Anda di halaman 1dari 20

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN PENYAKIT HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT IMANUEL BANDAR LAMPUNG

TESIS Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Ilmu-ilmu Kesehatan

Diajukan oleh : WAHYU WIDAYATI NIM 19030/PS/IKM/06

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2008

Halaman Persembahan

HIDUP Kusadari dalam perenunganku Aku semakin tidak berarti Ketika aku tidak memberi arti bagi orang lain Kebahagiaan akan terasa ketika arti itu ada Hidup bukan untuk sendiri ... Hidup bukan milik sendiri ... Hidup adalah kehadiran kita yang menjadi arti Arti menjadi nyata ketika kehadiran kita memberi makna Bagaimana arti itu dalam hidupmu ? Sudahkan arti mendapat tempat dalam hidupmu ? Hidup adalah arti ... Tanpa arti hidup itu mati Dan selagi masih ada waktu saat ini aku mau memberi yang terbaik Bukan untuk aku tapi untuk Tuhan yang telah begitu baik dalam hidupku Tuhan yang telah mengirim aku ke UGM, untuk menjadi lebih bijak Dalam menjalani hari-hari, dalam perkuliahan, dan dalam menyusun tesis terlebih dalam hidup ini Karya ini memang jauh dari sempurna, karena sesungguhnya hanya Tuhan-lah yang sempurna Tapi inilah yang dapat kuberikan dan aku bangga karena dapat menyelesaikannya bersama Tuhan Karena sesungguhnya tanpa Tuhanaku tak dapat berbuat apa-apa Akhirnya bagaimanapun aku berharap karyaku ini dapat member i... ARTI

Wahyu Widayati

... Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15:5)

ii

iii

iv

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur peneliti panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus yang penuh pemeliharaan dalam kasihNya, sehingga penulisan tesis ini dapat selesai. Hasil penelitian ini masih jauh dari sempurna. Namun demikian peneliti tetap berharap agar apa yang telah peneliti lakukan dapat berguna bagi pengembangan program promosi kesehatan khususnya untuk penyakit hipertensi. Dalam usaha menyelesaikan penulisan tesis, peneliti mengalami berbagai hambatan dan kesulitan, tetapi berkat dukungan doa dan dorongan dari berbagai pihak akhirnya tesis ini dapat selesai. Untuk itu peneliti menyampaikan terimakasih tak terhingga kepada berbagai pihak yang selama ini memberikan bimbingan, bantuan dan dorongan secara moril maupun materil : 1. Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk mengikuti studi di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 2. Ibu Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D, selaku Ketua Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan ilmu-ilmu Kesehatan dan beliua juga sebagai pembimbing utama dengan sabar memberi bimbingan kepada peneliti pada penulisan tesis ini. 3. Bpk Drs. Trisno Heru Nugroho, M.Kes selaku pembimbing pendamping yang bertugas di RS Dr. Sardjito yang selalu memberi motivasi untuk terus maju selama membimbing peneliti. 4. Ibu Supriyati, Sos, M.Kes selaku pembimbing akademik dan Bapak dr Nawi Ng MPH, PhD yang selalu memberi arahan dan solusi saat peneliti berkonsultasi dalam menghadapi masalah perkuliahan terlebih dalam menyelesaikan tesis.

5. Para dosen dan staf Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang telah memberikan kelancaran dalam proses pembelajaran dan penyelesaian tesis ini. 6. Ibu dr. Nur Indarti, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti tugas belajar hingga selesai. 7. Rekan-rekan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus yang memberi bantuan dan dukungan bagi peneliti hingga selesai studi. 8. Dr. Andreas Andoko, M.Th selaku Direktur RS Imanuel yang telah memberi izin dan mendukung kelancaran penelitian selama peneliti melaksanakan penelitian di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung dari bulan Januari s/d April 2008. 9. Dr. Haryono, dr. Nila, dr. Nita, Sdr Edwin, Sdri Lusi yang telah memberikan informasi dalam penatalaksanaan hipertensi yang telah dilaksanakan. 10. Pasien hipertensi dan pasien hipertensi sebagai penyakit penyerta diabetes di Rumah Sakit Imanuel yang bersedia berpartisipasi untuk memberi informasi pada pelaksanaan FGD dan GI. 11. Pak Sariman, Mbak Magda, Mbak Rina, Mbak Diah, Mbak Rama, Ibu Lusi, Kartini, Mery, Fina, Lina, Mbak Wiwik, Mbak Risma, Mbak Endang, Mas Bambang, Mbak Rum, Mas Pur dan seluruh rekanrekan di RS Imanuel yang tidak dapat peneliti sebut satu persatu yang telah memberikan bantuan selama peneliti melaksanakan penelitian di RS Imanuel. 12. Keluarga Besar di Gedong Air ; Bapak Alm. dan Ibu terkasih, kakak-kakaku; Mbak Elly, Mas Christian Heru, Mbak Atik, serta Om Sul, Dhek Tutik dan keluarga, Cha-cha dan keluarga, Ester dan keluarga, Dedi, Rudi, Nevi dan Tabita, serta semua saudara yang selalu memberi semangat dan mendukung dalam doa.

