P. 1
Pedoman Survei Akreditasi Rumah Sakit-pelayanan Farmasi - Rev. Mar' 07

Pedoman Survei Akreditasi Rumah Sakit-pelayanan Farmasi - Rev. Mar' 07

|Views: 15|Likes:
Dipublikasikan oleh Lucya Bertha

More info:

Published by: Lucya Bertha on Apr 01, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

PEDOMAN SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT PEDOMAN KHUSUS

PELAYANAN FARMASI
Std. 1. FALSAFAH DAN TUJUAN. Pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang utuh dan berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. S.1.P1. Kebijakan pelayanan farmasi harus ditetapkan untuk mencerminkan Tujuan, Fungsi dan Cakupan Pelayanan Farmasi di rumah sakit. Skor : 0 = 1 = 2 = 3 = 4 = 5 = Tidak ada kebijakan yang ditetapkan. Kebijakan ditetapkan tidak tertulis oleh pimpinan unit kerja famasi. Kebijakan ditetapkan tidak tertulis oleh pimpinan rumah sakit. Kebijakan ditetapkan tertulis oleh pimpinan unit kerja farmasi. Kebijakan ditetapkan tertulis oleh pimpinan rumah sakit. Kebijakan ditetapkan tertulis oleh pimpinan rumah sakit dan sudah disosialisasikan kepada seluruh pegawai Farmasi.

D.O. : Falsafah dan Tujuan Pelayanan Farmasi yang tertulis di Standard 1 ini harus dijabarkan dalam bentuk KEBIJAKAN PELAYANAN FARMASI yang ditetapkan dengan keputusan dari pimpinan rumah sakit. Kebijakan pelayanan famasi harus mengacu pada Misi rumah sakit dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1197/Menmes/SK/X/2004 Tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit serta menetapkan, antara lain : 1. Tujuan pelayanan farmasi 2. Fungsi pelayanan farmasi 3. Sistem pelayanan farmasi 4. Organisasi pelayanan farmasi 5. Cakupan pelayanan farmasi. C.P. : * D : SK tentang kebijakan pelayanan farmasi dari pimpinan rumah sakit, bukti sosialisasi. * O : -* W : Pimpinan dan staf. Skor : Keterangan / Catatan :

123

Catatan evaluasi. bahan obat. CP : * D : Ketetapan tertulis mengenai Pengelolaan Perbekalan Farmasi dan Pelayanan Kefarmasian. alat kesehatan.S. 1197/Menkes/SK/X/2004. DO : A. Tidak ada Pelayanan Kefarmasian. . Skor : 0 = Tidak ada pelayanan farmasi. Laporan. 1 = Diselenggarakan sebagian kecil pengelolaan Perbekalan Farmasi. reagensia. Pelayanan Kefarmasian dianggap lengkap apabila sudah ada kegiatan tertentu dilakukan walaupun belum ada dokter/tenaga ahlinya tersedia dirumah sakit. D. Surat Keputusan Panitia Pengadaan dan Panitia Penerimaan yang mencantumkan staf farmasi sebagai anggota. . 1197/Menkes/SK/X/2004 adalah obat.Sebagian besar artinya lebih dari 50 % fungsi pelayanan farmasi C.1. radio farmasi dan gas medis.Pelayanan Kefarmasian adalah Pelayanan kefarmasian dalam Penggunaan Obat dan Alat Kesehatan sesuai SK Menkes No. * O : Pengamatan di Instalasi Farmasi * W : Pimpinan dan staf. 5 = Diselenggarakan pengelolaan Perbekalan Farmasi dan seluruh Pelayanan Kefarmasian secara lengkap. 4 = Diselenggarakan sebagian besar pengelolaan Perbekalan Farmasi dan sebagian besar Pelayanan Kefarmasian. Pelayanan farmasi diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan pasien.Sebagian kecil artinya kurang dari 50 % fungsi pelayanan farmasi . 1197/Menkes/SK/X/2004 Tentang Standard Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. 2 = Diselenggarakan sebagian besar pengelolaan Perbekalan Farmasi. . 3 = Diselenggarakan sebagian besar pengelolaan Perbekalan Farmasi dan sebagian kecil Pelayanan Kefarmasian. Yang dimaksud dengan Perbekalan Farmasi sesuai SK Menkes No.Pengelolaan Perbekalan Farmasi ádalah Pengelolaan Perbekalan Farmasi sesuai dengan ketentuan yang dimuat dalam SK Menkes No. Tidak ada pengelolaan Pelayanan Kefarmasian. Skor : Keterangan / Catatan : 124 .2.P. B.

ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit.SK Organisasi . sudah diketahui oleh seluruh petugas farmasi. garis kewenangan. Skor : 0 = Tidak ada bagan organisasi dan uraian tugas. perubahan peran rumah sakit dan penambahan atau pengurangan pelayanan. Adanya bagan organisasi lengkap yang menggambarkan garis tanggung jawab dan koordinasi didalam maupun diluar pelayanan farmasi. Skor : Keterangan / Catatan : 125 . belum diketahui oleh seluruh petugas farmasi. ditetapkan oleh pimpinan farmasi. B.P. apakah masih layak/tidak. CP : * D : . lengkap. ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. sudah diketahui oleh seluruh petugas farmasi serta ada evaluasi. 5 = Ada bagan organisasi dan uraian tugas. 2. maka bagan tidak perlu disempurnakan/revisi.Catatan evaluasi * O : Instalasi Farmasi * W : Pimpinan dan staf. tidak ada uraian tugas. C. ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN Pelayanan diselenggarakan dan diatur demi berlangsungnya pelayanan farmasi yang efisien dan bermutu.Bagan organisasi dengan pejabatnya.ditetapkan oleh pimpinan farmasi. .1. Uraian tugas. ada uraian tugas. Uraian tugas lengkap adalah uraian tugas yang tertulis untuk setiap jabatan yang ada meliputi : kualifikasi yang dibutuhkan untuk setiap jabatan. frekuensi penilaian penampilan kerja. berdasarkan fasilitas yang ada dan standar pelayanan keprofesian yang universal. Yang dimaksud ada evaluasi adalah pembaharuan bagan tersebut. Apabila masih layak.2. 1 = Ada bagan organisasi. Fungsi. Wewenang dan tanggung jawab secara tertulis. tetapi tidak lengkap. DO : A. fungsi dan tanggung jawab.Bukti penyebaran informasi . 3 = Ada bagan organisasi dan uraian tugas. lengkap. perubahan standar pelayanan farmasi. ditetapkan oleh pimpinan farmasi. lengkap. Penyempurnaan bagan dapat dilakukan dengan alasan perubahan pola kepegawaian. 4 = Ada bagan organisasi dan uraian tugas. S. 2 = Ada bagan organisasi.Std. Bagan organisasi lengkap adalah bagan organisasi yang dapat memperlihatkan alur komunikasi dan garis kewenangan dalam pelayanan farmasi diantara petugas dengan kepala farmasi.

kerangka acuan program. 3 = Ada KFT dan sudah berfungsi memadai. 4 = Ada KFT dan sudah berfungsi penuh. CP : * D : Program kerja. “berfungsi terbatas” adalah jika KFT tidak menetapkan program kerja dan hanya menyelenggarakan pertemuan 1 X dalam tiga bulan terakhir. Standar Terapi (untuk Rumah Sakit Umum. 1 = Ada KFT akan tetapi belum berfungsi.S. “berfungsi memadai” adalah jika KFT tidak menetapkan program kerja dan hanya menyelenggarakan pertemuan 2 X dalam tiga bulan terakhir. notulen dan laporan rapat. Skor : 0 = Tidak ada KFT. minimal mencakup Pelayanan Medis Spesialistik Dasar). Kebijakan . Pembentukan Komite/Sub-Komite/Panitia Farmasi dan Terapi di rumah sakit harus mengacu pada Keputusan Menkes No. 5 = Ada KFT dan sudah berfungsi penuh disertai adanya evaluasi terhadap program dan tindak lanjutnya. * O : -* W : Pimpinan dan Staf. B. C.kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan obat di rumah sakit. jadwal kegiatan. SK pembentukan KFT. Formularium yang direvisi minimal setiap 3 tahun. 2 = Ada KFT dan sudah berfungsi terbatas. 1197/Menkes/SK/X/2004 Tentang Standard Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 631/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedoman Peraturan Internal Staf Medis di Rumah Sakit. Skor : Keterangan / Catatan : 126 . DO : A. “berfungsi penuh” adalah jika KFT sudah menetapkan program kerja dan menyelenggarakan pertemuan secara teratur paling kurang 1 X dalam satu bulan. D.P2. catatan evaluasi dan tindak lanjut. Komite/Sub-Komite/Panitia Farmasi dan Terapi (KFT) harus dibentuk di Rumah Sakit.2. Laporan evaluasi penulisan resep dan penggunaan obat generik.

