Anda di halaman 1dari 16

1. Fase-fase dari reaksi berduka adalah A. Fase pengingkaran (denial) B. Fase marah (anger) C. Fase tawar-menawar (bargaining) D.

Fase menerima (acceptance) E. Semua benar 2. Susi selalu menangis setiap ada perawat yang datang ke ruangan tempat ia dirawat, hal ini dalam ilmu jiwa disebut ? a. Cemas b. Takut c. Gelisah d. Galau e. Stigma 3. Salah satu teknik modifikasi perilaku pada fobia adalah : a. Desensitisasi sistemik b. c. d. e. Ilusion Timbal balik Expresion Test paranoid

4. Mahendrayasa sejak kecil takut dengan kucing, ketakutan berlebih yang dialaminya dapat dikategorikan dalam dsm iv nomer berapa? a. 300.23 b. 300.24 c. 300.29 d. 300.28 e. 300.30 5. Okta mengalami kecemasan berlebih pada hidupnya,komponen apa saja yang terlibat saat okta merasa cemas? a. Behavioral b. Simpatis c. Kognitif d. A dan b benar e. A dan c benar Pertanyaan (prilaku kekerasan) 1. Seorang ibu, 42 tahun masuk RSJ dengan alasan mengamuk, membanting barang-barang, gelisah tidak bisa tidur, berendam di kamar mandi beberapa jam. Klien sudah pernah tiga kali dirawat dengan alasan yang sama. Klien kelihatan sangat bersemangat, wajahnya tegang, muka merah ketika menceritakan masalahnya, terlebih lagi sewaktu menceritakan suaminya yang menginjakinjak perutnya saat hamil 3 bulan dan suaminya meminta untuk menggugurkan kandungannya. Kasus pada ilustrasi di atas memiliki masalah utama, yaitu... a. Menarik diri

b. Harga diri rendah c. Perilaku kekerasan d. Halusinasi e. Ketidakefektifan koping keluarga Jawaban : C 2. Kekerasan adalah proses belajar. Barang siapa sering terpapar kekerasan, akan terdorong menjadi pelaku/korban kekerasan melalui proses identifikasi. Demikian juga berbagai perlaku kekerasan yang sering disaksikan setiap hari melalui kehidupan/ media massa jelas-jelas akan menjadi media belajar yang efektif bagi mereka yang sudah memendam potensi untuk meniru. Hal lain yang mendorong perilaku kekerasan adalah rasa frustasi. Mengapa perilaku kekerasan dinyatakan sebagai proses yang dipelajari? a. Perilaku kekerasan pada seseorang terbentuk dari akumulasi rasa frustasi b. Perilaku kekerasan terbentuk dari proses indentifikasi atau karena menyaksikan kekerasan melalui kehidupan dan media massa c. Perilaku kekerasaan pada umumnya dalam bentuk penindasan, pukulan, bentakan, pelecehan, sinisme, dan sarkasme d. Perilaku kekerasan merupakan hasil belajar disengaja oleh mereka yang memendam potensi marah e. Perilaku kekerasan selalu berkaitan dengan perubahan yang diperoleh melalui belajar Jawaban : B 3. Perilaku kekerasan merupakan suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri , orang lain, maupun lingkungan . Dimana perilaku kekerasan biasanya terjadi pada klien gangguan jiwa dengan... a. Psikosa afektif b. Gangguan skizotipal c. Gangguan waham kebesaran d. Skizofrenia akut e. Perilaku akibat zat psikoaktif Jawaban : D 4. Terkadang ada seorang istri yang terlalu banyak menuntut dalam hal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, baik dari kebutuhan sandang, pangan, maupun kebutuhan pendidikan. Dari situlah timbul pertengkaran antara suami dan istri yang akhirnya menimbulkan kekerasan dala rumah tangga. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor, yaitu... a. Faktor ekonomi

