Anda di halaman 1dari 6

Sebuah kata serlng dapat diartikan dengan dua cara, yaitu secara arah dan kiasan.

Misalnya kata hujan dalam kalimat berikut. (a) Hujan yang begitu Iebatnya menyebabkan banjir besar. (b) Pertandingan tadi malam diwamai oleh hujan tinju untuk John. Makna kata hujan pada kalimat (a) adalah 'titiktitik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan. Makna ini merupakan makna arahnya, sedangkan pada kalimat (b) kata hujan bermakna 'bertubi-tubi'. Jelasnya, makna hujan pada kalimat (b) adalah makna kiasan. Dengan demikian, sebuah kata dapat bermakna Iugas seperti tertulis dalam kamus dan kiasan atau tambahan. Pengertian makna denotatif dan konotatif berkaitan dengan makna kata dan pemakaiannya dalam kehidupan berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Sehubungan dengan ilu, dalam berbahasa orang tentu akan memilih kata untuk menyatakan atau mengekspresikan gagasannya. Kala yang dipilih tentulah kata yang efektif dan Iayak dalam artt, baik persesuaiannya dengan suatu subjek, dengan lawan bicara, maupun dengan satu keadaan atau kejadiant Oleh karena itu, pengetahuan seseorang tentang diksi atau pilihan Kata sangat penting. Diksl adalah pllihan kata yang tapat dan selaras untuk menyatakan atau mengekspresikan suatu gagasan sehingga diperoleh efek tertentu yang diharapkan (KBBI, 2001). Pemilihan kata yang Iayak atau pantas penting sekali dalam semua bentuk komunikasi, terutama dalam bahasa Indonesia tutis yang harus membawakan ide atau gagasan dan sikap tanpa peragaan, ekspresi, intonasi, atau syarat berupa gerakan tubuh. Sesuai dengan pokok bahasan, yaitu makna denotatif dan konotatif dalam hubungannya dengan pemakaian kata dalam berkomunikasi, perlu dijelaskan arti denotatif atau konotatif. Namun, sebelum itu ada baiknya dikaji makna kata secara umum. Makna Kata Denotatif dan Konotatif Kata hanyalah sebagai lambang. Oleh karena itu, pengertian kata dapat dilihat dari beberapa segi. Segi yang terpentlng adalah Kata merupakan simbol atau lambang, yang berarti bahwa kata itu mewakili atau menggantikan sesuatu. Kata gunung, misalnya, merupakan sebuah Iambang yang mewakili sesuatu. Sesuatu yang dimaksud itu benuujud bukit yang sangat besar dan tinggi.

Sehubungan dengan itu, menurut lazimnya arti sebuah kata pada dasamya dapat dibedakan antara denotasi dan Konotasi. Sebelum lanjut, perlu dijelaskan bentuk istilah denotasi/denotatif dan konotasi/konotatif. Dalam pokok bahasan digunakan bentuk denotatif dan konotatif, akan tetapi dalam uraian digunakan istilah denotasi dan konotasi. Akhiran -if pada Kata itu menunjukkan sifat, jadi denotatif maksudnya bersifat denotasi atau yang berkaitan dengan denotasi. Dengan demikian, kedua bentuk itu dapat saja digunakan karena denotasi kata bendanya dan denotatif adjektivanya atau kata sifatnya. Denotasi adalah makna kata sebenamya, makna kata secara wajar, secara apa adanya, atau disebut juga makna leksikal, yaitu makna seperti yang terdapat dalam kamus. Dengan kata lain, makna denotasi itu adalah makna yang lebih dekat dengan bendanya atau makna arahnya. Kata gigi, misalnya, bermakna tulang keras dan kecil-kecil berwarna putih yang tumbuh tersusun berakar di dalam gusi dan kegunaannya untuk mengunyah atau menggigit'. Makna kata seperti itu adalah makna denolasi atau makna sebenarnya. Agar lebih jelas, hal itu dapat dicermati pada kalimat berikut: (1) Pohon mangga yang ditanamnya sudah mulai berbuah. (2) Wama daunnya sangat hijau. (3) Dokter menyarankan agar dia banyak makan hati ayam atau hati sapi. (4) Para perampok mengikat kaki dan tangan pemilik rumah (5) Olah raga pencak silat sangat terkenal di Indonesia. Kata berbuah, hijau, makan hati, kaki tangan, dan silat pada kalimat di atas mengandung makna denotalif, makna sebenamya, atau makna Iugas. Konotasi adalah makna asosiasi, yaitu makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, serta kriteria tambahan yang diberikan pada sebuah makna leksikal. Jadi, makna konotasi adalah makna tambahan, yaitu makna yang di Iuar makna sebenarnya atau makna kiasan. Dengan kata lain, makna konotasi adalah makna kata yang bertautan dengan nilal rasa. Kata gigi, misalnya, selain bermakna tulang keras dan kecil-kecil benuarna putih yang tumbuh