Ijazah. pengalaman bekerja di rumah sakit minimal lebih dari 2 tahun di farmasi rumah sakit. Pimpinan adalah apoteker yang terdaftar di Departemen Kesehatan. Pimpinan adalah apoteker yang terdaftar di Departemen Kesehatan. Adanya tenaga kefarmasian yang cukup jumlah dan sesuai kualifikasinya. Surat Keputusan Direktur.1. Pimpinan adalah apoteker yang tidak terdaftar di Departemen Kesehatan dan tidak mempunyai izin kerja. : Surat terdaftar di Departemen Kesehatan.P.3. STAF DAN PIMPINAN Pelayanan Farmasi diatur dan dikelola demi tercapainya tujuan pelayanan. Yang dimaksud S2 adalah S2 dalam bidang yang berkaitan langsung dengan Farmasi atau Rumah Sakit. Pelayanan farmasi dipimpin oleh apoteker. 127 . P2. Surat terdaftar di Asosiasi Profesi.3. Skor 0 = 1 = 2 = 3 = : Pimpinan bukan apoteker. Pimpinan adalah apoteker yang terdaftar di Departemen Kesehatan. Yang dimaksud dengan pelatihan adalah mengikuti pelatihan dalam bidang manajemen rumah sakit atau manajemen kefarmasian. Surat persetujuan penempatan dari Kanwil Depkes setempat. mempunyai izin kerja dan pengalaman bekerja di rumah sakit minimal lebih dari 2 tahun dibagian farmasi rumah sakit.3. 4 = 5 = DO : CP : * D * O * W Skor : Keterangan / Catatan : S. mempunyai izin kerja. terdaftar di Asosiasi Profesi dan sudah mengikuti pelatihan atau pendidikan S2. mempunyai izin kerja dan pengalaman bekerja di rumah sakit kurang dari 2 tahun dibagian farmasi rumah sakit.Std. Surat izin kerja. S. Pimpinan adalah apoteker yang terdaftar di Departemen Kesehatan dan tidak mempunyai izin kerja. Sertifikat : -: Pimpinan.

