Anda di halaman 1dari 3

RINGKASAN

Fakultas Farmasi Universitas Pancasila bekerja sama dengan PT. Abbott Indonesia menyelenggarakan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) yang dilaksanakan pada tanggal 2-27 April 2012. Hal ini bertujuan untuk memberikan pembekalan, pengetahuan, pemahaman dan gambaran singkat peran Apoteker di industri farmasi. PT. Abbott Indonesia merupakan perusahaan swasta asing yang bergerak di bidang farmasi dan termasuk salah satu anak perusahaan dari Abbott Laboratories yang didirikan oleh Dr. Wallace Calvin Abbott dan berpusat di North Chicago, Illinois, USA. PT. Abbott Indonesia didirikan pada tanggal 7 Maret 1970 dan pabrik PT. Abbott Indonesia terletak di Jalan Raya Jakarta-Bogor Km. 37 Cimanggis, Kelurahan Sukamaju Depok, Jawa Barat. PT. Abbott Indonesia menghasilkan produk obat-obatan serta mendistribusikan produk impor dari Abbott Laboratories berupa produk nutrisi dan obat-obatan. Produk yang diproduksi seperti Abbotic granule, Klacid, Brufen, Depakene, Iberet, Surbex, Pedialyte dan lain-lain. Pelaksanaan PKPA di PT. Abbott Indonesia melalui studi lapangan dengan mengamati proses kegiatan yang dilakukan di PT. Abbott Indonesia dan metode diskusi untuk menggali pengetahuan mengenai keterampilan dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian di industri farmasi. Kegiatan yang dilakukan selama PKPA di PT. Abbott Indonesia adalah : 1. Mempelajari struktur organisasi Establish Pharmaceutical Operations (EPO) PT. Abbott Indonesia. 2. Mempelajari kegiatan Plant Departement serta departemen-departemen di bawah struktur Plant Departement seperti : a. Departemen Material Management, Departemen ini terdiri dari bagian Pengawasan Persediaan dan Perencanaan Produksi (Production Planning and Inventory Control/PPIC), Gudang, Ekspor-Impor, Purchasing dan Distributor. b. Departemen Produksi, Departemen ini melaksanakan kegiatan produksi dan pengemasan produk.

viii

ix

c. Departemen Engineering, Departemen ini terdiri dari bagian Engineering, Utility, Kalibrasi dan EHS & E (Environment, Health, Safety and Energy/Lingkungan, Kesehatan, Keselamatan dan Energi). d. Departemen Technical Service, Departemen ini bertugas menangani masalah pengembangan produk baru, validasi dan kualifikasi (bersama bagian pemastian mutu) dan produk ekspor. 3. Mempelajari kegiatan Quality Departement serta bidang-bidang di bawah struktur Quality Departement seperti : a. Pengawasan Mutu (Quality Control), Departemen ini bertugas menganalisa produk yang akan dipasarkan melalui pemeriksaan dengan parameter analitik. b. Quality System Compliance and Training, Departemen ini bertugas mengatur pengawasan penerapan CPOB, keluhan, pelatihan, audit dan validasi. c. Pengendalian Dokumen, Departemen ini bertugas mengatur dan memelihara dokumen yang berkaitan dengan produksi dan pengujian. d. Pelaksana Pengawasan Mutu (Quality Assurance Operation). Departemen ini bertugas dalam pengawasan mutu selama proses pembuatan dan pengemasan. Secara keseluruhan kegiatan di PT. Abbott Indonesia telah mengacu dan

menerapkan prinsip-prinsip dalam CPOB secara menyeluruh di 12 aspek-aspeknya. PT. Abbott Indonesia memiliki standar prosedur operasional yang sesuai dengan ketentuan CPOB, PIC/s (Pharmaceutical Inspection Corporation/scheme) dari Negara Singapura dan AQR (Abbott Quality Regulatory) sebagai standar kebijakan dan prosedur dari Abbott International. PT. Abbott Indonesia juga telah menerapkan teknologi informasi menggunakan program komputerisasi yang disebut BPICS (Businesses Planning and Inventory Control System). Program ini dapat mengakomodasikan kontrol persediaan sampai pada distribusi penjualan sehingga kegiatan yang dilakukan menjadi lebih efisien dan dapat terorganisir dengan baik.

PT. Abbott Indonesia terus berusaha dan meningkatkan upaya dalam menghasilkan produk-produk obat yang terjamin mutunya. Usaha ini hendaknya tetap dipertahankan dan ditingkatkan agar PT. Abott Indonesia dapat bersaing dengan PMA, industri farmasi swasta maupun BUMN lain serta tetap dapat mempertahankan kualitas dari produk yang dihasilkan dan untuk meningkatkan efisiensi mesin dan personel, sebaiknya PT. Abbott Indonesia membuka kesempatan untuk melakukan kerja sama dengan industri farmasi lain (toll manufacturing).