vi

13. Persekutuan Doa Oukomeni di Gedong Air yang senantiasa mendukung dalam doa. 14. Komsel Emaus ; Bpk dan Ibu Indartono, Bpk dan Ibu Junaidi, Bapak dan Ibu Jun, Bapak dan Ibu Rusdi, Bapak dan Ibu Martin serta Selvi yang selalu memberi dukungan doa. 15. Komsel Glory to Glory; Ibu Agnes, Bude Wasti, Ibu Sih, Ibu Nita, Ibu Ivon, Ibu Tias, Ibu Kartini, Mb Yuli dan Ana, yang senantiasa memberi dukungan doa selama penelitian hingga penyusunan tesis dan penyelesaian studi. 16. Persekutuan Doa Keluarga Mahasiswa Pascasarjana di Gereja Sarimulyo, yang senantiasa memberikan dukungan doa. 17. Team Doa On line radio Impact FM 100.5, yang mendukung dalam doa selama penyusunan tesis. 18. Teman-teman kelompok II: Pak Agus, Indra, Viera dan Rosida yang memberikan dorongan dan inspirasi selama perkuliahan terlebih dalam kerja kelompok. 19. Seluruh Keluarga Besar Promkes Angkatan 2006 yang telah menjadi saudara selama studi dengan penuh kebersamaan. 20. Keluarga Besar Kos Pandega Bakti 24 B; Ibu, Bude, Polly, Stella, Dewa, Hira, Ucis, Eka, Ephoy, Dita, Corri, Tasya, Ivy, Fitri, Nindy, Joan dan Delton serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang menjadi saudara dalam suka dan duka selama penulis mengikuti studi di Universitas Gajah Mada. 21. Akhirnya seluruh sahabat, teman dan semua pihak yang telah mendukung baik langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat kami sebut satu persatu, peneliti mengucapkan terimakasih. Yogyakarta, 15 November 2008

Peneliti

vii

DAFTAR ISI Halaman i HALAMAN JUDUL.......................................................................... ii HALAMAN PERSEMBAHAN.......................................................... iii HALAMAN PENGESAHAN............................................................. iv PERNYATAAN ............................................................................... vii KATA PENGANTAR ....................................................................... ix DAFTAR ISI ................................................................................... x DAFTAR TABEL ............................................................................. xi DAFTAR GAMBAR ......................................................................... xii INTISARI ......................................................................................... xiii ABSTRACT ..................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang.................................................................. 7 B. Perumusan Masalah......................................................... 8 C. Tujuan Penelitian.............................................................. 9 D. Manfaat Penelitian............................................................ 10 E. Keaslian Penelitian........................................................... BAB II A. TINJAUAN PUSTAKA Telaah Pustaka................................................................. 1. Definisi hipertensi..................................................... 2. Penyebab dan gejala hipertensi .............................. 3. Komplikasi hipertensi .............................................. 4. Penatalaksanaan hipertensi .................................... 5. Beberapa faktor lain yang mempengaruhi hipertensi 6. Perilaku kesehatan................................................... 7. Rumah sakit ............................................................ 8. Pengertian analisis kebutuhan ................................ 9. Tahap-tahap analisis kebutuhan.............................. 14 14 14 15 16 18 19 22 26 27 30 33 35 36 37 38 38 38 41 42 45

B. Landasan Teori.................................................................. C. Kerangka Konsep............................................................... BAB III A. B. C. D. E. F. G. H. I. METODE PENELITIAN Jenis, Lokasi dan Subjek Penelitian .................................. Subjektivitas Peneliti..................... .................................... Fokus Penelitian ............................................................... Jenis dan Sumber Data ..................................................... Etika Penelitian ................................................................. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data....... Definisi Operasional........................................................... Prosedur Penelitian ........................................................... Analisis Data.....................................................................

viii

J. K. L. M. BAB IV A. B. BAB V A. B.

Penyajian Data.................................................................. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data............................... Jalannya Penelitian............................................................ Keterbatasan Penelitian .................................................... HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ............................................................... Pembahasan ................................................................... KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ...................................................................... Saran ...............................................................................