Skor : 0 = Tidak ada tenaga kefarmasian selain pimpinan farmasi. D. 1 = Jumlah tenaga kefarmasian tidak cukup. dan sebagian sudah mengikuti pelatihan. DO : A. E. Sertifikat. CP : * D : Analisa kebutuhan tenaga kefarmasian. Yang dimaksud dengan pelatihan adalah pelatihan yang berkaitan dengan pelayanan farmasi. SK penugasan dari Pimpinan Rumah Sakit. kualifikasi memenuhi. pasal 63 dan SK Menkes Nomor : 1197/Menkes/SK/X/2004. Nomor : 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan adalah Apoteker. Analis Farmasi. 5 = Jumlah tenaga kefarmasian cukup. Yang dimaksud dengan asisten apoteker berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 679/Menkes/SK/V/2003 tentang Registrasi dan Izin Kerja Asisten Apoteker. belum berpengalaman. Daftar tenaga kefarmasian. Asisten Apoteker. B. 3 = Jumlah tenaga kefarmasian tidak cukup. kualifikasi memenuhi. 4 = Jumlah tenaga kefarmasian cukup. * O : -* W : Pimpinan dan Staf Skor : Keterangan / Catatan : 128 . kualifikasi tidak memenuhi. kualifikasi memenuhi. Yang dimaksud dengan tenaga kefarmasian berdasarkan Peraturan Pemerintah RI. F. Yang dimaksud dengan berpengalaman adalah sudah bekerja di bagian / Instalasi Farmasi Rumah Sakit minimal 2 tahun. kualifikasi tidak memenuhi. berpengalaman. C. 2 = Jumlah tenaga kefarmasian cukup. Yang dimaksud dengan tenaga yang memenuhi kualifikasi untuk mengelola perbekalan farmasi adalah tenaga kefarmasian sesuai UndangUndang Nomor : 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. Ijazah. Jumlah kebutuhan tenaga ditentukan oleh masing-masing rumah sakit berdasarkan pola ketenagaan yang ditetapkan secara tertulis oleh pimpinan Rumah Sakit.

ada laporan tertulis. belum dilaksanakan.3. Skor : Keterangan / Catatan : 129 . sudah dilaksanakan dan ada laporan tertulis. ditetapkan oleh pimpinan farmasi. ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. Ada evaluasi kinerja dari tenaga kefarmasian. CP * O : -* W : Pimpinan dan Staf. ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. rekomendasi dan tindak lanjut.S. Rekomendasi dan Tindak lanjut. Laporan. 1 = Ada evaluasi tidak tertulis. 5 = Ada evaluasi tertulis. P. sudah dilaksanakan. 3 = Ada evaluasi tertulis. Skor : 0 = Tidak ada evaluasi. hanya berdasarkan kesepakatan staf. Hasil evaluasi. : * D : Ketentuan tertulis. sudah dilaksanakan. Prosedur evaluasi. DO : Evaluasi adalah proses penilaian kinerja yang terkait dengan uraian tugas masing-masing dalam bidang pengelolaan perbekalan farmasi dan atau pelayanan kefarmasian kepada pasien. 4 = Ada evaluasi tertulis. 2 = Ada evaluasi tertulis.3. ditetapkan oleh pimpinan farmasi.

P. : * D : Denah rumah sakit yang memperlihatkan lokasi unit kerja farmasi. 1197/Menkes/SK/X/2004 adalah tersedianya: 1. Tersedianya ruang / tempat pengelolaan perbekalan farmasi dan pelayanan kefarmasian. profesionalisme. 4. Skor : 0 = 1 = 2 = 3 = 4 = 5 = DO : A. Yang dimaksud dengan ruang / tempat yang cukup sesuai dengan SK Menkes No.1. Tersedia 1-2 ruang/tempat yang memenuhi syarat Tersedia 3-4 ruang/tempat yang memenuhi syarat Tersedia 5 ruang/tempat yang memenuhi syarat Tersedia 5 ruang/tempat yang memenuhi syarat tanpa ruang/tempat untuk konsultasi dan informasi obat. profesional dan etis. * O : Unit Kerja Farmasi * W : Pimpinan dan staf unit kerja farmasi.Std. C. peralatan dan fasilitas lain yang dapat mendukung administrasi. dan fungsi teknik pelayanan farmasi. 5. 6. 1197/Menkes/SK/X/2004. Yang dimaksud dengan ruang / tempat yang memenuhi syarat adalah sesuai ketentuan dalam Keputusan Menkes No. FASILITAS DAN PERALATAN Harus tersedia ruangan. 3. Tersedia semua ruang/tempat yang memenuhi syarat.4. 4. sehingga menjamin terselenggaranya pelayanan farmasi yang fungsional. S. Skor : Keterangan / Catatan : 130 .P. denah unit kerja farmasi dengan rincian ruang/tempat pengelolaan Perbekalan farmasi dan pelayanan kefarmasian. 7. 2. B. Ruang kantor/administrasi Ruang produksi Ruang Penyimpanan Ruang distribusi/Pelayanan Ruang konsultasi Ruang Informasi Obat Ruang arsip dokumen Tersedia ruang / tempat yang digunakan bersama dengan unit kerja lain.

