Anda di halaman 1dari 7

Otitis Externa : review and clinical update

Abstrak
Otitis eksterna merupakan penyakit akut atau kronik, yang dapat mempengaruhi 4 orang dalam 1000 orang per tahun dan bentuk kronis yang mempengaruhi 3-5% dari populasi. Penyakit akut umumnya berasal dari bakteri (90% kasus) atau jamur (10% kasus) lebih banyak terdapat dalam liang telinga yang mengalami kelebihan kelembapan atau trauma lokal. Penyakit kronis umumnya sering merupakan bagian dari masalah dermatologi atau alergi. Gejala awal penyakit akut dan kronis yaitu pruritus dan ketidaknyamanan. Jika tidak diobati, penyakit akut dapat diikuti oleh edema kanal, discharge, dan rasa sakit yang akhirnya menjadi tambahan gejala pada saluran telinga. Penggunaan topikal denganacidifying biasanya menjadi solusi pengobatan secara dini. Sebuah ototopical yang mengandung antimikroba adalah pengobatan pilihan untuk penyakit stadium akut, dan terapi antibiotik oral direncanakan untuk penyakit lanjutan atau yang mengalami immunocompromised. Langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi kekambuhan biasanya dengan meminimalkan trauma dan kelembaban pada saluran telinga atau paparan terhadap bahan-bahan yang mempengaruhi iritasi lokal atau kontak dermatitis

Pengantar
Otitis eksterna (OE) dapat berupa bentuk akut atau kronis. Bentuk akut berasal dari bakteri dan mempengaruhi 1000 orang di Amerika Serikat dalam empat tahun. Pada umumnya bentuk kronis ini berasal dari jamur atau alergi yang merupakan manifestasi dari dermatitis. Hal ini dapat mempengaruhi 3-5% dari populasi. OE akut unilateral terdapat pada 90% pasien, puncaknya pada pasien di usia 7 sampai 12 tahun dan menurun setelah usia 50 tahun serta sering terkait dengan kelembaban yang tinggi, suhu yang hangat, berenang, trauma lokal, dan alat bantu pendengaran. Gejalanya meliputi pruritus, nyeri dan eritema, tetapi selama penyakit berlangsung dapat muncul masalah lain seperti edema, Otore, dan gangguan pendengaran konduktif dapat berkembang. Panyakit ini mulai dari peradangan ringan yang terjadi pada 50% kasus sampai dapat mengancam nyawa. Sementara untuk infeksi tulang dalam membutuhkan waktu kurang dari 0,5%. OE kronis ditandai dengan pruritus, ketidaknyamanan ringan dan eritematosa kanal eksternal, serta dapat terjadi likenifikasi. Untuk kedua jenis tersebut, pengobatan dengan terapi topikal dan memperbaiki faktor yang mempengaruhinya. Meskipun ini adalah terapi yang memadai pada kebanyakan pasien, setidaknya 25% akan diberi antibiotik.

Evaluasi Permulaan OE akut umumnya selama beberapa hari sampai seminggu. Awalnya, hal ini ditandai dengan adanya sekret, sedikit berbau, serta ketidaknyamanan ringan, dan pruritus terkait dengan eritema yang masih sederhana. Jika penyakit berkembang ke tahap selanjutnya, eritema akan meningkat dan dapat menjadi edema (terutama dalam kanal lateral yang lebih tebal), sekret seropurulent, dan nyeri diperburuk oleh tekanan pada tragal atau gerakan daun telinga (Figure 1). Pada tahap sakit yang parah, lumen kanal terhambat dan ekstra-kanal akan memberi tanda-tanda seperti aurikularis selulitis, parotitis, atau adenopati.

