Anda di halaman 1dari 2

3/18/13

Alokasi Subsidi Kesehatan Terlalu Minim - KOMPAS.com

KOMPAS.com

Cetak

ePaper

Kom pas TV

Bola

Entertainm ent

Tekno

Otom otif

Fem ale

Health

Properti

Senin, 18 Maret 2013 | 23:15 WIB

Home

Nasional

Regional

Internasional

Megapolitan

Bisnis

Olahraga

Sains

Travel

Oase

Edukasi

Infografis

Video

More

New

Jelajahi Kompas.com Bersama Teman-Teman Facebook Anda

Learn more

Kesehatan

Alokasi Subsidi Kesehatan Terlalu Minim


Penulis : Nasrullah Nara | Senin, 18 Maret 2013 | 21:57 WIB Like 2 people like this. Dibaca: 207 Share: Komentar: 1

Nasional

Terpopuler

Terkom entari Selengkapnya

Tifatul: Jika Pileg di Bawah 15 Persen,... PAN: Hatta-Prabowo Ideal Alokasi Subsidi Kesehatan Terlalu Minim Pencalonan Ani Yudhoyono Sudah... |

JAKARTA, KOMPAS.com - Kalangan DPR meminta pemerintah mengalokasikan anggaran lebih besar untuk subsidi kesehatan, terutama untuk pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional yang akan berlaku pada Januari 2014. "Pemerintah jangan terlalu pelit mengeluarkan anggaran untuk kesehatan rakyat. Ini menyangkut investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa," kata anggota Komisi IX DPR RI, Zuber Safawi, di Jakarta, Senin (18/3/2013). Menurut Zuber, dibandingkan dengan alokasi subsidi di sektor energi yang pada 2013 mencapai Rp 274,7 triliun, subsidi sektor kesehatan tahun yang sama, antara lain Jamkesmas bagi 86,4 juta jiwa dan Jampersal bagi 2,7 juta jiwa ibu hamil, hanya sebesar Rp 8,3 triliun. "Artinya, subsidi kesehatan untuk masyarakat miskin hanya 3 persen dari subsidi energi kita," katanya.

Gerindra Akui Ketimpangan Suara Partai...

Selengkapnya

Lakukan Salut Nazi, Dihukum Seumur Hidup Jokowi Tepati Janji, Gempur Habis... Komedian Tata Dado Meninggal Dunia Kehidupan Ekstrem Ditemukan di Palung... Galliani: Gol Messi Salah Satu yang...

Selengkapnya

Zuber menyayangkan sikap Menteri Keuangan, yang hanya bersedia membiayai kesehatan rakyat miskin (penerima bantuan iuran) Rp 15.000 per orang per bulan. Jumlah ini jauh lebih kecil daripada usulan beberapa pihak seperti Kementerian Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional, Askes, dan DPR yang berkisar antara Rp 20.000-Rp 36.000 per orang. "Ini bukti pemerintah masih kurang berpihak pada masyarakat kecil," katanya. Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan pemerintah hanya akan menganggarkan Rp 16,07 triliun di RAPBN 2014, untuk penerima bantuan iuran (PBI) atau besaran premi PBI Rp 15.500 per orang per bulan. Kementerian keuangan mengkhawatirkan beban fiskal yang muncul akibat pembengkakan BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014. "Saya justru khawatir alasan fiskal adalah sesuatu yang dibuat-buat. Coba cermati, produk domestik bruto (PDB) kita tumbuh 7 persen per tahun, dan saat ini Indonesia masuk negara 20 besar dunia dengan PDB tertinggi," ungkapnya. Mengutip data IMF, Zuber menyebutkan bahwa Indonesia masuk peringkat ke-16 negara tertinggi PDBnya dengan nilai 845 miliar Dollar AS. Sementara menurut Bank Dunia, Indonesia berada di peringkat 18 dengan PDB mencapai 706 miliar dollar AS. Bahkan, diprediksi PDB Indonesia pada 2014 akan mencapai 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 9.500 triliun. Zuber mempertanyakan besarnya pendapatan pemerintah dari cukai rokok yang mencapai Rp 84 triliun pada 2012. "Coba bayangkan risiko kesehatannya dari penjualan rokok yang besar itu. Harusnya ada kompensasi besar pula bagi masyarakat," katanya.
Editor : Agus Mulyadi

Jokowi Tepati Janji, Gempur Habis... Ical-Jokowi Peringkat Teratas, Golkar... Lagi, PRT Indonesia Terancam Dipancung... Pemuda Adat: Citra Kuta Bali Semakin... Basuki: Merokok, Pakai BlackBerry,...

Like

Tw eet

0 Selamat Datang Register | Login

TOP STORIES

mimi1510 mengomentari artikel SBY Akan Dilempar Sepatu jika Hadiri Kongres HMI - KOMPAS.com

Tertimpa Tembok,

Lagi, Dialog Nuklir

Lagi, PRT Indonesia

Lima Tindakan Gita

Foto Cassini

nasional.kompas.com/read/2013/03/18/21575583/Alokasi.Subsidi.Kesehatan.Terlalu.Minim?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

1/2

3/18/13
Sanitro Bingung... Iran Dihelat Terancam...

Alokasi Subsidi Kesehatan Terlalu Minim - KOMPAS.com


Atasi Importir... Tunjukkan "Bekas...

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.


PengusahaPenikmatSubsidiBBM
Senin, 18 Maret 2013 | 22:10 WIB

Tanggapi Komentar Laporkan Komentar 0 0

maaf dana terbatas karena sudah habis disedot untuk subsidi BBM kaum bermobil hahaha

Kirim Komentar Anda


Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan KOMPAS.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jaw ab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Silakan login atau register untuk kirim komentar Anda

TOPIK PILIHAN
TATA DADO... DUGAAN KORUPSI... KLB PSSI 2013 PELUNCURAN GALAXY... GELIAT POLITIK...

Artikel Sebelumnya

Tata Dado Akan Dimakamkan di Samping Ayahnya

Pihak Djoko: Pengadaan Simulator SIM atas...

Pencalonan Ani Yudhoyono Sudah Dikomunikasikan ke Ibas "Semoga PSSI Tidak Main
Pecat"
11 Tw eet 167 Suka

Terungkap, Harga Samsung Galaxy S4

Tifatul: Jika Pileg di Bawah 15 Persen, PKS Tak...

See More: Index Berita Kompas Ekstra Info Kita Surat Pembaca Berita Duka Seremonia Iklan Baris DKK Matahati Tanah Air Kompas Kita Kompas AR Kompas Dakode Kompas Widget Kompas Apps Kabar Palmerah RSS Feed Site Map Yayasan Nusa Membaca About Kompas.com | Advertise With Us | Info iklan | Privacy policy | Terms of use | Karir | Contact Us | KOMPAS.com for IE9 | KOMPAS.com Toolbar | Pedoman 2008 - 2013 KOMPAS.com - All rights reserved

nasional.kompas.com/read/2013/03/18/21575583/Alokasi.Subsidi.Kesehatan.Terlalu.Minim?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

2/2