P. 1
Harianandalas Com

Harianandalas Com

|Views: 3|Likes:
Dipublikasikan oleh Reza Lubis

More info:

Published by: Reza Lubis on Apr 01, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

Monday Apr 01st

HOME Home

BERITA UTAMA Sumatera Utara

SUMUT

MEDAN KITA

ACEH

OLAHRAGA

KOMUNITAS

HUKUM & KRIMINAL

EKONOMI

RAGAM

INTERNASIONAL

Masa Tugas Berakhir, 32 Kades Masih Menjabat

Masa Tugas Berakhir, 32 Kades Masih Menjabat
RABU, 06 MARET 2013 08:36 SUMATERA UTARA

Sign Up Now for mail.com:
Unlimited Storage, Mail Collector, Mobile Access and More. It's Free! www.mail.com

Stabat- andalas Menyusul berakhirnya masa jabatan 33 kepala desa (Kades), 32 orang di antaranya ditetapkan kembali menjadi pejabat Kades. Hal itu tentu langsung melahirkan pro dan kontra di tengah masyarakat, karena dinilai tidak bijaksana. Hal itu ditengarai akan berdampak hukum serta mempengaruhi integritas pemerintahan, karena diduga telah melanggar Perda No18 Tahun 2007. Seluruh kades itu diketahui telah mengakhiri masa tugasnya pada Februari 2013. Namun, 32 di antaranya menjabat sebagai pelaksana Kades, sedangkan seorang lagi meninggal dunia. Kondisi itu tentu patut untuk disayangkan, sekaligus dibutuhkan perhatian Pemkab Langkat sebelum segala sesuatunya semakin rancu. Reza Lubis, Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Sekretaris LSM LI-TIPIKOR Langkat menegaskan, selain berakibat hukum, kredibilitas pemerintahan desa ikut terpengaruh, terutama dalam pelayanan administrasi masyarakat. “Kita patut mempertanyakan hal itu, sebab acuannya kan sudah jelas, di mana ada peraturan dan Undang- Undang yang mengaturnya. Pemkab Langkat apa tidak memikirkan dampak buruknya, sebagai pembuat aturan kok malah melenceng dari aturan,” ujarnya di Stabat, Senin (4/3). Mantan Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Langkat tersebut, Pemkab Langkat terkesan kurang bijaksana karena tidak mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dapat berdampak hukum serta mempengaruhi intergritas pemerintahan. Pasalnya, hal itu bertentangan dengan Perda No18 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa. Lebih lanjut dijabarkannya lagi bahwa sesuai Pasal 53 dari Perda tersebut, yang dapat diajukan dan ditetapkan menjadi pejabat Kades adalah perangkat desa, tokoh masyarakat dan PNS di lingkungan Kecamatan. Selain itu, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri No.140/232/SJ tanggal 10 Juli 2012 tentang Penyelenggaraan Pilkades yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia, Kepala Desa yang telah di berhentikan tidak dapat diangkat sebagai pejabat Kepala Desa. Nah, Karena itu sambung dia, berdasarkan itu para Kades itu sepatutnya diberhentikan, karena masa tugasnya telah berakhir (PP No.72 Pasal 17) dan tidak dapat diajukan BPD dari desa setempat serta ditetapkan oleh Bupati Langkat menjadi Pejabat Kades karena (Kades) tidak merupakan bagian dari perangkat desa sebagaimana yang ditentukan oleh Perda No.18 Tahun 2007 Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Nomor 13, mengenai Perangkat Desa, dimana di situ telah ditegaskan bahwa perangkat desa itu adalah adalah unsur staf yang melaksanakan tugas teknis pelayanan dan membantu Kepala Desa. Menguatkan alasan tersebut, Reza menguraikan Perda No.17 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Pasal 3 (2) dan Pasal 14, PP No.72 Tahun 2005 Pasal 12 (1) serta UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 202 serta SE Mendagri No.140/232/SJ tanggal 10 Juli 2012 telah dijabarkan dengan jelas tentang penyelenggaraan Pilkades yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia. “Nah, apabila kemudian dianggap Kades sebagai tokoh masyarakat, maka hal ini perlu dipertanyakan. Sebab, pengajuan usulan pejabat Kades dilaksanakan oleh BPD di saat Kades tersebut masih aktif dalam masa tugasnya sebagai pemerintah desa bersama perangkat desa sebagaimana diterangkan dalam Perda No.18 Tahun 2007 Pasal 1 Nomor 9, PP No.72 Tahun 2005 Pasal 12 Ayat (1) maupun UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Desa Pasal 202 (1),” ujarnya.(BD)

converted by Web2PDFConvert.com

Komentar sebagai guest atau Login
Nama * Email *

Kode *

Kirim Komentar

0 Komentar
Related news items: 01/04/2013 15:56 - "969" Striker Anti- Muslim di Mynmar 01/04/2013 15:24 - Eyang Subur Telantarkan Adik-Adiknya di Jombang 01/04/2013 14:56 - Venna Melinda Gugat Cerai Sang Suami 01/04/2013 14:25 - Wanita Ini Pernah Diasuh 30 Monyet 01/04/2013 13:58 - Polisi Perkosa Tahanan Polres Poso Newer news items: 06/03/2013 08:49 - Dimulai, Pembangunan Rusunawa di Asahan 06/03/2013 08:45 - Kapolres Humbahas Ajak Elemen Masyarakat Berantas Judi 06/03/2013 08:42 - Wali Kota Umar Z Hasibuan Tinjau Desk Pilgubsu 06/03/2013 08:40 - Virus Pungli Mewabah di BKD Simalungun 06/03/2013 08:38 - KPUD Tapanuli Tengah Distribusikan Logistik Pilgubsu Older news items: 06/03/2013 08:34 - Sardimon Bancin Terpilih Jadi Kades Kuta Tinggi 06/03/2013 08:32 - Dokumen RPJMD dan RPJPD Rahasia Negara 06/03/2013 08:30 - Panwaslu Karo Imbau Masyarakat Gunakan Hak Pilih 06/03/2013 08:27 - Pembangunan Sumur Bor PT LNK Diduga Tak Miliki Izin 05/03/2013 09:02 - Pemkab Pakpak Bharat Didesak Lanjutkan Perbaikan << Previous page Next page >>

Berita Utama

Berita Terkini

Medan Kita

Sumatera Utara

Ekonomi

Hukum Kriminal

Komunitas

Aceh

Olahraga

Ragam

Entertaiment

Sepakbola

Internasional

converted by Web2PDFConvert.com

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->