45 46 47 48 51 72 88 89 91

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................... LAMPIRAN

ix

DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 1. Proporsi Penyakit Tidak Menular sebagai Penyebab Kematian Terbanyak di Rumah Sakit di Indonesia Tahun 2004....................................................................... Pola 10 Penyakit Terbanyak pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit di Indonesia Tahun 2004 ....................... Distribusi Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Tahun 2006................... Klasifikasi Tekanan Darah untuk Dewasa di Atas 18 tahun........................................................................... Tabel 5. Tabel 6. Tabel 7. Three-Phase Plan for Needs Assessment..................... Jadwal Kegiatan Pengumpulan Data Primer.................. Karakteristik Subjek Penelitian Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Rumah Sakit Imanuel Bulan Maret Tahun 2008. 14 29 44

4 5 7

Tabel 2. Tabel 3.

Tabel 4.

54

Tabel 8. Tabel 9. Tabel 10.

Karakteristik Subjek Penelitian Pihak Rumah Sakit Imanuel pada Bulan Maret Tahun 2008.. 55 Pemahaman Informan tentang Hipertensi . 57

Perbedaan Tanggapan antara Dokter dan Ahli Gizi dalam Menentukan Waktu Pelayanan Konsultasi Gizi pada Pasien Hipertensi..................................................... 67

DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 1. Gambar 2. Gambar 3. Gambar 4. Gambar 5. Gambar 6. Model Perencanaan Promosi Kesehatan ....................... 32

Kerangka Konsep Penelitian ............................................ 33 Alur Pelayanan Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung .......................................................... 66 Pola Pembentukan Persepsi Pasien.................................. 72 Pola Persepsi Pasien terhadap Ancaman Penyakit Hipertensi ......................................................................... 74 Model Perilaku Tindakan Pencegahan Penyakit yang Dipengaruhi oleh Persepsi Pasien terhadap Ancaman Penyakit Hipertensi .......................................... 80 Model Orientasi Penatalaksanaan Hipertensi antara Dokter dan Ahli Gizi................................................ 83 Model Komunikasi antara Dokter dan Pasien .................... 84

Gambar 7. Gambar 8.

xi

INTISARI
Pendahuluan: Penyakit hipertensi disebut sebagai the silent disease, juga merupakan the silent killer, karena hipertensi tidak memperlihatkan tanda-tanda atau gejala di tingkat awal tetapi dapat berujung pada kematian. Bila penyakitnya dapat dideteksi sejak dini dan dikelola dengan baik, penderita hipertensi masih dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Oleh karena itu, perlu dikembangkan program promosi kesehatan bagi pasien hipertensi yang tepat, efektif dan efisien dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan berbasis problem solving for better hospitals (PSBH) dilakukan untuk mengetahui kebutuhan pasien hipertensi guna meningkatkan kualitas hidupnya, potensi yang dimiliki rumah sakit dan pasien, harapan yang diinginkan pasien dan rumah sakit dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Tujuan Penelitian : Melakukan analisis kebutuhan pada pasien hipertensi rawat jalan dan melakukan analisis kebutuhan pada rumah sakit dalam memberikan pelayanan pada penderita hipertensi rawat jalan, dalam rangka mengembangkan program promosi kesehatan terhadap penyakit hipertensi berbasis problem solving for better hospital (PSBH). Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah penelitan kualitatif; dengan rancangan rapid assessment procedures (RAP). Subjek penelitian ditentukan dengan non-probabilistic atau purposive sampling. Subjek utama adalah pasien hipertensi rawat jalan yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 mewakili kelompok pasien hipertensi dan kelompok 2 mewakili kelompok pasien hipertensi sebagai penyakit penyerta diabetes. Subjek pendukung adalah pihak rumah sakit, yaitu: dokter umum yang bertugas di klinik umum rawat jalan (1 orang), ahli gizi (2 orang) dan direktur rumah sakit. Pengumpulan data untuk kelompok 1 dengan focus group discussion (FGD) dan untuk kelompok 2 dengan group interview (GI). Pada subjek pendukung pengambilan data dilakukan dengan in-depth interview. Analisis data kualitatif secara content analysis dan untuk meningkatkan keabsahan data dilakukan dengan thick description dan triangulation. Hasil Penelitian: Pasien membutuhkan isyarat/informasi untuk menambah pengetahuannya dalam mengendalikan penyakitnya guna melakukan perilaku pencegahan yang benar. Rumah sakit belum berperan optimal sebagai referensi dalam memberikan isyarat/informasi untuk menambah pengetahuan pasien agar melakukan perilaku pencegahan dengan benar. Masih terjadi hambatan komunikasi secara eksternal (antara petugas kesehatan/dokter dan pasien) dan secara internal (antara dokter dan ahli gizi) dalam penatalaksanaan pasien hipertensi. Selain itu, penatalaksanaan hipertensi yang diterapkan belum komprehensif antara terapi medis dan modifikasi gaya hidup. Kesimpulan: Rumah sakit sedini mungkin melaksanakan health education tentang hipertensi bagi penderita melalui pelayanan komunitas yang akan dibentuk yaitu; club senam hipertensi. Selanjutnya, melaksanakan penatalaksanaan hipertensi secara komprehensif antara terapi obat dan modifikasi gaya hidup. Kata kunci : analisis kebutuhan, promosi kesehatan, PSBH dan hipertensi