b. Faktor pendidikan yang rendah c. Faktor komunikasi d. Faktor sosial e. Faktor kecemburuan Jawaban : A 5. Hal yang kita dapat amati dari orang yang mengalami perilaku kekerasan, yaitu kecuali.. a. Mendekati orang lain dengan ancaman. b. Mempunyai rencana untuk melukai c. Memperlihatkan permusuhan. d. Menyentuh orang lain dengan cara yang menakutkan. e. Menghindari setiap pembicaraan dengan orang lain. Jawaban : E. 6. Sebagai orang tua hendaknya melindungi dan memberikan nasihat yang baik kepada anaknya. Apabila seorang anak melakukan kesalahan selalu saja dipukul dan di bentak akan berdampak buruk pada kejiwaan yang dimiliki anak tersebut. Apakah dampak emosi yang diperlihatkan pada anak tersebut, kecuali a. Mudah cemas dan depresi b. Sulit percaya pada orang lain c. Merasa bingung dan gelisah d. Merasa tidak aman e. Kurang bersosialisasi dengan lingkungan Jawaban : E SOAL (gangguan konsep diri) 1. Komponen dari konsep diri adalah, kecuali... a. Gambaran diri b. Peran diri c. Konsep diri d. Harga diri e. Koping diri. 2. Tanda dan gejala seseorang menderita gangguan konsep diri: harga diri rendah adalah...

a. Lebih banyak menunduk dan tidak berani menatap lawan bicara. b. Tersenyum atau tertawa sendiri c. Menggerakkan bibir tanpa suara d. Klien menuruti perintah halusinasi e. Kehilangan kemampuan dalam membedakan antara halusinasi dan realita Kasus Budi dibawa ke RS oleh keluarganya karena sudah seminggu mengurung diri di kamar. Selama di RS Budi selalu menunduk di pojok ruangan. Tiga hari kemudian setelah klien percaya dengan perawat klien mengatakan bahwa ia malu karena tidak diterima di fakultas kedokteran, ia merasa bodoh, jelek, dan merasa hanya menyusahkan orang lain, tidak bisa membanggakan orang tua. Selama berinteraksi dengan perawat ia hanya menunduk dan tidak pernah menatap wajah perawat. 3. Data obyektif yang kita dapatkan pada pasien tersebut adalah... a. Pasien mengatakan bahwa ia merasa malu karena tidak diterima di fakultas kedokteran b. Pasien merasa bodoh dan jelek c. Pasien mengatakan bahwa ia hanya menyusahkan orang lain d. Pasien hanya menunduk di pojok ruangan dan tidak pernah menatap wajah perawat. e. Pasien merasa tidak bisa membanggakan orang tuanya 4. Diagnosa keperawatan aktual yang muncul berdasarkan data di atas adalah... a. Defisit perawatan diri b. Harga diri rendah. c. Perubahan persepsi sensori: halusinasi d. Perilaku kekerasan e. Risiko bunuh diri 5. Pada strategi pelaksanaan yang pertama Tujuan Instruksional Khusus (TUK) yang harus dicapai oleh perawat adalah... a. Klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki b. Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan c. Klien dapat membina hubungan saling percaya (BHSP). d. Klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki e. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada

1. Berdasarkan konsep dasar kesehatan jiwa, yang di termasuk dalam ciri-ciri sehat jiwa adalah kecuali . .. a. Bersikap positif terhadap diri sendiri. b. Mampu mengatasi stress atau perubahan pada dirinya. c. Selalu ingin bersaing dengan orang di sekitarnya. d. Persepsi realistic. e. Bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan yang diambil.

