Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MATAKULIAH PRILAKU DALAM BERORGANISASI

MENCARI MODEL PRILAKU ORGANISASI BESERTA CONTOHNYA

Disusun Oleh : ALEX BRIAN CP ( 10211019 ) / 6A

STT DHARMA ISWARA MADIUN TAHUN 2013

MODEL PRILAKU ORGANISASI 1. Autokratis : Dasar dari model ini adalah orang yang duduk dalam posisi pimpinan memiliki kekuasaan untuk memerintah berdasarkan kewenangan formal. Pimpinan membuat aturan, konsep/pemikiran dan karyawan harus patuh dan melaksanakan tanpa berani membantah meskipun aturan, konsep/pemikiran pimpinan tidak sesuai dengan keinginan mereka. Akibat psikologis model ini adalah ketergantungan karyawan terhadap atasan, yang penting loyal dan prestasi kerja juga minimal. Contoh : Organisasi NAZI Jerman 2. Kustodial : Dasar dari model ini adalah sumber daya ekonomi dengan orientasi manajerial uang. Para karyawan pada gilirannya berorientasi pada keamanan dan manfaat dan ketergantungan pada organisasi. Kebutuhan karyawan yang terpenuhi adalah keamanan. Hasil kinerja adalah kerjasama pasif.Dasar dari model ini adalah sumber daya ekonomi dengan orientasi manajerial uang. Para karyawan pada gilirannya berorientasi pada keamanan dan manfaat dan ketergantungan pada organisasi. Kebutuhan karyawan yang terpenuhi adalah keamanan. Hasil kinerja adalah kerjasama pasif. Contoh : Organisasi Buruh . 3. Suportif : Manajemen tidak mengandalkan sumber-sumber ekonomi, keuanagn atau bonos dalam memotivasi pegawai. Orientasi manajerial membantu meningkatkan motivasi pegawai melalui kepemimpinan yang memberi kesempatan agar pegawai dapat mengerjakan tugas sesuai kapasitas masing-masing. Asumsi pimpinan bahwa setiap karyawan tidak akan menentang keinginan organisasi sejauh pimpinan dapat membimbing dan mengarahkan mereka untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Contoh : Organisasi pendidikan ( IKIP PGRI , AKPER , STTDIM , STIE) , IAI ( Ikatan Akuntan Indonesia ) . 4. Kolegial : Model ini mengandalkan pada kemampuan manajemen membangun perasaan kemitraan dengan para pegawai. Dengan cara ini pegawai merasa dibutuhkan dan berguna. Pimpinan lebih dianggap sebagai mitra kerja bukan sebagai atasan sehingga hubungan kerja tidak kaku. Model ini menghasilkan disiplin diri dan rasa bertanggungjawab dari pegawai karena pegawai tidak dianggap sebagai alat produksi semata. Contoh : KFC dan PT. SOSRSO , menjalin kerjasama dalam bidan makanan dan minuman .