Formulir laporan narkotika dan psikotropika. Kepustakaan yang memadai untuk melaksanakan pelayanan informasi obat d. Hasil evaluasi dan Tindak lanjut.Buku-buku kefarmasian.4. peracikan dan pembuatan obat baik nosn steril maupun aseptik b. Peralatan Produksi 3. Penerangan. Peralatan Ruang arsip C. Kartu stok. Peralatan kantor untuk administrasi dan arsip c.P. Yang dimaksud dengan fasilitas peralatan untuk kegiatan kefarmasian. Skor : 0 = 1 = 2 = 3 = 4 = 5 = Tidak semua fasilitas peralatan minimal tersedia Tersedia 1-2 kelompok peralatan yang memenuhi syarat Tersedia 3-4 kelompok peralatan yang memenuhi syarat Tersedia 5 kelompok peralatan yang memenuhi syarat Tersedia 5 kelompok peralatan yang memenuhi syarat. DO : A. Buku Formularium Rumah Sakit setempat dan Dokumentasi Pembuatan Obat (Bila ada kegiatan produksi) * O :-* W : Pimpinan dan Staf Skor : Keterangan / Catatan : 131 . Persyaratan fasilitas peralatan kegiatan pengelolaan perbekalan farmasi dan pelayanan kefarmasian sesuai dengan SK Menkes No. Alarm B. tidak termasuk 5 dan 6 Semua fasilitas peralatan memenuhi syarat. Peralatan Pendistribusian/pelayanan 5. 1197/Menkes/SK/X/2004.2 Adanya fasilitas peralatan yang cukup dan memenuhi syarat untuk mendukung kegiatan kefarmasian. Blanko copy resep. Peralatan untuk penyimpanan. Peralatan Ruang Informasi Obat 7.S. Kumpulan resep 3 tahun terakhir. ventilasi dan sistem pembuangan limbah yang baik g.. Peralatan kantor 2. meliputi : 1. Peralatan Penyimpanan 4. Lemari penyimpanan khusus untuk narkoba e. saran air. Yang dimaksud Peralatan minimal yang harus tersedia hádala: a. Peralatan Konsultasi 6. CP : * D : Daftar peralatan dan ketersediaanya masing-masing ruang sesuai buku pedoman. Lemari pendingian dan AC khusus untuk obat yang termolabil f.

3 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk sebagian besar kegiatan. Peraturan dan prosedur yang ada harus mencerminkan standar pelayanan farmasi mutakhir. Catatan evaluasi dan Tindak lanjut. Yang dimaksud Kebijakan dan prosedur pengelolaan perbekalan farmasi meliputi: a. yang sesuai dengan peraturan dan tujuan pelayanan farmasi itu sendiri. 5 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk semua kegiatan. S. lengkap ditetapkan oleh Pimpinan RS. 1 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk sebagian kecil kegiatan. Pendistribusian dengan sistem distribusi yang dirancang atas dasar kemudahan untuk dijangkau oleh pasien sesuai dengan kondisi rumah sakit. merubah bentuk. b. 1197/Menkes/SK/X/2004. sudah ada evaluasi dan tindak lanjut. dan pengemasan kembali e. dan lengkap apabila sudah mengacu secara lengkap dari masing-masing kegiatan sesuai dengan SK Menkes No.5. Pemilihan/seleksi obat oleh Panitia Farmasi dan Terapi dengan peran aktif apoteker.1. Penyimpanan yang merupakan kegiatan pengaturan perbekalan farmasi menurut persyaratan yang ditentukan dan disertai sistem informasi yang selalu menjamin ketersediaan perbekalan farmasi sesuai kebutuhan g. Penerimaan sesuai dengan pedoman penerimaan perbekalan farmasi f. Pengadaan yang meliputi pembelian. Perencanaan perbekalan farmasi mengacu pedoman perencanaan perbekalan farmasi c. 2 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk sebagian kecil kegiatan. Ada kebijakan dan prosedur tertulis mengenai pengelolaan perbekalan farmasi. lengkap ditetapkan oleh Pimpinan RS.Std. produksi dan sumbangan/dropping/hibah d. Produksi yang merupakan kegiatan membuat. * O : -* W : Pimpinan dan Staf Skor : Keterangan / Catatan : 132 . P. belum ada evaluasi dan tindak lanjut. Sebagian kecil kegiatan apabila kurang dari 50 %. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR Semua kebijakan dan prosedur yang ada harus tertulis dan dicantumkan tanggal dikeluarkan peraturan tersebut. Skor : 0 = Tidak ada kebijakan dan prosedur tertulis. lengkap ditetapkan oleh Pimpinan RS. ditetapkan oleh Pimpinan RS. B. DO : A. sebagian besar kegiatan lebih dari 50 %. lengkap ditetapkan oleh Pimpinan RS. CP : * D : SOP. 4 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk semua kegiatan.5.