2. Dalam pelayanan keperawatan komprehensif, terdapat pencegahan secara primer, sekunder, dan tersier. Yang termasuk dalah pencegahan primer dan sekunder adalah a. Peningkatan kesehatan dan pencegahan terjadinya gangguan jiwa. b. Deteksi dini adanya masalah psikososial dan gangguan jiwa. c. Peningkatan fungsi dan sosialisasi serta pencegahan kekambuhan. d. Peningkatan kesehatan, pencegahan terrjadinya gangguan jiwa, serta deteksi dini adanya masalah psikososial dan gangguan jiwa. e. Peningkatan fungsi dan sosialisasi, pencegahan kekambuhan, peningkatan kesehatan dan pencegahan terjadinya gangguan jiwa.

3. Yang bukan merupakan ciri-ciri orang yang memiliki gangguan jiwa berat yaitu . . . a. Bekerja keras. b. Marah-marah tanpa sebab. c. Tidak mengenali orang yang ada di dekatnya. d. Tidak mampu merawat diri. e. Bicara kacau.

4. Target yang menjadi sasaran pelayanan tersier pada orang dengan gangguan jiwa adalah anggota masyarakat yang mengalami gangguan jiwa pada tahap pemulihan, aktivitas yang tidak diperlukan dalam mendukung pelayanan tersier yaitu . . . a. Program dukungan sosial dengan menggerakkan sumber-sumber di masyarakat. b. Program rehabilitasi dengan memberdayakan pasien dan keluarga hingga mandiri. c. Program politik bersama. d. Program sosialisasi.

e. Program mencegah stigma. 5. Dalam pelayan keperawatan pada pasien jiwa, yang tidak termasuk dalam pelayanan keperawatan secara holistic adalah . . . a. Biologis. b. Knowledge (pengetahuan). c. Kultural. d. Spiritual. e. Sosial.

Soal manajemen stress


1. Seorang mahasiswa merasa cemas, gelisah, dan susah tidur karena beberapa hari ke depan dia akan menghadapi ujian PPK. Kegelisahan yang dia rasakan semakin mendorong semangatnya untuk belajar lebih giat lagi. Jenis stres yang dialami oleh mahasiswa tersebut adalah ..... a. Distres b. Eustres c. Stresor d. Neutral effects e. Koping

2. Seorang pemuda baru saja putus dari pacarnya. Dia merasa depresi dan datang ke seorang psikiater. Psikiater tersebut menganjurkan pemuda tersebut untuk membuat daftar pribadi tentang situasi yang dapat menimbulkan stress dan menyusun daftar stressor secara vertikal mulai dari situasi yang ringan sampai yang paling berat yang menimbulkan stress maupun ansietas. Cara ini disebut dengan........ a. Visualisasi b. Mengubah cara pandang c. Berpikir positif d. Latihan keterampilan koping e. Autosugesti

3. Cara mengelola stres yang dilakukan dengan cara pengenduran otot di seluruh tubuh disebut.... a. Visualisasi

b. Napas dalam c. Relaksasi progresif d. Tertawa e. Scanning

4. Suatu cara yang dapat digunakan untuk mencapai sehat secara spiritual dengan cara menyelaraskan diri dengan masyarakat dan lingkungan, bukan mengisolasi diri disebut.... a. Community b. Awarreness c. Peace d. Autenticity e. Mawas diri

5. Saya pasti bisa, Saya dapat rileks kapanpun saya mau. Sekarang saya telah rileks, santai dan nyaman. Pernyataan di atas merupakan salah satu cara mengelola stress yaitu : a. Berpikir positif b. Autosugesti c. Mengubah cara pandang d. Optimis e. Humor Aspek legal 1. Seorang pasien datang ke psikiater dengan keluhan susah tidur, sering sakit kepala, gelisah, terkadang ingin muntah, dan badannya lemas, karena ia terlalu memikirkan masalah yang terjadi di perusahaannya yang kini mengalami defisit. Ia berkonsultasi dengan psikiater dan ia ingin mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisinya sekarang. Hal tersebut diatur dalam perundang-undangan mengenai hak pasien dalam memperoleh pelayanan dalam praktik kedokteran terutama pasal: a. UU NO 29 tahun 2004 pasal 51 b. UU NO 30 tahun 2004 pasal 52 c. UU NO 29 tahun 2004 pasal 52 d. UU NO 28 tahun 2004 pasal 52

e. UU NO 29 tahun 2005 pasal 52 2. Seorang pasien ingin melakukan tentamen suicide karena telah mengetahui suaminya berselingkuh. Dalam hal ini kita sebagai seorang perawat secara moral berkewajiban membantunya melakukan sesuatu yg menguntungkan dan mencegah hal tersebut. Tindakan perawat ini dalam prinsip moral pada tindakan praktik keperawatan disebut sebagai a. Autonomi b. Beneficience c. Nonmalificience d. Justice e. Kejujuran 3. Pada kasus diatas untuk memenuhi hak pasien, seorang dokter harus memberikan informasi mengenai kondisi pasien tersebut kecuali dalam hal.. a. Diagnosis b. Terapi c. Konsekuensi d. Alternatif e. Habeas corpus 4. Seorang pasien di RS jiwa selama seminggu terakhir selalu berteriak-teriak, histeris, dan berusaha melakukan tindakan kekerasan. Nina sebagai seorang perawat berusaha melakukan yang terbaik dengan mengurung pasien (pengasingan) diruang khusus yaitu ruangan terkunci dengan sebuah jendela keamanan atau kamera untuk monitoring visual langsung sehingga pasien tidak mampu melukai dirinya sendiri, membahayakan orang lain, dan setiap perkembangan pasien dapat selalu dipantau. Hal ini sesuai dengan prinsip moral... a) Nonmalaficience b) justice c) beneficience d) autonomi e) kejujuran, kerahasiaan, kesetiaan 5. a) b) c) d) e) 1. istilah yang digunakan dalam penanganan pasien sesuai kasus diatas adalah... seclusion restrain preventif kuratif rehabilitatif

Prinsip nilai moral Suatu penilaian diri tentang seseorang, mencangkup area seperti konsep diri tentang kemampuan seseorang, kebugaran dan energi, perasaan sejahtera merupakan pengertian dari.... a. Kesehatan fisik

b. Kesehatan mental/psikologis/jiwa c. Kesehatan sosial d. Kesehatan pribadi e. Kesehatan jasmani Jawaban: B 2. Setiap orang berhak memiliki kebebasan untuk memilih rencana kehidupan dan cara mengatur dirinya. Menghargai martabat dan harkat manusia sebagai individu yang dapat memutuskan yang terbaik untuk dirinya merupakan salah satu ciri dari.... a. Beneficience b. Autonomi c. Non maleficience d. Justice e. Reality Jawaban: B Perawat harus menjelaskan tentang pengobatan kepada pasien, termasuk kemungkinan komplikasi, efek samping, dan risiko. Hal ini merupakan salah satu hak pasien, yaitu.... a. Hak persetujuan tindakan b. Hak pengobatan c. Hak pemeriksaan psikiatri d. Hak komunikasi e. Hak untuk menolak pengobatan Jawaban: A Berikut ini yang bukan merupakan aktivitas komunikasi dalam keperawatan jiwa, yaitu.... a. Dokumentasi asuhan b. Kesaksian forensik c. Konferensi kasus klinik d. Psikoterapi e. Umpan balik sejawat Jawaban: D Yang bukan merupakan pengkajian biologis pada pasien jiwa adalah.... a. Riwayat seksual b. Riwayat menopause c. Sensorium dan kognisi d. Kerusakan otak e. Riwayat reproduksi Jawaban: C Sifat yang melekat pada lingkungan sosial individu sebagai sesuatu yang berbeda dan rendah merupakan salah satu stresor sosiokultural yang biasa disebut dengan.... a. Stigma b. Diskriminasi c. Rasisme d. Retardasi mental e. Intoleransi Jawaban: A

3.

4.

5.

6.

