Anda di halaman 1dari 44

Distribution of Electrical Energy

Presented by: Diko Harneldo Firman Budiyanto Rengga A. Prasetyo Yudith Irawan

Presentation Outline
Distribution System

Distribution System Consideration


Type of Electrical System

Type of Delivery System


Type of Construction Materials and Equipments

Distribution System

23K 138KV

2.2K 46KV

110 125V 220 250V

Distribution System Considerations


Type of Electrical System: Direct Current, Single-Phase Alternating Current, Polyphase Alternating Current Type of Delivery System: Radial, Loop (Ring), Network Type of Construction: Overhead, Underground Desired Feature: Safety, Smooth Flow Power, Economy

Type of Electrical System


Direct Current (DC): digunakan sebelum listrik AC dikenal, sudah tidak lagi digunakan dikarenakan kurang efisien dibandingkan dengan listrik AC Alternating Current (AC): umumnya dibagi menjadi beberapa fasa yaitu single phase, two phase, three phase, dan six phase.

Berikut contoh konfigurasi AC untuk setiap phase:

Single phase 2 wire and 3 wire system

Type of Electrical System (contd)

Two phase 4 wire and 3 wire system

Two phase 5 wire system

Type of Electrical System (contd)

Three phase 4 wire system

Three phase 3 wire system

Type of Electrical System (contd)

Type of Delivery System

Radial System

Ring System

Type of Delivery System (contd)

Network System Radial system merupakan konfigurasi termudah dan termurah akan tetapi kurang handal (reliable). Konfigurasi ini biasanya digunakan di remote area Ring system biasanya digunakan pada daerah padat penduduk. Konfigurasi ini lebih reliable dibandingkan radial system akan tetapi membutuhkan biaya yang lebih besar Network system merupakan gabungan dari radial dan ring system. Sistem ini lebih kompleks tapi menjanjikan reliabiliti yang paling tinggi.

Type of Construction
Konstruksi yang digunakan dalam pendistribusian tenaga listrik dapat dibagi menjadi dua yaitu kontruksi overhead dan underground. Masing-masing konstruksi memiliki kelebihan dan kekurangan. Tipe konstruksi yang dikembangkan pertama kali adalah konstruksi underground dengan arus DC

Overhead VS Underground
Overhead Underground

Biaya awal relatif lebih murah Rentan terhadap exposure luar

Biaya awal yang tinggi Lebih aman dari exposure

Perawatan dan perbaikan lebih mudah


Kurang estetis jika ditempatkan di tengah kota

Perawatan dan perbaikan lebih sulit


Lebih estetis dan rapi karena terletak di bawah tanah

Bisa menggunakan konduktor biasa

Memerlukan isolasi dan kabel khusus

Material and Equipment


Beberapa material dan peralatan penting dalam distribusi tenaga listrik yaitu konduktor, insulator, pole, fuse, transformer, circuit breaker, disconnect switch, dan lightning arrester

Conductor
Merupakan media yang menyalurkan tenaga listrik, biasanya berupa kabel. Material yang umum digunakan adalah tembaga, aluminium, baja, perak, nikel, tungsten, dan besi. Diameter konduktor diukur menggunakan American Wire Gage (AWG)

Conductor (contd)
Kemampuan konduktor dalam menghantarkan arus dapat dilihat dari resistivity bahan konduktor tersebut

Insulator
Digunakan untuk melindungi konduktor dan mengisolasi arus yang mengalir di dalam konduktor Bahan yang umum digunakan adalah polimer karet sintetis dan thermoplastic

Pole (Tiang)
Beberapa material yang umum digunakan sebagai tiang adalah kayu, beton, dan metal. Tiang kayu biasanya digunakan di negara-negara amerika, sedangkan beton dan metal digunakan di eropa dan asia Keuntungan menggunakan tiang kayu adalah tiang jenis ini lebih ramah lingkungan akan tetapi lebih rentan terhadap kerusakan seperti jamur, kelembaban, burung, dll Keuntungan menggunakan tiang beton dan metal adalah tiang ini lebih tahan terhadap kerusakan tapi kurang ramah lingkungan

Fuse
Merupakan rangkaian pengaman apabila terjadi kelebihan tegangan atau arus. Berikut adalah contoh high voltage fuse