xii

ABSTRACT NEEDS ASSESSMENT THE HEALTH PROMOTION PROGRAM DEVELOPMENT HYPERTENSION DISEASE IN IMANUEL HOSPITAL , BANDAR LAMPUNG
Introduction: Hypertension disease is called as the silent disease, as well as a form of the silent killer, because hypertension does not present signs or symptoms in early stage but could ending in death. If the disease could be detected since early and be appropriately managed, hypertension sufferers still could improve their quality of life. Thus, it is needed to develop health promotion program for hypertension patients appropriately, effective and efficient, by perfoming needs assessment. Needs assessment based on problem solving for better hospitals (PSBH) be performed to hypertension patients needs to increase their quality of life, the potency whose hospital and patient had, the expectation that patient and hospital had, by optimizing the resource available. Objective: This research was aimed to do the needs assessment toward the out patient of hypertension sufferers and to the hospital by giving the services to the out patient of hypertension sufferers in order to develop the health promotion program toward the hypertension disease based on problem solving for better hospital (PSBH). Method: The research was qualitative research by rapid assessment procedures (RAP) design. The research subject determined by non-probabilistic or purposive sampling. The main informant were hypertension group and group that represent hypertension patient with diabetes as accompanying disease. The additional informant was the hospital personnel, that were : general practitioner, which its duty in outpatient general clinic (1 person), nutrient expert (2 people) and hospital director. Data collecting for group 1 was by focus group discussion (FGD) and for group 2 by group interview (GI). Additional subject was explored by in-depth interview. Qualitative data analysis was carried out by content analysis and to increase data validity thick description and triangulation were used. Results: The patients needed the information to add their knowledge in controlling their disease in order to conduct the right preventive behavior. Hospital not yet shared optimal as reference in giving signal/information to increase the patients knowledge so that they carry out right preventive behavior. Communications resistance still happened externally (among the health officer/doctor and patient) and internally (between the nutritionist and the doctor) in the management of hypertension patients. In spite of that, the application of hypertension management have not been conducted comprehensively between medical therapy and life style modification. Conclusion: The hospital needs to perform health education on hypertension for the sufferer through community services which is being build hypertension gymnastics club and performing hypertension management comprehensively between medicine therapy and lifestyle modification. Keyword : needs assessment, health promotion, PSBH and hypertension

xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Meningkatnya arus globalisasi di segala bidang, adanya

