Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Jaringan periodontal terdiri dari gingiva, epitel penghubung, ligamen periodonsium, sementum dan tulang alveolar. Gingiva merupakan bagian mukosa rongga mulut yang mengelilingi gigi dan menutupi linggir (ridge) alveolar. Gingiva sendiri tersusun oleh epitel berkeratin dan jaringan ikat yang berfungsi melindungi jaringan di bawah perlekatan gigi terhadap pengaruh lingkungan rongga mulut (Susanto, 2009). Jaringan periodontal berfungsi sebagai penyangga gigi, terdiri dari gingiva, sementum, ligamen periodontal dan tulang alveolar. Sebelum memahami kerusakan jaringan periodontal, sebaiknya dimulai dengan gingival yang sehat dan tulang pendukung yang normal. Gingiva yang sehat dapat menyesuaikan diri dengan keadaan gigi. Gingiva yang sehat secara klinis tampak berwarna pink salmon, pada orang kulit hitam (termasuk orang kaukasia) kadang menunjukkan adanya derajat variasi pigmentasi warna coklat pada gingiva (Wolf dkk., 2005). Menurut Santoso (2009), ciri gingiva sehat yaitu berwarna merah muda hingga bervariasi tergantung pada jumlah pigmen melanin pada epitelium, derajat keratinisasi epithelium dan vaskularisasi serta sifat fibrosa dari jaringan ikat dibawahnya, tepinya seperti pisau dan scallop agar sesuai dengan kontur gigi-geligi. Secara histologis kedalaman sulkus pada gingiva sehat maksimal 0,5 mm dan lebar 0,15 mm. Pada saat dilakukan probing, probe dapat berpenetrasi ke dalam epithel junctional sampai 2 mm (Wolf dkk., 2005). Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit yang sangat meluas dalam kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat menganggap penyakit ini merupakan sesuatu yang tidak terhindari. Menurut Martinez dan Ruiz (2005), penyakit periodontal merupakan penyakit yang terdapat pada gingiva dan struktur

pendukung gigi, yaitu ligamen periodontal dan tulang alveolar, sedangkan istilah penyakit gingiva digunakan untuk mendefinisikan adanya gejala dan tanda dari berbagai penyakit yang terletak pada gingiva. Penyakit periodontal juga merupakan penyebab utama

tanggalnya gigi pada orang dewasa yang disebabkan infeksi bakteri dan menimbulkan kerusakan pada gingival, tulang alveolar, ligament periodontal, dan sementum. Masalah mengenai jaringan periodontal merupakan salah satu masalah mengenai kesehatan gigi dan mulut yang banyak di alami masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Terlebih apabila susunan gigi pasien berpotensi menjadi retensi makanan yang bisa menimbulkan plak penyebab gingivitis. Permulaan terjadinya kerusakan biasanya timbul pada saat plak bacterial terbentuk pada mahkota gigi, meluas disekitarnya dan menerobos sulkus gingiva yang nantinya akan merusak gingiva disekitarnya. Plak menghasilkan sejumlah zat yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam perkembangan penyakit periodontal. Kira-kira 15% orang dewasa usia 21 50 tahun dan 30% usia di atas 50 tahun mengalami penyakit ini. Untuk itulah, penyebab penyakit periodontal harus segera di musnahkan. Penyakit gingiva dapat terjadi karena adanya plak maupun tanpa adanya plak, penyakit gingiva karena plak disebabkan adanya bakteri pada plak subgingiva (Martinez dan Ruis, 2005). Walaupun faktor-faktor lain dapat mempengaruhi jaringan periodontal, penyebab utama penyakit periodontal adalah mikroorganisme yang berkolonisasi di permukaan gigi berupa bakteri plak dan produk-produk yang dihasilkannya. Beberapa kelainan sistemik dapat

berpengaruh buruk terhadap jaringan periodontal, tetapi faktor sistemik semata tanpa adanya bakteri plak tidak dapat menjadi pencetus terjadinya penyakit periodontal (Fedi dkk., 2005). Karakteristik klinis yang terlihat yaitu gingiva lunak, eritema, edema, perdarahan dan mengalami inflamasi.

Gusi berdarah bisa diakibatkan oleh berbagai macam hal. Salah satunya sebagai tanda awal dari terjadinya gingivitis. Apabila terus diabaikan, pengaruh dari penyakit mulut ini bisa meluas menjadi periodontitis dan lain-lain. B. Rumusan Masalah 1. Apa penyebab gusi muda berdarah? 2. Bagaimana cara melakukan pemeriksaan klinis dan radiologi pada kasus di skenario? 3. Apa diagnosa sementara dari kelainan yang terjadi di masing-masing gigi pada skenario? (gigi 31, 32, 33, 41, 42, 43, dan 36) 4. Apa rencana perawatan yang dilakukan pada kasus? C. Tujuan 1. Mampu memahami dan menjelaskan pemeriksaan subjektif dan objektif secara umum pada penyakit periodontal dan menegakkan diagnosa dari hasil pemeriksaan. 2. Mampu memahami dan menjelaskan etiologi, klasifikasi, tindakan perawatan dan prognosis dari penyakit gingivitis dan periodontitis.