SOAL SOAL prog pel kes.

1. Pelayanan kesehatan jiwa merupakan bagian dari pelayanan kesehatan di RSU ( RSCM ) pada tahun . a. 1926 b. 1947 c. 1960 d. 1963 e. 2000 2. Apa strategi dari pelayanan kesehatan jiwa dasar di rumah sakit di Indonesia. a. b. c. d. e. Membuat kebijakan desentralisasi pelayanan kesehatan jiwa Membuat jejaring pelayanan kesehatan jiwa Pembuatan pedoman pelatihan Membangun jejaring pelayanan kasus narkotika dan zat adiktif lainnya Membuat jejaring pelayanan kasus penggunaan zat adiktif

3. Salah satu fungsi program pelayanan kesehatan jiwa yaitu.. a. b. c. d. e. Mencegah perkembangan berbagai masalah Memiliki daya tahan dan mampu mengatasi stres Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan individu Mendorong kemandirian masyarakat Meningkatkan derajat kesehatan jiwa di Indonesia

4. Pada program pelatihan jiwa, diperlukan beberapa persiapan, salah satunya adalah dokumen proses keperawatan yang berisikan a. b. c. d. e. Standar, prosedur, dan pedoman asuhan keperawatan, formulir dokumen keperawatan, evaluasi proses keperawatan Rencana keperawatan dan resume keperawatan Implementasi dan formulir dokumentasi Diagnosis keperawatan dan evaluasi proses keperawatan Standar prosedur dan pedoman asuhan keperawatan dan evaluasi proses keperawatan

5. Dalam pelaksanaan program kesehatan jiwa ada 3 sasaran dari program tersebut yang harus dicapai demi terlaksananya program pelayanan kesehatan jiwa. Tiga sasaran tersebut meliputi a. Prevalensi gangguan jiwa tidak meningkat, insiden gangguan jiwa menurun, beban gangguan jiwa terhadap individu, keluarga dan masyarakat tidak bertambah

b. c. d. e.

Insiden gangguan jiwa meningkat, prevalensi gangguan jiwa meningkat, kurangnya perhatian terhadap pasien dengan gangguan jiwa Insiden gangguan jiwa menurun, prevalensi gangguan jiwa meningkat, beban gangguan jiwa terhadap individu, keluarga, dan masyarakat bertambah. Beban gangguan jiwa terhadap individu, keluarga dan masyarakat, tidak bertambah, prevalensi gangguan jiwa tidak meningkat, insiden gangguan jiwa meningkat Jawaban b, c, d, benar

6. Apa faktor-faktor penyebab semakin meningkatnya gangguan kesehatan jiwa di Indonesia dari tahun ke tahun yaitu . 1. Perilaku 2. Lingkungan 3. Insiden 4. Infotaiment Jawaban : a. 1,2,3 benar

Proses kepjiwa 1. DS : Klien mengatakan ada suara-suara yang ingin membunuhnya. Suara itu sangat menakutkan sehingga klien ingin memukul dan melempar barang-barang. Do : klien tampak sendirian. Klien lebih banyak tidur Masalah keperawatan yang muncul dari analisa data diatas adalah . . . A. Kerusakan interaksi social : menarik diri B. Perubahan persepsi sensori : halusinasi.

C. Harga diri rendah D. Koping individu tidak efektif

E. Gangguan alam perasaan : depresi 2. Ibu E, 42 tahun masuk RSJ dengan alasan klien sering merobek-robek bajunya, telanjang, dan ingin lari dari rumah. Sejak kecil klien selalu di kucilkan oleh orang-orang disekitarnya. Akibatnya , klien sering menyendiri, melamun, dan mengatakan bahwa ada yang menyuruhnya pergi. Selama di RSJ, klien tidak pernah di jenguk oleh angggota keluarganya sehingga klien tampak tak terurus. Masalah keperawatan yang muncul : 1. 2. 3. Perubahan sensori perceptual : halusinasi. Kerusakan interaksi social. Intoleransi aktivitas.

