BAB I

PENDAHULUAN
Pemerintah Kabupaten Malang dibentuk berdasarkan

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Timur, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1965; dengan pusat pemerintahan berada di Kota Malang.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Malang dari Wilayah Kota Malang ke Wilayah Kecamatan Kepanjen yang sekaligus menjadi Ibukota Kabupaten Malang. Pemerintah adalah Kabupaten Malang periode 2010-2015

hasil pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Tahun 2010 yang disahkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-803 Tahun 2010 tentang Pengesahan

Pemberhentian dan Pengesahan Pengangkatan Bupati Malang Provinsi Jawa Timur serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.35-804 tahun 2010 tentang Pengangkatan Wakil Bupati Malang Provinsi Jawa Timur. Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah ditetapkan (RPJMD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Kabupaten Malang Tahun 2010-2015

berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD rencana Kabupaten Malang Tahun 2010-2015 sebagai arahan pembangunan tahun 2010-2015 yang dalam

Kegagalan dan keberhasilan pencapaian indikator kinerja akan dijadikan sebagai acuan tindakan perbaikan dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Malang di tahun mendatang dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan. dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat.implementasinya dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Pada pasal 17 ayat (1) dijelaskan lebih lanjut bahwa LKPJ Akhir Tahun Anggaran disampaikan kepada DPRD paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Keterangan Pertanggungjawaban Daerah kepada DPRD. dan memberikan (LKPJ) kepada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran pada dasarnya merupakan progress report atas kinerja pembangunan selama satu tahun dan menjadi kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah. yang menyebutkan bahwa Kepala Daerah mempunyai kewajiban juga untuk memberikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kepada Pemerintah. I Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 2 . serta menginformasikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) kepada masyarakat. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Akhir Tahun Anggaran merupakan amanah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang telah diubah kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Laporan Pemerintahan Daerah kepada Kepala Pemerintah.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 Tanggal 4 Januari 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 5. A. termasuk pendapatan dan belanja daerah. d) Penyelenggaraan tugas pembantuan. 2. dan Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang I Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 3 . b) Pengelolaan keuangan daerah secara makro. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. dan e) Penyelenggaraan tugas umum. c) Penyelenggaraan urusan desentralisasi. Undang–Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah–Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur (Berita Negara Tahun 1950). DASAR HUKUM Landasan hukum sebagai dasar penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati adalah: 1.Sedangkan mengenai muatan LKPJ dijelaskan pada pasal 18 Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 bahwa sekurangkurangnya menjelaskan: a) Arah kebijakan umum pemerintahan daerah. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. 6.

Dengan batas wilayah administrasi terdiri dari: Sebelah Utara: Kabupaten Pasuruan. Pengendalian. B. 13. Tata Cara Penyusunan.11” 8O26’35.45” Lintang Selatan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 11.90” Kabupaten –112O57’00. Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang. Tata Cara Penyusunan. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 2 Tahun 2011 tentang (RPJMD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010-2015. 12. 8. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2011. 7. 7O44’55. Peraturan Malang Daerah Kabupaten Malang Nomor 9 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tahun 2011.00” Malang Bujur terletak antara – Timur. Kabupaten Probolinggo. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007.Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat. 9. 10. I Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 4 . Peraturan Bupati Malang Nomor 7 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2011. Kondisi Geografis Daerah Wilayah 112O17’10. GAMBARAN UMUM 1. Pengendalian. dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan.

kelurahan. di bagian Sebelah tengah Selatan: wilayah Samudera Indonesia. terdapat gunung-gunung yang aktif maupun tidak aktif serta sungai-sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Malang. Kecamatan Ngantang. Wilayah Kabupaten Malang bagian barat.5%. Secara administratif. industri 0. Kecamatan Wajak. Sebelah Barat: Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kabupaten Malang berbatasan dengan Kota Malang dan Kota Batu.2%. Kecamatan Ampelgading dan Kecamatan Tirtoyudo. wilayah Kabupaten Malang terdiri dari 33 kecamatan. Dengan kondisi topografi tersebut. sehingga daerahnya cenderung terjal atau bergelombang dengan kelerengan diatas 40%. Hal ini berdampak positif karena kelestarian tanah dan air dapat terjaga dengan baik. pertanian lahan I Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 5 . 378 desa.185 Rukun Warga (RW) 14. Kecamatan Jabung.Sebelah Timur: Kediri. Selain itu wilayah Kabupaten Malang mempunyai potensi pengembangan dibidang pertanian dan pariwisata.486 ha. yang meliputi wilayah Kecamatan Pujon.2%.667 Rukun Tetangga (RT). Kecamatan Poncokusumo. bagian timur dan utara dikelilingi oleh pegunungan. Topografi Kabupaten Malang meliputi dataran rendah. Untuk pengembangan dibidang pertanian lebih diutamakan pertanian hortikultura dan perkebunan. karena umumnya daerah-daerah dengan kelerengan tersebut mempunyai iklim (suhu) yang lebih sejuk dan sangat cocok untuk jenis tanaman sayuran dan tanaman perkebunan. dataran tinggi. 12 dan Struktur penggunaan lahan meliputi : permukiman/kawasan terbangun 22. Kabupaten Sedangkan Lumajang. maka wilayah Kabupaten Malang mempunyai potensi sebagai kawasan lindung khususnya bagi kawasan yang ada dibawahnya. 3. sawah 13. Kecamatan Kasembon. dimana faktor sumberdaya alam tersebut mencakup aspek kondisi topografi yang besar pengaruhnya terhadap proses pembangunan. Luas wilayah 353.