Distribution Transformer
Umumnya distribution transformer merupakan single phase transformer Rating dari transformer dibagi berdasarkan kelas tegangan pada lilitan primernya Standard Voltage classes: 2400, 4160, 7620, 13200, 23000, 34500, 46000, dan 69000 Volt

Lightning Arrester
Digunakan untuk melindungi peralatan distribusi listrik ketika terjadi sambaran petir atau terjadi tegangan berlebih pada peralatan. Lightning arrester bekerja dengan cara menyalurkan sambaran petir ke tanah

Panel Hubung Bagi (PHB)


Panel Hubung Bagi (PHB) adalah panel berbentuk almari (cubicle), yang dapat dibedakan sebagai: - Panel Utama/MDP : Main Distribution Panel - Panel Cabang/SDP : Sub-Distribution Panel - Panel Beban/SSDP : Subsub-Distribution Panel

MCB (Miniatur Circuit Breaker)


MCB adalah pengaman rangkaian yang dilengkapi dengan pengaman thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relai elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat. MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu phasa dan tiga phasa.

MCB (Miniatur Circuit Breaker)


Keuntungan menggunakan MCB sebagai berikut. Dapat memutuskan rangkaian tiga phasa walaupun terjadi hubung singkat pada salah satu phasanya. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih. Mempunyai tanggapan yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.

MCB (Miniatur Circuit Breaker)


Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu secara thermis dan elektromagnetis, pengaman termis berfungsi untuk mengamankan arus beban lebih sedangkan

pengaman elektromagnetis berfungsi untuk mengamankan jika terjadi hubung singkat

MCB (Miniatur Circuit Breaker)

Gambar 4.3 MCB (Miniatur Circuit Breaker)

MCCB (Molded Case Circuit Breaker)


MCCB merupakan alat pengaman yang dalam proses operasinya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat penghubung. Jika dilihat dari segi pengaman, maka MCCB dapat berfungsi sebagai pengaman gangguan arus hubung singkat dan arus beban lebih. Pada jenis tertentu, pengaman ini mempunyai kemampuan pemutusan yang dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.

MCCB (Molded Case Circuit Breaker)


Keterangan: 1. BMC material for base and cover 2. Arc chute 3. Mounting for ST or UVT connection block 4. Trip-free mechanism 5. Moving contacts 6. Clear and IEC-complaint maekings 7. Magnetic trip unit 8. Compact size

Gambar 4.4 Molded Case Circuit Breaker

ACB (Air Circuit Breaker)


ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis circuit breaker dengan sarana pemadam busur api berupa udara. ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah. Udara pada tekanan ruang atmosfer digunakan sebagai peredam busur api yang timbul akibat proses switching maupun gangguan.

ACB (Air Circuit Breaker)


Air Circuit Breaker dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah. Rating standar Air Circuit Breaker (ACB) yang dapat dijumpai dipasaran sebagai berikut. LV-ACB: Ue = 250 V dan 660 V Ie = 800 A 6.300 A Icn = 45 kA 170 kA LV-ACB: Ue = 7,2 kV dan 24kV Ie = 800 A 7.000 A Icn = 12,5 kA 72 kA

Gambar 4.5 ACB (Air Circuit Breaker)

OCB (Oil Circuit Breaker)


Oil Circuit Breaker adalah jenis CB yang menggunakan minyak sebagai sarana pemadam busur api yang timbul saat terjadi gangguan. Bila terjadi busur api dalam minyak, maka minyak yang dekat busur api akan berubah menjadi uap minyak dan busur api akan dikelilingi oleh gelembung gelembung uap minyak dan gas. Gas yang terbentuk tersebut mempunyai sifat thermal conductivity yang baik dengan tegangan ionisasi tinggi sehingga baik sekali digunakan sebagi bahan media pemadam loncatan bunga api.

OCB (Oil Circuit Breaker)

Gambar 4.6 OCB (Oil Circuit Breaker)

VCB (Vacuum Circuit Breaker)


Pada dasarnya kerja dari CB ini sama dengan jenis lainnya hanya ruang kontak di mana terjadi busur api merupakan ruang hampa udara yang tinggi sehingga peralatan dari CB jenis ini dilengkapi dengan seal penyekat udara untuk mencegah kebocoran.

