Anda di halaman 1dari 48

Dame Joyce Pohan

Usia
Kelainan lokal : trauma, tumor, penyakit sickle cell

Bahan protesa
Kelainan sistem imun : terapi dengan steroid atau sitotoksis terapi

Demam Nyeri Bengkak Sel Lekosit meningkat Respon fase akut : viskositas plasma meningkat dan C reactive proteIN

OSTEOMIELITIS

Akut dan kronik tungkai dan lengan Disebabkan karena infeksi mikroorganisme ke tulang Misalnya fraktur terbuka atau terkena tembakan peluru Dapat juga karena sequele (serpihan tulang) pada fraktur kominutif Dapat juga efek samping dari bone marrow

Bakteri pyogenik : PUS Mycobacterium tb : Granulomatous

Infeksi biasanya terlokalisir dan tidak menimbulkan gejala umum Didapati fistel dikulit pada kulit dan sulit sembuh dengan antibiotik Dikuatkan dengan foto Rontgen ada tulang yang rapuh Therapi paling baik dengan operasi pembuangan jaringan tulang yang rusak

ETIOLOGI Staphylococcus Aureus (90%)

Streptococcus

GEJALA
Riwayat trauma (50%) Nyeri tekan Nyeri hebat Functiolaesa Tanda-tanda radang Panas Malaise Anorexia

DD Cellulitis Rheumatif fever Lokal trauma

KOMPLIKASI
AWAL - Sepsis - Abses kronis - Septic arthritis LAMBAT - Osteomyelitis kronis Degenerasi maligna - Fraktur patologis - Kontraktur - Gangguan pertumbuhan

Osteomyelitis sekunder kronis Operasi Fraktur terbuka ORIF Implant PATOGENESIS Osteomyelitis Kronis Sequesterum Fistula / sinus Pin / Brodies abses Cloaca Involucrum

Jenis-2 osteomyelitis lain :


1. Salmonela osteomyelitis 2. Brucela osteomyelitis di tulang rawan columna vertebralis 3. Chronic Pyogenic Osteomyelitis disebut juga Brodies abces

ARTHRITIS

inflamasi (radang) pada sendi

rasa nyeri, bengkak, dan kekakuan di beberapa bagian tubuh seperti tendon, ligamen, dan tulang

reaksi tubuh terhadap proses : penyakit termasuk trauma pada


sendi (fraktur), infeksi virus dan bakteri, gangguan sendi oleh reaksi tubuh (penyakit autoimun), serta gangguan bendungan dan gesekan pada sendi umumnya ditandai dengan peradangan membran sinovia

ETIOLOGI
tulang yang mengalami fraktur, infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus,

autoimun,
obesitas proses penuaan dimana kerja tubuh mulai mengalami penurunan.

Septic Arthritis
infeksi pada sendi, umumnya karena bakteri infeksi pada sendi, umumnya karena bakteri Penyebaran hematogen Bacteria masuk ke dalam sendi Anak Sendi panggul & siku Penjalaran dari osteomyelitis Staphylococcus Aureus

PATOGENESIS
Exudat - Destruksi kartilago - Granulasi - Pannus

Inflamasi synovium kapsul fibrosis dislokasi Tekanan Intrartikuler nekrosis caput femur Degeneratif, ankylosis

KLINIS
Nyeri Hebat

Nyeri gerak

Panas

Spasme otot

Aspirasi (+)

Sepsis artritis
Agent infeksius keterangan Suppuratiffa artritis

Staphylococcus aureus

Salmonella
Haemophylus influenzae N.Gonorrhoeae

Pada anak2
Pada anak2 Sendi2

M. Tuberculosa
Borrelia burdorferi Strptococcus,Ps aeruginosa Mycoplasma hominis

Pada tulang dan sendi


Artritis dari penyakit lime Jarang Jarang

Sporortriks schenckii

Infeksi jamur pada sendi

Pyogenic arthritis

Dapat bersifat akut maupun khronis


disebabkan oleh mikroorganisme terutama coccus dan basil gram negatif

infeksi langsung lewat luka terbuka atau kuman lewat pembuluh darah vena

Gejala klinik
demam diikuti rasa tidak enak badan, lesu

Sendi mulai sakit digerakkan bengkak dan terjadi effusi sendi


Cairan synovia menjadi keruh dan dapat diaspirasi untuk kultur /terapi Terjadi pembengkakan capsul sendi karena effusi

REMATIK, ARTHROPATHI ARTHRITIS METABOLIK

Nyeri menahun pada sistim muskulo skeletal, kekakuan sendi serta pembengkakan ARTHRITIS REUMATOID (poliarthritis ) etiologi : infeksi streptokokus ,endokrin,autoimun,metabolik dan genetik Secara simetris

Gejala-2 umum artritis rematoid

1. Morning stiffness
2. Nyeri pergerakan sendi 3. Gambaran foto Rontgen 4. Pembengkakan sendi simetris 5. Uji aglutinasi faktor reumatoid 6. Nodul subkutan didaerah ekstensor 7. Pengendapan cairan musin yang jelek

8. Gambaran histologik khas pada synovia

SPONDILITIS TUBERKULOSA

PENDAHULUAN
10% - 15% TB adalah ekstrapulmonari TB 10% ekstrapulmonari TB adalah TB jaringan lunak dan skeletal 40% - 50% manifestasi TB jaringan lunak dan skeletal adalah spondilitis TB

EPIDEMIOLOGI
TB masih merupakan masalah dunia Indonesia kontributor nomor 3 di dunia setelah INDIA dan CINA 1995 SKRT : TB penyebab kematian no 3 setelah penyakit kardiovaskular dan penyakit saluran nafas pada semua kelompok usia, dan no 1 dari golongan penyakit infeksi 95% penderita TB berada di negara berkembang

75 % berada dalam usia produktif ( 15 54 tahun ), dengan tingkat sosioekonomi dan pendidikan yang rendah
Keterlibatan tulang belakang akan memperberat morbiditas karena adanya potensi defisit neurologis dan deformitas yang permanen.

