Anda di halaman 1dari 2

METODE PENELITIAN Semua bayi yang mendapatkan perawatan di pelayanan keperawatan khusus di rumah sakit universitas Sains di Malaysia,

Kelantan, Malaysia, serta menderita neonatal jaundice tanpa komplikasi dan mendapatkan fototerapi tunggal fototerapi, memenuhi syarat untuk masuk menjadi sampel dalam penelitian ini. Kebutuhan akan fototerapi ditentukan menggunakan panduan praktek klinik untuk manajemen jaundice pada anak baru lahir. Bayi yang memiliki tingkat serum bilirubin mendekati batas transfusi, dikeluarkan dari penelitian. Jumlah subjek yang dibutuhkan dalam penelitian dihitung berdasarkan hasil pengukuran utama (perbedaan rata-rata total perhitungan serum bilirubin pada saat awal dan setelah 4 jam setelah fototerapi) dengan pemilihan power of 0.9 dan two tailed =0.05. Besar sampel penelitian diperkirakan sekitar 50 neonatus untuk setiap kelompok yang menunjukkan adanya 10 mmol perbedaan serum bilirubin diantara kelompok penelitian. Jadi, semua sampel total adalah 100 bayi yang dipilih secara convenience oleh peneliti utama (saat jam kerja atau saat on call). Bayi-bayi yang masuk dalam penelitian ini diacak untuk menentukan akan masuk kelompok yang menerima fototerapi tunggal tanpa diberi tirai putih (kelompok kontrol) atau masuk kelompok yang menerima fototerapi dengan tirai putih pada kedua sisi unit fototerapi

(kelompok perlakuan) (gambar 1). Setelah dilakukan pengacakan dan ditentukan masuk ke salah satu kelompok, bayi baru lahir tersebut tetap berada di dalam kelompok tersebut sampai fototerapi dapat dihentikan atau sampai bayi tersebut keluar dari penelitian. Material terbaik dari tirai putih yang digunakan dalam penelitian ditentukan selama tes prestudi yang dipilih dari 3 material yang sudah tersedia di hampir semua neonatal intensive care units (NICU) dan pelayanan perawatan special di Negara berkembang. Intensitas cahaya diukur dalam satuan spectral irradiance

(mW/cm2/nm) menggunakan light intensity meter Minolta/Narco scientific fluoro-lite meter 451 (Minolta Camera, Osaka, Japan). Tabel 1 menunjukkan daftar material yang digunakan dan intensitas sinar yang diukur. Diantara material yang dilakukan pengujian, digunakan underpad yang digunakan untuk melindungi tempat tidur dari feses atau urin yang mengotori yang dapat meningkatkan intensitas sinar lebih paling banyak. Plastic putih pada sisi underpad menghadap ke sisi dalam dari

tempat tidur. Unit fototerapi yang digunakan diproduksi oleh Phoenix Medical Systems, Jawaharlal Nehru Salai Ekkaduthangal, Chennai, India (CFL-101 unit fototerapi dengan 6 compact blue fluorescent lamps). Semua unit yang digunakan dalam penelitian diservis sebelum digunakan dan telah mencapai kondisi yang optimal selama proses penelitian. Jarak antara fototerapi dengan bayi distandarkan pada 45 cm. Pengukuran keluaran atau hasil utama dari penelitian adalah perbedaan rata-rata (mean difference) pada bilirubin serum antara pada saat awal dengan setelah dilakukan fototerapi selama 4 jam). Keluaran atau hasil sekunder dari penelitian ini meliputi total durasi dari fototerapi. Keputusan untuk menghentikan fototerapi dibuat berdasarkan panduan dari praktik klinik yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Malaysia. Selama fototerapi, serum bilirubin diukur pada 4, 10, 24, dan 48 jam setelah tindakan. Sampel darah tambahan diambil 24 jam setelah penghentian fototerapi. Keamanan dari kedua metode tersebut dimonitoring menggunakan pengukuran temperature tubuh, status hidrasi (dimonitoring secara klinis dan dengan penimbangan bayi), masalah kulit (seperti ruam atau bronze baby syndrome) dan masalah gastrointestinal (seperti diare atau intoleransi makanan). Semua bayi menjalani pemeriksaan neurogikal oleh dokter anak. Emisi otoakustik dicek sebagai program skrening terakhir sebelum pulang. Bayi-bayi dalam penelitian ini diacak menggunakan block randomization. Peneliti tidak tahu pembagian tersebut sampai inklusi dari bayi dalam penelitian telah dikonfirmasi.

ANALISIS STATISTIK Data dimasukkan dan dianalisis menggunakan SPSS V.12.0.1. Penurunan dalam bilirubin dianalisis menggunakan perbandingan nilai rata-rata (mean) menggunakan independent t test. Durasi fototerapi di setiap kelompok dianalisis dengan menggunakan analisis regresi cox (Cox regression analysis). Penelitian ini telah diterima oleh komite penelitian dan etik fakultas kedokteran Universitas Sains Malaysia, Malaysia serta telah diperoleh persetujuan tertulis dari orang tua bayi.