tersusun berakar di dalam gusi dan kegunaannya untuk mengunyah atau menggigit' juga bermakna kemampuan atau kebolehan. Makna yang terakhir itu adalah makna tambahan, makna klasan, dan atau makna yang bertautan dengan nilai rasa (konotatif). Untuk jetasnya, perhatikan makna kata dalam kalimat berikut: (6) Perilakunya menjadi buah bibir masyarakat. (7) Pengalamannya mendaki gunung masih hijau. (8) Dia sering makan hati karena perkataan mertuanya. (9) Tidak disangka, Bambang menjadi kaki tangan bandar narkoba. (10) Banyak juga manfaatnya bila kita pandai bersilat lidah.

Kalompvuk Kara buah bitzir. mmih hijau. makan mm tangan. Gan barsilat lidah mengandung mama knnowlif, yam: mama hamhahan. maims kiesan, atau makna ham yang bukxan malma sabenamya. Kala yang aural dengan imnnmsi {rnakna tamba~ nan, kiassn, den mama ganmaran} adamn mm pantang, kI1ususny=a yang berupa maklan den yam bemifat mbul. Jad! dalam dlkai hams dlpemakan makna sebuah lama, balk makna danatasl mxaupun lvmotasinya. Blksi yang balk sanga: bargantung pada pamtlihan Kate: untuk menjamin iujuan penulis. Pernilihan kma yang semaoam iix: iamulh merupakan katamata yang teli, feast, seksama. Iaysk dam ziemtasi an kakhuwsan, maria berkawaian riengsn mm mks. Ka!akzsta itu secara hslus bsrvwisai umuk menghindari penguiangen yang monsters slrmgga mombusankan. Kamampuan mamahaml mama kata secara cannat dan mpat aknn menlngkarkan kuaiitas diksi aamorang. Keapatan dan kselian dalam denntasi me:upa~ ken syamt uterna agar wan: Kata meniadl eiekf. Denotasi Gan ar yang khuaus harua mangena atau bapal rzangan zujuan panulis uada saw litik ale spresi. Aim (laser pertimbangan im, penutis hams dapat membedakan anisra aimmimaincnim yang aekural1g~lwrang:=ya memiekaii art? yang ingin dim awaken oleh penulis.