PATOGENESIS Proses perkejuan Menghalangi proses pembentukan tulang reaktif

Segmen tulang yang terinfeksi relatif avaskular

Sequester tuberkulosis
Destruksi progresif di anterior Korpus vertebra yang terinfeksi kolaps Terbentuk kifosis (angulasi posterior) tulang belakang

PATOGENESIS Infeksi menembus korteks vertebra, menginfeksi jaringan lunak sekitarnya membentuk abses paravertebral

Apabila terbentuk abses paravertebral, lesi dapat turun mengikuti alur fasia muskulus psoas membentuk abses psoas dapat mencapai trigonum femoralis.

A. MORFOLOGI :

Gram positif, bulat atau lonjong berkelompok seperti buah


anggur tidak bergerak koloni berwarna kuning emas koagulase positif untuk yang patogen, meragi glukosa, laktosa, manitol

B. ASAM TEIKOAT
spesifik untuk setiap spesies memperantarai perlekatan staphylococcus dengan mukosa melalui fibronektin antigenik

C. PROTEIN o Pada S. aureus

Staphylococcus

o Aktivasi komplemen melalui ikatan dengan Ab

o Mendeteksi S. aureus

1. KATALASE
2 H2O2 ---------------2H2O2 + 2O2 Membedakan Staphylococcus dengan Streptococcus

2. Koagulase: pada S. aureus 3. HYALURONIDASE mempermudah penyebaran Fibrinolisin mencegah fibrin lisis 4. LIPASE : hidrolisa lipid diperlukan pada saat menginvasi kulit dan jaringan 5. PENISILINASE 6. NUKLASE --> hidrolisa DNA

Toksin Staphylococcus 1. Sitotoksisn (,,,, dan PV leukosidin ) merusak sel tubuh 2. Toksin eksfoliatif merusak ikatan antar sel epdermis Scalded Skin Syndrome tidak menyebabkan kematian sel epdermis 3. Toksin-1 sindrom syok toksi - diproduksi S. aureus - superantigen - merusak sel endotel 4. Enterotoksin ( A-E, G-I)

Staphylococcus

Staphylococcus

Sampel : -aspirasi pus lesi, darah, trakea, cairan spinal, swab luka.

Mikroskopis:
- kokus Gram positif

-kultur agar bergerombol


-sampel - tunggal atau kelompok keci -diameer 0,5 1 m -tidak bergerak, berkapsul

Kultur:
-agar darah ( domba ) : S. aureus ( hemolisis ) -media agar di+ NaCl 7,5% : menghambat flora normal

-manitol : difermentasi S. aureus


-koloni : sooth, bulat permukaan cembung -Pigmen terbentuk pada 20-25 0C -Suhu optimum : 37 0C( 18-40 0C )

mikroskopik

MSA

Agar Darah

Streptococcus pyogenes
Kokus Positif Gram , fakultatif anaerob Tidak bergerak dan tidak mempunyai spora Bentuknya seprti rantai dan berpasangan Diklasifikasikan sebagai Streptococcus Group A Berkapsul Melisiskan sel darah merah Haemolyticus Streptocccus Group A

Antigen

Kapsul Hyaluronic acid Protein dinding sel ( M, T dan R ) Karbohidrat Mukopeptida dinding sel Membrana sel

Enzim dan metabolit

Streptokinase (fibrinolisisn ) : menghancurkan fibrin Hyaluronidase : memecahkan hialuronat jaringan dan membantun penyebaran bakteri kedalam jaringah Antigen eritrogenik : menyebabkan ruam merah pada kulit Hemolisin /Streptolisin

Patogenesis

Selulitis bakteri masuk melalui : - kulit bercelah antara selaput jari kaki, pergelangan kaki dan tumit. - kulit terbuka mis sayatan pembedahan

Necrotizing fasciitis
Jarang terjadi , tapi infeksinya sangat serius Disebut flesh eating bacteria Bakteri masuk melalui luka kecil atau luka bekas operasi terutama pada pasien yang sistem imunnya terdepres (compromised immune systems )

Biasanya infeksi berasal dari kulit yang menyebar


kajaringan yang lebih dalam

Diagnosis Laboratorium

Pewarnaan Gram

Biakan
Hemolisis Tes sensitivitas

Clostridium perfringens Bentuk batang, Gram positif, anaerob, memiliki spora Menghasilkan toksin alfa dan beta yang dapat merusak jaringan Terdapat di tanah, debu dan feses Menyebabkan gasren gas seperti selulitis

Gas gangren

Diagnosis Laboratorium
mikroskopik

Tes Naegler

Stormy fermentasi

Pada agar darah

Masuk dalam fam pseudomonadaceae Hidup ditanah dan air Patogen opurtunistik

Dapat menyebabkan infeksi jaringan lunak , tulang dan sendi

karakteristik

Batang lurus atau bengkok, negatif Gram Tidak berspora,tidak berselubung bergerak dengan flagel monotrik Aerob obligat Tumbuh naik pada suhu 37 derajat 42 derajat Menghasilkan satu atau lebih pigmen yang berasal dari asam amino aromatik seprti tirosin dan fenil alanin

Diagnosis laboratorium

KULTUR : Agar darah, Mc Conkey, koloni tidak berwarna Pewarnaan Gram Pigmen Flagel

Mikroskopik dengan pewarnaan Gram

pigmen piosianin dan fluorosen