Evaluasi pengambilan meliputi riwayat onset dan sifat gejala serta masalah sebelumnya dengan gangguan kulit atau trauma lokal, khususnya yang menggunakan cotton bud atau jepitan rambut. Pasien dengan diabetes, mereka yang immunocompromised dan mereka dengan insufisiensi sirkulasi lokal, misalnya dari radiasi, rentan terhadap peningkatan yang cepat dari ringan sampai dengan gejala yang parah. Pemeriksaan harus meliputi saluran telinga, membran timpani, daun telinga, dan kelenjar servikal serta memeriksa kulit untuk manifestasi dermatologi lainnya. Serumen atau puing-puing yang menghalangi kanal dibersihkan untuk memeriksa keutuhan timpani. Sering terjadi salah diagnosa OE akut dan otitis media secara bersamaan yang terjadi karena membran timpani di OE akut sering eritema. Penggunaan otoscop sangat membantu untuk menyingkirkan penyakit telinga tengah. Serumen dapat dibersihkan dengan menggunakan suction Frazier kecil (5 atau 7 Fr) atau kuret telinga. Irigasi dihindari sampai keutuhan timpani diketahui. Serumen pada OE akut cenderung tertutupi dengan otorrhoea, sehingga lebih mudah untuk menghilangkannya. Jika serumen yang tebal atau melekat, atau jika pasien tidak toleran, ototopical cair (digunakan semalam) dapat membantu dalam melunakkan kotoran kanal. pengobatan Terapi topikal untuk penyakit saluran telah dijelaskan lebih dari 3000 tahun yang lalu. Dua persen asam asetat diencerkan setengah dalam alkohol 90-95%, efektif untuk profilaksis terhadap OE akut dan dengan atau tanpa penambahan steroid, untuk pengobatan penyakit ringan. Peringatan bahwa solusi seperti ini dapat menyebabkan iritasi dan pedih jika diterapkan pada kulit yang meradang. Selanjutnya penyakit ini memerlukan penggunaan sebuah otopical yang mencakup agen antimikroba (Table I).Tanpa memperhatikan jenis ototopical yang dipilih dalam menembus epitel yang terhalang wajib untuk dibersihkan. Menghangatkan ototopical dengan suhu tubuh (misalnya dengan menempatkannya dalam saku baju atau ruangan yang hangat) sebelum digunakan untuk membantu pasien menghindari rasa pusing dari stimulasi kalori dapat diberikan dorongan dengan cairan dingin. Menginstruksikan pasien untuk berbaring di sisi telinga yang sakit untuk beberapa menit setelah pemberian obat tetes telinga dapat sampai ke saluran tengah. Setelah itu pasien atau seseorang menekan tragus beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang baik pada proses ini. Ada banyak variasi yang dapat diberikan sendiri dalam pemberian dosis obat tetes telinga, dan bisa mengandalkan orang lain untuk meletakkan tetesan atau untuk melakukan gerekan menekan agar mendapatkan suatu hasil yang lebih baik.

Sebuah kapas ditempatkan untuk sementara di luar sebelum pasien kembali ke posisi tegak akan membantu menyerap kelebihan cair yang keluar. Jika terjadi penyempitan kanal akibat edema, pastikan minimal 50% ototopical dapat masuk ke saluran medial dengan menggunakan tampon. Pasien diindikasi untuk diminta datang kembali dalam dua sampai tiga hari untuk mencabut tampon. Terapi Ototopical biasanya harus terus dilakukan selama 5 sampai 10 hari tergantung pada tingkat keparahan penyakit, atau selama tiga hari setelah gejala berlangsung. Untuk selain OE akut ringan, pengobatan analgesik adalah perawatan yang tepat dan bisa mulai dari anti-inflamasi non steroid obat narkotika ringan. Ototopical harus mencakup agen antimikroba yang aktif, bukan hanya sebagai inhibitor seperti asam asetat. Tidak ada uji coba control secara acak yang langsung membandingkan oral dengan terapi antimikroba topikal, dan beberapa yang membandingkan ototopical. Namun, efektivitas klinis dari ototopicals yang dapat mencapai jaringan setempat sekitar 1000 kali pemberian sistemik yang meyakinkan dan memiliki kejadian efek samping atau resistensi sistemik yang lebih sedikit. Topikal lainnya yang berasal dari aminoglikosida (misalnya neomisin dan gentamisin) untuk fluorokuinolon dengan atau tanpa steroid. Ototoxicity dari aminoglikosida telah dikaitkan dengan keruskan pada telinga tengah dengan penggunaan yang lama. Harus dihindari jika gendang telinga tidak utuh/lengkap. Cenderung kepekaan Neomycin pada 5-18% dari pasien dapat memicu terjadinya dermatitis kontak (Figure 2). Jika OE akut gagal untuk disembuhkan, dokter harus menyadari bahwa zat pengawet, benzalkoniumklorida, thimerosal, dan propilen glikol, bisa memicu terjadinya sensitifitas daerah setempat.