SF6 CB (Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker)

SF6 CB adalah pemutus rangkaian yang menggunakan gas SF6 sebagai sarana pemadam busur api. Gas SF6 merupakan gas berat yang mempunyai sifat dielektrik dan sifat memadamkan busur api yang baik sekali. Prinsip pemadaman busur apinya adalah Gas SF6 ditiupkan sepanjang busur api, gas ini akan mengambil panas dari busur api tersebut dan akhirnya padam. Rating tegangan CB adalah antara 3.6 KV 760 KV.

SF6 CB (Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker)

Penghantar
Untuk instalasi listrik, penyaluran arus listriknya dari panel ke beban digunakan penghantar listrik yang sesuai dengan penggunaanya. Ada dua macam penghantar listrik yaitu: Kawat Penghantar tanpa isolasi (telanjang) yang dibuat dari Cu dan AL, sebagai contoh BC, BCC, A2C, A3C, ACSR Kabel Penghantar yang terbungkus isolasi, ada yang berinti tunggal atau banyak, ada yang kaku atau berserabut, ada yang dipasang di udara atau di dalam tanah, dan masing-masing digunakan sesuai dengan kondisi pemasangannya.

Penghantar

Beban Listrik
Beban listrik yang dimaksud adalah piranti/peralatan yang menggunakan/mengkonsumsi energi listrik.
Menurut sifatnya, beban listrik terdiri tiga. a. Resistor (R) yang bersifat resistif b. Induktor (L) yang bersifat induktif c. Kapasitor (C) yang bersifat kapasitif

Contoh Soal
Suatu bangunan disuplai listrik 3 phasa, 4 kawat dengan tegangannya 220 V/380 V, frekuensi 50 HZ. Beban yang ada 900 lampu TL 40 W; 220 V; cos = 0,8, balast 10 W, bagaimana instalasinya?

Jawaban
Diketahui : Dengan jumlah lampu 900 TL, setiap phasa dibebani: 900/3 = 300 TL. Tiap lampu TL 40 W; 220 V; cos = 0,8 Maka jika balast sebesar 10w, maka memerlukan arus sebesar= 40 + 10 = 0.28 Ampere 0.8 x 220

Jawaban
Maka untuk 300 lampu = 300 x 0,28 A = 84 A Bila lampu menyala sekaligus: IR = IS = IT = 84 A Lampu dibagi dalam grup (tiap grup maksimum 12-14 titik lampu), bila tiap titik terdiri dari 2 TL, maka tiap phasa terdapat = 300 TL/2 = 150 armatur (titik lampu) tiap phasa mempunyai 150 armatur = 12,5 ~13 group.

Jawaban
Satu grup adalah 12 armatur x 2 TL = 24 TL jadi arus listrik tiap grup = 24 x 0,28 = 6,72 Ampere, dengan demikian pengaman yang digunakan (MCB atau sekering) tiap grup dapat digunakan 10A.
Arus listrik tiap phasa panel utama = 13 x 6,72 A =87,36 A maka pengaman utama (MCB atau Sekering) yang digunakan sebesar 100 A.

Berapa range arus yang dapat diproteksi oleh MCB dan MCCB? Jawab Misalnya pengguna berlangganan 900VA maka arus yang dapat diproteksi oleh MCB adalah 900VA/220V = +- 4A. Sementara pada MCCB yang merupakan pemutus sirkit tegangan menengah maka Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel tergantung pada sistem distribusi yang digunakan.

Rumah-rumah penduduk menggunakan sistem distribusi apa? Jawab Istilah sistem distribusi(Radial, Loop, Network) hanya digunakan pada level tegangan menengah (23KV - 138KV) sedangkan untuk penyaluran pada rumah penduduk digunakan istilah saluran pelayanan. Mengapa sistem distribusi masih menggunakan transformator? Jawab Transformator pada sistem distribusi disebut sebagai transformator CSV. Transformator ini digunakan pada sistem distribusi karena tegangan yang digunakan pada sistem distribusi adalah 23KV 138KV dan harus diturunkan menjadi 220V - 380V agar dapat digunakan oleh konsumen