perkembangan teknologi dan industri telah banyak membawa perubahan pada perilaku dan gaya hidup masyarakat, serta situasi lingkungan, misalnya: perubahan pola konsumsi makanan, berkurangnya aktivitas fisik dan meningkatnya polusi lingkungan. Perubahan tersebut, tanpa disadari, telah memberi pengaruh terhadap terjadinya transisi epidemiologi dengan semakin meningkatnya kasus-kasus penyakit tidak menular seperti: hipertensi, penyakit jantung, tumor, diabetes dan gagal ginjal. Penyakit hipertensi disebut sebagai the silent disease, juga merupakan the silent killer, karena hipertensi tidak memperlihatkan tanda-tanda atau gejala di tingkat awal tetapi dapat berujung pada kematian (Susanto, 2005). Penderita hipertensi biasanya tidak sadar tentang penyakitnya sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penyakit hipertensi tergolong dalam klasifikasi penyakit subakut dan kronik yang memerlukan penanganan rutin dan kesadaran dari penderitanya. Hasil survei pada tahun 2000 menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap hipertensi (awareness) adalah 88%, sedikit menurun dibandingkan dengan tahun 1993, yaitu 88,7% (Sutedjo, 2000). Faktor risiko hipertensi meliputi faktor genetik yang tidak dapat dikontrol seperti: keturunan, jenis kelamin, dan umur, dan faktor lain yang dapat dikontrol seperti: kegemukan, kurang olah raga, merokok, alkohol, garam dan stres (Susalit et al., 2001). Monitoring hipertensi sangat penting untuk deteksi dini guna menghindari terjadinya komplikasi yang dapat berujung pada kecacatan atau keparahan bahkan kematian. Hipertensi yang tinggi dan tidak terkontrol akan menyebabkan berbagai komplikasi artherosclerotic dan komplikasi lainnya. Data menunjukkan bahwa

penderita hipertensi yang tidak diterapi 50% akan meninggal karena penyakit jantung koroner dan gagal jantung, 33% karena stroke dan 10 15% karena gagal ginjal. Secara umum, komplikasi vaskuler hipertensi dapat dibagi menjadi 2, yaitu hypertensive dan left venticel hypertrophy (LVH). Komplikasi hypertensive terutama timbul akibat peningkatan tekanan darah, yang dapat dicegah dengan penurunan tekanan darah. Komplikasi artherosclerotic mempunyai mekanisme dan patofisiologi yang lebih kompleks, antara lain lewat renin angiotensin-aldosteron system (RAS) lokal jaringan, sehingga penurunan tekanan darah tidak dengan sendirinya menghambat proses ini (Ismahun, 2001). Tekanan darah yang selalu tinggi merupakan salah satu faktor risiko untuk stroke, serangan jantung dan arteri aneurysm dan merupakan penyebab utama gagal ginjal kronis (chronic renal failure). Penyakit tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol membuat kondisi kesehatan menjadi tidak baik dan harus diatasi, karena akan menimbulkan masalah komplikasi. Hipertensi juga merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler selain diabetes. Hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner 5 kali dan stroke 10 kali, sebanyak 40%-70% penderita stroke adalah penderita hipertensi (Kodim, 2005). Menurut WHO dan hasil penelitian yang dipublikasikan pada American Journal of Public Health tahun 1994, 20% dari masyarakat di negara maju usia dewasa menderita hipertensi. Kelompok ini mempunyai risiko tertinggi untuk mendapatkan stroke, terutama bagi penderita yang tidak terkontrol dan tidak diobati. Di banyak negara sampai dengan 30% orang dewasa menderita tekanan darah tinggi, kemudian 50-60% kondisinya baik jika mereka melakukan aktivitas fisik, menjaga berat badan agar tidak gemuk, dan makan sayur dan buah. Pada tahun 2000, hipertensi pada penduduk umur 20 tahun sampai dengan 74 tahun adalah: 28,9% pria dan 25,5% wanita (Mackay et al., 2004). Berdasarkan laporan WHO dan CDC, diperkirakan penderita hipertensi di seluruh dunia berjumlah 600 juta orang, dengan 3 juta kematian setiap tahun. Di

