yang normal11

Ada tiga makroskopik mekanisme pertahanan dari liang telinga dan permukaan lateral membrane timpani yaitu tragus dan antitragus, kulit dengan lapisan serumen dari isthmus. Salah satu cara perlindungan yang diberikan telinga luar adalah dengan pembentukan serumen atau kotoran telinga. Sebagian besar struktur kelenjar sebasea dan apokrin yang menghasilkan serumen terletak pada bagian kartilaginosa. Eksfoliasi sel-sel stratum korneum ikut pula berperan dalam pembentukan materi yang membentuk suatu lapisan pelindung penolak air pada dinding kanalis ini. pH gabungan berbagai bahan tersebut adalah sekitar 6, suatu faktor tambahan yang berfungsi mencegah infeksi. Serumen diketahui memiliki fungsi

SMF ILMU PENYAKIT THT

OTITIS EKSTERNA 2013


sebagai proteksi. Dapat berfungsi sebagai sarana pengangkut debris epitel dan kontaminan untuk dikeluarkan dari membrane timpani. Serumen juga berfungsi sebagai pelumas dan dapat mencegah kekeringan dan pembentukan fisura pada epidermis.1,2,3,4,5,6,7,8 Saluran limfatik merupakan bagian yang penting dalam penyebaran infeksi. Bagian anterior dan superior dari meatus akustikus eksternus, disalurkan ke pembuluh limfe preaurikular di kelenjar limfe servikal bagian superior.1,2,3,4,5,6,7 Bagain inferior, disalurkan ke infra aurikuler dekat angulus mandibula. Bagian posterior disalurkan ke kelenjar limfe postaurikuler dan kelenjar limfe servikal bagian superior. Rangsangan pada aurikuler dan meatus akustikus eksternus berasal dari saraf perifer dan cranial, yaiu dari saraf trigeminus (V), fasil (VII), glosopharingeal (IX), dan vagus (X).1,2

Gambar.Anatomi saluran telinga9

SMF ILMU PENYAKIT THT

OTITIS EKSTERNA 2013


DEFINISI
Yang dimaksud dengan otitis eksterna ialah radang liang telinga akut maupun kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur dan virus. Istilah otitis eksterna telah lama dipakai untuk menjelaskan sejumlah kondisi. Spektrum infeksi dan radang mencakup bentukbentuk akut atau kronis. Dalam hal infeksi perlu dipertimbangkan agen bakteri, jamur dan virus. Radang non-infeksi termasuk pula dermatosis, beberapa diantaranya merupakan kondisi primer yang langsung menyerang liang telinga. Shapiro telah menegaskan bahwa perbedaan anatar otitis eksterna yang berasal dari dermatosis dengan otitis eksterna akibat infeksi tidak selalu jelas. Suatu dermatosis dapat menjadi terinfeksi setelah beberapa waktu, sementara pada infeksi kulit dapat terjadi reaksi ekzematosa terhadap mekanisme penyebab. Sekali lagi, anamnesi dan pemeriksaan yang cermat seringkali akan memberi petunjuk ke arah kondisi primernya. 1,2,12,13,14 Otitis eksterna sirkumskripta (furunkel=bisul) merupakan peradangan pada sepertiga luar liang telinga mengandung adneksa kulit, seperti folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar serumen, maka ditempat itu dapat terjadi infeksi pada pilosebaseus, sehingga membentuk furunkel.1,2,3,4,5,6,7 Otitis eksterna difus biasanya mengenai kulit liang telinga duapertiga dalam. Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edema yang tidak jelas batasnya.1 Kuman penyebab biasanya golongan Pseudomonas. Kuman lain yang dapat sebagai penyebab ialah Staphylococcus albus, Escherichia colli dan sebagainya. Otitis eksterna difus dapat juga terjadi sekunder pada otitis media supuratif kronis.1 Gejalanya adalah nyeri tekan tragus, liang telinga sangat sempit, kadang kelenjar

SMF ILMU PENYAKIT THT

OTITIS EKSTERNA 2013


getah bening regional membesar dan nyeri tekan, terdapat sekret yang berbau. Sekret ini tidak mengandung lendir (musin). Seperti sekret yang ke luar dari kavum timpani pada otitis media. 1,2,3,4,5,6

Gambar.otitis eksterna sirkumskripta5

Pengobatannya dengan membersihkan linag telinga, memasukkan tampon yang mengandung antibiotika ke liang telinga supaya terdapat kontak yanng baik antara obat dengan kulit yang meradang. Kadang-kadang diperlukan obat antibiotika sistemik.1

ETIOLOGI
Penyebab otitis eksterna sirkumskripta yang tersering adalah Staphylococcus aureus, Staphylococcus albus. Faktor lainnya adalah maserasi kulit liang telinga akibat sering berenang atau mandi denga shower, trauma, reaksi terhadap benda asing, dan akumulasi serumen. Sering terjadi superinfeksi oleh bakteri piogenik (terutama Pseudomonas atau