Pengkajian Penggunaan Obat B. penyerahan obat dengan pemberian informasi obat yang memadai disertai sistem dokumentasi yang dibedakan berdasarkan atas sifat sediaan.S. lengkap ditetapkan oleh Pimpinan RS. Catatan evaluasi dan tindak lanjut. c. 5 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk semua kegiatan. 4 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk semua kegiatan. Sebagian kecil kegiatan apabila kurang dari 50 %. 2 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk sebagian kecil kegiatan. Dispensing yang merupakan kegiatan pelayanan dari tahap validasi. P. farmasi dan klinis baik rawat jalan maupun rawat inap. Yang dimaksud Kebijakan dan prosedur Pelayanan Kefarmasian Dalam Penggunaan Obat dan Alat Kesehatan meliputi: a. Pelayanan informasi obat e. Konseling f. Pemantauan Kadar Obat Dalam Darah g. dan lengkap apabila sudah mengacu secara lengkap dari masing-masing kegiatan sesuai dengan SK Menkes No. * O : -* W : Pimpinan dan Staf Skor : Keterangan / Catatan : 133 . 1197/Menkes/SK/X/2004. CP : * D : Protap / SOP. belum ada evaluasi dan tindak lanjut.2. DO : A. Pengkajian Resep yang dimulai dari seleksai persyaratan administrasi. Laporan kegiatan kefarmasian. b. Skor : 0 = Tidak ada kebijakan dan prosedur tertulis. interpretasi. Ada kebijakan dan prosedur tertulis mengenai Pelayanan Kefarmasi Dalam Penggunaan Obat dan Alat Kesehatan. ditetapkan oleh Pimpinan RS. memberikan label/etiket. menyiapkan. lengkap ditetapkan oleh Pimpinan RS.5. Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping Obat d.meracik obat. sebagian besar kegiatan lebih dari 50 %. Ronde/Visite Pasien h. lengkap ditetapkan oleh Pimpinan RS. lengkap ditetapkan oleh Pimpinan RS. 1 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk sebagian kecil kegiatan. 3 = Ada kebijakan dan prosedur tertulis untuk sebagian besar kegiatan. sudah ada evaluasi dan tindak lanjut.

