Anda di halaman 1dari 9

MYASTHENIA GRAVIS

Deskripsi
gangguan autoimun yang merusak komunikasi antara syaraf dan otot, mengakibatkan peristiwa kelemahan otot. sistem kekebalan menghasilkan antibodi yang menyerang salah satu jenis reseptor pada otot samping pada simpul neuromuskular-reseptor yang bereaksi terhadap neurotransmiter acetycholine. Akibatnya, komunikasi antara sel syaraf dan otot terganggu

Penyebab
Gangguan tersebut kemungkinan dipicu oleh infeksi, operasi, atau penggunaan obat-obatan tertentu, seperti nifedipine atau verapamil (digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi), quinine (digunakan untuk mengobati malaria), dan procainamide (digunakan untuk mengobati kelainan ritme jantung). Neonatal myasthenia terjadi pada 12% bayi yang dilahirkan oleh wanita yang mengalami myasthenia gravis. Antibodi melawan acetylcholine, yang beredar di dalam darah, bisa lewat dari wanita hamil terus ke plasenta menuju janin.

Myastenia Gravis : Patofisiologi

Myasthenia Gravis : Patofisiologi

Myasthenia Gravis : patofisiologi

Myasthenia Gravis : Manifestasi


Gejala-gejala yang paling sering terjadi adalah :
1. Kelopak mata lemah dan layu. 2. Otot mata lemah, yang menyebabkan penglihatan ganda. 3. Kelemahan berlebihan pada otot yang terkena setelah digunakan. Kelemahan tersebut hilang ketika otot beristirahat tetapi berulang ketika digunakan kembali.

Myasthenia Gravis : Efek

Myastenia Gravis : Tata laksana medis

Myasthenia gravis : Terapi obat


Obat-obatan kemungkinan digunakan untuk membantu meningkatkan kekuatan dengan cepat atau untuk menekan reaksi autoimun dan memperlambat kemajuan gangguan tersebut. Untuk menekan reaksi autoimun, dokter bisa juga meresepkan kortikosteroid, seperti prednison, atau immunosuppressant, seperti cyclosporine atau azathioprine.