SMF ILMU PENYAKIT THT

OTITIS EKSTERNA 2013


staohylococcus) dan jamur.3,8 Otitis eksterna rekuren biasanya disebabkan oleh pemakaian aplikator berujung kapas yang sering atau sering berenag dalam kolam berenang berklorinasi (atau keduanya).8

Gambar. Salah satu penyebab otitis eksterna5

PATOGENESIS
Otitis eksterna sirkumskripta merupakan infeksi folikel rambut, bermula sebagai folikulitis kemudian biasanya meluas menjadi furunkel. Organisme penyebab biasanya Staphylococcus. Umumnya kasus-kasus ini disebabkan oleh trauma garukan pada liang

telinga. Kadang-kadang nfurunkel disebabkan oleh tersumbat serta terinfeksinya kelenjar sebasea di liang telinga. Panas dan lembab dapat menurunkan daya tahan kulit liang telinga, sehingga frekuensi penyakit ini agak meningkat pada musim panas. 1,2,3,4,10,11 Pada kasus dini, dapat terlihat pembengkakan dan kemerahan difus didaerah liang

SMF ILMU PENYAKIT THT

10

OTITIS EKSTERNA 2013


telinga bagian tulang rawan, biasanya posterior atau superior. Pembengkakan itu dapat menyumbat liang telinga. Setelah terjadi lokalisasi dapat timbul pustula. Pada keadaan ini terdapat rasa nyeri yang hebat sehingga pemeriksaan sukar dilakukan. Biasanya tidak terdapat sekret sampai absesnya pecah. Toksisitas dan adenopati muncul lebih dini karena sifat organisme penyebab infeksi.4,5,6,7

FAKTOR PREDISPOSISI2
Infeksi dapat terjadi sebagai akibat faktor-faktor predisposisi tertentu sebagai berikut: 1. Perubahan pH kulit kanalis yang biasanya asam menjadi basa 2. Perubahan lingkungan terutama gabungan peningkatan suhu dan kelembaban 3. Suatu trauma ringan seringkali karena benang atau membersihkan telinga secara berlebihan.

GEJALA DAN TANDA3,7


Nyeri hebat yang diikuti otore purulen, meatus nyeri tekan, tampak pembengkakan Nyeri tekan pada tragus dan pada tarikan daun telinga Gangguan pendengaran bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga.

DIAGNOSIS1,5,6
Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan 1. Anamnesa Dari anamnesa dapat ditanyakan gejala dan tanda yang dirasakan penderita. :

SMF ILMU PENYAKIT THT

11

OTITIS EKSTERNA 2013


2. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan liang telinga, pada inspeksi tampak linag telinga kemerahan, edema. Rasa nyeri juga dijumpai terutama saat menggerakkan rahang (mengunyah), menekan tragus dan menggerkkan daun telinga. Adanya inflamasi, hiperemis, edema yang terlihat pada linag telinga luar dan jaringan lunak periaurikuler. Nyeri yang hebta, yang ditandai adanya kekakuan pada jaringan lunak ppada ramus mandibula dan mastoid. Nervus kranialis harus (V-XII) diperiksa. Status menteal harus diperiksa. Gangguan status mental dapat menunjukkan komplikasi intracranial. Membrane timfani biasanya intak. Demam tidak umum terjadi.

3. Pemeriksaan penunjang Biakan dan tes sensitivitas dari sekret.

DIAGNOSIS BANDING
Otomikosis Infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah tersebut. Yang tersering ialah pityrosporum, Aspergilus. Kadang-kadang ditemukan juga kandida albikans atau jamur lain. Pityrosporum menyebabkan terbentuka sisik yang menyerupai ketombe dan merupakan predipossisi otitis eksterna

SMF ILMU PENYAKIT THT

12

OTITIS EKSTERNA 2013


bakterialis.1 Gejala biasanya berupa rasa gatal dan rasa penuh ditelinga, tetapi sering pula tanpa keluhan.1 Pengobatannya ialah dengan membersihkan liang telinga . larutan asam asetat 2% dalam alkohol, larutan iodin povidon 5% atau tetes telinga yang mengandung campuran antibiotik dan steroid yang diteteskan keliang telinga biasanya dapat

menyembuhkan. Kadang-kadang diperlukan juga antijamur(sebagai salep)yang dibersihkan secara topikal yang mengandung nistatin, klotrimazol.1

PENATALAKSANAAN
Prinsip-prinsip penatalaksanaan yang dapat diterapkan pada semua tipe otitis eksterna antara lain :2 1. Membersihkan liang telinga dengan pengisap atau kapas dengan berhati-hati 2. Penilaian terhadap sekret, edema dinding kanalis, dan membrana timpani bilamana mungkin keputusan apakah akan menggunakan sumbu untuk mengoleskan obat 3. Pemilihan pengobatan lokal Infeksi piogenik : Pengobatan ditujukan untuk menjaga agar linga telinga tetap bersih dan kering dan melindunginya dari trauma. Kotoran harus dibersihkan dengan dari liang telinga dengan irigasi secara lembut. Antibiotika topikal yang dikombinasikan dengan kortikosteroid dalam bentuk tetes telinga sangat penting. Berikan antibiotika sistemik (biasanya penisilin) dalam dosis penuh dalam 10 hari jika terdapat tanda-tanfa