4. 3.

Koping keluarga tidak efektif.

Suatu metoda yang sistematis dan ilmiah yg digunakan perawat u/ memenuhi kebutuhan klien dlm mencapai/mempertahankan keadaan biologi, psikologi, sosial dan spiritual yg optimal adalah A. Proses keperawatan jiwa. B. Hubungan terapiutik perawat pasien C. Pengkajian D. Diagnosa E. Bina hubungan saling percaya

4.

Mengidentifikasikan masalah klien, menjelaskan tujuan kepada pasien, membina rasa percaya, penerimaan, dan komunikasi terbuka merupakan hubungan terapiutik pada fase A. Prainteraksi B. Orientasi. C. Kerja D. Terminasi E. Evaluasi

5.

Manfaat proses keperawatan bagi perawat adalah 1. 2. 3. 4. Peningkatan otonomi, percaya diri dalam memberikan asuhan keperawatan. Tersedia pola pikir/kerja yang logis, ilmiah, sistematis, dan terorganisasi. Peningkatan kepuasan kerja. Terhindar dari malpraktik Kunci jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. B E A B A

Proses kep kes jiwa 1. Yang merupakan tujuan pembelajaran keperawatan kesehatan jiwa di bawah ini,kecuali A. Memehami konsep sehat-sakit dalam keperawatan jiwa, B. Memahami konsep keperawatan kesehatan jiwa,

C. mengurangi pelayanan keperawatan komprehensif melalui tiga tingkat pencegahan D. mengurangi proses keperawatan kesehatan jiwa dalam kesehatan masyarakat E. untuk menyesuaikan diri dengan orang lain, 2. Ciri-ciri sehat jiwa adalah sebagai berikut,kecuali: A. bersikap positif terhadap diri sendiri B. mampu tumbuh,berkembang dan mencapai aktualisasi diri C. bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan yang diambil D. menghargai perasaan dan sikap orang lain. E. Selalu mementingkan diri sendiri 3. Cemas,khawatir berlebihan,takut,mudah diri mernggung,sulit konsentrasi ,merasa rendah diri merupakan: A. Ciri-ciri masalah psikososial B. Pelayanan keperawatan yang hplistik C. Pelayanan keperawatan yang ensif D. Gangguan jiwa 4. Sebutkan Karakteristik Keperawatan Kesehatan Jiwa masyarakat? A. Komprehensif, Holistik, Terus-menerus, Paripurna B. Kompetitif , Holistik, berkepanjangan , Paripurna C. Paripurna,Hholisticare, Komprehensif, Sehat jiwa D. Psikologis, Kultural, Holistik, Komprehensif 5. Pelayanan yang lengkap jenjang pelayanannya yaitu dari pelayanan kesehatan jiwa spesialistik, pelayanan kesehatan jiwa integratif dan pelayanan kesehatan jiwa yang bersumber daya masyarakat disebut? A. Pelayanan keperawatan yang holistik B. Pelayanan Keperawatan Paripurna

C. Konsep keperawatan kesehatan jiwa masyarakat D. Pencegahan Sekunder

Psikoterapi suportif 1. Cara penggunaan psikoterapi suporitf untuk pengobatan gangguan mental emosional pasien adalah dengan cara

