PERATURAN DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU

KELUARGA, KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TIMOR TENGAH UTARA, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 34 tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Timor Tengah Utara Nomor 1 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Pendaftran Penduduk Dalam Kerangka Sistim Informasi Manajemen Kependudukan di Kabupaten Daerah Tingkat II Timor Tengah Utara tidak sesuai lagi dengan perkembangan dewasa ini sehingga perlu menetapkan Peraturan Daerah yang baru; b. bahwa dalam rangka peningkatan pelayanan pencatatan dan penerbitan dokumen kependudukan serta peningkatan penerimaan asli daerah, maka perlu mengatur Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Kaluarga, Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerahdaerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125.2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). 3. 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 41. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. 5. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). 7. 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3638) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 246. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). 2 . Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3029).

Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119. Nomor Tambahan 23 Tahun 2006 Negara tentang Republik Administrasi Indonesia Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Lembaran Nomor 4674). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4436). 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah . Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah. 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Nomor 4736). 16. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanan Undang-Undang Kependudukan Nomor 80. 15. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. 19. Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. 3 tentang Nomor 23 Tahun 2006 Negara tentang Republik Administrasi Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Tambahan Lembaran . Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 63. Peraturan Presiden Nomor 25 ahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. 10. 17. 14. 13. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006 Lembaran Daerah dan Berita Daerah. Keputusan Presiden Nomor 88 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 119).9. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4634). Undang-Undang Nomor 124.

7. KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL.20. 22. organisasi sosial politik. Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan bentuk apapun. Transmigrasi dan Kependudukan Kabupaten Timor Tengah Utara. 5. perseroan lainnya. organisasi masa. Dinas adalah Dinas Tenaga Kerja. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 175 Tahun 1997 tentang Pedoman Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Retribusi Daerah. lembaga. Pejabat adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas tertentu dibidang perpajakan daerah dan atau retribusi daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja. persekutuan. perkumpulan. Transmigrasi dan Kependudukan Kabupaten Timor Tengah Utara. 21. perseroan comanditer. bentuk usaha tetap. yayasan. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA dan BUPATI TIMOR TENGAH UTARA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU KELUARGA. 3. Badan adalah sekumpulan orang dan atau persekutuan hukum yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas. atau organisasi yang sejenis. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 117 Tahun 1992 tentang Biaya Pelayanan Catatan Sipil. Bupati adalah Bupati Timor Tengah Utara 4. 6. kongsi. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara. dana pensiun. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 174 Tahun 1997 tentang Pedoman Tata Cara Pemungutan Retribusi Daerah. koperasi. firma. 4 . Daerah adalah Kabupaten Timor Tengah Utara 2. dan bentuk badan lainnya.

14. perkawinan. penduduk sementara maupun tamu. pengangkatan anak. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Akta Catatan Sipil adalah sejumlah pembayaran atas jasa pencatatan dan penerbitan berupa penggantian biaya cetak Akta Catatan Sipil. 5 . Retribusi penggantian biaya cetak Kartu Keluarga adalah sejumlah pembayaran atas jasa penerbitan berupa penggantian biaya cetak Kartu Keluarga. 15. 9. perubahan nama. pengesahan anak. Nomor Induk Kependudukan selanjutnya disingkat NIK adalah nomor identitas penduduk yang bersifat unik atau khas. 19. Kartu Keluarga yang selanjutnya disingkat KK adalah kartu identitas keluarga yang memuat data tentang nama. 11. Penduduk adalah Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang bertempat tinggal di Indonesia. 12. 17. Akta Catatan Sipil adalah data otentik yang berisi catatan lengkap seseorang mengenai kelahiran.8. lahir mati. kematian. mutasi biodata dan mutasi status penduduk. pengakuan anak. susunan dan hubungan dalam keluarga. perceraian. Dokumen Kependudukan adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang mempunyai kekuatan hukum sebagai alat bukti autentik yang dihasilkan dari pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Warga Negara Indonesia selanjutnya disebut WNI adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai Warga Negara Indonesia. 21. serta identias anggota keluarga. lahir mati. perubahan nama dan perubahan status kewarganegaraan. Surat Keterangan Kependudukan adalah keterangan tertulis hasil pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil yang meliputi keterangan tentang mutasi data. 13. pembatalan perkawinan. pengakuan anak. 10. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut Retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Peristiwa Penting adalah kejadian yang dialami oleh seseorang meliputi kelahiran. perceraian. tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk indonesia. perubahan kewarganegaraan dan peristiwa penting lainnya. Warga Negara Asing selanjutnya disebut WNA adalah orang asing atau bukan Warga Negara Indonesia. perkawinan. pengesahan anak. 16. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk adalah sejumlah pembayaran atas jasa penerbitan berupa penggantian biaya cetak Kartu Tanda Penduduk. 20. Kartu Tanda Penduduk yang selanjutnya disingkat KTP adalah bukti diri sebagai legitimasi penduduk yang diterbitkan oleh pemerintah kabupaten/kota yang berlaku diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 18. pengangkatan anak. kematian.