SMF ILMU PENYAKIT THT

13

OTITIS EKSTERNA 2013


penyebaran infeksi di luar kulit liang telinga (demam, adenopati, atau selulitis daun telinga). Selama fase akut, hindari berenang bila memungkinkan.8 Pengankatan benda asing : Pengankatan harus selalu dilakukan dengan melihat

langsung dan jangan pernah melakukan dengan membabi buta. Mengalirkan larutan garam hangat-hangat kukudengan terarah melalui benda asing tersebut kedalam liang telinga mungkin mendorongnya mengapung keluar. Benda berupa sayuran, seperti kacang dan buncis, mengembang bila terken air dan harus dikeluarkan dengan kawat lengkung; hati-hati, jangan sampai mendorong benda asing makin dalam lagi. Bila benda tersebut besar dan tertancap pada tempatnya, pasien harus dirujuk ke dokter ahli THT. 8

Pengangkatan serumen terimpaksi

: Serumen pada liang telinga luar harus

dibersihkan sebelum pemeriksaan dilanjutkan. Serumen dapat diangkat dengan kawat lengkung atau dengan aplikatot kawat tipis berujung kapas. Bila perlu, serumen dapat dilunakkan dengan meneteskan minyak mineral atau Cerumenex (perhatian : Cerumenex dapat menimbulkan dermatitis kontak jika dibiarkan di liang telinga selama lebih dari 30 menit). Serumen juga dapat dicuci keluar dengan air atau larutan garam hangat, dengan memakai spuit. Irigasi dikontraindikasikan jika terdapat kemungkinan perforasi membrane timpani. 8
Tabel obat-obatan2

NAMA OBAT

SPEKTRUM ORGANISME

SMF ILMU PENYAKIT THT

14

OTITIS EKSTERNA 2013


Kolistin Pseudomonas aeruginosa Golongan Klebsiella-Enterobacter Escherichia coli Polimiksin B Pseudomonas aeruginosa Golongan Klebsiella-Enterobacter Escherichia coli Neomisin Staphylococcus aureus dan S.albus Escherichia coli Golongan proteus Kloramfenikol Staphylococcus aureus dan S.albus Golongan Klebsiella-Enterobacter Escherichia coli Nistatin Klotrimazol Mikonazol Tolnafat Karbol-fuhsin Timol/alcohol Asam salisilat/alcohol Asam borat/alcohol Asam asetat/alcohol Terutama organisme jamur namun dapat infeksi bakteri pula efektif pada dengan cara Organisme jamur

merendahkan pH kulit liang telinga

SMF ILMU PENYAKIT THT

15

OTITIS EKSTERNA 2013


M-kresil asetat Mertiolat akueus Umumya antiseptic

PROGNOSIS7
Umumnya sembuh setelah diobati. Dapat kambuh, terutama pada perenang.

SMF ILMU PENYAKIT THT

16

OTITIS EKSTERNA 2013


DAFTAR PUSTAKA
1. Helmi, Djaafar ZA, Restuti RD. Kelainan Telinga Luar. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, Bashirudin J, restuti RD, edisi: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher, Edisi ke-6. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2010. Hal 58-61 2. Bull. Tony R. Color Atlas Of ENT Diagnosis. Thieme Stuttgart. New York. 2003. Hal 25-30. 3. Mansjoer Arif, Triyanti Kuspuji, Savitri Rakhmi, et all. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga Jilid Pertama. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.2001. Hal 83-84 4. Ballenger, JJ. Otitis Eksterna Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher. Jilid 2. Edisi 16. Bina Rupa Aksara. Jakarta. Hal 236-238. 5. Dhirngra PC. Diseases Of Ear, Nose and Throat. Elsevier. 2001. Hal 50-55. 6. Roland, N.J. Key Topics in Otolaryngology. Second Edition. Mc Combe 7. McKeason. Otitis Eksterna. Clinical reference system. Available from http://mdconsult.com.2004 8. Colman Bernat. Disease of the Nose, Throat and era, and Head and Neck A Handbook far student and practitioners. Fourteenth Edition. ELBS. Edinburgh. 1992. Hal 209-216. 9. Probst R, Grevers G,Iro H. Basic Othorhinolaryngology. Thieme. Germany. 2006. Hal : 207 209. 218 219. 10. Ludman, Harold. Pain in the ear on theABC of ENT. Fifth Edition. Blacwel publishing. Page : 1-5 11. http://septiadah.wordpress.com/2011/04/15/fisika-telinga-dan-pendengaran. 12. http://gurungebloq.wordpress.com/2008/12/11/indera-pendengaran-telinga.

SMF ILMU PENYAKIT THT

17

OTITIS EKSTERNA 2013


13. http://skydrugz.blogspot.com/2011/11/refarat-miringitis-buloda.html?m=1 14. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/imagepages/19077.html 15. Eaton DA. Complication of Otitis Media. 2011. Di unduh dari :

http://emedicine.medscape.com/article/860323-overviem#showall.

SMF ILMU PENYAKIT THT

18