Amerika, diperkirakan 1 dari 4 orang dewasa menderita hipertensi, dan stroke merupakan masalah utama. Oleh karena itu, Amerika telah mengharuskan penduduk yang berusia di atas 20 tahun untuk memeriksakan tekanan darahnya minimal 1 kali dalam 2 tahun (Setiawan, 2006). Pada tahun 1995, hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 83 per 1.000 anggota rumah tangga. Proporsi penyakit sistem sirkulasi sebesar 18,9% menduduki peringkat ke 2 setelah penyakit infeksi dan parasit sebesar 28,1%. Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di Indonesia, dan faktor utama stroke adalah hipertensi (Depkes RI 1997). Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT 2004), rata-rata penduduk Indonesia kelompok umur 15 tahun atau lebih memiliki tekanan darah sistolik 132 mmHg, sedangkan rata-rata diastolik sebesar 81 mmHg. Kedua angka tersebut meningkat dengan bertambahnya umur, karenanya prevalensi hipertensi juga meningkat dengan bertambahnya umur (SKRT, 2004). Pada tahun 2000 telah dilakukan survei Multinational Monitoring of Trend and Determinants in Cardiovascular Disease (MONICA) Jakarta III. Hasilnya menunjukkan prevalensi hipertensi pada tahun 2000, yaitu 17,9%, meningkat bila dibandingkan dengan survei yang sama pada tahun 1993 yaitu 16,9%. Hal lain yang penting adalah tingkat kesadaran masyarakat terhadap penyakit hipertensi cukup rendah. Hasil survei menunjukkan 43,9% penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi. Angka ini hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan penelitian oleh Stockwell di New York tahun 1994 (Tjekyan, 2001). Berdasarkan laporan rumah sakit tahun 2004 yang dihimpun oleh Direktorat Jendral Pelayanan Medis Departemen Kesehatan Republik Indonesia, diperoleh gambaran 10 penyebab utama kematian di rumah sakit yang disebabkan penyakit tidak menular. Stroke menempati urutan 1 dengan jumlah kematian 4.215 orang (3,8%) dan urutan 10 penyebab

kematian karena kecelakaan angkutan darat dengan jumlah kematian 1.430 orang (1,3%). Kematian akibat hipertensi menempati urutan ke-9 sebagai penyebab utama kematian di rumah sakit dengan jumlah kematian 1.510 orang (1,4%). Gambaran 10 penyebab kematian terbanyak di rumah sakit di Indonesia pada tahun 2004 disajikan secara lengkap menurut golongan sebab sakit, jumlah kematian dan proporsi kematian berdasarkan golongan sebab sakit pada Tabel 1. Tabel 1. Proporsi Penyakit Tidak Menular sebagai Penyebab Kematian Terbanyak di Rumah Sakit di Indonesia Tahun 2004 NO 1 2 3 4 5 6 7 Golongan sebab sakit Stroke tak menyebut perdarahan atau infark Perdarahan intrakranial Cedera intrakranial Diabetes melitus Gagal ginjal lainnya Penyakit jantung lainnya Pertumbuhan janin lamban, malnutrisi janin dan gangguan yang berhubungan dengan kehamilan pendek dan berat badan lahir rendah Gagal jantung Hipertensi esensial (primer) Kecelakaan angkutan darat Jumlah kematian 4.215 2.868 2.554 2.353 2.317 2.257 2.257 % dari seluruh kematian di RS 3,8 2,6 2,3 2,1 2,1 2,0 2,0

8 9 10

1.1552 1.510 1.430

1,4 1,4 1,3

Sumber : Dirjen Yanmed, Depkes RI

Data lain yang perlu dicermati berkaitan dengan penyakit hipertensi pada pasien rawat jalan di rumah sakit adalah data 10 penyakit terbanyak. Direktorat Jendral Pelayanan Medis Departemen Kesehatan Republik Indonesia memperoleh gambaran 10 penyakit terbanyak pada pasien

rawat jalan di rumah sakit di Indonesia pada tahun 2004. Data tersebut menunjukkan hipertensi menempati urutan ke-3 setelah penyakit infeksi saluran nafas bagian atas akut dan penyakit kulit dan jaringan subkutan lainnya. Secara terinci, pola 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit di Indonesia tahun 2004 dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Pola 10 Penyakit Terbanyak pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit di Indonesia Tahun 2004 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Golongan sebab sakit Infeksi saluran nafas bagian atas akut lainnya Penyakit kulit dan jaringan subkutan lainnya Hipertensi esensial (primer) Cedera yang diketahui (YDT) lainnya, yang tak diketahui (YTT) dan daerah badan multipel Diare dan gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu (kolitis infeksi) Tuberkulosis paru Diabetes melitus Penyakit pulpa dan periapikal Gastritis dan duodentis Faringitis akut Jumlah kunjungan 1.040.505 419.724 411.355 339.885 336.263 328.739 326.462 288.025 218.508 214.781 % 7,3 2,9 2,9 2,4 2,4 2,3 2,3 2,0 1,5 1,5

