Anda di halaman 1dari 3

LEARNING TASK MPKP 2 April 2013 1.

Rumah Sakit Pasti Sembuh memiliki misi memberikan pelayanan paripurna dengan hati nurani. Visi yang diemban adalah menjadi pusat rujukan disaster untuk Indonesia bagian timur. Rumah sakit telah dilengkapi UGD bantuan Jepang dan memiliki tenaga Ners 25 orang, D.III 540 orang, dan memiliki dokter spesialist 15 orang. Rumah sakit ini memiliki 15 ruang rawat inap dengan unit Bedah, Penyakit Dalam, Anak dan Maternitas. Setiap unit memiliki 3 ruang rawat inap. Setiap bangsal memiliki perawat 36 orang dengan masing-masing 25 tempat tidur. a. Apa yang harus disupervisi oleh kepala bidang keperawatan atau kepala bangsal untuk mencapai visi dan misi tersebut b. Rumusan kebijakan yang harus ditempuh untuk menunjang visi dan misi tersebut c. Ketika supervisor menemukan perawat hanya menulis diagnosa nyeri akut dan gangguan kebutuhan sehari-hari pada semua pasien yang dirawat walaupun kasusnya berbeda, apa yang anda lakukan sebagai seorang supervisor d. Susunlah proposal untuk rencana supervisi tersebut dan bermain peran!

2. Ruang Angsoka memiliki kapasitas 30 TT yang terbagi menjadi 6 kamar. Kasus yang dirawat adalah pasien dengan penyakit dalam (interna). Jumlah perawat 35 orang dengan komposisi Ners 6 orang dan D.III 24 orang. Aturlah/lakukan pengelolaan bangsal agar tenaga dan kasus yang dirawat lebih efektif dan efisien (lakukan pengelompokan kasus dan pembagian tenaga). Saudara sudah sering bekerja dalam kelompok dan melihat perawat bekerja dalam satu tim. Silahkan kaji peran dari PN dan PA dalam suatu tim.

3. Staf perawat di Unit Bedah mengeluh bahwa terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk pendokumentasian pada format flowchart yang banyak. Sering bagan yang sama informasinya pada beberapa tempat sehingga terjadi penulisan yang berulang-ulang. Perawat frustasi dan mereka akhirnya menulis tidak sesuai dengan standar sehingga kualitas dokumentasi dari hasil SAK rendah. Lakukanlah supervisi agar dokumentasi berjalan sesuai SAK! (susun proposal dan bermain peran) a. 1 sebagai Kepala ruangan yang melakukan supervisi b. 2 sebagai perawat pelaksana c. Catat komponen komunikasi efektif yang belum sesuai (7 komponen) dengan menuliskan bukti-buktinya.

4. Di Ruang Mawar yang merupakan ruang rawat Penyakit bedah, merawat pasien dengan multiple fraktur dan akan direncanakan amputasi. BB pasien turun 10 kg dari BB normal, tidak mau makan dan terus mengeluh kesakitan. Susunlah proposal ronde dan lakukanlah ronde untuk pasien tersebut. (1 orang sebagai Kepala ruangan, 1 orang sebagai PN, 2 orang sebagai PA, 1 orang sebagai dokter bedah tulang dan 1 orang sebagai petugas gizi)

5. Susunlah langkah-langkah untuk operan pasien dari sift pagi ke sore untuk 25 pasien agar berjalan efektif dan efisien. Peragakan operan 1 pasien dengan menggunakan metode SBAR!

6. Identifikasi ide inovatif untuk memotivasi perawat agar mau berkonikasi secara efektif, menggunakan fasilitas komputer dan mengikuti SOP!

7. Sebagai perawat primer anda menerima pasien baru dan akan merencanakan melakukan sentralisasi obat. Susunlah dan peragakan cara melakukan sentralisasi obat!

8. Tn B 47 tahun mengalami DM tipe 2 dengan kadar glukosa akhir 140 mg/dl sudah dirawat 2 minggu dan direncanakan pulang hari ini. Susunlah proposal perencanaan pulang untuk Tn B!