Anda di halaman 1dari 5

Berikut adalah kutipan Puisi Romantis pada Novel Layla Majnun, Semoga bisa memberikan inspirasi kepada para

pembaca sekalian : Puisi 1 : Berlalu masa,saat orang orang meminta pertolongan padaku Dan sekarang, adakah seorang penolong yang akan Mengabarkan rahasia jiwaku pada layla..? Wahai layla, cinta telah membuatku lemah tak berdaya seperti anak hilang, jauh dari keluarga dan tidak memiliki harta cinta laksana air yang menetes menimpa bebatuan waktu terus berlalu dan bebatuan itu akan hancur, berserak bagai pecahan kaca begitulah cinta yang engkau bawa padaku dan kini hatiku telah hancur binasa hinggga orang-orang memanggilku si dungu yang suka merintih dan menangis mereka mengatakan aku telah tersesat duhai, mana mungkin cinta akan menyesatkan jiwa mereka sebenarnya kering, laksana dedaunan diterpa panas mentari bagiku cinta adalah keindahan yang membuatku tak bias memejamkan mata remaja manakah yang dapat selamat dari api cinta..? Puisi 2 : Dan semua yang tampak dari manusia adalah kebencian Namun cinta telah memberi kekuatan pada manusia Orang-orang yang mencemooh hubungan kita Sesungguhnya mereka tidak tahu, bahwa asmara tersimpan di dalam hati. Puisi 3 : Layla telah ddikurung, dan orang tuanya mengancamku Dengan niat jahat lagi kejam, aku tidak bisa bertemu lagi Ayahku dan ayahnya sesak dada dan sakit hati padaku, Bukan karena apapun juga, hanya karena aku Mencintai layla Mereka menganggap cinta adalah dosa Cinta bagi mereka adalah noda yang harus dibasuh hingga bersih padahal kalbuku telah menjadi tawanannya dan ia juga merindukanku

cinta masuk kedalam sanubari tanpa kami undang ia bagai ilham dari langit yang menerobos dan bersemayam dlam jiwa kami dan kini kami akan mati karena cinta asmara yang telah melilit seluruh jiwa katakanlah padaku, pemuda mana yang bisa bebas dari penyakit cinta?
Puisi 4 : Wahai layla kekasihku Berjanjilah pada keagungan cinta agar sayap jiwamu Dapat terbang bebas Melayanglah bersama cinta laksana anak panah menuju sasaran Cinta tidak pernah membelenggu Karena cinta adalah pembebas yang akan Melepaskan buhul-buhul keberadaan Cinta adalah pembebas dari segala belenggu Walau dalam cinta, setiap cawan adalah kesedihan Namun jiwa pencinta akan memberi kehidupan baru Banyak racun yang harus kita teguk untuk menambah kenikmatan cinta. Atas nama cinta, racun yang pahitpun terasa manis Bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pencinta Dunia ada karena ada cinta Puisi 5 : Wahai angin sampaikan salamku pada layla! Tanyakan padanya apakah dia masih mau berjumpa denganku? Apakah ia masih memikirkan diriku? Bukankah telah kukorbankan kebahagiaan demi dirinya? Hingga diri ini terlunta-lunta, sengsara di padang pasir gersang Wahai kesegaran pagi yang murni dan indah! Maukah engkau menyampaikan salam rindu pada kekasihku Belailah rambutnya yang hitam berkilau Untuk mengungkapkan dahaga cinta yang memenuhi hatiku Wahai angina maukah engkau membawakan keharuman rambutnya padaku Sebagai pelepas rindu Sampaikan pada gadis yang memikat hati itu Betapa pedih rasa hatiku jika tidak bertemu dengannya Hingga tak kuat lagi aku menanggung beban kehidupan Aku merangkak melintasi padang pasir Tubuh berbalut debu dan darah menetes Air mataku pun telah kering Karena selalu meratap dan merindukannya Duhai semilir angina pagi, bisikkan dengan lembut salamku Sampaikan padanya pesanku ini : Duhai layla, bibirmu yang selaksa merah delima Mengandung madu dan memeancarkan keharumansurga Membahagiakan hati yang memandang