Namun hanya saw di antara kam u yang |mangek~ spnasiksan suam an] yang iapat Kata mail, miminya. be:-sfnonlrn dengan psdam, meninggal, aizau wafaf. Pemilihan Mia iarsabut hams hail-ha?! dan menimbang-nlmbsng dalam psmakaiannya agar tepat umuk salu kontaks yang dimalmudlsan. sep~ mi dalam oontoh berikut. (11) Beliau meninggal (spat paua hari pumama Beliau mati tapai pada hari aurnama. (12) Liatrns JawaBal1 pedam hamplr sasp rnlnggu. " Liatrik JawaBaIi manlnggal hampir senlap mlnggu. (13) Anjing saya ma karena sakit. Mjing saya wafat karma sak. Balsam bahasa Indonesia, Kata mati memiliki mark ma sudah hilang wyauanya, akan taiapi psrnav.aiamyajugs tidak uniuk wmua Ml yang kshilangan nyawa. Misslnya. Dada kalimat (11) pemakaian kaia maii urrluk mnvizaks itu kuremg "tepat karana aeizsw tan bsliau, umumnya adalah umuk mung yang di~ horma, sadsngkxsn kaia mail digunakan umuk ha! yang umum. Pads kaiimat (12) mm padam isbih inpatdlgunalaan Karena Kata itu barmakna 'ma atau tidal: manyula. Kata mati tepat digunal-nan pada kallmat (133 karma yang kahilangnn nyaa-:2 adalah seeker hevsan aehingga kaia wafai tidal: bapat umuk komaeks Ru Kata wafat. umumnya digunakan urmuk twang yang memiliki lcadudukan, aeperti mja-raia aiau slang nrang temama. Twisan Inf dissvom deaf Ewe: Slam Psmbimzem Eahasa Indonesia QFRR! (1935), uiaiz AMM G*IvrRuslaawr {acarsyuniirxgh Mama dsnomsi atau mnotasi satu Kata pedu dikelahui agar kits dapai manggunakan kata tawebui dengan usmat seauai dengan kmtabcs dan gagasan yang ingin diungkapkan. Tanpa pengeiahuan flu, parnakaian dfksi akan dapat manimt:uIkan panomkan karena kadakeihkfan pernaloaian lmta. Pamyamtan lain untuk keafeldifan saw kaia adalah pemakalan knnaaairiya hams wrkormnl uengen balk. Hubungan kata-kata yang disarankan atau makna tambahan dl luar makna pokoknya harms memilild lmsasuaian dengan komraka dam tujuan pemakai bahma. jangan sampai beriabihan. Ba lam karya tulis tertemu. Imwrtral konatasi iidak lain

adalah penghapusan luinatasi sejauh mungkin. Paris jenia karya mum yang ehjekiif, yang bersifat pribad! den faktual am:-1 yang hemuansa asosisf an-gesfatau nada Imajirsaiff yang bersbihnn hams diairsgkirkan. Flllhan katanya hams: dlbaiasi pada katwkata yang aedikit aiau tanpa konmasi. Pads karanggan ilmiah yang cbjaktivltasnya mampaken ht yang; ssensia! dan berciri panama hams digu nakaem Islafristliah khusus, mampunyai kzetspatan danuiasi {makna lugas), dam tanpa denotasi. Swmg slmyair, misalnya, akarv lebih suka manggunakan kata puspa aiau kasuma dalam puiainya (manna asasiafrf}. Akan tarapi. seurang arm uiokagi wax akan manggunakan team puape aiau icasuma dslam karya tullsnya, tat:-api ia akan mzmgguneken kaia bunga (makna damtxtif), bahkan mungkin akan menggunakan islah khusus yang Iabih bebmis daiam lcn-munikasl ilmlah. Pemakaian knnotasi Een lulah merupa!-nan suaw prlnsip yang posit. Ha! itu bersrtl hahwa sesuatu yang; banmosiasi dengan aatu kata hams benwbenar diielili keaeauaiannya dengan efek yang dimaksud nsngarang. Oengan damikian, luaia hangs, pusva, atau Icasuma damn dmmbang. Kata bunga, mfaalnya. sacara ra!atieb>Eh nsiral dalam mnmmi sebab Kala ini lebih sesuai damgan asilap knnteica dan tidak pula mengandung sikap aiau paraaaan yang istirnawa, mlsslnysz D! faman Pm mmbuh bermacam-macam bunga. Kata puspa darn Resume tampaknya berkzmotaai lei:-ih tinggi marlpada bunga. Kata puspa den kssuma yang jugs beibade satu aama Iain dalam kanutasiny-a, namun keduanya merupakan Katakma romardis. Kcmtasinya akan saauai uniauksaiu efak kerindusn atau luegsirahan dan keluhurem mpahlawanan. Namun, semua ilu batganmg was pamakai kwhaaa. Jsdi, mama danoiaf nan konntai bemubungan era: dangan kebuiuhan pa makalan hahasa, Uralan tar-tang makna dervotmif dan lconowf berkaiian era! demgan gzemakaian sehuah Kata yang afektlf rialsm sebuah kormeks. Denmn dike iahuinya makna sat. hate xecara cemmt. bail: rmzkna danskafif maupun konutatifnya, panggunaan sebuah kata akan Iebih oalmat urvtux mangungkanirarv Qagasan atau Eda.