22.enyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada setiap tahun pajak berakhir. KTP dan Akta Catatan Sipil adalah pelayanan dan fasilitas kantor yang digunakan dalam kegiatan pemrosesan KK. OBYEK DAN SUBYEK RETRIBUSI Pasal 2 (1) Dengan nama Retribusi Penggantian Biaya cetak KK. BAB II NAMA. Pasal 3 Obyek Retribusi penggantian biaya cetak KK. Pemeriksaan adalah rangkaian kegiatan untuk mencari. Penyidikan Tindak Pidana dibidang Retribusi Daerah adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut “Penyidik” untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana dibidang retribusi daerah yang terjadi serta menemukan tersangkanya. Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data atau informasi keuangan yang meliputi harta. KTP dan Akta Catatan Sipil. Pasal 4 Subyek Retribusi adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan jasa pelayanan dan fasilitas kantor yang digunakan dalam kegiatan pemrosesan KK. mengumpulkan. mengolah data dan atau keterangan lainnya untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban Retribusi Daerah dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan Perundang-Undangan Retribusi Daerah yang berlaku.dipungut retribusi atas jasa pencatatan dan penerbitan KK. 24. serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa yang ditutup dengan m. KTP dan Akta Catatan Sipil. KTP dan Akta Catatan Sipil. modal. penghasilan dan biaya. Surat Keterangan Reribusi Daerah selanjutnya disebut SKRD adalah surat ketetapan yang menentukan besarnya jumlah retribusi yang terhutang 25. BAB III GOLONGAN RETRIBUSI Pasal 5 Retribusi penggantian biaya cetak KK. KTP dan Akta Catatan Sipil. 23. (2) Pencatatan dan penerbitan Akta kelahiran usia dibawah 60 (enam puluh) hari tidak dikenakan retribusi. kewajiban. KTP dan Akta Catatan Sipil digolongkan sebagai retribusi jasa umum. 6 .

000.000. BAB V PRINSIP DAN SASARAN PENETAPAN TARIF RETRIBUSI Pasal 7 Prinsip dan sasaran dalam menetapkan struktur dan besarnya tarif retribusi dimaksudkan untuk menutup biaya pendaftaran penduduk dan penerbitan KK.25.000.000. 5. KTP dan Aka Catatan Sipil ditetapkan sebagai berikut: No.30. (2) Struktur dan besarnya tarif retribusi penggantian biaya cetak KK. 6.12.000.500. di luar kantor c. BAB VI STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI Pasal 8 (1) Struktur tarif retribusi penggantian biaya cetak digolongkan berdasarkan jenis dokumen kependudukan yang terdiri atas KK.15. di luar kantor setelah 60 (enam puluh) hari 7 .20. 3. di kantor setelah 60 (enam puluh) hari d. Kartu Keluarga Jenis Pelayanan Administrasi 2 Tarif ( Rp ) 3 5.10.50. 4.- Kartu Tanda Penduduk Akta Kelahiran WNI yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun sejak tanggal kelahiran Akta Kelahiran WNI yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 18 (delapan belas) tahun sejak tanggal kelahiran Akta Kelahiran WNI usia 18 (delapan belas) tahun keatas Akta Perkawinan WNI : a.20. di gereja/kantor b.500.000. 2.000.000.7. KTP dan Akta Catatan Sipil. KTP dan Akta Catatan Sipil.BAB IV CARA MENGUKUR TINGKAT PENGGUNAAN JASA Pasal 6 Tingkat penggunaan jasa pelayanan diukur berdasarkan biaya yang dikeluarkan unuk menerbitkan KK. KTP dan Akta Catatan Sipil dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan aspek keadilan. 1 1.