Biarkan semua itu menjadi milikku!!! Hatiku kini dikuasai oleh pesona jiwamu Kecantikanmu menusuk hatiku laksana anak panah Hingga sayap yang sudah patah ini tidak mungkin dapat terbang Berbagai bunga warna-warni menjadi layu dan mati Karena cemburu pada kecantikan parasmu yang bersinar Engkau laksana dewi dalam gelimang cahaya Surgapun akan tertarik untuk mencuri segala keindahan yang engkau miliki Karena engkau terlalu indah dan terlalu berharga untuk tinggal di bumi! Duhai layla, dirimu selalu dalam pandangan Siang selalu kupikirkan dan malam selalu menghiasi mimpi Hanya untukmu seorang, jiwaku rela menahan kesedihan dan kehancuran. Jeritanku menembus cakrawala Memanggil namamu sebagai pengobat jiwa, penawar kalbu Tahukah engkau, tahi lalat di dagumu itu seperti sihir Yang tidak bisa aku hindari Ia menjadi sumber kebahagiaan yang telah memikatku Untuk selalu mengenangmu Membuat insan yang lemah ini tidak lagi mempunyai jiwa Karena jiwaku telah tergadaikan oleh pesonamu yang memabukkan jiwaku telah terbeli oleh gairah dan kebahagiaan cinta yang engkau berikan Dan demi rasa cintaku yang mendalam aku rela berada dipuncak gunung salju yang dingin seorang diri berteman lapar menahan dahaga wahai kekasihku, hidupku yang tidak berharga ini suatu saat akan lenyap tetapi biarkan pesonamu tetap abadi selamanya dihatiku. Puisi 6 : Duhai betapa besar bahaya yang menghadang agar Dapat bertemu denganmu Kukorbankan semua yang aku miliki Ku ubah diriku, hingga engkaupun tidak mengenaliku Ku ayunkan langkah dengan tetes air mata Dan setelah memasuki perkampunganmu Kubuang semua tanda-tanda yang membuat orang mengenaliku Kuikat diriku dengan rantai, bagai budak belian Berjalan sambil mengadahkan tangan, meminta sedekah Dan bocah-bocah itu tidak suka melihatku Mereka berkumpul mengelilingiku Menghardik dan melempariku, seperti anjing berbahaya. Kini aku datang didekatmu Duhai layla, tak mampu kutahan air mata yang menetes Kasihanilah kelemahanku Karena bagiku berat penderitaanku Puisi 7 : Kerabat dan handai taulan mencelaku Karena aku telahdi mabukkan oleh kecantikanmu layla Ayah, putra-putra paman dan bibi Mencela dan menghardik diriku

Mereka tidak mampu membedakan cinta dengan hawa nafsu Nafsu mengatakan pada mereka, keluarga kami berseteru Mereka tidak tahu, dalam cinta tidak ada seteru atau sahabat Cinta hanya mengenal kasih sayang Kubertanya dalam kalbu, ada apakah gerangan? Keluarga layla takkkan menjual anak gadisnya Berapapun harga yang ditawarkan Dan keluargaku tak hendak membeli Semoga allah menakdirkan kebaikan bagi kami Dengan kerinduan mendalam yang selalu aku simpan Semoga kelak kami dipertemukan Tidakkah mereka mengetahui Kini jiwaku telah terbagi Satu belahan adalah diriku Sedang yang lain telah aku isi untuknya Tiada bersisa selain untuk kami Wahai burung-burung merpati yang terbang di angkasa Wahai negeri irak yang damai Tolonglah aku Sembuhkanlah rasa gundah gulana yang membuat kalbu tersiksa Dengarkanlah tangisanku, suara batinku Duhai, mereka menyampaikan kabar buruk Layla sakit karena guna-guna Mereka tidak tahu, sesungguhnya akulah tabib yang ia perlukan Akulah yang mampu mengobati penyakitnya Waktu terus berlalu, usia semakin menua Namun jiwaku yang telah terbakar rindu Belum sembuh jua Bahkan semakin parah Bila kami ditakdirkan berjumpa Akan kugandeng lengannya berjalan bertelanjang kaki menuju kesunyian sambil memanjatkan doa-doa pujian pada allah Ya... Rabb, telah ku jadikan layla angan-angan dan harapanku hiburlah diriku dengan cahaya matanya seperti kau hiasi dia untukku atau, buatlah dia membenciku dan keluarganya dengki padaku sedang aku akan tetap mencintainya meski banyak nian aral melintang Mereka mencela dan menghina diriku dan mengatakan aku hilang ingatan sedang layla sering berdiam diri mengawasi bintang menanti kedatanganku Aduhai, betapa mengherankan orang-orang mencela cinta dan menganggapnya sebagai penyakit

yang selalu membelenggu kalbu Bagaimana mungkin aku tidak gila bila melihat gadis bermata indah yang wajahnya bak mentari pagi bersinar cerah menggapai balik bukit, memecah kegelapan malam Keluargaku berkata mengapakah hatimu wahai majnun mengapa engkau mencintai gadis sedang engkau tidak melihat harapan untuk bersanding dengannya..? Cinta, kasih dan sayang telah menyatu mengalir bersama aliran darah ditubuhku cinta bukanlah harapan atau ratapan walau tiada harapan, aku akan tetap mencintai layla Sungguh beruntung orang yang memiliki kekasih yang menjadi karib dalam suka maupun duka karena Allah akan menghilangkan dari kalbu rasa sedih, bingung dan cemas Aku tak mampu melepas diri dari jeratan tali kasih asmara karena surga menciptakan cinta untukku dan aku tidak mampu menolaknya Sampaikan salamku kepada layla , wahai angin malam katakan aku akan tetap menunggu hingga ajal datang menjelang