Anda di halaman 1dari 6

No. Diagnosa Keperawatan 1.

Risiko injury berhubungan

yang dengan

imobilisasi, penekanan sensorik patologi intracranial dan

ketidaksadaran

Indikator Hasil Intervensi Setelah dilakukan Manajemen tindakan keperawatan lingkungan selama .....x24 jam - Sediakan lingkungan yang diharapkan tidak ada aman untuk pasien cedera dengan kriteria: - Identifikasi Risk control kebutuhan - Klien terbebas dari keamanan pasien, cedera sesuai dengan - Klien mampu kondisi fisik dan menjelaskan fungsi kognitif cara/metode untuk pasien dan riwayat penyakit terdahulu mencegah cedera pasien - Klien mampu Menghindarkan menjelaskan faktor lingkungan yang resiko dari berbahaya (misalnya lingkungan/prilaku memindahkan personal perabotan) - Mampu memodifikasi - Memasang side rail untuk mencegah tempat tidur injury - Menyediakan - Mampu mengenali tempat tidur yang perubahan status nyaman dan bersih - Menempatkan saklar kesehatan lampu ditempat yang mudah dijangkau pasien. - Membatasi pengunjung - Memberikan penerangan yang cukup - Menganjurkan keluarga untuk menemani pasien. - Mengontrol lingkungan dari kebisingan - Memindahkan barang-barang yang dapat membahayakan - Berikan penjelasan pada pasien dan keluarga atau pengunjung adanya perubahan status kesehatan dan

penyebab penyakit. 2. Resiko berhubungan Setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan faktor resiko prosedur selama .....x24 jam infvasif, tidak cukup diharapkan tidak ada pengetahuan dalam infeksi dengan kriteria : Risk control menghindari paparan patogen. - Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi - Menunjukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi - Jumlah leukosit dalam batas normal - Menunjukkan perilaku hidup sehat - Status imun, gastrointestinal, genitourinaria dalam batas normal Infeksi - Pertahankan teknik aseptif - Batasi pengunjung bila perlu - Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan keperawatan - Gunakan baju, sarung tangan sebagai alat pelindung - Ganti letak IV perifer dan dressing sesuai dengan petunjuk umum - Gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung kencing - Tingkatkan intake nutrisi - Berikan terapi antibiotik:................. ................ - Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal - Pertahankan teknik isolasi k/p - Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, panas, drainase - Monitor adanya luka - Dorong masukan cairan - Dorong istirahat - Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi - Kaji suhu badan pada pasien neutropenia setiap 4 jam

3.

Risiko trauma berhubungan

yang dengan

Setelah tindakan

dilakukan Environmental keperawatan Management safety

Kelemahan, penurunan koordinasi otot, kurangnya edukasi keamanan, dan lingkungan

selama.klien tidak mengalami trauma dengan kriteria hasil: - Pasien terbebas dari trauma fisik

- Sediakan lingkungan yang aman untuk pasien - Identifikasi kebutuhan keamanan pasien, sesuai dengan kondisi fisik dan fungsi kognitif pasien dan riwayat penyakit terdahulu pasien - Menghindarkan lingkungan yang berbahaya (misalnya memindahkan perabotan) - Memasang side rail tempat tidur - Menyediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih - Menempatkan saklar lampu ditempat yang mudah dijangkau pasien. - Membatasi pengunjung - Memberikan penerangan yang cukup - Menganjurkan keluarga untuk menemani pasien. - Mengontrol lingkungan dari kebisingan - Memindahkan barang-barang yang dapat membahayakan - Berikan penjelasan pada pasien dan keluarga atau pengunjung adanya perubahan status kesehatan dan penyebab penyakit.

4.

dilakukan berhubungan Setelah asuhan selama dengan perubahan status x24jam kecemasan kesehatan, perubahan konsep klien teratasi dengan kriteria hasil: diri, dan kurang pengetahuan. - Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas - Mengidentifikasi, mengungkapkan dan menunjukkan tehnik untuk mengontol cemas - Vital sign dalam batas normal - Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktivitas menunjukkan berkurangnya kecemasan Ansietas yang

Anxiety Reduction (penurunan kecemasan) - Gunakan pendekatan yang menenangkan - Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien - Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur - Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut - Berikan informasi faktual mengenai diagnosis, tindakan prognosis - Libatkan keluarga untuk mendampingi klien - Instruksikan pada pasien untuk menggunakan tehnik relaksasi - Dengarkan dengan penuh perhatian - Identifikasi tingkat kecemasan - Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan kecemasan - Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi - Kelola pemberian obat anti cemas - Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas

5.

dilakukan Nyeri akut yang berhubungan Setelah tinfakan keperawatan dengan cedera fisik, kerusakan selama x24jam Pasien tidak mengalami nyeri, jaringan. dengan kriteria hasil: - Mampu mengontrol

nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan) Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri) Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang Tanda vital dalam rentang normal Tidak mengalami gangguan tidur

6.

dilakukan Nyeri kronis yang berhubungan Setelah tindakan keperawatan dengan kontrol nyeri yang selama .x24jam nyeri

dan faktor presipitasi - Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan - Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan - Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan - Kurangi faktor presipitasi nyeri - Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi - Ajarkan tentang teknik non farmakologi: napas dala, relaksasi, distraksi, kompres hangat/ dingin - Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri: ... - Tingkatkan istirahat - Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan berkurang dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur - Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali Pain Manajemen - Monitor kepuasan pasien terhadap

tidak adekuat.

kronis pasien berkurang dengan kriteria hasil: - Tidak ada gangguan tidur - Tidak ada gangguan konsentrasi - Tidak ada gangguan hubungan interpersonal - Tidak ada ekspresi menahan nyeri dan ungkapan secara verbal - Tidak ada tegangan otot

manajemen nyeri Tingkatkan istirahat dan tidur yang adekuat Kelola anti analgetik ........... Jelaskan pada pasien penyebab nyeri Lakukan tehnik nonfarmakologis (relaksasi, masase punggung)