Sumber : Dirjen Yanmed, Depkes RI

Melihat data tersebut, tentu keberadaan rumah sakit akan lebih sangat membantu bila data tersebut menjadi dasar untuk perencanaan promosi kesehatan. Oleh karena itu, mutu pelayanan rumah sakit perlu dikembangkan dan ditingkatkan agar dapat mengatasi masalah yang dihadapi pasien, sehingga pasien dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Akhir-akhir ini di Amerika banyak rumah sakit mengembangkan pelayanannya dengan melibatkan kegiatan dan program promosi kesehatan. Saat ini rumah sakit menawarkan pelayanan promosi kesehatan untuk meningkatkan kesehatan dan derajat kesehatan

masyarakat. Promosi kesehatan juga bertujuan melengkapi upaya lainnya misalnya:meningkatkan cost effectiveness rumah sakit, strategi kompetisi, legitimasi organisasi atau pembebaskan pajak. Praktisi promosi kesehatan bekerjasama dengan rumah sakit untuk memahami bahwa keberadaan promosi kesehatan di rumah sakit merupakan alasan untuk mendukung kegiatan promosi rumah sakit (Olden, 2003). Selain itu, upaya lain yang sedang dikembangkan adalah problem solving for better hospital (PSBH), yaitu suatu pendekatan untuk mengatasi berbagai masalah di rumah sakit dengan cara mudah, menarik dan dilakukan dengan suka hati, dengan menggunakan sumber daya (biaya) yang ada, tidak meminta tambahan dana untuk mengatasi suatu masalah. Rumah Sakit Imanuel merupakan salah satu rumah sakit swasta tipe C di Provinsi Lampung, yang memberikan pelayanan rawat jalan dan rawat inap dengan pelayanan 4 besar; yaitu anak, kebidanan, bedah, dan interna, termasuk layanan bagi pasien hipertensi. Keberadaan Rumah Sakit Imanuel ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, bahkan tidak sedikit juga pasien dari propinsi lain menjadikan Rumah Sakit Imanuel sebagai tempat rujukan dalam mencari pelayanan pengobatan. Hal tersebut sesuai dengan visi rumah sakit yang akan diwujudkan, yaitu menjadi rumah sakit rujukan dan tujuan di Lampung tahun 2010. Oleh karena itu, apabila penatalaksanaan pada pasien hipertensi yang diterapkan di Rumah Sakit Imanuel baik, tentu akan memberi kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi khususnya dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya. Seiring dengan perkembangan, pada tahun 2004, Direktur Rumah Sakit Imanuel mengusulkan sebuah perubahan manajemen rumah sakit ke arah quality and patient oriented yang dikenalkan oleh konsep family centered care. Atas dasar quality and patient oriented, maka analisis kebutuhan menjadi begitu penting . Analisis kebutuhan adalah cara baru yang menggambarkan perkembangan dan pendekatan yang lebih baik lagi untuk mengerti kebutuhan pada sekelompok populasi tertentu

(Wright et al., 1988). Analisis kebutuhan merupakan langkah awal dan bagian dalam penetapan rancangan program yang direncanakan. Oleh karena itu, analisis kebutuhan yang berorientasi pada pasien perlu dilakukan, agar intervensi yang dilaksanakan tepat, efektif dan efisien karena menjawab kebutuhan dan harapan pasien. Hasil survei pendahuluan pada catatan rekam medik pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Imanuel tahun 2006 menunjukkan bahwa penyakit hipertensi termasuk dalam 10 penyakit terbanyak dilihat dari ranking jumlah kunjungan. Secara terperinci ranking penyakit hipertensi pada tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Distribusi Pasien hipertensi Rawat Jalan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Tahun 2006 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah pasien hipertensi 211 385 135 131 112 107 118 100 88 114 131 115 Jumlah seluruh kunjungan pasien 1.422 2.120 1.682 1.549 1.472 1.806 1.749 2.267 1.753 1.444 1.657 1.553 Ranking I I V VI VII VI VI IX IX VI VII VII

Sumber : Catatan rekam medik RS Imanuel Bandar Lampung

Selain dari catatan rekam medik, pada survei pendahuluan pada bulan Mei 2007 peneliti juga bertemu dengan Direktur Rumah Sakit Imanuel. Berdasarkan pembicaraan singkat dengan Direktur diperoleh informasi bahwa sesungguhnya Rumah Sakit Imanuel juga mempunyai keinginan untuk dapat mengembangkan program promosi kesehatan yang berkaitan dengan penyakit hipertensi.