a. Dengan mengajak pasien jalan-jalan b. Dengan mengajarkan teknik relaksasi napas dalam c. Dengan mengubah pola perilaku, perasaan, dan perilaku penderita agar terjadi keseimbangan diri secara bertahap d. Dengan mengikuti apa yang menjadi kemauan pasien e. Dengan memberikan HE kepada pasien dan keluarganya 2. Perawat A merawat seorang pasien dengan gangguan jiwa di RSJ Bangli, sang pasien mengungkapkan semua perasaannya ke perawat A, dari hasil pengkajian didapatkan diagnose harga diri rendah, kemudian perawat A member nasehat-nasehat yang praktis dan khusus yang berhubungan dengan masalah kesehatan jiwa pasien agar sang pasien lebih sanggup mengatasinya. Dari kasus diatas, perawat telah melaksanakan psikoterapi suportif apa? a. Penyuluhan / konseling b. Bimbingan c. Penjaminan kembali d. Reassurance e. Measurable 3. Seorang perawat di RSJ Bangli ruang Jempiring memberikan psikoterapi suportif kepada seorang remaja putri yang memiliki gangguan jiwa dengan Harga Diri Rendah. Salah satu tujuan perawat memberikan psikoterapi suportif kepada remaja putri tersebut adalah a. Supaya remaja putri itu senang b. Supaya remaja tersebut memiliki Harga Diri yang positif untuk menghadapi masalahnya c. Membatasi masalah agar tetap fokus d. Supaya remaja tersebut merasa berharga e. Sebagai kewajiban perawat 4. Seorang pasien dengan gangguan jiwa yang dirawat oleh perawat B. dari hasil pengkajian, pasien merasa malu, dan dirinya tidak berguna. Perawat tersebut menanamkan pikiran kepada pasien bahwa gejala akan hilang. Dalam kasus tersebut, perawat melaksanakan salah satu jenis dari psikoterapi suportif a. Persuasi b. Sugesti c. Katarsis d. Ventilasi

e. Deskripsi 5. Suatui pagi yang cerah, di RSJ Bangli ruang Nakula terdapat seorang bapak yang tampak termenung menyendiri tanpa ekspresi dan tanpa berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Kemudian perawat menghampiri bapak tersebut dengan tampak berusaha memancingbapak tersebut untuk berbicara dan mengungkapkan perasaannya. Satu jam kemudian bapak tersebut tampak semakin nyaman mengobrol dengan perawat. Dalam kasus ini, perawat telah berhasil melaksanakan jenis psikoterapi suportif a. Persuasi b. Psikoterapi Sugestif c. Deskripsi d. Ventilasi e. Psikoterapi Reassurance Soal gangguan persepsi/kognisi 1. Pengaruhkopingpadapasien yang mengalamigangguanpersepsi/kognisiadalah...? a. Kepercayaandiripasienmeningkat b. Pasienmampumengatasimasalahkognitif yang dihadapi. c. Pasienterhindardariresikocidera d. Meningkatkankualitas ego pasien 2. Diagnose keperawatan yang paling mengalamigangguanpersepsisensorihalusinasiadalah? tepatpadapasien yang

a. Defisit perawatan diri b. Intoleran aktifitas c. Gangguancitratubuh d. Risiko menciderai diri sendiri, orang lain dan lingkungan. 3. Mekanisme pertahanan ego yang mungkin teramati pada pasien yang mengalami gangguan persepsi /kognitif meliputi , kecuali :?

a. b. c. d.

Regresi Penyangkalan Kompensasi Komunikasi. ,seringtertawadanbicarasendiri. terdengarsewaktu-waktu, 1 x

Kasus, pasienberumur 20 tahun Pasienmengatakanseringmendengarsuara-suaralucu yang perhari.Pasienmerasagelisendirijikasuaraitumuncul. 4. Padakasusdiatas diagnose untukpasiendiatasadalah :..? a. Gangguanpersepsisensorihalusinasi visual

b. HambatanKomunikasi Verbal c. SindromGangguanInterpretasiLingkungan d. Gangguanpersepsisensorihalusinasidengar. 5. Intervensi yang tepatdilakukanuntukpasiendengan diagnose padasoal no 4 adalah :..? a. Bantu klienmengenalhalusinasinya. b. Bantu pasienmenyelesaikanmasalahnya c. Berisuasanalingkungan yang kondusif d. Anjurkanpasienuntukberistirahat

Anda mungkin juga menyukai