Dosis fluorokuinolon yang disetujui adalah 2 kali sehari untuk membran timpani yang tidak utuh. Penambahan steroid untuk fluorokuinolon mengurangi periode gejala selama 0,8 hari dan harus seimbang terhadap risiko kecil steroid yang bekerja sebagai sensisitasi. Terlepas dari ototopical yang dipilih, selain untuk kasus-kasus ringan, dokter harus mempertimbangkan melihat pasien satu kali kunjungan lebih lanjut untuk memverifikasi resolusi penyakit dan mempertimbangkan untuk membersihkan setiap sisa serumen yang terdapat pada kanal. Sepuluh persen dari OE akut berasal dari jamur, tapi persentase lebih tinggi pada OE akut tidak sepenuhnya merespon terhadao obat tetes antibakteri. Dalam situasi ini, ototopical merupakan pilihan awal dan kemungkinan sensitivitas kontak atau suprainfection jamur, harus dipertimbangkan. Infeksi jamur biasanya dengan dengan gejala seperti sehelai kapas putih (misalnya Candida) dengan atau tanpa diselingi bola jamur hitam atau putih (misalnya Aspergillus; Figure 3). Infeksi campuran bakteri dan jamur biasanya terjadi setelah pengobatan ototopical yang tidak memadai pada OE akut bakteri. Sebagian besar infeksi jamur yang ringan dapat diobati dengan 2% asam asetat dan atau larutan alkohol 90-95%. Lebih banyak penyakit membutuhkan agen topikal seperti 1% clotrimazole atau tolnaftate.

Pengobatan penyebab penularan OE tergantung pada masalah dasar. Semua cenderung memiliki pruritus dan menjadi awal yang berbahaya. Pada umumnya dermatitis sering menyebabkan eritema ringan dan likenifikasi selain karakteristik dari penyakit yang mendasar. Psoriasis dan dermatitis atopik merespon ketika terapi (biasanya sistemik atau topikal ) steroid untuk penyakit awal yang mendasarinya. Jerawat atau seborrhoea dikelola dengan tepat menggunakan obat krim atau sampo. Respon inflamasi dari kontak alergi biasanya dapat ditentukan dari riwayat pasien, meskipun uji patch kadang-kadang diperlukan. OE kronis dari dermatitis sistemik dapat menjadi rumit karena bakteri oportunistik atau infeksi jamur. Oleh sebab itu, infeksi harus dikelola dengan ototopical antimikroba, persistennya dermatitis dapat disalahartikan sebagai kegagalan pengobatan. komplikasi Ketika terapi awal gagal, dokter harus mempertimbangkan kemungkinan alasan lainnya, termasuk ketepatan diagnosis awal (Table II). Dalam hal yang tidak biasa dari pengembangan penyakit menjadi gejala ekstra-kanal (misalnya aurikularis selulitis, adenopati serviks, atau parotitis), penambahan antimikroba oral yang tepat dan kultur adalah tindakan yang bijaksana. Antibiotik oral juga harus dipertimbangkan untuk OE akut sedang pada pasien yang lebih tua, pasien dengan immunocompromised dan pada pasien dengan diabetes yang hidup bersama otitis media atau otitis eksternal maligna. Otitis eksternal maligna adalah osteomielitis dari saluran telinga (Figure 4). Hal ini sering melibatkan mastoid dan harus dicurigai ketika terjadi nekrosis kulit kanal atau muncul granulasi, rasa sakit yang tidak proporsional serta suhu pasien melebihi 102.2 F (39 C), atau kelumpuhan pada wajah, vertigo, atau tanda-tanda terjadinya meningeal.

Suatu furuncle dapat terjadi di saluran telinga de novo atau sebagai akibat dari peradangan akut atau kronis. Biasanya diambil pada saat pengirisan dan drainase, ototopical dan antibiotik oral yang diresepkan. pencegahan Pencetus umum OE akut adalah kelembaban dan trauma. Salah satu studi menunjukkan bahwa anak-anak dengan OE akut cenderung memiliki telinga yang dibersihkan dengan catton bud, pengangkat kotoran, berenang, atau dengan desakan saluran yang dimasukkan 10 hari sebelumnya, dibandingkan dengan anak-anak tanpa OE akut. Kemungkinan OE akut dapat dikurangi melalui pencegahan etiap hari dengan tets acidifying atau alkohol selama periode tersebut (misalnya: musim berenang musim, menyelam), penggunaan pengering rambut pada setelan terendah dengan atau tanpa memiringkan kepala untuk membantu pembersihan cairan setelah berenang atau mandi, dan menghindari penggunaan cotton bud. Penggunaan anti alergi jamur saluran telinga dengan atau tanpa tutup renang erat untuk mengurangi infeksi berulang merupakan hal yang masih diperdebatkan. Pencegahan sangat penting pada pasien dengan immunocompromised, mereka dengan kondisi dermatitis sistemik, memiliki kontak sensitif pada ototopical, yang sering keringat berlebihan, mereka yang hobby olahraga air atau bentuk rekreasi sejenisnya.