25.25.90. 1 Jenis Pelayanan Administrasi 2 Tarif ( Rp ) 3 7. Akta Kematian WNA Akta Perceraian WNA : a.25.000.45.90. Akta Pengesahan Anak WNI Akta Pengakuan Anak WNI Akta Pengangkatan Anak WNI : a. Kematian d. Akta Kematian WNI Akta Perceraian WNI : a. Catatan pinggir 13.000. di gereja/kantor b.000.yang melampaui batas waktu 60 (enam 35.000. 10. Akta Kelahiran WNA puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun sejak tanggal kelahiran Akta Kelahiran WNA yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 18 (delapan belas) tahun sejak tanggal kelahiran Akta Kelahiran WNA usia 18 (delapan belas) tahun keatas Akta Perkawinan WNA : a.000.90.000.000. Pengakuan dan Pengesahan f. Pengangkatan Anak g.000.150.25.- .000.000.90. Salinan Akta dan/atau Kutipan II Akta WNI : a. setelah 60 (enam puluh) hari penetapan pengadilan 30.000.000.75.000. sebelum 60 (enam puluh) hari penetapan pengadilan b. Akta Pengesahan Anak WNA Akta Pengakuan Anak WNA 8 60. di kantor setelah 60 (enam puluh) d.000.No.000.50.30.000.000.000. 16. sebelum 1 (satu) bulan penetapan pengadilan b. 11.150. setelah 1 (satu) bulan penetapan pengadilan 12.10. di luar kantor setelah 60 (enam puluh) hari 17.000.000.000.10. Kelahiran b.25.25. Perkawinan c.- 9. 8.000. 18.30.60. 20.25.000.000. setelah 60 (enam puluh) hari penetapan pengadilan 19.000. 15.55. 14. Perceraian e. di luar kantor c. sebelum 60 (enam puluh) hari penetapan pengadilan b.

isi dan tata cara penerbitan dokumen kependudukan atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Bupati.100. Kematian d.000. KTP dan Akta Catatan Sipil dipungut di wilayah Daerah. (3) Tata cara pemungutan retribusi diatur lebih lanjut oleh Bupati.100. BAB VIII TATA CARA PEMUNGUTAN Pasal 10 (1) Pemungutan retribusi tidak dapat diborongkan.100.000. sebelum 1 (satu) bulan penetapan pengadilan b. (2) Bentuk. 9 . Akta Pengangkatan Anak WNA : a.1 2 3 21.000. Catatan pinggir BAB VII TATA CARA PENETAPAN RETRIBUSI Pasal 9 (1) Retribusi yang terhutang ditetapkan dengan menerbitkan dokumen kependudukan (KK. (2) Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. Perkawinan c.000.000.45. KTP dan Akta Catatan Sipil) atau dokumen lain yang dipersamakan.000.160. setelah 1 (satu) bulan penetapan pengadilan 90.100.- 22.25. Kelahiran b.90. Perceraian e.000. BAB IX WILAYAH PEMUNGUTAN Pasal 11 Retribusi penggantian biaya cetak KK. Pengangkatan Anak g.000. Salinan Akta dan/atau Kutipan II Akta WNA : a. Pengakuan dan pengesahan f.000.

(3) Tata cara pengurangan. menerima. BAB XII KETENTUAN PENYIDIKAN Pasal 14 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberikan wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. 10 . mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana dibidang retribusi daerah agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lengkap dan jelas.BAB X PENGURANGAN. (2) Setiap penduduk yang dengan sengaja membuat keterangan palsu yang berakibat mengurangi atau menghilangkan tarif retribusi penggantian biaya cetak Akta Catatan Sipil dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak 100 (seratus) kali jumlah retribusi yang terhutang. keringanan dan pembebasan retribusi. (2) Pengurangan. pemberian keringanan dan pembebasan retribusi ditetapkan dengan Peraturan Bupati. mencari. BAB XI KETENTUAN PIDANA Pasal 13 (1) Setiap penduduk yang dengan sengaja membuat keterangan palsu yang berakibat mengurangi atau menghilangkan tarif retribusi penggantian biaya cetak KK dan KTP dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak 50 (lima puluh) kali jumlah retribusi yang terhutang. keringanan dan pembebasan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan mempertimbangkan kemampuan wajib retribusi. (2) Wewenang penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. KERINGANAN DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 12 (1) Bupati dapat memberikan pengurangan.