Pegawai baru * CP : Skor : Keterangan / Catatan : 134 . Catatan evaluasi. Skor : 0 = Tidak ada program orientasi dan tidak ada kegiatan bagi pegawai baru. Jadwal kegiatan.6. 2 = Ada program orientasi untuk pegawai baru. Fungsi. DO : Program orientasi memuat antara lain : Organisasi rumah sakit. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN.belum mengacu pada program orientasi pegawai baru rumah sakit. kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai rencana/program. Laporan pelaksanaan kegiatan. Staf. D : Program orientasi. 4 = Ada program orientasi untuk pegawai baru yang mengacu pada program orientasi pegawai baru rumah sakit. kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai rencana/program. Uraian pekerjaan dari semua staf di bagian mana pegawai baru akan bertugas. P.6. kegiatannya dilakukan secara individual oleh pimpinan farmasi. Setiap staf di Rumah Sakit harus mempunyai kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai rencana/program dan ada evaluasi. belum mengacu pada program orientasi pegawai baru rumah sakit. Ada program orientasi bagi pegawai baru di Instalasi / Bagian Farmasi agar dapat memahami tugas pekerjaan dan tanggung jawabnya. 5 = Ada program orientasi untuk pegawai baru yang mengacu pada program orientasi pegawai baru rumah sakit.Std. 1 = Tidak ada program orientasi bagi pegawai baru. Kebijakan pimpinan rumah sakit. * O : -* W : Pimpinan. Uraian tugas. S.1. 3 = Ada program orientasi untuk pegawai baru. kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai rencana /program.

belum mengacu pada program rumah sakit.6. pelaksanaan kegiatan. dilaksanakan sudah sesuai rencana/program. 5 = Ada program yang mengacu pada program rumah sakit. pengetahuan dan kemampuannya. DO : kegiatan yang kegiatan yang kegiatan yang kegiatan yang A. Skor : 0 = Tidak ada program dan kegiatan.S. Yang dimaksud dengan pertemuan ilmiah mencakup seminar. Laporan CP : * D : Program pedidikan dan pelatihan. 4 = Ada program yang mengacu pada program rumah sakit. dilaksanakan tidak sesuai rencana /program. dilaksanakan sudah sesuai rencana/program dan ada evaluasi. Sertifikat. pelatihan ataupun pertemuan ilmiah bagi semua petugas untuk meningkatkan keterampilan. dilaksanakan sudah sesuai rencana/program.2. 3 = Ada program. Yang dimaksud dengan program adalah program pendidikan berkelanjutan / pelatihan / pertemuan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan. keterampilan dan kemampuan bagi pegawai Instalasi Farmasi. 1 = Tidak ada program. workshop dan lokakarya. 2 = Ada program. Jadwal Kegiatan.belum mengacu pada program rumah sakit. P. B. * O : -* W : Pimpinan dan Staf.ada kegiatan secara individual. Catatan evaluasi. Skor : Keterangan / Catatan : 135 . Ada program pendidikan berkelanjutan.

ditetapkan oleh pimpinan farmasi. ada kegiatan. Tujuan umum dan khusus 4. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan 5. Program peningkatan mutu pelayanan harus disertai kerangka acuan yang memuat : 1. EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU Pelayanan farmasi harus mencerminkan kwalitas pelayanan kefarmasian yang bermutu tinggi. Catatan evaluasi. Cara melaksanakan kegiatan (Metodologi) 6. Skor : 0 = 1 = 2 = 3 = 4 = 5 = DO : Program peningkatan mutu pelayanan dilaksanakan misalnya dalam hal : 1. ada kegiatan. Skedul (jadwal) pelaksanaan kegiatan 8. ada kegiatan. ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit disertai evaluasi. ada kegiatan. Ada program tertulis. ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit disertai evaluasi. ada kegiatan. ditetapkan oleh pimpinan farmasi Ada program tertulis. 2. rekomendasi dan tindak lanjut.Std. Sasaran 7.7. 3. pelaporan dan evaluasi kegiatan Langkah-langkah dalam aplikasi program pengendalian mutu mengacu pada SK Menkes No. Laporan pelaksanaan kegiatan. S. Meningkatkan kecepatan pelayanan resep di Apotik. Tidak ada program tertulis. Perubahan sistem distribusi rawat inap dan sistem flod stock menjadi sistem dosis unit. misalnya salah satu bentuk Farmasi Klinik. Latar belakang 3. ditetapkan oleh pimpinan farmasi disertai evaluasi. Pendahuluan 2. Ada program tertulis. rekomendasi dan tindak lanjut. Penambahan lingkup pelayanan farmasi. Ada program / kegiatan peningkatan mutu pelayanan kefarmasian yang ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. Pencatatan. P. Tidak ada program tertulis. Ada program tertulis.1. * O : -* W : Pimpinan dan staf. melalui cara pelayanan farmasi rumah sakit yang baik. Skor : Keterangan / Catatan : 136 . Jadwal Kegiatan.7. 1197/Menkes/SK/X/2004 CP : * D : Program tertulis peningkatan mutu pelayanan kefarmasian.

Jumlah pasien dan indikasi konseling 2. Catatan evaluasi.7. Jumlah dan hasil pemeriksaan kadar obat dalam darah 5. Penggunaan obat tertentu. ditambah dengan salah satu data Pelayanan Farmasi Klinik. 1 = Ada data tentang kegiatan pelayanan 1 s/d 3. Data Pelayanan Farmasi Klinik yang telah dijalankan. Efek samping obat dan Interaksi obat 3. DO : A. Hasil analisa efektivitas . CP : * D : Data. ada evaluasi dan tindak lanjut.9 tidak termasuk dalam penilaian. Jenis dan jumlah perbekalan farmasi yang rusak/kadaluarsa. Skor : 0 = Tidak ada data tentang kegiatan pelayanan.2. Kesalahan dalam penyerahan /pemberian perbekalan farmasi 6. Jumlah penyiapan Total Parenteral Nutrisi 8. data A. 4 = Ada data tentang kegiatan pelayanan 1 s/d 9 dan ada evaluasi data. 5 = Ada data tentang kegiatan pelayanan 1 s/d 9. Jumlah penanganan obat sitostatika 7. yang tidak sesuai spesifikasinya 4. Data harus memuat minimal : 1. Jenis dan jumlah perbekalan farmasi yang diterima. Tersedia data untuk digunakan sebagai dasar melakukan analisa dan evaluasi terhadap mutu pelayanan. Macam penyakit dan pengobatannya 9. Jumlah pelaksanaan pencampuran obat suntik secara aseptis 6. DO : Apabila Instalasi/Bagian Farmasi tidak melakukan kegiatan produksi. Jenis dan jumlah sediaan obat yang diproduksi (bila ada kegiatan produksi) B. Jenis dan jumlah perbekalan farmasi yang direncanakan dan diadakan di luar prosedur rutin 3. Skor : Keterangan / Catatan : 137 . antara lain : 1. 2 = Ada data tentang kegiatan pelayanan 1 s/d 6.biaya 4. * O : -* W : Pimpinan dan Staf. Jumlah pasien yang dilayani dan macam obat serta biaya 9.S. hilang 5. Jumlah dan jenis informasi dan edukasi yang diberikan 8. Jenis dan jumlah perbekalan farmasi yang tersedia dan digunakan 2. P. Keluhan dari SMF 7. 3 = Ada data tentang kegiatan pelayanan 1 s/d 9. dan Tindak lanjut.

1 = Ada bukti tertulis. CP : * D : Ketetapan pimpinan rumah sakit tentang jadwal rapat.3. Rekomendasi dan Tindak lanjut. 3 = Ada bukti tertulis. Skor : 0 = Tidak ada bukti tertulis adanya pertemuan. ada keputusan. pertemuan teratur. pertemuan tidak teratur. 2 = Ada bukti tertulis. pertemuan teratur. P. 5 = Ada bukti tertulis. Notulen rapat.S.7. Maret 2007 *** 138 . 4 = Ada bukti tertulis. DO : Jadwal pertemuan berkala / teratur ditetapkan dengan Ketetapan Pimpinan Rumah Sakit. * O : -* W : Pimpinan dan staf Skor : Keterangan / Catatan : *** Rev. pertemuan teratur ada keputusan dan rekomendasi. pertemuan tidak teratur. ada keputusan. ada keputusan. ada rekomendasi dan ditindak lanjuti. Instalasi / Bagian Farmasi harus menyelenggarakan pertemuan secara berkala untuk membicarakan masalah-masalah dalam meningkatkan pelayanan farmasi. Laporan. daftar hadir.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->