rawa/waduk 0.6%. Umur (Tahun) 0–4 5–9 No JENIS KELAMIN Laki-laki 101.73%) dengan rata-rata kepadatan 692 jiwa/km2. tambang galian C 0.239.10 4.857 (50.277 jiwa atau rata-rata pertumbuhan 1.27 Perempuan 96.450.8%.5%. 2. Versi BPS menganggap penduduk Kabupaten Malang adalah orang-orang yang secara riil pada saat sensus dan atau sudah 6 bulan berdomisili di Kabupaten Malang sedangkan versi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan jumlah Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan. hutan 28.930 % 3. tambak kolam 0.2%.1% padang rumput/tanah kosong 0. I Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 6 .4%. tanah tandus/tanah rusak 1. penduduk Kabupaten Malang pada tahun 2011 sebesar 2. Kondisi Demografis Perkembangan (berdasarkan BPS).903.591 jiwa dengan laki-laki 1.280 jiwa (50%) perempuan 1.466.93 4.226.2%.24 % 4.3%.3%. 2.kering 23. Tabel 1.09 JUMLAH 197.803 100.1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Sebaran Kelompok Umur Tahun 2011 Kel.09 6 105. perkebunan 6.36 1.822 206.02 8.453.311 jiwa (50%). Terjadinya perbedaan angka antara versi BPS dengan versi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil disebabkan adanya pendekatan/metoda perhitungan yang berbeda.175 % 8. lain-lain 3.420 (49.27%) perempuan 1. Sedangkan jumlah penduduk berdasarkan (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) hasil penghitungan akhir tahun 2011 adalah sebesar 2.09% per tahun dengan rasio gender laki-laki 1.

823 71.84 3.209 62.196 1.447 46.239.633 74. 9.999 4.92 1 99.57 1.94 146.803 132. 11. 5.46 81.496 66.699 33.457 31.481 7.350 56.023 62.52 2.736 94.226.594 28.297 39.700 62.579 7.965 55.965 2.070 58.391 35.937 84.075 42. 14.857 4.520 40.886 110.091 124.519 28.42 3.520 37.08 3.597 47.506 93.57 4.855 38.925 191. 12.863 88.92 3.80 188.170 JUMLAH PENDUDUK 81.092 35.05 3. 16.509 77.38 3.946 115.379 26.88 3.34 195.65 171.743 30. 4.50 49.343 148.03 2.789 150.109 1.752 36.92 192.787 73.55 7.250 74.235 49.246 49.418 29.016 57.466.88 54.556 57.934 94.669 58.73 210. Malang Data Diolah Tabel 1.420 4.81 3. 6.930 40.215 29.78 4.223 3.840 38.90 2.29 70. 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 49 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75> TOTAL 3 98.936 30.632 30.276 8.339 27.953 98.832 96.511 73.24 1.00 Sumber : Bappeda Kab.261 7. 13.337 74.741 93.19 63.218 23.073 37.690 57.99 3.1 108.11 1.689 I Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 7 .326 2.449 52.041 56.93 109.35 1.557 66.020 2.093 36.17 3.72 1.859 37.846 115.57 2. 10.198 77.031 55.35 0. 7.638 86.2 Jumlah Penduduk per Kecamatan Tahun 2011 NO 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 KECAMATAN DONOMULYO PAGAK BANTUR SUMBERMANJINGWETAN DAMPIT AMPELGADING PONCOKUSUMO WAJAK TUREN GONDANGLEGI KALIPARE SUMBERPUCUNG KEPANJEN BULULAWANG TAJINAN TUMPANG JABUNG PAKIS PAKISAJI NGAJUM JENIS KELAMIN LAKI-LAKI PEREMPUAN 40.00 3.06 50.631 8.77 3.389 71.226 104.76 7.920 38.921 30.718 55.511 27.425 95.277 100. 15.27 102.096 76.35 205.144 5.046 100.53 1.25 4. 8.917 92.373 181.87 3.95 1.637 37.706 95.077 6.853 76.265 61.

dan kacangkacangan.093 32.900 16.607 61.329 45.537 38.525 62.035 31. Untuk komoditi sayuran. sayuran.831 42.410 35.512 27.811 33.980 54.453.452 122.21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 WAGIR DAU KARANGPLOSO SINGOSARI LAWANG PUJON NGANTANG KASEMBON GEDANGAN TIRTOYUDO KROMENGAN WONOSARI PAGELARAN TOTAL 50.042 36.594 16.334 37. Hortikultura unggulan yang memiliki ciri khas Kabupaten Malang adalah apel yang dan klengkeng dalam di taraf Kecamatan Poncokusumo. padi. Bidang pertanian unggulan meliputi tanaman pangan. Sedangkan masih pengembangan I Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 8 . daerah yang potensial adalah Wilayah Pengembangan Ngantang dimana komoditi sayuran di wilayah ini pemasarannya telah menembus supermarket-supermarket di Kota Malang.007 90. ubi jalar.882 33.888 92.280 48.591 Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang 3.450.588 1. ketela pohon.468 27.895 183.871 76.094 24.928 24.813 42.644 84.903.311 98.490 30.183 1.022 48.845 61. Unggulan tanaman pangan di wilayah Kabupaten Malang lebih didominasi oleh komoditi jagung.141 46.452 72. adalah Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Jabung.693 67.771 2. hortikultura dan perkebunan.494 32.723 64.630 32. Kondisi Ekonomi a. Potensi Unggulan Daerah 1) Potensi Pertanian Potensi pertanian di wilayah Kabupaten Malang sangat beraneka-ragam dan tersebar di seluruh kecamatan.470 91.

Ternak besar yang dominan keberadaannya dan pengembangannya sesuai di seluruh wilayah kabupaten adalah sapi potong dan kambing. Ngantang. Potensi pengembangan ternak kecil di Kabupaten Malang saat ini memungkinkan adanya pengembangan kawasankawasan peternakan pada areal-areal pertanian yang kurang produktif dengan skala besar melalui kerjasama antara pemilik modal (swasta) dan masyarakat (pemilik tanah pertanian) dengan sistem bagi hasil. pengembangan ternak kecil dapat dialokasikan di seluruh kecamatan. Jabung dan Wajak. 2) Potensi Peternakan Potensi peternakan di wilayah Kabupaten Malang meliputi ternak besar dan ternak kecil. Sedangkan sapi perah pengembangannya sangat sesuai pada daerah berbukit atau pegunungan dengan suhu yang relatif rendah seperti di Kecamatan Kasembon. Poncokusumo. 3) Potensi Perikanan I Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 9 .perkebunan apel di Kecamatan Pujon kemudian salak Suwaru dan pengolahannya di Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran. Dilihat dari klimatologi. Sedangkan kawasan peternakannya sendiri dapat dialokasikan pada areal pertanian yang kurang produktif seperti tegalan. alpukat di Kecamatan Wajak dan pisang di seluruh kecamatan. pengembangan pasar Mantung di Kecamatan Pujon sebagai sub terminal agribisnis serta penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Dampit. Tumpang. Dari terdapat di Wilayah berupa unggulan Pengembangan (seluruh kecamatan) komoditi-komoditi tersebut memungkinkan adanya peluang pengembangan industri pengolahan. Sedangkan perkebunan unggulan yang cukup cengkeh tinggi dan produksinya Dampit tebu. Pujon.

10 Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 . Pantai Sendangbiru merupakan pensuplai perikanan laut terbesar untuk daerah Malang dan juga mensuplai wilayah Pasuruan. Singosari. Pakis. Badan-badan air tersebut sangat potensial dan dapat dimanfaatkan untuk budidaya dan pengembangan perikanan darat dengan menggunakan keramba. Dengan kondisi tersebut maka di Sendangbiru sudah mulai dikembangkan sebagai pusat perikanan laut dan pusat aktivitas nelayan. Lahor dan Kaligenteng (masih dalam tahap sosialisasi). 4) Potensi Industri Bidang industri di Kabupaten Malang berkembang pesat seiring dengan kemudahan aksesibilitas. Karangploso. Bidang industri ini tumbuh pesat khususnya pada wilayah pengembangan lingkar Kota Malang seperti Kecamatan Pakisaji. Bululawang. wilayah perairan ini juga harus tetap dijaga kelestariannya. Sengguruh. Karangkates. Dau dan Wagir . Untuk pengembangan industri pada tahun-tahun mendatang harus diprioritaskan I . Sedangkan perikanan laut sangat potensial dikembangkan pada daerah pantai Sendangbiru karena saat ini di wilayah tersebut aktivitas nelayannya paling tinggi untuk kawasan pantai selatan. Industri besar umumnya berlokasi pada jalan utama atau kolektor primer sedangkan industri kecil tersebar di kawasan permukiman penduduk. Meskipun sudah mulai dikembangkan sebagai pusat perikanan laut dan pusat aktivitas nelayan. jala apung dan sejenisnya.Pengembangan bidang perikanan darat dan laut sangat potensial dan prospektif karena dari segi hidrologi Kabupaten Malang banyak dilalui oleh sungai besar dan sungai kecil serta memiliki bendungan seperti Selorejo.

industri nantinya dapat berupa pengolahan hasil tambang sebagai bahan dasar bangunan seperti semen. kapur dan marmer dimana bahan bakunya banyak tersedia di kawasan Malang Selatan.pada kawasan Malang dan Selatan untuk memeratakan Kegiatan pertumbuhan perkembangan wilayah. Kalipare. pasir batu. piropilit dan fospat. 6) Potensi Pariwisata Kabupaten Malang memiliki geomorfologis yang terdiri dari wilayah pegunungan dan dataran serta perairan pantai. pasir kuarsa. Gedangan. Selain itu Kabupaten Malang juga kaya akan peninggalan sejarah yang memungkinkan pertumbuhan dan pengembangan wilayah Kabupaten Malang yang I . zeolit. bentoit. sehingga membentuk bentangan-bentangan alam yang indah dengan patahan-patahan yang menyebabkan terjadinya air terjun. Namun demikian potensi tambang yang cukup besar ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang serta tidak mengabaikan fungsi kelestarian lingkungan hidup. feldspar.11 Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 . Dampit. Ampelgading. Adapun kecamatan yang menyimpan potensi tambang dan perlu penelitian lebih lanjut adalah: Kecamatan Donomulyo. Sumbermanjing Wetan dan Tirtoyudo. hamparan pantai yang luas dan berpasir putih. Dari segi geologis dan beberapa studi menyimpulkan bahwa potensi pertambangan yang ada di Malang Selatan memang cukup besar yaitu emas. Pagak. marmer. kaolin. 5) Potensi Pertambangan Kabupaten Malang memiliki potensi pertambangan yang cukup besar dan terdapat di Kawasan Malang Selatan. trass. kalsit. batu kapur. toseki. Bantur.

Pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu yang sama yaitu pada akhir tahun 2010 sebesar 6. 12. b. 14. dapat ditempuh industri.berbasis pertanian.370. perdagangan.000.300. Inflasi pada tahun 2010 sebesar 6.578.881.51%.810. Berdasarkan hasil pendataan penduduk miskin Provinsi Jawa Timur tahun 2009-2010 oleh BPS Provinsi Jawa Timur. 15. hotel dan restauran 26.530. pertambangan dan penggalian 2. pengangkutan dan komunikasi 3. persewaan dan jasa perusahaan 4.797. listrik dan air bersih 0.25%.000. pengembangan jalur wisata.000.-.04%. 14.390.000.88%.dan tahun 2011 mencapai sebesar Rp.60%. dengan ditunjang oleh sumberdaya alam dan bidang-bidang unggulan seperti peternakan. 31.-.67%.967. 35.43% dan tahun 2011 sebesar 5..280.60%. pariwisata perikanan.73%.27% dan tahun 2011 sebesar 6. Pengembangan pengadaan paket wisata.-.584.60%. Sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) akhir tahun 2010 sebesar Rp. keuangan.dan tahun 2011 sebesar Rp.698.28% serta jasa-jasa 12. sektor Kontribusi sektoral pada tahun 2011 dapat dirinci sebagai berikut: sektor pertanian 29.510. pengadaan sarana dan prasarana penunjang seperti hotel dan penginapan serta meningkatkan aksesbilitas dengan meningkatkan kondisi jalan dan menyediakan sarana transportasi menuju obyek wisata. melalui pertambangan dan bidang pariwisata itu sendiri . pada pariwisata..970.12 Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 . I . Industri Pengolahan 18. Selanjutnya pendapatan perkapita tahun 2010 sebesar Rp.375.94%. bangunan 1.517.dan tahun 2011 mencapai sebesar Rp. Pertumbuhan Ekonomi Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) pada tahun 2010 sebesar Rp.

5%. Sehingga dengan demikian berdasarkan Surat Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor maka Kabupaten B.025/Sesmen-PDT/I/2010 tanggal 29 Malang termasuk kategori Januari 2010 tentang Verifikasi dan Updating Status Desa Kabupaten Maju.700 jiwa dan tahun 2011 diperkirakan 390 sebanyak 302.jumlah penduduk miskin Kabupaten Malang tahun 2010 sebanyak 306. dengan tingkat ketertinggalan yang ringan terutama karena semakin tercukupinya sarana dan prasarana perdesaan.13 Laporan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2011 . Pada tahun 2010 terdapat 110 desa tertinggal dari desa/kelurahan atau 28%. I .099 jiwa atau turun 1.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.