maka Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Timor Tengah Utara Nomor 1 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dalam Kerangka Sistem Informasi Manajemen Kependudukan di Kabupaten Daerah Tingkat II Timor Tengah Utara ( Lembaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Timor Tengah Utara Nomor 4 Tahun 1998 Seri B Nomor 4). memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. e. f. k. c. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindan pidana dibidang 11 . h. meneliti. menghentikan penyidikan. mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana dibidang retribusi daerah. (3) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyelidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kiab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan. j. catatan-catatan dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana dibidang retribusi daerah. d. memeriksa buku-buku. menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf c. memotret seseorang berkaitan dengan tindak pidana dibidang retribusi daerah. 1. BAB XIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 15 Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini. meminta keterangan dan bahan bukti dan orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana dibidang retribusi daerah. g. meminta bantuan tenaga ahli dala rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dibidang retribusi daerah. retribusi daerah menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.b. pencatatan dan dokumen-dokumen lain serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut.

.2008 BUPATI TIMOR TENGAH UTARA.....Pasal 16 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan................... KABUPATEN TIMOR 11 TENGAH UTARA TAHUN 2008 ......... Ditetapkan di Kefamenanu pada tanggal . GABRIEL MANEK Diundangkan di Kefamenanu pada tanggal .......2008 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA............. YAKOBUS TAEK LEMBARAN DAERAH NOMOR..... Agar setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara.........

untuk keseragaman pemungutan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Keluarga.PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA NOMOR.. UMUM Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah.. ... perlu dilakukan Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Timor Tengah Utara Nomor 1 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dalam Kerangka Sistem Informasi Manajemen Kependudukan di Kabupaten Daerah Tingkat II Timor Tengah Utara menjadi Peraturan Daerah tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Keluarga. II.. penertiban Administrasi Kependudukan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.. Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil Kabupaten Timor Tengah Utara. KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL I. perlu melakukan perubahan yang mengatur tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Keluarga.. pengawasan. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 Cukup jelas Ayat (2) : Penerbitan kutipan Akta Kelahiran bagi anak yang lahir sebelum 60 (enam puluh) hari tidak dipungut biaya Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas 12 Pasal 3 Pasal 4 Pasal 5 . Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU KELUARGA. Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. Bahwa penyelenggaraan pencatatan dan penerbitan dokumen kependudukan sebagai upaya Pemerintah Daerah untuk melakukan pelayanan. Sehubungan dengan itu.

biaya blangko permohonan. keringanan dan pembebasan retribusi penggantian biaya cetak KK.biaya register Kelahiran. . .biaya blangko Kartu Tanda Penduduk.biaya cetak Akta Kelahiran. KTP dan Akta Catatan Sipil dapat diberikan secara kolektif kepada perseorangan maupun kelompok melalui kerja sama dengan pihak swasta lainnya. Pasal 9 Pasal 10 Pasal 11 Pasal 12 Cukup jelas Cukup jelas Cukup jelas Ayat (2) : Pengurangan. . . . Angka 6 : Struktur Tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Akta Perkawinan terdiri dari: . Pasal 13 .biaya cetak Kartu Tanda Penduduk. Angka 3 s/d angka 5 : Struktur Tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Akta Kelahiran terdiri dari: .biaya blangko Akta Perkawinan.biaya Pencatatan Perkawinan.biaya blangko permohonan.biaya blangko Akta Kelahiran. . .biaya cetak Kartu Keluarga.biaya blangko Kartu Keluarga. . .biaya blangko permohonan.biaya blangko permohonan. Angka 2 : Struktur Tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk terdiri dari: .Pasal 6 Pasal 7 Cukup jelas Cukup jelas Pasal 8 Ayat (2) Angka 1: Struktur Tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Keluarga terdiri dari: . Cukup jelas 13 biaya cetak Akta Perkawinan. .biaya register Perkawinan.

14 ....Pasal 14 Ayat (1): Yang dimaksud dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil dibidang Administrasi Kependudukan adalah Pegawai Negeri yang diberikan kewenangan khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan di bidang Admnistrasi Kependudukan.. Pasal 15 Pasal 16 Cukup jelas Cukup jelas TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA NOMOR .....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful